cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 603 Documents
PEMANFAATAN DAGING KEONG SAWAH MENJADI NUGGET I Gusti Ayu Adelia Ratnadewi .; Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd. .; Luh Masdarini, S.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5962

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan untuk (1) Mengkaji proses pembuatan nugget keong sawah (2) Mengetahui kualitas nugget keong sawah dilihat dari aspek aroma, tekstur dan rasa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar uji mutu hedonik dengan 3 tingkatan (baik, cukup, dan kurang) yang diujikan kepada 24 panelis. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Proses pembuatan nugget keong sawah yaitu: a) daging keong sawah dicuci menggunakan abu dapur, b) dimarinated , c) dicampur dengan bahan tambahan (roti tawar, bawang putih, garam dan merica) kemudian digiling, d) adonan dikukus menggunakan loyang dengan ketebalan 4 cm selama 30 menit lalu didinginkan, e) adonan dipotong persegi empat, f) proses pemaniran, g) proses penggorengan (2) Kualitas nugget keong sawah dari aspek aroma memperoleh skor rata-rata 2,87 pada kategori baik sesuai tolok ukur yaitu tidak amis dan khas keong sawah; aspek tekstur memperoleh skor rata-rata 2,63 pada kategori baik sesuai tolok ukur yaitu bertekstur kenyal; aspek rasa memperoleh skor rata-rata 2,67 pada kategori baik sesuai tolok ukur yaitu berasa gurih. Kata Kunci : keong sawah, nugget, kualitas This type of experimental research aimed to (1) Assessing the process of making Pilla Ampulacea nuggets (2) Knowing the Pilla Ampulaceanugget quality seen from the aspect of aroma, texture and flavor. Data collection method used in this research is the method of observation. Instruments used in this research that hedonic quality test sheets with 3 levels (good, sufficient and less) were tested on 24 panelists. Further analyzed by using descriptive qualitative and quantitative analysis. Results of this study are (1) The process of making Pilla Ampullacea nugget namely: a) the Pilla Ampullacea’s meat is washely use kitchen ashes, b) Marinating process, c) Mixing proccess with additives and then milled, d) steam dough using a baking pan with thickness 4 cm for 30 minutes and then cooled, e) the dough is cut square, f) wrapping process, g) frying process (2) Quality of Pilla Ampullaceanugget of aspects aroma obtain an average score of 2.87 on both categories are appropriate benchmarks not fishy and distinctive conch fields; texture aspects of obtaining an average score of 2.63 on both categories corresponding benchmarks that chewy texture; aspect sense obtain an average score of 2.67 on both categories corresponding benchmarks that savory taste. keyword : Pilla Ampullacea, nuggets, quality
PEMANFAATAN AMPAS SALAK BALI MENJADI MANISAN KERING Leni Meiliyani .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui resep manisan kering ampas salak Bali (2) kualitas manisan kering ampas salak Bali dari aspek tekstur dan aspek rasa. Peneltian ini merupakan penelitian eksperimen dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan deskriptiif kuantitatif. Uji panelis melibatkan panelis terlatih sebanyak 25 orang.Hasil penelitian manisan kering ampas salak Bali menunjukkan (1) resep manisan kering ampas salak Bali terdiri dari 200 gr ampas salak Bali, 200 gr gula pasir, 50 gr tepung tapioka, 6 sdm (35 ml) air asam Jawa. Proses pengolahan dilakukan dengan mencuci dan merendam ampas salak Bali selama 1 Jam. Ampas salak yang telah diblender, di masukkan kedalam larutan gula pasir dengan menambahkan air asam Jawa, sambil diaduk selama 1 jam masukka tepung tapioka sedikit demi sedikit hingga matang. Diamkan satu malam kemudian adonan ditimbang seberat 5 gram dan dibentuk sesuai selera. Proses pengeringan tahap 1 selama 2 jam, selanjutnya tahap 2 manisan dikeringkan kembali selama 5-6 hari. Proses pengemasan dilakukan menggunakan plastik bening dan pita kawat, hasil manisan kering ampas salak Bali 54 biji. (2) kualitas manisan kering ampas salak Bali dari aspek tekstur berada dalam kategori baik dengan skor (2,76). Kualitas manisan kering ampas salak Bali dari aspek rasa berada dalam kategori baik dengan skor (2,68). Kata Kunci : ampas salak Bali, manisan kering, kualitas This study aimed to (1) know the recipe of dried candies which were made from Bali snake fruits’ pulp, and 2) the quality of dried candies which were made from Bali snake fruits’ pulp from the texture and taste aspects. This study was an experimental study and observation method was the instrument for data collection. The obtained data were analyzed using both of qualitative and quantitative descriptive technique. The test involved 25 trained panalists. The results of this research showed that 1) dried candies which were made from Bali snake fruits’ pulp made of 200 grams of Bali Snake fruits’ pulp, 200 grams of sugar, 50 grams of starch, and 6 tbsp (35 ml) of tamarind. The process of making the dried candies was firstly, washed and submerged the Bali snake fruits’ pulp for one hour. Secondly, the Bali snake fruits’ pulp which was blended, then put into sugar solution which have been added with tamarind. Next, stirred it for one hour, and then added the starch little by little until the mixture cooked. Thirdly, wait until a night, then, the mixture weighing 5 grams was shaped personalizing. Next, it was about the process of desiccation. The first step of the process of desiccation was for two hours, and then the second step was for five to six days. The last is about the packing process. The packing procces was done by using clear plastic and wire ribbon. The candies that were produced were 54 candies. (2) the quality of dried candies which were made from Bali snake fruits’pulp in the aspect of the textures was in good category with score of (2,76). The quality of dried candies which were made from Bali snake fruits’pulp in the aspect of the taste was in good category with score of (2,68). keyword : Bali snake fruits’ pulp, dried candies, quality.
HIDANGAN BALI PADA TRADISI NYAKAN DIWANG DI DESA BANJAR, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG Mila Suryani Kartika .; Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd. .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengidentifikasi jenis hidangan Bali yang diolah pada tradisi Nyakan Diwang, (2) mengetahui teknik pengolahan hidangan Bali pada tradisi Nyakan Diwang, dan (3) teknik penyajian hidangan Bali pada tradisi Nyakan Diwang. Penelitian ini merupakan penelitian survei yang mengambil lokasi di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Teknik penentuan sample menggunakan purposive sample yaitu satu keluarga dalam satu Banjar Pakeraman yang mengadakan tradisi Nyakan Diwang. Teknik pengumpulan data dengan metode (1) observasi, dan (2) wawancara. Lembar observasi dan panduan wawancara digunakan sebagai instrumen penelitian, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) jenis-jenis hidangan Bali yang diolah pada tradisi Nyakan Diwang dari makanan pokok yaitu, nasi tulen, lauk pauk yaitu pesan mengide, jukut be siap, rawon kebo. sayuran yaitu, jukut undis, urab paku. Hidangan sampingan terdiri dari jaje laklak, pisang goreng dan minuman yaitu kopi, yeh jahe. (2) teknik pengolahan hidangan Bali meliputi, dikukus, direbus, dibakar, dipanggang dan digoreng. (3) teknik penyajiannya sudah mengalami perubahan yaitu menggunakan mangkok, piring dan gelas, tetapi masyarakat setempat tetap memakai alat tradisional yaitu takir dari daun pisang untuk tempat kue pada saat tradisi Nyakan Diwang berlangsung. Kata Kunci : Nyakan Diwang, hidangan Bali. The research aims to: (1) identify kinds of Balinese Cuisine cooked on the tradition of Nyakan Diwang, (2) to know the Balinese food processing techniques on the tradition of Nyakan Diwang, (3) to know the serving technique of Balinese Cuisine on the tradition of Nyakan Diwang. This was a survey research conducted in Banjar village, Banjar sub-district, Buleleng regency. The purposive sampling technique was used towards a family in a specific area of the village who still maintain the tradition of Nyakan Diwang. The data collection technique was (1) observation and (2) interview. The observation sheet and the interview guidelines were used as the research instruments, meanwhile the data analysis was done through descriptive qualitative technique. The result of the study showed that (1) the foods processed on the tradition of Nyakan Diwang were plain rice, local cuisine such as pesan mengide (baked fish), jukut be siap (chicken soup), rawon kebo (buffalo soup), vegetables such as black soya bean soup (jukut undis), and urab paku. Additional cuisine served such as jaja laklak, fried banana (pisang goreng), and some beverages such as coffee, and ginger tea. (2). The food processing techniques such as baking, boiling, grilled, and fried. (3). The serving technique has experienced some changes to more modern utensils such as ceramic bowl, plate and glasses, but the local society are still maintaining the traditional is a takir made from banana leaves for a cake tools especially on the tradition of Nyakan Diwang. keyword : Nyakan Diwangt, Balinese Cuisine.
UJI KUALITAS RASA MANIS PADA CHIFFON CAKE TEPUNG UBI JALAR KUNING Luh Surianis .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ida Ayu Putu Hemy Ekayani, S.Pd., M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5965

Abstract

Penelitian eksperimenini bertujuan untuk mengetahui (1) Kualitas rasa manis pada chiffon cake tepung ubi jalar kuning. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis konsumen yang terdiri dari Dosen PKK Undiksha, Guru SMK Negeri 1 Seririt dan Guru SMK Negeri 2 Singaraja serta Mahasiswa PKK Tata Boga di lingkungan FTK. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Data dianalisis dengan mengguna kan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kualitas rasa manis pada chiffon cake tepung ubi jalar kuning berada dalam kategori rasa sangat manis dengan persentase 70,8%, dengan persentase 20,8% berada dalam kategori rasa manis dan dengan persentase 8,3% berada dalam kategori rasa cukup manis. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan substitusi 100% tepung ubi jalar kuning dalam pembuatan chiffon cake dapat menghasilkan rasa sangat manis.Kata Kunci : chiffon cake, tepung ubi jalar kuning, uji kualitas rasa manis This experimental research was aimed to determine (1) the sweet taste quality of chiffon cake that was made of yellow sweet potato flour. The panelists in this research were the panelists’ consumer consist of the lecturers of PKK Undiksha, the teachers of SMK Negeri 1 Seririt, the teachers of SMK Negeri 2 Singaraja, and also the culinary students of PKK, FTK. The data collection method used the method of observation. Data analyzed used the quantitative descriptive techniques. The results showed that determine (1) the sweet taste quality of chiffon cake that was made of yellow sweet potato flour taste was in a very sweet category with a percentage 70,8%, with a percentage 20,8% was in sweet taste category and with a percentage 8,3% was in sweettaste category. Based on this study can be concluded that the use 100% substitution of yellow sweet potato flour in the manufacture of chiffon cake can a very sweet taste keyword : chiffon cake, yellow sweet potato flour, sweet teste quality
UJI KUALITAS TEPUNG KULIT SINGKONG Kadek Harumini .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembuatan tepung kulit singkong (2) kualitas tepung kulit singkong dilihat dari warna, aroma, tekstur dan daya simpan. Panelis terdiri dari 3 orang di mana panelis yang dipilih adalah panelis pencicip terbatas yang melakukan uji kualitas selama empat minggu yang di laksanakan seminggu sekali. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Data tentang kualitas tepung kulit singkong dikumpulkan melalui uji organoleptik mutu hedonik dengan skala 3 tingkatan dan selanjutnya data hasil penelitian akan dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa (1) proses pembuatan tepung kulit singkong dilakukan dengan penyortiran, pencucian, perendaman, pemotongan, penjemuran, penggilingan, pengayakan, dan pengemasan (2) kualitas tepung kulit singkong dilihat dari aspek warna berada pada kategori cukup dengan warna yang dikehendaki yaitu putih kecoklatan, dari aspek aroma berada pada kategori baik yaitu tidak apek dan beraroma khas tepung singkong, dari aspek tekstur berada pada kategori baik memiliki tekstur agak kasar dan tidak menggumpal, dilihat dari aspek daya simpan berada pada kategori baik dengan daya simpan yang dikehendaki yaitu tidak ada pigmen warna dan tidak ada penyimpangan dari aroma dan tekstur. Kata Kunci : kulit singkong, kualitas, tepung kulit singkong This research aimed at ascertaining (1) the process of producing cavasa peel flour (2) quality of cavasa peel seen from the color, texture, and the storability. There were three expert panelists who the panelists are selected were the tester panelists. The quality test was conducted for four weeks and it carried on once a week. This research was experiment research. The method of this research was observation method. The data was collected by hedonic quality organoleptic test by using scale of three levels. The results of the data were analyzed by using descriptive analysis qualitative and quantitative method. Based on the results of the research, there were (1) the process of producing casava peel conducted by sorting, washing, soaking, cutting, drying, grinding, sieving, and packaging (2) the quality of casava peel flour seen from the color aspect was in sufficient category with beige color. Meanwhile, from the flavour aspect was in neat category which the cavasa peel was not musty and the flavor is typically like cassava. Seen from the texture aspect was in neat category. It has slightly rough texture and it does not clot, seen from storability in neat category with storability which there was no pigment and no deviation from the aroma and texture. keyword : Casava peel, quality, casava peel flour
PEMANFAATAN PULP CACAO ( Theobroma Cacao ) UNTUK PEMBUATAN SELAI Putu Eka Suriawan .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan selai dari pulp cacao dan kualitas selai dari pulp cacao yang ditinjau dari aspek aroma, warna, tekstur, dan rasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif untuk menganalisa data dari hasil uji panelis. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 20 panelis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengolahan selai dari pulp cacao dilakukan dengan 3 tahap yaitu persiapan alat, persiapan bahan,dan pengolahan. Proses pengolahan selai dari pulp cacao dilakukan dengan cara memasak cairan pulp cacao dengan api kecil dan menambahkan bahan-bahan lain seperti gula pasir, garam, kayu manis, dan air. Uji kualitas selai dari pulp cacao yang ditinjau dari aspek Aroma berada pada kategori baik dengan skor 2,7. Warna berada pada kategori baik dengan skor 2,55. Tekstur berada pada kategori baik dengan skor 2,9. Rasa berada pada kategori baik dengan skor 2,7.Kata Kunci : pulp cacao, selai, kualitas. Husband research aims for knowing Processing Jams From the pulp of cacao and cocoa pulp quality Jam Of The terms of aroma aspect, color, texture, taste and. The method used is a method hearts Observation Research husband used for quantitative descriptive technique to analyze data of test results panelists. Panelists hearts This study is a label Trained panelists Consisting using 20 panelists. Research results indicate that the initial process of pulp processing cocoa butter is done with 3 Phase Namely Preparation tool, Preparation Materials, and Processing. Processing Jams From the pulp of cacao done by cooking liquid cocoa pulp with Small fire and add other ingredients such as sugar, salt, cinnamon, and air quality test Jams From the pulp of cacao The terms of aspect is on Category Good Aroma with scores 2.7. Both colors are on Category with scores 2,55. Texture is on Category Both with scores 2.9. Good taste is on Category with scores of 2.7. keyword : cacao pulp, jam, quality
KONTRIBUSI MOTIVASI MEMASUKI DUNIA KERJA DAN PENGALAMAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XII PROGRAM KEAHLIAN TATA BOGA SMK N 2 SINGARAJA Dewa Ayu Putu Putri Pramitha Sari .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kontribusi motivasi memasuki dunia kerja terhadap kesiapan kerja siswa program keahlian tata boga (2) mengetahui kontribusi pengalaman praktik kerja industri terhadap kesiapan kerja siswa program keahlian tata boga, dan (3) mengetahui kontribusi bersama motivasi memasuki dunia kerja dan pengalaman praktik kerja industri terhadap kesiapan kerja siswa program keahlian tata boga. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII SMK Negeri 2 Singaraja Tahun Ajaran 2014 / 2015 yang didapatkan menggunakan teknik simple random sampling yaitu sebanyak 87 orang dengan jumlah populasi 170 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan dan metode kuesioner atau angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi sederhana Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi antara motivasi memasuki dunia kerja terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII program keahlian tata boga adalah cukup yaitu sebesar 34,3%, sedangkan kontribusi pengalaman praktik kerja industri terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII program keahlian tata boga adalah cukup yaitu sebesar 32,7%, dan kontribusi bersama motivasi memasuki dunia kerja dan pengalaman praktik kerja industri terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII program keahlian tata boga sebesar 47,6% dalam kategori tinggi. Kata Kunci : Kesiapan Kerja, Motivasi Memasuki Dunia Kerja, Pengalaman Praktik Kerja Industri This research aims to: (1) determine the contribution of working motivation toward student’s work readiness of food and beverage programme, (2) determine the contribution of on the job training experience toward student’s work readiness of food and beverage programme, and (3) determine the contribution of collective working motivation and on the job training experience toward student’s work readiness of food and beverage programme. The subjects were students of 12st grade at SMK N 2 Singaraja in academic year 2014 / 2015 with size 170 students and by using simple random sampling method a sample of size 87 was taken. Data were collected by literature study and using questionnaires. Data were analyzed by Product Momment Pearson correlation. The result showed that contribution of working motivation toward student’s work readiness of food and beverage programme is 34.3%, while the contribution of on the job training experience toward student’s work readiness of food and beverage programme is 32.7%, and the contribution of collective working motivation and on the job training experience toward student’s work readiness of food and beverage programme is 47.6%. keyword : Work Readiness, Working Motivation, Job Training Experience
STUDI EKSPERIMEN PEMANFAATAN BUAH MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA) MENJADI MINUMAN SERBUK Ni Luh Ernawati .; Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd. .; Ida Ayu Putu Hemy Ekayani, S.Pd., M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5971

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) proses pembuatan minuman serbuk buah mengkudu dan (2) tingkat kesukaan panelis terhadap minuman serbuk buah mengkudu dilihat dari aspek warna, aroma, dan rasa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen. Pengumpulan data menggunakan metode observasi melalui uji organoleptik yang dilakukan oleh 50 orang panelis. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu lembar uji mutu hedonik dengan 3 kategori suka, cukup suka, dan tidak suka. Hasil data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses pembuatan minuman serbuk buah mengkudu yaitu: a) pemilihan buah mengkudu yang masak, b) buah dikupas dan dicuci, c) buah dihancurkan dengan menggunakan juicer untuk mendapatkan sari buah, d) sari buah, dicampur dengan putih telur yang sudah dikocok kaku dan asam sitrat kemudian di mixer kembali, e) tuangkan ke loyang, hamparkan tipis- tipis, lalu di oven dengan suhu 55-600C hingga kering (±6 – 8 jam), f) serbuk buah mengkudu kemudian diblender dengan gula halus, diayak dan dikemas. (2) tingkat kesukaan panelis terhadap minuman serbuk buah mengkudu dari aspek warna diperoleh persentase 58% dengan katagori suka, 38% dengan katagori cukup suka, dan 4% dengan katagori tidak suka. Aspek aroma diperoleh persentase 28% dengan katagori suka, 28% dengan katagori cukup suka, dan 44% dengan katagori tidak suka. Aspek rasa diperoleh persentase 58% dengan katagori suka, 22% dengan katagori cukup suka, dan 20% dengan katagori tidak suka. Kata Kunci : buah mengkudu, kesukaan, minuman serbuk This research aimed at ascertaining (1) the process of making noni powder drink and (2) the frequency of panelist’s fondness to noni powder drink seen from clor aspect, aroma, and flavor. This research was experimental research. The method of data collection in this research was observation method by organoleptic test conducted by 50 panelists. The instrument that used in this research was hedonic quality test sheets with 3 category like, quite likes, and dislikes.The data were analyzed using qualitative descriptive and quantitative descriptive. The result of this research showed (1) the process of making noni fruit powder drink namely: a) the selection of noni, b) the fruit peeled and washed, c) the fruit destroyed by using a juicer to get juice, d) the juice mixed with beaten egg white stiff and citric acid and then mixer it back, e) pour into baking dish, spread out tipis- thin, then in the oven with a temperature of 55-600C (± 6-8 hours), f) noni powder is dry blended with powdered sugar, sifted and packed. (2) The frequency of panelist’s fondness was noni powder drink obtained from the color aspect percentage 58% in the category like, 38% in the category quite like, and 4% in the categorydislike. Meanwhile, seen from aroma aspect was 28% in the category like, 28% in category quite like, and 44% in category dislike keyword : Noni fruit, fondness, powder drink
PEMANFAATAN KULIT BUAH NAGA MERAH MENJADI SELAI Ni Putu Widya Arsani .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5972

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui kualitas selai kulit buah naga merah dilihat dari aspek rasa, warna, tekstur dan konsistensi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang berjumlah 24 orang terdiri dari guru Tata Boga SMK Negeri 1 Seririt, guru Tata Boga SMK Negeri 2 Singaraja, Dosen PKK Tata Boga serta Laboran Tata Boga Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas selai kulit buah naga merah ditinjau dari aspek rasa berada pada kategori baik yaitu manis khas kulit buah naga (2,83), ditinjau dari aspek warna berada pada kategori baik yaitu merah (3), ditinjau dari aspek tekstur berada pada kategori baik yaitu lembut (2,79), ditinjau dari aspek konsistensi berada pada kategori baik yaitu kental (2,83). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa limbah kulit buah naga merah dapat dimanfaatkan menjadi produk olahan selai. Kata Kunci : Kulit buah naga, kualitas, selai This type of experiment research aims to know the quality of the jam fruit skins of the Red Dragon is seen from the aspect of flavor, color, texture and consistency. Data collection methods used in this research is a method of observation. The data were analyzed using descriptive quantitative techniques. Panelists in this research is a trained panelists that add up to 24 people consists of teachers SMK Negeri 1 Seririt, teachers SMK Negeri 2 Singaraja, lecturer PKK Tata Boga, Laboran Tata Boga as well as the Department of family welfare Education. The results showed that the quality of the leather Red Dragon fruit jams reviewed aspects of the flavor is in the category of good sweet typical skin dragon fruit (2.83), review of aspects of color is good on the category that is red (3), the review of aspects of both categories are on a texture that is soft (2.79), review of aspects of consistency are on both categories namely condensed (2.83). Based on the results of this research it can be concluded that waste of skin Red Dragon fruit can be used in processed products into jam. keyword : Skin dragon fruit, quality, jam
KAJIAN POTENSI EKOWISATA DI DESA SUDAJI SEBAGAI DESA WISATA I Gusti Nyoman Taurus Cahayadi .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5973

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui potensi wisata di Desa Sudaji yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik ekowisata. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dan wawancara bertahap. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskritif kualitatif dimana data yang diperoleh akan dianalisa dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Potensi wisata di Desa Sudaji yang dapat dikembangkan menjadi ekowisata adalah potensi alam, manusia, dan budaya. Kajian Potensi ekowisata berdasarkan analisis SWOT yaitu : a). Kekuatan yang cukup besar berupa potensi alam, potensi manusia dan kebudayaan yang beranekaragam. b). Kelemahan potensi wisata Desa Sudaji yaitu Potensi alam : Beberapa sarana belum mendukung, karakteristik alam di Desa Sudaji pada musim hujan. Potensi Manusia : Sumber tenaga kerja sebagai local guide, ketrampilan masyarakat seadanya. Potensi Budaya : Belum optimalnya kemampuan pengelolaan atraksi seni dan budaya, belum efektifnya networking diantara para pengelola atraksi seni dan budaya daerah. c). Peluang potensi wisata Desa Sudaji. Potensi alam: Adanya perubahan trend pariwisata, wisatawan lebih menikmati dan menghargai panorama alam pedesaan. Potensi manusia : Meningkatkan kapasitas bagi pengelola dan pemandu wisata, meningkatnya hubungan kerjasama dengan pelaku wisata. Potensi Budaya : Desa Sudaji beberapa kali ditunjuk dalam pesta Kesenian Bali, kecendrungan wisatawan Eropa terhadap pariwisata budaya. d). Ancaman yang dapat merusak potensi ekowisata di Desa Sudaji. Potensi Alam : Sampah, penebangan pohon, penggunaan air. Potensi Manusia : Sulitnya lapangan pekerjaan, semakin berkurangnya nilai budaya setiap individu. Potensi Budaya : Masuknya budaya modern, dan akulturasi budaya Kata Kunci : potensi ekowisata, kajian potensi ekowisata. This qualitative research aimed at finding out the tourist potential in Sudaji village that could be developed as ecotourism attraction. The methods used in collecting the data were gradual interview and observation. The data was analyzed descriptive qualitatively in which the data then analyzed by using SWOT analysis. The result of this study showed that the tourist potential in Sudaji village that could be developed as ecotourism were natural potential, human being, and culture. This study was based on SWOT analysis involved; a) the strengths in terms of natural potential, human potential, and cultures; b) the weaknesses of tourist potential in Sudaji village were natural potential; any unsupported facilities, the natural characteristic in Sudaji village on rainy season. Human potential; labor resources as local guide, sober people skills. Cultural potential; the capabilities art and culture attraction management were not optimize yet, the networking among managers of local art and culture attractions was not effective; c) the tourist potential opportunities of Sudaji village. Natural potential; any changes in tourism trend, the tourists were more enjoying and interesting on countryside natural panorama. Human potential; increasing the capacity of managers and tourist guides, increasing the partnership within tourism stakeholders. Cultural potential; the Sudaji village several time designated in Bali art festival show, the European tourists tendency toward cultural tourism; d) threats that could undermine the potential of ecotourism in Sudaji village. Natural potential; garbage, tree felling, water usage. Human potential; difficulties in finding a job, decreasing value of each individual culture. Cultural potential; the entry of modern culture and acculturation. keyword : potential of ecotourism, potential of ecotourism study