cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 603 Documents
TEKNIK MENGHIAS BUSANA PESTA PADA PT. CHARISMA BALI Ni Putu Sisnutari d .; I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) teknik yang digunakan untuk mengaplikasikan hiasan busana pesta. (2) proses pembuatan menghias busana pesta. Penelitian ini dilakukan di PT. Charisma Bali. Objek penelitian adalah teknik yang digunakan untuk mengaplikasikan hiasan busana pesta dan proses pembuatan menghias busana pesta di PT. Charisma Bali. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Instrument penelitian adalah lembar wawancara dan lembar observasi. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) teknik yang digunakan untuk mengaplikasikan hiasan busana pesta di PT. Charisma Bali adalah: (a) busana pesta dengan mengaplikasikan brokat, tali kur dan payet, (b) busana pesta dengan detail payet, (c) busana pesta dengan mengaplikasikan brokat dengan payet, (d) busana pesta dengan mengaplikasikan tali kur dan pita motif, (e) busana pesta dengan mengaplikasikan brokat dan tali kur. (2) Proses pembuatan menghias busana pesta di PT. Charisma Bali antara lain (a) alat dan bahan pembuatan hiasan busana pesta adalah gunting motif, gunting benang, jarum tangan, pendedel, menekin, jarum pentul, tempat payet, benang jahit, brokat, payet, tile, tali kur, (b) proses pembuatan menghias busana pesta antara lain persiapan alat dan bahan, menggunting, pemasangan pada menekin, menjahit dengan tangan dan finishing. Kata Kunci : Teknik Menghias, Busana Pesta This study aims to determine (1) the technique used to apply decoration party dress. (2) the process of making a party dress decorate. This research was conducted at PT. Charisma Bali. The object of research is a technique used to apply decoration party dress and decorate a party dress-making process in PT. Charisma Bali. Techniques of data collection using interviews and observation. Research instrument was the questionnaires and observation sheets. Methods of data analysis using descriptive analysis. The results showed that (1) the technique used to apply decoration fashion party at PT. Charisma Bali are: (a) a party dress by applying brocade, rope chair and sequins, (b) a party dress with sequin detail, (c) a party dress by applying brocade with sequins, (d) a party dress by applying a rope chair and ribbon motif , (e) applying a party dress with brocade and rope chair. (2) The process of making a party dress decorate PT. Charisma Bali, among others, (a) the tools and materials to make ornaments party dress is scissors motif, scissors yarn, needle hand, pendedel, menekin, pin, place sequins, sewing thread, brocade, sequins, tulle, rope chair, (b) process manufacture decorate a party dress, among others, preparation of tools and materials, cutting, mounting om menekin, sewing by hand and finishing. keyword : Decorating Techniques, Fashion Party
STUDI EKSPERIMEN SORBET KEDONDONG Qiftijah .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6642

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sorbet dengan bahan utama buah kedondong dilihat dari (1) aspek rasa dan (2) aspek tekstur. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, buruk. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 25 orang panelis. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan (1) kualitas sorbet kedondong dilihat dari aspek rasa berada dalam katagori baik (2,84) yaitu memiliki rasa manis keasaman (2) kualitas sorbet kedondong dilihat dari aspek tekstur berada dalam katagori baik (2,56) yaitu kasar dan berserat Kata Kunci : kedondong, sorbet, rasa, tekstur This experiment of research aims to find out the quality of the main ingredient fruit sorbet with kedondong in view of (1) taste and (2) aspects of texture. Data collecting method used in this research that the observation method using the instrument in the form of organoleptic test sheets with three levels namely good, enough and bad. Panelists in this research is a trained of panelists that consist of 25 panelists trained on them. Data were analyzed with reveal a descriptive quantitative techniques. The research shows (1) the quality of sorbet kedondong seen from the aspect of being in the category of good taste (2.84) correspond to yardstick of sweet acidity (2) quality sorbet texture kedondong seen from the aspect of being in good category (2.56) correspond to a benchmark are coarse and fibrous keyword : kedondong fruit, sorbet, taste, texture
Tata Rias Pengantin Agung Kabupaten Karangasem Provinsi Bali Ni Kadek Lina Wiartini .; I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6793

Abstract

Penelitian jenis kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagian-bagian dan makna dari tata rias, busana, aksesoris (2) untuk mengetahui langkah-langkah tata rias pengantin Agung Karangasem. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara metode observasi, metode wawancara dan studi dokumen kepada LKP Dewi Ratih, puri Agung Karangasem dan Dinas Kebudayaan Karangasem dengan objek penelitian yaitu tata rias pengantin Agung Kabupaten Karangasem Provinsi Bali. Hasil Penelitian ini adalah: (1) Tata rias pengantin Agung Karangasem dibagi menjadi 3 bagian yaitu tata rias wajah dan rambut, busana, serta aksesoris pengantin Agung Karangasem. Masing-masing bagian pada tata rias pengantin Agung Karangasem memiliki makna yang sesuai dengan fungsinya, (2) Langkah-langkah pelaksanaan dimulai dari tata rias wajah, selanjutnya pada tata rias rambut: pembentukan semi gopong, pusung kerucut, sanggul gento agung, bunga mawar, cempaka putih, cempaka kuning, blengker, bunga sandat, empak-empak, bunga cempaka, cucuk bundar emas, dan terakhir pemasangan sekar taji. Langkah penggunaan busana pengantin wanita meliputi: penggunaan tapih, kamen songket, stagen, selendang blebet sutra cina, dan terakhir selendang bangsing. Pada pengantin pria menggunakan: saput songket merebong, sabuk/stagen, kampuh/saput sutra penuh, umpal, baju beludru bersulam, dan destar. Langkah penggunaan aksesoris pengantin wanita meliputi: Subeng cerorot, badong, gelang, dan sabuk pending. Pada pengantin pria meliputi: penggunaan rumbing, gelang, dan pada tahap akhir penggunaan bros.Kata Kunci : aksesoris, busana, tata rias, pengantin Agung Karangasem. This type of qualitative research aimed to determine (1) the parts of and the meaning of the make up , clothes , accessories (2) to know how to make up wedding’s Agung Karangasem. The methods of data collection is done by observation , interview and document study to LKP Dewi Ratih , the castle and the Department of Culture Agung Karangasem. The object of research is make up wedding Agung Karangasem Bali Province. The experiment produck is (1) wedding’s make up Agung Karangasem, has three posts. There are face and hair make up, clothes, and wedding’s accessories Agung Karangasem has the meaning by its seft. So in the use of and the implementation must be full about the right doing become the natural. (2) The scond doing from the vace make up than hair styling: semi gopong, pusung kerucut, sanggul gento agung, rose, white cempaka, yellow cempaka, blengker, sandat, rose, empak-empak, cucuk bundar emas, and the last is using by sekar taji (woman). The next is using by women clothes wedding, there are: tapih, kamen songket, stagen, selendang blebet sutra cina and the last selendang bangsing. For man clothes wedding is using: saput songket merebong and destar. For woman wedding accessories there are: subeng cerorot, badong, bracelet, and sabuk pending. For man wedding accessories there are: rumbing, bracelet than the last is bross.keyword : Accessories, clothes, make up, Agung Karangasem wedding
Studi tentang Kualitas Pelayanan Jasa Pembuatan Busana di Butik Ria Singaraja Siti Nur Kholifah .; Putu Agus Mayuni, S.Pd, M. Si. .; Made Diah Angendari, S.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6794

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan (1) Mengetahui pelayanan jasa pembuatan busana di Butik Ria Singaraja(2) Mengetahui kualitas pelayanan jasa pembuatan busana. Penelitian dilakukan di Butik Ria Singaraja. Subyek penelitian ini adalah pelanggan atau konsumen. Objek penelitian ini adalah kualitas pelayanan jasa pembuatan busana. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dan kuesioner. Instrumen penelitian menggunakan lembar wawancara, dan kuesioner. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) pelayanan jasa pembuatan busana di Butik Ria Singaraja adalah: pelayanan jasa pembuatan (a) busana pesta (b) kebaya modifikasi (c) busana pengantin. (d) busana kerja (2) kualitas pelayanan jasa pembuatan busana di Butik Ria Singaraja ditinjau dari konsep A3 pelayanan prima yaitu sikap, perhatian, tindakan dan fasilitas secara keseluruhan berada pada kategori sangat baik. berdasarkan variabel sikap dengan kategori sangat baik. Variabel perhatian berada pada kategori sangat baik. Variabel tindakan berada pada kategori sangat baik. dan variabel fasilitas berada pada kategori sangat baik. Kata Kunci : kualitas pelayanan, jasa, pembuatan Busana This descriptive study aimed (1) Determine the services manufacture of clothing in the Boutique Ria Singaraja (2) Knowing the quality of service the manufacture of clothing. The study was conducted in Singaraja Ria Boutique. The subjects of this study are customers or consumers. The object of this study is the quality of service of making clothes. Data collection techniques using interviews and questionnaires. The research instrument used sheets interviews, and questionnaires. Methods of data analysis using qualitative descriptive analysis. Results of this study were (1) services the manufacture of clothing in the Boutique Ria Singaraja is: service creation services (a) a party dress (b) modified kebaya (c) a wedding dress. (d) work clothing (2) quality of service manufacture of clothing in the Boutique Ria Singaraja A3 concept in terms of excellent service that is the attitude, attention, action and overall facilities are in very good category. based variable attitude with excellent category. Variable concern is the very good category. Variable actions are in the very good category. and a variable facility is located in the very good category.keyword : service quality, service, manufacturing Clothing
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PENURUNAN MINAT MAKAN ANAK USIA DINI TERHADAP MAKANAN SEHAT DI TK BUDHIYASA SANGSIT Ni Kadek Kurnia Dewi .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6809

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab penurunan minat makan anak usia dini terhadap makanan sehat di TK Budhiyasa Sangsit. Faktor penyebab penurunan minat makan dikaji dari faktor internal dan faktor eksternal. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode Angket dan wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar pernyataan angket dan pedoman wawancara yang melibatkan 34 orang tua siswa, 34 orang siswa dan 6 orang guru. Selanjutnya dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab dari penurunan minat makan anak usia dini terhadap makanan sehat di TK Budhiyasa Sangsit ini adalah dominan dipengaruhi oleh faktor ekternal atau faktor dari luar diri siswa yaitu 51,5% factor ekonomi, 61,7% faktor pengetahuan tentang makanan untuk anak usia dini, 67,6% faktor sosial budaya dan 75% faktor lingkungan. Kata Kunci : Minat Makan, faktor internal, dan eksternal This descriptive study aimed to determine factor causing the deline in interest I early hildhood to eat heaalty food at Budhiyasa Kindergarten in Sangsit regency. This problem assesses from internal factors and external factor. The data collection mehod were questionnaire and interviews methods. The research instruments were questionnaire sheet and interview guide which was tasted to 34 parents of students, 34 students and 6 teacher. Furthermore, the data were analyzed by qualitative technique. The result showed the causes of the decline in the interest in early childhood to eat healthy food at Budhiyasa Kindergarten was external factors such as from the student itself, 51,5% economic factor, 61,7% education about food for early childhood factor, 67,6% social and cultural studies and 75% environmental factor. keyword : interest in eating, internal and external factors.
Studi Eksperimen Buah Mengkudu Menjadi Manisan Kering I Nyoman Gede Nesa Narmada .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd .; Luh Masdarini, S.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v5i2.8172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kesukaan manisan kering tanpa biji dilihat dari aspek rasa, tekstur dan aroma. (2) kesukaan manisan kering dengan biji dihaluskan dilihat dari aspek rasa, tekstur dan aroma. (3) kesukaan manisan kering dengan biji utuh dilihat dari aspek rasa, tekstur dan aroma.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen pada buah mengkudu. Metode pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini yakni metode observasi dengan uji panelis yang diujikan kepada 80 masyarakat umum yang telah menilai kesukan manisan kering mengkudu dilihat dari aspek rasa, tekstur dan aroma. Instrument pengumpulan data adalah lembar uji mutu hedonik dengan 3 kriteria ( suka, cukup dan tidak suka). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian tingkat kesukaan panelis menunjukkan: (1) manisan kering tanpa biji dilihat dari aspek rasa (66,25%), tekstur (60 %), dan aroma (43,75%). (2) manisan mengkudu dengan biji yang dihaluskan dilihat dari aspek rasa (22,5%), tekstur (32,5 %), dan aroma (33,75%). (3) manisan mengkudu dengan biji dilihat dari aspek rasa (10 %), tekstur (7,5 %), dan aroma (23,75%). Kata Kunci : buah mengkudu, manisan, mutu hedonik This study aims to determine:(1) A candied dried seedless seen from the aspect of flavor,texture and aroma. (2) A candied dried with mashed beans viewed from the aspect of flavor, texture and aroma. (3) A candied dried with whole grain viewedfrom the aspect of flavor, texture and aroma. This type of research is an experimental research on noni. Data collection methods used in this trail the methods of observasion with 80 panelists were tested to the general public who have been assessing favorite candied drien noni seen from the aspect of flover, texture and aroma. Data collection instruments are hedonic quality test sheet with three criteria ( like, pretty and do not like). Data were analyzed using quantitative descriptive analysis method. A research result shows the level of panelists showed: (1) candied dried seedless seen from the aspect of flavor (66,25%), texture (60%), and aroma( 43,75%). (2) candied dried with mashed beans from the aspect of flavor ( 22,5%), texture (32,5%) and aroma (33,75%). (3) candied dried with instat seeds from the aspect of flavor (10%), texture( 7,5%) and aroma (23,75%). keyword : noni fruit, candied, hedonic quality
PROFIL JANGER KOLOK DI DESA BENGKALA KECAMATAN KUBUTAMBAHAN KABUPATEN BULELENG Ni Luh Debiani .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .; Luh Masdarini, S.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v5i2.8310

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengungkap profil janger kolok di Desa Bengkala Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan ditentukan dengan menggunakan purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tiga proses yaitu (1) reduksi data, (2) display data dan (3) mengambil kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tari janger kolok dikenal sejak tahun 1967 dan diajarkan oleh almarhum Made Nedeng. Tari janger kolok ini hanya menggunakan bahasa isyarat kemudian dipadukan dengan unsur pencak silat sehingga melahirkan gerak-gerak tari yang khas dan dengan lakon Arjuna Wiwaha. Urutan gerak tari janger kolok yang meliputi gerak kecak antara lain : pangawit, nayog, ngeseh dan nuding. Gerak janger antara lain: ngagem kanan, ngagem kiri, nyeleog, ngeliput,ngegol ngileg-ngileg, nyeledet, dan nyakup bawa. Pola lantai dalam tari yaitu : Pembukaan, papeson, pejangeran, lakon, dan pakaad. Alat musik pengiring dalam tari adalah kendhang. Rias dan busana dalam tari janger kolok, busana atau kostum yaitu Janger mengenakan busana seperti : gelungan janger, badong, sabuk perada, tutup dada, kamen, oncer dan ampok-ampok. Aksesoris yaitu subeng dan perlengkapan lainya yang digunakan janger adalah kepet. Sedangkan kecak mengenakan busana terdiri dari: udeng, baju kecak, celana kecak, sabuk perada, ampok-ampok, badong, gelang kana dan udeng. Rias dalam tari memakai rias cantik, karena penokohan yang ada dalam tari memakai topeng. Durasi pementasan janger kolok berdurasi 15-30 menit.Kata Kunci : janger kolok, profil, desa bengkala This qualitative study is aimed to reveal janger kolok profile in Bengkala Village Kubutambahan District of Buleleng. This study is a qualitative research with phenomenological approach. The informants are determined by using purposive sampling. Data collection techniques in this study used the method of observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through three processes: (1) data reduction, (2) display data, and (3) the conclusion and verification. The results of this study indicate that the Janger kolok dance be known since 1967 taught by the late Made Nedeng. The Janger kolok dance only uses sign language, then it is combined with elements of martial arts which created the movements of the dance that are distinctive with the play of Arjuna Wiwaha. The sequence of The Janger kolok dance includes motion of Kecak dance, namely: pangawit, nayog, ngeseh and nuding (pointing at). Motion of Janger, namely: ngagem right, ngagem left, nyeleog, ngeliput, ngegol ngileg-ngileg, nyeledet, and nyakup bawa. The pattern of the dance are opening, papeson, pejangeran, role, and pakaad. Musical accompaniment in the dance is kendhang. Makeup and fashion in janger kolok dance there are for fashion or costume of the Janger dance is clothing such as: coils Janger, badong, tinsel belt, breastplate, parchment, oncer and ampok-ampok. Accessories are subeng and other equipment used in Janger dance is kepet. On the other hand, kecak dance’s clothing consists of: udeng, Kecak clothes, Kecak pants, belt tinsel, ampok-ampok, badong, bracelets kana and udeng. Make up of this dance is pretty make up, because characterizations contained in the dance wearing a mask. The duration of staging Janger kolok dance is about 15-30 minuteskeyword : Janger kolok, profile, bengkala village
KESIAPAN KERJA SISWA PROGRAM KEAHLIAN PARIWISATA DITINJAU DARI PERSEPSI KOMPETENSI DAN MOTIVASI KERJA PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 2 SINGARAJA Agus Very Frengky .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .; Luh Masdarini, S.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v5i2.8311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kesiapan kerja siswa kelas XII Program Keahlian Pariwisata SMK N 2 Singaraja ditinjau dari persepsi kompetensi dan (2) mendeskripsikan kesiapan kerja siswa kelas XII Program Keahlian Pariwisata SMK N 2 Singaraja ditinjau dari motivasi kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi yang digunakan yaitu siswa Program Keahlian Pariwisata SMK Negeri 2 Singaraja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling dengan jumlah sampel 70 orang responden yang semuanya berasal dari kelas XII Program Keahlian Pariwisata SMK Negeri 2 Singaraja. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil sebaran kuisioner yang di olah dengan menggunakan skala Likert dan di analisis dengan statistik persentase. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) kesiapan kerja siswa Program Keahlian Pariwisata bila ditinjau dari persepsi kompetensinya dapat dinyatakan bahwa sebanyak 80.00% (56 orang responden) memiliki kesiapan kerja yang sangat baik dengan rata-rata 88.44% dan sebanyak 20.00% (14 orang responden) memiliki kesiapan kerja yang baik dengan rata-rata 76.95%. Secara keseluruhan, siswa memiliki kesiapan kerja sangat baik dengan rata-rata sebesar 86.14%; (2) kesiapan kerja siswa Program Keahlian Pariwisata bila ditinjau dari motivasi kerjanya dapat dinyatakan bahwa sebanyak 70.00% (49 orang responden) memiliki kesiapan kerja yang sangat baik dengan rata-rata sebesar 86.97% dan sebanyak 30.00% (21 orang responden) memiliki kesiapan kerja yang baik dengan rata-rata sebesar 76.60%. Secara keseluruhan, siswa memiliki kesiapan kerja yang sangat baik dengan rata-rata sebesar 83.86%. Kata Kunci : Kesiapan Kerja, Motivasi Kerja, Persepsi Kompetensi This study was aimed to (1) describe the job readiness of students in XII Program Keahlian Pariwisata SMK N 2 Singaraja which viewed from perceptions of competence and (2) describe the job readiness of students in XII Program Keahlian Pariwisata SMK N 2 Singaraja which viewed from from work motivation. This research was quantitative descriptive. The population used was the student of Program Keahlian Pariwisata SMK Negeri 2 Singaraja. The sampling technique used was stratified random sampling with 70 respondents were all from XII Program Keahlian Pariwisata SMK Negeri 2 Singaraja. This study used primary data obtained from the distribution of the questionnaire which was be treated with a Likert scale and analyzed with statistics on the percentage. The results shows (1) the job readiness of students in Program Keahlian Pariwisata when views from the perception of competence can be stated that as much as 80.00% (56 respondents) have a job readiness was very good with an average 88.44% and as much as 20.00% (14 respondents) has a good job readiness with an average of 76.95%. Overall, students have a very good job readiness with an average of 86.14%; (2) the job readiness of student in Program Keahlian Pariwisata when the review from works motivation can be stated that as much as 70.00% (49 respondents) have a job readiness was very good with an average of 86.97% and as much as 30.00% (21 respondents) have a job readiness was good with an average of 76.60%. Overall, students have a very good job readiness with an average of 83.86%.keyword : Job Readiness, Work Motivation, Perception of Competence.
PERKEMBANGAN TATA RIAS LELUNAKAN DALAM UPAYA PELESTARIAN KEBUDAYAAN BALI Ni Putu Ayu Ari Anggarwati .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v5i2.8373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perkembangan tata rias rambut, tata rias wajah, aksesoris, dan busana tata rias lelunakan (2) upaya pelestarian tata rias lelunakan. Sumber informan penelitian ini adalah A. A. Ayu Ketut Agung, A. A. Ngr. Mayun Konta Tanaya dan Ni Ketut Resti. Waktu penelitian selama satu bulan. Objek penelitian adalah perkembangan tata rias rambut, tata rias wajah, aksesoris, busana tata rias lelunakan dan upaya pelestarian kebudayaan Bali. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode wawancara dan studi dokumen. Instrumen penelitian adalah lembar observasi, lembar wawancara dan studi dokumen. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa: (1) Perkembangan tata rias lelunakan terdiri dari: Tata rias rambut lelunakan menggunakan satu lilitan pada putaran kain di kepala yang berbentuk lelunakan dan menggunakan hair piece/cemara dan kain selendang dikepala menggunakan warna bebas atau menyesuaikan busana yang digunakan. Pada tata rias wajah menggunakan make-up modern. Aksesoris menggunakan berbagai macam bunga seperti: bunga sandat, semanggi sibak, bunga kap, dan bunga jepun pada busana lelunakan menggunakan busana modifikasi. Tata rias lelunakan digunakan pada upacara Agama, juga bisa digunakan pada acara umum seperti: Mc dan prewedding (2) Upaya pelestarian tata rias lelunakan terdapat tiga faktor yaitu: faktor budaya merupakan tindakan, kepercayaan dan adat istiadat, faktor ekonomi konsumen meliputi keluarga, tingkat penghasilan dan sosial ekonomi sedangkan faktor pribadi/personal meliputi usia, gaya hidup, dan tingkat pendidikan.Kata Kunci : Perkembangan, tata rias lelunakan, upaya pelestarian lelunakan. This study aims to determine (1) the development of lelunakan hairdressing, make-up, accessories, and fashion; (2) the means of lelunakan make-up preservation. The informants for this study were A. A. Ayu Ketut Agung, A. A. Ngr. Mayun Konta Tanaya, and Ni Ketut Resti. This study was conducted for one month. The objects of this study were the development of lelunakan hairdressing, make-up, accessories, and fashion, as the means for Balinese culture preservation. The methods of collecting data for this study were observation, interview, and literature study menthods. The instruments for this study were observation sheets, interview guidance, and literature study. The data analysis for study was descriptive qualitative analysis. The result from this study shows that: (1) the development of lelunakan make-up consists of: Lelunakan hairdressing uses a single twist of cloth on the head which is in the form of lelunakan. Beside that, lelunakan hairdressing also uses hair piece and a colored shawl that is appropriate with the clothing used. In make-up, it uses modern make-up. Then, for the accessories, it uses various kinds of flower, such as cananga flower, semanggi/sibak flower, kap flower, and frangipani flower. Next, lelunakan fashion uses and modified clothing. Lelunakan make-up is used in religious ceremony. However, it is commonly used for MC and pre-wedding. (2) The means of lelunakan make-up preservation have three factors. The first is culture factor that consists of action, belief, and custom. The second is consumer economic factor that consists of family, income level, and socioeconomic. At last, the third factor is personal factor that consists of age, lifestyle, and education level. keyword : Development, lelunakan make-up, the means of lelunakan preservation
PERKEMBANGAN TENUN SONGKET DI DESA BERATAN KABUPATEN BULELENG Linda Lestari .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani,M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v5i2.8374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perkembangan ragam hias tenun songket di Desa Beratan (2) perkembangan bahan yang digunakan dalam pembuatan tenun songket di Desa Beratan (3) fungsi kain tenun songket di Desa Beratan. Penelitian ini dilakukan di Desa Beratan Kabupaten Buleleng Provisi Bali. Sumber informan kunci dalam penelitian ini ialah kepala desa, pemilik butik Poetri colletion serta pengrajin tenun songket di Desa Beratan Kabupaten Buleleng. Objek penelitian adalah perkembangan ragam hias, perkembangan bahan dan fungsi kain tenun songket, Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara, Instrumen penelitian adalah lembar observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) perkembangan ragam hias meliputi: ragam hias geometris, wayang, tumbuhan, binatang dan campuran ragam hias ini memiliki perubahan dari berbagai bentuk ragam hias dan memiliki ciri khas (2) Perkembangan bahan yang digunakan yaitu menggunakan bahan benang sutra, beju mas dan beju perak (3) dan fungsi kain tenun songket berkembang sebagai pelengkap busana dibuat sebagai tas pesta dan dompet. Kata Kunci : Tenun songket, ragam hias, bahan dan fungsi. This study aims to determine (1) the development of decorative songket in beratan village, (2) the development of materials used in the manufactuere of songket in the beratan village, (3) function songket in the beratan village. This research was conducted in the Beratan Village Buleleng Regency, Province Of Bali. Sources of key informants in this study ae the head of the Village as well as a boutique owner lestari collection and also songket weavers in the Beratan, Village Buleleng Regency. The objects of research are the development of the ornament, the development of material and functions of songket. Data collection technique used observation and interview. The research instruments are observation and interview sheets. Analysis of data using qualitative data analysis. The results showed that: (1) the development of decorative songket in Beratan Villge includes decorative geometric, puppets, plants, animals and this mix ornament has`a change and various forms of decoration and has a characteristic, (2) the development of the matrials used songket in the Beratan Village by using silk thread, beju gold and beju silver (3) and the function of songket in the Beratan Village is developing as a complemenry fashion created as a party bag and wallet. keyword : songket, decoation mateials and functions.