cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 603 Documents
Profil Rumah Adat Bali Mula Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng Gede Witarsa .; Dra. Risa Panti Ariani, M.Si. .; Luh Masdarini, S.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8964

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan mendekripsikan (1) komponen rumah adat Bali Mula Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, (2) bentuk rumah adat Bali Mula Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, (3) tata letak rumah adat Bali Mula Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng dan (4) makna rumah adat Bali Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Pengumpulan dalam penelitian ini menggunakan metode obsevasi dan wawancara. Sumber informan dari penelitian ini adalah Kelian Adat Desa Julah, Kepala Desa dan staf adat Desa Julah. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Komponen pada rumah adat Bali Mula yaitu Angkul-angkul, Sanggah Misi, Kemulan, Bale Jait/Bale Jajar, Bale meten, Bale Saka Enem, Dapur/Paon (2) Bentuk rumah adat Bali Mula Desa Julah memiliki bagian kaki atau dasar bangunan berupa bebaturan, bagian badan atau tengah berupa saka, tembok dan bagian utama/kepala berupa atap bangunan (3) Tata letak rumah adat Bali Mula Desa Julah menggunakan konsep nyegara gunung dan tidak menggunakan konsep asta kosala kosali seperti rumah adat Bali secara umum (4) Makna rumah adat Bali Mula adalah rumah hanya menjadi tempat untuk beristirahat di malam hari, sehingga penghuni rumah merasa tidak nyaman berada di dalam rumah pada siang hari, sehingga penghuni rumah tidak bermalas-malasan didalam rumah dan lebih memilih untuk pergi berkebun karena Desa Julah merupakan daerah agraris, dan dapur pada rumah adat Bali Mula Desa Julah memiliki makna sebagai rumah pertama bagi pasangan suami istri yang baru menikah.Kata Kunci : Bali Mula, profil rumah adat, rumah adat Julah Research descriptive aims decrypt (1) components traditional house Bali Mula of Julah village, Tejakula sub-district, Buleleng district , (2) the form of traditional house Bali Mula of Julah village, Tejakula sub-district, Buleleng district, (3) the layout traditional house Bali Mula of Julah village, Tejakula sub-district, Buleleng district and (4) meaning traditional house Bali Mula of Julah village, Tejakula sub-district, Buleleng district. Data collection method used in research is the method obsevasi and methods interview. Source informants from the study is the kelian adat Julah village, the the village chief and staff customary Julah village. Data analyzed by using a technique descriptive qualitative. The result of this research are (1) components of traditional house Bali Mula is Angkul-angkul, Sanggah Misi, Kemulan, Bale Jait/Bale Jajar, Bale meten, Bale Saka Enem, Dapur/Paon (2) the form of traditional house Bali Mula of Julah village different from the form of traditional house Bali in general (3) the layout traditional house Bali Mula of Julah village using the concept Nyegara Gunung nor using the concept Asta Kosala Kosali as traditional house Bali in general (4) meaning of traditional house Bali Mula of Julah village of is a become places just for rest at night , so that the inhabitants of the house feel uncomfortable be in the house during the day , that the occupants the house do not idleness in the house and prefer to go gardening because Julah Village is the agrarian region, and the kitchen in traditional house Bali Mula of Julah village having a meaning as the first house for a couple husband and wife newly married.keyword : Bali Mula, profile traditional house, Julah traditional house
PEMANFAATAN PERCA ENDEK MENJADI PRODUK TABLE MAT Dwi Sekrita Rizki .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8965

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perca endek menjadi produk table mat dilihat dari aspek unsur dan prinsip desain. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi. Instrumen yang digunakan lembar penilaian berdasarkan tolak ukur dan dikonversi dengan pedoman skala 3 yang diujikan kepada 16 panelis terlatih. Panelis terlatih terdiri dari 2 Dosen PKK Tata Busana, 3 dosen Seni Rupa, 4 Guru Tata Busana SMK Negeri 2 Singaraja, 2 Guru Tata Busana SMK Negeri 1 Seririt, 5 Guru Tata Busana SMK Negeri 1 Sukasada. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Kualitas keselarasan produk table mat berada dalam kategori baik (2, 81), (2) Kualitas keseimbangan produk table mat berada dalam kategori baik (2,93), (3) Kualitas irama produk table mat berada dalam kategori baik (2,93), (4) Kualitas pusat perhatian produk table mat berada dalam kategori baik (2,69), (5) Kualitas keseluruhan produk table mat berada dalam kategori baik (2,93). Kata Kunci : Kata kunci: kualitas, perca endek , table mat. This experiment is to determine the type of quality quilted table mat product endek be seen from the aspect of design elements and principles. Data collecti on menthods used menthod of observation. The instrument used by the benchmark assessment from and converted to 3 scale guidelines are tested to 16 panelists. Panelists consisted of two lecturers PKK dressmaking, 3 Arts lecturer, 4 Master dressmaking SMK Negeri 2 Singaraja, 2 Master dressmaking SMK Negeri 1 Seririt, 5 Master dressmaking SMK Negeri 1 Sukasada. Then the analyzed using quantitative descriptive techniques. The results of this study were (1) the quality of the product alignment table mat be in either category (2,81), (2) the quality of the product table mat balance is in both categories (2,93), (3) The quality of the product cadence table mat are in both categories (2,93), (4) Quality limelight table mat products are in good category (2,69), (5) the overall quality of the product table mat be in good category (2,93). keyword : Keywords: quality, rag endek, table mat.
EKSISTENSI HIDANGAN BALI SEBAGAI MENU UNGGULAN DI INDUSTRI PERHOTELAN KAWASAN GEROKGAK, BULELENG, BALI Kadek Sulistri .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd .; Dra. Damiati, M.Kes .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan eksistensi hidangan pokok sebagai menu unggulan dilihat dari jenis hidangan, alat pengolahan, teknik pengolahan, bahan yang digunakan, teknik penyajian dan alat penyajian yang ada di industri perhotelan kawasan Gerokgak, Buleleng, Bali, (2) eksistensi hidangan sampingan sebagai menu unggulan dilihat dari jenis hidangan, alat pengolahan, teknik pengolahan, bahan yang digunakan, teknik penyajian dan alat penyajian yang ada di industri perhotelan kawasan Gerokgak, Buleleng, Bali, (3) upaya peningkatan eksistensi hidangan Bali sebagai menu unggulan di industri perhotelan kawasan Gerokgak, Buleleng, Bali. Jenis penelitian ini yaitu survei dan berlokasi di kawasan Gerokgak. Teknik pemilihan informan yaitu Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dengan metode observasi dan wawancara, instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi dan panduan wawancara. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hidangan Bali disajikan sebagai menu unggulan di industri perhotelan kawasan Gerokgak, Buleleng, Bali yaitu (1) hidangan pokok meliputi nasi raja layang (nasi campur), nasi kampung pejarakan, Balinise riztjafles,nasi goreng Bali, jukut be pasih, sate ayam, urab, serombotan, jejeruk, sate lilit, babi guling, sambel tomat, sambel matah, sambel ulek (2) hidangan sampingan meliputi klepon, jajanan Bali, dadar gulung (3) upaya peningkatan eksistensi hidangan Bali sebagai menu unggulan meliputi cooking class, hidangan Bali pada acara buffet. Bumbu dalam hidangan Bali identik sepek dan pedas sedangkan di industri perhotelan bumbu dikurangi menyesuaikan lidah wisatawan, alat dan teknik pengolahan hidangan Bali di industri perhotelan sudah modern, teknik penyajiannya masih identik dengan tradisional Bali dan menggunakan kombinasi tradisional dengan modern sesuai kreasi masing-masing hotel.Kata Kunci : Eksistensi, Hidangan Bali, Kawasan Gerokgak The aim of this research were (1) describe the existence of main dishes as the best menu seen from the kind of dishes, processing techniquest menu seen from the kind of dishes, the processing techniques, the materials used, and presentation tools in the hospitality industry Gerokgak region, Buleleng, Bali. (2) the existence of side dishes as the best menu seen from the kind of dishes the processing techniques, the materials used, presentation tools in the hospitality industry Gerokgak region, Buleleng, Bali. (3) the effort in increasing the existence of Bali dishes as the best menu the hospitality industry Gerokgak region, Buleleng, Bali. The kind of this research is survey and located in Gerokgak region. The election of informant techniques was purposive sampling. Data collecting techniques was observation methods and interview, observation sheet and interview guide was used as research instrument. Data analysis used descriptive qualitative techniques. The result this research showing that the Balinese foods are serving as the main menu in tourism industry at Gerokgak, Buleleng, Bali such as (1) main dish nasi raja layang (nasi campur), nasi kampung pejarakan, Balinise riztjafles,nasi goreng Bali, jukut be pasih, sate ayam, urab, serombotan, jejeruk, sate lilit, babi guling, sambel tomat, sambel matah, sambel ule, 2) dissert klepon, jajanan Bali, dadar gulung (3) the effort in increasing the existence of Bali dishes as the best menu in cooking class, using Balinese food dish in buffet. The flavor in Balinese spicy while toursm in the hospitality industry, processing techniques Balinese dishes in the industry is already modern, with traditional Balinese and use a combination of the modern in accordance creations of each hotel.keyword : existence, Balinese dishes, Gerokgak region
PENERAPAN GUIDED INQUIRY PADA MATA PELAJARAN RIAS WAJAH KHUSUS DAN KREATIF SMKN 2 SINGARAJA Dewa Ayu Dwitya p .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani,M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) meningkatkan hasil belajar, 2) meningkatkan aktivitas siswa, 3) mengetahui respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran guided inquiry pada mata pelajaran rias wajah khusus dan kreatif kelas XI tata kecantikan kulit SMK Negeri 2 Singaraja. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI Tata Kecantikan Kulit SMK Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 40 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes untuk hasil belajar ranah kognitif, lembar observasi untuk hasil belajar ranah afektif, psikomotor dan aktivitas belajar siswa, serta angket untuk respon siswa. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) ketuntasan klasikal untuk hasil belajar ketiga ranah (kognitif, afektif dan psikomotor) mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 28,3%. Ketuntasan klasikal pada tiap ranah terjadi peningkatan yaitu hasil belajar ranah kognitif dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebesar 30%, pada hasil belajar ranah afektif dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebesar 27,5%, pada hasil belajar ranah psikomotor dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebesar 27,5%. 2) aktivitas belajar siswa pada siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebesar 15,32%. 3) respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran guided inquiry dalam kategori sangat positif dengan rata-rata kelas sebesar 85,73. Kata Kunci : Aktivitas, Hasil Belajar, Guided Inquiry, Respon The aims of this research are to 1) improve learning outcomes, 2) inproving student activities, 3) knowing the student responses to guided inquiry learning model on the subjects of special and creattive make up grade XI skin care procedures in SMK Negeri 2 Singaraja. The subject of this research were students grade XI skin care procedures in SMK Negeri 2 Singarajain the academic year 2015/2016 which is up to 40 students. The data collection techiques used were a rest for cognitive learning outcomes, observation sheet for effective learning outcomes, psychomotor, and learning activities of student as well as a questionnaire for students respons. The research was classroom action research. The research has showh that 1) the classical completenessfor all three aspect of learning outcomes (cognitive, affective, and psychomotor) has increased from cycle I to cycle II of 28,33%. Classical completeness in every aspect, namely an increase in cognitive learning outcomes of the cycle I to cycle II increased by 30%, the affective learning result from cycle I to cycle II has increased by 27,5%, the result of learning psychomotor from cycle I to cycle II has increased by 27,5%. 2)student learning activities from cycle I to cycle II has increased by 15,32%. 3) students’ response to the application of guided inquiry learning model in the category of very positive with an average grade 85,73. keyword : Activity, Learning Outcomes, Guided Inquiry, Response
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI BERBANTUAN VIDEO HASIL BELAJAR PENATAAN SANGGUL PUSUNG TAGEL DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA Yuli Harniati .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani,M.Pd .; I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan hasil belajar, (2) meningkatkan aktivitas siswa (3) mengetahui respon siswa terhadap penerapan metode demonstrasi berbantuan media video. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Tata Kecantikan Rambut SMK Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016, sebanyak 18 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, lembar observasi, dan angket. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data afektif adalah lembar observasi, data psikomotor dikumpulkan menggunakan lembar observasi unjuk kerja sedangkan data kognitif dikumpulkan menggunakan tes. Data aktivitas dekumpulkan menggunakan lembar observasi dan data respon dikumpulkan menggunakan angket. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) ketuntasan klasikal pada hasil belajar siklus I 70,37% berada pada kategori sedang. Pada siklus II terjadi peningkatan ketuntasan klasikal hasil belajar 92,59% berada pada kategori sangat tinggi. (2) aktivitas belajar siswa pada siklus I 76,04 dengan kategori cukup aktif. Terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus II 85,07 dengan kategori aktif. (3) Respon siswa berada pada kategori sangat positif dengan rata-rata respon siswa mencapai 85,63. Kata Kunci : Aktivitas, Hasil Belajar, Media Video, Metode Demonstrasi, Respon. This study aims to (1) improve learning outcomes, (2) increase the activity of students (3) determine students' response to the application of media-aided method demonstration video. The subjects were students of class XI Hairstyling SMK Negeri 2 Singaraja in the academic year 2015/2016, a total of 18 students. Data collection technique used tests, observation sheets and questionnaires. The instrument used to collect data is the observation sheet affective, psychomotor data is collected using observation sheet performance while the cognitive data were collected using the test. Dekumpulkan activity data using observation sheets and response data were collected using a questionnaire. Data were analyzed using descriptive quantitative analysis techniques. These results indicate that (1) classical completeness on the results of the first cycle of learning 70.37% in the medium category. In the second cycle increased classical completeness 92.59% of learning outcomes that are in very high category. (2) the activity of students in the first cycle of 76.04 with active enough category. An increase in activity of students in the second cycle 85.07 with the active category. (3) The response of the students were in the category of very positive with an average response of students reaching 85.63. keyword : Activities, Results Learning, Media Video, Methods Demonstration, Response.
STUDI EKSPERIMEN TEPUNG KULIT SINGKONG MENJADI KUE KERING PUTRI SALJU Gusti Ayu Dwi Indrasari .; Dra. Damiati, M.Kes .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9889

Abstract

Abstrak Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kue kering putri salju tepung kulit singkong dengan perbandingan 50% tepung kulit singkong dan 50% tepung terigu dilihat dari aspek tekstur, rasa, dan aroma. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrument berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, kurang. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 25 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan kualitas kue kering putri salju tepung kulit singkong dilihat dari aspek tekstur dengan skor rata-rata 2,92 berada pada kategori baik sesuai dengan tolok ukur, aspek rasa dengan skor rata-rata 2,84 berada pada kategori baik sesuai dengan tolok ukur, dan aspek aroma dengan skor rata-rata 2,88 berada kategori baik sesuai dengan tolak ukur.Kata Kunci : kualitas, kue kering putri salju, tepung kulit singkong. Abstract This experimental study aims to determine the quality of the cookies Putri Salju flour cassava peel’s with 50% cassava peel’s flour and 50% of wheat flour from the aspects of texture, flavor, and aroma. Data collection methods used in this research is the method of observation using the form sheet organoleptic test instrument with three levels, namely good, enough, lacking. Panelists in this study is a trained panelists consisting of 25 panelists. Data analysis techniques used quantitative descriptive techniques. The results showed the quality of the cookies Putri Salju flour cassava peel’s from the aspects of texture with an average score of 2.92 are in good category in accordance with the benchmarks, aspects of flavor with an average score of 2.84 are in good category according to benchmarks and aspects aroma with an average score of 2.88 was good category in accordance with the benchmark.keyword : quality, cookies Putri Salju, peel’s cassava flour
Proses Pembuatan Tepung Gadung Secara Tradisional Ni Kadek Sri Wahyuni .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9890

Abstract

Abstrak Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembuatan tepung gadung secara tradisional dan (2) kandungan gizi yang terdapat pada tepung gadung yang dibuat secara tradisional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Variabel penelitian adalah proses pembuatan tepung gadung secara tradisional. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Instrumen penelitian adalah lembar observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan (1) proses pembuatan tepung gadung secara tradisional dilakukan dengan proses memanen gadung, pengupasan, pemotongan, pencampuran dengan abu dapur, perendaman, pencucian, penjemuran, penggilingan dan pengayakan (2) berdasarkan hasil uji laboratorium didapatkan hasil kandungan gizi tepung gadung adalah kandungan air sebanyak 17,36%, kandungan abu 0,3448%, kandungan protein 4,8808%, kandungan lemak 1,6257%, kandungan karbohidrat 75,7887%, dan kandungan pati sebesar 2,7719%. Kata Kunci : kandungan gizi, proses, tepung gadung. Abstract This experimental study aims to determine (1) the process of making traditional yam flour and (2) the nutrients contained in yam flour is made traditionally. This research was conducted in the village of Temukus, Banjar District, Buleleng. Variable research is the process of making traditional yam flour. Methods of data collection using interviews and observation. The research instrument is observation and interview sheet. Data were analyzed using qualitative descriptive analysis. The results showed (1) the process of making flour yam is traditionally done with the harvest yam, stripping, cutting, mixing with ash kitchen, soaking, washing, drying, milling and sieving (2) based on the results of laboratory tests showed the nutritional content of flour gadung is a water content of as much as 17.36%, ash content of 0.3448%, 4.8808% protein content, fat content of 1.6257%, 75.7887% carbohydrate content and starch content of 2.7719%. keyword : nutrient content, process, yam flour.
Uji Kualitas Biji Lamtoro Gung Menjadi Yoghurt (Flaxseedghurt) Sebagai Upaya Diversifikasi Pangan Ni Made Ayu Arisna .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9891

Abstract

Abstrak Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui kualitas yoghurt biji lamtoro gung (Flaxseedghurt) dilihat dari aspek aroma, rasa dan konsistensi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, kurang. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 25 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kualitas yoghurt biji lamtoro gung (Flaxseedghurt) dilihat dari aspek aroma dengan skor rata-rata 2,68 berada pada kategori baik sesuai dengan tolok ukur yaitu aroma segar dan khas yoghurt, aspek rasa dengan skor rata-rata 2,76 berada pada kategori baik sesuai dengan tolok ukur yaitu rasa susu dan khas yoghurt, dan aspek konsistensi dengan skor rata-rata 2,68 berada pada kategori baik sesuai dengan tolok ukur yaitu kental, homogen (tidak pecah / menyatu).Kata Kunci : biji lamtoro gung, kualitas, yoghurt ABSTRACT The aimed of this experimental study is to determine the quality of flaxseed yogurt (Flaxseedghurt). The quality of flaxseed yogurt (Flaxseedghurt) was seen from the aspects of flavor, taste, and consistency. Furthermore, this study used observation methods to collect the data and organoleptic testing was used as the instrument of this study. The organoleptic testing consists of three levels, namely good, average, and lack. The judgments of this study are an expert of this matter, which are consists of 25 judges. Then, the data obtained was analyzed by descriptive techniques. The results showed that the quality of flaxseed yogurt (Flaxseedghurt) viewed from the aspect of flavor, the average score was 2,68. It was in good category in accordance with the fresh flavor and distinctive of yoghurt. Furthermore, from the aspect of taste, the average score was 2,76. It was in good category in accordance with the taste of milk and distinctive of yoghurt. Then, from the aspect of consistency, the average score was 2,68. It was in good category in accordance with the condensed of yogurt and homogeneous (blend).keyword : Flaxseed, Quality, Yogurt
Pengolahan Tepung Biji Keluwih (ARTOCARPUS COMMUNIS) MENJADI BROWNIES Ketut Pande Triana d .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9892

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) kualitas brownies tepung biji keluwih dengan menggunakan 100% tepung biji keluwih dari aspek tekstur, dan aspek rasa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, kurang. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 25 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan (1) kualitas brownies tepung biji keluwih dengan menggunakan 100% tepung biji keluwih dilihat dari aspek tekstur dengan skor rata-rata 2,96 berada pada kategori baik sesuai dengan tolak ukur memiliki tekstur lembut dan berremah dan aspek rasa dengan skor rata-rata 2,96 berada pada kategori baik dengan tolak ukur memiliki rasa manis dan terasa tepung biji keluwih. Kata Kunci : brownies, kualitas, tepung biji keluwih, This experimental study aims to determine (1) the quality of seed flour brownies breadfruit tree by using 100% of the breadfruit tree seed flour aspects of texture and taste aspects. Data collection methods used in this research is the method of observation using instruments such as organoleptic test sheets with three levels, namely good enough, lacking. Panelists in this study is a trained panelists consisting of 25 panelists. Data analysis techniques used quantitative descriptive techniques. The results showed (1) the quality brownies breadfruit tree seed flour using 100% breadfruit tree seed flour from the aspects of texture with an average score of 2.96 are in good category in accordance with the benchmark has a soft texture and berremah and aspects of taste with the mean score average of 2.96 are in good category with the benchmark has a sweet flavor and tasted breadfruit tree seed flour. keyword : brownies, quality, breadfruit tree seed flour
Studi Eksperimen Pengolahan Kue Kering Semprit Berbahan Baku Tepung Kulit Pisang Kepok Ni Luh Ayu Novitasari .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9893

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kualitas kue kering semprit tepung kulit pisang kepok dengan perbandingan 50% tepung kulit pisang kepok dan 50% tepung terigu dilihat dari aspek tekstur, rasa, dan aroma. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, kurang. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 25 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan (1) kualitas kue kering semprit tepung kulit pisang kepok dengan perbandingan 50% tepung kulit pisang kepok dan 50% tepung terigu dilihat dari tekstur dengan skor rata-rata sebesar 2,96 berada pada kategori baik, rasa dengan skor rata-rata sebesar 2,96 berada pada kategori baik, dan aroma dengan skor rata-rata sebesar 2,56 berada pada kategori baik. Kata Kunci : kualitas, kue kering semprit, tepung kulit pisang kapok ABSTRACT The aimed of this study is to determine (1) the quality of cookies Semprit made by Kapok banana peel’s flour with a ratio of 50% Kapok banana peel’s flour and 50% wheat flour. The quality was seen from the aspects of texture, taste, and flavor. Furthermore, this study used observation methods to collect the data and organoleptic testing was used as the instrument of this study. The organoleptic testing consists of three levels, namely good, average, and lack. The judgments of this study are an expert of this matter, which are consists of 25 judges. Then, the data obtained was analyzed by quantitative descriptive techniques. The results showed that (1) the quality of cookies made by Kapok banana peel’s flour with a ratio of 50% Kapok banana peel’s flour and 50% wheat flour viewed from the aspect of texture the average score was 2,96. It was in good category. Furthermore, from the aspect of taste, the average score was 2,96. It was in good category. Then, from the aspect of flavor, the average score was 2,56. It was also in good category.keyword : Quality, Cookies Semprit, Kapok Banana Peel’s Flour