cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 603 Documents
Pengolahan Kue Kering Biji Ketapang Berbahan Tepung Kacang Komak (Lablab Purpureus (L.) Sweet) Nyoman Putriani .; Dra. Damiati, M.Kes .; Dra. Risa Panti Ariani, M.Si. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9909

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kue kering “biji ketapang” yang menggunakan substitusi 75% tepung komak dengan 25% tepung terigu dilihat dari aspek rasa, warna, dan tekstur; serta Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen pengumpulan data adalah lembar uji mutu hedonik dengan 3 tingkatan (baik, cukup, dan kurang) yang diujikan kepada 20 panelis. 3 orang dosen jurusan Tata Boga UNDIKSHA 13 orang guru SMK N 2 Singaraja, 4 orang guru SMK Triatmajaya. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan kualitas kue kering “biji ketapang” substitusi 75% tepung komak dengan 25% tepung terigu dari aspek rasa, rata-rata skor sebesar 2,83 pada kategori baik, aspek warna, rata-rata skor sebesar 2,83 pada kategori baik, dan aspek tekstur, rata-rata skor sebesar 2,96 pada kategori baik. Kata Kunci : Kata kunci : biji ketapang, kualitas, kacang komak. Abstract This study aims to determine the quality of pastries "ketapan seed" that uses 75% substitution lablab flour with 25% of wheat flour from the aspect of flavor, color, and texture; as well as the method used in this research is the method of observation. Data collection instrument is the hedonic quality test sheet with 3 levels (good, sufficient and less) were tested on 20 panelists. 3 lecturer Catering UNDIKSHA 13 teachers of SMK N 2 Singaraja, 4 teachers of SMK Triatmajaya. Data were analyzed using descriptive quantitative techniques. The results showed the quality pastries "seed ketapan" lablab flour substitution of 75% to 25% of wheat flour from the aspect of flavor, the average score of 2.83 in both categories, the aspect of color, an average score of 2.83 on both categories and aspects of the texture, the average score of 2.96 in both categories. keyword : Keywords: seed ketapan, quality, lablab bean.
KAJIAN POTENSI WISATA DI DESA MUNDUK KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Aditya Darmawan .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9910

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui potensi wisata yang ada di Desa Munduk Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dimana data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi wisata di Desa Munduk adalah potensi alam, manusia dan budaya. Kajian potensi wisata berdasarkan analisis SWOT yaitu : a) Kekuatan yang cukup besar berupa potensi alam, potensi manusia dan potensi budaya yang beranekaragam. b) Kelemahan potensi wisata Desa Munduk yaitu Potensi alam : Beberapa sarana belum mendukung, karakteristik alam di Desa Munduk pada musim hujan. Potensi manusia : Sumber tenaga kerja sebagai local guide, keterampilan masyarakat seadanya. Potensi budaya : Belum optimalnya kemampuan pengelolaan atraksi seni dan budaya, belum efektifnya networking diantara para pengelola atraksi seni dan budaya daerah. c) Peluang potensi wisata Desa Munduk yaitu Potensi alam : Adanya perubahan trend pariwisata, wisatawan lebih menikmati dan menghargai panorama alam pedesaan. Potensi manusia : Meningkatkan kapasitas bagi pengelola dan pemandu wisata, meningkatnya hubungan kerjasama dengan pelaku wisata. Potensi budaya : Desa Munduk beberapa kali ditunjuk dalam Pesta Kesenian Bali, kecenderungan wisatawan Eropa terhadap pariwisata budaya. d) Ancaman yang dapat merusak potensi wisata di Desa Munduk yaitu Potensi alam : Sampah, penebangan pohon, penggunaan air. Potensi manusia : Sulitnya lapangan pekerjaan, makin berkurangnya nilai budaya gotong royong setiap individu. Potensi budaya : Masuknya budaya modern dan akulturasi budaya. Kata Kunci : Potensi alam, manusia, budaya This qualitative study aimed to determine the potential of tourism in Munduk village, Banjar sub district, Buleleng regency. Data collection methods used in this research is the method of observation and interviews. Data were analyzed using qualitative descriptive technique in which the data obtained will be analyzed using SWOT. This study has shown that the potential for tourism in the Munduk village is the potential of natural, human and cultural. Assessment of tourism potential by SWOT analysis are a) A large enough force in the form of natural potential, human potential and the potential of diverse cultures. b) Munduk village tourism potential weaknesses that Natural potential :some means not yet support, the Munduk village natural characteristics during the rainy season. Human potential : as a local guide source of labor, people skill is sufficiently. Cultural potential : optimal capability of the management of arts and cultural attractions, yet effective networking among the managers of local arts and cultural attractions. c) Munduk village tourism potential opportunities that Natural potential : any changes in tourism trends, more travelers to enjoy and appreciate the natural scenery of the countryside. Human potential : increase the capacity for managers and local guide, increased partnerships with tour players. Cultural potential : several times at shows in the party art Bali, European travelers tendency towards cultural torism. d) Munduk village tourism potential threat that Natural potential : waste, tree logging, water usage. Human potential : difficult jobs, the less value of culture and than community work each. Cultural potential : the entry of modern culture and acculturation. keyword : Natural potential, Human potential, Cultural potential
Kajian Makanan Khas Lombok pada Tradisi Begawe Merariq di Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Suprapto .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .; Luh Masdarini, S.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis-jenis makanan, (2) proses pengolahan makanan, dan (3) teknik penyajian makanan khas Lombok yang diolah pada saat Begawe Merariq. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mengambil lokasi di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Sumber informan dalam penelitian ini adalah kepala desa, tetua desa, epen gawe, dan agan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi dan wawancara. Lembar observasi dan panduan wawancara digunakan sebagai instrumen penelitian, sedangkan analisis data dilakukan secara deksriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) jenis-jenis makanan khas Lombok yang diolah pada saat Begawe Merariq adalah mi atau nasi putih. Lauk-pauk berupa jangan atau daging. Sayuran berupa ares, nangke, cengeh. Jajanan berupa ore, renggi, peyeq, banget, cerorot, abuk, dan opak-opak, (2) proses pengolahan makanan khas Lombok pada saat Begawe Merariq menggunakan teknik direbus, dikukus, dan digoreng, (3) teknik penyajian makanan khas Lombok pada saat Begawe Merariq menggunakan piring, lomor, dan sador. Makanan pokok, lauk-pauk, dan sayuran disajikan dengan menggunakan piring, kemudian disusun dalam satu sador atau nampan. Teknik penyajian makanan sampingan berupa jajanan disusun dalam jembaq atau baskom yang dibawa oleh undangan yang datang betangko. Sementara teknik penyajian makanan sampingan berupa minuman teh dan kupi disajikan dalam lomor atau gelas kecil.Kata Kunci : kajian makanan, makanan khas Lombok, begawe merariq This study aimed to describe (1) the types of foods, (2) the food processing, and (3) techniques of food preparation Lombok typically processed at the time Begawe Merariq. This research is a qualitative descriptive study that took place in the village of Kuta, District Pujut, Central Lombok. Source informants in this study is the village head, village elders, Epen gawe, and agan. The method used to collect data is the method of observation and interviews. Sheets observation and interview guides used as a research instrument, while the descriptive data analysis is done qualitatively. The results of this study indicate that (1) the types of food Lombok typically processed at the time Begawe Merariq is noodles or white rice. Side dishes such as do or meat. Vegetables such as ares, nangke, cengeh. Snacks such as ore, renggi, peyeq, really, cerorot, Abuk, and opaque opaque, (2) processing of food Lombok when Begawe Merariq using techniques boiled, steamed and fried, (3) the techniques of food preparation Lombok at the time Begawe Merariq using plates, lomor, and Sador. Staple foods, side dishes, and vegetables served using a plate, then arranged in one Sador or trays. Presentation techniques such as side dishes or snacks prepared in jembaq basin carried by the invitation that came betangko. While the techniques of food preparation in the form of tea drinks and side kupi lomor or served in small glasses.keyword : study food, Lombok typical food, begawe merariq
FACE MAKE OVER DENGAN TEKNIK SHADING DAN HIGHLIGHT (STUDI EKSPERIMEN PADA BENTUK WAJAH BUAH PIR DAN PERSEGI) Ni Made Devi Meilasari .; I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9912

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan mengetahui tentang teknik shading dan highlight pada face make over untuk bentuk wajah pir dan persegi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar ceklist berdasarkan tolak ukur dan dikonversi dengan pedoman skala 3 (baik, cukup, kurang baik) yang diujikan kepada 5 panelis terlatih. Data uji kualitas dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Face make over dengan teknik shading pada bentuk wajah pir berada dalam kategori baik (2,60); (2) Face make over dengan teknik highlight pada bentuk wajah pir berada dalam kategori baik (2,60); (3) Face make over dengan teknik shading pada bentuk wajah persegi berada dalam kategori baik (2,60); (4) face make over dengan teknik higlight pada bentuk wajah persegi berada dalam kategori baik (2,40) Kata Kunci : Kata kunci: Bentuk wajah buah pir, bentuk wajah persegi, teknik shading, teknik highlight The purposes of this research to know about shading and highlgiht technique to pear face shape and square face shape. Method of data collection that used in this study are based on a benchmark checklist sheet and converted to the guidelines 3 scale (good, sufficient, poor) were tested nto 5 trained panelists. Quality of the test data were analyzed using descriptive quantitative technique. Result of this research is (1) face make over with shading technique to peachface stand in good category (2.60); (2) face make over with highlight technique to pear face stand in good category (2,60); (3) face make over with shading technique to square face shape stands in good category (2,60); (4) face make over with highlight technique to square shape stand in good category (2,40). keyword : Keywords: pear face shape, square face shape, shading technique, highlight technique
Studi Tentang Batik Painting (Lukis) Sasambo di Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Nurmayana .; I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) motif hias pada batik painting (lukis) Sasambo (2) komposisi motif hias pada batik painting (lukis) Sasambo di Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Sumber informan dalam penelitian ini ialah kepala Desa, Pengelola Batik Sasambo serta 2 orang Karyawan Batik Sasambo. Obyek penelitian ini adalah motif hias Batik Painting (lukis) Sasambo dan komposisi ragam hias Batik Painting (lukis) Sasambo di Desa Rembitan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) motif hias pada Batik Painting (lukis) Sasambo adalah: (a) motif hias geometris (b) motif hias tumbuhan (c) motif hias binatang (d) motif hias manusia (e) motif hias benda alam. (2) Komposisi ragam hias Batik Painting (lukis) Sasambo di Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah meliputi: (a) Prinsip Komposisi berupa repetisi, harmoni, unity dan balance (b) unsur visual komposisi motif hias Batik Painting (lukis) Sasambo berupa garis, bentuk dan warna. Kata Kunci : Batik Painting, Motif Hias, Komposisi Motif This study is proposed to descrption : (1) decorative motifs of “Batik Lukis Sasambo” (2) compotitions motifs of “Batik Lukis Sasambo” in Rembitan Village, The centre of Lombok. The interviewees of this study is the leader of the village, the menager of “Batik Sasambo” and also two person as the staf of “Batik Sasambo”. The object of this study is the decoration motifs and compotitions of the decoration motifs “Batik Sasambo” in Rembitan Village. The technique of collecting data is observation and interview. The instrument of the study is used observation sheet and interview sheet. This study is used descriptive analysis data for the analysis data method. The result of this study shows that, (1) The decoration motifs of “Batik sasambo” is : (a) geometric motifs (b) Ornamental plants motif (c) Ornamental animals motif (d) ornamental human motifs (e) Ornamental of natural objects. (2) The Compotition of the decoration motifs “Batik Sasambo” is (a) Principal of the motifs is rehearsal, harmony, unity, and balance. (b) The visual compotition such as line, form, and colour in Rembitan Village the centre of Lombok.keyword : Batik Painting, Decorations Motif, Compotitions Motif.
Pemanfaatan Tepung Pisang Klutuk Menjadi Bolu Karamel Ni Komang Inparniawati .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11397

Abstract

ABSTRAK Penelitian eksperimen laboratorium ini bertujuan untuk mengetahui kualitas bolu karamel tepung pisang klutuk dengan penggantian bahan 50% tepung pisang klutuk dan 50% tepung terigu dilihat dari aspek tekstur dan rasa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, kurang. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 25 orang panelis.Teknik analisis data yang digunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan kualitas bolu karamel tepung pisang klutuk dengan penggantian bahan 50% tepung pisang klutuk dan 50% tepung terigu dilihat dari aspek tekstur dengan skor rata-rata sebesar 2,84 dan berada pada kategori baik dan aspek rasa dengan skor rata-rata sebesar 2,88 dan berada pada kategori baik. Dan secara keseluruhan kualitas bolu karamel tepung pisang klutuk berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 2,86. Kata kunci : bolu karamel, uji kualitas, tepung pisang klutuk Kata Kunci : bolu karamel, uji kualitas, tepung pisang klutuk Abstract This laboratory experiment research is aimed to know the quality of caramel cake banana flour klutuk with 50% replacement of banana flour klutuk and 50% of wheat flour seen from texture and flavor aspects. Data collection method used in this research is the method of observation by using the instrument in the form of organoleptic test sheet with 3 levels ie good, enough, less. Panelists in this study is a panelist trained consisting of 25 panelists. Data analysis techniques used quantitative descriptive techniques. The results showed the quality of cake banana flour klutuk with the replacement of 50% ingredients of banana klutuk and 50% of wheat flour seen from the texture aspect with an average score of 2.84 and is in good category and taste aspect with average score of 2,88 and are in good category. And overall the quality of cake caramel banana flour klutuk is in good category with an average score of 2,86. Keywords: banana flour klutuk, caramel cake, quality test keyword : banana flour klutuk, caramel cake, quality test
Tenun Tradisional Lembah Rinjani Desa Sembalun Lawang Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur Ika Mayani .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) motif khas (2) makna simbolis motif khas; (3) proses pewarnaan menggunakan lumpur; (4) motif yang diwarnai menggunakan lumpur pada tenun tradisional Lembah Rinjani Desa Sembalun Lawang Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan objek penelitian tenun tradisional Lembah Rinjnai. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan metode wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) motif khas tenun tradisional Lembah Rinjani yaitu terdiri dari motif geometris dan motif terdiri dari 10 nama motif tenun yaitu; motif Osap Tondang Kolo, Ragi Kelayu, Ragi Kemalo Abang Tongkel, Londong Ragi Rangkep Anak Renggang, Sagak Mandik, Celulut; Sari Menanti, Pucuk Rebung, Sakak; Sutera Jepun. (2) makna simbolis motif khas kain tenun tradisioanl Lembah Rinjani yaitu dimaknai berdasarkan motif yang digunakan, warna dan keperluan penggunaannya seperti motif garis dan kotak-kotak disimbolkan sebagai hubungan manusia dengan Tuhan, motif flora bermakna kesuburan. Makna dari segi warna yaitu warna hijau bermakna kesejukan, hitam bermakna keheningan, merah bermakna berani. (3) proses pewarnaan menggunakan lumpur pada kain tenun tradisional Lembah Rinjani yaitu; (a) persiapan lumpur dan benang; (b) mencelupkan benang dan diamkan selama 3 malam; (c) mengangkat rendaman benang; (d) memperkuat benang; (e) mengkelos benang. (4) motif yang diwarnai menggunakan lumpur adalah motif Ragi Kemalo Abang Tongkel dan Motif Sagak Mandik.Kata Kunci : Lembah Rinjani, Motif Khas, Pewarnaan Lumpur, Tenun Tradisional This study is proposed to descrption : (1) the typical motifs; (2) symbolic meaning of typical motifs; (3) staining process using mud; (4) ) the colored motifs using mud on the traditional weaving Lembah Rinjani at Sembalun Lawang Village at Sembalun District at East Lombok regency. This study is descriptive study with object study is traditional weaving Lembah Rinjani. The technique of collecting data is observation and interview. The instrument of the study is used observation sheet and interview sheet. This study is used descriptive analysis data for the analysis data method. The result of this study shows that, (1) typical motifs of traditional weaving Lembah Rinjani that consists of geometric motifs and motifs of flora consisting of 10 names of weaving motifs are; Motifs Osap Tondang Kolo, Ragi Kelayu, Ragi Kemalo Abang Tongkel, Londong Ragi Rangkep Anak Renggang, Sagak Mandik, Celulut, Sari Menanti, Pucuk Rebung, Sakak; Sutera Jepun. 2) symbolic meaning of typical motifs the traditional weaving Lembah Rinjani that is cloth is interpreted based on the motif used, the color and the necessity of its use such as the line motif and the boxes symbolized as human relationship with God, the flora motif means fertility. Meaning in terms of color that is meaningful green color coolness, black meaning silence, red means bold. (3) staining process using mud on the traditional woven fabric of Lembah Rinjani that is; (a) preparation of mud and yarns; (b) dipping yarn into mud for about 3 nights; (c) lifting the soot of the yarn in the mud; (d) strengthening the yarn; (e) stirring the yarn. (4) the motifs colored using mud is motifs Ragi Kemalo Abang Tongkel and Motifs Sagak Mandik.keyword : Lembah Rinjani, Typical Motifs, Mud Staining, Traditional Woven
STUDI TENTANG BUSANA PENGANTIN ADAT SUKU SASAK DI LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT Muniah .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bagian-bagian busana pengantin adat suku sasak; (2) makna simbolis busana pengantin adat suku sasak di Lombok Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan objek penelitian studi tentang busana pengantin adat suku sasak di Lombok Nusa Tenggara Barat. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan metode wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif yang menjelaskan dan mengungkapkan sesungguhnya hasil penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) bagian-bagian busana pengantin wanita yaitu; (a) tangkong nine; (b) songket; (c) tongkak; (d) selamben. Untuk bagian-bagian busana pengantin laki-laki yaitu: (a) kelambi pegon; (b)kereng kemati; (c) kelambi jamaq; (d) songket; (e)sapuq nganjeng. Aksesories busana pengantin wanita yaitu; (a) onggar-onggar; (b) mawar; (c)sengkang gigi due olas; (d) kancing rupiah emas; (e) kalong ringgit; (f) kedebong malang; (g) lenteran suku; (h) lenteran. Aksesoris dan milineris busana pengantin laki-laki yaitu; (a)gerantim; (b) keris jamaq; (c) sandal pengantin. (2) makna simbolis busana pengantin adat suku sasak yaitu; (a) sengkang gigi due olas maknanya seorang wanita harus memberikan keturunan pada keluarga; (b) kedebong malang maknanya ketetapan hati yang kokoh; (c) mawar maknanya keberanian seorang wanita memulai kehidupan; (d) kancing rupiah emas maknanya keindahan serta kelemah-lembutan seorang wanita; (e) tangkong nine, mame maknanya keanggunan, kearifan seorang pengantin; (f) songket memiliki makna kehormatan; (g) sapuq maknanya seorang pengantin akan berkembang setelah menikah; (h) sabuk emas mempunyai makna keberanian mengarungi bahtera rumah tangga Kata Kunci : Busana pengantin suku sasak, Makna busana, Bagian-bagian busana. This research aims to describe: (1) parts of traditional wedding dress of sasak tribe; (2) the symbolic meaning of traditional bridal clothing of sasak tribe in Lombok West Nusa Tenggara. This research is a descriptive research with object of study study about traditional bridal dress of tribe sasak in Lombok West Nusa Tenggara. Methods of data collection is using the method of observation and interview methods. The research instrument uses an observation sheet and an interview sheet. Methods of data analysis is using descriptive analysis that explains and reveals the actual results of research conducted. The results showed that, (1) parts of the bride's clothing are; (A) Tangkong nine; (B) songket; (C) tongkak; (D) sesamben. For the parts of the bridal men's clothing are: (a) kelambi pegon; (B) kereng kemati; (C) kelambi jamaq; (D) songket; (E) sapuq nganjeng. Fashion accessories of the bride are; (A) onggar-onggar; (B) mawar; (C) sengkang gigi due olas; (D) kancing rupiah emas; (E) kalung ringgit; (F) kedebong malang; (G) lenteran suku; (H) lenteran. Accessories and milineris men's fashion are; (A) gerantim; (B) kris jamaq; (C) sandal pengantin. (2) the symbolic meaning of traditional bridal clothing sasak tribe are; (A) the meaning of sengkang gigi due olas is woman have to give offspring to the family; (B) the meaning of kedebong malang is a solid resolve; (C) the meaning of mawar is the courage of a woman to starting life; (D) the meaning of kancing rupiah emas is beauty and softness of a woman; (E) the meaning of tangkong nine, mame is elegance and the wisdom of a bride; (F) songket has a meaning of honor; (G) the meaning of sapuq is a bride will develop after marriage; (H) the sabuk emas has meaning of courage to wade the ark of the household. keyword : Traditional wedding dress of sasak tribe, symbolic meaning, Fashion Parts.
Penerapan Teknik Prada Cetak Screen (Sablon) pada Tekstil Anak Agung Ratih Urmila Santhi .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11489

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan mengetahui kualitas penerapan teknik prada cetak screen (sablon) pada tekstil rayon, sifon, dan crepe berdasarkan teori 5 aspek kualitas yaitu bentuk, ciri-ciri produk, ketepatan, ketahanan, dan gaya. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi (lembar uji panelis) berdasarkan tolak ukur teori kualitas dan dikonversi dengan pedoman skala 3 (baik, cukup, tidak baik) dan diujikan secara organoleptik kepada 22 orang panelis terlatih. Data uji kualitas dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa kualitas penerapan teknik prada cetak screen (sablon) berdasarkan kualitas bentuk, ciri-ciri produk, ketepatan, ketahanan, dan gaya mendapat hasil yang baik untuk ketiga jenis tekstil yang diujikan. (1) Penerapan prada pada kain rayon mendapat skor (2,80) dalam kategori baik, (2) Penerapan prada pada kain sifon mendapat skor (2,84) dalam kategori baik, (3) Penerapan prada pada kain crepe mendapat skor (2,81) dalam kategori baik. Kata Kunci : kualitas, penerapan, prada cetak screen, tekstil. This experimental type research is aimed to know the quality of application of screen printing technique on rayon, chiffon, and crepe textile based on the 5 dimension of quality theory, that is shape, product characteristic, accuracy, durability, and style. Data collection methods that used in this research is observation method. The instrument that used in this research is the observation sheet (panelist test sheet) based on the quality theory benchmark and converted with scale 3 (good, enough, not good) guidance and organoleptically tested to 22 trained panelists. Quality test data were analyzed using descriptive technique. The result showed that the quality of application of screen printing technique based on shape quality, product characteristic, accuracy, durability, and style got good result for the three types of textiles tested. (1) Application of prada on rayon textile got score (2,80) in good category, (2) Application of prada on chiffon textile got score (2,84) in good category, (3) Application of prada on crepe textile got score (2,81) in either category.keyword : quality, application, prada print screen, textile.
PENGELOLAAN OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG Kd Yudi Aris Pratama .; Dra. Damiati, M.Kes .; Luh Masdarini, S.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11504

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk (1) mengetahui potensi objek dan daya tarik wisata Desa Sambangan dan (2) mengetahui pengelolaan objek dan daya tarik wisata Desa Sambangan. Pengumpulan data dilakukan melalui dua tahap yaitu (1) pengumpulan data sekunder dengan metode studi dokumen dan (2) pengumpulan data primer di lapangan dengan metode observasi dan wawancara bertahap. Data dianalisis melalui tiga proses yaitu (1) reduksi data, (2) display data serta (3) mengambil kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah (1) Potensi objek dan daya tarik wisata Desa Sambangan. Di desa Sambangan memiliki 9 objek dan daya tarik wisata alam yaitu Air terjun Aling-aling, Air Terjun Kroya, Air Terjun Kembar, Air Terjun Pucuk, Air Terjun Batu Barak, Air Terjun Cemara, Air Terjun Canging, Air Terjun Dedari dan Teracering. Mengingat desa ini sangat khas dengan alamnya yang indah dan asri, beberapa developer mencoba melakukan terobosan yaitu dengan mulainya dibangun usaha Krisna Adventure dan adanya kolam renang Amour Lagawa, yang di dalamnya terdapat beberapa aktivitas yang bisa dilakukan yang sengaja di buat oleh pengelola (stakeholder). 2) Pengelolaan objek dan daya tarik wisata Desa Sambangan yang menggunkan 5 indikator yaitu (1) Pembangunan (2) Preservasi (3) Pengembangan (4) Pelayanan (5) Perlindungan dan Dukungan Legimitasi, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan pengelolaan pada objek dan daya tarik wisata alam, dan minat khusus, di laksanakan dengan baik untuk menunjang kelancaran operasional wisata di Desa Sambangan. Kata Kunci : Desa Sambangan, Daya tarik wisata, Objek wisata, Pengelolaan This qualitative research aims to (1) know the potential objects and attractions Sambangan Village and (2) know the management of objects and attractions Sambangan Village. Data collection was done through two stages: (1) secondary data collection using document study method and (2) primary data collection in field with observation method and gradual interview. Data were analyzed through three processes: (1) data reduction, (2) data display and (3) conclusion and verification. The results of this study are (1) Potential objects and attractions Sambangan Village. In the village of Sambangan has 9 objects and natural tourist attraction that is Waterfall Aling-aling, Kroya Waterfall, Twin Falls, Waterfall Pucuk, Barak Waterfall, Waterfalls Canging Waterfall, Dedari Waterfall and Teracering. Given this very unique village with beautiful and beautiful nature, some developers try to make a breakthrough with the start of built business Krisna Adventure and the Amour Lagawa pool, in which there are some activities that can be done deliberately made by the manager (stakeholder). (2) Preservation (3) Development (4) Service (5) Protection and Support of Legimitation, it can be concluded that the overall management of objects and appeal Nature tourism, and special interests, well implemented to support the smooth operation of the tour in Sambangan Village. keyword : Sambangan Village, Tourist attraction, Tourist attraction, Management