cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 603 Documents
Studi Eksperimen Buah Mengkudu Menjadi Manisan Kering ., I Nyoman Gede Nesa Narmada; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd; ., Luh Masdarini, S.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v5i2.8172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kesukaan manisan kering tanpa biji dilihat dari aspek rasa, tekstur dan aroma. (2) kesukaan manisan kering dengan biji dihaluskan dilihat dari aspek rasa, tekstur dan aroma. (3) kesukaan manisan kering dengan biji utuh dilihat dari aspek rasa, tekstur dan aroma.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen pada buah mengkudu. Metode pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini yakni metode observasi dengan uji panelis yang diujikan kepada 80 masyarakat umum yang telah menilai kesukan manisan kering mengkudu dilihat dari aspek rasa, tekstur dan aroma. Instrument pengumpulan data adalah lembar uji mutu hedonik dengan 3 kriteria ( suka, cukup dan tidak suka). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian tingkat kesukaan panelis menunjukkan: (1) manisan kering tanpa biji dilihat dari aspek rasa (66,25%), tekstur (60 %), dan aroma (43,75%). (2) manisan mengkudu dengan biji yang dihaluskan dilihat dari aspek rasa (22,5%), tekstur (32,5 %), dan aroma (33,75%). (3) manisan mengkudu dengan biji dilihat dari aspek rasa (10 %), tekstur (7,5 %), dan aroma (23,75%). Kata Kunci : buah mengkudu, manisan, mutu hedonik This study aims to determine:(1) A candied dried seedless seen from the aspect of flavor,texture and aroma. (2) A candied dried with mashed beans viewed from the aspect of flavor, texture and aroma. (3) A candied dried with whole grain viewedfrom the aspect of flavor, texture and aroma. This type of research is an experimental research on noni. Data collection methods used in this trail the methods of observasion with 80 panelists were tested to the general public who have been assessing favorite candied drien noni seen from the aspect of flover, texture and aroma. Data collection instruments are hedonic quality test sheet with three criteria ( like, pretty and do not like). Data were analyzed using quantitative descriptive analysis method. A research result shows the level of panelists showed: (1) candied dried seedless seen from the aspect of flavor (66,25%), texture (60%), and aroma( 43,75%). (2) candied dried with mashed beans from the aspect of flavor ( 22,5%), texture (32,5%) and aroma (33,75%). (3) candied dried with instat seeds from the aspect of flavor (10%), texture( 7,5%) and aroma (23,75%). keyword : noni fruit, candied, hedonic quality
TENUN IKAT TRADISIONAL PADA KELOMPOK TENUN KAPO KALE DESA MANULONDO KECAMATAN NDONA KABUPATEN ENDE NTT ., Maria Dapa Talu; ., I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Made Diah Angendari, S.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.2442

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Jenis ragam hias tenun ikat tradisional; (2) Proses pembuatan tenun ikat tradisional dengan menggunakan pewarna alami; (3) Makna ragam hias dan fungsi tenun ikat.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Manulondo Kecamatan Ndona. Subyek penelitian yaitu pengrajin tenun ikat.Obyek penelitian adalah ragam hias tenun ikat tradisional, proses pembuatan serta makna ragam hias dan fungsi tenun ikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa,1) ragam hias yang ada di Desa Manulondo terdapat 16 ragam hias yaitu: Ragam Hias Jara Nggaja, Nggaja Sedetu, Nggaja Manu, Jara, Mata Karara, Soke Mata Ria, Soke Mata Lo’oSoke Mata Modhe, Soke Belle Kale, Pea Kanga, Rote Rego, Rote Koba, Rote Kopo, Mangga, One Mesadan Semba, 2) Proses pembuatan tenun ikat di Desa Manulondo hampir sama dengan daerah lain di Indonesia yakni menggunakan alat tenun sederhana dan pewarna alami. Proses pembuatan tenun ikat secara tradisional yaitu: Woe Lelu/menggulung benang, Dao Go’a/merentangkan benang lungsi, Meka Pette/ mengikat benang, Podo Ngili/pencelupan benang, Redu Perru/mencabut tali gebang, Pusi Mina/perminyakan, Kekku Toro/pencelupan warna merah, Dao Go’a/merentangkan benang, Pili Perru/mengatur benang Ae Ti/memberi kanji, dan Seda/menenun, 3) Makna ragam hias biasanya dikaitkan dengan penggunaan dalam upacara adat yang ada. Jenis ragam hias Nggaja dimaknai sebagai lambang kendaraan para dewa, ragam hias Jara dimaknai sebagai lambang kendaraan para arwah dan ragam hias semba dimaknai sebagai lambang kebesaran para Mosalaki dan Atalaki. Fungsi tenun ikat memliki dua fungsi yaitu fungsi pasif sebagai hiasan dan fungsi aktif dapat dilihat dari beberapa aspek kehidupan masyarakat seperti aspek sosial dikenakan saat upacara adat, aspek religi dikenakan pada saat upacara keagamaan, aspek ekonomi sebagai sumber penghasilan keluarga dan aspek estetika memiliki nilai yang tinggi dilihat melalui proses pembuatannya yang rumit. Kata Kunci : Kata Kunci: Ragam Hias, Tenun Ikat Tradisional, Pewarna Alami Abstract This research aims at finding out: (1) Kinds of decorated variations of traditional strung woven; (2) Process of producing natural coloring based of traditional strung woven; (3) Meaning of decorated variations and function of strung woven. This study is conducted in Manulondo Village, Ndona Subdistrict. The subject of this research are weaver of strung woven and the object is decorated variation of traditional strung woven, the production process, and the function of strung woven. This study results that 1) There are 16 kinds of decorated variations in Manulondo Village which are Jara Nggaja, Nggaja Sedetu, Nggaja Manu, Jara, Mata Karara, Soke Mata Ria, Soke Mata Lo’oSoke Mata Modhe, Soke Belle Kale, Pea Kanga, Rote Rego, Rote Koba, Rote Kopo, Mangga, One MesaandSemba, 2) The production process of strung woven in Manulondo Village is nearly the same as other places in Indonesia which uses simple weaving machine and natural coloring process. The processes of producing strung woven in traditional way, namely, Woe Lelu/rolling up string, Dao Go’a/flinging out lungsi string, Meka Pette/ tying up the string, Podo Ngili/dying the string, Redu Perru/lifting out gebang rope, Pusi Mina/oiling, Kekku Toro/dying red color, Dao Go’a/flinging out string, Pili Perru/arranging stringAe Ti/giving starch, and the last isSeda/weaving. 3) The meaning of decorated variation is commonly related with its usage to tradition ceremony. The kinds of decorated variations of Nggaja is defined as the symbol of the vehicles of Gods, Jara decorated variation symbolizes as the souls’ vehicles, and Semba decorated variation means as the greatness symbol of MosalakiandAtalaki. The functions of strung woven can be divided into two, namely, passive function as it is seen as decoration and active function as it is established in life aspects, such as social aspect as it is used in tradition ceremony, religious aspect as people wear it for attending religious ceremony, economical aspect as it is beneficial for family finances, and estetical aspect which is high valuable as it is seen from the complexity of the production process. keyword : Key words: Decorative, Traditional Weaving, Natural Dyes
PEMANFATAAN LABU KUNING (CUCURUBITA MOUCHATA)MENJADI DONAT YANG BERKUALITAS ., Wawik Santiawani; ., Dra. Risa Panti Ariani, M.Si.; ., Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.18568

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk dapat mengetahui (1) kualitas donat labu kuning dan (2) tingkat kesukaan masyarakat terhadap donat labu kuning. Metode pengumpulan data untuk uji kualitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi melalui uji organoleptik, panelis untuk uji kualitas ini menggunakan 6 panelis terlatih. Untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap donat labu kuning dalam uji kesukaan ini menggunakan panelis tidak terlatih berjumlah 50 orang yang terdiri dari masyarakat umum dan mahasiswa dilingkungan Undiksa. Instumen pengumpulan data untuk uji kualitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan lembar uji mutu hedonik. Hasil penelitian menunjukkan(1) kualitas donat labu kuning dilihat dari aspek tekstur, warna dan rasa (a) tesktur berada pada ketegori baik dengan skor rata-rata 3,0 yaitu memiliki tekstur yang empuk. (b) warna berada pada kategori cukup baik dengan skor rata-rata 2,8. (c) rasa berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 3,0 sesuai dengan tolak ukur yaitu rasa manis. (2) tingkat kesukaan panelis terhadap donat labu kuning dari aspek tekstur diperoleh persentase 80% menyatakan sangat suka, 20% menyatakan suka dan 0% panelis menyatakan cukup suka, tidak suka dan sangat tidak suka. Dari aspek warna panelis yang menyatakan sangat suka sebanyak 72%, menyatakan suka sebanya 28% dan 0% panelis menyatakan cukup suka, tidak suka dan sangat tidak suka. Aspek rasa panelis yang menyatakan sangat suka sebanyak 86% yang menyatakan suka sebanyak 14% dan 0% panelis menyatakan cukup suka, tidak suka dan sangat tidak suka.Kata Kunci : Donat Labu Kuning, Kualitas, Tingkat Kesukaan, Labu kuning. This experimental study aims to determine (1) the quality of pumpkin donuts and (2) the level of people's preference for pumpkin donuts. The method of collecting data for the quality test used in this study is the observation method through organoleptic testing, panelists for this quality test used 6 trained panelists. To find out the level of preference for pumpkin donuts in this favorite test using 50 untrained panelists consisting of the general public and students in the examination environment. The data collection instrument for the quality test used in this study is using the hedonic quality test sheet. The results showed (1) the quality of yellow pumpkin donuts in terms of texture, color and taste (a) the texture was in a good category with an average score of 3.0 which had a soft texture. (b) colors are in a fairly good category with an average score of 2.8. (c) the taste is in a good category with an average score of 3.0 according to the benchmark, which is sweetness. (2) the level of preference of panelists for pumpkin donuts from the texture aspect obtained a percentage of 80% stating that they were very fond, 20% said they liked and 0% of panelists stated that they were quite like, disliked and very disliked. From the color aspect of the panelists who stated that they like 72%, they stated that they like 28% and 0% of the panelists stated that they liked enough, did not like and really did not like it. The feeling of the panelists who stated that they liked it as much as 86% stated that they liked as much as 14% and 0% of the panelists stated that they liked enough, did not like and really did not like it.keyword : pumkin Donut , Physical Character, Standard of likes, Pumpkin
EKSISTENSI HIDANGAN BALI SEBAGAI MENU UNGGULAN DI INDUSTRI PERHOTELAN KAWASAN GEROKGAK, BULELENG, BALI ., Kadek Sulistri; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd; ., Dra. Damiati, M.Kes
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan eksistensi hidangan pokok sebagai menu unggulan dilihat dari jenis hidangan, alat pengolahan, teknik pengolahan, bahan yang digunakan, teknik penyajian dan alat penyajian yang ada di industri perhotelan kawasan Gerokgak, Buleleng, Bali, (2) eksistensi hidangan sampingan sebagai menu unggulan dilihat dari jenis hidangan, alat pengolahan, teknik pengolahan, bahan yang digunakan, teknik penyajian dan alat penyajian yang ada di industri perhotelan kawasan Gerokgak, Buleleng, Bali, (3) upaya peningkatan eksistensi hidangan Bali sebagai menu unggulan di industri perhotelan kawasan Gerokgak, Buleleng, Bali. Jenis penelitian ini yaitu survei dan berlokasi di kawasan Gerokgak. Teknik pemilihan informan yaitu Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dengan metode observasi dan wawancara, instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi dan panduan wawancara. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hidangan Bali disajikan sebagai menu unggulan di industri perhotelan kawasan Gerokgak, Buleleng, Bali yaitu (1) hidangan pokok meliputi nasi raja layang (nasi campur), nasi kampung pejarakan, Balinise riztjafles,nasi goreng Bali, jukut be pasih, sate ayam, urab, serombotan, jejeruk, sate lilit, babi guling, sambel tomat, sambel matah, sambel ulek (2) hidangan sampingan meliputi klepon, jajanan Bali, dadar gulung (3) upaya peningkatan eksistensi hidangan Bali sebagai menu unggulan meliputi cooking class, hidangan Bali pada acara buffet. Bumbu dalam hidangan Bali identik sepek dan pedas sedangkan di industri perhotelan bumbu dikurangi menyesuaikan lidah wisatawan, alat dan teknik pengolahan hidangan Bali di industri perhotelan sudah modern, teknik penyajiannya masih identik dengan tradisional Bali dan menggunakan kombinasi tradisional dengan modern sesuai kreasi masing-masing hotel.Kata Kunci : Eksistensi, Hidangan Bali, Kawasan Gerokgak The aim of this research were (1) describe the existence of main dishes as the best menu seen from the kind of dishes, processing techniquest menu seen from the kind of dishes, the processing techniques, the materials used, and presentation tools in the hospitality industry Gerokgak region, Buleleng, Bali. (2) the existence of side dishes as the best menu seen from the kind of dishes the processing techniques, the materials used, presentation tools in the hospitality industry Gerokgak region, Buleleng, Bali. (3) the effort in increasing the existence of Bali dishes as the best menu the hospitality industry Gerokgak region, Buleleng, Bali. The kind of this research is survey and located in Gerokgak region. The election of informant techniques was purposive sampling. Data collecting techniques was observation methods and interview, observation sheet and interview guide was used as research instrument. Data analysis used descriptive qualitative techniques. The result this research showing that the Balinese foods are serving as the main menu in tourism industry at Gerokgak, Buleleng, Bali such as (1) main dish nasi raja layang (nasi campur), nasi kampung pejarakan, Balinise riztjafles,nasi goreng Bali, jukut be pasih, sate ayam, urab, serombotan, jejeruk, sate lilit, babi guling, sambel tomat, sambel matah, sambel ule, 2) dissert klepon, jajanan Bali, dadar gulung (3) the effort in increasing the existence of Bali dishes as the best menu in cooking class, using Balinese food dish in buffet. The flavor in Balinese spicy while toursm in the hospitality industry, processing techniques Balinese dishes in the industry is already modern, with traditional Balinese and use a combination of the modern in accordance creations of each hotel.keyword : existence, Balinese dishes, Gerokgak region
PENERAPAN MEDIA MACROMEDIA FLASH TERHADAP EFIKASI DIRI SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI MENJAHIT DI KELAS X TATA BUSANA SMK NEGERI 2 SINGARAJA ., Ni Made Oktasari; ., Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd.; ., Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.18922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media pembelajaran Macromedia Flash terhadap efikasi diri siswa pada mata pelajaran teknologi menjahit di kelas X Tata Busana SMK Negeri 2 Singaraja. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 2 Singaraja pada siswa kelas X Busana. Jenis penelitian ini adalah Pre-Eksperimen dengan desain One Shot Case Study. Penelitian ini menggunakan satu kelompok sampel yang diberikan penerapan media pembelajaran Macromedia Flash. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Busana SMK Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 31 siswa. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik sampel jenuh dimana seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode non tes yaitu menggunakan angket untuk mengetahui efikasi diri siswa. Berdasarkan hasil perhitungan statistik deskriptif diperoleh hasil rerata skor efikasi diri siswa setelah diberi perlakuan yaitu 112,84. Berdasarkan hasil perhitungan dengan uji-t diperoleh thitung sebesar 28,69 sedangkan ttabel dengan dk = (31-1) dengan taraf signifikan 5% adalah 1,69. Hal ini berarti, thitung lebih besar dari ttabel (thitung > ttabel) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti terdapat peningkatan efikasi diri siswa pada mata pelajaran teknologi menjahit setelah penerapan media pembelajaran macromedia flash di kelas x tata busana SMK Negeri 2 Singaraja. Kata Kunci : Efikasi Diri, Macromedia flash, Teknologi Menjahit Aim of this study is to describing the usage of Macromedia Flash learning media to students’ self-efficacy on Sewing Technology subject in 10th grade students of Fashion Design in SMK 2 singaraja. This study is done at SMK Negeri 2 Singaraja among 10th grade Fashion Design students. Type of this study is pre-eksperimen and categorized as One Shot Case Study. Only one group is used as the sample which the usage of Micromedia Flash learning media is applied. Population in this sudy is all 31 students of 10th grade fashion design in SMK 2 Singaraja academic year 2018/2019. The method for choosing the sample uses sample jenuh technique where all the population is used as the sample. Method and technique of collecting the data for this study is non-test method which uses questionnaires to analyze the students’ self-efficacy. Based on the analysis with descriptive statistical calculations obtained the average scor of student’s self-efficacy scores after being given treatment namely 112.84. Based on the results of calculations with t-test obtained tcount of 28.69 while ttable with dk = (31-1) with a significance level of 5% is 1.69. This means, tcount is greater than ttable (tcount> ttable) so that H0 is rejected and H1 is accepted. This means that there is an increase in students' self-efficacy through the application of Macromedia Flash learning on Sewing Technology subject in 10th grade students of Fashion Design in SMK 2 singaraja.keyword : Self-efficacy, Macromedia Flash, Sewing Technology
STUDI EKSPERIMEN TEPUNG BIJI NANGKA MENJADI KUE SEMPRONG. ., Luh Devi Andari; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd; ., Dra. Damiati, M.Kes
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9900

Abstract

Abstrak Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui kualitas Kue semprong tepung biji nangka dengan bahan utama tepung biji nangka dilihat dari (1)aspek rasa, (2) warna dan (3) tekstur. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 25 orang panelis. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrument berupa lembar uji organolepti dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup,kurang. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptip. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Kualitas kue semprong tepung biji nangka dilihat dari aspek rasa berada dalam kategori baik,(2) kualitas kue semprong tepung biji nangka dilihat dari aspek warna berada dalam kategori sangat baik, dan (3) kualitas kue semprong tepung biji nangka dilihat dari aspek tekstur berada dalam kategori baik. Kata Kunci : Kata kunci : kualitas, kue semprong, tepung biji nangka Abstract This experimental research aims to determine the qwality of flour cake flour semprong jackfruit seeds with the main ingredient of jackfruit seeds visits (1) aspects of taste,(2) color, and (3) the texture. Panelist in this study were trained panelist sonsisting of 25 panelist. Data collection methods used in this study is the observation method using organoleptic test instrument sheet from with there levels, namely good enough, lacking, data were analyzed using descriptive. The quantitative result show (1) the quality cake semprong jackfruit seed flour from the aspect of testelocated in both categories, (2) the quality of flour cake semprong seen from the aspect of color jackfruit seeds in both categories, and (3) the quality of flour cakes semprong jackfruit seeds of aspect of texture in both categories. keyword : Keywords : Quality, kue semprong, jackfruit seedflour.
POTENSI OBJEK WISATA EDUKASI DI KABUPATEN GIANYAR Devi, Ida Ayu Sinta; Damiati, Damiati; Adnyawati, Ni Desak Made Sri
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v9i2.22136

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Gianyar dengan tujuan untuk mendeskripsikan potensi wisata edukasi pada objek wisata di Kabupaten Gianyar agar masyarakat sekitar mengetahui bahwa terdapat banyak obyek wisata edukasi di Kabupaten Gianyar yang bisa dikunjungi. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling sebesar 4 sampel. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan penyebaran angket. Sedangkan instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa daftar pertanyaan /pernyataan atau angket langsung tertutup dengan menggunakan skala Guttman yang diolah menggunakan metode kuantitatif melalui analisis deskriptif persentase.Hasil penelitian menunjukkan dari keempat objek wisata edukasi yang ada di Gianyar diantaranya, Elephant Safari Park, Keramas Park, Taman Nusa, dan Butterfly Park. Memperoleh rata-rata 76%, ini menunjukkan bahwa potensi wisata edukasi di Kabupaten Gianyar tergolong tinggi, hal tersebut dikarenakan keempat objek wisata yang telah diobservasi sebagian besar memenuhi kriteria yang diberikan oleh peneliti sebagai syarat untuk objek wisata edukasi yaitu Atraksi, Sumber Daya Manusia, Perencana Perjalanan dan Tour Operator.Kata Kunci: Obyek Wisata, Potensi Wisata, Wisata Edukasi.
PERKEMBANGAN MOTIF HIAS KAIN TENUN ENDEK PADA PERTENUNAN ARTHA DHARMA DI DESA SINABUN, KECAMATAN SAWAN, KABUPATEN BULELENG ., Luh Putu Sri Okta Pradinda; ., Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd.; ., Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v9i1.24786

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) perkembangan motif hias kain tenun endek di Pertenunan Artha Dharma, (2) komposisi motif hias kain tenun endek di Pertenunan Artha Dharma, (3) teknik pembuatan motif kain tenun endek di Pertenunan Artha Dharma. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan objek penelitian perkembangan motif hias kain endek Pertenunan Artha Dharma di Desa Sinabun, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Sumber data dalam penelitian ini adalah pemilik pertenunan, pegawai, serta para penenun di Pertenunan Artha Dharma. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, dan metode wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Perkembangan motif hias kain tenun endek di Pertenunan Artha Dharma yaitu; (a) motif hias garis, (b) motif hias temos, (c) motif hias wajik, (d) motif hias skordi, (e) motif hias tunjung, motif hias cempaka, motif hias bambu, motif hias anggur, motif hias bangau, motif hias singa, motif hias lumba-lumba. (2) Komposisi motif hias kain endek di Pertenunan Artha Dharma meliputi : (a) prinsip komposisi motif hias kain tenun endek berupa repetisi, harmoni, unity, dan balance. (3) Teknik pembuatan motif hias kain tenun endek di Pertenunan Artha Dharma menggunakan teknik ikat, teknik jumputan, teknik prada, dan teknik songket yang menghasilkan motif endek jumputan, motif endek prada, motif endek songket. Kata Kunci : Tenun Endek, Motif Hias, Pertenunan Artha Dharma This study aims to describe: (1) the development of decorative motifs for endek woven in Artha Dharma Weaving, (2) the composition of decorative motifs for endek woven in Artha Dharma Weaving, (3) techniques for making endek woven motifs in Artha Dharma Weaving. This research is a descriptive study with the object of research on the development of the decorative motifs of Artha Dharma Weaving in Sinabun Village, Sawan District, Buleleng Regency. Sources of data in this study are weaving owners, employees, and weavers in Artha Dharma Weaving. Data collection methods using the method of observation, and interview methods. The research instrument used observation sheets and interview sheets. Data analysis techniques using descriptive analysis techniques. The results showed that, (1) The development of decorative motifs of endek woven in Artha Dharma Weaving namely; (a) line decorative motifs, (b) temos decorative motifs, (c) diamond decorative motifs, (d) skordi decorative motifs, (e) tunjung decorative motifs, cempaka decorative motifs, bamboo ornamental motifs, grape ornamental motifs, stork ornamental motifs , lion ornamental motifs, dolphin decorative motifs. (2) The composition of the decorative motifs of endek woven in the Artha Dharma Weaving covers: (a) the principle of the composition of the decorative motifs of endek woven in the form of repetition, harmony, unity, and balance. (3) The technique of making decorative motifs of endek woven in Artha Dharma Weaving uses ikat technique, jumputan technique, prada technique, and songket technique that produce endek jumputan motif, endek prada motif, songket endek motif.keyword : Endek Weaving, Decorative Motifs, Artha Dharma Weaving
PENGELOLAAN OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG ., Kd Yudi Aris Pratama; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Luh Masdarini, S.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11504

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk (1) mengetahui potensi objek dan daya tarik wisata Desa Sambangan dan (2) mengetahui pengelolaan objek dan daya tarik wisata Desa Sambangan. Pengumpulan data dilakukan melalui dua tahap yaitu (1) pengumpulan data sekunder dengan metode studi dokumen dan (2) pengumpulan data primer di lapangan dengan metode observasi dan wawancara bertahap. Data dianalisis melalui tiga proses yaitu (1) reduksi data, (2) display data serta (3) mengambil kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah (1) Potensi objek dan daya tarik wisata Desa Sambangan. Di desa Sambangan memiliki 9 objek dan daya tarik wisata alam yaitu Air terjun Aling-aling, Air Terjun Kroya, Air Terjun Kembar, Air Terjun Pucuk, Air Terjun Batu Barak, Air Terjun Cemara, Air Terjun Canging, Air Terjun Dedari dan Teracering. Mengingat desa ini sangat khas dengan alamnya yang indah dan asri, beberapa developer mencoba melakukan terobosan yaitu dengan mulainya dibangun usaha Krisna Adventure dan adanya kolam renang Amour Lagawa, yang di dalamnya terdapat beberapa aktivitas yang bisa dilakukan yang sengaja di buat oleh pengelola (stakeholder). 2) Pengelolaan objek dan daya tarik wisata Desa Sambangan yang menggunkan 5 indikator yaitu (1) Pembangunan (2) Preservasi (3) Pengembangan (4) Pelayanan (5) Perlindungan dan Dukungan Legimitasi, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan pengelolaan pada objek dan daya tarik wisata alam, dan minat khusus, di laksanakan dengan baik untuk menunjang kelancaran operasional wisata di Desa Sambangan. Kata Kunci : Desa Sambangan, Daya tarik wisata, Objek wisata, Pengelolaan This qualitative research aims to (1) know the potential objects and attractions Sambangan Village and (2) know the management of objects and attractions Sambangan Village. Data collection was done through two stages: (1) secondary data collection using document study method and (2) primary data collection in field with observation method and gradual interview. Data were analyzed through three processes: (1) data reduction, (2) data display and (3) conclusion and verification. The results of this study are (1) Potential objects and attractions Sambangan Village. In the village of Sambangan has 9 objects and natural tourist attraction that is Waterfall Aling-aling, Kroya Waterfall, Twin Falls, Waterfall Pucuk, Barak Waterfall, Waterfalls Canging Waterfall, Dedari Waterfall and Teracering. Given this very unique village with beautiful and beautiful nature, some developers try to make a breakthrough with the start of built business Krisna Adventure and the Amour Lagawa pool, in which there are some activities that can be done deliberately made by the manager (stakeholder). (2) Preservation (3) Development (4) Service (5) Protection and Support of Legimitation, it can be concluded that the overall management of objects and appeal Nature tourism, and special interests, well implemented to support the smooth operation of the tour in Sambangan Village. keyword : Sambangan Village, Tourist attraction, Tourist attraction, Management
PEMANFAATAN KULIT MELON MENJADI SELAI Apsari, Desak Putu Nita; Damiati, Damiati; Marsiti, Cokorda Istri Raka
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v10i1.22119

Abstract

Abstrak Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui kualitas selai kulit melon yang dilihat dari aspek warna, rasa, dan konsistensi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, dan kurang. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 20 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan kualitas selai kulit melon dilihat dari aspek warna berada pada kategori baik dengan skor (2,85) yaitu memiliki warna hijau kekuningan, kualitas selai kulit melon dilihat dari aspek rasa berada pada kategori baik dengan skor (2,8) yaitu memiliki rasa manis dan asam, dan kualitas selai kulit melon dilihat dari aspek konsistensi berada pada kategori baik dengan skor (2,85) yaitu memiliki konsistensi kental dan berserat. Kata kunci : Selai, kualitas, kulit melon Abstract This experimental study aims at identifying the quality of melon skin jam form its color, taste, and consistency aspects. The data of the study were collected through observation method by using organoleptic expert judgment sheets with three different levels, namely: good, fair, and poor. The panelists of the study were trained panelists, which consisted of 20 panelists. The data were analyzed using descriptive quantitative technique. The results of the study show that the quality of melon skin jam in terms of its color is categorized into good with a score of 2.85, it has yellowish green color, from the taste aspect, the quality of the melon skin jam is categorized into good with a score of 2.8, it has sweet and sour taste, and the quality of the melon skin jam from the consistency aspect can be categorized into good with a score of 2.85, it has thick and fibrous texture. Keywords: jam, quality, melon skin

Page 8 of 61 | Total Record : 603