cover
Contact Name
Fakhri Syarif
Contact Email
fakhri@unsur.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agroscience@unsur.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
AGROSCIENCE
ISSN : 19794681     EISSN : 25797891     DOI : -
Jurnal Agroscience (JAGSCI) dahulu bernama Journal of Agroscience adalah media publikasi ilmiah hasil-hasil penelitiandi bidang pertanian yang meliputi teknologi budidaya, sosial-ekonomi pertanian, penyuluhan dan kelembagaan pertanian. Pertama kali diterbitkan pada tahun 2008 dalam edisi cetak dengan Nomor ISSN 1979-4681. Pada tahun 2016 mulai diterbitkan dalam bentuk daring dengan e-ISSN 2579-7891. Adapun Misi dari jurnal ini adalah meningkatkan pengetahuan menyebarluaskan karya tulis ilmiah profseional bidang pertanian. JAGSCI diterbitkan oleh Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana. JAGSCI diterbitkan dua kali dalam setahun, sebagai berikut, nomer 1 diterbitkan pada periode Januari sampai dengan Juni, dan nomor 2 diterbitkan pada periode Juli sampai dengan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2025): December" : 8 Documents clear
KELAYAKAN USAHATANI PADI PADA AREAL SEKOLAH LAPANG PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU DI KECAMATAN SAKRA BARAT Rosdiana, Rosdiana; Prasetyowati, Rini Endang; Ningsih, Dwi Haryati; Anwar, Muhammad
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya meningkatkan kesejahteraan petani dapat dilakukan dengan penerapan teknologi bertani secara terpadu, seperti program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT). Tujuan penelitian, untuk mengetahui kelayakan usahatani padi pada Program SLPTT di Desa Pejaring. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di Kelompok Tani Batu Keliang Desa Pejaring Kecamatan Sakra Barat dengan jumlah responden sebanyak 25 orang yang ditentukan secara sensus. Data dikumpulkan dengan teknik survey dan wawancara langsung, kemudian dianalisis dengan metode cash flow analysis dan R/C ratio. Kesimpulan penelitian bahwa, usahatani padi pada Program SLPTT di Desa Pejaring dengan nilai pendapatan sebesar Rp3.651.000/LLG atau Rp3.788.630/hektar, dinyatakan layak diusahakan dengan nilai R/C ratio sebesar 1,38
PENGARUH WAKTU PINCHING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus L.) Salsabila, Nisa; Pribadi, Edi Minaji; Sugeru, Herik
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v15i2.5735

Abstract

Bunga matahari (Helianthus annuus L.) merupakan tanaman introduksi bernilai ekonomis yang telah dibudidayakan di Indonesia. Produktivitas bunga dipengaruhi oleh jumlah cabang yang dapat ditingkatkan melalui teknik pemangkasan pucuk (pinching). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pinching terhadap pertumbuhan dan hasil bunga matahari. Rancangan yang digunakan adalah RAK non-faktorial dengan empat perlakuan pinching meliputi: tanpa pinching (P0), pinching pada 2 minggu setelah tanam (P1), pinching pada 3 minggu setelah tanam (P2), dan pinching pada 4 minggu setelah tanam (P3). Parameter pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur berbunga, dan luas daun. Parameter hasil meliputi jumlah bunga, diameter bunga, bobot bunga, bobot biji, bobot 100 biji, dan jumlah biji. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa waktu pinching berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah cabang, dan luas daun, namun tidak berpengaruh nyata terhadap umur berbunga. Pada hasil bunga, perlakuan waktu pinching berpengaruh nyata terhadap parameter diameter bunga, bobot bunga, bobot 100 biji, dan bobot biji, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah biji.
PERLAKUAN PEMANGKASAN CABANG LATERAL DAN APLIKASI Photosynthetic Bacteria (PSB) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) Sri Wulandari, Erlia Retno
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v15i2.5765

Abstract

Penelitian bertujuan mengkaji interaksi antara waktu pemangkasan cabang lateral dan aplikasi PSB terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Penelitian menggunakan percobaan lapangan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL) dengan 2 faktor dan 1 kontrol. Faktor pertama waktu pemangkasan cabang lateral pada 21, 28, dan 35 HST. Faktor kedua aplikasi PSB setiap 5,10, dan15 hari. Kontrol menggunakan pupuk NPK 7,5 g/tanaman. Data dianalisis menggunakan ANOVA. Kombinasi perlakuan dengan kontrol menggunakan uji Contrast Orthogonal, dilanjutkan uji DMRT taraf 5% untuk melihat ada tidaknya beda nyata antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara pemangkasan cabang lateral dan aplikasi PSB pada parameter tinggi tanaman 23 HST dan diameter batang 37 HST. Kombinasi perlakuan pemangkasan cabang lateral dan aplikasi PSB nyata lebih baik dibandingkan kontrol terhadap umur muncul bunga, jumlah polong, dan panjang polong. Pemangkasan cabang lateral 21 dan 28 HST memberikan pengaruh yang sama baik terhadap jumlah polong, panjang polong, dan mempercepat umur muncul bunga. Aplikasi PSB 10 dan 15 hari sekali memberikan pengaruh sama baik terhadap tinggi tanaman umur 37 HST. Aplikasi PSB 5 hari sekali mempercepat umur muncul bunga
ANALISIS MARGIN PADA LEMBAGA-LEMBAGA PEMASARAN KOMODITAS CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN KADUDAMPIT KABUPATEN SUKABUMI Rusdiansyah, Muhammad
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v15i2.5686

Abstract

Proses distribusi komoditas cabai rawit tidak dapat berjalan optimal tanpa peran lembaga pemasaran. Dalam menjalankan kegiatan pemasaran, pedagang mengeluarkan biaya-biaya sehingga memperoleh margin pemasaran sebagai keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran margin pemasaran dan distribusinya di antara lembaga-lembaga pemasaran serta mengukur tingkat farmer’s share. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, teknik pengumpulan data primer menggunakan metode sensus untuk petani dan snowball sampling untuk lembaga pemasaran. Analisis data menggunakan perhitungan margin pemasaran, farmer’s share dan distribusi share keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga pola saluran pemasaran, dengan saluran terpendek (Saluran I) menghasilkan total margin sebesar Rp17.000/kg dengan farmer’s share 70,18%, sedangkan saluran terpanjang (Saluran III) menghasilkan total margin sebesar Rp34.000/kg dengan farmer’s share 48,48%. Distribusi margin dan share keuntungan terbesar diperoleh oleh tengkulak dan pedagang besar yaitu 91,77% dan 93,08%. Sementara pengecer memperoleh share keuntungan terendah yaitu 84,95%.
EFISIENSI TEKNIS USAHATANI TOMAT (Solanum lycopersicon) DENGAN PENDEKATAN STOCHASTIC FRONTIER DI KECAMATAN PRINGGASELA Saputra, Dimas Ilhami; Prasetyowati, Rini Endang; Hidayati, Elwani; Anwar, Muhammad
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fluctuations in production yields from year to year indicate potential problems in the efficient use of production factors. The objective of this study was to analyze the technical efficiency of tomato farming in Pringgasela District. The research locations were purposively selected, with three villages: Pengadangan, Aik Dewa, and Jurit Baru. Thirty farmer respondents were selected using quota sampling and distributed within each village using proportional random sampling. Data were analyzed using the Cobb-Douglas production function approach and the stochastic frontier model. The results showed that land area and labor had a significant and positive effect on tomato production, while seeds, fertilizers, and pesticides had no significant effect. The average technical efficiency score for tomato farmers was 0.893, indicating that most farmers were technically efficient. Socioeconomic factors influencing inefficiency included age, farming experience, and family burden. Older and more experienced farmers tended to be more efficient, while larger family burdens increased inefficiency. These results demonstrate the importance of empowering farmer groups and extension workers to promote training and implement appropriate cultivation technologies to increase tomato production efficiency in the research area
EFEKTIVITAS BERBEDA PUPUK ORGANIK CAIR SERABUT KELAPA DAN PUPUK ORGANIK CAIR BATANG PISANG PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Imansyah, Angga Adriana; Rahmawati, Amrina Rosada; Ramli, Ramli
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v15i2.5952

Abstract

Tingkat produktivitas tanaman (Lycopersicum esculentum Mill.) di Indonesia mengindikasikan penurunan, salah satunya disebabkan oleh ketergantungan berlebihan terhadap pupuk kimia sintetik yang berpotensi mengganggu keseimbangan nutrisi tanah. Salah satu alternatif solusi berkelanjutan adalah penggunaan POC (Pupuk Organik Cair) yang berasal dari limbah pertanian seperti serabut kelapa (sumber K) dan batang pisang (sumber K). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas POC serabut kelapa dan POC batang pisang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat, serta menentukan dosis yang paling optimal. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis POC serabut kelapa (K0=0, K1=30, K2=40, K3=50 ml/tanaman) dan faktor kedua adalah dosis POC batang pisang (P0=0, P1=25, P2=50, P3=75 ml/tanaman). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pemberian POC serabut kelapa secara tunggal berdampak signifikan terhadap tinggi tanaman dengan dosis terbaik K2 (40 ml/tanaman). Namun, untuk parameter generatif seperti jumlah bunga, jumlah buah, dan berat buah, perlakuan kontrol (tanpa POC) justru memberikan hasil terbaik. Pemberian POC batang pisang tidak berdampak signifikan, serta tidak terdapat interaksi antara kedua POC. Disimpulkan bahwa pada tanah dengan kesuburan alami yang optimal, penambahan kedua jenis POC tidak efektif dan diduga berlebihan sehingga aplikasinya perlu mempertimbangkan kondisi awal tanah.
EFEKTIVITAS BERBAGAI JENIS PESTISIDA NABATI TERHADAP MORTALITAS HAMA RAYAP (Coptotermes curvignathus) PADA TANAMAN KELOR Yuliani, Yuliani; Imansyah, Angga Adriana; Nurfauziyyah, Vina
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v15i2.5910

Abstract

Tanaman Kelor merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, dikenal dengan julukan “miracle of tree”. Namun seringkali hama menyerang tanaman kelor salah satunya adalah hama rayap. Umumnya petani lebih memilih pestisida kimia dalam mengendalikan hama rayap, karena hal tersebut pestisida kimia berbahaya bagi lingkungan karena dapat meninggalkan residu. Sebagai alternatif untuk mengendalikan hama rayap adalah menggunakan pestisida nabati yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pestisida nabati untuk mengendalikan mortalitas dan LT50 hama rayap. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAK) non faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan yaitu K0 (Kontrol), K1 (Ekstrak Serai), K2 (Ekstrak Daun Salam), K3 (Ekstrak Daun Cengkeh) dan K4 (Ekstrak Daun Sirsak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis pestisida nabati menunjukkan adanya perbedaan mortalitas dari semua perlakuan. Adapun perlakuan terbaik yakni K1 (Ekstrak Serai) mampu mematikan hama rayap sebesar 70%, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan K2 (Ekstrak Daun Salam) dan K4 (Ekstrak Daun Sirsak) pada 24 jam setelah aplikasi. Dan nilai LT50 tercepat yaitu perlakuan K1 (Ekstrak Serai) pada 17 jam diikuti oleh K2 (Ekstrak Daun Salam) dan K4 (Ekstrak Daun Sirsak) pada 18 jam.
PENGARUH BOKASHI KOTORAN SAPI DAN ASAM HUMAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.) Alfin, Karen Dastian; Syamsiah, Melissa; Imansyah, Angga Adriana
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v15i2.5877

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan sayuran daun bernilai ekonomi tinggi yang permintaannya terus meningkat. Peningkatan permintaan ini perlu diimbangi dengan teknologi budidaya yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil selada, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi kotoran sapi, asam humat, serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis bokashi kotoran sapi (A) yang terdiri atas empat taraf: A0 (0 g/abdillahpolybag), A1 (90 g/polybag), A2 (180 g/polybag), dan A3 (270 g/polybag). Faktor kedua adalah asam humat (B) dengan lima taraf: B0 (0 g/L), B1 (0,25 g/L), B2 (0,5 g/L), B3 (0,75 g/L), dan B4 (1 g/L), yang diberikan melalui penyiraman (200 mL larutan per polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bokashi kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah, dan lebar daun selada. Dosis 180 g/polybag (A2) memberikan hasil terbaik dengan rata-rata tinggi tanaman 22,92 cm dan lebar daun 16,89 cm pada umur 35 HST, serta bobot basah 82,47 g per tanaman. Asam humat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun dengan hasil terbaik pada dosis 0,25 g/L (B1), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot basah, panjang akar, dan lebar daun. Kombinasi bokashi dan asam humat menunjukkan interaksi positif terhadap tinggi tanaman, dengan kombinasi A2B2 (180 g bokashi + 0,5 g/L asam humat) menghasilkan tinggi tanaman terbaik pada awal fase pertumbuhan, namun tidak memberikan interaksi nyata terhadap bobot basah, panjang akar, dan lebar daun.

Page 1 of 1 | Total Record : 8