cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015):" : 240 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV DI SD NO 3 SONGAN ., I Komang Sudiarpa; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5909

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif STAD dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian merupakan jenis quasi experimen dengan rancangan post-test only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa Kelas IV SD Negeri 3 Songan semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 79 siswa (39 siswa pada kelompok eksperimen dan 40 siswa pada kelompok kontrol). Data penelitian berupa hasil belajar IPA yang diperoleh dengan tes hasil belajar berupa test pilihan ganda sebanyak 25 item soal. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara keseluruhan rata-rata skor hasil belajar IPA siswa pada kelompok eksperimen yaitu sebesar 13,69 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata skor hasil belajar siswa pada kelompok kontrol yaitu 11,73. Hasil uji-t pada taraf signifikansi 5% diperoleh thitung= 2,1024. Sementara ttabel pada taraf signifikasi 5% dengan db 77 adalah 1,9913. Dengan demikian thitung > ttabel, maka ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif STAD dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe STAD, model pembelajaran konvensional, hasil belajar IPA The purposes of this research were to know differences between students result in science who learnt by student teams achievement division cooperative learning model and students who learnt using conventional learning model. The type of this research was a quasi experiment by using post-test only control group design. Population of this research was grade fourth student of SD Negeri 3 Songan in academic year 2013/2014 amounting to 79 students (39 students in the experimental group and 40 students in the control group). Science students learning outcome data were collected using the test method in the form of multiple-choice test of 25 items. Data were analyzed by t-test. The result of this research show overall average score of science learning outcomes of students in the experimental group that is equal to 13.69 higher than the average score of student learning outcomes in the control group 11.73. The results of the t-test at 5% significance level obtained tcount = 2.1024. While ttable at 5% significance level with 77 db is 1.9913. Thus tcount> ttable, then conclude that there are differences in learning outcomes between the significant science students who learnt by student teams achievement division cooperative learning model and students who learnt by with conventional learning model.keyword : student teams achievement division cooperative learning model, conventional learning model, students result in science
PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V ., Ni Luh Tirta Sari; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5177

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPA siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatan hasil belajar IPA pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Sangsit Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Sangsit Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng pada semester II tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 26. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes dan metode observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 2 Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Hal ini terlihat dari persentase rata-rata hasil belajar siswa dari 73,84% pada siklus I menjadi 85% pada siklus II, terjadi peningkatan sebesar 11,16% . Sedangkan ketuntasan hasil belajar pada siklus siklus I sebesar 69,23% menjadi 88,46% pada siklus II. Kata Kunci : Pendekatan CTL, Hasil Belajar The problem in this study is the low student learning outcomes IPA. Based on these problems, this research aims to improve science learning outcomes in the first of fifth grade students of SD N 2 Sangsit Sawan Buleleng.Type of research is a classroom action research this study was conducted in two cycles, each cycle consisting of three meetings. Subjects were students of class V Semester 2 SD N 2 Sangsit Sawan, Buleleng of semester II regency school year 2014/2015 amounting 26 people. Data collection in this study was conducted using observation and tests. Data obtained from then analyzed by quantitative descriptive techniques. The results showed that approach Contextual Teaching and Learning (CTL) in the learning IPA can increase the result of students science knowledge of class V SD N 2 Sangsit, Sawan, Buleleng regency school year 2014/2015. The percentage average of students learning result from 73,84% in the first cycle into 85% in the second cycle, there is an increase 11, 16%. Reaching mastery learning in the first cycle is an increase 69,23% and in the second cycle 88,46%. keyword : Approach CTL, Learning Results
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPE TAPPS (THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEMESTER 2 DI SD GUGUS VI KECAMATAN TEJAKULA KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ., Wayan Alit Jeliana; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.6238

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAPPS (Thinking Aloud Pair Problem Solving) dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester 2 di SD Gugus VI Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan Non EquivalentPosttest Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas Vdi SD Gugus VI Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan jumlah populasi 208 orang siswa. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Sembiran yang berjumlah 37 orang dan siswa kelas V SD Negeri 4 Sembiran yang berjumlah 31 orang. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA yang dikumpulkan melalui tes objektif pilihan ganda dengan satu jawaban benar. Tes objektif tipe pilihan ganda yang digunakan terdiri dari 30 butir soal. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAPPS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan nilai rerata kelompok eksperimen yang berada pada kategori tinggi dan perolehan nilai rerata kelompok kontrol yang berada pada kategori sedang. Jadi ( X) Ì…eksperimen = 20,86 >X Ì…kontrol = 16, dan hasil uji hipotesis menggunakan uji-t diperoleh thitung lebih besar dari ttabel(thitung = 5,46> ttabel = 1,996). Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe TAPPS berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V di SD Gugus VI Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2014/2015. Kata Kunci : TAPPS, KartuKerja, Hasil Belajar This study aims to determine differences in learning outcomes of science among the students that learned by cooperative learning model Tapps (Thinking Aloud Pair Problem Solving) with students that learned with conventional learning models in class V 2nd semester in elementary Cluster VI District of Tejakula Buleleng school year 2014/2015. This research is a quasi-experimental research design with Non EquivalentPosttest Only Control Group Design. The study population was all students grade elementary VDI Cluster VI District of Tejakula Buleleng academic year 2014/2015 with a total population of 208 students. Samples of this research that fifth grade students of SD Negeri 1 Sembiran numbering 37 people and fifth grade students of SD Negeri 4 Sembiran totaling 31 people. The data analyzed in this study is the result of learning science collected through a multiple choice objective test with one correct answer. Type multiple choice objective test used consisted of 30 items. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics using t-test to test the hypothesis of the study. These results indicate there are significant differences between the groups IPA learning results of students that learned using cooperative learning model Tapps and groups of students that learned by using conventional learning models. It can be seen from the acquisition of the average value of the experimental group who are at a high category and the acquisition of the average value of the control group who were in the moderate category. So (X) experimental = 20.86> X control = 16, and the results of hypothesis testing using t-test obtained t is greater than t table (t = 5.46> t table = 1.996). Thus cooperative learning model Tapps influence on science learning outcomes in elementary school fifth grade students in Cluster VI District of Tejakula Buleleng academic year 2014/2015.keyword : TAPPS, Job Cards, Learning Outcomes
Studi Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 Di SD Negeri 1 Baler Bale Agung Kecamatan Negara ., Ni Gusti Ayu Kade Sariastuti; ., Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5648

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Gugus I Nakula, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Studi Evaluasi ini menggunakan evaluasi model CIPP dengan variabel yang diteliti yaitu:context, input, process dan product. Responden dalam penelitian ini sebanyak 35 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mengubah skor masing-masing variabel menjadi T-Skor dan menentukan arah T-Skor. Untuk menentukan efektivitas implementasi Kurikulum 2013 digunakan kuadran Glickman sebagai acuan kategori. Hasil yang diperoreh berdasarkan Kuadran Glickman yakni: (1) Implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Gugus I Nakula, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana ditinjau dari segi context tergolong kategori efektif. (2) Implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Gugus I Nakula, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana ditinjau dari segi input tergolong kurang efektif. (3) Implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Gugus I Nakula, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana ditinjau dari segi process tergolongi efektif. (4) Implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Gugus I Nakula, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana ditinjau dari segi product tergolong efektif. Dengan demikian, formula konteks, masukan, proses, dan produk (CIPP) = (+ - + +). Jadi apabila dimasukkan ke dalam protoype kuadran Grickman efektivitas implementasi Kurikulum 2013 berada dalam kuadran II, yang berarti cukup efektif. Kata Kunci : CIPP, Kurikulum 2013, Studi Evaluasi Abstract This study aimed to determine the effectiveness of the implementation of Curriculum 2013 in SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Cluster I Nakula, Negara District, Jembrana regency. This evaluation studies using CIPP model evaluation, with variables studied were: context, input, process and product. Respondents in this study as many as 35 people. Data were collected through questionnaires, interviews, observation, and documentation. Analysis of the data used is descriptive qualitative change the score of each variable into T-scores and determine the direction of the T-Score. To determine the effectiveness of the implementation of Curriculum 2013 is used as the reference category quadrant Glickman. The results obtained by Quadrant Glickman namely: (1) Implementation of Curriculum 2013 in SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Cluster I Nakula, Negara District, Jembrana regency in terms of the context including effective category. (2) The implementation of Curriculum 2013 in SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Cluster I Nakula, Negara District, Jembrana regency in terms of inputs including category less effective. (3) The implementation of Curriculum 2013 in SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Cluster I Nakula, Negara District, Jembrana regency in terms of process including effective category. (4) Implementation of Curriculum 2013 in SD Negeri 1 Baler Bale Agung, in terms of effective product category. Thus, the formula context, input, process, and product (CIPP) = (+ - + +). So when inserted into quadrants protoype Grickman effectiveness of implementation Curriculum 2013 in quadrant II, which means quite effective. keyword : CIPP, Curriculum 2013, Evaluation Study
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN PENILAIAN PROJEK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGETAHUAN IPA DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF TEMA CITA-CITAKU SISWA KELAS IVB SDN 22 DAUH PURI ., I Dewa Ayu Agung Mirayanthi; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.4944

Abstract

Abstrak Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pengetahuan IPA dan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian projek pada tema Cita-citaku. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVB SD Negeri 22 Dauh Puri Denpasar Utara yang terdiri dari 34 siswa. Sedangkan obyek dalam penelitian ini adalah hasil belajar pengetahuan IPA dan kemampuan berpikir kreatif siswa. Data hasil belajar pengetahuan IPA dan kemampuan berpikir kreatif siswa dikumpulkan melalui metode tes. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif Pada pra siklus rata-rata hasil belajar pengetahuan IPA siswa adalah 70,79. Kemudian pada siklus I terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar pengetahuan IPA menjadi 78,2. Dan pada siklus II kembali terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar pengetahuan IPA yaitu menjadi 83,38. Untuk kemampuan berpikir kreatif siswa pada siklus I skor rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa adalah 86,59 Kemudian pada siklus II terjadi peningkatan rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa menjadi 92.15. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik dengan penilaian projek dapat meningkatkan hasil belajar pengetahuan IPA dan kemampuan berpikir kreatif siswa. Kata Kunci : Pendekatan Saintifik dengan Penilaian Projek, hasil belajar, pengetahuan IPA, Berpikir kreatif. Abstract This classroom action research aimed to improve students’ learning outcomes of science and creative thinking ability by applying scientific approach with project assessment on the theme “Cita-citaku”. This study consisted of two cycles. Subjects of this study were students in IV B class of SD Negeri 22 Dauh Puri North Denpasar which consists of 34 students. The object of this research was the learning outcomes of science and creative thinking abilities students. The data of the learning results of science and creative thinking abilities of students were collected through test method. The collected data were analyzed by using quantitative descriptive analysis method. On pre-cycle, the average of students’ learning outcomes of science was 70.79. Then, on the first cycle, it occur improvement in the average of science learning becoming 78.2. On the second cycle, there were improvements again in the average of science learning from the first cycle becomes 83.38 . For creative thinking abilities of students on the first cycle, the average score was 86.59. Then, on the second cycle, it occur improvement in the average ability to think creatively becoming 92.15. So, it could be concluded that scientific approach with project assessment can improve students’ learning outcomes of science and their creative thinking abilities.keyword : Scientific Approaches with Project Assessment, learning outcomes, science, creative thinking.
Pengaruh Model Pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) Terhadap Sikap Ilmiah Dan Hasil Belajar IPA Siswa ., Dewa Made Dwicky Putra Nugraha; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dra. Ni Nengah Madri Antari, M.Erg.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5664

Abstract

Permasalahan rendahnya sikap ilmiah dan hasil belajar IPA yang ditemukan pada siswa kelas IV di kota singaraja menjadi masalah utama dilakukannya peneltian ini. Indikasi rendahnya sikap ilmiah dan hasil belajar IPA tersebut dibuktikan oleh nilai rata-rata sikap ilmiah 68,8 dan nilai rata-rata hasil belajar IPA 68,23, sedangkan KKM yang ditetapkan sekolah 75,00. Ini berarti bahwa nilai tersebut masih di bawah KKM. Rendahnya kondisi kedua variabel tersebut diduga karena guru dalam pengelolaan pembelajaran masih cenderung menggunakan model yang kurang inovatif. maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap ilmiah dan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Self Regulated Learning dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV tahun pelajaran 2014/2015 di Gugus XIII Kecamatan Buleleng. Desain penelitian ini adalah non equivalent posttest only control group desain. Jumlah populasi 52 orang dan jumlah sampel 45 orang. Data dikumpulkan dengan metode kuisioner untuk sikap ilmiah dan tes untuk hasil belajar IPA. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t dan uji-multivariate (MANOVA)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang siginifikan sikap ilmiah dalam pembelajaran IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Self Regulated Learning dan model pembelajaran konvensional (thitung=0,348 > ttabel=0,294), (2) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Self Regulated Learning dan model pembelajaran konvensional (thitung=0,93 > ttabel=0,294), dan (3) terdapat perbedaan sikap ilmiah dan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Self Regulated Learning dengan model pembelajaran konvensional (F=31,301; p t-table (0,294), (2) there is a significant difference in the science learning outcomes between two group of students that was taught by using self-regulated learning models and conventional learning model with t-value is 0,93 > t-table (,294), (3) there are differences between the students which is taught by using self-regulated learning models and conventional learning model (F value = 31.301 and p < 0,05).keyword : scientific attitude, science learning outcomes, self regulated learning model
PENGARUH SCIENTIFIC APPROACH DITINJAU DARI JENIS PERTANYAAN GURU TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN MATEMATIKA TEMA CITA-CITAKU SISWA KELAS IV GUGUS TUANKU IMAM BONJOL TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Putu Eka Andriyani; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5003

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan matematika antara kelompok yang dibelajarkan dengan scientific approach menggunakan pertanyaan terbuka dan kelompok yang dibelajarkan dengan scientific approach menggunakan pertanyaan tertutup tema cita?citaku siswa kelas IV Gugus Tuanku Imam Bonjol tahun ajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV semester genap di Gugus Tuanku Imam Bonjol tahun ajaran 2014/2015 yang terdiri dari 12 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Sampel penelitian ini yaitu IVA SD Negeri 7 Dauh Puri sebagai kelompok A dan IVB SD Negeri 2 Pemecutan sebagai kelompok B. Data hasil belajar matematika siswa dikumpulkan dengan tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji?t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan matematika antara kelompok yang dibelajarkan dengan scientific approach menggunakan pertanyaan terbuka dan kelompok yang dibelajarkan dengan scientific approach menggunakan pertanyaan tertutup. Dilihat dari hasil uji?t diperoleh thitung = 3,427 > ttabel = 1,980 (db = 79 pada taraf signifikansi 5%). Pada nilai rata?rata gain score kelompok yang dibelajarkan melalui scientific approach menggunakan pertanyaan terbuka yaitu 12,05 lebih dari rata?rata gain score kelompok yang dibelajarkan dengan scientific approach menggunakan pertanyaan tertutup yaitu 7,56, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan scientific approach ditinjau dari jenis pertanyaan guru berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV tahun pelajaran 2014/2015 di Gugus Tuanku Imam Bonjol Kecamatan Denpasar Barat.Kata Kunci : scientific approach, pertanyaan terbuka, pertanyaan tertutup, hasil belajar matematika This research is aimed to determine significant difference in learning outcome on mathematics between the students that learned through a scientific approach using open-ended questions and the students that learned through a scientific approach using closed questions on the theme is Cita?citaku fourth grade in Gugus Tuanku Imam Bonjol, Denpasar Barat academic year 2014/2015. This research is pre?experimental research. The population of this research is the students at second semester of the fourth grade in Gugus Tuanku Imam Bonjol, Denpasar Barat academic year 2014/2015 consist of 12 classes. The samples was choosing by random sampling. The samples are the students of IVA SDN 7 Dauh Puri as group A and IVB SDN 2 Pemecutan as group B. The data of the students? mathematic learning outcome were collected by multiple choice tests. The collected data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t?test). The results of this research show that there is significant difference in learning outcome on mathematics between the students that learned through a scientific approach using open-ended questions and the students that learned through a scientific approach using closed questions. Judging from the results of the t?test obtained that tcount = 3.427 and ttable (db = 79 at the significance level of 5%) = 1,980. This means that tcount> ttable, while the results of the calculation on the average gain score group that learned through a scientific approach using open-ended questions is 12,05 greater than the average gain score group that learned through a scientific approach using closed questions is 7,56, so it can be concluded that the application of a scientific approach using an open?ended questions affect in learning outcome of mathematics in the fourth grade of academic year 2014/2015 in Gugus Tuanku Imam Bonjol, Denpasar Barat.keyword : scientific approach, open?ended questions, closed questions, learning outcome of mathematics
Penerapan Mind Mapping Dalam Pendekatan Saintifik Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PKn Dan Pengetahuan Prosedural Siswa Kelas IV SD Negeri 17 Dangin Puri ., Ida Bagus Surya Wira Negara; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PKn dan pengetahuan prosedural melalui penerapan mind mapping dalam pendekatan saintifik siswa kelas IV SD Negeri 17 Dangin Puri tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan. Rancangan setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan atau observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV di SD Negeri 17 Dangin Puri yang berjumlah 36 siswa yang terdiri dari 20 siswa perempuan dan 16 siswa laki-laki. Data tentang hasil belajar siswa diperoleh dengan menggunakan metode tes dengan instrument berupa tes hasil belajar. Data mengenai hasil belajar PKn dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata persentase hasil belajar PKn siswa sebesar 22,23% dari 66,38% pada siklus I dengan kriteria sedang menjadi 88,61% pada siklus II dengan kriteria tinggi. Ketuntasan klasikal hasil belajar meningkat sebesar 16,67% dari 69,44% pada siklus I menjadi 86,11% pada siklus II. Untuk pengetahuan procedural pada siklus I sebesar 68,05% dengan kriteria sedang meningkat sebesar 13,61% menjadi 81,60% dengan kriteria tinggi pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar PKn dan pengetahuan prosedural siswa melalui penerapan mind mapping dalam pendekatan saintifik pada siswa kelas IV SD Negeri 17 Dangin Puri. Kata Kunci : mind mapping, pendekatan saintifik, hasil belajar pkn, dan pengetahuan prosedural. Abstract This research was aimed to improve the learning outcomes of citizenship education and the procedural knowledge by using mind mapping in scientific approachment to the fourth grade students of 17 Dangin Puri Elementary School. The type of this research was classroom action research (CAR) that implemented into two cycles while each cycle was divided into three times of meeting. Each cycle formed by four steps, there were planning, action, observation, and reflection. The subject of this study were the fourth grade students of 17 Dangin Puri Elementary School in total of 36 students consist of 20 female students and 16 male students. The data about learning outcomes of citizenship education was analyzed by using descriptive quantitative analysis method. This data was obtained by using instrument test method called learning outcome’s test. The result of this research shows the improvement of students citizenship education’s learning outcomes average percentage reaches 22,23% from 66,38% in the first cycle that belongs to medium criteria to 88,61% in the second cycle that belongs to high criteria. Classical completeness of students learning outcomes increase 16,67% from 69,44% in the firs cycle to 86,11% in the second cycle. The result of procedural knowledge in the first cycle is 68,05% which belongs to medium criteria increases 13,61% to 81,60% which belongs to high criteria in the second cycle. This result shows that there are improvements of student’s learning outcomes average after using mind mapping study in citizenship education. keyword : mind mapping, scientific approach, learning outcomes of citizenship education, procedural knowledge.
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN IPS TEMA CITA-CITAKU DITINJAU DARI KARAKTERISTIK PERTANYAAN GURU PADA SISWA KELAS IV SD GUGUS 6 MOCH HATTA ., Ni Wayan Yulastiningtiyas; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar keterampilan IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan abstrak (imajiner) dan siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan faktual pada kelas IV SD Gugus 6 Moch Hatta, Denpasar Selatan Tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan rancangan yang digunakan adalah desain prates-pascates kelompok statis. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IV SD Gugus 6 Moch Hatta, Denpasar Selatan Tahun ajaran 2014/2015 yang terdiri dari 306 siswa. Jumlah sampel adalah 86 siswa yang diambil dengan teknik random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode unjuk kerja dilengkapi dengan rubrik penilaian. Adapun rata-rata hasil belajar keterampilan IPS siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan abstrak (imajiner) adalah =72,38 dan rata-rata hasil belajar keterampilan IPS siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan faktual adalah =75,58. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji t diperoleh thitung=1,33 dan berdasarkan taraf signifikansi 5% dan dk = 84 didapat ttabel = 2,00. Berdasarkan kriteria pengujian thitung =1,33< ttabel=2,00 maka H0 diterima, hal ini berarti bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar keterampilan IPS antar siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan abstrak (imajiner) dengan pembelajaran melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan faktual pada siswa kelas IV SD Gugus Moch Hatta, Denpasar Selatan Tahun Ajaran 2014/2015. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik ditinjau dari karakteristik pertanyaan guru tidak berpengaruh terhadap hasil belajar keterampilan IPS siswa kelas IV SD Gugus Moch Hatta, Denpasar Selatan Tahun Ajaran 2014/2015. Kata Kunci : pendekatan saintifik, pertanyaan guru, hasil belajar keterampilan IPSKata Kunci : pendekatan saintifik, pertanyaan guru, hasil belajar keterampilan IPS This study aims to determine significant differences in learning outcomes between students' social studies skills that learned through scientific approach using abstract questions (imaginary) with students that learned through scientific approach uses factual questions on the fourth grade Cluster 6 Moch Hatta, South Denpasar academic year 2014 / 2015. This study was a quasi-experimental research (quasy experiment) with a design that used pre-test-post-test design is a static group (the group pretest-posttest static design. The population in this study were all fourth grade students Cluster 6 Moch Hatta, South Denpasar 2014/2015 academic year consisting of 306. Samples were taken by random sampling technique. The data collected is Social Skills learning outcomes data collection method used is the method of performance. Data were analyzed by t-test. The results showed that there is no influence between learning through scientific approach using abstract questions (imaginary) with learning through scientific approach uses factual questions on learning outcomes of students' skills of fourth grade social studies Cluster Moch Hatta,South Denpasar Academic Year 2014/2015. Criteria for testing if tcount> ttable then H0 is rejected and Ha accepted, whereas if t count
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERORIENTASI MASALAH MATEMATIKA TERBUKA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA ., Komang Yudi Ari Wiratama; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah matematika terbuka dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada kelas IV SD di Gugus XV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas IV SD di Gugus XV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 257 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas IV SD No. 2 Anturan yang berjumlah 31 orang dan kelas IV SD No. 1 Anturan yang berjumlah 31 orang. Data hasil belajar matematika siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 5,405 dan ttabel = 2,000 (pada taraf signifikansi 5%). Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah berorientasi masalah matematika terbuka dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Dari rata-rata hitung, diketahui rata-rata kelompok eksperimen adalah 33,29 dan rata-rata kelompok kontrol adalah 26,48. Hal ini berarti bahwa rata-rata eksperimen lebih besar rata-rata kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah berorientasi masalah matematika terbuka berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD di Gugus XV Kecamatan Buleleng.Kata Kunci : pembelajaran berbasis masalah, hasil belajar This study aims to determine the difference in learning outcomes of mathematic between students who were taught by using mathematic problem based learning and the students who were taught by using conventional way in fourth grade students at gugus XV buleleng district in the academic year 2014/2015. This study was the quasi experimental research. The population was in the fourth grade Gugus XV Buleleng District in the academic year 2014/2015, amounting to 257 people. Samples of this research that fourth grade SD No. 2 Anturan, amounting to 31 people and a fourth grade SD No. 1 Anturan which amounts to 31 people. Math student learning outcomes data collected by instruments shaped test description. Data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). Based on the analysis of data, obtained t = 5,405 and table = 2,000 (at the 5% significance level). This means that tcount > ttable, so it can be interpreted that there are significant differences between the mathematics learning outcomes of students who take the learning-oriented problem-based learning model open mathematical problems and students who follow learning with conventional learning models. Of the arithmetic mean, median known experimental group was 33,29 and the average control group was 26,48. This means that on average a larger experiment the average control, so it can be concluded that the application of problem-based learning model open mathematical problem-oriented influence on mathematics learning outcomes fourth grade students in Gugus XV Buleleng.keyword : problem-based learning, learning outcomes

Page 9 of 24 | Total Record : 240


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue