cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK DITINJAU DARI KARAKTERISTIK PERTANYAAN GURU TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN MATEMATIKA TEMA CITA-CITAKU SISWA KELAS IV SD GUGUS UNTUNG SURAPATI TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ., Luhde Sepdania Wati; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan matematika antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan konkret (faktual) dan siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan abstrak (imajinatif) siswa kelas IV SD Gugus Untung Surapati Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan desain the static group pretes posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus Untung Surapati yang berjumlah 228 siswa. Teknik random sampling dipergunakan dalam penelitian ini yaitu dengan cara mengundi kelas-kelas yang setara sehingga diperoleh sampel SDN 4 Sumerta dengan jumlah 36 siswa sebagai kelompok A dan SDN 9 Sumerta dengan jumlah 38 siswa sebagai kelompok B. Data hasil belajar pengetahuan matematika dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif bentuk pilihan ganda biasa. Selanjutnya data dianalisis dengan uji-t. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh |thitung| = 3,97 > ttabel = 1,66 dengan db =72 dan taraf signifikansi 5%. Pada nilai rata-rata hasil belajar kelompok A diketahui lebih tinggi yaitu 71,56 dibandingkan dengan kelompok B yaitu 56,03. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan matematika antara kelompok yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan konkret (faktual) dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan abstrak (imajinatif). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik ditinjau dari karakteristik pertanyaan konkret (faktual) lebih berpengaruh dibandingkan pendekatan saintifik ditinjau dari karakteristik pertanyaan abstrak (imajinatif) terhadap hasil belajar pengetahuan matematika tema Cita-citaku siswa kelas IV SD gugus Untung Surapati tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : pendekatan saintifik, pertanyaan konkret (faktual), pertanyaan abstrak (imajinatif), hasil belajar pengetahuan, matematika This study aimed to determine significances differences between the outcome of mathematics that learned through scientific approach by using concrete questions (factual) and the students that learned through scientific approach by using abstract questions (imaginative) in class 4 SD Gugus Untung Surapati Academic Year 2014/2015. This type of this research is pre-experimental design with the static group pretest-posttest design. The population in this study are all fourth grade students in Gugus Untung Surapati totaling 228 students. Random sampling technique is used in this research by the way of raffle equivalent classes in order to obtain samples of SDN 4 Sumerta with 36 students as group A and SDN 9 Sumerta with 38 students as group B. Mathematics learning outcomes data were collected by using an objective test regular multiple choice. Furthermore, the data were analyzed by t-test. Based on the t-test results obtained thit = 3.97> ttable = 1.66 with db = 72 and a significance level of 5%. On average value of learning outcomes known to be higher in group A is 71.56 compared with group B is 56.03. This means that there are significant differences between the learning outcomes of Mathematics group that learned through scientific approach by using concrete (factual) questions and groups of students that learned through scientific approach by using abstract questions (imaginative). It can be concluded that the scientific approach in terms of the characteristics of concrete questions (factual) is more influential than scientific approach in terms of the characteristics of an abstract question (imaginative) on learning outcomes mathematical theme Cita-citaku in class 4 SD Gugus Untung Surapati Academic Year 2014/2015.keyword : scientific approach, concrete question (factual), abstract questions (imaginative), learning outcomes, Mathematics
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI SDN GUGUS I KECAMATAN SAWAN ., I Gusti Ayu Witari; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di SDN Gugus I Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SDN Gugus I Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 107 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan cara undian. Sampel pada penelitian ini hanya melibatkan 2 kelas yaitu siswa kelas IV SD Negeri 1 Lemukih yang terpilih sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IV SD Negeri 1 Sekumpul yang terpilih sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan tes objektif pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung 6,25 > ttabel 1,68) ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD N Gugus I Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : Numbered Head Together (NHT) , hasil belajar This research aims to determine the significant differences of science learning outcomes among the group of students that learned with cooperative learning model Numbered Head Together (NHT) and group of students that learned with conventional learning models to students fourth grade in cluster I Sawan district in the academic year 2016/2017. This research is a quasi-experimental with non-equivalent posttest only control group design. The population was all students in fourth grade in cluster I Sawan district in the school year 2016/2017, amounting to 107 students. Sampling using random sampling technique by lottery. The sample in this study involves only two classes, namely the fourth grade students of SDN 1 Lemukih who were selected as the experimental group and the fourth grade students of SDN 1 Sekumpul who were selected as the control group. Science learning outcome data were collected using an objective test of multiple choice form. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The result of this research shows that the result of t-test analysis obtained tcount is bigger than ttable (tcount=6,25 > ttable=1,68) this means that there are significant differences of science learning outcomes among yhe group of students that learned with cooperative learning model Numbered Head Together (NHT) and group of students that learned with conventional learning models. It can be concluded that the learning model Numbered Head Together (NHT) has positive and significant effect on science learning outcomes students in fourth grade in cluster I Sawan district in the school year 2016/2017keyword : Numbered Head Together (NHT), learning outcomes
MODEL PEMBELAJARAN KONSEPTUAL INTERAKTIF BERORIENTASI PADA KEMAMPUAN PENALARAN BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR METEMATIKA ,I Wyn. Wiarta, D. A. P. Rika C., DB. Kt. Ngr. Semara P.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1189

Abstract

Abstrak Hasil belajar matematika di sekolah dasar masih belum optimal, sehingga diperlukan suatu model pembelajaran yang mampu menciptkan hasil belajar matematika secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konseptual interaktif yang berorientasi pada kemampuan penalaran dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasinya seluruh siswa kelas IV SD Gugus Budi Utomo Denpasar Timur. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar matematika dengan tes esay yang berjumlah 10 butir. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifiakan hasil belajar matematika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konseptual interaktif yang berorientasi pada kemampuan penalaran dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat dari analisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5% dan dk=68 didapat  dan . Rata-rata nilai hasil belajar matematika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konseptual interaktif yang berorientasi pada kemampuan penalaran sebesar 82,09, sedangkan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional sebesar 69,39. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar matematika yang dicapai oleh kelas yang belajar menggunakan model pembelajaran konseptual interaktif yang berorientasi pada kemampuan penalaran lebih baik dibandingkan dengan kelas yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Ini berarti model pembelajaran konseptual interaktif yang berorientasi pada kemampuan penalaran berpengaruh terhadap hasil belajar matematika.   Kata kunci: Model Pembelajaran konseptual interaktif, penalaran, dan hasil belajar Matematika
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Mind Mapping Berbantuan Media Gambar Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V Gugus VII Kecamatan Gianyar ., Sang Ayu Putu Diah Geminastiti; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif mind mapping berbantuan media gambar dengan siswa yang dibelajarkan melalui penerapan pembelajaran konvensional siswa kelas V Gugus VII Kecamatan Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain quasi experimental yaitu nonequivalent control group design. Penentuan sampel menggunakan teknik random sampling, sehingga diperoleh sampel dalam penelitian ini adalah siswa SD N 1 Serongga sebagai kelompok eksperimen dan siswa SD N 3 Lebih sebagai kelompok kontrol yang masing-masing terdiri atas 30 siswa. Data hasil belajar IPS siswa diperoleh dengan menggunakan metode tes dan metode observasi kemudian dianalisis dengan statistik uji-t. Berdasarkan analisis data diperoleh thitung = 2,58, sedangkan dengan menggunakan taraf signifikansi 5% dan dk = 30 + 30 – 2 = 58 diperoleh ttabel (α = 0,05) = 2,01. Karena thitung = 2,58 > ttabel = 2,01, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Rata-rata hasil belajar IPS pada kelompok eksperimen = 79,41 > rata-rata hasil belajar IPS siswa pada kelompok kontrol = 64,93. Ini berarti ada perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif mind mapping berbantuan media gambar dengan siswa yang dibelajarkan melalui penerapan pembelajaran konvensional. Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif mind mapping berbantuan media gambar terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V Gugus VII Kecamatan Gianyar. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif, Mind Mapping, Media Gambar, Hasil Belajar, IPS ABSTRACT This study aims to know the significant difference of result History science learning between group students that was learned by model mind mapping cooperative by assist media images with group student who were learned through application conventional learning of the fifth grade students clusser VII Gianyar District. This study is a quasi – experimental study with the study design which used is Nonequivalent Control Group Design. Determination of samples used a random sampling technique. So that, was gained samples in this study were students of SDN 1 Serongga as an experimental group and students of SDN 3 Lebih as a control group where each school consisted of 30 students. The data results of learning History science of student were earned by using test method and observation method then were analyzed by t-test statistical. Based on data analyzed were gained thitung = 2,58, where as by using significant level 5% and df=30+30-2=58 were gained ttable (a=0,05)= 2,01. Because thitung = 2,58 > ttable =2,01, so Ho rejected and Ha accepted. The average scores of History science learning at experimental group = 70,41 > the average scores of History science learning at control group = 64,93. This means there were the significant differences of results History science learning for students who learned by application the model mind mapping by assist media images with students who learned through application conventional learning. This showed that there were affects of application model mind mapping cooperative learning by assist media images toward results history science students of the fifth clusser VII Gianyar District. keyword : model cooperative learning, mind mapping, media images, learning results , History science.
PENERAPAN PBL DALAM PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS ., I Putu Angga Wijaya Sandy; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis dan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS dengan menerapkan problem based learning dalam pendekatan saintifik pada siswa kelas IVA SD Negeri 2 Dangin Puri tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini berjumlah 40 orang siswa kelas IVA SD Negeri 2 Dangin Puri yang terdiri dari 22 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Objek penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis dan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS melalui penerapan problem based learning dalam pendekatan saintifik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan tes. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis pada siklus I sebesar 60% (kurang kritis) dan pada siklus II sebesar 85% (kritis) dan ketuntasan siswa pada penguasaan kompetensi pengetahuan IPS pada siklus I sebesar 65% (sedang) dan pada siklus II sebesar 85% (tinggi). Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan problem based learning dalam pendekatan saintifik dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS pada tema cita-citaku siswa kelas IVA SD Negeri 2 Dangin Puri tahun pelajaran 2015/2016. Kata Kunci : problem based learning This study aims to determine the increase in critical thinking skills and mastery of competencies of knowledge of social science by applying problem-based learning in the scientific approach to the IVA grade students of SD Negeri 2 Dangin Puri in the academic year 2015/2016 . This research is a classroom action research ( CAR ) conducted in two cycles consist of planning , action, observation and reflection . Subjects of this study were 40 students of IVA grade of SD Negeri 2 Dangin Puri consisting of 22 male students and 18 female students. The object of this study is the critical thinking skills and mastery of competencies of social science knowledge through the application of problem-based learning in the scientific approach . Data collection techniques in this study using observation sheets and tests . The data were analyzed using descriptive statistical analysis and quantitative descriptive . The result showed that the ability of critical thinking in the first cycle by 60 % ( less critical ) and the second cycle of 85% ( critical ) and completeness of students on the mastery of competencies knowledge of social science in the first cycle by 65 % ( medium ) and on the cycle II by 85 % ( high ) So it can be concluded that the application of problem-based learning in the scientific approach can improve critical thinking skills and mastery of competencies of social science knowledge on the theme of my ideals IVA grade students of SD Negeri 2 Dangin Puri in the academic year 2015/2016. keyword : problem based learning
PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Putu Ardi Wiranata; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional. Rancangan penelitian menggunakan “post-test only control group design” dengan analisis data uji-t. Populasi penelitian ini yaitu siswa yang ada di Gugus XV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017 sejumlah 224 siswa. Sampel Diambil menggunakan teknil random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan perhitungan thitung = 45,65 > ttabel = 2,021 dengan signifikasi < 0,05. Rata-rata hasil belajar kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning lebih tinggi daripada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional 31,58 > 24,96. Hal ini menunjukkan model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : problem based learning, hasil belajar. This study aims to determine the difference between IPA learning outcomes between groups of students who were taught using a problem based learning model with a group of students who were taught using instructional model of konvensional. The study design used "post-test only control group design" with t-test data analysis. The population of this study are students in Gugus XV District Buleleng 2016/2017 lessons a number of 224 students. Sample Taken using teknil random sampling. The results showed that there was a significant difference of science learning outcomes between groups of students who were studied with problem based learning model and groups of students who were learned by using konvensional model with thitung = 45,65 > ttabel = 2,021 with signifikasion < 0,05. The average learning outcomes of the students group that were taught by problem based learning model was higher than the group of students who were taught by konvensional model 31,58 > 24,96. This shows the instructional model of problem based learning has a significant effect on the science learning outcomes.keyword : problem based learning, learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SDN 4 PELIATAN ., Ni Wayan Swintari; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Dr. I Gede Meter,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3839

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 4 Peliatan yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Learning Cycle 5E berbantuan media audio visual, (2) untuk mengetahui hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 4 Peliatan yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional dan (3) untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Learning Cycle 5E dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Negeri 4 Peliatan. Rancangan penelitian ini adalah Quasi Eksperimen, dengan desain Post Test Only Control Group Desaign. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SDN 4 Peliatan, dimana pada SD tersebut terdapat kelas paralel pada siswa kelas IV yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas IV A dengan jumlah 21 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas IV B dengan jumlah 21 siswa sebagai kelompok Kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan teknik uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) deskripsi data hasil belajar IPA yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Learning Cycle 5E berbantuan media audio visual cenderung tinggi dengan Mo > Me > M (23,25 > 21 > 20,423) dan kurva juling negatif, (2) deskripsi data hasil belajar IPA yang dibelajarkan melalui model konvensional cenderung rendah dengan Mo > Me > M (19 > 17,87 > 17,38) dan kurva juling negatif, (3) berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan rumus uji-t ditemukan bahwa thitung = 2,488 >ttabel= 2,021 sehingga terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E berbantuan media audio visual dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester genap di SDN 4 Peliatan.Kata Kunci : model pembelajaran Learning Cycle 5E, hasil belajar IPA This study aims (1) to determine the results of the fourth grade students learn science in SDN 4 Peliatan that learned through 5E Learning Cycle learning model-assisted audio-visual media, (2) to assess learning outcomes IPA fourth grade students at SDN 4 Peliatan that learned through conventional teaching and (3) to determine significant differences between students' science learning outcomes that learned through 5E Learning Cycle model of learning with the students that learned through conventional teaching in the fourth grade students at SDN 4 Peliatan. The design of this study was Quasi Experiment, by design Post Test Only Control Group Desaign and research population is the entire fourth grade students at SDN 4 Peliatan, where the elementary school classroom are parallel to the fourth grade students are divided into two classes, namely class IV A with number of 21 students as the experimental group and class IV B with 21 students as the control group. Collecting data in this study was conducted using the test. The data obtained were analyzed using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistical techniques t-test. The results of this study found that: (1) a description of the data science learning outcomes that learned through 5E Learning Cycle learning model-assisted audio-visual media tends to be high with Mo> Me> M (23.25> 21> 20.423) and negative squint curve, (2 ) IPA data description learning outcomes that learned through conventional models tend to be low with Mo> Me> M (19> 17.87> 17.38) and negative squint curve, (3) based on the results of hypothesis testing using t-test formula was found that of tobserved = 2.488> ttable = 2.021 so that there are differences in learning outcomes between the significant science students who take lessons with 5E Learning Cycle teaching model-assisted audio-visual media and students who take conventional learning models in the second semester of fourth grade students at SDN 4 Peliatan.keyword : 5E Learning Cycle model of learning, science learning outcomes
PENGARUH PENDEKATAN SAVI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD DI GUGUS III KECAMATAN JEMBRANA KABUPATEN JEMBRANA Kt. Pudjawan, Ni Km. A. Diah Komala D., I Nym. Jampel,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.830

Abstract

  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA  antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pendekatan SAVI dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Gugus III Kecamatan Jembrana Kabupaten Jembrana Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 234 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IVa SD N 3 Dauhwaru yang berjumlah 27 orang dan siswa kelas IV SD N 6 Dauhwaru yang berjumlah 28 orang. Data hasil belajar dikumpulkan menggunakan metode tes dengan instrumen berupa tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) Hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen tergolong baik/tinggi dengan rata-rata (M) 20,44. (2) Hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol tergolong cukup/sedang dengan rata-rata (M) 16,14. (3) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas IV semester II yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pendekatan SAVI dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional (thitung > ttabel, thitung = 3,85 dan ttabel = 2,005). Dengan demikian, pendekatan SAVI berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada kelas IV SD Gugus III Kecamatan Jembrana Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2012/2013. Kata kunci: pendekatan SAVI, hasil belajar IPA
PENERAPAN MODEL SNOWBALL THROWING BERBANTUAN SATUA BALI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA ., Ni Wayan Winjassica Purnama Dewi; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPA di SD Negeri 2 Banjar Bali melalui penerapan model pembelajaran Snowball Throwing berbantuan Satua Bali. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas V di SD Negeri 2 Banjar Bali yang berjumlah 21 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuesioner dan tes, dengan instrumen berupa kuesioner motivasi belajar dan tes hasil belajar. Data dianalisis untuk memperoleh mean dan persentase mean. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat persentase rata-rata motivasi belajar siswa adalah 72% (kategori “sedang”) dan tingkat persentase rata-rata hasil belajar siswa adalah 70,47% (kategori “sedang”) pada siklus I. Selanjutya, pada siklus II, persentase rata-rata motivasi belajar siswa meningkat menjadi 84,38% (kategori “tinggi”) dan persentase rata-rata hasil belajar siswa adalah 84,28% (kategori “tinggi”). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Snowball Throwing berbantuan Satua Bali dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 2 Banjar Bali.Kata Kunci : Snowball Throwing, Satua Bali, motivasi, hasil belajar. The research was aimed to know the increase of students motivation and learning achievement of fifth grade student on science at SD Negeri 2 Banjar Bali through implementation of The Snowball Throwing model of learning assisted Balinese Story. This research was Classroom Action Research, as the subject was fifth grade students at SD Negeri 2 Banjar Bali amount 21 students. The research had done in two cycles. The data were collected by using questionnaire and test methods, and as the instruments were learning motivation questionnaire and learning achievement test. The data were analyzed for getting mean and mean percentage. Based on the result of the research, the percentage of mean of students learning motivation is 72% (“medium” category) and the percentage of mean of students learning achievement is 70,47% (“medium” category) in cycle I. Then, in cycle II, the percentage of mean of students learning motivation increase to be 84,38% (“high” category) and the percentage of mean of students learning achievement is 84,28% (“high” category). Based on the result of the research, the conclusion is the implementation of Snowball Throwing model of learning assisted Balinese Story can increasing the fifth grade students motivation and learning achievement at SD Negeri 2 Banjar Bali.keyword : Snowball Throwing, Balinese story, motivation, learning achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SD NEGERI KALIBUKBUK ., I Wayan Guntara; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran problem posing dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pengajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan menggunakan rancangan penelitian non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Kalibukbuk yang berjumlah 113 orang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 60 orang. Sampel diambil dengan random sampling pada sampel yang sudah disetarakan. Sampel yang terpilih adalah kelas IV SD Negeri 2 Kalibukbuk sebagai kelompok kontrol dan kelas IV SD Negeri 4 Kalibukbuk sebagai kelompok eksperimen. Data hasil belajar matematika siswa dikumpulkan dengan metode tes dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Analisis statistik inferensial menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran problem posing dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pengajaran langsung dengan nilai thitung sebesar 60,5 dan ttabel = 2,021 pada taraf signifikansi 5%, yang berarti thitung > ttabel, sehingga dapat dikatakan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model problem posing lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pengajaran langsung.Kata Kunci : Pembelajaran problem posing, hasil belajar This research has purpose for knowing differences the result of study mathematics between students group which studied using problem posing learning models with students group which studied using direct instructions. The kind of this research is quasi experiment design of non-equivalent post test only control group design. The population of this research are all of students class IV in elementary school Kalibukbuk academic years 2013/2014 totaling 113 people. The sample used in this study amounted to 60 people. Samples were taken by means of random sampling at class that finished synchronized. Sample that choosed is student class IV elementary school 2 Kalibukbuk as a control group and student class IV elementary school 4 Kalibukbuk as a experiment group. Data from result of study mathematics students was collected using the method test with instrument in the form of multiple choice test. The data collected were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics is using t-test. Based on the result of analyze data that there are differences learning results significantly between groups of students who are learning using problem posing learning models with a group of students who learn using direct instructions models whith tarithematics 60,5 and then ttable = 2,021 at significan standard 5 %, that mean tarithematics > ttable, so there can be said that a group of student who learned with problem posing models is better than group of students who learned with direct instructions models.keyword : Problem posing learning, learning results

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue