cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI GUGUS VII KECAMATAN BULELENG ., Gede Sila Parta; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model learning cycle 5E dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian kuasi eksperimen non equivalent post–test only control group design. Populasi penelitian ini adalah 64 orang siswa kelas V SD tahun pelajaran 2012/2013 di Gugus VII Kecamatan Buleleng. Sampel penelitian yaitu kelas V SD No. 1 Banjar Bali yang berjumlah 35 orang dan kelas V SD No. 1 Kampung Kajanan yang berjumlah 29 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Rata–rata hasil belajar IPA yang dibelajarkan dengan model learning cycle 5E adalah 23,11 sedangkan rata–rata hasil belajar IPA yang dibelajarkan dengan model konvensional adalah 14,03, sehingga hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara yang dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 5E dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : learning cycle 5E, hasil belajar IPA This research purpose is to know the differences of Science’s learning result between students who take learning cycle 5E model and conventional model. To grasp that purpose experimental research of quasi experiment using equivalent post–test only controls group design is conducted. The population is 64 students of 5th grade elementary school in Cluster VII Buleleng District of school year 2012/2013. The sample is 35 students of 5th grade of SD No. 1 Banjar Bali and 29 students of 5th grade of SD No. 1 Kampung Kajanan. The data are collected by using test instrument of multiple choices. Collected data are analyzed by using descriptive statistic and inferential statistic (t-test). Mean of Science’s learning result which is using learning cycle 5E model is 23.11, meanwhile the using of conventional model is 14.03. So the result lead to the conclusion, there is a significant differences between Science’s learning result which is using learning cycle 5E model and Science’s learning result which is using conventional model. keyword : learning cycle 5E, Science Learning Outcomes
PENGARUH STRATEGI BELAJAR PQRST TERHADAP SIKAP SOSIAL SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS ., Ni Putu Eka Ariesta Wati; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap sosial siswa pada mata plajaran IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran PQRST dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng.Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen/eksperimen semu dengan jumlah populasi seluruh siswa kelas V di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng berjumlah 280 orang dari 11 kelas. Jumlah sampel penelitian 120 orang siswa. Data tentang sikap sosial siswa dikumpulkan dengan metode non tes berbentuk angket/kuessioner. Data yang sudah diperoleh setelah memberikan tes kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan analisis data, terdapat perbedaan signifikan antara sikap sosial siswa pada mata pelajaran IPS siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran PQRST (preview, question, read, summarize and test) dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng (thit = 4,49 > ttab = 1,980). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran PQRST(preview, question, read, summarize and test ) dalam pembelajaran IPS berpengaruh signifikan terhadap sikap sosial siswa dibandingkan dengan strategi pembelajaran konvensional. Hal ini berarti strateg pembelajaran PQRST (preview, question, read, summarize and test) berpengaruh positif terhadap sikap sosial siswa mata pelajaran IPS pada siswa kelas V SD di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Kata Kunci : PQRST, Sikap Sosial This study aims to determine the differences in social attitudes of students in social studies IPS among groups of students that learned using PQRST learning strategies and student groups that learned using conventional learning strategies on fifth grade elementary school students at the Cluster 1 of sub-district Buleleng, Buleleng regency. Type of research is a quasi experimental / quasi-experimental, with a population around the fifth grade students at Cluster 1 of sub-district Buleleng, Buleleng regency amounted to 280 people from 11 classes. Total sample of 120 research students. Data collected about students' social attitudes to the non-shaped test questionnaire. Data obtained after giving a test and then analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). Based on data analysis, there were significant differences between the social attitudes of students in social studies students who take learning to use learning strategies PQRST (preview, question, read, summarize and test) and a group of students who take conventional learning using learning strategies on fifth grade elementary school students at the Cluster 1 of sub-district Buleleng, Buleleng regency. (thit = 4,49 > ttab = 1,980). Significant difference indicates that the application of learning strategies PQRST (preview, question, read, summarize and test) in social studies IPS learning significantly influence the social attitudes of students compared with conventional learning strategies. This means learning strategist PQRST (preview, question, read, summarize and test) positive effect on students' social attitudes on social studies IPS in fifth grade elementary school students at the Cluster 1 of sub-district Buleleng, Buleleng regency.keyword : PQRST (preview, question, read, summarize and test), social attitudes.
PENGARUH METODE COURSE REVIEW HORAY BERBANTUAN MEDIA BY DESIGN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV ., I Putu Yogi Karnanda; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode course review horay berbantuan media by design, (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, (3) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode course review horay berbantuan media by design dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus V Kecamatan Mendoyo tahun pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IV SD di Gugus V Kecamatan Mendoyo tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 111 siswa. Sampel penelitian ini yaitu kelas IV SDN 1 Yehembang Kangin yang berjumlah 23 siswa dan siswa kelas IV SDN 3 Yehsumbul yang berjumlah 19 siswa yang dipilih dengan teknik random sampling. Data diperoleh melalui metode tes berbentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode course review horay berbantuan media by design adalah 19,00 yang terkategori tinggi, (2) nilai rata-rata hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional adalah 10,94 yang terkategori rendah, (3) terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarakan dengan metode course review horay berbantuan media by design dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus V Kecamatan Mendoyo tahun pelajaran 2015/2016 (sig=4,860 > 2,021).Kata Kunci : Course review horay, hasil belajar This research aimed to (1) describe student’s science learning outcome who learned by course review horay method aid by design media, (2) describe student’s science learning outcome who learned by conventional learning, (3) know the difference in science’s learning outcomes between students who learned by course review horay method aid by design media and students who learned by conventional learning on fourth grade students on cluster V at Mendoyo district in academic year 2015/2016. This study was quasi experimental research with non-equivalent post-test only control group design. The population of this research were all fourth grade students on Gugus V at Mendoyo district in academic year 2015/2016 whom total of the students were 111 students. The sample of this research was fourth grade students of SDN 1 Yehembang Kangin whom totaling 23 students and fourth grade students of SDN 3 Yehsumbul whom total of the students were 19 students which selected by random sampling technique. Learning outcome’s data collected by multiple choice test method. The data which obtained then analyzed using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics (t-test). The result of this research showed, (1) the average score of student’s science learning outcome who learned by course review horay method aid by design media was 19 which excellent category, (2) the average score of student’s science learning outcome who learned by conventional learning was 10,94 which poor category, (3) that was significantly difference science’s learning outcomes between students who learned by course review horay method aid by design media and students who learned by conventional learning on fourth grade students on cluster V at Mendoyo district in academic year 2015/2016 (sig=4,860 > 2,021).keyword : Course review horay, learning outcome
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS PERTANYAAN GURU TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN BAHASA INDONESIA (KETERAMPILAN MEMBACA) TEMA CITA-CITAKU PADA SISWA KELAS IV SD DESA PEGUYANGAN ., Ida Ayu Agung Dian Agathi; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5171

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan membaca) antara kelompok siswa kelas IV SD Desa Peguyangan Tahun Ajaran 2014/2015 yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis pertanyaan guru dengan jawaban tertunda dan siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis pertanyaan guru dengan jawaban segera. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen dengan rancangan The Static Group Pretest-Postest. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas IV SD Desa Peguyangan yang berjumlah 561 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling. Data hasil belajar Pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan membaca) siswa dikumpulkan dengan instrumen test pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung= 2,66 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,00. Hal ini berarti thitung> ttabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan membaca) antara siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan guru dengan jawaban tertunda dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan guru dengan jawaban segera. Skor rata-rata yang diperoleh dari hasil belajar siswa yaitu = 73,31 berada pada kategori sangat tinggi dan 65,91 berada pada kategori tinggi. Jadi pendekatan saintifik dalam pembelajaran berbasis pertanyaan guru dengan jawaban tertunda dan pendekatan saintifik dalam pembelajaran berbasis pertanyaan guru dengan jawaban segera berpengaruh terhadap hasil belajar Pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan membaca) pada siswa kelas IV SD Desa Peguyangan.Kata Kunci : pendekatan saintifik, berbasis pertanyaan guru, keterampilan membaca Abstract This research was aimed to know the difference of Indonesian language learning outcome (reading skill) between group of class IV students SD Desa Peguyangan 2014/2015 that were learn through scientific approach based teacher question with pending answer and students that were learn through scientific approach based teacher question with direct answer. Type of this research was experiment with the static group pretest-postest design. Population of this research were all of the students of class IV SD Desa Peguyangan in amount of 561 student. The sample of this research was determine by random sampling technique. The data of bahasa Indonesia learning outcome (reading skill) was collected by multiple choice test. The outcome of the research showed that taritmatic = 2,66 and ttabel (at 5% significancy target) = 2,00 that meant tarithmatic > ttabel. So could be concluded that there was significant difference of bahasa Indonesia learning outcome (reading skill) between students that were learn by scientific approach based teacher question pending answer and student that were learn by scientific approach based teacher question direct answer average score that were ganed from students learning result was = 73,31 at highest category and 65,91 at high category. So scientific approach on learning procces based teacher question with pending answer and scientific with direct answer influenced with bahasa Indonesia learning (reading skill) at the student of class IV SD Desa Peguyangan.keyword : scientific approach, teacher question, and reading skill
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF IPA SISWA KELAS V SD ., Made Indrieta Sari; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan aktivitas dan hasil belajar kognitif IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Course Review Horay dan kelompok siswa yang dibelajarkan bukan dengan model pembelajaran Course Review Horay. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain post test only control group desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelompok siswa kelas V di Gugus VII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa 93 orang siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas V SDN 2 Banjar Bali dan SDN 1 Kampung Kajanan. Data aktivitas dan hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan metode observasi menggunakan instrumen lembar observasi aktivitas belajar dan metode tes menggunakan instrumen tes hasil belajar IPA. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif dan uji-t dengan rumus polled varians. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan aktivitas dan hasil belajar kognitif IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Course Review Horay dan kelompok siswa yang dibelajarkan bukan dengan menggunakan model pembelajaran Course Review Horay. Hal ini ditunjukan oleh hasil uji-t pada aktivitas belajar IPA adalah thitung =32,88 > ttabel = 1,68 dan hasil uji-t pada hasil belajar IPA adalah thitung =71,50 > ttabel = 1,68. Temuan yang diperoleh dengan menggunakan model pembelajaran Course Review Horay adalah membuat siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi menyenangkan.Kata Kunci : Course Review Horay, aktivitas belajar, hasil belajar This research aims to determine the significant difference toward activity and cognitive science learning outcomes of students between students who were taught by Course Review Horay and students who were not taught by Course Review Horay. This study was a quasi-experimental study. The design of this research was Post-test only control group design. Population of this research were all of fifth grade students of state VII elementary school at Buleleng Sub-District in academic year 2016/2017 with total population of 93 students. The sample of this research was fifth grade students at SDN 2 Banjar Bali and SDN 1 Kampung Kajanan. The data of activities and science learning outcomes of students was obtained by observation method using observation sheet instrument of learning activity as well as test method by using the test results of the evaluation of student science learning. The data analysis technique was used descriptive statistics analysis and t-test with polled variant formula. The result of this study showed that there were differences of activities and cognitive science learning outcomes of students between students who were taught by Course Review Horay and students who were not taught by Course Review Horay. Based on the test results using t-test in science learning activities showed tcount = 32.88 > ttable = 1.68 and the result of t-test in science learning outcomes showed tvalue = 71.50 > ttable = 1.68. The conclusion of this research based on the data that is obtained by using the learning model Course Review Horay can improve students' activeness in the learning processes. In addition it makes the learning in the classroom become more fun.keyword : Course Review Horay, learning activities, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TYPE MURDER WITH METACOGNITIVE SCAFFOLDING (CLMMS) TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD L. Pt. Putrini Mahadewi, Km. Yeni Susani, I Wy. Romi Sudhita,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1334

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) deskripsi prestasi belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CLMMS, (2) deskripsi prestasi belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, dan (3) perbedaan prestasi belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CLMMS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD Gugus VI Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 185 siswa. Sampel penelitian ditetapkan sebanyak 2 kelas dengan jumlah 58 siswa, yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Data prestasi belajar dikumpulkan dengan tes prestasi belajar IPA berbentuk pilihan ganda. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Semua pengujian statistik dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa prestasi belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CLMMS berada pada kualifikasi sangat tinggi (M = 20,93; s = 4,18), sedangkan prestasi belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional berada pada kualifikasi sedang (M = 14,52; s = 4,21). Hasil uji hipotesis dengan uji-t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CLMMS  dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (thitung >  ttabel, 5,82 > 2,00). Dengan demikian, model pembelajaran CLMMS berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA siswa SD kelas V di Gugus VI Kecamatan Buleleng.   Kata-kata kunci: model pembelajaran CLMMS dan prestasi belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TGT DENGAN BANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Dewa Bagus Putu Diva Ariesta; ., I Nyoman Arcana,SST., M.Pd.; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelas yang menerapkan model pembelajaran TGT dengan bantuan media audio visual dan kelas yang menerapkan model pembelajaran konvenional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only with non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus III Kecamtan Buleleng, Kabupaten Buleleng yang berjumlah 129 siswa. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 74 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan tehnik simple random sampling dengan cara undian. Pengumpulan data dengan menggunakan tes hasil belajar dengan soal pilihan ganda yang berjumlah 30 butir. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistisk inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelas yang menerapkan model pembelajaran TGT dengan bantuan media audio visual dan kelas yang menerapkan model pembelajaran konvenional (thitung = 6,989 ; ttabel = 1,666). Rata – rata hasil belajar IPA dengan model pembelajaran TGT dengan bantuan media audio visual adalah 78.4 yang berada pada kriteria sangat tinggi. Sedangkan kelas yang belajar dengan model pembelajaran konvensional adalah 57,3 yang berada pada kriteria sedang. Jadi model pembelajaran TGT dengan bantuan media audio visual berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA.Kata Kunci : TGT, Media Audio Visual, Hasil Belajar This research was aimed in knowing the differences of the students’ scores of Science class between the students, who were taught by using TGT with audio visual aids and the students, who were taught by using conventional teaching model. This research was a quasi experimental research with post test only with non equivalent control group design. The population of this research was all of the fifth grade students of elementary Cluster III of Buleleng District, Buleleng Regency. The number of the population were 129 students. The samples of this study were 74 students. The samples of the study were determined by using simple random technique. The samples were choosen by using lottery. The data colection was done by using 30 mutiple-choice tests. The descriptive statistic and inferensial statistic a t-score was used in the data analysis. The result of the study showed that there was a significant diference of the Science scores of the students between the students, who were taught by using TGT with audio visual aids and the students, who were taught by using conventional teaching model (counted = 6,989 ; table = 1,666). The average score of the students, who were taught by using TGT with audio visual aids, was 78.4. This average score is in high criteria. Meanwhile, the average score of the students, who were taught by using conventional teaching method, was 57.3. This average score is in moderate criteria. Therefore, TGT with audio visual aids teaching method influenced the students’ score in Science class.keyword : TGT, Audio Visual Media, Learning Results.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA GRAFIS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SEKOLAH DASAR ., Ni Wayan Januk Parwati; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan media grafis, (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (3) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan media grafis dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 148 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling. Sampel penelitian yaitu siswa kelas IV SD Negeri 2 Culik dan siswa kelas IV SD Negeri 3 Culik. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan tes objektif pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 23,81 berada pada kategori sangat tinggi, (2) skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok kontrol adalah 16,65 berada pada kategori sedang, (3) hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung 6,31 > ttabel 2,021) ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan media grafis dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model make a match, hasil belajar This research aims to (1) describe the science learning outcomes group of students that learned with cooperative learning model make a match-aided graphic media, (2) describe the science learning outcomes group of students that learned with conventional learning model, (3) determine differences in science learning outcomes among the group of students that learned with cooperative learning model make a match-aided graphic media and groups of students that learned with conventional learning models to students fourth grade in cluster IV Abang district Karangasem regency in the academic year 2015/2016. This research is a quasi-experimental with non-equivalent posttest only control group design. The population was all students in fourth grade in cluster IV Abang district Karangasem regency in the school year 2015/2016, amounting to 148 students. Sample that taken by sampling random technique. The research sample that fourth grade students of SD Negeri 2 Culik and fourth grade students of SD Negeri 3 Culik. Science learning outcome data were collected using an objective test of multiple choice form. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The results showed that (1) the average score of science learning outcomes experimental group was 23.81 are at very high category, (2) the average score of science learning outcomes control group was 16.65 in middle category, (3) results of t-test analysis, obtained tcount is bigger than ttable (tcount=6,31>ttable=2,021) this means that there are significant differences between the science learning outcomes of students that learned with cooperative learning model make a match-aided graphic media and groups of students that learned with conventional learning model.keyword : model make a match, learning outcomes
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SD Negeri 4 Banjar Semester I Tahun Pelajaran 2014/2015 ., Made Suri Ardani; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA pada siswa kelas III SD Negeri 4 Banjar tahun pelajaran 2014/2015 setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe think pair share. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri 4 Banjar pada semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015. Metode tes digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitiann analisis data daat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III SD Negeri 4 Banjar semester I tahun pelajaran 2014/2015. Hal ini ditunjukkan oleh rata-rata hasil belajar pada siklus I 61,39 dengan kategori sedang dan siklus II 69,17 dengan kategori tinggi. Daya serap siklus I 61% dan siklus II 69%. Ketuntasan belajar siklus I 78,57% dan siklus II 88,89%. Hal ini terbukti telah melampaui dari yang diharapkan yaitu rata-rata 56 dengan kategori tinggi, daya serap 56%, dan ketuntasan klasikal 85%. Kata Kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe think pair share, hasil belajar IPA This study was aimed at finding out the improvement in science learning achievement of the third grade students at SD Negeri 4 Banjar in the 2014/2015 academic year after implementing think pair share cooperative learning model. This study was a classroom action research with two cycles. The subjects were the third grade students of SD Negeri 4 Banjar in the odd semester of the 2014/2015 academic year. Test method was used to collect data on learning achievement and analyzed descriptive-qualitatively. Based on the results and data analysis it can be concluded that the implementation of think pair share cooperative learning model could improve the science learning achievement of the third grade students of SD Negeri 4 Banjar in the first semester in the 2014/205 academic year. This is shown by the average score in learning achievement of 61.39 in cycle I ( falling into medium category) and 69% in cycle II. The completeness level of learning was 78.57% in cycle I and became 88.89% in cycle II. This has proven to exceed the expected average of 56 (falling into high category, absorption level of 56%, and classical completeness level of learning of 85%.keyword : think pair share cooperative learning model, science learning achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN MATEMATIKA SISWA KELAS V ., Ni Made Sri Rahayu; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran snowball throwing berbantuan media konkret terhadap kompetensi pengetahuan matematika pada siswa kelas V SD Gugus Srikandi Denpsar Timur tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental yaitu quasi eksperiment (Eksperimen Semu), dengan rancangan yang digunakan adalah the nonequivalent pretest-posttest control group design dengan sampel sebanyak 62 siswa kelas V SD Gugus Srikandi Denpasar Timur Pelajaran 2016/2017. Di dapat dua sampel yang telah diundi yaitu satu kelompok ekspreimen dan satu kelompok kontrol. Kelas VA SD Negeri 5 Sumerta sebagai kelompok eksperimen dan kelas VA SD Negeri 10 Sumerta sebagai kelompok kontrol. Pembelajaran di kelas eksperimen dan kontrol sama-sama diberikan sebanyak 6 kali, dan diberikan pos-test untuk mengetahui kompetensi pengetahuan matematika. Data kompetensi pengetahuan matematika dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif bentuk pilihan ganda biasa. Setelah data dari kedua kelompok berdistribusi normal dan homogen, selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan uji-t yang menunjukkan thitung=7,688 dan ttabel=2,000 dengan dk=60(n1+n2-2=31+31-2=60) dan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan kriteria pengujian, thitung>ttabel (7,688>2,000), maka Ha diterima dan H0 ditolak. Rata-rata kompetensi pengetahuan matematika siswa kelas V pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (79,56>67,31). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran snowball throwing berbantuan media konkret berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan matematika siswa kelas V SD Gugus Srikandi Denpasar Timur Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : model snowball throwing, media konkret, kompetensi pengetahuan matematika. The study aims to determine the influence of the snowball throwing aided the media concrete to the competence of mathematical knowledge to students in class V SD Gugus Srikandi Denpasar East of the lessons 2016/2017. The type of research being done in this research is research the applicability to the design experimental that is quasi experiment (experiment semu). The designs used is the nonequivalent pretest-posttest control group design with samples as much 62 stundents in class V SD Gugus Srikandi Denpasar East of the lessons 2016/2017. In two samples that have been drawn is on of the experiment and a control group. Class Va SD Negeri 5 Sumerta as the experiment and class Va SD Negeri 10 Sumerta as a control group. Learning in the classroom experiments and control given as many as six times and given pos-test the last to know of mathematical knowledge. Data of mathematical knowledge collected by using the multiple choice. After the data from the two groups berdistribusi a normal and homogeneous, the tested the hypothesis with uji-t the show thitung=7,688 dan ttabel=2,000 with dk=60(n1+n2-2=31+31-2=60) and the standard of signifikansi 5%. Based on the criteria for testing, thitung>ttabel (7,688>2,000), then Ha be accepted and Ho be rejected. An average of mathematical knowledge students in 5th grade in the experiment higher than the control group (79,56>67,31). Thus it can be concluded that the implementation of the learning snowball throwing aided the media concrete impact on the competence of mathematics in class V SD Gugus Srikandi Denpasar East of the lessons 2016/2017keyword : snowball throwing model, concrete media, of math knowledge

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue