cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH METODE PREDICT OBSERVE EXPLAIN TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD DI GUGUS II SANTALIA KECAMATAN KUBUTAMBAHAN ., Putu Edi Sastrawan; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. Gede Raga, M.Si
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi dan perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan metode poe dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Tahun Pelajaran 2013/2014 di Gugus II Santalia Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen (quasi experiment). Populasi yang digunakan adalah seluruh kelas IV SDN yang ada di gugus II Santalia, Kecamatan Kubutambahan, dengan jumlah siswa 179 orang. Sampel penelitian ini adalah kelas IV SD Negeri 2 Kubutambahan sebagai kelas eksperimen dan kelas IV SD Negeri 7 Kubutambahan sebagai kelas kontrol. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling. Data prestasi belajar IPS siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes Obyektif. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik infrensial (uji-t). Berdasarkan analisis data, kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode Poe memiliki skor rata-rata 31,80, sedangkan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional memiliki skor rata-rata 27,53. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t, diperoleh Dapat disimpulkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan metode Poe dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Tahun Pelajaran 2013/2014 Di Gugus II Santalia Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : predict observe exsplain, prestasi belajar This research aimed on knowing significant difference between students who taught with POE methode to students who taught with conventional technique in learning IPS education achievement of grade five SD on academic years 2013/2014 in Gugus II Santalia Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng. It is quasi experiment research with 179 population from all year five students. Sample of research from year five in SD Negeri 2 Kubutambahan as experiment class and year five students from SD Negeri 7 Kubutambahan as controlled class. Sample of research was selected randomly. Data was gathered by using essay test. Data was analyzed by using statistic descriptive and inferential statistic analysis. Based on data analysis, those who taught using poe methode achieved 31,80 score average. Meanwhile those who taught by using convensional technique achieved 27,53. Based on uji-t counting shown that In counclusion, there is significant diference between group of student who taught technique in their IPS learning achievement of grade five SD on academic 2013/2014 in Gugus II Santalia Kecamatan Kubutambahan.keyword : predict observe exsplain, learning achievement.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN PENILAIAN PROYEK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN IPA DAN KEMAMPUAN PENALARAN TEMA CITA-CITAKU SISWA KELAS IVA SDP NEGERI TULANGAMPIANG DENPASAR ., Ni Luh Putu Sri Dharma Ningsih; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Meningkatkan hasil belajar keterampilan IPA dan (2) Kemampuan penalaran siswa, dimana kedua variabel terikat ini ditingkatkan melalui penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek pada siswa kelas IVA SD Pembina Negeri Tulangampiang Denpasar. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IVA sebanyak 31 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Data mengenai hasil belajar keterampilan IPA dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan data hasil kemampuan penalaran siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Kedua data ini dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata persentase hasil belajar keterampilan IPA secara klasikal yaitu 77,42% pada siklus I dengan kategori “sedang” dan pada siklus II menjadi 93,55% dengan kategori “sangat tinggi”. Sedangkan untuk hasil kemampuan penalaran siswa diperoleh rata-rata persentase secara klasikal yaitu 64,52% pada siklus I dengan kategori “sedang” dan pada siklus II menjadi 80,65% dengan kategori “tinggi”. Dapat disimpulkan terjadi peningkatan hasil belajar keterampilan IPA sebesar 16,13% dari siklus I ke siklus II kemudian kemampuan penalaran siswa terjadi peningkatan sebesar 16,13% dari siklus I ke siklus II. Dengan demikian, hasil belajar keterampilan IPA dan kemampuan penalaran siswa mengalami peningkatan melalui penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek pada siswa kelas IVA SD Pembina Negeri Tulangampiang Denpasar.Kata Kunci : pendekatan saintifik, penilaian proyek, hasil belajar keterampilan IPA, dan kemampuan penalaran siswa. This research aims to (1) Improve learning outcomes science skills and (2) Improve student’s reasoning ability, where both of this variable is enhanced through the application of scientific approach to the assessment of the project at IVA grade students of SD Pembina Negeri Tulangampiang Denpasar. The type of this research is a Class Action Research (CAR) conducted in two cycles. The subjects were students of class IVA grade students of SD Pembina Negeri Tulangampiang Denpasar as many as 31 students consisting of 12 male students and 19 female students. Data of learning outcomes science skills were collected using the method of observation and data of student’s reasoning ability were collected using the test method. Both of these data were analyzed using quantitative descriptive method. Based on the analyzed of data obtained by the average percentage of learning outcomes science skills in the classical are 77.42% in the first cycle with the category of "moderate" and the second cycle into 93.55% the category of "very high". As for the results of student’s reasoning ability obtained by the average percentage in the classical are 64.52% in the first cycle with the category of "moderate" and the second cycle into 80.65% by category "high". We can conclude there was an increase of learning outcomes science skills for 16.13% from the first cycle to the second cycle and then, there was an increase also of student’s reasoning ability are 16.13% from the first cycle to the second cycle. Thus, learning outcomes science skills and student’s reasoning ability has increased through the application of scientific approach to the assessment of the project at IVA grade students of SD Pembina Negeri Tulangampiang Denpasar.keyword : scientific approach, assessment of the project, learning outcomes science skills, and student’s reasoning ability.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR IPS ., I Nyoman Nitya Hariata; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan media powerpoint dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimen), dengan desain Non Equivalen post test only control group desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Gugus X Kecamatan Buleleng yang berjumlah 132 siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas V SDN 1 Kaliuntu berjumlah 28 siswa dan kelas V SDN 3 Kaliuntu berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode tes. Istrumen pengumpulan data yang digunakan berupa tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan tehnik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t dengan rumus polled varians. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan media powerpoint dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus X Kecamatan Buleleng. Hal ini ditunjukan oleh thitung (3,813) > ttabel (2,000). Selanjutnya, rata-rata skor hasil belajar IPS menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan media powerpoint adalah 20,15 lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar IPS menggunakan pembelajaran konvensional adalah 16,07. Dengan demikian, model pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan media powerpoint berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD di Gugus X Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Ajaran 2016/2017. Kata Kunci : Problem Based Instruction, Powerpoint, Hasil Belajar IPS. This study aims to determine the differences of IPS learning outcome between group of students who are taught by using Powerpoint assisted Problem Based Instruction learning model and group of students who are taught by using conventional learning model. This is Quasi-Experimental research, this study uses Non Equivalent post - test only control group design. The population of this research is all of the 5th grade of elementary school in Gugus X Buleleng district, having 132 students. The sample of this research is 5th grade students of SDN 1 Kaliuntu which consists of 28 students and 5th grade of SDN 3 Kaliuntu which consists of 32 students. Data collection in this study was conducted using the test method. The data collection instrument used is a multiple choice test. The data collection is analyzed by using two forms of statistical analysis, namely descriptive statistic analysis and inferential statistic t – test analysis with polled varians formula. The result shows that there is a difference of IPS learning outcome between group of students who are taught by using powerpoint assisted Problem Based Instruction learning model and group of students who are taught by using conventional learning model of 5th grade elemntary students in Gugus X Buleleng district. This is indicated by thitung(3,813) >ttabel (2,000). Moreover, the mean score of learning outcome by using Powerpoint assisted Problem Based Instruction learning model is 20,15 which is higher than the mean of using conventional learning model, 16,07. Therefore, PowerPoint assisted Problem Based Instruction learning model has an significant effect toward IPS learning outcome of 5th grade elementary school students in Gugus X Buleleng district, Buleleng Regency in 2016/2017 academic year.keyword : Problem Based Instruction, PowerPoint, IPS learning outcome.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS IV SD GUGUS 2 TAMPAKSIRING I Kt. Adnyana Putra, Ni Luh Pt. Eka Puspitasari, I Md. Putra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1193

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Gugus 2 Tampaksiring antara kelompok siswa yang belajar menggunakan Strategi Pembelajaran PQ4R dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional, (2) perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi kelas IV SD Gugus 2 Tampaksiring antara kelompok siswa yang belajar  menggunakan  Strategi Pembelajaran PQ4R dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional, (3) perbedaan yang signifikan  hasil belajar PKn siswa yang memiliki motivasi belajar rendah kelas IV SD Gugus 2 Tampaksiring antara kelompok siswa yang belajar  menggunakan  Strategi Pembelajaran PQ4R  dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional, dan (4) interaksi antara strategi pembelajaran PQ4R dan motivasi belajar terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Gugus 2 Tampaksiring. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar PKn siswa yang mengikuti strategi pembelajaran PQ4R lebih tinggi yaitu 92,00% dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional 80,00%, terdapat perbedaan yang signifikan siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi antara siswa yang mengikuti strategi pembelajaran PQ4R yaitu 92,00% dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional yaitu 82,00%. terdapat perbedaan yang signifikan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah antara siswa yang mengikuti strategi pembelajaran PQ4R yaitu 82,00% dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional 65,00%, dan terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar PKn dengan nilai Fhit = 2,85 dan Ftab dengan taraf siginifikansi 5% adalah 1,98 sehingga thit > ttab. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Strategi Pembelajaran Preview, Question,Rread, Reflect, Recite, and Review (PQ4R) dan Motivasi Belajar berpengaruh terhadap Hasil Belajar PKn Siswa Kelas IV SD Gugus 2 Tampaksiring Tahun Ajaran 2012/2013. Kata-kata kunci : Strategi PQ4R, Motivasi belajar, dan Hasil Belajar PKn
MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERBASIS PENILAIAN KINERJA BERPENGARUH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF BELAJAR PKN SISWA KELAS V SD GUGUS SRIKANDI DENPASAR ., I Komang Hary Sudawan; ., Drs. I Made Suara, M.Pd; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kemampuan berfikir kreatif belajar PKn antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) berbasis penilaian kinerja dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Srikandi Denpasar Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain yaitu “Nonequivalent Control Group Design”. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus Srikandi Denpasar Tahun Pelajaran 2013/2014 dari 8 sekolah dasar dan 16 kelas yang berjumlah 581 siswa. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling yaitu siswa kelas Va SD N 10 Sumerta yang berjumlah 33 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas Va SD N 5 Sumerta sebagai kelas kontrol yang berjumlah 30 orang. Data kemampuan berfikir kreatif belajar PKn siswa di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol dikumpulkan dengan menggunakan tes esay. Tes kemampuan berfikir kreatif belajar PKn siswa diberikan pada saat post test secara tertulis. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa berdasarkan hasil analisis uji-t diketahui terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berfikir kreatif belajar PKn siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) berbasis penilaian kinerja dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Srikandi Denpasar Tahun Pelajaran 2013/2014, dengan nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kontrol (75,04 > 68,33) dan hasil analisis uji-t diketahui thitung = 4,273 > ttabel (α = 0.05, 61) = 2.00. Dengan demikian berarti model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) berbasis penilaian kinerja berpengaruh terhadap kemampuan berfikir kreatif belajar PKn siswa kelas V SD Gugus Srikandi Denpasar Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Group Investigation (GI), Kemampuan Berfikir Kreatif This study aims to determine significant differences study Civics creative thinking ability among students that learned through cooperative learning model group investigation (GI) based performance assessment with students that learned through conventional teaching in class of V SD Gugus Srikandi Denpasar Academic Year 2013/2014. This research is a quasi experimental design that is " Nonequivalent Control Group Design ". The study population was all students of class V SD Gugus Srikandi Denpasar Academic Year 2013/2014 of 8 primary schools and 16 classes totaling 581 students. Samples were taken by purposive sampling technique grade students of SD N 10 Sumerta Va. , amounting to 33 people as a class experiment and students class of Va N 5 Sumerta as control classes totaling 30 people . Data creative thinking ability of students to learn in civics class in experimental and control classes were collected using essay tests . Tests of creative thinking ability of students learning civics test administered at the time of writing the post . The data were then analyzed using t-test . The results of this study indicate that based on the results of t-test analysis is known there are significant differences study Civics creative thinking ability of students that learned through cooperative learning model group investigation (GI) based performance assessment with students that learned through conventional teaching in class of V SD Gugus Srikandi Denpasar Academic Year 2013/2014, with an average value of the experimental group is higher than control group ( 75.04 > 68.33 ) and the results of t-test analysis of thitung = 4.273 > ttable (α=0:05,61) = of 2.00. Thus means cooperative learning model group investigation (GI) based performance assessment affect the ability of creative thinking of students learning civics class of V SD Gugus Srikandi Denpasar Academic Year 2013/2014.keyword : Group Investigation (GI), Creative Thinking Ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERMUATAN TRI HITA KARANA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV ., I Wayan Weda Gustana P; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran SAVI bermuatan Tri Hita Karana terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD di Gugus III Kecamatan Kintamani. Penelitian ini tergolong quasi experiment dengan rancangan non equivalen post-test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri di Gugus III Kintamani. Sampel penelitian adalah siswa kelas IV SDN Banua dan SDN Katung yang dipilih dengan teknik random sampling. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan metode tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 18,46 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,02. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran SAVI bermuatan Tri Hita Karana dan kelompok yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hasil perhitungan rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 17,7 lebih besar daripada rata-rata hasil belajar IPA kelompok kontrol yaitu 12,6. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran SAVI bermuatan Tri Hita Karana berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD di Gugus III Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : hasil belajar IPA, SAVI, Tri Hita Karana This research aims to determine the effect of SAVI learning model with Tri Hita Karana on learning outcomes IPA IV grade students in Cluster III Kintamani district. This research is classified as quasi-experimental design with non equivalent post-test only control group design. The population were all IV grade students of State in Cluster III Kintamani. The research sample was grade IV SDN Banua and SDN Katung selected by random sampling technique. IPA student learning outcomes data collected by the method of multiple choice tests. Data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). Based on the analysis of data, obtained thitung = 18.46 and ttabel (at significance level of 5%) = 2.02. This means that thitung > ttabel so that it can be interpreted that there are significant differences between the IPA learning outcomes following study groups with SAVI learning model with Tri Hita Karana and the following study groups with conventional models. Judging from the calculation of the average learning outcomes IPA experimental group was 17.7 higher than average learning outcomes IPA 12.6 in the control group. Thus, it can be concluded that the application of learning models SAVI with Tri Hita Karana effect on learning outcomes IPA IV grade students in Cluster III Kintamani district in the academic year 2015/2016.keyword : learning outcomes IPA, SAVI, Tri Hita Karana
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NHT BERBASIS CONCEPT MAPPING TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS IV SD ., Ni Luh Gede Manik Vira Yanti; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis concept mapping dengan kelompok yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada kelas IV SD Gugus Teuku Umar Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian yang digunakan rancangan kelompok non ekuivalen. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas IV SD Gugus Teuku Umar Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2016. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah kompetensi pengetahuan IPA yang dianalisis dengan uji-t. Setelah diuji dengan uji-t , didapat thitung=2,444 pada taraf signifikansi 5% ( =0,05) dengan dk=44+45–2 dan ttabel(α=0,05)=2,000. Berdasarkan kriteria pengujian thitung =2,444 > ttabel(α=0,05) =2,000, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis concept mapping dengan kelompok yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus Teuku Umar Denpasar Barat tahun ajaran 2016/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata gain skor kompetensi pengetahuan IPA yang diperoleh kelompok eksperimen, yaitu 0,45 dan rata-rata gain skor kompetensi pengetahuan IPA yang diperoleh kelompok kontrol, yaitu 0,34. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis concept mapping terhadap kompetensi pengetahuan IPA pada siswa kelas IV SD Gugus Teuku Umar Denpasar Barat tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe NHT, concept mapping, kompetensi pengetahuan IPA This research aimed to determine the significant differences result of science knowledge competence between group who learned through cooperative learning model type NHT with concept mapping basis and the group who learned through conventional learning in the fourth grade students of SD Gugus Teuku Umar West Denpasar in 2016/2017 year of study. This research was quasy exsperiment which used non-equivalent group design. The population of this research was all students of fourth grade in SD Gugus Teuku Umar West Denpasar in 2016/2017 year of study. The samples were taken by a random sampling technique. The data that were collected was the result of science knowledge competence and the data were analyzed by t-test. After being tested by t-test, it is obtain that thitung in amount of 2,444 and in 5% ( =0,05) of significant standard with dk=44+45–2 is obtained that ttabel(α=0,05)=2,000. According to the test criterion of thitung =2,444 > ttabel(α=0,05) =2,000, then Ho rejected and Ha accepted. Therefore, there is significant differences result of science knowledge competence between group who learned through cooperative learning model type NHT with concept mapping basis and the group who learned through conventional learning in the fourth grade students of SD Gugus Teuku Umar West Denpasar in 2016/2017 year of study. The result of this research show that the average gain score of science knowledge competence obtained by experiment group is 0,45 and the average gain score of science knowledge competence obtained by control group is 0,34. The conclusion of this research is there are influence of cooperative learning model type NHT with concept mapping basis to science knowledge competence for students in the fourth grade students of SD Gugus Teuku Umar West Denpasar in 2016/2017 year of study.keyword : cooperative learning model type NHT, concept mapping, science knowledge competence
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 ANTOSARI KECAMATAN SELEMADEG BARAT KABUPATEN TABANAN ., Dyah Ayu Widyastuti; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3844

Abstract

ABSTRAK Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas IV SD Negeri 2 Antosari Kecamatan Selemadeg Barat Kabupaten Tabanan, setelah penerapan model pembelajaran Probing Prompting. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 2 Antosari yang berjumlah 19 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Metode tes digunakan untuk mengumpulkan data prestasi belajar siswa. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam siklus-siklus. Setiap siklus dikembangkan tahapan-tahapan kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa dengan rata-rata secara klasikal pada tahap observasi awal sebesar 61% yang berada pada kategori kurang dengan keterangan tidak tuntas. Pada siklus I rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 69%. Terjadi peningkatan sebesar 8% yang berada pada kategori cukup dengan keterangan cukup tuntas. Pada siklus II rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 78%. Terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 9% yang berada pada kategori baik dengan keterangan tuntas. Dengan demikian model pembelajaran Probing Prompting dapat meningkatkan prestasi belajar IPA. Kata Kunci : pembelajaran probing prompting, prestasi belajar IPA Classroom Action Research aims to determine the learning achievement of Natural Science Elementary School fourth grade students 2 Antosari Tabanan District of West Selemadeg, after application of learning models Probing Prompting. The subjects of this study were fourth grade students of SD Negeri 2 Antosari totaling 19 people. The data collection technique used is the test method. Test methods used to gather data student achievement. Classroom action research was carried out in cycles. Each cycle developed stages of activities including planning, action, observation and reflection. Data analysis was performed by descriptive-quantitative technique. The results showed that student achievement with an average in the classical stage of preliminary observations by 61% which is in the category less with incomplete information. In the first cycle the average student achievement by 69%. An increase of 8%, which is in the category with enough information thoroughly enough. In the second cycle the average student achievement by 78%. There was an increase from the first cycle to the second cycle of 9% that are in both categories with complete description. Thus Probing Prompting learning model can improve the performance of learning science. keyword : probing prompting learning, science learning achievement
PENGARUH MODEL COOPERATIVE LEARNING TYPE MURDER WITH METACOGNITIVE SCAFFOLDING (CLMMS)TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD I Wyn Widiana, I Nym Berata, Ni Nym Kusmariyatni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.834

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model cooperative learning type MURDER with metacognitive scaffolding (CLMMS) dan siswa yang mengikuti model konvensional pada siswa kelas V. Populasi penelitian adalah siswa kelas V di Gugus III Kecamatan Selat tahun pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian yaitu siswa kelas V SD Negeri 3 Peringsari yang berjumlah 30 dan siswa kelas V SD Negeri 4 Peringsari yang berjumlah 30. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Data dikumpulkan dengan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda dengan jumlah soal 35. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil belajar IPA hasil  thit = 3,203 dan ttab =  2,021 pada taraf signifikansi 5%, yang berarti thit > ttab. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti model CLMMS dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Dari rata-rata hitung, diketahui kelompok eksperimen adalah 24,36 tergolong katagori tinggi dan kelompok kontrol adalah 21,06 tergolong katagori tinggi. Hal ini berarti skor rata-rata pada kelompok eksperimen lebih besar dari skor rata-rata pada kelompok kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran CLMMS berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD semester genap Tahun Pelajaran 2012/2013 di Gugus III Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.   Kata kunci: cooperative MURDER, metacognitive, hasil belajar
PENGARUH PROBING-PROMPTING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS DENGAN KOVARIABEL MOTIVASI BERPRESTASI PADA SISWA KELAS IV ., I Made Bagus Susila Putra; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Probing-Prompting dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan dilakukan kontrol terhadap kovariabel motivasi berprestasi pada siswa kelas IV di SD Gugus VI Kecamatan Buleleng. Populasi penelitian adalah kelas IV di Gugus VI Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 130 siswa. Sampel penelitian yaitu kelas IV SDN 1 Kampung Baru yang berjumlah 23 siswa dan kelas IV SDN 2 Kampung Baru yang berjumlah 22 siswa. Data skor hasil belajar IPS dikumpulkan dengan instrumen tes pilihan ganda dan data skor motivasi berprestasi dikumpulkan dengan instrumen kuesioner. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji ANAVA, uji ANAKOVA, dan uji korelasi Product Moment). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil belajar IPS kelompok eksperimen adalah 14,50 lebih besar dari rata-rata skor hasil belajar IPS kelompok kontrol adalah sebesar 9,56. Ketiga hipotesis penelitian diuji dengan taraf signifikansi 5%. Sebelum dilakukan kontrol terhadap motivasi berprestasi didapatkan Fhitung = 29,062. Kemudian, setelah motivasi berprestasi dikontrol didapatkan Fhitung = 14,703 dan korelasi antara motivasi berprestasi dan hasil belajar IPS dengan thitung = 9,670. Hal ini membuktikan bahwa, tetap terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Probing-Prompting dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional setelah motivasi berprestasi dikontrol. Kata Kunci : Probing-Prompting, hasil belajar IPS, motivasi berprestasi This research aimed to analyze the differences in the social science learning outcomes between groups of students that learned with Probing-Prompting learning model and groups of students that learned with conventional learning model by controlling for covariable achievement motivation in the fourth grade students in elementary school cluster sixth district of Buleleng. The research population is a fourth class in sixth cluster district of Buleleng in the academic year 2015/2016, amounting to 130 students. The research sample is fourth class in elementary school 1 Kampung Baru amounting to 23 students and fourth class in elementary school 2 Kampung Baru, amounting to 22 students. The social science learning outcomes score data collected by multiple choice-test instrument and achievement motivation score data collected by questionnaire instrument. Data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (ANOVA test, ANACOVA test, and Product Moment correlation test). The results showed that average scores of social science learning outcomes the experimental group was 14,50 higher than the average score of social science learning outcomes the control group amounted to 9,56. These three research hypotheses were tested with a significance level of 5%. Before controlling for achievement motivation obtained Fcount = 29,062. Later, after achievement motivation obtained controlled Fcount = 14,703 and the correlation between achievement motivation and learning outcomes social science with t = 9,670. This proves that, still there is the differences in the socials science learning outcomes between groups of students that learned with Probing-Prompting learning model and groups of students that learned with conventional learning model after achievement motivation controlled. keyword : Probing-Prompting, social science outcomes, achievement motivation

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue