cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
Pengaruh Model Siklus Belajar 5E Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN Gugus Kompyang Sujana Kecamatan Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017 ., Putu Dian Cita Resty; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran siklus belajar 5E dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SDN Gugus Kompyang Sujana Tahun Ajaran 2016/2017. Desain penelitian ini adalah Penelitian Eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Gugus Kompyang Sujana Tahun Ajaran 2016/2017 Kecamatan Denpasar Barat yang berjumlah 643 orang. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVA SD N 8 Padangsambian dengan jumlah 38 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IVA SD N 2 Padangsambian dengan jumlah 38 siswa sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dalam bentuk tes objektif pilihan ganda biasa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitnung = 5,260 sedangkan pada taraf signifikansi 5% dan dk = 74 diperoleh nilai ttabel = 2,000 sehingga thitung =  5,260 > ttabel = 2,000. Berdasarkan kriterian pengujian, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Adapun nilai rata-rata hasil belajar IPA pada kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Siklus Belajar 5E adalah 86,58, sedangkan pada kelompok yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional adalah 77,95. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Siklus Belajar 5E terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Gugus Kompyang Sujana Kecamatan Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Siklus Belajar 5E, Hasil Belajar IPA This study aims to determine the significant differences in the mastery of science learning result of groups of students who are taught by the learning model of Learning Cycle 5E with groups of students who are taught by conventional learning model in fourth grade students SDN Gugus Kompyang Sujana West Denpasar Sub-district Lesson Year 2016/2017. The design of this research is a quasi-experimental research with nonequivalent control group design. The population of this research is all fourth graders of SDN Gugus Kompyang Sujana District of West Denpasar, amounting to 643 people. Samples were taken by random sampling technique. The sample in this research is the students of grade IVA SDN 8 Padangsambian with the number of 38 students as experimental group and fourth grade students SDN 2 Padangsambian with 38 students as control group. The data were collected using the test method in the form of a standard multiple-choice objective test. The data obtained were analyzed using the t-test. The result of data analysis obtained thitung = 5,260 while at 5% significance level and dk = 74 obtained ttable value = 2,000 so thitung = 5,260> ttable = 2,000. Based on the test criteria, Ho is rejected and Ha accepted. The average score of science learning result in the group that was studied with Learning Cycle 5E was 86.58, while in the group taught by conventional learning was 77.95. Based on these results can be concluded that there is influence of learning model Learning Cycle 5E on the mastery of science learning result of fourth grade students SDN Gugus Kompyang Sujana District West Denpasar Lesson 2016/2017.keyword : Learning Cycle 5E, science learning result
PENERAPAN MODEL HEURISTIC VEE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 14 DAUH PURI, DENPASAR BARAT ., Ni Wayan Astiti; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4126

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui penerapan model pembelajaran Heuristic Vee siswa kelas V SD Negeri 14 Dauh Puri, Denpasar Barat Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Desain penelitian adalah penelitian tindakan kelas model Gowin. Subjek penelitian adalah sebanyak 40 orang siswa kelas V SD Negeri 14 Dauh Puri Semester genap Tahun Ajaran 2013/2014. Data penelitian tentang hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Data dianalisis dengan dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan persentase hasil belajar pada siklus I sebesar 60,88 % berada pada kriteria sedang mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 70,38 % tergolong pada kriteria tinggi Tahun Ajaran 2013/2014. Simpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran Heuristic Vee dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 14 Dauh Puri, Denpasar Barat. Kata Kunci : Model Pembelajaran Heuristic Vee ,hasil belajar This study aims to find out the improvement of learning result of sains through application of teaching-learning model of Heuristic Vee at the student grade V of elementary school Negeri 14 Dauh Puri, Denpasar Barat in academic year of 2013 / 2014. This study was applied class action research that it has been conducted in two cycles. Research design was class action research by model of Gowin. Subject in this study were the student grade V of elementary school Negeri 14 Dauh Puri even semester in academic year of 2013/2014 by number of samples were 40 students. Research data on learning result was collected by using test method. Data then analyzed with quantitative descriptive. The data analyzed result showed procentage of learning result at first cycle is 60,88% in moderat category, then it experience improvement at second cyle become 70,38% in high category. So. It can ben concluded that teaching-learning model of Heuristic Vee can improve the learning result of sains in the student grade V of elementary school Negeri 14 Dauh Puri, Denpasar Barat in academic year of 2013/2014. keyword : Learning Model Of Heuristic Vee , Learning Result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STARTER EKSPERIMEN BERBASIS PENILAIAN PORTOFOLIO TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV GUGUS VIII KECAMATAN ABANG I G. A. Tri Agustiana, Ni Wyn. Reni Parwati, I Kt. Dibia
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.861

Abstract

AbstrakSelama ini, yang menjadi penyebab rendahnya hasil belajar IPA di SD yaitu modelpembelajaran yang diterapkan bersifat konvensional, interaksi antara guru dan siswakurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar padamata pelajaran IPA anatara siswa yang dibelajarkan dengan model starter eksperimenberbasis penilaian portofolio dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajarankonvensionala. Penelitian ini tergolong eksperimen semu (quasi eksperiment) denganmenggunakan desain non-equvalen post-test only control group. Populasi penelitian iniadalah seluruh siswa kelas IV semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SD GugusVIII Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem. Sekolah yang menjadi sampel penelitianyaitu SD 7 Bunutan sebagai kelas eksperimen dan SD 3 Bunutan sebagai kelas kontrol.Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda.Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistikinferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 2,15 dan ttab (pada tarafsignifikansi 5%) = 1,671. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat diinterpretasikanbahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikutipembelajaran starter eksperimen berbasis penilaian portofolio dan siswa yang mengikutipembelajaran konvensional. Diketahui x kelompok eksperimen adalah 24,08 dan xkelompok kontrol adalah 15,8. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modelpembelajaran starter eksperimen berbasis penilaian portofolio berpengaruh terhadaphasil belajar IPA siswa kelas IV semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SD GugusVIII Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem.Kata kunci: starter eksperimen, penilaian portofolio, hasil belajar
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS PORTOFOLIO TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENALARAN ., Ni Kadek Sri Erawati; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7014

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1)untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara kelompok yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis portofolio dengan yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik pada siswa kelas V SD gugus I Gusti Ngurah Rai Kecamatan Denpasar Timur, (2)untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara kemampuan penalaran tinggi dan rendah,(3)untuk mengetahui interaksi antara pendekatan saintifik berbasis portofolio dengan kemampuan penalaran terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPS. Rancangan analisis penelitian ini adalah rancangan faktorial 2x2.Faktor pemilahnya adalah variabel moderator kemampuan penalaran.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Kecamatan Denpasar Timur.Menentukan sampel penelitian ini menggunakan teknik Random Sampling. Data yang dikumpulkan adalah data kemampuan penalaran dan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS dengan instrumen tes berupa tes uraian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran pendekatan saintifik berbasis portofolio dengan siswa yang mengikuti pembelajaran pendekatan saintifik (FAhitung = 43, 98>F tabel(α = 0,05; 1,82)= 4,00), (2)tidak terdapat perbedaan yang siginifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara siswa yang memiliki kemampuan penalaran tinggi dan rendah (FB =0,30˂F tabel(α = 0,05; 1,82)) = 4,00) (3)terdapat interaksi pendekatan saintifik berbasis portofolio dan kemampuan penalaran terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPS (FAB = 91,48>F tabel(α = 0,05; 1,82)) = 4,00).Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendekatan saintifik berbasis portofolio terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPS ditinjau dari kemampuan penalaran siswa kelas V tema sejarah peradaban Indonesia SD gugus I gusti ngurah rai kecamatan denpasar timur. Kata Kunci : pendekatan saintifik berbasis portofolio, penguasaan kompetensi pengetahuan, kemampuan penalaranpenalaran The aims of this research are to know about (1)the significant differences of IPS knowledge competence mastery between the group that is learned by scientific approach based on Portofolio and that is learned by scientific approach to grade V students at elementary school Gugus I Gusti Ngurah Rai east Denpasar districts, (2)to know about the significant differences of IPS knowledge competence mastery between high and low of logical thinking ability, (3)to know about the interaction between scientific approach based on Portofolio by the logical thinking ability of IPS knowledge competence mastery. This research analysis program is the 2x2 factorial programs. The method of research is logical thinking ability of moderator variables.This research population is the whole students of grade V at elementary school Gugus I Gusti Ngurah Rai east Denpasar districts. To define this research sample used Random Sampling technique. The data that have been collective are the logical thinking ability and IPS knowledge competence mastery of data with the instrument examination like a written test.The research result shows that, there are the significant differences of IPS knowledge competence mastery between students who attend in learning scientific approach based on Portofolio and students who attend in learning scientific approach of (FAhitung = 43, 98>F tabel(α = 0,05; 1,82)= 4,00),There is no significant difference of IPS knowledge competence mastery between students who has high and low of logical thinking ability (FB =0,30˂F tabel(α = 0,05; 1,82)) = 4,00) (3) there is interaction of scientific approach based on Portofolio and the logical thinking ability to IPS knowledge competence mastery (FAB = 91,48>F tabel(α = 0,05; 1,82)) = 4,00). According to the invention, it can be concluded that there is an influence of scientific approach based on Portofolio to IPS knowledge competence mastery viewed from the logical thinking ability of grade V students by the theme Sejarah Peradaban Indonesia at elementary school Gugus I Gusti Ngurah Rai east Denpasar districts”. keyword : portofolio-based on scientific approach, mastery of competencies knowledge, reasoning skills
PENGARUH MODEL SELF-DIRECTED LEARNING BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJARIPA SISWA KELAS V ., I Komang Budi Hendrawan; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus IX Kecamatan Kintamani Tahun Pelajaran 2013/2014 antara yang belajar dengan model self-directed learning berbantuan peta konsep dan model konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain post test only with non equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Gugus IX Kecamatan Kintamani. Subjek penelitian ini diambil dengan teknik random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Berdasarkan hasil analisis data, rata-rata (M) hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen adalah 23,13 tergolong kriteria sangat tinggi, rata-rata (M) hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol adalah 17,38 tergolong kriteria sedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa kelas V SD di gugus IX Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2013/2014 antara yang belajar dengan model self-directed learning berbantuan peta konsep dan model konvensional. Kata Kunci : self-directed learning, hasil belajar, IPA This researc purpose ror to know the different learning result of natural science in V grade studens in elementary school IX gugus Kintamani subdistrict academic year 2013/2014 between learning by the model of self-directed learning helped cencept maps and konventional model. The kind of this research quasi eksperimental reaserch by design of post test only with non equivalent control group design. This research population is all the V grade studens in IX gugus Kintamani subdistrict. The subject of this research taken by random sampling technique. In data method collecting is using test method. Instrument data collecting using the result of learning test in form choise test. The collecting of data afterward analyzed by using descriptif statistics analysis and imnferential statistics. Based on data analysis result average score natural science studens learning eksperimental group are 23,13 clasified very high criteria, average score natural science studens learning group control is 17,38 clasified medium criteria. Thus can concluded that consist a highly sigificance differencenatural science result learning studen grade V elementary school in IX gugus Kintamani subdistrict academic year 2013/2014. Between whose learning by self-directed learning model helped concept maps and konventional model.keyword : self-directed learning, study result, natural science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS BERBASIS BUDAYA LOKAL BERBANTUAN MEDIA REALITA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V GUGUS KOMPYANG SUJANA ., Luh Ayu Purnawati; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Sains Berbasis Budaya Lokal Berbantuan Media Realita dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di Gugus Kompyang Sujana. Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain nonequivalen control group design. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA yang berupa nilai kognitif dengan materi Cahaya. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar dalam bentuk tes objektif. Data dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Sains Berbasis Budaya Lokal Berbantuan Media Realita dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 88, diperoleh ttabel sebesar 1,90 dan thitung sebesar 3,05. Sehingga thitung > ttabel dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima. Rata-rata hasil belajar IPA siswa kelas V yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran sains berbasis budaya lokal berbantuan media realita lebih dari siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional (57,45 > 47,81). Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Sains Berbasis Budaya Lokal Berbantuan Media Realita dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Sehingga, Model Pembelajaran Sains Berbasis Budaya Lokal Berbantuan Media Realita berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus Kompyang Sujana tahun ajaran 2013/2014. Kata Kunci : Model Pembelajaran Sains Berbasis Budaya Lokal, Media Realita, hasil belajar IPA, pembelajaran konvensional This study aimed to determine significant differences of learning result of science subject between students use models Science-Based Local Culture Learning Media Reality Assisted by students who take conventional learning on fifth grade of elementary students in Gugus Kompyang Sujana. This study design is quasi-experimental design with control group design nonequivalen. The population in this study is all of fifth grade of elementary students in Gugus Kompyang Sujana Denpasar Utara. Sample was taken by using purposive sampling technique. The data collected was the result of science learning, which is the cognitive value.The research instrument was using by the result of test in objective tests. Data were analyzed by t-test. The results showed that there were significant differences in learning result between students that learned science using models Science-Based Local Culture Learning Media Reality Assisted by students who take conventional learning. Hypothesis testing is performed at a significance level of 5% with df = 88, obtained ttable = 1.90 and tvalue 3.05. So tvalue > ttable. Therefore, Ho is rejected and Ha accepted. Average science learning result fifth grade students that learned to use a model science-based local culture learning media reality assisted that learned more than students using the conventional learning (57.45> 47.81). As the result, it can be concluded that there are significant differences in science learning result between students who learned with model-based science local culture learning media reality assisted by students who take conventional learning. Therefore, Model-Based Science Local Culture Learning Media Reality Assisted affects to the science learning result of fifth grade elementary school students Gugus Kompyang Sujana academic year 2013/2014. keyword : Science-Based Learning Model Assisted Local Culture, Media Reality, science learning result, conventional learning
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN PERKALIAN PECAHAN DESIMAL PADA SISWA KELAS V ., Made Suwariyasa; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i3.8649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Pembelajaran perkalian pecahan desimal di kelas V, (2) Kemampuan siswa menyelesaikan perkalian pecahan desimal, (3) Kendala yang dihadapi siswa dalam menyelesaikan perkalian pecahan desimal dan solusi mengatasi kendala tersebut. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Penarukan yang berjumlah 20 orang dan guru kelas V. Objek penelitian ini adalah (1) Pembelajaran perkalian pecahan desimal kelas V, (2) Kemampuan siswa menyelesaikan perkalian pecahan desimal, (3) Kendala yang dihadapi siswa dalam menyelesaikan perkalian pecahan desimal dan solusi mengatasi kendala tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Pembelajaran perkalian pecahan desimal termasuk dalam kategori baik dengan nilai 84, (2) Rata-rata hasil tes secara klasikal 59,9 dengan kategori rendah dengan indikator tertinggi adalah memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan operasi perkalian berbagai bentuk pecahan 55,25% dan indikator terendah adalah menentukan hasil operasi perkalian berbagai bentuk pecahan 88,5%, (3) Kendala yang dihadapi siswa yaitu lupa dengan konsep operasi perkalian pecahan desimal, lupa menaruh komang diakhir jawaban dan masih bingung dalam mengerjakan soal dalam bentuk soal cerita. Solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah memperbanyak latihan soal-soal mengenai perkalian pecahan desimal sehingga siswa lebih terlatih dan hafal dengan perkalian khususnya latihan soal cerita.Kata Kunci : matematika, kemampuan, perkalian pecahan desimal. This study aimed to describing: (1) Learning multiplication of decimal fractions in V grade,(2) The students' ability in completing the multiplication of decimal fractions, (3) The constraints which were faced by students in completing the multiplication of decimal fractions and the solutions to overcome those obstacles. The type of this study was descriptive quantitative and qualitative research. The subjects of this study were the fifth grade students of SD Negeri 2 Penarukan, consisted of 20 students and teachers in V class. The object of this study were (1) Learning multiplication decimal fraction in V grade, (2) The students' ability in completing the multiplication of decimal fractions, (3) The constraints which were faced by students in completing the multiplication of decimal fractions and the solutions to overcome those obstacles. The observation, test, interview, and documentation were used to collect the data. The data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative approach. The results showed (1) Learning multiplication decimal fractions was categorized good with a value of 84 , (2) the average test results in classical 59.9 with low category with the highest indicators is to solve everyday problems which involves multiplication of various fractions 55.25% and the lowest indicator is determining the results of multiplication operations of various fractional 88.5 %, (3) The constraints faced by students are: forget the concept of decimal fractions multiplication operations, forget to put coma at the end of the answer and students are still confusein completing the essay task. The solution to overcome those constraints aregiving students a lot of exercises regarding the multiplication of decimal fractions. So that students are better trained and familiar with the particular multiplication exercises.keyword : math, ability, multiplication of decimal fraction.
PENGARUH PENDEKATAN STM TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS V KECAMATAN SAWAN Pt. Nanci Riastini, I Pt. Suwintara, I Kt. Dibia,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.715

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada sikap ilmiah siswa dalam pembelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan STM dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pengajaran langsung, 2) untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan STM dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pengajaran langsung. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD gugus V Kecamatan Sawan. Sampel penelitian yang digunakan adalah siswa kelas IV SD Negeri 2 Sangsit dan siswa kelas IV SD Negeri 5 Sangsit. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Instrumen penelitian ini terdiri atas 2 jenis, yaitu kuesioner sikap ilmiah dan tes hasil belajar IPA. Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial (uji-t sample independent). Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan hasil data sikap ilmiah dan hasil belajar sebagai berikut. Pertama, terdapat perbedaan sikap ilmiah yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan STM dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pengajaran langsung (thitung=14,01 dan ttabel=2,000, sehingga thitung > ttabel). Ke dua, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan STM dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pengajaran langsung (thitung=12,10 dan ttabel=2,000, sehingga thitung > ttabel).   Kata kunci: pendekatan STM, sikap ilmiah, hasil belajar
Korelasi Antara Minat Belajar dengan Hasil Belajar IPS Ningsih, Ni Luh Pt Retno; Darsana, I Wyn; Abadi, I B Gd Surya
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v6i3.21097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi yang signifikan antara minat belajar dengan hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus I Kecamatan Tabanan Tahun Pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah ex post facto, dengan desain korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD Gugus I Kecamatan Tabanan yang berjumlah 109 siswa. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik proporsional random sampling yakni sejumlah 84 siswa. Data penelitian dikumpulkan dengan metode nontes yaitu data minat belajar dikumpulkan dengan angket minat belajar sedangkan data hasil belajar IPS diperoleh melalui dokumentasi nilai UTS IPS. Analisis statistik yang digunakan yaitu teknik korelasi product moment. Hasil analisis data mendapatkan rxy hitung = 0,385, pada taraf signifikansi 0,05  dengan n = 84 diperoleh rxy tabel sebesar 0,213. Berdasarkan hal tersebut terlihat bahwa rxy hitung > rxy tabel,  yang berarti bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara minat belajar dengan hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus I Kecamatan Tabanan Tahun Pelajaran 2017/2018, sehingga dari kriteria pengujian maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara minat belajar dengan hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus I Kecamatan Tabanan Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya teori dan sumber untuk penelitian yang sejenis.
ANALISIS DISKREPANSI PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 BERDASARKAN PERMENDIKBUD NOMOR 65 TAHUN 2013 DI SD NO 4 KALIUNTU ., Ni Kadek Novita Dewi; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5796

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kesenjangan antara implementasi kurikulum 2013 di SD No 4 Kaliuntu dengan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 ditinjau dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian proses dan hasil pembelajaran, pengawasan proses pembelajaran, serta untuk mengetahui kendala-kendala yang ditemukan dalam pengimplementasian Kurikulum 2013. Penelitian ini termasuk penelitian evaluatif dengan menggunakan model diskrepansi (discrepancy model). Pengukuran efektivitas program dilakukan dengan membandingkan antara kondisi ideal (standar) dengan kondisi riil tentang implementasi Kurikulum 2013 di SD No 4 Kaliuntu berdasarkan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013. Data berupa skor semua variabel dianalisis dengan menggunakan prosedur uji tanda berjenjang wilcoxon, kemudian dihitung tanda beda dan besar beda dengan standar yang telah ditentukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) rerata perolehan skor perencanaan pembelajaran adalah 85,0 dengan besar beda -15,0. (2) rerata perolehan skor variabel pelaksanaan pembelajaran 86,9, besar beda -13,1. (3) rerata perolehan skor variabel penilaian hasil pembelajaran 87,5, besar beda -12,5.(4) rerata perolehan skor variabel pengawasan pembelajaran sebesar 79,4, besar bedanya-20,6. Rerata perolehan skor keempat variabel -variabel standar proses sebesar 84,7. Besar beda -15,3. Kesenjangan ini terjadi karena, keterlambatan pendistribusian buku, serta tidak meratanya program pelatihan kepada pendidik. Kata Kunci : Kata kunci: Diskrepansi, Pembelajaran, Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 Abstract This study aimed to know the differences between the implementation of 2013 curiculum at SD No 4 Kaliuntu with Permendikbud Nomor 65 tahun 2013 based on the planning, learning process, evaluation process, and to know the problems find on implementation of 2013 curriculum.The type of this study was evaluative with discrepancy model. Knowing the program effectiveness was done by compare ideal condition of 2013 curriculum’s implementation at SD No 4 Kaliuntu based on the permendikbud Nomor 65 tahun 2013. Data collected of all varibles was analyzed by using wilcoxon test, then calculated the difference and a big sign different from a predetermine standard. The result showed that (1). the mean score of the learning acquisition plan is a big difference of 85.0 with -15.0 (2). the mean score of the learning acquisition process is a big difference of 86.9 with -13.1. (3) the mean score of the learning acquisition result is a big difference 87.5 with -12.5. (4) the mean score of the learning acquisition control is a big difference 79.4 with - 20.6. The mean score of the four variables acquisitions of standards process of 84.7. -15.3 are big differences. This disparity occurs because of the delay distribution of the book, and unequal training program for teachers. keyword : Key words : Discrepancy, Learning, Permdendikbud Nomor 65 Tahun 2013

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue