cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KANCING GEMERINCING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SDN I DUDA UTARA I Md. Suarjana, I Md. Saputra, I Nym. Murda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1557

Abstract

Abstrak Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) rendahnya aktivitas belajar siswa, (2) rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe kancing gemerincing, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe kancing gemerincing. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas IV SD Negeri 1 Duda Utara tahun pelajaran 2013/2014 berjumlah 30 orang. Tindakan dilakukan dalam 2 siklus. Data aktivitas siswa dikumpulkan dengan metode observasi, sedangkan data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan metode tes. Hasil penelitian pada siklus I  persentase rata-rata aktivitas belajarnya mencapai 61,2% dengan kategori cukup aktif dan rata-rata  hasil belajarnya 69,33,% dengan kategori cukup.  Pada siklus II persentase rata-rata aktivitas belajarnya mencapai 79% dengan kategori aktif dan rata-rata hasil belajarnya 85,17% dengan kategori tinggi. Berdasarkan data tersebut, rata-rata aktivitas belajar siswa dari siklus I sampai II mengalami peningkatan sebesar 17,8%. Persentase tingkat hasil belajar siswa secara klasikal dari siklus I sampai II mengalami peningkatan sebesar 15,84%, data tersebut menunjukkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe kancing gemerincing dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada siswa kelas IV di SD Negeri 1 Duda Utara tahun pelajaran 2013/2014.  Disarankan kepada semua guru kelas di sekolah dasar tempat penelitian hendaknya menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe kancing gemerincing dalam pembelajaran IPA.   Kata kunci : model pembelajaran kooperatif tipe kancing gemerincing, aktivitas belajar, hasil belajar IPA,   Abstract The problem in this study were (1) lack of student learning activities, (2) lack of student learning outcomes. This study aims to (1) determine an increase in student learning activities through cooperative learning model clattering studs, (2) to increase student learning outcomes through cooperative learning model clattering studs. This research is Classroom Action Research (CAR) with fourth grade students study subjects SD Negeri 1 North Duda academic year 2013/2014 amounted to 30 people. Actions performed in 2 cycles. Student activity data collected by the method of observation, while the science learning outcomes data collected with the test method. The results, in the first cycle the average percentage of learning activities reached 61.2% with moderately active category and the average results of their study 69.33,% with enough categories. In the second cycle the average percentage of learning activities reached 79% with the active category and the average results of their study with a 85.17% higher category. Based on these data, the average student activity from the first cycle to the second an increase of 17.8%. Percentage of student learning outcomes in the classical cycle of I to II has increased by 15.84%, the data showed that the application of cooperative learning model clattering studs can increase the activity and learning outcomes in the fourth grade students at North Elementary School 1 Duda academic year 2013 / 2014. It is recommended to all classroom teachers in primary schools where the research should implement cooperative learning model clattering studs in science teaching.   Keywords: cooperative learning model clattering studs, learning activities, learning outcomes IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS MEDIA GAMBAR TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PADA BAHASA INDONESIA ., Ni Wayan Gita Marheni Pasek; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd; ., Drs. I Made Suara, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Media Gambar terhadap keterampilan membaca pada Bahasa Indonesia siswa kelas V di SD Gugus Sri Kandi Denpasar Timur Tahun Ajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah 11 kelas V di Gugus Sri Kandi Denpasar Timur Tahun Ajaran 2015/2016 yang berjumlah 397 orang.Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas VA SD Negeri 9 Sumerta yang berjumlah 38 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VB SD Negeri 13 Kesiman yang berjumlah 39 orang sebagai kelas kontrol.Data Keterampilan membaca Bahasa Indonesia siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda biasa. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik uji-t.Hasil analisis menggunakan uji-t menunjukkan, thitung = 7.90dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 1.99.Hal ini berarti bahwa thitung =7.90 >ttabel (α=1,99) ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan membaca Bahasa Indonesia antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Media Gambar dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di SD Gugus Sri Kandi Denpasar Timur Tahun Ajaran 2015/2016.Dari rata-rata (X ̅) hitung data keterampilan membaca Bahasa Indonesia siswa kelas V,diketahui X ̅ kelompok eksperimen adalah 83.60 dan X ̅ kelompok kontrol adalah 65.04 Hal ini berarti bahwa X ̅ eksperimen >(X ) ̅kontrol,sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Media Gambar berpengaruh terhadap keterampilan membaca Bahasa Indonesia kelas V SD Gugus Sri Kandi Denpasar Timur Tahun Ajaran 2015 /2016. Kata Kunci : model pembelajaran problem based learning berbasis media gambar, pembelajaran konvensional, keterampilan membaca Bahasa Indonesia. This research is aimed to know the effect of problem based learning by using pictures as media toward students’ reading competency in Indonesian in the fifth grade in SD Gugus Sri Kandi Denpasar Timur in academic year 2015/2016. This research belongs to quasi-experimental research which used Nonequivalent Control Group Designas research design. The population of this research is 397 students from eleven classes in the fifth grade in SD Gugus Sri Kandi Denpasar Timur in academic year 2015/2016.the sample of this researcher is 38 students from VA Class in SD Negeri 9 Sumerta as experimental class and 39 students from VB Class in SD Negeri 13 Kesiman as control class. The data were collected by using test instrument in form of multiple choices. The data were analyzed by using t-test analysis. The result of t-test analysis showed,t = 7.90 and t table (the significance is 5%) = 1.99.it means that t =7.90 > t table (α=1,99). It showed that there is significance difference between students’ reading competency who taught by using Problem Based Learning by using pictures as media and students who taught by using conventional technique in the fifth grade in SD Gugus Sri Kandi Denpasar Timur in academic year 2015/2016. The average (X ̅) of data about students’ reading competency in Indonesian in the fifth grade in experimental class is 83.60 and the data of control class is 65.04. it means that X ̅experimental >(X ) ̅control, it show that there is significance effect of the use problem based learning by using pictures as media toward students’ reading competency in Indonesian in the fifth grade in SD Gugus Sri Kandi Denpasar Timur in academic year 2015/2016. keyword : problem based learning, conventional technique in learning, reading competency in Indonesian.
MODEL PEMBELAJARAN MASTERY LEARNING BERBASIS PENILAIAN KINERJA BERPENGARUH TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN BAHASA INDONESIA SISWA SD KELAS V ., I Wayan Wirasa; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Dr. I Gede Meter,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesiaantara kelompok yang mengikuti pembelajaran Mastery Learning berbasis penilaian kinerja dengan kelompok yang mengikuti pembelajaran konvensional pada pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri Gugus Letkol Wisnu Denpasar Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Gugus Letkol Wisnu Denpasar Utara yang terdiri dari 7 SD Negeri dengan jumlah siswa keseluruhan adalah 333 orang siswa. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas VB SD Negeri 1 Peguyangan yang berjumlah 40 orang siswa dan siswa kelas V SD Negeri 12 Peguyangan yang berjumlah 36 orang siswa. Data keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesia siswa diperoleh dengan instrument tes keterampilan berbicara yang dilengkapi rubrik penilaian, kemudian dianalisis menggunakan statistik uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 10,82  ttabel =2,000pada taraf signifikansi 5% dan dk = 74, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil dari post-test diketahui bahwa rata-rata nilai keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesia kelompok eksperimen adalah 77,33 dan kelompok kontrol adalah 56,76. Hal ini berarti rata-rata nilai kelompok eksperimen lebih besar dari rata-rata nilai kelompok kontrol. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesia pada pelajaran Bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti pembelajaran Mastery Learning berbasis penilaian kinerja dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri Gugus letkol Wisnu Denpasar Utara.Kata Kunci : Model pembelajaran mastery learning, penilaian kinerja, Pembelajaran konvensional, keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesia This study aims to determine the differences of Indonesian comprehension reading skills between student swho followed mastery learning model based performance assessment with students who followed the conventional learning at fifth grade elementary school at SD Gugus Letkol Wisnu North Denpasar District, 2013/2014 academic year. This research was a quasi-experimental study with Non-Equivalent Control Group Design.The population of this research were all students at fifth grade at SD Gugus Letkol Wisnu North Denpasar District in 2013/2014 academic year consist of 7 elementary schools with 333 students. The samples of this research were VB grade students of SD Negeri 1 Peguyangan with 40 students and the fifth grade students of SD Negeri 12 Peguyangan with 36 students. The comprehension reading skills data obtained by the reading skills test instrument equipped assessment rubric, then the data was analyzed by t-test. Based on the data analysis, obtained tcount = 10.82  ttable = 2.00 at 5% significance level and df = 74, so H0 is rejected and Ha accepted. The results of the post-test known that the average value of the Indonesian comprehension reading skills at experimental group speaking skills was 77.33 and the Indonesian comprehension reading skills at control group was 56.76. This means that the average value of the experimental group higher than the average value of the control group. It can be concluded that there are significant differences of Indonesian comprehension reading skills between students who followed the mastery learning model based performance assessment with students who followed the conventional learning at fifth grade elementary school students at SD Gugus Letkol Wisnu, North Denpasar.keyword : Mastery learning model, performance assessment, conventional learning, Indonesian comprehension reading skills
ANALISIS KESULITAN-KESULITAN BELAJAR BAHASA INDONESIA KELAS V DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SD PILOTING SE-KABUPATEN GIANYAR ., I Gusti Ayu Winiari; ., Dr. I Gede Meter,M.Pd; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar bahasa Indonesia pada siswa kelas V dalam implementasi kurikulum 2013 di SD Piloting se-Kabupaten Gianyar dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar bahasa Indonesia pada siswa kelas V dalam implementasi kurikulum 2013 di SD Piloting se-Kabupaten Gianyar. Penelitian ini dilaksanakan di SD Piloting se-Kabupaten Gianyar yang terdiri dari 7 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 513 siswa. Instrumen pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah instrumen non tes berupa angket, wawancara dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data ini digunakan untuk memperoleh data mengenai kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia serta faktor penyebabnya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan angket tentang materi yang diperoleh pada tema Sejarah kerajaan Islam di Indonesia dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar bahasa Indonesia. Wawancara diberikan kepada guru kelas V di SD Piloting se-kabupaten Gianyar untuk mengetahui kesulitan belajar yang dialami siswa beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Data yang sudah diperoleh dianalisis menggunakan Metode analis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunujukan kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada keterampilan membaca yaitu dalam mencari arti kata sulit dalam bacaan yang berjumlah 274 siswa dengan persentase 55.80% dan kesulitan pada keterampilan menulis yaitu dalam menuliskan kembali cerita mengenai kerajaan Islam di Indonesia yang berjumlah 257 siswa dengan persentase 52.34%. Adapun faktor yang paling mempengaruhi kesulitan belajar bahasa Indonesia yaitu faktor intelegensi siswa dengan persentase pengaruh sebesar 74.11% Kata Kunci : Kata Kunci : Kesulitan Belajar Bahasa Indonesia, Kurikulum 2013 dan Faktor Penyebab Kesulitan Belajar The purpose of this research to know and find out factors which influence difficulty of learning Indonesian to fifth grade on implementation of 2013 curriculum on SD Piloting in Gianyar Regency. This research was done on SD Piloting in Gianyar Regency where it consist of 7 schools and 513 students. Instrument for collecting data on this research was non tes instrument like questionnaire, interview and documentation. This instrument was used to get data about difficulty and which faced by students in learning Indonesian. Collecting data was done by giving questionnaire about material that was got on History of Moslem Kingdom in Indonesia. Interview was done on all teachers of fifth grade on SD Piloting in Gianyar Regency to find out difficulty and factors which influence it. The data which collected was analyzed by descriptive analyze method qualitative. The result of research shows difficulty which faced in learning Indonesia on reading skill is when finding meaning of word on the text is 274 students or 55.80 % and difficulty when rewrite the story is 257 students or 52.34 %. The most influence factor in learning Indonesia is intelegency of student factors is 74.11%keyword : Indonesian Learning Difficulties, Curriculum 2013 and Causes of Learning Disabilities
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TSTS BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Luh Komang Laksmi Prasatya; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) berbasis masalah dan siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) pada siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Banjar tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu yang menggunakan desain non- equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V di Gugus IV Kecamatan Banjar dan sampel penelitian adalah SDN 1 Banjar dan SDN 9 Banjar. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes dengan instrument tes hasil belajar IPA. Analisis data menggunakan uji-t tidak berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) berbasis masalah dan siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS). Kata Kunci : Two Stay Two Stray (TSTS), Hasil Belajar, Berbasis Masalah This study aimed at investigating the difference between students science learning outcome of a group of students who were taught by using problem based learning model Two Stay Two Stray (TSTS) and the students who were taught without problem based lerning model Two Stay Two Stray (TSTS) in fifth grade students of Gugus IV at Banjar distric academic year 2016/2017. This study used Quasi – experimental study with Non-Equivalent Post-test Only Control Group Design. The population of this study were all fifth grade students of Gugus IV at Banjar distric academic year 2016/2017 and the sample of this study were SDN 1 Banjar and SDN 9 Banjar. The data of this study was collected by using test with intrument test of science learning outcome. The data analysis that was used in this study was uncorrelation t-test. The result of the study showed that there was a significant difference between students who were taught by using problem based lerning model Two Stay Two Stray (TSTS) and students who were taught without problem based lerning model Two Stay Two Stray (TSTS).keyword : Two Stay Two Stray (TSTS), Learning Outcome, Problem Based
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE-A MATCH BERBASIS MEDIA LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR I Wyn. Wiarta, Ni Md. Suandayani A.P, Ni Wyn. Suniasih,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1330

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe make-a match berbasis media lingkungan dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu yaitu nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV Sekolah Dasar Gugus II Kecamatan Kuta Utara, yang terdiri dari 8 sekolah dan 14 kelas dengan jumlah populasi 534 siswa. Sebanyak 72 siswa dipilih sebagai sampel penelitian yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data hasil belajar IPA siswa, dikumpulkan melalui tes hasil belajar IPA. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistik uji-t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh  rata-rata kelompok eksperimen 1 = 24,7 > 2 = 19,3 kelompok kontrol. Lebih lanjut, melalui uji hipotesis diperoleh thitung = 4,354 sedangkan dengan taraf signifikansi 5% dengan dk = 70 diperoleh ttabel =2,000 sehingga thitung = 4,354 > ttabel (α=0,05,70) = 2,000, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe make-a match berbasis media lingkungan dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional siswa kelas IV Sekolah Dasar Gugus II Kecamatan Kuta Utara Tahun Pelajaran 2012/2013. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe make-a match berbasis media lingkungan berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV Sekolah Dasar Gugus II Kecamatan Kuta Utara Tahun pelajaran 2012/2013.   Kata kunci: make-a match, media lingkungan, hasil belajar IPA.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEMESTER I SDN 9 PADANGSAMBIAN ., Kadek Saridewi; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2445

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berbasis keterampilan proses sains dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD N 9 Padang Sambian. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan eksperimen Nonrandomized Control Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V di SD N 9 Padang Sambian. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VA dan siswa kelas VD dengan jumlah 90 siswa. Sampel dipilih dengan tehnik random sampling. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan melalui tes obyektif berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berbasis keterampilan proses sains dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD N 9 Padang Sambian (nilai thit = 3,79 dan ttabel = 2,000) jadi thitung > ttabel. ). Nilai rata-rata hasil belajar IPA yang dicapai oleh kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berbasis keterampilan proses sains (69,79) lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata hasil belajar IPA yang dicapai kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (60,84). Dengan demikian model pembelajaran generatif berbasis keterampilan proses sains berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V semester 1 SD N 9 Padang Sambian. Kata Kunci : Model Pembelajaran Generatif Berbasis Keterampilan Proses Sains dan Hasil belajar IPA. The purpose of this study was to determine the significant differences between the science learning outcomes of students who learned with the model-based generative learning science process skills with students who learned with conventional learning in the fifth grade students of SD N 9 Padang Sambian.This study is an experimental research with experimental design nonrandomized control group pretest-posttest design. The population is all fifth grade students in SD N 9 Padang Sambian. Samples were students of class VA and VD by the number of students was 90 students. The sample was selected by random sampling technique. The data of learning outcomes science student collected through multiple choice objective test. The data collected were analyzed using t-test statistical analysis. The results showed that there were significant differences in science learning outcomes between students who learned with the model-based generative learning science process skills with students who learned with conventional learning in the fifth grade students of SD N 9 Padang Sambian (tcount value = 3.79 and t table = 2.000) so tcount > ttable. The average value of science learning outcomes are achieved by a group of students who learned with the model-based generative learning science process skills (69.79) is higher than the average value of science learning outcomes are achieved group of students who learned with conventional learning (60, 84). Thus the generative learning model based science process skills affect learning outcomes IPA semester one of fifth grade students of SD N 9 Padang Sambian. keyword : Generative Learning Model Based Science Process Skills and Science learning outcomes.
PENDEKATAN SAINTIFIK BERBANTUAN MEDIA GAMBAR BERSERI BERPENGARUH TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS SISWA KELAS I SD ., Ni Kadek Winda Apriliani; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik berbantuan media gambar berseri terhadap keterampilan menulis siswa kelas I SD Gugus Letkol Wisnu Kecamatan Denpasar Utara tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalen control group desain. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas I SD Negeri di Letkol Wisnu yang terdiri dari 308 orang siswa. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 58 orang siswa, 29 orang siswa kelas Ia SD Negeri 5 Peguyangan sebagai kelompok kelas eksperimen dan sebanyak 31 orang siswa, kelas I SD Negeri 10 peguyangan sebagai kelompok kelas kontrol. Pengumpulan data hasil belajar menulis permulaan dilakukan dengan metode tes uraian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung = 5,992 > ttabel = 2,00, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan menulis antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbantuan media gambar berseri dengan siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik tanpa berbantuan media gambar berseri. Nilai rata-rata hasil belajar menulis permulaan pada kelompok eksperimen yaitu = 82,069 dan rata-rata hasil belajar menulis permulaan kelompok kontrol yaitu = 69,352. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik berbantuan media gambar berseri berpengaruh terhadap keterampilan menulis siswa kelas I Gugus Letkol Wisnu Kecamatan Denpasar Utara tahun ajaran 2015/2016.Kata Kunci : pendekatan saintifik, media gambar berseri, keterampilan menulis. This study aims to know the effect of the scientific approach to media-aided images beamed to grade student writing skills the entry 1th grade student of Gugus Letkol Wisnu Kecamatan Denpasar Utara the academic year 2015/2016. This study is a quasi-experimental research design with non-equivalent control group design. The study population is the 1th grade student of Gugus Letkol Wisnu Kecamatan Denpasar Utara, which consists of 308 students. Samples are as many as 58 students, 29 students of class 1A SD Negeri 5 Peguyangan as a class experiment and as many as 31 students of class I SD Negeri 10 Peguyangan as a group control class. The collection of data result of learning to write starters performed with test method description. Data were analyzed using t-test analysis. Based on the analysis results obtained t = 5.992> table = 2.00, so Ho rejected and Ha accepted which means there are significant differences between students writing skills that learned through scientific approach aided by media images beamed with students that learned through scientific approach without media-assisted image glow. The average value of the results of learning to write the beginning of the experimental group of = 82.069 and the average result of learning to write the beginning of the control group = 69.352. Thus, it can be concluded that the application of the scientific approach aided media beamed images affect the writing skills of students of class I of Gugus Letkol Wisnu Kecamatan Denpasar Utara the academic year 2015/2016.keyword : scientific approach, media beamed images, writing skills
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD GUGUS II TAMPAKSIRING ., Putu Eka Yulistiana Dewi; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalalui model pembelajaran kooperatif tipe Group To Group Exchange (GGE) berbantuan media gambar dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas IV SD Gugus II Tampaksiring, Gianyar Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen. Disain yang digunakan yaitu Non Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah SD Gugus II Tampaksiring. Adapun sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu SDN 1 Tampaksiring sebagai kelas eksperiment dan SDN 6 Tampaksiring sebagai kelas kontrol yang di ambil dengan teknik Random Sampling. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan uji-t. Hasil dari analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarakan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Group To Group Exchange (GGE) berbantuan media gambar dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD. Dari hasil uji hipotesis diperoleh thitung sebesar 5,086, sedangkan nilai ttabel adalah 2,00. Dari perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa thitung > ttabel (5,086>2,00). Berdasarkan perbedaan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarakan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Group To Group Exchange (GGE) berbantuan media gambar dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas IV SD Gugus II Tampaksiring, Gianyar Tahun Ajaran 2013/2014.Kata Kunci : GGE,gambar, Hasil belajar, dan IPS This study aims to determine significant differences between studens’s lerarning outcomes IPS that learned through learning model cooverative types of media assisted Group To Group (GGE) images with the student that learnid through STAD cooverative learning model in grade IV SD Gugus II Tampaksiring, Gianyar 2013/2014. This research includes experimental studies. Design used is Non Equivalent Control Group Design. Population in this study is SD Gugus II Tampaksiring. The sample used in this study is SDN 1 Tampaksiring as the experimental class and the clas control is SDN 6 Tampaksiring as the control class taken with random sampling technique. Methods used to collect the data is a test. Analytical technique used is the t-test. Result of data analysis showed that there were significant differences in learning outcomes between students that learned IPS through coopertive learning model Group To Group (GGE) aided drawing media with students that learned through cooperative learning STAD. Of hypothesis test results obtained tcount of 5,086, while the table is the value of t 2,00. Of these calculations can be seen that tcount > ttable (5,086>2,00). Based on these differences can be concluded that there is a significant effect of learning outcomes between student that learned IPS that learned through learning model cooverative types of media assisted Group To Group (GGE) images with the student that learnid through STAD cooverative learning model in grade IV SD Gugus II Tampaksiring, Gianyar 2013/2014.keyword : GGE,image, learning achievement and IPS.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray terhadap Hasil Belajar IPA Kelas IV ., Ni Komang Yudi Giantri; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dengan siswa yang dibelajarkan secara konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus II Kenderan tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi dengan desain penelitian rancangan kelompok non ekuivalen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD gugus II Kenderan dengan jumlah siswa sebanyak 190 siswa. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 54 siswa, 32 siswa kelas IV SD Negeri 2 Kedisan sebagai kelas eksperimen dan 22 siswa kelas IV SD Negeri 1 Kedisan sebagai kelas kontrol. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes jenis objektif bentuk pilihan ganda biasa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar IPA siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray tergolong sedang ((X ) Ì…=73,50) dan siswa dengan model pembelajaran konvensional tergolong sedang ((X ) Ì…=68,05). Perhitungan dengan menggunakan uji-t dengan dk=52 yang memperoleh hasil thit = 14,39>ttab = 2,02 pada taraf signifikan 5%. Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : Two Stay Two Stray,Hasil belajar IPA This study aims to determine the significant difference of science learning outcomes between students who are taught using cooperative learning model type two stay two stray with students conventionally taught in fourth graders of elementary school in Gender II Kenderan year 2016/2017. This research is an experimental research of brush design with non-equivalent group design research. The population of this study is all students of class IV in elementary school II Kenderan with number of students as many as 190 students. The sample in this research are 54 students, 32 students of grade IV of SD Negeri 2 Kedisan as experiment class and 22 students of class IV SD Negeri 1 Kedisan as control class. Determination of the sample in this study was done by random sampling technique. Methods of data collection in this study using the method of type of objective test of the usual double choice form. The data obtained were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis. The results of this study indicate that the learning result of student learning with two stay two stray cooperative learning model is middle ((X ) Ì…)= 73,50) and students with conventional learning model is middle ((X ) Ì…)= 68,05), and the calculation using the t-test with dk = 52 which obtained the result thit = 14.39> ttab = 2.02 at 5% significant level. and There is a significant difference in the learning outcomes of the IPA between the groups of students studying with the two stay two stray cooperative learning model and the group of students learning with the conventional learning model. The difference can be seen from So it can be concluded that cooperative learning model type two stay two stray have a positive effect on science learning outcomes. keyword : Two Stay Two Stray, science learning outcomes

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue