cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN METAKOGNITIF BERBASIS MASALAH TERBUKA BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS 8 BLAHBATUH ., Ni Wayan Listiani; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Metakognitif berbasis masalah terbuka dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus 8 Blahbatuh tahun ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan menggunakan rancangan “Nonequivalent Control Group Design”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus 8 Blahbatuh berjumlah 145 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yang berjumlah 76 siswa yang masing-masing kelompok eksperimen berjumlah 41 dan kelompok kontrol 35 orang siswa. Data hasil belajar matematika dikumpulkan dengan instrumen berupa tes essay. Kemudian data dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Metakognitif berbasis masalah terbuka dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini terlihat dari hasil analisis uji-t diperoleh bahwa thit =5,20 > ttab ( =0,05, 74)= 2,000 dengan perolehan nilai rata-rata kelompok eksperimen 76,22 > 66,36 nilai rata-rata kelompok kontrol. Demikian pula. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Metakognitif berbasis masalah terbuka berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Gugus 8 Blahbatuh tahun ajaran 2013/2014. Kata Kunci : metakognitif berbasis masalah terbuka, hasil belajar Abstract This study aims to determine significant differences in learning outcome between students that learned math using problem-based learning model Metacognitive open to students that learned using conventional teaching the fifth grade SD 8 Blahbatuh District school year 2013/2014. This research was a quasi-experimental design using "Nonequivalent Control Group Design". The population in this study were all students of class V SD VIII Blahbatuh District totaling 145 students. Sampling using random sampling, amounting to 76 students each experimental group numbered 41 and the control group of 35 students. Mathematics learning outcomes data collected by instruments such as essay tests. Then the data were analyzed by t-test. The results showed that there were significant differences between students that learned to use problem-based learning model Metacognitive open to students that learned using conventional learning. This is evident from the results of t-test analysis found that thit = 5.20> ttab ( = 0.05, 74) = 2.000 with an average value acquisition experimental group 76.22 > 66.36 average value of the control group. Similarly. So, it can be concluded that the problem-based learning model Metacognitive open affects the outresult of the fifth grade students learn math SD 8 Blahbatuh District school year 2013/2014.keyword : metacognitive problem-based open, learning outcome
PENERAPAN MODEL TPS DALAM PENDEKATAN SAINTIFIK BERBANTUAN CONCEPT MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS ., Ni Luh Putu Intan Sari Dewi; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas IVB SDN 5 Peguyangan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dalam pendekatan saintifik berbantuan concept mapping. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IVB SDN 5 Peguyangan tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 37 siswa dengan jumlah perempuan 24 orang dan jumlah laki-laki 13 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes dan instrumen yang digunakan adalah berupa tes objektif pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai penguasaan kompetensi pengetahuan IPS pada siklus I mencapai 45,94% atau 17 dari 37 siswa mendapat nilai ≥ 3,51 (A-) dan pada siklus II mencapai 78,37% atau 28 dari 37 siswa mendapat nilai ≥ 3,51 (A-). Nilai penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa meningkat dari siklus I ke siklus II = 32,43%. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dalam pendekatan saintifik berbantuan concept mapping dapat meningkatkan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas IVB SDN 5 Peguyangan tahun ajaran 2015/2016.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe TPS dalam pendekatan saintifik berbantuan concept mapping, kompetensi pengetahuan IPS. This classroom action research aims to increase the competence mastery of social studies knowledge in grade IVB students of SD Negeri 5 Peguyangan trough the application of cooperatif learning model type TPS in scientifik approachment assisted concept mapping. This study is a classroom action research which was implemented into two cycles, and consisted of 37 students, that were 24 female and 13 male of fourt grade students of SDN 5 Peguyangan in the academic year of 2015/2016 as the subject of the study. In this study collecting data conducted with test. The test method used to obtain data on the competency mastery of social studies knowledge, the test used of objective multiple choice test . The data obtained from the test than analyzed with descriptive statistical analysis and quantitative methods. The results of this study shows that the students competence mastery of social studies knowledge in the first cycle was 45,94%, or from the total number of 37 students, 17 students got score ≥ 3.51 (A-). On the second cycle the students achievement was 78.37% or 28 students from the total number of 37 student, got score ≥ 3.51 (A-). Value competency mastery of mathematical knowledge of students increase from cycle I to cycle II = 32,43%. Based on result this study, that the application of the cooperatif learning model type TPS in scientifik approachment assisted concept mapping can increase the competence mastery of social studies knowledge in grade IVB students of SD Negeri 5 Peguyangan knowledge teaching of 2015/2016.keyword : model of cooperatif learning type TPS in scientifik approachment assisted concept mapping, the competence of social studies knowledge.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick Berbantuan Media Audio Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa SD Di Gugus VI Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017 ., Anak Agung Istri Agung Trisnawati; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd; ., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Talking Stick berbantuan Media Audio dengan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick berbantuan Media Audio. Rancangan penelitian menggunakan post-test only control group design” dengan analisis data uji-t. Populasi penelitian ini yaitu siswa yang ada di Gugus VI Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017 sejumlah 176 siswa. Sampel diambil menggunakan teknil random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran talking stick berbantuan Media Audio dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran talking stick berbantuan Media Audio dengan perhitungan thitung = 2,01 > ttabel = 1,99 dengan signifikasi 20,24. Hal ini menunjukkan model pembelajaran talking stick berbantuan Media Audio berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPS. Kata Kunci : hasil belajar, Talking Stick, Media Audio. Hasil belajar, talking stick, media audio This study aims to determine the difference between IPS learning outcomes between groups of students who were taught using learning models Talking Stick with Audio Media Assisted group of students who did not learn by using Talking Stick model with Audio Audio. The study design used "post-test only control group design" with t-test data analysis. The population of this research is the students in Buleleng District VI Clinic of 2016/2017 number of 176 students. Samples were taken using random sampling technique. The results showed that there was a significant difference of IPS learning outcomes between the groups of students who were taught with the teaching-assisted speaking stick model of Audio Media and the group of students who were not taught by using the Audio-taped talking stick teaching model with tcalculation = 2.01 > ttabel = 1.99 with significance 20,24. This shows the model of teaching stick talking Audio Media helped significantly affect the results of IPS learning. keyword : Learning Outcomes, Talking Stick, Audio Media
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 KESIMAN DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Nengah Kadek Selamet; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.; ., Dr. I Gede Meter,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan hasil belajar matematika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI), 2) Mendeskripsikan hasil belajar matematika melalui penerapan pembelajaran konvensional, 3) Mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan siswa yang belajar melalui penerapan pembelajaran konvensional siswa kelas V SD Negeri 1 Kesiman Denpasar Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 Kesiman Denpasar. Populasi penelitian adalah siswa kelas V semester II pada tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 2 kelas dan terdiri dari 71 siswa. Sampel penelitian yaitu kelas VA sebagai kelas eksperimen dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI dan kelas VB dengan penerapan pembelajaran konvensional. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif berupa hasil belajar matematika. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persen rata-rata gain skor ternormalisasi (NGS) siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI sebesar 75,2 dan kelompok siswa dengan penerapan pembelajaran konvensional sebesar 56,2. Uji independent sample t-test dengan menggunakan SPSS 15 for Windows menunjukkan signifikansi 0,000. Signifikansi < 0,05, sehingga Ho ditolak. Berarti terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan. Dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 1 Kesiman Denpasar.Kata Kunci : Group Investigation, hasil belajar matematika This research aims to 1) describe the mathematics learning outcomes through the implementation of cooperative learning model type Group Investigation (GI), 2) describe the mathematics learning outcomes through the implementation of conventional learning, 3) determine significant differences in learning outcomes between students who are learning mathematics through the implementation of cooperative learning model GI type with students who studies with the implementation of conventional learning fifth grade students of SD Negeri 1 Kesiman Denpasar academic year 2013/2014. This research carried on in SD Negeri 1 Kesiman Denpasar. The population is second semester of fifth grade students consist of 2 classes and 71 students. The sample is grade VA as experiment class with implementation of cooperative learning model GI cooperative learning model type and grade VB with the implementation of conventional learning. Data were collected is quantitative data of mathematical learning outcomes. Based on the research result obtained by the average percent of normalized gain scores of students with the implementation of cooperative learning model GI type is 75,2 and the group students with the implementation of conventional learning is 56,2. Independent sample t-test using SPSS 15 for windows shows significance 0,000. Significance < 0,000, so that Ho is rejected. It can be concluded the implementation of cooperative learning model GI type influence on mathematics learning outcomes of fifth grade students of SD Negeri 1 Kesiman Denpasar.keyword : Group Investigation, outcomes of mathematics learning
PENERAPAN MODEL INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPA DAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS IV SDN 1 DEPEHA KECAMATAN KUBUTAMBAHAN Pt. Nanci Riastini, Pt. Erwin Artayana, I Wyn. Suwatra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.842

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep IPA siswa kelas IV semester I tahun pelajaran 2012/2013 di SD No. 1 Depeha, kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng setelah diterapkannya model inkuiri, 2)  untuk mengetahui peningkatan sikap ilmiah IPA siswa kelas IV semester I tahun pelajaran 2012/2013 di SD No. 1 Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng setelah diterapkannya model inkuiri. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi/evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV semester I SD No. 1 Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng pada Tahun Pelajaran 2012-2013 dengan jumlah siswa sebanyak 38 orang siswa. Data tentang sikap ilmiah siswa dalam mata pelajaran IPA dikumpulkan dengan lembar observasi. Data pemahaman konsep IPA siswa dikumpulkan dengan tes pilihan ganda. Data tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA dan sikap ilmiah siswa kelas IV semester I Tahun Pelajaran 2012/2013 di SD N 1 Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Peningkatan persentase rata-rata pemahaman konsep siswa sebesar 3,85%, yaitu 66,8% pada siklus I (tergolong kategori sedang) dan 70,65% pada siklus II (tergolong kategori tinggi). Peningkatan persentase rata-rata sikap ilmiah siswa sebesar 10,11%, yaitu sebesar 60,5% pada siklus I (tergolong kategori sedang) dan 70,61% pada siklus II (tergolong kategori tinggi).   Kata-kata kunci: Inkuiri, Pemahaman Konsep, Sikap Ilmiah.
PENGARUH MODEL INKUIRI TERBIMBING, GAYA KOGNITIF, DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD ., I Dewa Ayu Agung Paramitha; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing, gaya kognitif, dan motivasi berprestasi terhadap pemahaman konsep IPA. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus 3 Kelurahan Bitera Kecamatan Gianyar tahun pelajaran 2015/2016. Sampel penelitian dipilih dengan teknik random sampling. Desain penelitian yang digunakan yaitu post-test only non equivalent control group design. Data dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep IPA, MFFT dan kuesioner motivasi berprestasi. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis kovarian dua jalur satu kovariabel. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil sebagai berikut: 1) terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional setelah mengontrol motivasi berprestasi (Sig. < α, Sig. = 0,000 dan α = 0,05); 2) terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara siswa yang memiliki gaya kognitif impulsif dan siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif setelah mengontrol motivasi berprestasi (Sig. < α, Sig. = 0,012 dan α = 0,05); 3) tidak terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran ditinjau dari gaya kognitif terhadap pemahaman konsep IPA setelah mengontrol motivasi berprestasi (Sig. > α, Sig. = 0,057 dan α = 0,05); dan 4) terdapat korelasi yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan pemahaman konsep IPA (Sig. < α, Sig. = 0,000 dan α = 0,01). Dengan demikian, model pembelajaran inkuiri terbimbing, gaya kognitif, dan motivasi berprestasi berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA.Kata Kunci : model pembelajaran inkuiri terbimbing, gaya kognitif, pemahaman konsep IPA, motivasi berprestasi This research was aimed to describe the effect of guided inquiry learning model, cognitive styles, and achievement motivation toward science concept understanding. The population in this research was the entire of fifth grade student in elementary school belonging to the cluster 3 of Bitera District in Gianyar Regency in the academic years 2015/2016. Samples were selected by random sampling technique. The research design using a post-test only non equivalent control group design. Data were collected with science concepts understanding test, MFFT and achievement motivation questionnaire. The obtained data were processed by two-way analysis of covariance with one covariate. The result of the research showed that: 1) there are significant differences of science concept understanding between the students that learned with guided inquiry learning model and students that learned with conventional learning after controlling the achievement motivation (Sig. < Α, Sig. = 0.000 and α = 0.05); 2) there are significant differences of science concept understanding between students who have impulsive cognitive styles and students who have reflective cognitive styles after controlling the achievement motivation (Sig. < Α, Sig. = 0.012 and α = 0.05); 3) there are no significant interaction between learning model in terms of cognitive style on science concept understanding after controlling the achievement motivation (Sig. > Α, Sig. = 0.057 and α = 0.05); and 4) there are significant correlation between achievement motivation and science concept understanding (Sig.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TALKING STICK BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS 4 BATURITI di KABUPATEN TABANAN ., Ni Putu Lisdayanti; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1962

Abstract

Tujuan penelitian eksperimen ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif talking stick berbantuan media gambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus 4 Baturiti. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan eksperimen Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD Gugus 4 Baturiti yang terdiri dari 6 SD yang berjumlah 157 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah nilai kognitif siswa. Nilai kognitif yang dikumpulkan menggunakan tes dalam bentuk pilihan ganda biasa. Data dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif talking stick berbantuan media gambar dengan siswa yang melaksanakan pembelajaran menggunakan pembelajaran konvensional, untuk taraf signifikansi 5% dengan dk=61, t hitung > ttabel yang artinya Ha diterima (thitung = 3,714 ; ttabel = 2,000), artinya nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa kelas V yang dibelajarkan dengan model kooperatif talking stick berbantuan media gambar lebih tinggi dari siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (78,16>73,90). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif talking stick berbantuan media gambar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus 4 Baturiti di Kabupaten Tabanan tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Talking Stick, Hasil belajar IPA The purpose of this experiment research was to know the significant differenceof results science learning between students that followed learning the talking stick cooperative model by assist media image with students who took learning conventional at the fifth grade students of SD Clusser 4 Baturiti. This research is a quasi experimental research ( quasi experimental ) with the experimental design Nonequivalent Control Group Design. The research population were the fifth grade student of SD Clusser 4 Baturiti consisted of the 6 primary school amount 157 students. Samples were taken by a random sampling technique. The data collected were cognitive scores of student. Cognitive scores that were collected using a multiple choice test in forming of general. Data were analyzed using t-test. Research results showed that there were the significant differences at student results of learning science who used learning the talking stick cooperative model by assist mediai image with students who carried out learning conventional for significance level 5% with dk= 61. thitung > ttable that means Ha accepted ( thitung = 3,714 ; ttable = 2,000), meaning that the average scores of student science results of the fifth who learned with the talking stick cooperative model by assist media images is higher than students who learned by learning conventional ( 78,16 > 73,90 ). Thus, could be concluded that aplications of the talking stick cooperatif model by assist media images effects significant and positive toward Science learning results of the fifth grade student of SD Clusser 4 Baturiti Tabanan regency at term year 2013/2014.keyword : Talking Stick, Science learning results
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E BERBANTUAN PETA KONSEP (CONCEPT MAPPING) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 TIBUBENENG BADUNG ., Ni Luh Irma Wijeyanti; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran learning cycle 5E berbantuan peta konsep (concept mapping) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 2 Tibubeneng. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Negeri 2 Tibubeneng yang berjumlah 106 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling dengan hasil pengundian yaitu siswa kelas VB sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 35 orang dan siswa kelas VA sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 36 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes jenis objektif bentuk soal pilihan ganda biasa. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh rata-rata hasil belajar IPA siswa kelas V yang dibelajarkan melalui model pembelajaran learning cycle 5E berbantuan peta konsep (concept mapping) lebih besar dari siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional (83,57>73,71). Serta melalui uji hipotesis diperoleh thit = 6,32 ≥ ttabel = 2,000 pada taraf signifikansi 5%. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran learning cycle 5E berbantuan peta konsep (concept mapping) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran learning cycle 5E berbantuan peta konsep (concept mapping) berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA Siswa kelas V SD Negeri 2 Tibubeneng Badung.Kata Kunci : Learning cycle 5E, peta konsep (concept mapping), hasil belajar IPA This research is aimed to find out the significant difference of the result of IPA subject learning between a group of students who learned through learning cycle 5E using concept mapping with a group of students who learned through conventional study in students of class V SD Negeri 2 Tibubeneng. This research is a pseudo experiment research used Nonequivalent Control Group Design as the research design. The population of this research is the whole students of grade V in SD Negeri 2 Tibubeneng which are 106 students. The sample of this research is determined by conducted random sampling technique with the result of the draw which are the students classes VB as the experimental group consists of 35 students and the students classes VA as the control group consists of 36 students. In collecting the data of the research, the method of objective type tests are multiple choice question form is employed. Moreover, the collected data were analyzed using statistical analysis method of inferensial (test-t). Based on the result of the analysis of the data; the average results obtained studying IPA for grade V who learned through learning cycle 5E using concept mapping assisted more than students who learned through conventional study (83,57 > 73,71). As well as the hypothesis testing obtained ttest = 6,32 > t tabel =2,000 on 5% significance. It can be concluded that there is a significant difference study result of IPA subject between a group of students who learned through learning cycle 5E using concept mapping with a group of students who learned through conventional study. Therefore, it can be concluded that the learning cycle 5E using concept mapping influence significantly to learning outcomes IPA subject grade V SD Negeri 2 Tibubeneng Badung.keyword : Learning Cycle 5E, Concept Mapping, IPA learning outcomes.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GI (GROUP INVESTIGATION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV SEMESTER GANJIL DI SD NEGERI 4 PENARUKAN KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., I Dewa Gede Raka Wisnawa; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 3 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i3.8602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan (1) motivasi belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan berbantuan Media Grafis pada siswa kelas V SD Negeri Sekaan Tahun Pelajaran 2016/2017, (2) hasil belajar IPA dalam menerapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan berbantuan Media Grafis pada siswa kelas V SD Negeri Sekaan Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Pelaksanaan tindakan tiap siklus adalah tiga kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Sekaan tahun pelajaran 2015/2016, yang berjumlah 20 orang. Objek penelitian ini adalah peningkatan motivasi dan hasil belajar IPA. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan metode tes. Data dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif kuantitaif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase motivasi dan hasil belajar pada siswa kelas V SD Negeri Sekaan. Berdasarkan observasi motivasi, persentase rata-rata motivasi siswa pada siklus I sebesar 75,75% dengan kategori sedang, dan persentase rata-rata motivasi siswa pada siklus II sebesar 84,00% dengan kategori tinggi. Berdasarkan tes hasil belajar IPA, persentase rata-rata hasil belajar IPA siswa pada siklus I sebesar 78,00% dengan kategori sedang, dan persentase rata-rata hasil belajar IPA siswa pada siklus II sebesar 86,00% dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan media grafis dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa kelas V di SD Negeri Sekaan tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : hasil belajar, GI This study aims to determine improvement (1) Science learning outcomes of students who take cooperative learning model type GI (Group Investigation) in the fourth grade students of SD Negeri Negeri 4 Penarukan District of Buleleng in the academic year 2016/2017. This research is a classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of planning, action, observation and evaluation, and reflection. Implementation of the action of each cycle is three meetings. The subjects were fourth grade students of SD Negeri 4 Penarukan District of Buleleng in the academic year 2015/2016, totaling 33 people. The object of this study is the result of learning science. Collecting data in this study was conducted using the test method. Data were analyzed with descriptive statistical analysis of quantitative methods.The results showed that an increase in the percentage of fourth grade students learn at SD Negeri 4 Penarukan. Based on the test results to learn science, the average percentage of students' learning outcomes IPA in the first cycle of 71.12% in the medium category, and the average percentage of student learning outcomes IPA on the second cycle of 81.30% with a high category. Based on these results it can be concluded that the application of cooperative learning model GI (Goup Investigation) learning outcomes fourth grade science students at SDN 4 District of Buleleng in the academic year 2015/2016.keyword : GI, learning outcome
PENGARUH MODEL SDL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA KELAS IV SDN DI KELURAHAN KALIUNTU SINGARAJA I Gd. Margunayasa, I. A. Sita Astari, Ni Kt. Suarni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.697

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model SDL dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SDN di Kelurahan Kaliuntu Singaraja semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IV di SDN Kelurahan Kaliuntu Singaraja tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 112 siswa. Sampel penelitian ini yaitu kelas IV SD No. 1 Kaliuntu yang berjumlah 33 siswa dan kelas IV SD No. 3 Kaliuntu yang berjumlah 23 siswa. Data pemahaman konsep dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model SDL dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Pemahaman konsep IPA kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model SDL tergolong sangat tinggi dengan rata-rata (M) 30,36. Pemahaman konsep IPA kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional tergolong rendah dengan rata-rata (M) 13,45. Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model SDL berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.   Kata kunci: SDL, Pemahaman Konsep

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue