cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CTL (CONTECTUAL TEACHING LEARNING) BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V I. G. A. Tri Agustiana, Ni Kt. Sri Aryani, I Nym Murda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.915

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui aktivitas belajar IPA saat menerapkan model pembelajaran CTL (Contectual Teaching Learning) berbantuan media gambar pada siswa kelas V semester II SD N 2 Galungan Tahun Pelajaran 2012/2013 dan (2) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA setelah menerapkan model pembelajaran CTL (Contectual Teaching Learning) berbantuan media gambar pada siswa kelas V semester II SD N 2 Galungan Tahun Pelajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas V SD Negeri 2 Galungan tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 19 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan metode tes. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: rata-rata skor aktivitas belajar siswa pada siklus I pertemuan pertama 17,5 meningkat pada pertemuan kedua 18,0. Siklus II pertemuan pertama 18,9 meningkat pada pertemuan kedua 20,2. Rata-rata skor hasil belajar siswa pada siklus I 6,5 meningkat pada siklus II 8,16. Persentase rata-rata kelas pada siklus I 65 % dan pada siklus II 81,6%, terjadi peningkatan sebesar 16,6%. Ketuntasan belajar pada siklus I 63% sedangkan pada siklus II mencapai 100%. Berdasarkan data tersebut model pembelajaran CTL dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa.   Kata kunci: pembelajaran CTL, aktivitas, hasil belajar.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD NEGERI PERGUNG Dw. Nyoman Sudana, Ni Pt. Asrika Maha Dewi, I Kt. Dibia,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.675

Abstract

  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hasil belajar siswa setelah dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL berbantuan media video, (2) hasil belajar siswa setelah dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (3) perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran PBL berbantuan media video dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, dengan desain post test only group control design. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Pergung. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling. Sampel yang diperoleh SD Negeri 2 Pergung sebagai kelompok eksperimen dan SD Negeri 3 Pergung sebagai kelompok kontrol. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran PBL berbantuan media video berada pada tingkat kategori tinggi (diatas rata-rata sebesar 30,56), (2) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional berada pada tingkat kategori sedang (diatas rata-rata sebesar 21,97), (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran PBL berbantuan media video dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional (thitung = 8,50 > ttabel = 2,00).  Berdasarkan hal tersebut ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran PBL berbantuan media video lebih unggul dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar IPA.      Kata-kata kunci: PBL, media video, hasil belajar
PENGARUH MODEL ELICITING ACTIVITIES TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V DI SDN 1 BATURITI Dw. Nym. Sudana, Ni Luh Santi D. P, A. A. Gd. Agung,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.849

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengangkat tentang rendahnya hasil belajar matematika siswa.Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui:(1) deskripsi hasil belajar matematika pada siswa kelompok kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional, (2) deskripsi hasil belajar matematika pada siswa kelompok eksperimen dengan menggunakan MEAs, (3) pengaruh yang signifikan MEAs terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SDN 1 Baturiti.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan desain Non EquivalentPost?test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SDN 1 Baturiti yang berjumlah 53 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas VA yang berjumlah 27 orang dan siswa kelas VB yang berjumlah 26 orang.Data hasil belajar pada mata pelajaran matematika dikumpulkan dengan metode tes berbentuk pilihan ganda dan uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan statistik inferensial uji?t.Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) deskripsi hasil belajar matematika pada siswa kelompok kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional tergolong sedang. (2) deskripsi hasil belajar matematika pada siswa kelompok eksperimen dengan menggunakan MEAstergolong tinggi. (3) terdapatperbedaan yang signifikan hasil belajar matematika pada siswa kelas V di SDN 1 Baturiti antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan MEAs dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Dengan demikiandapat diinterprestasikan model pembelajaran MEAs berpengaruh terhadap hasil belajar dalam mata pelajaranmatematika pada siswa kelas V  semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SDN 1 Baturiti.   Kata kunci: MEAs, hasil belajar matematika
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TAPPS BERBANTUAN MEDIA KARTU KERJA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD I Wyn. Widiana, Md. Ririn Praditha, Tjok Rai P.,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.704

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model TAPPS berbantuan media kartu kerja dengan siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada siswa kelas V SD. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan Non Equivalent Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus III Kecamatan Jembrana tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah 208 orang siswa. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 3 Dauhwaru dan siswa kelas V SD Negeri 6 Dauhwaru yang berjumlah 68 orang. Data yang dianalisis adalah hasil belajar IPA yang dikumpulkan melalui tes objektif terdiri dari 30 butir soal. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan perolehan nilai rerata kelompok eksperimen berada pada kategori tinggi dan perolehan nilai rerata kelompok kontrol yang berada pada kategori sedang (eksperimen = 20,86 > kontrol = 16) dan hasil uji hipotesis menggunakan uji-t diperoleh thitung lebih besar dari ttabel (thitung = 5,46 >  ttabel = 1,996). Dengan demikian bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model TAPPS berbantuan kartu kerja dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model konvensional.   Kata-kata kunci: TAPPS, Kartu Kerja, Hasil Belajar
Penerapan Model Pembelajaran Accelerated Learning dalam Pola Lesson Study untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas III Semester I di SDN 3 Sambangan Kecamatan Sukasada Tahun Ajaran 2014/2015 ., Made Cahyani; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan kualitas pengelolaan pembelajaran yang dilakukan guru saat melaksanakan pembelajaran, yang dalam perancangannya menggunakan model pembelajaran Accelerated Learning dalam pola Lesson Study serta mengetahui peningkatkan hasil belajar Matematika pada siswa kelas III semester I di SD N 3 Sambangan Kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2014/2015 setelah menerapkan model pembelajaran Accelerated Learning dalam pola Lesson Study. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah 27 orang siswa Kelas III Semester I SDN 3 Sambangan tahun pelajaran 2014/2015. Data tentang hasil belajar siswa menggunakan tes hasil belajar. Hasil penelitian dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar Matematika siswa mengalami peningkatan dari siklus ke siklus berikutnya. Persentase tingkat hasil belajar siswa yang ditunjukkan pada refleksi siklus I baru mencapai 65,19% dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 62,97%. Dari data hasil tes belajar siswa siklus I penelitian belum sesuai dengan kategori yang di inginkan. Hal ini disebabkan karena persentase nilai rata-rata klasikal masih di bawah 70% yakni baru mencapai 65,19%. Jumlah siswa yang tuntas sebesar 62,96% dan 37,04% dari jumlah seluruh siswa kelas III Semester I SDN 3 Sambangan memperoleh nilai di bawah KKM yang ditentukan atau belum tuntas.Kata Kunci : Accelerated Learning, hasil belajar This study aims to investigate the tendency of learning management quality which is conducted by teachers in learning process in which Accelerated Learning Model is applied in the form of Lesson Study. This study also aims to find out the improvement of students’ mathematics achievement of Grade 3 semester 1 of SDN 3 Sambangan Sukasada Sub-regency in the academic year 2014/2015 after the application of Accelerated Learning Model in the form of Lesson Study. This is a Classroom Based Action Research which is designed into two cycles. The subject of the study is 27 students of Grade 3 semester 1 of SDN 3 Sambangan in the academic year 2014/2015. The data obtained from the result of learning test. The data obtained is analyzed by using descriptive statistics and quantitative descriptive analysis. The result of the study shows that the students’ mathematics achievement is improving from one cycle to the next cycle. The percentage of students’ achievement that is shown in the reflection of the first cycle only reach 65.19% with 62.97% classical learning passing grade. From the data of students’ achievement in the first cycle, the study is still far beyond the category that is expected. It is caused by the percentage of classical mean score is still below 70% that is only reaching 65.19%. The percentage of students who pass the passing grade is 62.96% and the rest 30.04% of total number of students cannot pass the passing grade.keyword : Accelerated Learning, Students’ Achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V DI SD GUGUS II KECAMATAN MENDOYO TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Ni Made Meita Purnama_mahasiswa Sari; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Matematika siswa antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Discovry Learning dan siswa bukan dengan model pembelajran discovery learning pada kelas V di Gugus II Kecamatan Mendoyo tahun pelajaran 2016/2017. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus II Kecamatan Mendoyo tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 152 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD Negeri 1 Pergung yang berjumlah 23 orang, SD Negeri 3 Tegalcangkring yang berjumlah 17 orang, kelas V SD Negeri Delodbrawah yang berjumlah 23 orang dan SD Negeri 2 Pergung 16 orang. Data hasil belajar Matematika siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk obyektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata skor hasil belajar Matematika kelompok eksperimen lebih besar dari rata-rata skor hasil belajar matematika kelompok kontrol, hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar Matematika siswa antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Discovry Learning dan siswa bukan dengan model pembelajaran Discovry Learning. Kata Kunci : model pembelajaran Discovery Learning, hasil belajar Matematika This research aims to know the difference in results between students learning mathstudents who follow learning with model Discovry Learning and students not by model Discovery Learning in class V in Cluster II Sub Mendoyo years 2016/2017 lessons. The population of this research was a class V in Cluster II Sub Mendoyo 2016/2017 lesson that year totaled 152 people. The sample of this research that is classV SD Negeri 1 Pergung that add up to 23 people, SD Negeri 3 Tegalcangkring that add up to 17 people, class V SD Negeri Delodbrawah that add up to 23 people and SD Negeri 2 Pergung 16 people. Data results gathered with students learning mathtest objective-shaped instrument. The collected data were analyzed using descriptive statistics and statistical analysis inferensial (test-t). Results of the study showed that the average score results of the experimental group was learning math 12.91 larger than average score results learn math control group is 10.76 This proves that there is a difference of the results between students learning math students who follow learning with model Discovry Learning and students not by model Discovry Learning.keyword : Discovery Learning l model, Mathematics learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS SRI KANDI KECAMATAN DENPASAR TIMUR I Gst. A. Oka Negara, Md. Puspa Dewi, I Kt. Adnyana Putra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.924

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Snowball Throwing dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional di kelas V SD di gugus Sri Kandi Denpasar. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus Sri Kandi, Denpasar tahun ajaran 2012/2013 yang banyaknya 577 orang siswa. Data tentang hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrumen berupa tes obyektif bentuk ganda biasa. Data ini analisis menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Snowball Throwing dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional ( thit = 2,562  >  ttabel = 2,000 ) dengan db = 82 (Σn -2 = 84 – 2 = 82 ) dan taraf signifikansi 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Snowball Throwing berpengaruh terhadap hasil belajar IPA Siswa kelas V SD di Gugus Sri Kandi Kecamatan Denpasar Timur.   Kata-kata kunci : Snowball Throwing , hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA SEMI KONKRET TERHADAP HASIL PKn SISWA DI SEKOLAH DASAR ., I Made Saptria Parwata; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed; ., Dr. I Gede Meter,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe make a match berbantuan media semi konkret dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD gugus letkol wisnu tahun ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD gugus letkol wisnu yang berjumlah 333 siswa. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling yang diacak adalah kelasnya untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan hasil pengundian yaitu siswa kelas VA SD 1 Peguyangan sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 40 orang siswa dan kelas V SD 10 Peguyangan sebagai kelas kontrol yang berjumlah 40 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes berupa tes objektif bentuk pilihan ganda biasa dengan jumlah soal 30. Analisis data menggunakan metode statistik uji-t. Hasil pengujian menunjukan ada perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe make a match berbantuan media semi konkret dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Hal tersebut dapat dibuktikan dari perolehan nilai rata-rata kelas eksperimen X ̅ = 76,41 > X ̅ = 69,67 pada kelas kontrol dan berdasarkan kreteria pengujian thitung = 3,365> ttabel = 2,00 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan media semi konkret berpengaruh terhadap hasil belajar PKn pada siswa kelas V SD gugus letkol wisnu tahun ajaran 2013/2014Kata Kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe make a match, Media semi konkret, hasil belajar PKn. This reseach aims to dermine the existence of significant between the student’s civic achievement learning that learned through cooperative learning make a match model assisted by semi concrete media and the student’s who learned with conventional learning method at the V grade SD gugus Letkol Wisnu academic year 2013/2014. the types reseach are quasi experimental reseach design non equivalent control group desaign. the populations at this reseach were the student’s of V SD gugus Letkol Wisnu for about 333 student’s. this sampling at this reseach were conducted by random sampling technique. the randomized class to determine the experimental class an the control class, and as the result is VA class SD 1 peguyangan as experimental class consist of 40 student’s and V class SD 10 Peguyangan as control class consist of 40 student’s. the data collected by using an objective test with 30 tests of multiple choices. the data analysis by using t-test. the result showed that there were significant differences between the learning achievement of student’s that learned trough cooperative learning make a match model assisted achievement by semi concrete media and the student’s who learned through conventional learning method. it can be proved from the acquisition the average of the experimental class X = 76,41 > X = 69,67 on the control class, based on the criteria the examiner counted=3,365> t tabel = 2,000 so, Ho rejected and Ha accepted. so, it can be concluded that the cooperative learning makes a match model assisted by semi concrete media influences on the civic learning achievement of the student’s grade V SD gugus Letkol Wisnu academic year 2013-2014.keyword : Cooperative Learning Makes A Match Model, Semi Concrete Media. Civic Learning Achievmenttcomes PKN
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS MOCH.HATTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Ni Luh Ari Kartiningsih; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan mengenai penguasaan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Group Investigation berbasis pendekatan saintifik dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional berbasis pendekatan saintifik pada siswa kelas IV di SD Gugus Moch.Hatta. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus Moch.Hatta tahun pelajaran 2015/2016. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik random sampling , sehingga diperoleh SDN 4 Panjer sebagai kelompok eksperimen dan SDN 2 Panjer sebagai kelompok kontrol. Data Penguasaan Kompetensi Pengetahuan IPA dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif pilihan ganda biasa, kemudian dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol (81,58 > 78,66). Berdasarkan hasil analisis uji-t dengan derajat kebebasan (dk = 50 + 49 – 2 = 97) pada taraf signifikansi 5% diperoleh thitung > ttabel (1,90 > 1,67) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Group Investigation berbasis pendekatan saintifik dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional berbasis pendekatan saintifik pada siswa kelas IV SD Gugus Moch.Hatta tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : Model Group Investigation , Pendekatan Saintifik, kompetensi pengetahuan IPA This research aimed to determining the significant difference mastery of knowledge competence in Science learning among groups of students that learned using Group Investigation learning model based scientific approach with student groups that learned using conventional learning model based on a scientific approach to the fourth grade elementary school students at the Cluster Moch.Hatta. Type of this research was quasi-experimental, with non-equivalent control group design. The population in this research were all of students in fourth grade elementary school students at the cluster Moch.Hatta 2015/2016. The sample of this research using random sampling technique, there was SDN 4 Panjer as an experiment group and SDN 2 Panjer as the control group. Data mastery of knowlege competence science learning collected using the multiple-choice text, and then analyzed using t-test. The results of this research shows that the average achievement of experiment group more than the average achievement of control group (81,58 > 78,66). Base on t-test analyzed with (dk = 50 + 49-2 = 97) in significance standard 5% that the result shows thitung more than ttabel (1,90 > 1,67) that mean Ho is reject and Ha is accept. In this research it can conclude that there are significant differences mastery of knowledge competence in science learning among groups of students that learn using Group Investigation learning model based scientific approach with student groups that learn using conventional learning model base on a scientific approach on fourth grade elementary school students at the Cluster Moch.Hatta 2015/2016.keyword : Group investigation learning model, scientific approach, mastery of knowledge competences
Pengaruh Model Pembelajaran POGIL Terhadap Hasil Belajar IPA pada Siswa Kelas V SD ., Gylank Okka Prathama I.W.; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL pada kelas V SD di Gugus III Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Banjar yang berjumlah 7 kelas. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SDN 3 Dencarik dengan jumlah siswa 14 orang dan kelas V SDN 1 Tampekan dengan jumlah siswa 15 orang, yang ditentukan dengan random sampling. Data dikumpulkan dengan metode tes. Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu dengan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial melalui uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL. Dilihat dari rata-rata skor kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL yaitu 23,93 > 18,80. Adanya perbedaan hasil belajar IPA menandakan model pembelajaran POGIL berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : model pembelajaran POGIL, hasil belajar IPA To knowing the difference of science learning results between groups of students learned with POGIL model and groups of students not learned with POGIL model in fifth grade elementary school students in cluster III Banjar district, Buleleng regency, in 2016/2017 school year. The research was quasi experiment with post test only control group design. The population was fifth grade elementary school students in cluster III Banjar district which consists of 7 classes. The sample of this research were fifth grade students in SDN 3 Dencarik which consisted of 14 students and fifth grade students in SDN 1 Tampekan which consisted of 15 students, involved by random sampling technique. Data collected by the test method. Data were analyzed using two steps, by descriptive statistics and inferential statistic through t-test. The result of the analyses showed that there were differences of the science learning result among group students that learned with POGIL model and group students that not learned with POGIL model. Judging from the average score of a group of students that learned with POGIL model larger than the group of students that not learned with POGIL model, amount 23,93 > 18,80. Based on the result, can be concluded that POGIL model influence the science learning result in fifth grade cluster III Banjar distric, Buleleng regency, in 2016/2017 school year.keyword : POGIL model, science learning result

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue