cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Nyoman Eriasa Adnyana Kusuma; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3772

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan 1)untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 di SD Gugus XIV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng, 2)untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning pada siswa kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 di SD Gugus XIV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng, 3)untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajar Problem Based Learning (PBL) dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 di SD Gugus XIV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 di SD Gugus XIV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng yang berjumlah 102 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Sarimekar yang berjumlah 25 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 1 Nagasepaha yang berjumlah 25 orang sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes berbentuk essay. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t polled varians). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 5,22 lebih besar dari ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,000. Dilihat dari hasil perhitungan rata–rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 36,82 lebih besar dari rata–rata hasil belajar IPA kelompok kontrol, yaitu 28,2. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 di SD Gugus XIV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Based Learning, hasil belajar IPA ABSTRACT This research aimed to know the 1)difference of result in studying IPA between students who were taught by using Strategy conventional grade students in first semester of SD Group XIV in academic year 2013/2014 in Buleleng Sub district, 2) difference of result in studying IPA between students who were taught by using Strategy Problem Based Learning grade students in first semester of SD Group XIV in academic year 2013/2014 in Buleleng Sub district, 3)difference of result in studying IPA between students who were taught by using Strategy Problem Based Learning and students who were taught by using conventional strategy. This research was a quasi-experimental research. The population of this research were 102 fifth grade students in first semester of SD Group XIV in academic year 2013/2014 in Buleleng Sub district. The sample were 25 fifth grade students of SDN 1 Sarimekar as experimental class and 25 fifth grade students of SDN 1 Nagasepaha as control class. The data were obtained by using a test in form of essay test. The data obtained were analyzed by using descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis (t-test polled variants). Based on result, it was obtained the mean score for the experimental class was 36.82 and the mean score for control class was 28.02. From the result of analyzing data, it was obtained that Tobserved = 5.22 is is bigger than Ttabel (on 5% significant level) = 2.000, so the result showed that there is significant difference between students who were taught by using Strategy Problem Based Learning and those who were taught by using conventional strategy students in first semester of SD Group XIV in academic year 2013/2014 in Buleleng Sub district. keyword : Taught by using Problem Based Learning , result in studying IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS SISWA KELAS IV SD GUGUS IV KECAMATAN TABANAN Kt. Pudjawan, Kd. Yulita P., I Dw. Pt. Raka Rasana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.790

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penguasaan kosakata Bahasa Inggris pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) mendeskripsikan penguasaan kosakata Bahasa Inggris pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Teams Games Tournament, (3) mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kosakata Bahasa Inggris antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment. Populasi penelitian yaitu siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Tabanan berjumlah 196 orang. Sampel penelitian yaitu siswa kelas IV SD No. 4 Dajan Peken dan SD No. 6 Dajan Peken berjumlah 81 orang. Data penguasaan kosakata Bahasa Inggris dikumpulkan dengan metode berbentuk tes pilihan ganda. Hasil tes yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan kosakata Bahasa Inggris diperoleh (1) hasil post-test kelompok kontrol cenderung sedang dengan Mo<Md<M  (16,50<16,66<16,99), (2) data hasil post-test kelompok eksperimen cenderung tinggi dengan Mo>Md>M (22,18>21,30>20,60), (3) thit adalah 2,82 dan ttab (pada taraf signifikansi 5%) adalah 1,99. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kosakata Bahasa Inggris antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV.   Kata kunci   : Teams Games Tournament, TGT, kosakata Bahasa Inggris
PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD ., Km Juli Astini; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.6186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbasis lingkungan dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional di SD gugus VI Kecamatan Tejakula. Jenis penelitian ini adalah penelitian ekspereimen semu yang dilaksanakan di kelas IV Kecamatan Tejakula tahuan pelajaran 2015/2016 dengan desai posttes only control group. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh kelas IV SD di gugus VI Kecamatan Tejakula. Sampel penelitian diambil dengan teknik radom sampling dan di peroleh kelas IV SD Negeri 1 Sembiran sebagai kelompok eksperimen dan kelas IV SD 3 Semberian sebagai kelompok kontrol. Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan adalah data hasil belajar IPA dan dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian. Data diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan statistik infrensial (uji-t). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan terdapat perbedaan pada hasil belajar IPA siswa antara kelompok eksperimen dan kelompok control. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis menggunakan uji t, dengan thitung lebih besar daripada ttabel (2,037 > 2,021). Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan sebagai sumber belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Gugus VI Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2015/2016. Kata Kunci : Kontekstual , Lingkungan, Hasil Belajar, IPA The objectiveness of the study to know the differences that significance of the result of IPA (science) between group students followed the lesson by contextual based on environment approach with group students followed the lesson by conventional method at SD gugus VI kecamatan Tejakula. This study was experiment apparent which was conducted at IV grade Kecamatan Tejakula in academic year 2015/2016 with design posttes only control group. The population of this study was IV grade SD in gusgus Kecamatan Tejakula. Sample of the study was taken by radom sampling technique. Then the study conducted at IV grade of SD Negeri 1 Sembiran as experiment group and IV grade of SD 3 Sembiran as control group. The result study of IPA as data was gathered by using description test. The data was analyzed into two steps were statistic descriptive and statistic inferential (uji-t). This study can be concluded there was difference on student’s result study of IPA between group experiment and control group. It can be seen from Hypothesis test by using t, with tarithemetic higest than ttable (2,037 > 2,021). Based on the result of study of using contextual based on environment learning as the resources of the study influence to the result study of IV students in SD Gugus VI Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng in academic year 2015/2016. keyword : contextual, Environment, Result study, IPA
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION BERBANTUAN MEDIA VISUAL BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS 1 ABIANSEMAL BADUNG ., Ni Luh Putu Kristinayanti; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran kooperatif Realistic Mathematic Education (RME) berbantuan media visual dengan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus 1 Abiansemal Badung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V Gugus 1 Abiansemal Badung yang berjumlah 185 orang. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD No 2 Sangeh sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD No 1 Blahkiuh sebagai kelompok kontrol. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes hasil belajar matematika berupa tes esai. Hasil tes selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pengujian statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa kelompok eksperimen dan siswa kelompok kontrol. Ini dapat dilihat dari hasil uji-t, dengan thitung > ttabel. Rata-rata hasil belajar matematika kelompok eksperimen lebih dari rata-rata hasil belajar matematika kelompok kontrol yaitu 80,51 > 66,77. Hal ini berarti penerapan model pembelajaran kooperatif Realistic Mathematic Education (RME) berbantuan media visual berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Gugus 1 Abiansemal Badung tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Kooperatif RME, Hasil Belajar Matematika This research aimed to determine the significant differences of mathematics learning achievement by the students who are learning mathematics through cooperative learning model Realistic Mathematic Education (RME) aided visual media with students who are learned through conventional teaching at the fifth grade elementary school students cluster 1 Abiansemal Badung. This research was a quasi experimental with nonequivalent control group design. This population of the research was the fifth grade students of Elementary School No 2 Sangeh as the experimental group and the fifth grade students of Elementary School No 1 Blahkiuh as the control group. The data in this study were collected by using mathematic achievement test instruments such an essay test. The test results were then analyzed using the t-test statistical test. These results indicated that there were significant differences in mathematic achievements between the experimental group and control group. It can be seen from the result of the t-test where t count > t table. The average of mathematic achievements experimental group was higher than the average of mathematic achievements group that was 80.51 > 66.77. It’s meant that the application of cooperative learning model Realistic Mathematic Education (RME) aided visual media was influenced on students’ mathematic learning achievement of the fifth grade elementary school student cluster 1 Abiansemal Badung in academic year 2013/2014.keyword : Cooperative RME, Mathematic Learning achievement
Model Problem Based Learning Menggunakan Metode Probing-Prompting Berpengaruh Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa ., Ni Kadek Kariani; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa antara yang dibelajarkan melalui penerapan model Problem Based Learning menggunakan metode Probing-Prompting dengan yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 21 Pemecutan Denpasar Utara Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Nonequevalent Control Group Design. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas V SD Negeri 21 Pemecutan Denpasar Utara yang berjumlah 102 orang siswa. Sampel penelitian berjumlah 80 orang siswa yaitu 40 orang siswa dari kelas VA yang menjadi kelompok eksperimen dan 40 orang siswa dari kelas VB yang menjadi kelompok kontrol. Sampel penelitian diperoleh dengan teknik sampling jenuh. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan menggunakan teknik tes yang kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan analisis data, diperoleh nilai rata-rata kelompok eksperimen 1 = 80,34 > 2 = 71,17 kelompok kontrol. Selanjutnya berdasarkan uji hipotesis diperoleh = 4,83, sedangkan dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 40 + 40 –2 = 78 diperoleh harga ttabel = 2,00, sehingga = 4,83 > ttabel (α=0,05, 78) = 2,00, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan perbedaan nilai rata-rata kedua kelompok dan hasil uji hipotesis, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning menggunakan metode Probing-Prompting berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 21 Pemecutan Denpasar Utara Tahun Ajaran 2013/2014.Kata Kunci : Problem Based Learning, Probing-Prompting, hasil belajar IPA This study aimed to determining the significant difference of science learning outcomes between students who were taught by Problem Based Learning model using Probing-Prompting method and students who were taught by conventional learning of fifth graders of SD Negeri 21 Pemecutan Denpasar Utara year 2013/2014. This study was a quasy experimental design with used Nonequivalent Control Group Design. The population of this study was all fifth graders of SD Negeri 21 Pemecutan Denpasar Utara amounted of 102 students. The sample of this study was 80 students that devide as two groups, 40 students from VA as the experimental group and 40 students from VB as the control group. This study used saturation sampling technique as the sampling method. Data of science learning outcomes were collected by using test methods, then analyzed by using t-test. By analyzing the data, it was found that the average value of experimental group X ̅ = 80,34 > X ̅ = 71,17 control group. Then, based on t-test, it was found that tcount = 4,83 and with 5% of significance level and df = 40 + 40 – 2 = 78, it was found that ttable = 2,000, so tcount = 4,83 > ttable(α=0,05,78) = 2,000, then H0 rejected and Ha accepted. Based on the difference of average values both groups coupled with the result of hypothesis testing, it can be concluded that the application of Problem Based Learning model using Probing-Prompting method indeed affects the science learning outcomes of the fifth graders of SD Negeri 21 Pemecutan Denpasar Utara year 2013/2014.keyword : Problem Based Learning, Probing-Prompting, Science learning outcomes
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DENGAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MELALUI MODEL JIGSAW BERBANTUAN MEDIA LINGKUNGAN SEKITAR ., I Gede Made Putra Adnyana; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peningkatkan aktivitas belajar IPA dengan menerapkan pembelajaran kontekstual melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan media lingkungan sekitar dalam matapelajaran IPA pada siswa kelas III tahun pelajaran 2015/2016 di SDN 3 Sudimara, (2) mengetahui peningkatkan hasil belajar IPA dengan menerapkan pembelajaran kontekstual melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan media lingkungan sekitar dalam matapelajaran IPA pada siswa kelas III tahun pelajaran 2015/2016 di SDN 3 Sudimara. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III tahun pelajaran 2015/2016 di SDN 3 Sudimara, yang berjumlah 15 orang. Objek penelitian ini adalah peningkatan aktivitas dan hasil belajar IPA. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan metode tes. Data dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif kuantitaif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase aktivitas belajar dan hasil belajar pada siswa kelas III di SDN 3 Sudimara. Berdasarkan observasi aktivitas belajar, persentase rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 71,30% dengan kategori cukup aktif, dan persentase rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus II sebesar 80,70% dengan kategori aktif. Berdasarkan tes hasil belajar IPA, persentase rata-rata hasil belajar IPA siswa pada siklus I sebesar 74,66% dengan kategori sedang, dan persentase rata-rata hasil belajar IPA siswa pada siklus II sebesar 83,67% dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan media lingkungan sekitar dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar IPA siswa kelas III di SDN 3 Sudimara tahun pelajaran 2015/2016. Kata Kunci : kooperatif tipe Jigsaw, media, aktivitas, dan hasil belajar. This study aims to (1) determine improvement activity to learn science by applying contextual learning through cooperative learning model Jigsaw aided media environment in the course from the IPA on third-grade students in the academic year 2015/2016 in SDN 3 Sudimara, (2) to enhancing learning outcomes IPA to apply contextual learning through cooperative learning model Jigsaw aided media environment in the course from the IPA on third-grade students in the academic year 2015/2016 in SDN 3 Sudimara. This research is a classroom action research conducted in two cycles. The subjects were students of class III in the academic year 2015/2016 in SDN 3 Sudimara, which totaled 15 people. The object of this study was the increase in activity and learning outcomes IPA. Collecting data in this study was conducted using the method of observation and tests. Data were analyzed with descriptive statistical analysis of quantitative methods. The results showed that an increase in the percentage of learning activities and learning outcomes at the third-grade students at SDN 3 Sudimara. Based on the observation of learning activities, the average percentage of student learning activities in the first cycle of 71.30% with a category quite active, and the average percentage of student learning activities in the second cycle of 80.70% in the active category. Based on the test results to learn science, the average percentage of students' learning outcomes IPA in the first cycle of 74.66% in the medium category, and the average percentage of student learning outcomes IPA on the second cycle of 83.67% with a high category. Based on these results it can be concluded that the application of cooperative learning model Jigsaw aided media surrounding environment can increase the activity of learning and learning outcomes third grade science students at SDN 3 Sudimara the school year 2015/2016.keyword : Jigsaw type of cooperative, media, activities, and learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V PADA GUGUS IV KERINCI KECAMATAN MELAYA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., I Putu Arie Indra Permana; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Posing dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada kelas V di Gugus IV Kerinci tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang ada di Gugus IV Kerinci Kecamatan Melaya tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 103 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelompok siswa kelas V SD Negeri 2 Candikusuma yang berjumlah 21 orang sebagai kelas eksperimen dan kelompok siswa kelas V SD Negeri 4 Candikusuma yang berjumlah 20 orang sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung 6,558 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,021. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa hasil belajar IPS kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Posing lebih tinggi dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Posing, hasil belajar IPS ABSTRACT This study aims to determine the differences in IPS learning outcomes between groups of students who were taught by the model of Problem Posing learning and group of students who were taught by conventional model in class V in Kerinci IV Teaching Cluster 2016/2017. This type of research is quasi experimental research. The population of this study is all students of class V that exist in Gilt IV Kerinci Melaya District 2016/2017 academic year which amounted to 103 people. The sample of this research is a group of students of class V SD Negeri 2 Candikusuma which amounted to 21 people as experimental class and group of students of grade V SD Negeri 4 Candikusuma which amounted to 20 people as control class. Student learning outcomes data were collected with multiple choice test instruments. The data collected were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis (t-test). Based on the result of data analysis, obtained tcount 6,558 and ttable (at 5% significance level) = 2,021. This means that thitung> ttable, so it can be interpreted that the learning result of IPS group of students who are taught by model of Problem Posing learning is higher than the student group that is taught by conventional learning model. keyword : Keywords: Problem Posing Learning Model, learning outcomes IPS
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP SIKAP SPIRITUAL SISWA DENGAN KOVARIABEL INTENSITAS HUBUNGAN DALAM POLA ASUH KELUARGA ., Ida I Dewa Ayu Ratih Widnyani; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5635

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik terhadap sikap spiritual siswa setelah kovariabel intensitas hubungan dalam pola asuh keluarga dikendalikan pada siswa IV SD di perkotaan. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan penelitian menggunakan desain single factor independent group design with use of covariat. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD perkotaan di Gugus II Kecamatan Bangli tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 187 orang. Sampel penelitian yang digunakan yaitu siswa kelas IV SD N 2 Kawan yang berjumlah 37 orang dan siswa kelas IV SD N 5 Kawan yang berjumlah 32 orang. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan instrumen lembar kuesioner. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis kovarians satu jalur (Anakova).Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan (1) terdapat perbedaan sikap spiritual antara kelompok siswa yang belajar mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan kelompok siswa yang belajar dengan mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konvensional pada siswa kelas IV SD diperkotaan. (2) Terdapat perbedaan sikap spiritual antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konvensional setelah kovariabel intensitas hubungan dalam pola asuh keluarga dikendalikan pada siswa kelas IV SD di perkotaan. (3) Terdapat kontribusi signifikan intensitas hubungan dalam pola asuh keluarga terhadap sikap spiritual siswa sebesar 32,5%. Kata Kunci : saintifik, sikap spiritual, pola asuh keluarga The aims of this research were to know the influence of scientific approach towards students’ spiritual attitude after intensity covariable relations in parenting controlled on the year IV primary students in the cities. The types of this research were experiment quasi with draft research used single factor independent group design with the use of covariates. The population of this research was all of the year IV primary students in the cities in Gugus II Bangli Regency of the year 2014/2015 which has 187 students. Samples used in this research are students of fourth grade N 2 Kawan which amounted to 37 people and students fourth grade N 5 Kawan which amounts to 32 people. The research samples were collected with questionnaire instrument. The data was analysed by one-way covariance (Anakova). Based on the results of the data analysis, it can be concluded (1) There are differences in spiritual attitude between the group of students that learn using scientific approach and group of students that learn using conventional approach of the year IV primary students in the cities. (2) There are spiritual attitude differences between the group of students that follows learning with scientific approach and group of students that using conventional approach after intensity covariable relations in parenting controls on the year IV primary students in the cities. (3) There is 32,5% significant contribution of the parenting intensity towards students’ spiritual attitude.keyword : scientific, spiritual attitude, parenting
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS KELAS IV SD GUGUS 4 BONDALEM KECAMATAN TEJAKULA I Md.Tegeh, Md. Sukma Hadinata, Syahruddin,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1368

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPS antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester II di SD gugus 4 Bondalem. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan desain control-group pre-test post-test. Populasi penelitian ini adalah semua SD siswa kelas IV yang berada di Gugus 4 Bondalem yang terdiri dari 9 SD. Sampel penelitian adalah SD N 3 Bondalem sebanyak 24 orang sebagai kelompok eksperimen dan SD N 4 Bondalem yang berjumlah 22 orang sebagai kelompok kontrol yang dipilih menggunakan tehnik  random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data tentang hasil prestasi belajar siswa dilakukan dengan menggunakan tes objektif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional yaitu Mo < Md > M atau 15 < 18,99 > 12,90 maka menunjukkan bahwa sebagian besar  skor cenderung rendah. prestasi belajar siswa yang mengikuti pembelajaran TAI yaitu Mo > Md > M atau 22,5 > 21 > 20,12 maka menunjukkan bahwa sebagian besar  skor cenderung tinggi. Hasil uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan Uji-t diketahui bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar IPS siswa yang signifikan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran tipe TAI  dengan prestasi belajar siswa yang mengikuti pembelajaran Konvensional pada siswa kelas IV di gugus 4 Bondalem tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini dapat dilihat dari mean kelas eksperimen dan kelas kontrol (eksperimen = 20,12 > kontrol = 12,90). Dari hasil pengujian hipotesis kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan uji-t diperoleh thitung > ttabel (6,02 > 2,021).   Kata-kata kunci: kooperatif, TA, konvensional, prestasi belajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN MINAT BELAJAR TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA SISWA KELAS IV SD ., Ni Kadek Metaputri; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap keterampilan prosess sains dengan mengontrol minat belajar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah non-equivalent post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Astina tahun pelajaran 2015/2016. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan uji Anakova 1 jalur 1 kovariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing (F = 4,346, dengan Sig. = 0,042 < 0,05); (2) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing setelah mengontrol minat belajar (F = 4,150, dengan Sig. = 0,047 < 0,05); dan (3) terdapat korelasi yang signifikan antara minat belajar dengan keterampilan proses sains (Sig. = 0,000 < 0,05).Kata Kunci : pembelajaran Inkuiri Terbimbing, keterampilan proses sains, minat belajar This research was aimed to know the effect of guided inquiry learning toward science process skills with controlling interest in learning. The research using non-equivalent post-test only control group design. The population in this research was all of the fourth grade student in SD Negeri 1 Astina in academic years 2015/2016. The sample was taken out using simple random sampling. The collected data were analyzed by one way Ancova with one covariable. The research showed that: (1) there are significant differences in science process skills between the group of students who studied with guided inquiry learning and the group of student who learned with conventional learning (F = 4,346, with Sig. = 0,042 < 0,05); (2) there are significant differences in science process skills between the group of students who studied with guided inquiry learning and the group of student who learned with conventional learning after controlling the interest in learning (F = 4,150, with Sig. = 0,047 < 0,05); and (3) there are significant correlation of the interest in learning with science process skills (Sig. = 0,000 < 0,05).keyword : guided inquiry learning, science process skills, the interest in learning

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue