cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH METODE SIMAK-KERJAKAN TERHADAP HASIL BELAJAR MENYIMAK CERPEN SISWA KELAS V SD NEGERI 17 DAUH PURI ., Ni Kadek Juni Seri Harini; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar yang signifikan antara menyimak cerpen siswa yang dibelajarkan menggunakan metode simak-kerjakan dengan yang dibelajarkan menggunakan metode ceramah pada siswa kelas V di SD Negeri 17 Dauh Puri. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent control group design. Seluruh siswa kelas V SD Negeri 17 Dauh Puri yang berjumlah 107 siswa yang tersebar pada 3 kelas merupakan populasi. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VB yang berjumlah 36 siswa yang menjadi kelas kontrol dan siswa kelas VC yang berjumlah 35 siswa yang menjadi kelas eksperimen, sampel dipilih melalui teknik random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Berdasarkan hasil pengujian data post-test siswa dalam pembelajaran bahassa Indonesia diperoleh dari kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan uji hipotesis dengan uji-t. Kriteria pengujian adalah jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima dengan derajat kebebasan dk = n1 + n2 – 2 dan  = 0,05. Hasil uji-t menunjukkan thitung = 4,25 dan ttabel = 2,00 untuk dk = 69 dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan kriteria pengujian, thitung > ttabel (4,25 > 2,00) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil analisis, nilai rata-rata post-test kelompok eksperimen sebesar 86 sedangkan nilai rata-rata post-test kelompok kontrol sebesar 78 (X ̅1>X ̅2) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan metode-simak kerjakan terhadap hasil belajar menyimak cerpen pada pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri 17 Dauh Puri Tahun Ajaran 2013/2014.Kata Kunci : Metode simak-kerjakan, hasil belajar. The purpose of this research is to find out a significant difference in learning outcomes the appliance of simak-kerjakan method application toward short story scrutinize outcome on the Indonesian language study among the fifth grade students of SDN 17 Dauh Puri. This research was a quasi experiment use nonequivalent control group design. Populations in the research are about 107 students, which are divided in 3 different classes. The samples of this research are 36 student of VB class as control class and 35 students of VC class as experiment class, the samples are chosen by random sampling techinuqe. Test and observation method were applied as collecting data method. Based on the result of student’s post-test data, class experiment and class control had been distributed normally and homogeneous. Due to the result, hypothesis was done by using t-test. The criteria of examination was “if thitung>ttabel so that Ho is rejected and Ha is received by degrees of freedom dk = n1 + n2 – 2 and  = 0,05. The result of t-test showed thitung = 4,25 and ttabel = 2,00 for dk = 69 by significant rate 5 %. Based on the criteria of examination, thitung > ttabel (4,25 > 2,00) so that Ho was rejected and Ha was received. Based mean of class experiment are 86 and mean of the class control are 78 (X ̅1>X ̅2) concluded that there was a influence toward the simak-kerjakan method application toward short story scrutinize outcome on the Indonesian language outcome of the fifth grade students of SDN 17 Dauh Puri.keyword : simak-kerjakan method, short story.
PENERAPAN MIND MAPPING DALAM PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn DAN PENGETAHUAN METAKOGNITIF TEMA CITA-CITAKU PADA SISWA KELAS IVA SD NEGERI 1 TONJA ., Ida Ayu Riska Wikantary Andika; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.4940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan hasil belajar PKn; (2) meningkatkan pengetahuan metakognitif tema cita-citaku pada siswa kelas IVA SD Negeri 1 Tonja, Denpasar Utara, tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan mind mapping dalam pendekatan saintifik.Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IVA yang berjumlah 28 siswa yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan persentase rata-rata hasil belajar PKn 10,07% dengan peningkatan ketuntasan klasikal 14,28%. Pada siklus I diperoleh persentase rata-rata siswa 73,32% dikategorikan sedang dengan ketuntasan klasikan 67,86%, dan pada siklus II diperoleh persentase rata-rata siswa 83,39% dikategorikan tinggi dengan ketuntasan klasikal 82,14%. Sedangkan, untuk pengetahuan metakognitif, terjadi peningkatan persentase rata-rata siswa 8,14%. Pada siklus I diperoleh persentase rata-rata 63,75% dengan kategori rendah, dan pada siklus II diperoleh persentase rata-rata 71,89% dengan kategori sedang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan mind mapping dalam pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar PKn dan pengetahuan metakognitif tema cita-citaku pada siswa kelas IVA SD Negeri 1 Tonja, Denpasar Utara, tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : mind mapping, pendekatan saintifik, hasil belajar PKn, pengetahuan metakognitif. This study aims to (1) improve the result of civic education; (2) improve metacognitive knowledge with topic my idea in the fourthA grade students of SD Negeri 1 Tonja, North of Denpasar, in academic year 2014/2015 with mind mapping in scientific approach application. The design of this study was classroom action research in two cycles. Each cycle was consisted of four steps such as planning, action, observation, and reflection. The subject of the study were fourthA grade students, as many as 28 students they consisted of 17 male and 11 female. To collect data in this study was used test method. Data was obtained then was analyzed with descriptive-quantitative and qualitative analyzed. The result of the study show to improve average percentage the result of civic education is 10,07% and improve the classical complete percentage is 14,28%. In the first cycle to the result of civic education show students average percentage is 73,32% in medium category with classical complete is 67,86%, and in the second cycle show student average percentage is 83,39% in high category with classical complete is 82,14%. Meanwhile for metacognitive knowledge, improve student average percentage is 8,14%. In the first cycle show students average percentage is 63,75% in low category, and in the second cycle show student average percentage is 71,89% in medium category. So that in conclusion that the application mind mapping in scientific approach improve the result of civic education and metacognitive knowledge with topic my idea in the fourthA grade students of SD Negeri 1 Tonja, North of Denpasar, in Academic Year 2014/2015.keyword : mind mapping, scientific approach, the result of civic education, metacognitive knowledge.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Mas Agus Asta Muhamad; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dengan siswa yang belajar tanpa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick pada kelas V di Desa Pohsanten. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini berjumlah 85 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 37 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes objektif. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa thit = 4,859 dan ttab (sig. 5%) = 2,030. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dengan siswa yang belajar tanpa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick. Dari rata-rata (𝝌), diketahui (𝝌) kelompok eksperimen sebesar 82,23 dan (𝝌) kelompok kontrol sebesar 71,68. Hal ini berarti bahwa (𝝌) eksperimen > (𝝌) kontrol. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di Desa Pohsanten semester genap tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : hasil belajar IPA, talking stick This research aims to determine the difference of science learning outcomes between students who were learn by cooperative learning model of talking stick with students who were learn without using cooperative learning model of talking stick in grade V at Pohsanten Village. The type of research is quasi e𝝌perimental research. The population amouts of this research is 85 people. The sample amounts of this research is 37 people. Student learning outcomes data were collected with objective test instruments. The collected data were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis (t-test). The results showed that tcount = 4.859 and ttable (sig. 5%) = 2.030. This means that tcount> ttable, so it can be concluded that there is a significant difference in science learning outcomes between students who are learn by cooperative learning model of talking stick with students who are learn without using cooperative learning model of talking stick. From the mean (𝝌), it is known (𝝌) e𝝌perimental group is 82,23 and (𝝌) control group is 71,68. This means that (𝝌) e𝝌periment > (𝝌) control. Therefore, cooperative learning model of talking stick influences on science learning outcomes of grade V students at Pohsanten Village in even semester of academic year 2016/2017.keyword : science learning outcomes, talking stick
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SQ4RTERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SD GUGUS I DENPASAR SELATAN I Kt. Adnyana Putra, Ni L. A Suardani, I Kt. Ardana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.968

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh model pembelajaran SQ4R(survey, question, read, reflect, recite, review) terhadap keterampilan membaca dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V SD Gugus I Denpasar Selatan tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah semua SD Gugus I Denpasar Selatan yang terdiri dari 8 SD dan 13 kelas yang berjumlah 486 siswa. Sampel diambil dengan teknikrandom sampling. Data yang dikumpulkan adalah keterampilan membaca dalam pembelajaran bahasa Indonesia berupa nilai kognitif. Nilai kognitif yang dikumpulkan menggunakan tes keterampilan membaca dalam bentuk pilihan ganda biasa dan rubrik penilaian keterampilan membaca. Data dianalisis dengan uji-t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaanketerampilan membaca pembelajaran bahasa Indonesia yang signifikan antara siswa yang melaksanakan model pembelajaran SQ4Rdengan siswa yang melaksanakan pembelajaran menggunakan pembelajaran konvensional (thitung = 7,139 ; ttabel = 2,000), artinya nilai rata-rata keterampilan membaca yang dibelajarkan dengan penerapan model pembelajaran SQ4Rlebih tinggi dari siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (81,48>75,84).Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran SQ4R berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterampilan membaca dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V SD Gugus I Denpasar Selatantahun pelajaran 2012/2013. Kata kunci : SQ4R, Keterampilan Membaca
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS PELIATAN UBUD TAHUN AJARAN 2013/2014 ., I Kadek Ariasa; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran Active Knowledge Sahring dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Peliatan Ubud. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah quasi experiment atau eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi yang dipergunakan adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus Peliatan Ubud tahun ajaran 2013/2014. Sampel penelitian diperoleh dengan teknik random sampling. Setelah dirandom, diperoleh sampel yaitu kelas V SDN 3 Peliatan sebagai kelompok eksperimen dan kelas V SDN 4 Peliatan sebagai kelompok kontrol. Data penelitian berupa hasil belajar matematika pada ranah kognitif dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan uji-t. Dari analisis hasil belajar siswa diperoleh thitung sebesar 4,62 sedangkan ttabel 1,99 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran Active Knowledge Sharing dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Peliatan Ubud. Selain itu dilihat dari perolehan rata-rata nilai posttest, hasil belajar kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran Active Knowledge Sharing lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar kelompok kontrol yaitu 69,02 untuk kelompok eksperimen dan 60,73 untuk kelompok kontrol. Atas hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran Active Knowledge Sharing terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas V SD Gugus Peliatan Ubud tahun ajaran 2013/2014. Kata Kunci : Active Knowledge Sharing, hasil belajar, matematika This study aimed to know the significant difference of learning result in mathematics between the students who had been taught through Active Knowledge Sharing learning model and the students who were taught through conventional learning in the fifth grade of SD Gugus Peliatan Ubud in academic year 2013/2014. This study belongs to quasi experiment with Nonequivalent Control Group Design. The study populations were the students in the fifth grade in SD Gugus Peliatan Ubud in academic year 2013/2014. The samples were taken by random sampling technique and obtained class V SDN 3 Peliatan and class V SDN 4 Peliatan. The data which had been collected was the learning result that obtained by multiple choices test method. The data that collected was analyzed by t-test. This finding result show that t-result= 4,62 while t-table = 1,99 which means there is a significant difference of learning result in mathematics between the students who had been taught through Active Knowledge Sharing learning model and the students who were taught through conventional learning in the fifth grade in SD Gugus Peliatan Ubud in school year 2013/2014. Besides, it could be proved by the average of experiment group's posttest result that had been taught by Active Knowledge Sharing model was better than the control group's posttest result. It was 69,02 for the experiment group and 60,73 for the control group.Based on the study result can be concluded that Active Knowledge Sharing learning model affects the mathematics learning result in the fifth grade students of SD Gugus Peliatan Ubud in academic year 2013/2014.keyword : Active Knowledge Sharing, learning result, mathematics
PENGARUH MODEL PBL BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA ., I Made Dwi Paramartha; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning berbantuan media audio visual dan kelompok siswa yang dibelajarkan secara konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus Pangeran Diponegoro. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Gugus Pangeran Diponegoro yang berjumlah 370 orang. Sedangkan sampel penelitian ditetapkan 64 siswa yang ditentukan dengan teknik random sampling. Pengumpulan data penguasaan kompetensi pengetahuan IPA dilakukan dengan metode tes jenis objektif bentuk pilihan ganda biasa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung = 4,531 dan ttabel = 2,000 pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05) dengan dk 31 + 33 – 2 = 62. Oleh karena thitung = 4,531 > ttabel(α = 0,05) = 2,000 maka H0 ditolak. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning berbantuan media audio visual dan kelompok siswa yang dibelajarkan secara konvensional pada siswa kelas IV. Nilai rerata juga menunjukkan bahwa penguasaan kompetensi pengetahuan IPA kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan media audio visual X ̅ = 81,12 > 68,63 rerata penguasaan kompetensi pengetahuan IPA kelompok siswa yang dibelajarkan secara konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning berbantuan media audio visual berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV SD Gugus Pangeran Diponegoro.Kata Kunci : problem based learning, audio visual dan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA This research aim is to know about the existence of significant difference about science competence of students who study with problem based learning model assisted by audio visual media and students who study using conventional learning model on students of 4th grader in sd gugus pangeran diponegoro. The type of this research is experimental research with nonequivalent control group design. This research population is all 4th grade student in sd gugus pangeran diponegoro which there is 370 students. Meanwhile, the sample of the research is 64 students which is obtained with random sampling technique. In collecting the data, test method in common multiple objective is done. The data then was analyzed with t-test analysis. Based on the t-test analysis, there was obtained tcount = 4.531 and ttable = 2.000 on significancy level of 5 % (α = 0,05) with dk 31 + 33 – 2 = 62. Because thitung = 4,531 > ttabel(α= 0,05) = 2,000 so Ho was rejected. It proves that there is a significant differences between science competence of students who study with problem based learning model assisted by audio visual media and students who study using conventional learning model on students of 4th grader in sd gugus pangeran diponegoro. The average score also shows that science competence of students who study with problem based learning model assisted by audio visual media is X ̅ = 81,12 > 48,43 than students who study using conventional learning model. Therefore it can be concluded that problem based learning model assisted by audio visual media influences the competence of science on 4th grader in sd gugus pangeran diponegoro.keyword : problem based learning, audio visual, science competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN POLYA BERBANTUAN MEDIA VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD ., Kadek Ayu Wisaka Dewi; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Polya berbantuan media visual dan siswa yang mengikuti pembelajaran bukan dengan menggunakan model pembelajaran Polya berbantuan media visual pada siswa kelas V SD di Gugus II Kelurahan Penarukan Kecamatan Buleleng. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus II Kelurahan Penarukan Kecamatan Buleleng yang berjumlah 138 orang. Sampel penelitian ini yaitu 27 siswa kelas V SD Negeri 1 Penarukan sebagai kelompok kontrol dan 31 siswa kelas V SD Negeri 4 Penarukan sebagai kelas eksperimen yang dipilih dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah data hasil belajar Matematika siswa yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t. Rata-rata hasil belajar Matematika kelompok eksperimen (14,12) lebih tinggi daripada kelompok kontrol (9,59). Hasil perhitungan uji-t, thitung = 4,87 dan ttab = 2,00. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Polya berbantuan media visual dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran bukan dengan menggunakan model pembelajaran Polya berbantuan media visual pada siswa kelas V SD di Gugus II Kelurahan Penarukan Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Polya, media visual, hasil belajar This research aims to determine the differences in learning outcomes between students who took mathematics using Polya teaching style which supported by visual aid media and students who took the lesson without Polya teaching style which supported by visual aid media in fifth grade students in Cluster II District of Buleleng. This research is classified as quasi experiment. The population of this research were 138 students of elementary school grade V in Cluster II Village Penarukan District of Buleleng. The sample was 27 students of class V SDN 1 Penarukan as the control group and 31 students of class V SDN 4 Penarukan as the experimental group were selected by random sampling technique. The collected data were the students’ result of learning Mathematics that the data were analyzed using descriptive statistics and t-test. The results of the mean of the experimental group (14,12) was higher than the students of control group (9,59). Based on uji-t counting shown that thitung = 4,87 and ttable = 2,00. This means value>t table, so that it can be interpreted that there is a significant difference in learning outcomes between student who take Mathematics teaching and learning model Polya media aided visual students who take learning with not model Polya media aided visual in fifth grade students in Cluster II Village Penarukan District of Buleleng in the academic year 2016/2017. keyword : Polya, media visual, the learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD ., Ni Made Ayu Wisnawati; ., Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd; ., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan memecahkan masalah matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran penemuan terbimbing dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus XII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IV di Gugus XII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 184 orang. Sampel dalam penelitian sebanyak 75 orang. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data dikumpulkan dengan instrumen tes kemampuan memecahkan masalah berbentuk uraian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial (uji-t sample independent). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan memecahkan masalah matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran penemuan terbimbing dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan thitung=5,78 dan ttabel=2,02, maka thitung lebih besar dari ttabel. Perbandingan rata-rata kemampuan memecahkan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model penemuan terbimbing adalah 83,18 lebih besar dari rata-rata kemampuan memecahkan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional adalah 66,71. Hal ini berarti model pembelajaran penemuan terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika.Kata Kunci : pembelajaran terbimbing, kemampuan memecahkan masalah This study is aims to describe the difference in the ability of solving mathematic problem between the students treated using guided inquiry and the students treated using conventional teaching technique in grade IV elementary students of Gugus XII Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng in the academic year 2013/2014. This study is quasi experiment with non-equivalent post test only control group design. The population is all the grade IV elementary students, which are 184 students, in Gugus XII Kecamatan Buleleng in the academic year 2013/2014. While the sample is 75 students. The sample is selected using random sampling technique, which is random in classes. The data is collected by using an instrument which is a test in the ability to solve problems in the form of essay. The collected data is analyzed by using descriptive statistic analysis and inferential statistic analysis. (t-test sample independent). The results of the analysis show that there is a significant difference in the ability of solving mathematic problem between the students treated by using guided inquiry and the students treated by using conventional teaching technique where the thitung=5.78 and ttabel= 2.02, so thitung is more than ttabel. The average ratio of the students’ ability treated by using guided inquiry in solving mathematic problem is 83.13, that is more than the average ratio of students’ ability treated by conventional teaching technique, which is 66.71. This means that the application of guided inquiry affects toward students ability of solving mathematic problem.keyword : guided learning, problem solving ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN 5ETERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD DI GUGUS VI KECAMATAN MUNCAR KABUPATEN BANYUWANGI Ign. I Wyn. Suwatra, K. Nelly Fauzia, Md. Suarjana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.814

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran 5E dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensionalpada siswa  kelas IV semester genap mata pelajaran IPA materi perubahan lingkungan fisik tahun pelajaran 2012/2013 di SD Gugus VI Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi.Jenis  penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian posttest only control group design. Populasidari penelitian ini adalah siswa kelompokIV SD Gugus VI Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 193siswa.Sampel diambil dengan cararandom sampling yang berjumlah 70 siswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA. Bentuk tes hasil belajar IPA yang digunakan adalah multiple choise test. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji prasyarat analisis. Sebagai tindak lanjut dari uji prasyarat analisis digunakan uji-t untuk menguji perbedaan hasil belajar IPA siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran 5E dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA materi perubahan lingkungan fisik siswa kelas IV semester genap tahun pelajaran 2012/2013 SD Gugus VI Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi (thitung= 11,27 >ttabel= 2,032).Kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran 5E menunjukkan hasil belajar IPA yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional.   Kata-kata kunci: MP5E, MPK, hasil belajar IPA.  
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DEBAT AKTIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS V SD ., Gst. Ayu Kt.Triana f; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum; ., I Kadek Suartama, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6938

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berbicara setelah peberapan model pembelajaran debat aktif (active debate) siswa kelas V di SD Negeri 1 Banjar Bali, Kecamatan Buleleng, tahun pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Negeri 1 Banjar Bali tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 33 orang. Objek penelitian ini adalah keterampilan berbicara. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi. Data dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menujukkan bahwa terjadi peningkatan persentase keterampilan berbicara siswa kelas V di SD Negeri 1 Banjar Bali. Berdasarkan hasil observasi, pada siklus I rata-rata keterampilan berbicara siswa yang diperoleh sebesar 73,06% (kategori “sedang”). Selanjutnya, pada siklus II keterampilan berbicara siswa mengalami peningkatan. Rata-rata keterampilan berbicara siswa pada siklus II sebesar 83,21% (kategori “tinggi”). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran debat aktif (active debate) dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V tahun pelajaran 2015/2016 di SD Negeri 1 Banjar Bali, Kecamatan Buleleng. Kata Kunci : Debat Aktif, Keterampilan Berbicara The purpose of this study is to improve speaking skills by applying active learning model debate (active debate) in the fifth grade students of SD Negeri 1 Banjar Bali in the academic year 2015/2016. This research is a classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of planning, action, observation / evaluation, and reflection. The subjects were fifth grade students at SD Negeri 1 Banjar Bali in the academic year 2015/2016 which amounted to 33 people. The object of this study is speaking skills. Collecting data in this study conducted by the method of observation. Data were analyzed by using descriptive statistic analysis. The results study showed that an increase in the percentage of students' speaking skills class V SD Negeri 1 Banjar Bali. Based on observations, the first cycle average of students' speaking skills gained by 73.06% (category "medium"). Subsequently, in the second cycle students' speaking skills have increased. The average speaking skills of students in the second cycle of 83.21% (category "high"). Based on these results we can conclude that the application of active learning model debate (active debate) can improve students' speaking skills class V in the academic year 2015/2016 in SD Negeri 1 Banjar Bali, Buleleng district. keyword : Active Debate , Speaking Skills

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue