cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SSCS BERBANTUAN KARTU MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS III SD DI GUGUS XIII KECAMATAN BULELENG ., I Gede Putu Suryawan; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) untuk mengidentifikasi kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa kelas III SD yang mengikuti model pembelajaran konvensional, 2) untuk mengidentifikasi kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa kelas III SD yang mengikuti model pembelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS), 3) mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran SSCS berbantuan kartu masalah dengan kelompok siswa yang melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas III SD N 1 Baktiseraga yang berjumlah 23 orang dan siswa kelas III SD N 1 Banjar Tegal yang berjumlah 24 orang. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes essay. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas III semester II di Gugus XIII Kecamatan Buleleng yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran SSCS berbantuan kartu masalah dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (thitung > ttabel, thitung = 22,5 dan ttabel = 2,021). Berdasarkan temuan di atas, disimpulkan bahwa model pembelajaran SSCS berbantuan kartu masalah berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model SSCS, kemampuan pemecahan masalah This research aims to 1) to identify problem solving abilities of mathematics in third grade elementary school students who follow conventional learning model, 2) to identify problem solving abilities of mathematics in third grade elementary school students who follow the learning model of Search, Solve, Create and Share (SSCS) , 3) to know the difference of problem solving ability of student mathematics among group of students who follow the learning model of SSCS assisted problem card with group of students who implement the learning using conventional learning model. The sample of this research is students of class III SD N 1 Baktiseraga which amounted to 23 people and students of class III SD N 1 Banjar Tegal which amounted to 24 people. Data of students' mathematical problem solving skills was collected using an essay test. The data obtained were analyzed using descriptive statistics and inferential statistic analysis, t-test. The results of this study indicate that there are differences in the ability of problem solving mathematics problems of third grade students of semester II in Buleleng District XIII cluster significantly between groups of students who follow the learning model SSCS assisted problem cards with groups of students following the conventional learning model (thitung> ttabel, thitung = 22,5 and ttable = 2.021). Based on the above findings, it is concluded that SSCS-assisted learning model of problem cards has a positive effect on mathematical problem solving ability compared with conventional learning model.keyword : SSCS teaching method, problem solving
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 TINGA-TINGA Kt. Dibia, I Dw. A. Pt. Sulistyani, I Nym. Murda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.777

Abstract

Abstrak Proses pembelajaran IPA yang berlangsung di kelas IV SD Negeri 3 Tinga-Tinga masih belum optimal. Hal ini terbukti dari masih rendahnya pencapaian hasil belajar siswa dengan rerata masih di bawah KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA setelah menerapkan model pembelajaran talking stick pada siswa kelas IV semester II tahun pelajaran 2012/2013 di SD Negeri 3 Tinga-Tinga Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas IV SD Negeri 3 Tinga-Tinga tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 30 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Pada siklus I, persentase tingkat hasil belajar siswa adalah 66,80% dengan kategori sedang, sedangkan ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 73,33%. Ini berarti, ketuntasan belajar siswa belum mencapai kriteria keberhasilan karena masih di bawah 75%. Pada siklus I, persentase tingkat hasil belajar siswa adalah 85,47% dengan kategori tinggi. Selain itu, persentase ketuntasan belajar telah mencapai 100%, ini berarti ketetapan ketuntasan belajar 75% sudah tercapai. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat peningkatan hasil belajar IPA siswa sebesar 18,67% dari hasil belajar IPA siswa pada siklus I sebesar 66,80% yang berada pada kategori sedang menjadi 85,47% pada siklus II yang berada pada kategori tinggi dan (2) ketuntasan belajar pada siklus I yaitu 73,33% mengalami peningkatan sebesar 26,67% menjadi 100%.   Kata-kata kunci: model pembelajaran talking stick, hasil belajar.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS ASESMEN PORTOFOLIO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGETAHUAN IPA DAN PENGETAHUAN METAKOGNITIF SISWA PADA TEMA CITA-CITAKU KELAS IV SD NEGERI 8 PADANGSAMBIAN ., Ni Ketut Ayu Pramitasari; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.6164

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pengetahuan IPA dan pengetahuan metakognitif siswa dengan menerapkan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio pada tema cita-citaku. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 8 Padangsambian yang berjumlah 47 orang. Data hasil belajar pengetahuan IPA dan pengetahuan metakognitif siswa dikumpulkan dengan metode tes. Data hasil belajar pengetahuan IPA dan pengetahuan metakognitif yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan persentase rata-rata hasil belajar pengetahuan IPA siswa kelas IV sebesar 8,91% dari 72,32% pada siklus I menjadi 81,23% pada siklus II (2) terjadi peningkatan persentase rata-rata hasil belajar pengetahuan metakognitif siswa kelas IV sebesar 9,75% dari 71,19% pada siklus I menjadi 80,94% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio dapat meningkatkan hasil belajar pengetahuan IPA dan pengetahuan metakognitif siswa pada tema cita-citaku kelas IV SD Negeri 8 Padangsambian. Kata Kunci : Kata kunci: pendekatan saintifiik, portofolio, hasil belajar pengetahuan IPA, metakognitif. This research intended to increase science learning result and student metacognitive knowledge through scientific approach based on portfolio assessment of my dream as the theme. The research conducted using two cycles; every cycle consisted of planning, implementation, observation and evaluation as well as reflection. The subject of this research is forty seven students in grade IV at SD Negeri 8 Padangsambian. The data of this metacognitive and science learning itself, were gathered using descriptive quantitative and descriptive qualitative analysis method. The result showed that (1) there was development on the average of grade IV science learning result. It increased 8.91% from 72.32% on the first cycle and became 81.23% on the second cycle. (2) Their metacognitive learning average was increasing as well, which was originally at 71.19% on the first cycle, it got 9.75% more, resulted in 80.94% on the second cycle. Based on this research, we can conclude that the application of scientific approach using portfolio assessment is able to increase the result of student learning science and their metacognitive knowledge on my dream in grade IV SD Negeri 8 Padangsambian keyword : Keywords: scientific approach, portfolio, science learning result, metacognitive
MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V GUGUS I KECAMATAN DAWAN ., I Wayan Ardes Saputra; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1873

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan mengikuti model pembelajaran Learning Cycle dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional siswa kelas V SD Negeri Gugus I Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Negeri Gugus I Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung tahun pelajaran 2013/2014. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah nilai hasil belajar IPA di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol dan dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda satu jawaban benar dengan nilai kognitif (post test). Data dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran Konvensional (thitung = 5,35 > ttabel = 2,000; p>0,05). Hal tersebut dapat dilihat dari tingginya perbedaan hasil belajar antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol pada hasil tes di akhir kegiatan pembelajaran. Rata-rata nilai pada kedua kelompok, diketahui rata-rata nilai kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kontrol ( 184,74> 2 78,56). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Learning Cycle berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V SD Negeri Gugus I Kecamatan Dawan Kabupaten KlungkungKata Kunci : model, pembelajaran Learning Cycle, hasil belajar, IPA. This study aims to determine significant differences between students' science learning outcomes that learned by following the Learning Cycle model of learning with students who take conventional teaching fifth grade students of Elementary School Cluster I Dawan sub district, Klungkung regency. This study was a quasi-experimental study ( Quasy experiment ) with a research design that is used is Non- Equivalent Control Group Design. The study population was all Elementary School fifth grade students Force I Dawan sub district, Klungkung Regency academic year 2013/2014. Samples were taken with a random sampling technique. The data collected is the value of science learning outcomes in the classroom as well as in the experimental and control classes were collected using a multiple-choice test with one correct answer cognitive scores ( post-test ). Data were analyzed by t test. The results showed that there were significant differences in learning outcomes of students who learned with IPA using the Learning Cycle model of learning with students who learned with using conventional learning (of t = 5.35 > t table = 2.000, p> 0.05 ). This can be seen from the high difference in learning outcomes between the experimental group with the control group on the test results at the end of the learning activity. Average values in both groups, the average value known experimental group is higher than the control group ( 184,74> 2 78,56). Thus, it can be concluded that the learning model Learning Cycle significant effect on student learning outcomes IPA at Force Elementary School fifth grade I Dawan sub district, Klungkung regency.keyword : learning, Learning Cycle model, the results of the study, the IPA.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER BERBASIS OPERANT CONDITIONING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS LETKOL WISNU ., I Dewa Ayu Purnama Dewi; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran advance organizer berbasis operant conditioning dan siswa yang mengikuti dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di Gugus Letkol Wisnu Kecamatan Denpasar Utara tahun ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Non Equvalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus Letkol Wisnu Kecamatan Denpasar Utara tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 338 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling yang diacak adalah kelasnya untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan hasil pengundian yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Peguyangan sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 34 orang siswa dan siswa kelas V SD No. 10 Peguyangan sebagai kelas kontrol yang berjumlah 34 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode tes jenis objekktif bentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 6,83 > ttab = 2,000 pada taraf signifikansi 5%. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran advance organizer berbasis operant conditioning dan siswa yang mengikuti dengan pembelajaran konvensional, dan dilihat dari nilai rata-rata kelompok eksperimen = 80,92 > = 63,28 pada kelompok kontrol. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran advance organizer berbasis operant conditioning berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di Gugus Letkol Wisnu Kecamatan Denpasar Utara.Kata Kunci : Kata-kata kunci: Model Pembelajaran Advance Organizer berbasis Operant Conditioning, Pembelajaran Konvensional, dan Hasil Belajar IPA. This research was aimed to know the significant diference of SAINS learning result between students who were taught by using Advance Organizer learning model on Operant Conditioining basis and students who joined conventional learning model on the fifth grade at Gugus Letkol Wisnu, Denpasar Utara subdistrict in academic year 2013/2014. This research is a quasi-experimental study with research design Non Equvalent Control Group Design. The population of this research was 338 fifth grade students at Gugus Letkol Wisnu, Denpasar Utara subdistrict in academic year 2013/2014 and the sample was selected by using random sampling technique where some classes were randomed to determine the expreimental group and control group. After randoming those classes, 34 fifth grade students of SD Negeri 1 Peguyangan were determined as experimental group and 34 fifth grade students of SD No, 10 Peguyangan were determined as control group. The data in this research was collected by giving objective test in the form of multiple choiche to the experimental and control group. The collected data was analyzed by using statistic descriptive analysis and infertial statistic (t-test). The result of data analysis showed that thit = 6,83 > ttab = 2,000 with significance level 5%. The finding reveald that there is a significant effect on SAINS learing result between group who was taught by using Advance Organizer learning model on Operant Conditioning basis and group who was taught by using conventional learning model, and mean score of experimental group was = 80,92, it is bigger than the mean score of control group which was = 63,28. Therefore, it can be conclude that Advance Organizer learning model on Operant Conditioning basis has obvious effect toward SAINS learning result of fifth grade students at Gugus Letkol Wisnu, Denpasar Utara subdistric.keyword : Key words: Advance Organizer Learing Model on the basis of Operant Conditioning, Coventional learning model and SAINS learning resut.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PBL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS 2 KECAMATAN RENDANG ., Ni Komang Ayu Sri Andini; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang siginifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas IV SD gugus 2 Rendang Karangasem. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment). Data hasil belajar IPA, dikumpulkan dengan metode tes sedangkan instrumen yang digunakan berupa tes obyektif. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Perhitungan hasil analisis uji-t membuktikan dimana, thitung lebih besar dari ttabel yaitu 39,88>2,011. Dengan demikian, model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning)berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD semester II di Gugus 2 Kecamatan Rendang Karangasem.Kata Kunci : pembelajaran berbasis proyek, hasil belajar This study aimed to know the significant difference of science outcomes between the students’ group that followed project based learning and the students’ group that followed conventional learning at class IV elementary school cluster 2 Rendang Karangasem. This study is quasi experiment. The result of the science outcome data was collected by test method while the instrument used is objective test. The data collected were analyzed by descriptive statistic and inferential statistic, namely t-test. The result of this study showed that there is different science learning outcomes between the students that learned using project based learning method to the students that learned using conventional learning. The calculation analysis of t-test showed that t-calculation is bigger than t-table, such as 39,88>2,011. Therefore, the project based learning model has a positive effect through the science learning outcomes at class IV elementary school semester II in cluster 2 Rendang subdistrict Karangasem.keyword : project based learning, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS V SD ., Ida Ayu Kade Novia Puspita Dewi; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar Pkn antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dan kelompok siswa yang dibelajarkan bukan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) pada siswa kelas V di SD Gugus III Kecamatan Bangli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelompok siswa kelas V di SD Gugus III Kecamatan Bangli yang terdiri dari 136 siswa. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelompok siswa kelas V SD Negeri 1 Cempaga yang berjumlah 33 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelompok siswa kelas V SD Negeri 2 Cempaga yang berjumlah 37 siswa sebagai kelompok kontrol yang ditentukan dengan teknik random sampling. Pengumpulan data hasil belajar PKn dilakukan dengan metode tes dan instrumen yang digunakan berupa tes objektif pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa thit(3,92) > ttab(1,99), sehingga H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan. Rerata hasil belajar PKn pada kelompok eksperimen yaitu 14,45 dan kelompok kontrol yaitu 10,46. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berpengaruh positif terhadap hasil belajar PKn siswa kelas V SD Gugus III Kecamatan Bangli tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : hasil belajar, PKn, Teams GamesTournament (TGT) TThe purpose of this research is to know the significant differences of PKn learning result among the students that use cooperative learning type Teams Games Tournament (TGT) in learning process and the students that do not use cooperative learning type Teams Games Tournament (TGT) in the learning process on fifth grade students in cluster III elementary school at Bangli region. This research is pseudo experimental research with nonequivalent-post-test-only-control-group design. The populations of this research are the group of fifth grade students in cluster III elementary school at Bangli region that consists of 136 students. The samples on this research are the group of fifth grade students of SD Negeri 1 Cempaga that consists of 33 students as experimental group and the group of fifth grade students of SD Negeri 2 Cempaga that consists of 37 students as controlling group that are chosen using random sampling technique. The data collection of PKn learning result is done using test method and instrument in form of objective test. The data that have been collected are analyzed using descriptive statistical analysis and inferential analysis (uji-t). Based on the result of the analysis, obtained that thit(3,92) > ttab(1,99), so H0 is rejected which means there is a significant influence. The average learning result of PKn in the experimental group is 14,45 and in the controlling group is 10,46. So, we can conclude that the implementation of cooperative learning type Teams Games Tournament (TGT) has positive influence on the PKn study result of the fifth grade students in cluster III elementary school at Bangli region school year 2016/2017.keyword : learning result, PKn, Teams Games Tournament (TGT)
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONFLIK KOGNITIF BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD ., Agung Ayu Komang Candra Ayuni Dewi; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum; ., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konflik kognitif berbantuan peta konsep dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Semester 2 SD No.1 Sangsit Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan desain Non Equivalent Post-test Only Kontrol Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD No. 1 Sangsit Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 56 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas IVA SD No. 1 Sangsit yang berjumlah 29 orang dan kelas IVB SD No. 1 Sangsit yang berjumlah 27 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konflik kognitif berbantuan peta konsep dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Semester 2 SD No.1 Sangsit Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Hal ini dapat dibuktikan dari nilai thitung > ttabel (7,35 > 2,021).Kata Kunci : model pembelajaran konflik kognitif, peta konsep, hasil belajar IPA This research attemped to determine the significant differences science learning outcomes between learn student with conflict cognitve learning model help concept map and learn student with conventional learning model in 4th grade 2th semester elementary school No. 1 Sangsit Sawan subdistrict Buleleng regency academic year 2014/2015. This research is a quasi experiment reseach with using design Non Equivalen Post-test Only Control Group Design. The population in this study were all student off 4th grade elementary school No. 1 Sangsit Sawan subdistrict Buleleng regency academic year 2014/2015 the number off student 56. The samples in this study were all student off 4th grade elementary school No. 1 Sangsit which consists of two classes, namely the number off students IVA class 29 and class IVB that the number of students 27. Science learning outcomes file student of understanding with instrument multiple choice tests. The file collected were analyzed using descriptive statistik and inferential statistics (t-test). The result indicated that there was significant differences science learning outcomes between learn student with conflict cognitve learning model help concept map and learn student with canventional learning model in 4th grade 2th semester elementary school No. 1 Sangsit Sawan subdistrict Buleleng regency academic year 2014/2015. This is proved by the results of value tobserve > ttable (7,35 > 2,021).keyword : conflict cognitive learning model, concept map, science learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SD GUGUS 1 KECAMATAN BULELENG Lh Pt. Putrini Mahadewi, Kd. Suteni, I Nyn. Wirya,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1357

Abstract

  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelas yang belajar dengan model pembelajaran reciprocal teaching dan kelas yang belajar dengan model pembelajaran konvenional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only with non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas V(SD gugus 1 Kecamtan Buleleng, Kabupaten Buleleng) berjumlah 241 orang. Subjek ditentukan dengan tehnik cluster random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan tes hasil belajar soal pilihan ganda yang berjumlah 25 butir. Data dianalisis  menggunakan statistik deskriptif dan uji t independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelas yang belajar dengan model pembelajaran reciprocal teaching dan model pembelajaran konvensional (thitung = 14,94; ttabel = 2,018). Rata-rata skor hasil belajar IPA dengan model pembelajaran reciprocal teaching adalah 20,57 yang berada pada kategori sangat tinggi. Sedangkan kelas yang belajar dengan model pembelajaran konvensional adalah 15,61 yang berada pada kategori sedang. Jadi model pembelajaran reciprocal teaching berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA SD 1 Banyuning Kecamatan Buleleng.   Kata-kata kunci: reciprocal teaching, hasil belajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V GUGUS KAPTEN JAPA DENPASAR UTARA TAHUN AJARAN 2013 - 2014 ., I Gede Heri Artapranata; ., Dr. I Gede Meter,M.Pd; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) berbantuan media Audio Visual dengan siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Kapten Japa Denpasar Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen menggunakan desain eksperimen semu (quasi experimental design). Populasi dalam penelitian ini adalah kelas V SD Gugus Kapten Japa Denpasar Utara. Sampel diambil dengan teknik random sampling yaitu kelas V SD No. 33 Dangin Puri sebagai kelas eksperimen dan Kelas V SD No. 20 Dangin Puri sebagai kelas kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok pada kelas eksperimen sebanyak 33 siswa dan pada kelas kontrol sebanyak 32 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes hasil belajar IPS siswa kelas V SD,. Analisis statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian ini adalah uji beda mean (uji-t). Analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa kelas V SD antara siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) berbantuan media Audio Visual dengan siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional. Hal tersebut dibuktikan bahwa thit = 2,715 > ttab = 2,000 dengan perolehan nilai rata-rata hasil belajar IPS kelas eksperimen x Ì… = 70,12 > x Ì… = 61,16 kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan penggunaan pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) berbantuan media Audio Visual memberikan pengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus Kapten Japa Denpasar Utara.Kata Kunci : Model kooperatif tipe TPS, audio visual, hasil belajar IPS This study aims to determine significant differences in learning outcomes between groups of social science students who take think pair share cooperative learning helped by Audio Visual media with the students who take conventional learning in the fifth grade elementary school students at force Kapten Japa North Denpasar. This research is an experimental study using a quasi-experimental design (quasi-experimental design). The population in this study is fifth grader elementary school Force Captain Japa North Denpasar. Samples were taken with a random sampling technique that is class V SD No.. 33 Dangin Puri as Class V experimental class and No. SD. 20 Dangin Puri as class control the number of each group in the experimental class as many as 33 students and as many as 32 in the control class students. Data collection techniques used in this study using the test results of social studies at fifth grade elementary school students,. Statistical analysis was used to test the hypothesis of this study is to test the mean difference (t-test). The analysis showed that there were significant differences in learning outcomes between the fifth grade students of elementary school students who take cooperative learning Think Pair Share (TPS) Audio Visual Media assisted by students who take conventional learning. It is proved that value = 2.715> = 2.000 table with average grades social studies class experimental results x Ì… = 70.12> x Ì… = 61.16 control class. Thus, we can conclude the use of cooperative learning Think Pair Share (TPS) Audio Visual Media assisted influence on the results of social studies fifth grade elementary school students Force Captain Japa North Denpasar. keyword : Cooperative receptive type think pair share, Conventional learning, learning outcome

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue