cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DENGAN SETTING NHT BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS VIII ABIANSEMAL ., I Nyoman Jana Santhika; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Problem Solving dengan setting NHT dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan menggunakan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus VIII Abiansemal Tahun Pelajaran 2013/2014 sebanyak 222 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. yang diacak adalah kelas. Dari hasil pengundian diperoleh siswa kelas V SD No 4 Sibangkaja sebagai kelompok eksperimen sebanyak 33 orang siswa dan kelas V SD No 3 Sibangkaja sebagai kelompok kontrol sebanyak 30 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes yakni tes hasil belajar IPA Berupa tes obyektif bentuk pilihan ganda biasa. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Problem Solving dengan setting NHT dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus VIII Abiansemal Tahun Pelajaran 2013/2014. Hal ini ditunjukkan oleh thitung 4,605 > ttabel 2,00 dan di dukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Problem Solving dengan setting NHT yaitu 80,036 dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 69,67. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Problem Solving dengan setting NHT berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus VIII Abiansemal Tahun Pelajaran 2013/2014Kata Kunci : model Problem Solving dengan setting NHT, konvensional, hasil belajar IPA. The purposed of this research was to know the significant of the result of studying science between students who studied by problem solving with settingnumbered head together (NHT) model and students who studied by conventional learning of the fifth grade students of Gugus VIII elementary school Abiansemal academic year 2013/2014. This kind of research was Quasi Experimental that used Nonequivalent Control Group Design plan. The research subjects were 222 students of the fifth grade students of Gugus VIII elementary school Abiansemal in academic year 2013/2014. The samples were taken by random sampling technique. This result was taken from the test that consist od four optionals. The data that had collected was analyzed by Uji-t. The results of the research show that there are significant different of studying science between the group of students who learn by problem solving with setting numbered head together (NHT) model and group students who learn by conventional learning of the fifth grade students of Gugus VIII elementary school Abiansemal in academic year 2013/2014. That is shown by t(count) 4,605 > t(table) 2.00 and it is supported by the different average score which is reached between students who study by problem solving with setting numbered head together (NHT) model that is 80,036 and the students who study by conventional learning is 69,67 so, Ha is accepted. That mean the implementation of problem solving with setting numbered head together (NHT) model could influence to the studying result of the fifth grade students of Gugus VIII elementary school Abiansemal in academic year 2013/2014.keyword : Problem solving with setting numbered head together (NHT) model, conventional, science studying result.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS KELAS IV SD NEGERI GUGUS TUANKU IMAM BONJOL DENPASAR BARAT ., Ni Luh Ria Dhyanti Dewi; ., Dr. I Ketut Gading,M.Psi; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together berbantuan media powerpoint dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan eksperimen semu (nonequivalent kontrol group design). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Gugus Tuanku Imam Bonjol Denpasar Barat tahun pelajaran 2016/2017 sebanyak 334 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IVA SD Negeri 7 Dauh Puri sebagai kelompok eksperimen dan kelas IVB SD Negeri 2 Pemecutan sebagai kelompok kontrol. Data kompetensi pengetahuan IPS dikumpulkan dengan isntrumen berupa tes pilihan ganda biasa. Kemudian data dianalisis dengan uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan kompetensi pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together berbantuan media powerpoint dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional siswa kelas IV SD Gugus Tuanku Imam Bonjol Denpasar Barat tahun pelajaran 2016/2017. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil thitung = 4,3288 > ttabel 2,00 pada taraf signifikansi 5% dengan dk = n1 + n2 – 2 = (40+40-2) = 78. Demikian pula rerata kompetensi pengetahuan IPS siswa kelompok eksperimen X = 80 > X = 74 rerata kompetensi pengetahuan IPS siswa kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together berbantuan media powerpoint berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas IV SD Gugus Tuanku Imam Bonjol Denpasar Barat tahun pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : Numbered Heads Together, media PowerPoint, kompetensi pengetahuan IPS This research aims to determine the differences in the competence of social studies knowledge between groups of students who were taught using cooperative learning model type numbered heads together with powerpoint media and group of students who were taught using conventional learning model. This research is a quasi experiment research with the research design used is Nonequivalent control group design. The population in this study is the fourth grader of the SD Negeri in Tuanku Imam Bonjol West Denpasar in the academic 2016/2017 year as many as 334 students. Samples were taken using random sampling. The sample in this research is class IVA SD Negeri 7 Dauh Puri as experiment group and class IVB SD Negeri 2 Pemecutan as control group. Social studies knowledge competence data is collected with instruments in the form of regular multiple choice test. Then the data is analyzed by t-test. The result of the analysis shows that there is a significant difference of social studies knowledge competence between groups of students who are taught using cooperative learning model of numbered heads together with powerpoint media and group of students who are taught using conventional learning model of fourth grade students of Tuanku Imam Bonjol Denpasar West Denpasar in the academic 2016/2017 year. It can be proven with the result t count = 4,3288 > ttable 2,000 in the degree of significance 5% with dk = n1 + n2 – 2 = (40+40-2) = 78. Similarly, the average competence of IPS knowledge of students in the experimental group X= 80 > X =74 mean of social studies knowledge competence of students control group. Thus it can be concluded that the cooperative learning model type numbered heads together with powerpoint media influence on the social studies knowledge competence of students of fourth grade SD Negeri Tuanku Imam Bonjol Denpasar West Denpasar in the academic year 2016/2017.keyword : numbered heads together, powerpoint media, social studies knowledge competence
PENGARUH PEMBELAJARAN TEMATIK BERBANTUAN PERMAINAN MELONCAT BULATAN KATA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS I SD Ni Md. Setuti, Md. Dhiah Dewi Anantha, Kt. Pudjawan,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.921

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan membaca permulaan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran tematik berbantuan permainan meloncat bulatan kata dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas I SD Negeri di Desa Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I di SD Negeri di desa Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng yang terdiri dari 8 SD. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas I SD Negeri 1 Busungbiu yang berjumlah 34 orang, siswa kelas I SD Negeri 2 Busungbiu yang berjumlah 32 orang, siswa kelas I SD Negeri 4 Busungbiu yang berjumlah 17 orang, dan siswa kelas I SD Negeri 9 Busungbiu yang berjumlah 18 orang. Data kemampuan membaca permulaan dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t.Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) kemampuan membaca permulaan  kelompok eksperimen tergolong tinggi dengan rata-rata (M) 18,29. (2) kemampuan membaca permulaan kelompok kontrol tergolong sedang dengan rata-rata (M) 11,34. (3) Terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan membaca permulaan siswa antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran tematik berbantuan permainan meloncat bulatan kata dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (thit > ttab, thit = 8,27 dan ttab = 1,980). Hal ini berarti pembelajaran tematik berbantuan permainan meloncat bulatan kata berpengaruh terhadap kemampuan membaca permulaan.   Kata-kata kunci: meloncat bulatan kata, membaca permulaan, bahasa indonesia
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EVIDENCE BASED LEARNING DALAM SETTING OUTDOOR ACTIVITIES TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Gst Agung Teguh Mahardika; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2161

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui deskripsi hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional pada siswa kelas IV SD gugus IV kecamatan tejakula kabupaten buleleng tahun ajaran 2013/2014, 2) Untuk mengetahui deskripsi hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model evidence based learning dalam setting outdoor activities pada siswa kelas IV SD gugus IV kecamatan tejakula kabupaten buleleng tahun ajaran 2013/2014, 3) Untuk mengetahui perbedaan hasil pembelajaran IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Evidence Based Learning dalam Setting Outdoor Activities dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu dengan design Posttest Only Control Group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Tejakula, yang berjumlah 185 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 55 orang, yang berasal dari SD N 5 Bondalem Kecamatan Tejakula sebagai kelompok eksperimen dan SD N 8 Bondalem Kecamatan Tejakula sebagai kelompok kontrol. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang Evidence Based Learning dalam Setting Outdoor Activities adalah metode tes dengan instrumen tes objektif, yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara Evidence Based Learning dalam Setting Outdoor Activities sebagai kelompok eksperimen dan konvensional sebagai kelompok kontrol, hal ini dilihat dari perbedaan rata-rata skor siswa antara kelompok eksperimen (20,67) dan kelompok kontrol (12,54). Bedasarkan analisis data thitung > ttabel dengan db 53 dan taraf signifikansi 5%, ini berarti Ha dalam penelitian ini diterima. Dengan demikian model pembelajaran Evidence Based Learning dalam Setting Outdoor Activities terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD semester Ganjil di Gugus IV Kecamatan Tejakula. Kata Kunci : Kata kunci: Evidence Based Learning, Setting Outdoor Activities, hasil belajar IPA. Abstract The aimed of this research is: 1) description the result of the math students who join conventional in IV grade of elementary school in group IV Tejakula subdistrict Buleleng regency School Year 2013/2014, 2) description the result of the math students who join with Evidence Based Learning Model in Setting Outdoor Activities in IV grade of elementary school in group IV Tejakula subdistrict Buleleng regency School Year 2013/2014, 3) to know the difference of science learning achievement between students that have learned Evidence Based Learning model by Setting Outdoor Activities and conventional learning model. The kind of this research is quasi-experiment research by design of Posttest Only Control Group design. The population of this research is all of students of fourth grade of Elementary School in cluster IV of Tejakula District, with 185 students. The research sample was 55 students, coming from elementary school number 5 of Bondalem village of Tejakula District as a group experiment and elementary school number 8 of Bondalem village of Tejakula District as a group control. The collected data in Setting Outdoor Activities is used method of test by multiple choices instrument, and it is analyzed by using uji-t. The result of the research indicates that there are the difference between Evidence Based Learning model by Setting Outdoor Activities as a group experiment and conventional learning as a group control, this matter is shown from different of student score mean between experiment group ( 20,67) and control group ( 12,54). Based on data analyzed of tcount > ttable by db 53 and 5% of significant level, this means Ha in this research is accepted. Thereby Evidence Based Learning model by Setting Outdoor Activities to science learning achievement student of fourth grade of elementary school of odd semester in cluster IV of Tejakula District.keyword : Keyword: Evidence Based Learning, Setting Outdoor Activities, science learning achievement
PENERAPAN MODEL TALKING STICK BERBANTUAN MEDIA ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA ., Gusti Ayu Made Widya Utami; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7114

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar IPA setelah diterapkan model pembelajaran talking stick berbantuan media ular tangga siswa kelas IV SD Negeri 5 Dauhwaru Kecamatan Jembrana Kabupaten Jembrana Tahun Pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 5 Dauhwaru yang berjumlah 12 orang dan objek penelitian ini adalah motivasi belajar dan hasil belajar. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode kuesioner, observasi, dan tes. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa: persentase rata-rata motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 69,78% dan pada siklus II sebesar 84,67%, persentase rata-rata hasil belajar IPA aspek afektif pada siklus I sebesar 65,4% dan pada siklus II sebesar 80%, persentase rata-rata hasil belajar IPA aspek psikomotor pada siklus I sebesar 66,3% dan pada siklus II mencapai 81,3%, persentase rata-rata hasil belajar IPA aspek kognitif pada siklus I sebesar 69,58% dan pada siklus II sebesar 81,67%. Ini berarti bahwa penerapan model pembelajaran talking stick berbantuan media ular tangga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 5 Dauhwaru Kecamatan Jembrana Kabupaten Jembrana Tahun Pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : hasil belajar, motivasi belajar, talking stick, ular tangga Classroom action research was aimed at finding out an increase in motivation and science learning achievement after implementing talking stick learning model assisted media snake ladder of the fourth grade students of SD Negeri 5 Dauhwaru Jembrana District, Jembrana Regency in the academic year 2015/2016. The subjects were the fourth grade students of SD Negeri 5 Dauhwaru which consists of 12 students and the object of this study is motivation and learning achievement. Data were collected by using questionnaires, observations, and tests. The collected data were analyzed by using quantitative descriptive analysis. The results of the study explained that the average percentage of student motivation in the first cycle of 69,78% and the second cycle of 84,67%, the average percentage of science learning achievement affective aspects in the first cycle of 65,4% and the second cycle by 80%, the average percentage of science learning achievement psychomotor aspects in the first cycle of 66,3% and in cycle II reached 81,3%, the average percentage of science learning achievement cognitive aspects in the first cycle of 69,58% and the second cycle of 81,67%. This means that the implementation of talking stick learning model assisted media snake ladder can increase the fourth grade students motivation and science learning achievement in SD Negeri 5 Dauhwaru Jembrana District, Jembrana Regency in the academic year 2015/2016.keyword : learning outcome, motivation learning, talking stick, snake ladder
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R TERHADAP SIKAP SOSIAL DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD DI DESA BONTIHING ., Luh Suartini; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., Kadek Suranata, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3766

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui perbedaan sikap sosial antara siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran PQ4R dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V; (2) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran PQ4R dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V; dan (3)untuk mengetahui perbedaan sikap sosial dan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan strategi pembelajaran PQ4R dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V. Penelitian ini berjenis kuasi eksperimen, dengan populasinya yaitu siswa kelas V sekolah dasar di desa Bontihing tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V di SD No. 1, 2, 3 dan 4 Bontihing. Data yang digunakan adalah data post-test sikap sosial yang diteliti dengan kuesioner dan data hasil belajar IPS yang diteliti dengan tes pilihan ganda. Analisis statisik yang digunakan adalah uji-t independent dan multivariat analysis of variant (manova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan sikap sosial yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran PQ4R dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional; (2) terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran PQ4R dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional; dan (3) terdapat perbedaan sikap sosial dan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kata Kunci : strategi pembelajaran PQ4R, pembelajaran konvensional, sikap sosial, hasil belajar IPS This study aims (1) to determine the differences in social attitudes between groups of students who take the learning and application of learning strategies PQ4R group of students who take the learning with the application of conventional learning in class fifth grade; (2) to determine the differences in social studies outcomes between groups of students who take the learning and application of learning strategies PQ4R group of students who take the learning with the application of conventional learning in class fifth grade; and (3) to determine the differences in social attitudes and social studies outcomes between groups of students who take the learning and application of learning strategies PQ4R group of students who take the learning with the application of conventional learning in class fifth grade. This research was quasi-experimental, with a population that fifth grade elementary school students in the village Bontihing academic year 2013/2014 . The sample was in the fifth grade students of SD No. 1, 2, 3 and 4 Bontihing. The data used is the social attitude of the post-test questionnaire and studied the data of social studies examined by multiple choice tests . Statistical analysis used is the independent t-test and multivariat analysis of variant (manova). The results showed that : (1) there are significant differences in social attitudes between students who learn to use learning strategies and student learning PQ4R using conventional learning; (2) there are differences in outcomes between the significant social studies students learn to use learning strategies and student learning PQ4R using conventional learning; and (3) there are differences in social attitudes and social studies significant results between the experimental class students and classroom control.keyword : PQ4R learning strategy , learning conventional , social attitudes , social studies results
PENGARUH MODEL PEMBELAJAARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MEDIA LINGKUNGAN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA KELAS V SD GUGUS 3 KUTA UTARA BADUNG ., Putu Arya Mirah Indrani; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10873

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis IPA antar siswa kelas v di Sd Gugus 3 Kuta Utara tahun ajaran 2016/2017 yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Group InvestigationI berbantuan media lingkungan dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvesional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (non equivalent group desain). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Sd Gugus 3 Kuta utara Badung Tahun Ajaran 2016/2017. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling yang terlebih dahulu dilakukan uji kesetaraan pada setiap anggota populasi menggunakan rumus uji-t. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes. Data yang dikumpulkan berupa nilai kemampuan berpikir kritis IPA yang dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian berdasarkan analisis data menunjukkan dk=78 dengan taraf signifikansi 5% diperoleh t-hit 3,22>2,000 hal itu berarti Ho ditolak dan Ha diterima yang menyatakan terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis IPA antara siswa kelas V di Gugus 3 Kuta utara yang mengikuti pembelajaran menggunakan Model Pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berbantuan media lingkungan dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Adapun rata-rata kemampuan berpikir kritis IPA yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berbantuan media lingkungan, yaitu 80,46 dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional yaitu 75,43. Dengan demikian, dapat disimpulkan terdapat pengaruh Model Pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berbantuan media lingkungan terhadap kemampuan berpikir kritis IPA siswa kelas V SD gugus 3 Kuta Utara Badung tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : GI, lingkungan, berpikir kritis IPA. This study aims to difference the effect of critical science thinking skills among class students in Sd Gugus 3 Kuta Utara academic year 2016/2017 which follows learning using cooperative learning model Type Investigation Group assisted environmental media and students who follow conventional learning. This research is a quasi-experimental research (non equivalent group design). The population in this study is all students of class V in Sd Gugus 3 Kuta north Badung School Year 2016/2017. Determination of the sample was done by random sampling technique which was first conducted equality test on every member of the population using t-test formula. Data collection method in this research is test method. Data collected in the form of value of critical thinking ability of IPA analyzed by t-test. The result of research based on data analysis show dk = 78 with significance level 5% obtained t-hit 3,22> 2,000 it means Ho rejected and Ha accepted that there is significant difference of critical science skill among class V students in Gugus 3 North Kuta, which follows the learning using cooperative type Group InvestigationI learning model assisted by environmental media and students who follow conventional learning. The average critical science skills that follow cooperative learning type Group Investigation assisted environmental media, namely 80.46 and students who follow the conventional learning is 75.43. Thus, it can be concluded that there is influence of cooperative learning model type Group Investigation assisted by environmental media toward critical thinking skill of grade V SD SD 3 student of North Kuta Badung in academic year 2016/2017.keyword : GI, environmental, critical thinking ability of IPA.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VAN HIELE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SD DI DESA PANJI ANOM Kd. Suranata, Priskilayuni, I Wyn. Sudiana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.787

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perbedaan yang signifikan pemahaman konsep geometri dalam pembelajaran Matematika antara sebelum mengikuti pembelajaran model Van Hiele dan sesudah mengikuti pembelajaran model Van Hiele, (2) mengetahui perbedaan yang signifikan terhadap pemahaman konsep geometri dalam pembelajaran Matematika antara kelompok siswa yang sudah mengikuti pembelajaran model Van Hiele dengan kelompok siswa yang sudah mengikuti pembelajaran model konvensional, dan (3) mengetahui perbedaan pengaruh yang signifikan pemahaman konsep geometri dalam pembelajaran Matematika antara kelompok siswa yang sudah mengikuti pembelajaran model Van Hiele dengan kelompok siswa yang sudah mengikuti pembelajaran model konvensional. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan metode pengumpulan data berupa tes esai yang dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Penelitian ini menggunakan rancangan pretest-postest nonequivalent control group design dengan populasi berjumlah 102 siswa dan sampel penelitian 41 siswa yang ditentukan dengan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep geometri dalam pembelajaran Matematika antara sebelum mengikuti pembelajaran model Van Hiele dan sesudah mengikuti pembelajaran model Van Hiele (t =31,28; p < 0,05), (2) terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pemahaman konsep geometri dalam pembelajaran Matematika antara kelompok siswa yang sudah mengikuti pembelajaran model Van Hiele dengan kelompok siswa yang sudah mengikuti pembelajaran model konvensional (t = 5,344; p < 0,05), dan (3) terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan pemahaman konsep geometri dalam pembelajaran Matematika antara kelompok siswa yang sudah mengikuti pembelajaran model Van Hiele dengan kelompok siswa yang sudah mengikuti pembelajaran model konvensional (t = 6,121; p <  0,05).   Kata kunci: model pembelajaran Van Hiele, pemahaman konsep, geometri
Pengaruh Pendekatan Saintifik dengan Penilaian Unjuk Kerja Terhadap Keterampilan Membaca Prosa di Kelas 4 SD Gugus 2 Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2015/2016 ., Putu Sukma Andreani; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.6183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan membaca prosa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik dan siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan konvensional pada siswa kelas 4 di gugus 2 kecamatan Sukasada. Penelitian ini tergolong eksperimen semu (kuasi eksperimental), dengan desain nonequivalent posstest control group design. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas 4 SD N 1 Gitgit berjumlah 23 orang dan siswa kelas 4 SD N 2 Gitgit berjumlah 28 orang yang diambil secara acak (random). Data keterampilan membaca prosa siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia dikumpulkan melalui teknik observasi menggunakan skala rating. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial (Uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan membaca prosa antara siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik dengan siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan konvensional. Berdasarkan tabel hasil perhitungan uji-t di atas,diperoleh thit sebesar 7,56. Sedangkan, ttab dengan db=49 dan taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Hal ini dapat diartikan, thit lebih besar dari ttab sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik berpengaruh terhadap keterampilan membaca prosa siswa SD kelas 4 gugus 2 kecamatan SukasadaKata Kunci : keterampilan membaca prosa, pendekatan saintifik. This study aims to determin differences in learning outcomes prose reading skills among groups of students that learned with the scientific approach and the students that learned with conventional approaches to grade 4 group 2 subdistrict Sukasada. Is classified as quasi-experimental study, with design nonequivalent posstest control group design. The sample was 4th grade students at SD N 1 Gitgit 23 people and students 4th grade SD N 2 Gitgit totaling 28 people taken at random. Data reading skills student in Indonesian subjets were collected through observation techniques using a rating scale. The data obtained were analyze using descriptive and inferensial statistical analysis (t-test). The results showed that there are significant differences in prose reading skills among students who learn the scientific approach and the students who studied with conventional approaches. Based on the calculation above t-test, obtainable thit is 7,56. while, ttab with db=49 and significance level 5% is 2,000. This can be interpreted, thit greater than ttab so that H0 rejected and H1be accepted. Based on this it can be concluded that the effect on the scientific approach to prose reading skills of elementary school students grade 4 group 2 subdistrict Sukasada.keyword : prose reading skills, scientific approach
MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF BERBASIS LINGKUNGAN SEKOLAH BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS I ABIANSEMAL ., Ni Luh Indah Purwita Sari; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1881

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Generatif berbasis lingkungan sekolah dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional siswa kelas V SD Gugus I Abiansemal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yaitu nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas V di Gugus I Abiansemal berjumlah 185 siswa. Sampel penelitian dilakukan dengan teknik random sampling. Siswa kelas V SD No. 2 Sangeh yang berjumlah 36 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD 1 Blahkiuh yang berjumlah 32 siswa sebagai kelompok kontrol. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa tes hasil belajar IPA. Hasil test selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pengujian statistik yaitu uji-t. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan uji-t, didapat thit = 3,67 sedangkan ttab = 2,00 pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 66, jadi thit = 3,67 > ttab = 2,00. Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Generatif berbasis lingkungan sekolah dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus I Abiansemal. Nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran Generatif berbasis lingkungan sekolah lebih tinggi dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional yaitu 82,78 > 69,34. Hal ini berarti terdapat pengaruh model pembelajaran Generatif berbasis lingkungan sekolah terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD gugus I Abiansemal siswa kelas V SD Gugus I Abiansemal.Kata Kunci : Pembelajaran generatif, hasil belajar IPA This research aimed to determine the significant differences of students’ science learning output by the students who are learning science through generative learning model based school environment to the students who are learned using conventional learning of the fifth grade student of elementary school cluster 1 Abiansemal. This research was a quasi experimental research design with nonequivalent control group design. The populations in this study were all fifth grade students in cluster 1 Abiansemal totaled 185 students. The research sample was collected by random sampling technique. The fifth grade students of SD No 2 Sangeh that totaled 36 students were collected as the experimental group and the fifth grade students of SD no 1 Blahkiuh that totaled 32 students were collected as the control group. The data in this study were collected using an instrument such a science achievement test. Test results were then analyzed using the t-test statistical test. After the hypothesis were done with t-test the result showed that t count = 3, 67 and t table = 2,00 at the significant level 5% with dk = 66 so t count = 3,67 > t table = 2,00. This meant that there were significant differences of students’ science achievement between the students who learned using generative learning model based school environment with students who learned using conventional learning model by the fifth grade students cluster 1 Abiansemal. The averages students’ science achievement who are learned using generative learning model based school environment was higher than the students who are learned using conventional learning model that was 82,78 > 69,34. It’s meant that there was influenced of generative learning model based school environment to the students’ science achievement by the fifth grade students cluster 1 Abiansemal. keyword : Generative learning, students’ science achievement.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue