cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN METAKOGNITIF BERORIENTASI PEMECAHAN MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS X KECAMATAN BULELENG ., I Gede Arya Wiradnyana; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi kemampuan memecahkan masalah matematika kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) deskripsi kemampuan memecahkan masalah matematika kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran metakognitif berorientasi pemecahan masalah, dan (3) perbedaan yang signifikan kemampuan memecahkan masalah matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model metakognitif berorientasi pemecahan masalah dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional.Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan desain non equivalent post test only with control group design. Sampel penelitian ini berjumlah 33 orang siswa kelas V SD 4 Kaliuntu sebagai kelompok eksperimen dan 28 orang siswa SD 2 Kaliuntu sebagai kelompok kontrol yang dipilih dengan sistem random sampling. Data dikumpulkan dengan metode tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) kemampuan memecahkan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional cenderung rendah (67,00%). (2) kemampuan memecahkan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model metakognitif berorientasi pemecahan masalah cenderung tinggi (95,48%). (3) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan memecahkan masalah matematika siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model metakognitif berorientasi pemecahan masalah dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional (thitung = 5,37 > ttabel = 2,00). Hal ini berarti model pembelajaran metakognitif berorientasi pemecahan masalah lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional dalam memecahkan masalah matematika di kelas V SD.Kata Kunci : metakognitif, metakognitif berorientasi pemecahan masalah, kemampuan memecahkan masalah matematika The purposes of this research were to know: (1) the description of students’ ability in solving mathematics problem by using conventional learning model, (2) the description of students’ ability in solving mathematics problem by using metacognitive based on problem solving model (3) the significant differences between students’ ability in solving mathematics problem who learnt by metacognitive based on problem solving and students’ who learnt using conventional learning model. The type of this research was a quasi experiment by using non equivalent post test only with control group design. The sample of this study was grade five of SD 4 Kaliuntu consisted of 33 students as an experimental group and 28 students grade five of SD 2 Kaliuntu as an control group selected through random sampling method. Data collected by using essay test. Then, data analysis used was descriptive statistic and inferential statistic (t-test). The result of this research can be seen as follows: (1) the lower score of students’ ability in solving mathematics problem who were learn by using using conventional learning model (67,00%), (2) the high score of students’ ability in solving mathematics problem who were learn by using metacognitive based on problem solving model (95,48%), (3) there is a significant difference in solving mathematics problem between students’ ability in solving mathematics problem who learnt by metacognitive based on problem solving and students’ who learnt using conventional learning model in grade five students academic year of 2013/2014 in Kelurahan Kaliuntu, Kecamatan Buleleng (tarithmetic = 5,37> ttable= 2,00). The result showed that metacognitive based on problem solving model better than conventional learning model in solving mathematics problem. keyword : metacognitive, metacognitive based on problem solving, ability in solving mathematics problem
Penerapan Model Pembelajaran Paired Storytelling untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V Semester II SD Negeri 4 Tejakula Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2015/2016 ., Gede Yoga Hermawan; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.; ., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7641

Abstract

Permasalahan yang terdapat pada kelas V semester II di SD Negeri 4 Tejakula yaitu masih kurangnya keterampilan berbicara siswa. Oleh karena itu dilaksanakan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V semester II SD Negeri 4 Tejakula Kabupaten Buleleng setelah penerapan model pembelajaran paired storytelling tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Negeri 4 Tejakula sebanyak 17 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa rata-rata klasikal keterampilan berbicara siswa mencapai 78,5 serta ketuntasan klasikal mencapai 64,7%. Pada siklus II rata-rata klasikal keterampilan berbicara mencapai 87,2 serta ketuntasan klasikal mencapai 82,4%. Data yang telah diperoleh menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas V di SD Negeri 4 Tejakula setelah diterapkan model pembelajaran paired storytelling. Berdasarkan data hasil observasi dalam penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran paired storytelling dapat meningkatkan keterampilan berbicara pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V semester II SD Negeri 4 Tejakula Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini disarankan kepada siswa, guru, sekolah serta peneliti lain.Kata Kunci : paired storytelling, keterampilan berbicara In the application of the second semester in class V SD Negeri 4 Tejakula is still a lack of students' speaking skills. Therefore conducted research that aims to improve speaking skills on the subjects of Indonesian students second semester class V SD Negeri 4 Tejakula Buleleng after application of learning models paired storytelling in the academic year 2015/2016. This research is a classroom action research. The subjects were all students in grade V in SD Negeri 4 Tejakula many as 17 people. Data collection techniques using observation. This study was conducted over two cycles. The results of the study in the first cycle showed that the average classical students' speaking skills reached 78.5 and reached 64.7% classical completeness. In the second cycle the average reached 87.2 classically speaking skills as well as classical completeness reached 82.4%. Data have been obtained showing that an increase in students' speaking skills in primary school class V 4 Tejakula after learning model paired applied storytelling. Based on data from observations in studies that have been conducted, it can be concluded that the application of learning models paired storytelling can improve speaking skills on the subjects of Indonesian students second semester class V SD Negeri 4 Tejakula Buleleng in the academic year 2015/2016. This study is recommended to students, teachers, schools and other researchers.keyword : paired storytelling, speaking skills
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Kadek Yuni Artati; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11026

Abstract

Penelitian dilakukan berdasarkan pada beberapa masalah yang ditemukan, yaitu: 1) Guru kurang menggunakan model pembelajaran yang mampu mengajak siswa untuk aktif mengikuti proses pembelajaran. 2) Hasil belajar IPA pada siswa kelas V masih dibawah nilai KKM sekolah. 3) Guru kurang mengajak siswa dalam kegiatan diskusi kelompok saat proses pembelajaran. 4) Guru kurang mengajak siswa bermain dalam proses pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang signifikan model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V semester genap Tahun Pelajaran 2016/2017 di SD Gugus IV Kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Buleleng yang berjumlah 141 siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Penglatan berjumlah 30 siswa dan siswa kelas V SD Negeri 2 Alasangker berjumlah 29 siswa, yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan metode tes berbentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t polled parians). Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan rata–rata kelompok eksperimen adalah 21,7 sedangkan rata-rata kelompok kontrol adalah 17,24 hal ini berarti rata-rata eksperimen > rata-rata kontrol. Selanjutnya hasil analisis statistik inferensial menunjukkan hasil thitung 3,07 > ttabel 1,67. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2016/2017 di Gugus IV Kecamatan Buleleng.Kata Kunci : kooperatif tipe tgt, hasil belajar IPA The study was conducted based on several problems found, namely: 1) Teachers are less use of learning models that can invite students to actively follow the learning process. 2) The results of science learning in grade V students are still below the value of school KKM. 3) Teachers do not invite students in group discussion activities during the learning process. 4) Teachers do not invite students to play in the learning process. The purpose of this study is to determine the significant effect of cooperative learning model type TGT to science learning outcomes of grade V students even semester of 2016/2017 in SD Gugus IV Buleleng District. This research is a quasi experiment (quasi experiment) research with post-test only control group design. The population of this research is the students of grade V of elementary school in Gugus IV Buleleng subdistrict which amounts to 141 students. The sample of this study is the students of grade V of SD Negeri 1 Penglatan amounting to 30 students and students of grade V SD Negeri 2 Alasangker amounted to 29 students, determined by random sampling technique. Student learning outcomes data were collected by multiple choice-shaped test method. The data obtained were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis techniques (t-test polled parians). The result of descriptive statistic analysis shows that the experiment group average is 21.7 while the control group average is 17.24 this means the average of the experiment > the average control. Furthermore, the result of inferential statistical analysis shows the result tcount 3.07 > ttable 1.67. Thus it can be concluded that cooperative learning model type TGT has a significant influence on the results of science learning in grade V SD in Gugus IV Buleleng District.keyword : cooperatif type TGT, learning outcome of science.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ILMIAH SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD ., Ni Made Mitasasrini; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5629

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan sikap ilmiah siswa pada mata pelajaran IPA dengan menerapkan model pembelajaran Think Talk Write pada siswa kelas V SD No. 8 Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD No. 8 Banyuning berjumlah 36 orang. Objek penelitian ini adalah sikap ilmiah siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan kuisioner. Data dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan persentase sikap ilmiah siswa kelas V SD No. 8 Banyuning. Berdasarkan hasil observasi, persentase sikap ilmiah aspek sering mengajukan pertanyaan pada siklus I adalah 66,67% meningkat menjadi 83,33% (kategori tinggi) pada siklus II. Persentase banyak ide pada siklus I adalah 63,89% meningkat menjadi 81,94% (kategori tinggi) pada siklus II. Persentase tidak mengganggu teman pada siklus I adalah 67,36% meningkat menjadi 82,64% (kategori tinggi) pada siklus II. Selanjutnya, berdasarkan hasil kuisioner, aspek sering mengajukan pertanyaan pada siklus I adalah 76,62% meningkat menjadi 83,06% (tinggi) pada siklus II. Persentase banyak ide pada siklus I adalah 67,78% meningkat menjadi 84,63% (tinggi) pada siklus II. Persentase tidak mengganggu teman pada siklus I adalah 73,43% meningkat menjadi 85,37% (tinggi) pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Talk Write dapat meningkatkan sikap ilmiah siswa pada mata pelajaran IPA kelas V SD No. 8 Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : model think talk write, sikap ilmiah The aim of the research was to improve the scientific attitude of students in Science subjects by applying the learning Think Talk Write model in class V SD No. 8 Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Academic Year 2014/2015. This research belong to classroom action research, which was conducted in two cycles. Each cycle consists of planning, action, observation, and reflection. The subjects of this research is V grade students of SD No. 8 Banyuning which is consist of 36 students. The object of this research is students scientific attitude. Collecting data in this study conducted by the method of observation and questionnaire. The data were analyzed by statistic descriptive techniques. The result of this research is improvement of students scientific attitude in V grade students of SD No. 8 Banyuning. Based on observation, the percentage of aspects of the scientific attitude frequently asked questions in the first cycle is increased by 66.67% improve to be 83.33% (high category) in the second cycle. The percentage of the attitude of many ideas or creativity in the first cycle was 63.89% improve to be 81.94% (high category) in the second cycle. The percentage of attitude does not disturbing friends in the first cycle was 67.36% improve to be 82.64% (high category) in the second cycle. Furthermore, based on the results of the questionnaire, the aspect frequently asked questions according to the context of the material for the first cycle was 76.62% improve to be 83.06% (high category) in the second cycle. The percentage of the attitude of many ideas or creativity in the first cycle was 67.78% improve to be 84.63% (high category) in the second cycle. The percentage of attitude does not interfere with a friend on the first cycle was 73.43% improve to be 85.37% (high category) in the second cycle. Based on the findings of this research it can be conclude that the implementation of the Think Talk Write (TTW) model can improve students scientific attitude in science class in V grade students is SD No. 8 Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, in academic year 2014/2015.keyword : think talk write model, scientific attitude
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN HEURISTIK VEE BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP SIKAP ILMIAH PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS IV I Md Citra Wibawa, Ni Luh Pt Candra Septiari, Ni Wy Arini,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1365

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan sikap ilmiah pada kelompok siswa dengan menggunakan model pembelajaran Heuristik Vee berbantuan peta konsep, (2) mendeskripsikan sikap ilmiah pada kelompok siswa dengan menggunakan model pembelajaran direct learning, (3) mengetahui perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa dengan menggunakan model pembelajaran Heuristik Vee berbantuan peta konsep dan kelompok siswa dengan menggunakan model pembelajaran direct learning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain non-equivalent post-test only group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD di Desa Kaliakah Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan jumlah 104 siswa. Sampel diambil dengan teknik undian dengan jumlah 50 siswa. Data sikap ilmiah dikumpulkan dengan menggunakan metode non tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan teknik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan model pembelajaran Heuristik Vee berbantuan peta konsep dengan kelompok siswa yang dibelajarkan model pembelajaran direct learning. Hal ini ditunjukkan oleh thitung 4,702> ttabel 2,021 dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh siswa yang dibelajarkan model pembelajaran Heuristik Vee berbantuan peta konsep yaitu 142,8 yang berada pada kategori sangat tinggi dan siswa yang dibelajarkan model pembelajaran direct learning yaitu 136,0 yang berada pada kategori tinggi.   Kata kunci: Heuristik Vee, peta konsep, direct learning, sikap ilmiah
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Ni Putu Ayu Laksmini; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7399

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPA siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment and Satisfaction) berbasis pendekatan saintifik pada mata pelajaran IPA kelas V SDN 6 Banyuning tahun pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 6 Banyuning tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 30 orang dan terdiri dari 17 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. Pengumpulan data hasil belajar IPA siswa menggunakan metode tes dan non tes. Metode tes dilakukan yang bertujuan untuk mengukur hasil belajar siswa (ranah kognitif). Metode non tes dilakukan untuk menilai hasil belajar siswa pada ranah afektif dan psikomotorik. Data hasil belajar IPA siswa yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment and Satisfaction) berbasis pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas V semester II tahun pelajaran 2015/2016 di SDN 6 Banyuning. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar IPA siswa dari siklus I sampai siklus II. Persentase hasil belajar IPA siswa siklus I adalah 72% (kategori cukup) dan persentase hasil belajar IPA siswa siklus II adalah 84% (kategori baik). Kata Kunci : hasil belajar IPA siswa, model pembelajaran ARIAS, pendekatan saintifik The problem in this research is the lack of student learning outcomes in science. This study aims to determine the increase of student learning outcomes after using ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment and Satisfaction) learning model base on a scientific approach to teach science class V SDN 6 Banyuning the school year 2015/2016. This type of research is CAR (Classroom Action Research) that is conducted in two cycles. The subjects were students of class V SDN 6 Banyuning 2015/2016 school year totaling 30 people and consists of 17 men and 13 women. The data of student's learning outcomes in science collected using the test methods and non-test. The test method conducted which aims to measure student learning outcomes (cognitive). Non-test methods performed to assess student learning outcomes in the affective and psychomotor. The data of student's learning outcome in science were analyzed by descriptive quantitative. The results of this study indicate that with using ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment and Satisfaction) learning model based on scientific approach to improve science learning outcomes in class V students the second semester of the school year 2015/2016 in SDN 6 Banyuning. It can be seen from the increase in science learning outcomes of students from the first cycle to the second cycle. Percentage of student’s learning outcomes in science for the first cycle was 72% (sufficient category) and the percentage of student’s learning outcomes in science for the second cycle was 84% (both categories).keyword : ARIAS learning model, scientific approach, student’s learning outcomes in science
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Berbasis Portofolio terhadap hasil Belajar PKn Pada Materi Pemerintahan Pusat siswa kelas IV Gugus VI Denpasar Utara ., Ni Wayan Sri Oktarini; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2488

Abstract

The purpose of this study was to determine differences in learning outcomes between students who take the Civics cooperative learning-based portfolio. students who take conventional learning in fourth grade student at North Denpasar cluster VI. This research is an experimental study with a research design that used non-equivalent control group design. Population is involved throughout the fourth grade students in Cluster VI north of Denpasar and samples from this study were all fourth grade students in elementary N 4 Peguyangan kangin as much as the control group and SD 47 N 7 Peguyangan kangin as many as 38 experimental groups. The instrument used to collect data Civics learning outcomes in the control group and the experimental group is an objective test with multiple choice type. Then the data were analyzed using t-test. Based on tests of normality and homogeneity of data from two groups of data obtained both the normal group. Hypothesis testing is done by t-test. The analysis showed, tcount = 3.19, with degrees of freedom (df) 83 and 5% significance level. Retrieved ttabel = 2.000 Accordingly, thitung > ttabel (3.19> 2.000) so that H0 is rejected and Ha accepted. It can be concluded that there are differences in learning outcomes between students who take the Civics cooperative learning-based portfolios with students who take conventional learning in fourth grade student at North Denpasar cluster VI. keyword : Portfolio-based models of cooperative learning, conventional learning models, learning outcomes.
MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS 2 LUWUS MEKARSARI ., I Putu Agus Sunarman; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.4841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran mind mapping terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Gugus 2 Luwus - Mekarsari tahun ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen atau eksperimen semu dengan menggunakan desain penelitian yaitu nonequipalent control group desigen. Dalam penelitian ini dilakukan tiga tahapan yaitu: tahap persiapan eksperimen, tahap pelaksanaan eksperimen dan tahap akhir eksperimen. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang berada di Gugus 2 Luwus - Mekarsari tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 10 kelas namun sampel yang digunakan hanyalah 2 kelas yaitu kelas V SD No 4 Luwus sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 36 orang siswa dan kelas V SD No 1 Luwus sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 40 orang siswa. Data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui metode tes dengan instrumen tes objektif pilihan ganda. Data yang terkumpul dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial, namun dalam uji prasyarat sebelum uji t dilaksanakan terlebih dahulu data memasuki uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran mind mapping dengan siswa yang mendapat perlakuan dengan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran matematika kelas V di SD No 4 Luwus sebagai kelompok eksperimen dan SD No 1 Luwus sebagai kelompok kontrol tahun ajaran 2013/2014. Hal ini ditunjukkan oleh thitung 2,41 > ttabel 2,000 dan di dukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran mind mapping yaitu sebesar 75,22 yang berada pada kategori tinggi dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 67,00 yang berada pada kategori sedang maka diterima, dengan demikian model pembelajaran mind mapping memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa. Kata Kunci : model pembelajaran mind mapping, hasil belajar matematika siswa. This study aims to investigate the influence of mind mapping learning model to mathematics learning outcomes Elementary fifth grade students Luwus Cluster 2 - Mekarsari 2013/2014 school year. This research is a quasi experimental or quasi-experimental research design using a control group that nonequipalent desigen. In this study conducted three phases: the preparation phase of experiments, the experimental implementation phase and the final phase of the experiment. The population used in this study were all students of class V are located in Cluster 2 Luwus - Mekarsari 2013/2014 school year, amounting to 10 samples used class but only 2 classes of fifth grade elementary school No. 4 Luwus as the experimental group numbering 36 students and grade V SD No. 1 Luwus as a control group numbering 40 students. Student learning outcomes data were collected through a test method with multiple choice objective test instrument. The data were analyzed with descriptive and inferential statistics, but the prerequisite test t test conducted before the data enters the first test for normality and homogeneity tests. The results showed that there were significant differences in learning outcomes between groups of students who received treatment model of learning mind mapping with students who are treated with conventional learning in mathematics in elementary classes V No. 4 Luwus as the experimental group and SD No. 1 Luwus as a control group 2013/2014 school year. This is demonstrated by t-test, 2.41> 2.000 ttable and supported by the difference in the average score obtained by the students who learned with mind mapping learning model that is equal to 75.22 which is in the high category and students who learn using conventional learning models 67,00 which is in the category are then accepted, thus learning model of mind mapping a positive effect on students' mathematics learning outcomes. keyword : models of learning mind mapping, the results of students' mathematics learning.
PENGARUH MODEL ARCS (ATTENTION, RELEVANCE, CONFIDENCE, SATISFACTION) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGONTROL MOTIVASI BERPRESTASI PADA SISWA KELAS V SEMESTER GENAP SD TRIAMERTA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Gede Yuda Sastrawan; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10844

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model ARCS terhadap hasil belajar IPA dengan mengontrol motivasi berprestasi pada siswa kelas V SD Triamerta. Penelitian ini menggunakan penelitian quasi experiment dengan desain Single Factor Independent Gruoups Design With Use of Covariate. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 53 siswa. Sampel dalam penelitian ini ditentukan menggunakan random sampling. Data dikumpulkan dengan tes hasil belajar IPA dan non tes untuk motivasi berprestasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan ANAKOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model ARCS dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (diperoleh Fhitung = 127,126 dan α
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TIPE TGT BERBANTUAN MEDIA QUESTION BOX TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NO. 9 JIMBARAN I Kt. Adnyana Putra, Juniari Purwantini, I Wyn. Wiarta,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.960

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran TGT berbantuan media question box dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional siswa kelas V Sekolah Dasar Nomor 9 Jimbaran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah  Non Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD No. 9  Jimbaran tahun pelajaran 2012/2013. Data yang dikumpulkan adalah nilai hasil belajar post tes matematika di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda satu jawaban benar. Data  dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran TGT berbantuan media question box dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional (thitung = 1,77 > ttabel = 1,67). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TGT berbantuan media question box berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas V Sekolah Dasar Nomor 9 Jimbaran Tahun Ajaran 2012/2013. Kata kunci : Model TGT, question box,  hasil belajar matematika.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue