cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PERANGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT BERBANTUAN MEDIA GRAFIS TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS KETUT JELANTIK DENPASAR UTARA ., I Wayan Dian Marta; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran Koperatif tipe TGT berbantuan media grafis dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yaitu nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus Ketut Jelantik Denpasar Utara. Melalui teknik random sampling didapat sampel siswa yaitu kelas V SD No 17 Dangin Puri yang berjumlah 32 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD No 28 Dangin Puri berjumlah 32 orang sebagai kelompok kontrol. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar IPS. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan statistik yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran Koperatif tipe TGT berbantuan media grafis dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Ini dapat dilihat dari hasil uji-t, yakni thit = 3,89 sedangkan pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 58 diperoleh ttab = 2,000, sehingga thit > ttab. Rata-rata hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran Koperatif tipe TGT berbantuan media grafis lebih dari rata-rata hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional yaitu X ̅= 60,5 > X ̅= 45,75. Jadi dapat disimpulkan penerapan pembelajaran Koperatif tipe TGT berbantuan media grafis berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus Ketut Jelantik Denpasar Utara. Kata Kunci : Pembelajaran Koperatif tipe TGT berbantuan media grafis, hasil belajar IPS This study aims to know significant differences of IPS result among group students who learnt by using the TGT Cooperative learning method with Graphic Media aid with students that followed Conventional learning method. This research is a quasi experimental study (quasi experimental) with research design namely nonequivalent control group design. The population in this research was whole of the fifth grade in elementary school clusser Ketut Jelantik North Denpasar Regent. Through random sample technique was found students sample namely the fifth grade elementary school 17 Dangin Puri which amount 32 students as an experiment group and the fifth grade elementary school 28 Dangin Puri which amount 32 students as a control group. Data research were collected by using IPS test. Furthermore, the data were analyzed using statistical method namely the t-test. Result study showed that was found significant difference IPS results between students who followed Cooperative Learning TGT method bya aid Graphic Media with students who learnt by using conventional learning method. This could be seen from the results of the t-test, namely thit = 3,89 contraryt 5% the level significant with dk = 58 was obtained ttab = 2,000, so that thit > ttab. Average score of student’s results that followed Cooperative Learning TGT method with Graphic Media aid higher than average score of student’s results that used conventional learning method such us X ̅= 60,5 > X ̅= 45,75. So we could conclude that applying Cooperative Learning TGT Method through Graphic Media aid affects for student’s results of the fifth grade in elementary school clusser Ketut Jelantik North Denpasar. keyword : Cooperative Learning TGT method , Graphic media aid, IPS results
Penerapan Pendekatan Saintifik Melalui Bermain Peran Untuk Meningkatkan Kompetensi Keterampilan Bahasa Indonesia ., Ni Putu Putriani Kusuma Antari; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi keterampilan Bahasa Indonesia dengan penerapan pendekatan saintifik melalui bermain peran pada tema energi dan perubahannya siswa kelas III SDN 10 Pemecutan Denpasar tahun ajaran 2015/2016 . Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IIIA SDN 10 Pemecutan Denpasar yang berjumlah 38 siswa yang terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes yakni tes esay untuk mengukur keterampilan membaca pemahaman dan keterampilan menulis serta tes perbuatan untuk mengukur keterampilan menyimak dan berbicara, dilengkapi dengan rubrik penilaian. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai persentase rata-rata (M%) kompetensi keterampilan Bahasa Indonesia siswa meningkat 14,66% dari = 67,6% pada siklus I menjadi = 82,26% pada siklus II. Sedangkan ketuntasan belajar klasikal meningkat 45,75% dari 30,56% pada siklus I menjadi 76,31% pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik melalui bermain peran dapat meningkatkan kompetensi keterampilan Bahasa Indonesia pada tema energi dan perubahannya siswa kelas III SD N 10 Pemecutan Denpasar Tahun Ajaran 2015/2016.Kata Kunci : Pendekatan saintifik, bermain peran, kompetensi keterampilan Bahasa Indonesia This study aims to improve the competence of Indonesian languange skills using scientific approach application through role play with topic energy and its transformations on the third grade students of SDN 10 Pemecutan Denpasar academic year 2015/2016. This study was conducted in two steps. The subjects were the students of grade IIIa of SDN 10 Pemecutan Denpasar Consists of 20 male students and 18 female students with total 38 students.Methods of collecting data of this research were testing. Test metode used is essay test for measuring reading and writing skills. Furthermore, pratical test for measuring attentive and speaking skills, completed by rubric of research. The data collected were further analyzed by using quantitative descriptive analysis method. The percentage of Mean scores (M%) of of Indonesian language skill competencies of the students’ were increased by 14.66% from = 67.6% on the first step, became = 82,26% on the second step. Whereas, the completeness of classical learning was raised 45,75% from 30,56% on the first step, raised to 76,31% on the second step. It can be concluded that the application of the scientific approach through role play Which properly conducted, it can improve Indonesian language skills of students grade 3 at SDN 10 Pemecutan Denpasar Academic Year 2015/2016.keyword : scientific approach , role play, Competencies of Indonesian language skills
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN PETA PIKIRAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA Kelas V SD ., I Ketut Dedi Agung Susanto Putra; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan Media Peta Pikiran dengan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan Media Peta Pikiran. Rancangan penelitian menggunakan “post-test only control group design” dengan analisis data uji-t. Populasi penelitian ini yaitu siswa yang ada di Gugus II Kecamatan Banjar tahun pelajaran 2016/2017 sejumlah 157 siswa. Sampel Diambil menggunakan teknil random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan Peta Pikiran dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan Peta Pikiran dengan perhitungan thitung = 3,35 > ttabel = 1,99 dengan signifikasi < 0,05. Rata-rata hasil belajar kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan Peta Pikiran lebih tinggi daripada kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan Peta Pikiran 24,16>20,28. Hal ini menunjukkan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan Media Peta pikiran berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : basil belajar, inkuiri terbimbing, media peta pikiran. This study aims to determine the difference between IPA learning outcomes between groups of students who were taught using a guided Inquiry learning model Mind Media Map with a group of students who were not taught by using instructional model of Guided Inquiry. The study design used "post-test only control group design" with t-test data analysis. The population of this study are students in Gugus II District Banjar 2016/2017 lessons a number of 157 students. Sample Taken using teknil random sampling. The results showed that there was a significant difference of science learning outcomes between groups of students who were studied with the guided Inquiry learning model assisted Mind Map and groups of students who were not learned by using the guided inquiry-based Inquiry learning model with thitung = 3,35> ttabel = 1.99 with signifikasion < 0,05. The average learning outcomes of the students group that were taught by the guided inquiry-based Inquiry learning model was higher than the group of students who were not taught by the mind-assisted Inquiry learning model Mind Map 24,16> 20,28. This shows the instructional model of Guided Inquiry through Media The mind map has a significant effect on the science learning outcomes.keyword : guided inquiry, learning outcomes, mind map media.
PENGARUH MEDIA KARTU BERSERI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE WEBBED TERHADAP HASIL BELAJAR MEMBACA PERMULAAN ., Ni Made Suwaryantini; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar membaca permulaan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan media kartu berseri melalui model pembelajaran terpadu tipe webbed dan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa media kartu berseri pada kelas II Gugus X Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas II Gugus X Kecamatan Buleleng, Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 164 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas II SDN 4 Kaliuntu yang berjumlah 31 orang dan kelas II SDN 1 Kaliuntu yang berjumlah 28 orang. Pengumpulan data hasil belajar membaca permulaan dilakukan menggunakan metode tes dan instrumen berbentuk tes objektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar membaca permulaan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media kartu berseri melalui model pembelajaran terpadu tipe webbed dan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa menggunakan media kartu berseri pada siswa kelas II Gugus X Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Hal ini dibuktikan dari hasil uji-t, diperoleh thitung sebesar 5,089 dan ttabel sebasar 1,672 (thitung > ttabel). Rata-rata hasil belajar membaca permulaan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan media kartu berseri melalui model pembelajaran terpadu tipe webbed, 16,50, lebih besar dari rata-rata hasil belajar membaca permulaan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa media kartu berseri, yaitu 13,14. Hal ini menunjukkan penggunaan media kartu berseri melalui model pembelajaran terpadu tipe webbed berpengaruh terhadap hasil belajar membaca permulaan siswa kelas II Gugus X Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : kartu berseri, hasil belajar membaca permulaan, pembelajaran terpadu tipe webbed The aim of this research is to find out the difference of early reading stage learning result between students treated with flash card media through webbed guided learning model and students treated without flash card media in grade II of Gugus X Kecamatan Buleleng in the academic year 2013/2014. This study is a quasi experiment. The population is 164 students in grade II of Gugus X Kecamatan Buleleng in the academic year 2013/2014. The samples are grade II of SDN 4 Kaliuntu, which is 31 students, and grade II of SDN 1 Kaliuntu which is 28 students. The collection of early reading stage learning result was done by test method and objective test instrument. The data collected analyzed using descriptive and inferential statistic (t-test). The result of this research found that there is a difference of early reading stage learning result between students treated with flash card media through webbed guided learning model and students treated without flash card media in grade II of Gugus X Kecamatan Buleleng in the academic year 2013/2014. This case was attested from t-test resut, the thitung was 5,089 and ttabel was 1,672 (thitung > ttabel). The average of early reading stage learning result of students treated flash card media through webbed guided learning model is 16.50, which is bigger than the average of early reading stage learning result of students treated without flash card media, which is only 13.14. This means that the using of flash card affects the students’ early reading stage learning result of grade II Gugus X Kecamatan Buleleng in the academic year 2013/2014.keyword : flash card, early reading stage learning result, webbed guided learning model
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MEANS-ENDS ANALYSIS (MEA) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SD GUGUS V KECAMATAN SUKASADA I Wyn. Sudiana, I Nym. Armada, I Md. Tegeh,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.810

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan desain posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus V Kecamatan Sukasada. Sampel penelitian yaitu kelas V SD No. 2 Panji dengan jumlah 24 siswa dan kelas V SD No. 3 Panji dengan jumlah 28 siswa yang dipilih dengan tehnik random sampling. Pengumpulan data hasil belajar siswa menggunakan metode tes dengan instrumen berbentuk tes uraian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Hasil analisis menunjukkan thitung lebih dari ttabel (9,309 > 2,021; α = 0,05). Kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA) menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional ( eksperimen = 47,13 dan kontrol = 36,89).   Kata kunci:  pembelajaran, Means-Ends Analysis, hasil belajar.
PENGARUH PENDEKATAN STARTER EKSPERIMEN (PSE) DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI KELAS V SD GUGUS I KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Gede Rudhiyama; ., Dr. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Pendekatan Starter Eksperimen (PSE) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2015/2016 di Gugus I Kecamatan Sawan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen menggunakan desain non equivalent post–test only control group design. Sampel penelitian ini berjumlah 36 orang siswa kelas V SD Negeri 1 Sekumpul sebagai kelompok eksperimen dan 34 orang siswa kelas V SD Negeri 3 Bebetin sebagai kelompok kontrol yang dipilih dengan sistem random sampling. Data dikumpulkan dengan metode tes. Istrumen yang digunakan berupa pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik infrensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan hasil belajar antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan PSE dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di Gugus I Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2015/2016Kata Kunci : pendekatan starter eksperimen, hasil belajar matematika The purposes of this research were to know the significant differences between students’ result in mathematics who learnt by starter experiment approach and students’ who learnt using conventional learning of class V in elementary school cluster I districts of Sawan, in academic year 2014/2015. The type of this research was a quasi experiment by using non equivalent post–test only control group design. The sample of this study was grade five of SD Negeri 1 Sekumpul consisted of 36 students as an experimental group and 34 students grade five of Negeri 3 Bebetin as a control group selected through random sampling method. Data collected by using multiple choice. Then, data analysis used was descriptive statistic and inferential statistic (t-test). The result of this research found that there is a significant difference in mathematics between students’ who learnt by starter experiment approach and students’ who learnt using conventional learning in class five in elementary school cluster I districts of Sawan in academic year 2015/2016.keyword : starter experiment approach, mathematics learning result
MODEL PEMBELAJARAN CLIS BERBANTUAN MEDIA GRAFIS BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS SRIKANDI DENPASAR TIMUR ., Ni Luh Desi Susanti; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) berbantuan media grafis dengan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di SD Gugus Srikandi Denpasar Timur Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment) dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini semua siswa kelas V di SD Gugus Srikandi Denpasar Timur. Sampel diambil dengan cara teknik random sampling. Sampel pada penelitian ini yaitu SD Negeri 2 Sumerta dan SD Negeri 13 Kesiman. Data yang dikumpulkan merupakan nilai hasil belajar IPA dengan tes objektif yang berjumlah 30 butir. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa yang belajar melalui model pembelajaran CLIS berbantuan media grafis 76,9 sedangkan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional 56,9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) berbantuan media grafis dengan siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional. Berdasarkan analisis diperoleh thitung = 5,4 dan dengan dk = 5 serta taraf signifikansi 5% diperoleh ttabel = 2,00. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus Srikandi Denpasar Timur Tahun Pelajaran 2013/2014. Kata Kunci : CLIS, Media Grafis, Hasil Belajar IPA The present study was conducted with the aim of finding out the difference of the result of the implementation of Children Learning in Science (CLIS) with the aid of graphic media and conventional learning model towards learning achievement in natural science. This study was conducted at Cluster Srikandi Elementary School East Denpasar in the school year 2013/2014. This study was a quasi-experimental research with non-equivalent control group design. The population was all of the fifth grade students of Cluster Srikandi Elementary School. Meanwhile, the samples used in this study were SDN 2 Sumerta and SDN 13 Kesiman. The determination of samples were selected through random sampling technique. The data was collected by using multiple choice test consisting of thirty questions. The data were analysed by using t-test. The analysis revealed the mean score of the students who learnt through CLIS learning model aided with the aid of graphic media gained 76.9, while those who learnt through the conventional learning model only gained 56.9. Based on the t-test analysis, it could be figured out that to was 5.4, while tcv was 2.00 at level of significance 5% (α = 0.05) with df = 5. The finding showed that there was a significant difference on the learning achievement between the students who learnt through CLIS with the aid of graphic media and conventional learning model. Thus, it can be drawn a conclusion that CLIS learning model with the aid of graphic media gives a significant impact on the learning achievement natural science of the fifth grade student of Cluster Srikandi Elementary School East Denpasar.keyword : CLIS, graphic media, learning achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT BERBASIS ENTREPRENEUR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Ni Wayan Wiwin Sapitri; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan model pembelajaran sains teknologi masyarakat berbasis entrepreneur (wirausaha) dengan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus 4 Samplangan Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi exsperimental) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Gugus 4 Samplangan Gianyar yaitu sebanyak 179 siswa. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik Purposive sampling. Sehingga diperoleh sample penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Samplangan dan SD Negeri 3 Beng. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrumen berbentuk tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan uji-t. Dari hasil perhitungan diperoleh t hitung sebesar 8,34. Sedangkan ttabel pada taraf signifikansi 5 % dan dk = 63, adalah 2,00. Oleh karena nilai thitung>ttabel, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran sains teknologi masyarakat berbasis entrepreneur dengan pembelajaran konvensional. Selain itu perbedaan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan di kelas kontrol dan kelas eksperimen terlihat dari nilai rata-rata siswa. Di kelas eksperimen nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 81,8 sedangkan di kelas kontrol nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 63,03. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan model pembelajaran sains teknologi masyarakat berbasis entrepreneur (wirausaha) dengan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus 4 Samplangan GianyarKata Kunci : Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat Berbasis Entrepreneur, Pembelajaran Konvensional, Hasil Belajar IPA The purpose of this research was to knowing about significant differences about the outcomes of math between students who taught by Sains Technology Society based of entrepreneur with the students who taught by conventional learning in grade five of Goverment Elementary School Cluster 4 Samplangan Gianyar. This research was a quasi-experimental study (quasi experiment) with the design of the study was Nonequivalent Control Group Design. The population in this study were all students in grade five of Goverment Elementary School Cluster 4 Samplangan Gianyar which consist of 179 students. The sample used a purposive sampling technique. And then got the research sample were student in grade five at Goverment Elementary School of 1st Samplangan and Goverment Elementary School of 3rd Beng.The data were collected was sains outcome of experiment class and control class. The data of outcome sains were collected by instrument with the multiple choice items. Data were analyzed by t-test. Based on analysis of outcome got tcalculate= 8,34> ttable with significancy level 5% and degree of freedom (df=63) is 2,00. Because the value of tcalculate>ttable, so there were significant differences between sains technology society based of entrepreneur with conventional learning. Beside that,differences the sains outcome students who taught in control class and experiment class were looked from the value of mean student. At experiment class, the outcome mean the student was 81,8, excatly at control class the outcome mean the student was 63,03. Thus, can concluded that there were significant differences sains technology society model based of entrepeneur with conventional learning to sains outcome the student in grade five of Goverment Elementary School Cluster 4 Samplangan Gianyar.keyword : Problem Sains Technology Society based of Entrepreneur, Conventional learning , Sains outcomes.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS OTAK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ., I Gede Parwata Setiawan; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7690

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk membuat disain pengembangan pembelajaran berbasis otak, meengetahui validitas dan efektivitas dari model pembelajaran berbasis otak (brain-based learning) dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas IV SD N 8 Banyuning. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE yang terdiri dari analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil uji validitas, rata-rata skor dari ahli pengembangan pembelajaran dan ahli isi adalah 4,5 dan 3,75 yang menunjukan model yang dikembangkan memiliki kriteria layak atau valid. Analisis hasil tes kemampuan pemecahan masalah siswa menunjukan 89,2 % siswa memperoleh hasil di atas KKM yang menunjukan model yang dikembangkan efektif sebagai model pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan dapat diterima sebagai model pembelajaran dan diharapkan bisa diterapkan dalam pembelajaran di sekolah oleh guru.Kata Kunci : kemampuan berpikir kritis, model pembelajaran berbasis otak, This development research was aimed to make the design of the development of brain-based learning, to know validity and effectiveness of the brain based learning model in mathematics teaching to improve critical thinking skills in the second semester of the students in claas IV SD N 8 Banyuning. The development model used is a model ADDIE comprising analyze, design, development, implementation, and evaluation. Data analysis technique used is descriptive qualitative data analysis techniques and quantitative. Based on the validity of the test results, the average scores of instructional development experts and expert contents are 4.5 and 3.75 that show the models developed have proper or valid criteria. Analysis of the test results of students' problem solving ability showed 89,2% of students obtaining the above results that show KKM effective model developed as a learning model. Based on these results it can be concluded that the learning model developed can be accepted as a model of learning and expected to be applied in teaching in schools by teachers.keyword : brain-based learning models, critical thinking skills.
PENGARUH MODEL POGIL DAN GAYA KOGNITIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SD ., Ketut Andi Prahasta; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model POGIL dan gaya kognitif terhadap hasil belajar IPA. Penelitian ini tergolong quasi experiment dengan rancangan the post-test only control design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri di Gugus II Santalia Kecamatan Kubutambahan tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 234 orang. Sampel penelitian dipilih dengan teknik random sampling. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, dan ANAVA AB. Proses analisis seluruhnya dibantu oleh SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model POGIL dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (Fhitung = 64,736 dengan sig = 0,000). (2) Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif dan kelompok siswa yang memiliki gaya kognitif impulsif (Fhitung = 80,690 dengan sig = 0,000). (3) Terdapat interaksi yang signifikan antara model POGIL dan gaya kognitif terhadap hasil belajar IPA (Fhitung = 5,432 dengan sig = 0,023) di SD N 1 Kubutambahan dan SD N 6 Kubutambahan. Jadi, terdapat pengaruh model POGIL dan gaya kognitif terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : Model POGIL, gaya kognitif, hasil belajar IPA This research was aimed to analyze the effect of Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) and cognitive style’s toward science learning achievement. This research is quasi experiment with the post-test only control design. The populations of this research is all of the fifth grade students in elementary school belonging of the Santalia’s Group II of Kubutambahan District in academic years 2015/2016 which totally 234 students. The sample was taken out of two classes using random sampling technique. The collected data were analyzed by descriptive statistic, and ANAVA AB. All of the analysis process helped by SPSS 16.0 for windows. The result of the research showed that (1) there are significance differences of the science learning achievement between student’s group which studied with POGIL models and student’s group which studied with conventional learning. (Fhitung = 64,736 with sig = 0,000), (2) there are significance differences of the science learning achievement between student’s group which have reflective cognitive styles and student’s which have impulsive cogntive styles. (Fhitung = 80,690 with sig = 0,000), and (3) there are significance interaction between POGIL models and cognitive styles toward the science learning achievement (Fhitung = 5,432 with sig = 0,023) at SD N 1 Kubutambahan and SD N 6 Kubutambahan. So, there is the influence of POGIL model’s and cognitive style’s toward science learning achievement.keyword : POGIL models, the cognitive styles, the science learning achievements

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue