cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SELF-DIRECTED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD LAB UNDIKSHA SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 I Md. Suarjana, I Km. Aditya Manggala, Ni Kt. Suarni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.803

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran self-directed learning (SDL) dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional di SD Lab Undiksha Singaraja tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan The Posttest-Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Lab Undiksha Singaraja tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 60 siswa. Sampel penelitian adalah kelas IVA dan IVB. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar matematika. Bentuk tes hasil belajar matematika yang digunakan adalah tes esai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran self-directed learning dengan mean (M) = 28,43 termasuk dalam kategori tinggi, (2) hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan mean (M) = 22,2 termasuk dalam kategori sedang, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran self-directed learning dengan siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran konvensional. Hal ini dilihat berdasarkan  lebih besar daripada   (>). Siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran self-directed learning menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang belajar mengikuti pembelajaran konvensional.   Kata-kata kunci: SDL, Model Konvensional, Hasil Belajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION BERBASIS MEDIA LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI DESA SIDETAPA TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ., Ketut Doni Ariawan; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk, (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation, (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional, (3) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dan siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi exsperimen) dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di Desa Sidetapa. Sebanyak 47 orang siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA ranah kognitif yang dikumpulkan melalui tes esay. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation, cenderung tinggi dengan Mo>Me>M (11,16 > 11,02 > 10,50), (2) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional cenderung rendah dengan Mo ttab = 2,000). Dengan demikian, model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV di Desa Sidetapa Tahun Pelajaran 2014/2015. Kata Kunci : Group Investigation, pembelajaran konvensional, hasil belajar. The purposes of this research is for, (1) To describe about the result studying science for the student who follow learning using cooperative learning model type Group Investigation. (2) To describe about the result of studying sciencefor the student who follow learning conventional. (3) To know about the differencesof the result of studying science between the student who follow learning using cooperative learning model type Group Investigation and the students who follow learning conventional. The kind of the research is quasi exsperiment with post test only control group design. The population of this research are all of the student in the fourth grade in sidetapa village. 47 students are chosen is sample. Who determined with random sampling ethnic.the analisys data inn this research is the result of learning sciencedomain kognitif which is collected with easy test. The result of the research show that, (1) the result of studying sciene for the student who follow model learning cooperative type Group Investigation, high inclined with Mo>Me>M (11,16 > 11,02 > 10,50). (2) the result of studying sciene for the students who follow learning conventional, low inclined with Mo ttab = 2,000). It means that , cooperative learning model type Group Investigation influential with the result of studyingsciene for the student in the fouth grade in sidetapa village year 2014/2015. keyword : Cooperative Type Group Investigation, conventional learning, result of learning
Pengaruh Model Pembelajaran Role Playing Terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SD Gugus II Kecamatan Karangasem ., I Komang Ngurah Wardana; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berbicara bahasa Indonesia antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Role Playing dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian terdiri dari 7 sekolah yaitu SD N 1 Subagan, SD N 5 Subagan, SD N 6 Subagan, SD N 1 Pertima, SD N 4 Pertima, SD N 4 Bugbug, SD N 5 Bugbug. Jumlah keseluruhan populasi adalah 160 orang siswa. Sampel penelitian ini adalah SD Negeri 5 subagan sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 33 orang siswa dan SD Negeri 4 Pertima sebagai kelas kontrol dengan jumlah 30 orang siswa. Penilain keterampilan berbicara dilakukan dengan menggunakan rubrik penilaian yang terdiri dari lima aspek kebahasaan meliputi pelafalan, intonasi, struktur kata/kalimat, kelancaran, dan pemahaman/ekspresi. masing-masing aspek memiliki rentang nilai 1-5. Dari hasil pengujian normalitas untuk data kelompok eksperimen nilai X2hit = 7,13 dan X2tab = 11,07 sedangkan untuk kelompok kontrol nilai X2hit = 4,36 dan X2tab = 11,07. Sehingga dapat disimpulkan bahwa X2hit< X2tab artinya keterampilan berbicara bahasa Indonesia normal dan homogen. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji-t, dari perhitungannya didapat thitung = 3,29 sedangkan ttab dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 61 adalah 2,000 yang berarti thit > ttab yang menyatakan model pembelajaran role playing berpengaruh terhadap keterampilan berbicara bahasa Indonesia. Kata Kunci : Model Pembelajaran Role Playing, Keterampilan berbicara, dan bahasa Indonesia SD This study aims to determine the differences between Indonesian speaking skills of students that learned through role playing with a model of learning that students be taught through conventional teaching in the fifth grade of elementary students in Cluster II Karangasem district, Karangasem regency, school year 2013/2014. This study is a quasi-experimental study research design used was Nonequivalent Control Group Design. The study population consisted of 7 schools SDN 1 Subagan, SDN 5 Subagan, SDN 6 Subagan, SDN 1 Pertima, SDN 4 Pertima, SDN 4 Bugbug, SDN 5 Bugbug. The total population is 160 students. The sample was SD Negeri 5 subagan as a classroom experiment with 33 students and SD Negeri 4 Pertima as a control class with the number of 30 students. Speaking skills assessment done by using an assessment rubric consisting of five aspects of language covers pronunciation, intonation, grammar/sentence, fluency, and comprehension/ expression. Each aspect has a value range of 1-5. Of normality test results for the experimental group the data value X2hit = 7,13 and X2tab = 11.07 while for the control group, value of X2hit = 4,36 and X2tab = 11,07. It can be concluded that the X2hit < X2tab means the normal skills of speaking Indonesian and homogeneous. Hypothesis testing is done by t-test, the calculation is obtained from thitung = 3,29 while ttable with a significance level of 5% and dk= 61 is 2.000 which means thit> ttab stating learning model role playing influence on Indonesian speaking skills. keyword : Learning Model Role Playing, speaking skills, and Indonesian language for elementary school *
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V ., Donnie Weda Dharmawan; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai keterampilan berbicara antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran role playing dan siswa yang belajar dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di SD Gugus VI Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen semu dengan rancangan post test only with non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kelas V SD Gugus VI Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng yang berjumlah 184 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling (undian). Data keterampilan berbicara siswa dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi berupa rubrik penilaian. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan uji t-polled varians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan nilai keterampilan berbicara antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran role playing dan siswa yang belajar dengan metode pembelajaran konvensional (thitung = 8,19 dan ttabel = 2). Siswa yang mengikuti pembelajaran pembelajaran dengan model role playing memperoleh rata-rata nilai keterampilan berbicara yaitu = 83,80 berada pada kategori sangat baik. Sedangkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional memperoleh rata-rata nilai 60,08 berada pada kategori cukup. Jadi model pembelajaran role playing berpengaruh terhadap keterampilan berbicara siswa.Kata Kunci : role playing, keterampilan berbicara The purpose of this research was to recognize the differences between the students that taught with role playing learning model and those that taught with conventional learning model. This research was a quasi experimental research using post test design only with non equivalent control group design. The research population was all students in grade V which belong to Elementary School Gugus VI Kecamatan Buleleng, with the total 184 students. The samples were determined by using random sampling technique. In collecting the data, the writter uses observation sheet, which had some indicators on it. The data were analysed using a descriptive statistic and inferencial statistic. The result of this research showed that there were the differences between the students taught with role playing learning model and taught with conventional model learning (tarithmetic = 8.19 ; ttable = 2). The average score of the students taught with role playing model learning is 83.80 it is considered to be excellent. Whereas those taught with conventional learning model is 60.08 it is considered to be enough category. In this research role playing model learning can be considered to be significant in developing student speak skills.keyword : role playing, speak skill
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PENILAIAN PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA ., Ni Made Sri Ayu Lestari; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model PBL dan penilaian proyek terhadap kemampuan berpikir kritis IPA. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di gugus II Kecamatan Abang tahun pelajaran 2015/2016 dan sampel penelitian sebanyak 82 siswa yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan instrumen tes. Teknik analisis data menggunakan anava dua jalur dan uji-t. Berdasakan hasil analisis data, diperoleh: (1) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model PBL dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan sig.0,041
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NHT BERBANTUAN PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD ., Kadek Ari Desy Dayanthi; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) berbantuan permainan tradisional dan kelompok siswa yang dibelajarkan bukan dengan model Numbered Head Together (NHT) berbantuan permainan tradisional pada siswa kelas IV di SD Gugus XV Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelompok siswa kelas IV di Gugus XV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 234. Sampel penelitian ini adalah kelompok siswa kelas IV di SD Negeri 2 Anturan dan SD Negeri 3 Anturan yang diambil dengan teknik random sampling. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda/objektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen lebih besar dari hasil belajar kelompok kontrol. Berdasarkan pengujian asumsi diketahui bahwa data skor hasil belajar kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdistribusi normal dan homogen. Hasil perhitungan uji-t diperoleh thitung > ttabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) berbantuan permainan tradisional dan kelompok siswa yang dibelajarkan bukan dengan model Numbered Head Together (NHT) berbantuan permainan tradisional. Kata Kunci : NHT, hasil belajar, permainan tradisional This research aims to know the difference of studying science between a student group that using the Numbered Head Together (NHT) with traditional games and a student group without Numbered Head Together method for four grade student at Elementary School XV cluster Buleleng sub-district in the academic year of 2016/2017. This research is belong to quasi experiment. The population in this research all the four grade students at Elementary School XV cluster Buleleng sub-district in the academic year of 2016/2017 which are consis of 234. Sample of this research are the four grade students at Elementary School number 2 Anturan and Elementary School number 3 Anturan which is taken by random sampling technique. The data of students science learning outcomes are collected using objective test. The data which are collected analyzed using descriptive statistic analysis and inferensial statistic. Based on the result of data analysis, know that the average of experiment studying group bigger that control studying group. Based on assumption testing know that the score of experiment studying group and control studying group are in the normal distribution. The calculation of test-t know that thitung > ttabel, so the conclusion is there are some differences that significant in studying science between the student group that using Numbered Head Together (NHT) with traditional games and the student group without Numbered Head Together (NHT) method.keyword : NHT, learning outcomes, traditional games
PENGARUH MODEL SELF REGULATED LEARNING (SRL) TERHADAP PENGETAHUAN METAKOGNITIF IPA PADA SISWA KELAS IV SEMESTER II DI GUGUS I KECAMATAN BUSUNGBIU TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ., Putu Elsa Yulian Vitriani Giri; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan metakognitif antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Self Regulated Learning (SRL) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada kelas IV semester II di Gugus I Kecamatan Busungbiu tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV semester II di Gugus I Kecamatan Busungbiu tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 137 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD No. 3 Busungbiu yang berjumlah 25 orang dan siswa kelas IV SD No. 4 Busungbiu yang berjumlah 25 orang. Data hasil pengetahuan metakognitif IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengetahuan metakognitif IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Self Regulated Learning (SRL) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional kelas IV semester II di Gugus I Kecamatan Busungbiu tahun pelajaran 2014/2015. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata pengetahuan metakognitif IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Self Regulated Learning (SRL) adalah 33,2 lebih besar dari rata-rata pengetahuan metakognitif IPA siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional adalah 26,04. Hal ini berarti penerapan model Self Regulated Learning (SRL) berpengaruh terhadap pengetahuan metakognitif IPA siswa kelas IV semester II di Gugus I Kecamatan Busungbiu tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : model Self Regulated Learning (SRL), pengetahuan metakognitif IPA This study aimed to know the differences of metacognitive between students who joined the learning process by using Self Regulated Learning (SRL) and students who joined the learning process by using conventional model at the second semester of grade four in Gugus I Busungbiu District in academic year 2014/2015. This study belonged to quasi experimental research. The population of this study was 137 students at the second semester of grade four in Gugus I Busungbiu District in academic year 2014/2015. The sample of this study was 25 students of grade four at SD No. 3 Busungbiu and 25 students of grade four at SD No. 4 Bususngbiu. The instruments used in collecting the data of students’ metacognitive in Natural Science (IPA) course was written test in the form of essay. The data were analyzed by using descriptive and inferential statistic (t-test formula). The results shows that there is significant difference between students who are taught by using Self Regulated Learning (SLR) and students who are taught by using conventional model. It is also obtained that the mean of students’ metacognitive in Natural Science (IPA) course that uses Self Regulated Learning (SLR) was 33. 2 and the mean of of students’ metacognitive in Natural Science (IPA) course that uses conventional model was 26.04. It means that Self Regulated Learning (SLR) affects the Natural Science (IPA) metacognitive knowledge of grade four students in Gugus I Busungbiu District in academic year 2014/2015.keyword : self regulated learning models, metacognitive knowledge, science
PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SEMESTER II SD NO. 2 TIBUBENENG KECAMATAN KUTA UTARA BADUNG I Ngh. Suadnyana, Ni Pt. Lady Andriani, I Wyn. Wiarta,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1377

Abstract

Abstrak Tujuan Penelitian ini adalah  untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV semester II  SD No. 2  Tibubeneng Tahun Ajaran 2012/2013 pada mata pelajaran Matematika melalui penerapan pendekatan keterampilan proses. Dengan jumlah siswa 27 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan  observasi dan  tes. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan tehnik analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan rata –rata persentase keaktifan  belajar siswa  dari 70% pada siklus I menjadi 80% pada siklus II, Demikian juga pada hasil belajar matematika siswa terjadi peningkatan hasil belajar  secara klasikal  dari 68,88% pada siklus I menjadi 77,59% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan keterampilan proses pada mata pelajaran Matematika  dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV semester II  di SD No. 2 Tibubeneng tahun ajaran 2012/2013 Kata kunci : Pendekatan Keterampilan Proses, Keaktifan, Hasil Belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TALKING CHIPS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI GUGUS III ., Luh Putu Ayu Nandari Putri Wibawa; ., Drs. Nyoman Wirya; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran talking chips dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional pada hasil belajar ipa siswa kelas V di SD Gugus III, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V Gugus III yang berjumlah 134 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 43 orang siswa. Sampel penelitian ini ditentukan dengan teknik simple random sampling. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda dengan jumlah soal sebanyak 20 soal. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh thitung 3,596 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) =2,0895. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel dengan demikian, dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran Talking Chips dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di SD Gugus III, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : hasil belajar, IPA, model pembelajaran talking chips This study aims to determine significant difference between the groups of students that treated through learning model talking chips with a group of students that treated through conventional learning model on learning outcames in science lesson on fifth grade students in elementary school gugus III Buleleng subdistrict Buleleng regency in academic year 2015/2016. This research is a quasi-experimental research. The study population was all students in grade fifth in gugus III of this study was 134 students. The sampel of the study are 43 students. The research sample was determined trough random sampling tehnique by using lottery tehnique. The science learning outcomes data was collected through test instrument in the form of 20 multiple choice questions. The collected data was analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). Based on the calculations, the t is 3.596 and t table (at significance level of 5%) is 2.089. it means that t counting > t table therefore is means differemces in learning outcomes significantly between students who treated talking chips learning model with students who are treated using conventional learning model on fifth grade students in elementary school gugus III Buleleng subdistrict Buleleng regency in academic year 2015/2016.keyword : learning outcomes, science, talking chips learning model.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SD ., I Wayan Diana Putra; ., Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd.; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Terpadu Tipe Connected dengan kelompok siswa yang mengikuti model pengajaran Konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di SD Gugus IV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan non-equivalent post test only control group design dengan melibatkan sampel sebanyak 50 siswa SD di Gugus IV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Sampel penelitian diambil dengan teknik random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar IPS adalah tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik inferensial menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Terpadu Tipe Connected dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (thitung = 3,69 > ttabel = 2,00). Dengan demikian, model pembelajaran Terpadu Tipe Connected berpengaruh terhadap hasil belajar IPS.Kata Kunci : Model Pembelajaran Terpadu Tipe Connected, hasil belajar IPS This research aimed to investigating significant difference of stundent’s learning outcomes of social science between fifth grade students taught by Integrated learning model Connected Type map and fifth grade students taught Conventional teaching model at elementary schools in Penglatan Village Buleleng Subdistrict Buleleng Regency. This study was quasi-experiment using the non-equivalent post-test only control group design involving 50 elementary school students in Penglatan Village altogether selected using simple random sampling technique. The data about student’s learning outcomes of social science were obtained using expanded multiple choice test. The data were analyzed statistically using descriptive and inferential analysis. Inferential statistics used t-test. The result of the research there was a significant difference of stundent’s learning outcomes of social science between fifth grade students taught by Integrated learning model Connected Type with learning outcomes and fifth grade students taught Conventional teaching model (tobserve = 3,69> ttable = 2,00). Based on the research result, Integrated learning model Connected Type assisted affected significantly stundent’s learning outcomes of social science. keyword : Integrated learning model Connected Type, learning outcomes of social science

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue