cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS PENILAIAN PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPA SD GUGUS VIII SUKAWATI ., Putu Pande Christiana; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning berbasis penilaian proyek dan yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada kelas V Gugus VIII Kecamatan Sukawati. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu yaitu Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian yakni seluruh siswa kelas V di Gugus VIII Kecamatan Sukawati yang berjumlah 225 orang siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling yang diacak adalah kelas dengan hasil pengundian yaitu siswa kelas V SDN 1 Singapadu Kaler sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SDN 1 Singapadu Tengah sebagai kelompok kontrol yang masing-masing berjumlah 30 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode tes subjektif bentuk uraian. Analisis data menggunakan metode analisis statistik uji-t. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning berbasis penilaian proyek dan yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada kelas V Gugus VIII Kecamatan Sukawati. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata kelompok eksperimen = 72.08 > = 62.92 kelompok kontrol dan dari kriteria pengujian thitung = 2.11 > ttabel (α= 0,05, 58) = 2.000. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbasis penilaian proyek berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis IPA siswa kelas V Gugus VIII Kecamatan Sukawati. Kata Kunci : model Problem Based Learning berbasis penilaian proyek, kemampuan berpikir kritis IPA This research aimed to determine the significant differences of critical thinking skill between Science students who were taught by Project Assessment based Problem Based Learning model and to the students who were taught by conventional learning in the fifth grade at Cluster VIII in Sukawati Subdistrict. This research used quasi experiment design which was Nonequivalent Control Group Design. The population was all of fifth grade students at Cluster VIII in Sukawati Subdistrict with 225 students. The sample determination was done by using random sampling technique with the fifth grade students of SDN 1 Singapadu Kaler as the experimental group and the fifth grade students of SDN 1 Singapadu Tengah as the control group in which each of them consisted of 30 students. The data collection methods used observation method and subjective test method in descriptive form. The data analysis used t-test statistical analysis method. The analysis showed the significant differences of critical thinking skill between the group of Science students who were taught by Project Assessment based Problem Based Learning model and to the students who learned with conventional learning in fifth grade students at Cluster VIII in Sukawati Subdistrict. It could be seen from average score of experimental group = 72.08 > = 62.92 control group and from testing criteria tcount = 2.11 > ttable( α = 0.05, 58 ) = 2.000. Therefore, the implementation of Project Assessment based Problem Based Learning model affected on critical thinking skill of fifth grade Science students at Cluster VIII in Sukawati Subdistrict.keyword : Project Assessment based Problem Based Learning model, science critical thinking skills
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Gusti Ayu Putu Intan Kusuma Dewi; ., Drs. I Made Suara, M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Experientialdan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional di kelas V SD No.5 Kapal tahun pelajaran 2013/2014. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD No.5 Kapal yang banyaknya 91 orang siswa. Setelah disetarakan dan diundi sampel dalam penelitian ini adalah Kelas VB sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 31 dan Kelas VC sebagai kelompok kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 30. Jenis penelitian menggunakan eksperimen semu atau kuasi eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Non Equivalent Control Group Design. Data tentang hasil belajar konsep pengukuran dikumpulkan dengan instrumen berupa tes pilihan ganda. Data analisis dengan t-test melalui tahapan uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Experientialdan siswa yang dibelajrkan dengan pembelajaran konvensional ( thitung= 5,433>ttabel = 2,000 ) dengan db = 59 ( ∑n-2 = 61 – 2 = 59 ) dan taraf signifikansi 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Experientialberpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar IPA Kelas V SD No. 5 Kapal Tahun Pelajaran 2013/2014Kata Kunci : Model Pembelajaran Experiential , hasil belajar IPA. This study aims to determine significant differences between students' science learning outcomes that learned through learning model Experiential with students that learned through conventional teaching in fifth grade of SD No.5 Kapal year 2013/2014 . The study population was all students in the fifth grade which are contains91 students. After synchronized and samples drawn in this study was 5th B grade as experimental group which are contains 31 students and 5th C grade as a control group which are contains 30 students. Types of research are using quasi-experimental or quasi-experimental . The study design used is Non- Equivalent Control Group Design . Data on study results was collected with instruments measuring the concept of a multiple choice test . This data analysis was by t - test with stage test for normality and homogeneity tests . The results showed , there was a significant differences between students who take lessons with Experiential learning model with students who take conventional learning ( of t = 5.433> t table = 2.000 ) with db = 59 ( Σn - 2 = 61-2 = 59 ) and significance level of 5 % . It can be concluded that the learning model Experiential was significantly affect science learning outcomes in fifth grade of SD No. 5 Kapal year 2013/2014.keyword : Learning models Experiential , learning outcomes IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS I GUSTI NGURAH RAI TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Ida Ayu Putu Gita Savitri; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan matematika antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional, (2) perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan matematika antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, (3) interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan motivasi berpresasi terhadap kompetensi pengetahuan matematika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen semu (nonequivalent control group design) dengan sampel sebanyak 83 siswa kelas V SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Kecamatan Denpasar Barat Tahun Pelajaran 2016/2017. Data dikumpulkan dengan tes kompetensi pengetahuan matematika dan kuesioner motivasi berprestasi serta dianalisis menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil analisis menunjukkan (1) terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan matematika antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional, hasil penelitian berdasarkan analisis data dengan FA hitung = 13.62 dan F tabel pada taraf signifikan 5% dengan dk = 79 adalah 3,96, maka H0 ditolak, (2) terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan matematika antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, hasil penelitian berdasarkan analisis data dengan FA hitung = 13.05 dan Ftabel pada taraf signifikan 5% dengan dk = 79 adalah 3,96, maka H0 ditolak, (3) terdapat interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan motivasi berpretasi terhadap kompetensi pengetahuan matematika pada siswa kelas V SDN Gugus I Gusti Ngurah Rai tahun pelajaran 2016/2017, hasil penelitian berdasarkan analisis data dengan FA hitung = 269.71 dan Ftabel pada taraf signifikan 5% dengan dk = 79 adalah 3,96, maka H0 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan motivasi berprestasi terhadap kompetensi pengetahuan matematika pada siswa kelas V SDN Gugus I Gusti Ngurah Rai tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe STAD, konvensional, motivasi berprestasi, kompetensi pengetahuan matematika *This research aims to determine the differences (1) significant difference of competence of mathematics knowledge among students which is learned through STAD type cooperative learning model with group of students which is learned through conventional learning, (2) significant difference in the competence of mathematics knowledge among students who have high achievement motivation with students who have low achievement motivation, (3) interaction between STAD type cooperative learning model and motivation to compete on the competence of mathematics knowledge. This research is an experimental research with research design that used is quasi experimental design (nonequivalent control group design) with a sample of 83 students of grade V SD Gugus I Gusti Ngurah Rai West Denpasar District Lesson Year 2016/2017. Data were collected with mathematics knowledge competency test and achievement motivation questionnaire and analyzed using two-way ANAVA. The result of the analysis shows (1) there is a significant difference of competence of mathematics knowledge among students which is learned through STAD type cooperative learning model with group of students which is learned through conventional learning, the result of research is based on data analysis with FA count = 13.62 and Ftable at significant level 5% With dk = 79 is 3.96, then H0 is rejected, (2) there is a significant difference of competence of mathematics knowledge among students who have high achievement motivation with students who have low achievement motivation, research result based on data analysis with FA count = 13.05 and Ftabel At the 5% significant level with dk = 79 is 3.96, then H0 is rejected, (3) there is interaction between STAD type cooperative learning model and the motivation of pace to the competence of mathematics knowledge in grade V SDN Gugus I Gusti Ngurah Rai academic year 2016 / 2017, research results based on data analysis with FA count = 269.71 and Ftabel at 5% significant level with dk = 79 is 3.96, then H0 is rejected. Thus, it can be concluded that there is influence of STAD type cooperative learning model and achievement motivation to the competence of knowledge mathematics in grade V SDN Gugus I Gusti Ngurah Rai academic year 2016/2017.keyword : *STAD type cooperative learning model, conventional, achievement motivation, mathematical knowledge competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN IKRAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IV DI DESA SARI MEKAR Ni Md.Setuti, I Dw. Ayu Md. Satriari, I Md. Tegeh,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.725

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model  pembelajaran IKRAR berbasis kearifan lokal, (2) deskripsi kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, dan (3) perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran IKRAR berbasis kearifan lokal dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di desa Sari Mekar. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di desa Sari Mekar tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 58 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD No. 1 Sari Mekar yang berjumlah 31 orang dan siswa kelas IV SD No. 2 Sari Mekar yang berjumlah 27 orang. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelompok eksperimen tergolong tinggi, (2) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelompok kontrol tergolong sedang, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran IKRAR berbasis kearifan lokal dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di desa Sari Mekar. Hal ini berarti model pembelajaran IKRAR berbasis kearifan lokal berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV di desa Sari Mekar.   Kata kunci: model pembelajaran IKRAR, kearifan lokal, kemampuan pemecahan masalah  
ANALISIS MOTIVASI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA PADA TIGA SD DI GUGUS VI KECAMATAN BULELENG ., Made Hendra Arista; ., Dr. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA, mendeskripsikan upaya yang dilakukan sekolah terkait pengelolaan motivasi belajar dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi sekolah terkait pengelolaan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA pada tiga SD di Gugus VI Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitiannya yakni siswa kelas IV pada tiga SD di Gugus VI Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 80 orang, kepala sekolah berjumlah 3 orang, dan guru kelas IV berjumlah 3 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, kuesioner, wawancara, dan studi dokumen. Data motivasi belajar dikumpulkan menggunakan lembar observasi, lembar kuesioner, dan dokumentasi. Sedangkan data mengenai upaya dan kendala yang ditemukan terkait pengelolaan motivasi belajar dikumpulkan menggunakan pedoman wawancara. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian pada tiga SD di Gugus VI Kecamatan Buleleng ini menunjukkan bahwa (1) motivasi belajar dalam pembelajaran IPA di SD No. 4 Kampung Baru berada pada kategori sangat tinggi, SD No. 5 Kampung Baru berada pada kategori tinggi, dan SD No. 7 Kampung Baru berada pada kategori cukup, (2) upaya yang dilakukan terkait pengelolaan motivasi belajar dalam pembelajaran IPA yaitu membentuk kelompok heterogen dan memajang hasil karya siswa serta melaksanakan kegiatan pembinaan mata pelajaran IPA, dan (3) kendala yang dihadapi sekolah terkait pengelolaan motivasi belajar dalam pembelajaran IPA yaitu terdapat siswa yang lekas putus asa karena kurangnya ketersediaan buku IPA dan terdapat pula siswa yang rendah diri karena sering diejek oleh temannya.Kata Kunci : Kata-kata kunci: motivasi belajar, pembelajaran IPA This research has aimed to describe the students motivation in learning sain, describing the efforts made related to the management of school learning motivation and describes the obstacles encountered related to the management of the school students motivation in sain learning at three elementary schools in Cluster VI Buleleng. The research is a qualitative research. Subject research that fourth grade students at three elementary schools in Cluster VI Buleleng sub-district of school year 2014/2015, amounting to 80 people, the headmasters amount to 3 people, and the fourth grade teachers totaling 3 people. Data collection methods used that observation, questionnaires, interviews and document study. Data were collected using a sheet of motivation to learn observation, questionnaire, and documentation. While data on the efforts and problems were found related to the management of learning motivation was collected using interview guideline. Data collected were analyzed using descriptive analysis. The results of research on three elementary schools in Cluster VI Buleleng sub-district shows that (1) the motivation to learn in sain teaching in elementary No. 4 Kampung Baru are at very high category, SD No. 5 Kampung Baru at the high category, and SD No. 7 Kampung Baru at the category enough, (2) the efforts related to the management of learning motivation in sain learning that form a heterogeneous group and display of students work and carry out development activities sain subjects, and (3) the constraints faced by the school related to the management of motivation to learn in sain learning quickly that there are students who are desperate because of the lack of availability of books sain and there are also students who are inferior because often teased by their friends.keyword : Keyword : study motivation, sains learning.
Peran Manajerial Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar Anjani, Naraya Fitri; Dafit, Febrina
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 9, No 3 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i3.40828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: menganalisis peran manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Subjek penelitiannya adalah kepala sekolah dan guru. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, obeservasi, dan dokumentas. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif dari Miles dan Huberman Hasil penelitian ini menjelaskan kepala sekolah sebagai manajer memiliki peran membuat struktur organisasi dan mengajak orangtua murid dengan program komite sekolah dan melengkapi supras yang dibutuhkan; merancang program dengan menguraikan kebutuhan pendidik dan tenaga pendidik yang menjalankan tugas, merancang kurikulum yang dijalankan; mengawasi output, proses belajar mengajar, dan peserta didik mulai dari penerimaan siswa hingga selesai; menunjukkan contoh yang baik dan tenang dalam bekerja, memberikan motivasi serta penghatgaan kepada personilnya baik dari segi motil maupun materil, mengikutsertakan pendidik dan tenaga pendidik dalam diklat diklat serta memotivasi guru guru senior supaya memiliki semangat life long education; adapun hambatan yang dihadapi adalah kurangnya sarana dan prasarana dalam proses belajar mengajar, masih ada pendidik dan tenaga pendidik yang tidak disiplin, dan kurangnya komunikasi kepala sekolah dengan beberapa pendidik dan tenaga pendidik. Manajerial kepala sekolah yang baik akan menghasilkan mutu pendidikan yang baik juga yang tentunya akan mempengaruhi hasil belajar dan prestasi sekolah. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa masih dibutuhkan sebuah program untuk meningkatkan mutu pendidikan baik berkaitan dengan pembelajaran maupun tidak.
PENGARUH STRATEGI PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN MODEL ELABORASI BERBANTUAN MEDIA GRAFIS TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS IV SEKOLAH DASAR I Ngh. Suadnyana, Pt.Sudhamantari, I Km. Ngr Wiyasa,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1379

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pengorganisasian pembelajaran model elaborasi berbantuan media grafis terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SDNegeri Gugus IX Abiansemal, Kabupaten Badung tahun ajaran 2012/2013.Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu atau Quasi Eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design.Populasipenelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Gugus IX Abiansemal. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik sampling purposive sehingga diperoleh 2 kelas sebagai sampel penelitian. Uji kesetaraan sampel dilakukan berdasarkan analisis nilai ulangan umum dengan menggunakan  uji t. Penentuan kelas kontrol maupun eksperimen dilakukan dengan pengundian, yang menghasilkan SD No.1 Darmasaba sebagai kelompok eksperimen dan SD No.5 Darmasaba sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan metode tes. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji beda (t-test). Berdasarkan hasil analisis data, terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan strategi pengorganisasian pembelajaran model elaborasi berbantuan media grafis dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan pembelajaran konvensional pada kelas IV SD Negeri Gugus IX Abiansemal tahun ajaran 2012/2013 dengan taraf signifikansi 5%diperoleh hasil  lebih besar dari  yaitu 3,932 > 2,000. Dengan demikian disimpulkan bahwa strategi pengorganisasian pembelajaran model elaborasi berbantuan media grafis berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswakelas IV SDNegeri Gugus IX Abiansemal, Kabupaten Badung tahun ajaran 2012/2013.   Kata Kunci: strategi, pembelajaran, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION BERBANTUAN MEDIA KARTU BERGAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR PKN ., Ni Putu Candra Prastya Dewi; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization) berbantuan media kartu bergambar dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV gugus VI Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2015/2016. Jenis Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan post-test only control design. Populasi ini adalah seluruh siswa kelas IV gugus VI kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Sebanyak 56 orang dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling, yang terdiri dari 29 orang siswa kelas IV SD N 7 Kampung Baru sebagai kelompok eksperimen dan 27 siswa kelas IV SD N 5 Kampung Baru sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan dengan metode tes berbentuk pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) berbantuan media kartu bergambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis menggunakan uji-t, dengan thit lebih besar dari ttab (thit = 4,77 > ttab = 1,67). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) berbantuan media kartu bergambar berpengaruh terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV Gugus VI Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : Team Assisted Individualization, media kartu bergambar, hasil belajar The purpose of this research is to determine about the defference of the PKn learning outcome between the student who follow learning using Team Assisted Individualization (TAI) learning model which assisted by picture card media with the student who follow conventional learning model. The kind of the research is quasi experiment with post test only control design. The population of this reserch are all of the student in the fourth gradde in six group at Buleleng districts of Buleleng Regency. 56 students are chosen as sampel who determined with random sampling ethnict, which consist of 29 student in the fourth grade in SD N 7 Kampung Baru as an experiment group and 27 student in the fourth grade in SD N 5 Kampung Baru as a control group. Data was collected with test method.with multiple choice form. The result of this research show that, it can be found the signifikan differences in the PKn learning outcome for the student who follow learning using Team Assisted Individualization (TAI) learning model which assisted by picture card media with the students who follow conventional learning model. It can be seen from the result of hipotesis test using uji-t with thit is bigger than ttab (thit = 4,77 > ttab = 1,67). It means that, it can be concluded that the Team Asissted Individualization (TAI) learning model which assisted by picture card media influental with the learning outcome of stuying PKn for the student in the fourth grade in Buleleng districts of Buleleng Regency in 2015/2016 of academic year. keyword : Key word : Team Assisted Individualization, card picture media, learning outcome
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN POGIL DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS IV ., I Made Helly Mahayana; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran POGIL terhadap pemahaman konsep IPA dengan mengontrol minat belajar siswa kelas IV SD di Gugus VI Kecamatan Sukasada. Penelitian ini tergolong penelitian quasi experiment dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri di gugus VI Kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 243 siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas IV SDN 1 Panji Anom dan SDN 4 Panji Anom yang berjumlah 64 siswa yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep IPA dan kuesioner minat belajar. Data analisis menggunakan statistik deskriptif, data menggunakan analisis statistik ANAKOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat pengaruh yang signifikan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (Sig. = 0,001). (2) terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional setelah mengontrol minat belajar (Sig. = 0,001). (3) terdapat korelasi yang signifikan antara minat belajar dengan pemahaman konsep IPA (Sig. = 0,001). Jadi, terdapat pengaruh model POGIL setelah minat belajar siswa dikontrol terhadap pemahaman konsep IPA. Kata Kunci : model POGIL, pemahaman konsep IPA, minat belajar This research aimed to determine the effect of of POGIL learning model in terms of understanding on science concepts by controlling the interest in student learning in fourth grade elementary school in Cluster VI Sukasada District . This research is classified as quasi experiment with the design of the post-test only control group design. The population of the research is a fourt grade students in Cluster VI Elementary School Sukasada District 2015/2016 school year totaling 243 student. Samples were students of fourt grade elementary school N 1 Panji Anom and elementary school N 4 Panji Anom totaling 64 students selected by simple random sampling technique. The research instrument was a test of understanding science concepts and interest in learning questionnaires. Data were analyzed using descriptive statistics, Anova one lanes and the product moment correlation. The results showed (1) there are significant differences between the groups understanding science concepts of students that learned with POGIL learning model and student groups that learned with conventional learning models (sig. = 0,001). (2) there are significant differences between the groups understanding science concepts of students that learned with POGIL learning model and student groups that learned with conventional learning models after controlling interest in learning (sig. = 0,001). (3) there is a significant correlation between interest in learning and understanding science concepts (sig. = 0,001). So, there is influence of POGIL model after controlling the interest in student learning toward understanding on science concepts.d understanding on science concepts.keyword : POGIL models, understanding the concept of science, interest in learning
PENGARUH METODE EKSPOSITORI YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA ., I Made Rupia Arsana; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1953

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode ekspositori yang dikombinasikan dengan mind mapping dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V semester ganjil di Desa Bebetin Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 138 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No. 3 Bebetin yang berjumlah 30 orang dan siswa kelas V SD No. 2 Bebetin yang berjumlah 30 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara yang dibelajarkan dengan metode ekspositori yang dikombinasikan dengan mind mapping dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dilihat dari hasil uji–t diperoleh thitung = 7,20 dan ttabel (db =58 pada taraf signifikansi 5%) = 2,000. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sedangkan hasil perhitungan rata–rata hasil belajar IPA yang dibelajarkan dengan metode ekspositori yang dikombinasikan dengan mind mapping adalah 23,13 lebih besar dibandingkan dengan yang dibelajarkan dengan model konvensional adalah 15,43, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan metode ekspositori yang dikombinasikan dengan mind mapping berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri di Desa Bebetin tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : ekspositori dan mind mapping This study aims to determine the differences in Natural of Science learning outcomes between students who are participating in learning with expository method combined with mind mapping and learning by students who take on the conventional model of fifth grade students in academic year 2013/2014 in the village of Bebetin, Sawan subdistrict, Buleleng regency. The type of research was a quasi-experimental study. This study population is odd semester a fifth grade in the Bebetin village of Sawan subdistrict in academic year 2013/2014, amounting to 138 people. The sample of this study is fifth grade students of Elemntary School No. 3 Bebetin who were 30 people and fifth grade students of Elementary School No. 2 Bebetin which totaled 30 people. The data of natural sciences learning outcomes were collected by multiple choice tests. The data collected were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). Results of this study indicate that there are differences in learning outcomes significantly between the learned with expository method combined with mind mapping and who learned with conventional learning models. Judging from the t-test results obtained t= 7.20 and t table (db= 58 at significance level of 5 %)= 2,000. This means that t > t table , while the calculation of the average of Natural Sciences learning outcomes are learned with expository method combined with mind mapping is 23,13 greater than that learned with the conventional models is 15,43, so it can be concluded that the application of the expository method combined with mind mapping effect on science learning outcomes Elementary School fifth grade students in the Bebetin village academic year 2013/2014.keyword : expository and mind mapping

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue