cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) BERBANTUAN KURSI PANAS TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS Ir. SOEKARNO ., Ahmad Fatoni; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3191

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Creative Problem Solving (CPS) berbantuan kursi panas dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada kelas V SD Gugus Ir. Soekarno Denpasar Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy experiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus Ir. Soekarno Denpasar Selatan tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 453 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling yang diacak adalah kelasnya untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan hasil pengundian yaitu kelas VA SD N 7 Pedungan sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 43 orang dan kelas VB SD N 5 Pedungan sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 42 orang. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPS dengan menggunakan metode tes jenis objektif pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analaisis uji-t didapat thitung = 4,29 dan ttabel = 2,000 pada taraf signifikansi 5% dan dk = 83, ini berarti thitung > ttabel maka Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui model kooperatif tipe CPS berbantuan kursi panas dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil belajar IPS yang diperoleh antara siswa kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan siswa kelompok kontrol (79,71>73,81). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe CPS berbantuan kursi panas berpengaruh terhadap hasil belajar IPS kelas V SD Gugus Ir. Soekarno Denpasar Selatan.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe CPS, kursi panas, hasil belajar. This study aims to determine the differences of social science learning outcomes between students who learn by guided cooperative learning model Creative Problem Solving (CPS) assisted hot seat games with students who learn by the conventional learning at fifth grade elementary school students at SD Gugus Ir. Soekarno South Denpasar in 2013/2014 academic year totaling 453 students. This research was a quasi-experimental study with the research design used Non-Equivalent Control Group Design. The population in this research were all students of fifth grade elementary school at SD Gugus Ir. Soekarno South Denpasar in 2013/2014 academic year. Samples were taken by random sampling technique. The experiment group and control group selection was chosen by drawing and the result was class VA SD N 7 Pedungan as experiment group which total of 43 person and class VB SD N 5 Pedungan as control group which total of 42 person. The collected data was the learning result of social studies which was collected by test method with regular multiple choice. Data which had been collected was analyzed by descriptive statistical analysis and interferential statistical used t-test. Based on the t-test results obtained tcount = 4,29 and ttable = 2,000 at the 5% significance level and dk = 83, this valuable tcount > ttable (4,29 > 2,000) then H0 is rejected and Ha accepted. So, could be interpretative that there was significant differences of social science learning outcomes between students who learn by guided cooperative learning model CPS assisted hot seat games with students who learn by the conventional learning. The average value of social studies outcomes of experiment group students was higher than the control group students (79,71 > 73,81). It can be concluded that the guided cooperative learning model CPS assisted hot seat games was significant determinated to social studies outcomes of fifth grade elementary school students at SD Gugus Ir. Soekarno South Denpasar.keyword : cooperative learning model CPS, hot seat games, learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN MIND MAPPING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA ., Gusti Ayu Made Lestari; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 3 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i3.12421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signitifikan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan mind mapping dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Gugus VI Kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 167 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel penelitian, yaitu siswa kelas IV di SD N 1 Panji Anom berjumlah 30 orang dan siswa kelas IV di SD N 2 Tegallinggah berjumlah 37 orang. Data pemahaman konsep IPA dikumpulkan dengan menggunakan metode tes, yaitu tes objektif pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, skor rata-rata pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperimen adalah 21, 1 yang berada pada kategori tinggi, (2) skor rata-rata pemahaman konsep IPA kelompok kontrol adalah 15,54 yang berada pada kategori sedang, (3) hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung6,3761> ttabel1,9971) ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan mind mapping dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung.Kata Kunci : model inkuiri terbimbing, pemahaman konsep This observation aims to know differences comprehension of science concept among the students that follow guided inquiry learning with mind map and students that follow learning with direct learning model. This kind of observation is apparent experiment observation with design post-test only control group design. This observation population is all of fifth grade students in fifth cluster elementary school in Sukasada sub-district in 2016/2017 in which engange 167 students. Sample that taken by sampling random technique. Observation sample are students of SD N 1 Panji Anom amount 30 students and students of SD N 2 Tegallinggah amount 37 students. Science concept comprehension data is gethered by test method, which is wider objective test. Then data will be analyzed by using descriptive statistic analysis technique and t-test. Result of observation points that, (1) average score of student science concept comprehension in group experiment is 21,1 that is different in high category, (2) average score of student science concept comprehension in control group 15.54 that is different in medium category, (3) result of t-test analysis is obtained tcount is bigger than ttable (tcount 6,3761> ttable 1,9971) it means that there is significant differences in science concept comprehension among the students who follow the learning by using guided inquiry with mind map and students that follow learning with direct learning model.keyword : guided inquiry learning, concept comprehension
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Putu Desi Ratna Sari; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5731

Abstract

Permasalahan rendahnya hasil belajar IPA dan kepercayaan diri ditemukan pada siswa kelas V menjadi masalah utama dilakukannya peneltian ini. Indikasi rendahnya hasil belajar IPA dibuktikan oleh nilai rata-rata hasil belajar IPA 69,8, sedangkan KKM yang ditetapkan sekolah 75,00. Ini berarti nilai masih di bawah KKM. Rendahnya kondisi tersebut diduga karena guru dalam pengelolaan pembelajaran cenderung menggunakan pendekatan kurang inovatif. maka penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA dan kepercayaan diri antara kelompok siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran saintifik dan kelompok siswa yang mengikuti pendekatan konvensional pada siswa kelas V Gugus XIII Kecamatan Buleleng. Populasi dilibatkan berjumlah 147 orang dan sampel 58 orang. Data dikumpulkan dengan metode tes (hasil belajar IPA) dan kuesioner (kepercayaan diri). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial (anava satu jalur, anakova, dan korelasi product moment). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Fhitung =7,040> Ftabel=4,01 dan angka signifikansi 0,010 lebih kecil dari 0,05 artinya terdapat perbedaaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pendekatan saintifik dengan siswa yang mengikuti pendekatan konvensional “diterima”. (2) Fhitung sebesar 7,106> Ftabel=4,01 nilai signifikansi lebih kecil daripada 0,05 yaitu sebesar 0,010, artinya setelah kovariabel kepercayaan diri dikendalikan, terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pendekatan konvensional “diterima”. (3) signifikansi hasil belajar IPA dengan kepercayaan diri di kelas eksperimen 0,008 < 0,05, artinya terdapat kontribusi antara hasil belajar IPA dengan kepercayaan diri di kelas eksperimen, dan signifikansi hasil belajar IPA dengan kepercayaan diri kelas kontrol 0,034 < 0,05, artinya terdapat kontribusi antara hasil belajar IPA dengan kepercayaan diri di kelas kontrol.Kata Kunci : Kata kunci : Pendekatan saintifik, kepercayaan diri, hasil belajar IPA. The problems of lack science learning outcomes and confidence found in the fifth grade students in the city of Singaraja become a main problem doing this research. Indications of lack science learning outcomes is evidenced by the average value of science learning outcomes 68.23, while a set of school KKM is 75.00. It means that the value is still below the KKM. The low condition of both variables presumably because the teacher in the learning management still tend to use models that are less innovative.The purpose of this study is 1) find a significant difference between the science learning results of students who take the scientific approach learning and students who take the conventional approach, 2) Knowing the significant differences between the science learning results of students who take a scientific approach to learning and student learning follow conventional approaches premises after confidence-controlled variable, 3) determine a significant contribution confidence by science learning outcomes. The population numbered 147 people and involved 58 samples. Data collected by the method of testing for science learning outcomes and questionnaires for self-confidence. Processing data using ANOVA analysis of the lane, Anacova, and product moment correlation. Results of the analysis are shown (1) F count = 7.040> Ftabel = 4.01 and 0.010 significance figure is smaller than 0.05 and is therefore rejected H0 and H1 accepted meaning that there is a difference between the science learning results of students who take the scientific approach to the students who take the conventional approach "acceptable". (2) Fhitung 7.106> Ftable = 4.01 significance value less than 0.05 is equal to 0,010, and this means that H0 is rejected and H1 accepted meaning as covariates controlled confidence, there are differences between the science learning results of students who take the approach Conventional "acceptable". (3) the significance of science learning outcomes with confidence in the experimental class of 0.008
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ARIAS BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV GUGUS VI DI KECAMATAN KUBUTAMBAHAN I Nym. Murda, Ni Kd. Eva Sri Utami, Ni Wyn. Rati,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1427

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS berbantuan media gambar  dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS kelas IV SD Gugus VI Tajun Semester II Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan “Post Test Only With Non Equivalent Control Group Desigen”. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Gugus VI Tajun yang berjumlah 67 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri 1 Tajun yang berjumlah 27  orang dan siswa kelas IV SD Negeri 4 Tajun  yang berjumlah 40 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh thitung sebesar 4,71. dan, ttabel (pada taraf signifikan 5%) = 1,671. Hal ini berarti, thitung lebih besar dari ttabel (thitung > ttabel), sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa kelas IV semester II di SD gugus VI Kecamatan Kubutambahan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS dan kelompok model pembelajaran konvensional.   Kata kunci : ARIAS, media gambar, hasil belajar IPS
PENGARUH STRATEGI REACT DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V ., I Dewa Putu Yudiprasetya; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi REACT dengan penggunaan model pembelajaran konvensional, (2) pengaruh interaksi antara penggunaan strategi REACT dan motivasi belajar tehadap hasil belajar matematika, (3) perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi REACT dengan penggunaan model pembelajaran konvensional pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, (4) perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi REACT dengan penggunaan model pembelajaran konvensional pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 2x2. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V Gugus IX Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 210 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No. 1 Astina yang berjumlah 34 orang dan siswa kelas VB SD No. 1 Banjar Jawa yang berjumlah 32 orang. Data hasil belajar matematika dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda dan motivasi belajar dikumpulkan dengan instrumen kuesioner. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan strategi REACT dengan pembelajaran konvensional dengan nilai signifikansi sebesar 0,002, (2) terdapat pengaruh interaksi antara strategi REACTdan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa dengan nilai signifikansi sebesar 0,041, (3) terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan strategi REACT dengan pembelajaran konvensional pada siswa motivasi tinggi dengan nilai Fhitung sebesar 19,64, dan (4) terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan strategi REACT dengan pembelajaran konvensional pada siswa motivasi rendah dengan nilai Fhitung sebesar 5,29. Jadi, strategi REACTdan motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa.Kata Kunci : strategi REACT, hasil belajar matematika, motivasi belajar This study aimed to determine: (1) the differences of mathematics learning outcomes between students who learned using REACT strategy and students who learned conventionally, (2) the interaction effect between students who learnedREACT strategy and motivation toward mathematics learning outcomes, (3)differences of mathematics learning outcomes between students who learned with REACT strategy and conventionally on students' high motivation, (4) differences of mathematics learning outcomes between students who learned with REACT strategy and conventionally on students’ low motivation. This research is a quasi experimental study with a 2x2 factorial design. The population of this research is all students in class V on IX Buleleng district in academic year 2013/2014, amounting to 210 people. The sample of this study are the students of class V SD No. 1 Astina, amounting to 34 people and the students of class VB SD No. 1 Banjar Jawa amounting to 32 people. The data of mathematics learning outcomes were collected by multiple choice test instruments and the data of students' motivation were collected by questionnaires. The data collected were analyzed using descriptive statistics and ANOVA analysis of two paths. The results showed that: (1) there are differences of mathematics learning outcomes between students who learned with REACT strategy with conventional learning with a significance value of 0.002, (2) there is an interaction effect between REACT strategy and motivation toward mathematics learning outcomes of students with a significance value of 0.041, (3) there are differences in mathematics learning outcomes between students who learned with REACT strategy with conventional learning on students'high motivation with a value of F of 19.64, and (4) there are differences in mathematics learning outcomes between students who learned with REACT strategy with conventional learning onstudents’ low motivation with a value of F of 5.29. So, REACT strategy and motivation to learn mathematics influence on student learning outcomes.keyword : REACT strategy, mathematic learning outcomes, motivation to learn
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM BERBANTUAN KARTU BILANGAN TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI GUGUS V KECAMATAN TEGALLALANG Gst. Ngh. Japa, Pd. Pt. Novi Kartika Yoni, Md. Sumantri,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.812

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kuantum berbantuan kartu bilangan dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu dengan design Posttest Only Control Group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di Gugus V Kecamatan Tegallalang, yang berjumlah 99 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 57 orang, yang berasal dari SDN 3 Pupuan Kecamatan Tegallalang sebagai kelompok eksperimen dan SDN 4 Pupuan Kecamatan Tegallalang sebagai kelompok kontrol. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar matematika adalah metode tes dengan instrumen tes objektif bentuk isian singkat, yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, hal ini dilihat dari perbedaan rata-rata skor siswa antara kelompok eksperimen (73,76) dan kelompok kontrol (61,40). Bedasarkan analisis data thitung > ttabel dengan db 50 dan taraf signifikansi 5%, ini berarti Ha dalam penelitian ini diterima. Dengan demikian model pembelajaran kuantum berbantuan kartu bilangan berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD semester Genap di Gugus V Kecamatan Tegallalang.   Kata-kata kunci: kuantum, kartu bilangan, hasil belajar  
Implementasi Penilaian Ranah Sikap Dalam Kurikulum 2013 Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Ramadhani, Raja Hulan Dari; Ramadan, Zaka Hadikusuma
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 10, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v10i1.42804

Abstract

Penilaian ranah sikap masih belum optimal pada pelaksanaanya karena kurangnya sosialisasi tentang pemahaman penilaian sikap, kurangnya buku penunjang atau pedoman guru dalam penilaian sikap, dan minimnya pemahaman guru atas penilaian sikap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses guru dalam melakukan penilaian sikap sesuai dengan kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui proses observasi, dokumentasi, dan wawancara. Guru Pendidikan Agama Islam dan Kepala Sekolah menjadi subjek dalam penelitian ini. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada perencanaan penilaian sikap, guru sudah menyusun rencana penilaian ke dalam indikator pembelajaran silabus dan RPP guru yang meliputi aspek-aspek penilaian, seperti teknik dalam menilai sikap, dan cara dalam membuat instrumen penilaian. Pada pelaksanaan penilaian sikap pengimplementasiannya belum sesuai dengan perencanaan penilaian yang telah disusun sebelumnya. Pengolahan dan pemanfaatan hasil penilaian sikap, dimana guru mempelajari sendiri mengenai penilaian sikap. Guru memanfaatkan hasil penilaian sikap sebagai bahan mengevaluasi peserta didik. Kendala dalam penilaian sikap terbagi menjadi 2 hal pokok seperti teknis dan nonteknis, kendala teknisnya yaitu kemampuan guru dalam mengoperasikan aplikasi penilaian, dan yang non teknis yakni pemahaman guru terhadap penilaian sikap itu sendiri. Upaya dalam mengatasi hambatan penilaian sikap yaitu guru harus melakukan tindak lanjut secara tepat dan terus mengevaluasi perkembangan sikap peserta didik secara berkala. Dapat disimpulkan bahwa sosialisasi untuk guru terkait dengan penilaian sikap masih kurang dan terbatas. Hal ini juga diikuti kurangnya pemahaman guru akan penilaian sikap.
Dampak Model Two Stay Two Stray (TSTS) Terhadap Keterampilan Kolaborasi dan Hasil Belajar IPS Kelas V Sekolah Dasar Krisna Dewi, Kadek Putri; Parmiti, Desak Putu
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 10, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v10i1.43362

Abstract

Pembelajaran IPS di sekolah kurang menekankan pengembangan pemahaman dan sikap positif siswa terhadap nilai, norma, dan moral yang berlaku dalam masyarakat serta terbatasnya kesempatan siswa untuk mengembangkan kompetensi-kompetensi yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh implementasi pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap keterampilan kolaborasi dan hasil belajar IPS pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain nonequivalent post-test only control group. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 144 orang dan sampel penelitian berjumlah 61 orang yang diambil dengan teknik group desain random sampling. Data keterampilan kolaborasi siswa dikumpulkan menggunakan metode non tes berupa lembar observasi dan data hasil belajar IPS dikumpulkan menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan Manova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar IPS siswa (F hitung sebesar 408.608;sig < 0.05; terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar IPS siswa (F hitung sebesar 135.185;sig = < 0,05); dan secara simultan, terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap keterampilan kolaborasi dan hasil belajar IPS siswa (F hitung 374.305 ;sig=<0,05). Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TSTS berpengaruh positif terhadap keterampilan kolaborasi hasil belajar IPS siswa.
Peran Orangtua dan Guru dalam Pendampingan Belajar di Rumah Bagi Siswa Sekolah Dasar Terdampak Covid-19 Susanti, Widya Tri; Ain, Siti Quratul
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 10, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v10i1.42882

Abstract

Guru dan orang tua memiliki peranan penting dalam membangun kolaborasi atau perpaduan demi memaksimalkan aktivitas belajar anak. Riset ini bermaksud untuk menganalisis peran orang tua serta guru dalam pendampingan belajar dirumah untuk murid kelas IV dan V sekolah dasar terdampak Covid19 serta mengetahui faktor yang menghambat peran orang tua serta guru dalam melakukan pendampingan belajar dirumah untuk murid kelas IV dan V sekolah dasar yang terdapat Covid-19. Setelah data terkumpul melalui observasi lapangan, wawancara serta dokumentasi, maka akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Sumber dalam riset ini yakni 10 orang tua, serta 5 murid kelas IV dan V sekolah dasar serta 2 orang guru kelas IV dan V. Hasil penelitian menunjukkan peran orangtua dalam pendampingan belajar di rumah untuk murid kelas IV dan V sekolah dasar terdampak Covid-19 masih kurang dilakukan dengan baik. Orangtua siswa kurang menyediakan fasilitas belajar yang memadai untuk anak-anak agar mengikuti belajar online di rumah dengan maksimal. Selain itu orangtua juga jarang memperhatikan aktivitas belajar anak tidak memantau proses belajar anak dirumah dan tidak memantau waktu pembelajaran anak di rumah dikarenakan sibuk bekerja sehingga tidak bisa menjadi guru dirumah bagi anaknya. Peran guru dalam pendampingan belajar di rumah bagi siswa Kelas IV dan V sekolah dasar terdampak Covid-19 belum dilakukan dengan baik, terlihat guru kurang melakukan pengawasan, serta guru kurang memberikan motivasi terhadap siswa. Dalam pemberian materi guru kurang menggunakan media pembelajaran seperti video pembelajaran. Bentuk pelaksanaan pembelajaran daring dilakukan guru dengan mempersiapkan materi sesuai dengan RPP yang sudah dirancang.
Video Pembelajaran Berbasis Wondershare Filmora pada Pembelajaran IPA Siswa Kelas V Fitriani, Ni Luh Putu; Yudiana, Kadek
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 10, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v10i1.43386

Abstract

Kegiatan pembelajaran belum dilaksanakan dengan maksimal. Media pembelajaran yang digunakan hanya terpaku pada satu sumber belajar, sehingga siswa kesulitan dalam memahami materi. Selain itu, guru cenderung hanya memberikan tugas kepada siswa dan mengajar dengan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran berbasis Wondershare Filmora pada pembelajaran IPA kelas V SD yang valid. Pengembangan media dalam penelitian ini berpedoman pada prosedur 4D yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (development), dan penyebaran (disseminate). Subjek uji coba pada penelitian ini terdiri dari 2 orang ahli materi, 2 orang ahli media, 2 orang praktisi. Metode  pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode kuisioner dan instrumen rating scale dengan skala 4. Data dianalisis dengan rumus Mean untuk mendapatkan rata-rata skor. Rata-rata skor dari ahli materi, ahli media, ahli desain, ahli praktisi sebesar 3,86 dengan kualifikasi sangat baik/layak. Sehingga secara keseluruhan validitas video pembelajaran berbasis Wondershare Filmora pada pembelajaran IPA kelas V SD berada pada rentangan 3,86 < × < 4,00 dengan kualifikasi sangat baik. Berdasarkan analisis tersebut video pembelajaran berbasis Wondershare Filmora layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Adapun implikasi dari penelitian ini yaitu Video pembelajaran IPA berbasis Wondershare Filmora ini merupakan media yang kreatif yang dibuat untuk memfasilitasi guru dalam menjelaskan materi pembelajaran khususnya pada materi sistem peredaran darah serta memberikan tambahan pemahaman kepada siswa tentang materi sistem peredaran darah manusia sehingga siswa tidak hanya belajar lewat buku siswa saja.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue