cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS I KECAMATAN BULELENG ., Ni Luh Heppy Yesiana Devi; ., Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar IPA yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Semester Ganjil tahun pelajaran 2013-2014 di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment), dengan rancangan penelitian menggunakan non equivalent post-test only control group Design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus I Kecamatan Buleleng sebanyak 205 orang siswa dengan sampel sebanyak 48 orang siswa, yaitu 27 orang siswa kelas V dari SD No. 5 Banyuniang sebagai kelompok eksperimen dan 21 orang siswa kelas V dari SD No. 4 Banyuning sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data dan instrumen yang digunakan adalah metode nontes (kuesioner). Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data mengenai motivasi belajar siswa. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai rata-rata siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional ( = 124> 89,29). Selain itu hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung =21,04 >ttabel = 2,07) ini berarti bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar yang signifikan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh terhadap motivasi belajar IPA pada siswa kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2013-2014 di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Based Learning, motivasi belajar This study aimed at finding out the differences in motivation in science subjects among students who learned the subject by using the Problem Based Learning Model and the students who were given Conventional Learning Model in the fifth grade in cluster 1 in Buleleng district academic year 2013/2014. This was a quasi experiment research by the use of Non Equivalent Posttest-Only Control Group Design. The population was the fifth graders in cluster 1 Buleleng district academic year 2013/2014, amounting to 205 students and the sample consisted of 48 ones, 27 students in fifth grade from Elementary School No. 5 Banyuning as the experimental group and 21 ones in fifth grade from Elementary school No. 4 Banyuning as the control group. Data collection in this study was conducted using a non-test (questionnaire). The questionnaire was used to collect data in students’ motivation. The data analysis method used here was descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis t-test. The result showed that average value of students who learned th subject by using the Problem Based Learning Model was higher than the average value of students who were given Conventional Learning Model ( = 124> 89,29). The result of t-test analysis was greater than that of t-table (tcount =21,04 >ttable = 2,07), this meant that there were significant differences in motivation between the motivation of students who learned by using the Problem Based Learning Model and motivation of students who were given Conventional Learning Model. Thus, the Problem Based Learning Model effect on students’ motivation in science subjects in the fifth grade 1st semester in cluster 1 in Buleleng district academic year 2013/2014.keyword : Problem Based Learning, motivation
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DALAM PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS ., Ni Gusti Ayu Pt. Rita Indriani; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan IPS dengan penerapan model pembelajaran Think Pair Share dalam pendekatan saintifik. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus, dengan prosedur perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IVA SDN 17 Dauh Puri tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 35 orang siswa. Objek pada penelitian ini adalah kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas IVA SDN 17 Dauh Puri. Data dikumpulkan menggunakan metode tes, dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil siklus I diperoleh persentase rata-rata nilai kompetensi pengetahuan IPS sebesar 74,6%, dengan ketuntasan klasikal 65,71%. Pada siklus II persentase rata-rata nilai kompetensi pengetahuan IPS sebesar 83%, dengan ketuntasan klasikal 82,85%. Dengan demikian terjadi peningkatan persentase rata-rata kompetensi pengetahuan IPS sebesar 8,4%, dan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Think Pair Share dalam pendekatan saintifik kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas IVA SDN 17 Dauh Puri dapat meningkat pada tahun ajaran 2015/2016. Kata Kunci : think pair share, saintifik, kompetensi pengetahuan IPS This research was conducted to improve student competence of social science through the application of think pair share learning method scientific approach. The research was conducted in two cycles, as followed: planning, action, observation and reflection. Subject of the study was fourth grade students of SDN 17 Dauh Puri in academic year 2015/2016 consisted of 35 students. Object of the study was students competence of fourth grade SDN 17 Dauh Puri in mastering social science. The data was collected by testing method and analyzed by using descriptive statistical analysis quantitative descriptive analysis. The result of cycle I was achieved average percentage to 74,6%, with classical completeness 65,71%. Whereas in cycle II the average percentage of social sciene was 83%, with classical completeness 82,85%, thus the average percentage was improved to 8,4% and it can be concluded that think pair share learning method though scientific approach can improve the students competence in social science to the fourth grade students of SDN 17 Dauh Puri in academic year 2015/2016.keyword : think pair share, scientific, social science competence.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS UNTUNG SURAPATI DENPASAR TAHUN AJARAN 2016/2017 ., Ni Kadek Eni Suryaningsih; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10784

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan yang signifikan Penguasaan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus Untung Surapati Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan menggunakan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV yang banyaknya 230 orang. Sampel ditentukan dengan random sampling dengan mengacak kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IV SD Negeri 14 Dangin Puri sebagai kelompok eksperimen dan kelas IV SD Negeri 7 Sumerta sebagai kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 34 siswa pada kelompok ekperimen dan 37 orang siswa pada kelompok kontrol. Data penguasaan kompetensi Pengetahuan IPA dikumpulkan dengan instrumen berupa tes objektif berjumlah 32 butir tes yang telah divalidasi. Data Penguasaan Kompetensi Pengetahuan IPA dianalisis dengan t-test. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan Penguasaan Kompetensi Pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran Konvensional pada kelas IV . Hal tersebut dibuktikan dengan hasil thitung= 7,75 > ttabel (α = 0,05, 69) = 2,000. Demikian pula nilai Rerata Penguasaan Kompetensi Pengetahuan IPA siswa kelompok eskperimen = 86,85 > = 75,13 rerata penguasaan kompetensi Pengetahuan IPA siswa kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV.Kata Kunci : Think Pair Share, kompetensi pengetahuan IPA The purpose of this research in order to know the ionkadiction of scien is knowledge competence mastesy batwan the group students that follow kooperatif tipe think pair share (TPS) learning and the group student that follow convensional learning in grade IV SD Gugus Untung Surapati in academic year 2016/2017. Kind of this research is as am deceit experiment with using nonequivalent control group design research. The population of this research is all of the students in grade IV that amirint 230 persons. The sample is obtainable with random sampling. As the experiment sample is grade IV SD Negeri 14 Dangin Puri as the group eksperiment and grade IV SD Negeri 7 Sumerta as group control each group 34 student in group experiment and 37 students in group control. The data of science knowledge competence collected as an objective instrument test with 32 number of question that had been validation. This data is analysis by T-test. The result of analysis showed there is a significant difference in mastering knowledge sciences between the group students that leard by using kooperatif learning tipe think pair share (TPS) with the group student in using convensional learning. That’s proved with the quatification thitung= 7,75 > ttabel (a = 0,05, 69) = 2,000. Also for the average of mastering language sciences of group eksperiment student = 86,85 > = 75,13 the average mastering sciences of group control students. Thus can be conclude that kooperatif learning model TPS, had been influence toward knowledge science mastery of grade IV students SD Gugus Untung Surapati. keyword : Think Pair Share, Knowledge Mastery of science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD SE DESA LOKAPAKSA TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014 ., I Gusti Putu Mulyadi; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran pendidikan matematika realistik indonesia (PMRI)dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu.Populasi dari penelitian ini adalah seluruh kelas V SD dari tiga sekolah dasar yang ada di desa Lokapaksa tahun pembelajaran 2013-2014 dengan jumlah populasi 69 orang siswa. Sebanyak 55 orang siswa di pilih sebagai sampel yang di tentukan dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika. Data tentang hasil belajar dikumpulkan dengan metode tes. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran pendidikan matematika realistik indonesia (PMRI) dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Konvensional.Hal ini ditunjukkan oleh (thitung = 5,37> ttabel = 1,658)dan di dukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang mengikuti model pembelajaran pendidikan matematika realistik indonesia (PMRI) yaitu 28,2, berada pada kategori baik dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 16,9 berada pada kategori cukup. Ini berarti terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model Pembelajaran pendidikan matematika realistik indonesia (PMRI) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Pendidikan Matematika Realistik Indonesia, hasil belajar Matematika This study aimed to determine differences in mathematics learning outcomes significantly between groups of students who take Indonesian realistic mathematics education and the group of students who take conventional learning models. This research is a quasi experimental study. The population of this study is the entire fifth grade of primary school three elementary schools in the 2013/2014 academic year Lokapaksa village with a population of 69 students. A total of 55 students selected as the sample is determined by random sampling technique. Samples collected in this study is the result of learning mathematics. Collected data on learning outcomes with the test method. The tests used in this study is multiple choice. Samples were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The results showed that there are differences in mathematics learning outcomes significantly between groups of students who take Indonesian Realistic Mathematics Education with a group of students who take conventional learning models. This is indicated by (t count = 5.37> table = 1.658) and supported by the difference in the average score obtained by the students who take the learning model Indonesian Realistic Mathematics Education is 28.2, good category and is located in the student who learn using conventional learning models which 16.9 are in enough categories. This means that there is a difference in student learning outcomes significantly between groups of students who are learning to use the model of Learning Indonesian realistic mathematics education with students who take conventional learning models.keyword : Indonesian Realistic Mathematics Education, Mathematics learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDE INQUIRY DAN MODEL PEMBELAJARAN POGIL TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA SISWA KELAS V SD DI DESA YEHEMBANG Dw. Pt. Raka Rasana, Ragendra W., Ni Kt. Suarni
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.867

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika antara kelas yang belajar dengan model Guide Inquiry dan kelas yang belajar dengan model POGIL (Procces-Oriented Guided-Inquiry Learning). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah The Static Group Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas V SD di desa Yehembang. Sampel diambil dengan cara random sampling, didapatkan kelas V SDN 5 Yehembang sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas V SDN 3 Yehembang sebagai kelas ekperimen 2. Data yang digunakan adalah skor kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika yang dikumpulkan dengan tes soal cerita (dengan validitas butir r = 0,3557 s.d r = 0,928 dan indek reliabilitas Alpha Cronbach 0,824). Tes kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika yang digunakan berjumlah 10 butir. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji t independent dengan sampel tidak berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika yang signifikan antara kelas yang belajar dengan model Guide Inquiry maupun POGIL (thitung = 0,087 < ttabel = 2)   Kata-kata kunci : Guide Inquiry, POGIL, dan kemampuan menyelesaikan soal cerita
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS ., Ni Pt.Desy Arista Darianti; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan keaktifan melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis mind mapping, (2) meningkatkan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis mind mapping. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan yaitu, perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IVC SDP Negeri Tulangampiang dengan jumlah siswa sebanyak 30 siswa, 24 siswa perempuan dan 6 siswa laki-laki. Data yang telah dikumpulkan, dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) persentase rata-rata keaktifan belajar IPS pada siklus I yaitu sebesar 73,50% dan pada siklus II meningkat menjadi 84,83% berada pada kriteria aktif, sehingga dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 11,33%. (2) Sedangkan hasil penelitian dari kompetensi pengetahuan IPS pada siklus I sebesar 63,33% atau 19 siswa dari 30 siswa yang mendapat predikat ≥ B+ dan pada siklus II meningkat menjadi 83,33% atau 25 siswa dari 30 siswa yang mendapat predikat ≥ B+, sehingga dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 20,00%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik berbasis mind mapping dapat meningkatkan keaktifan belajar dan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS pada siswa IVC SDP Negeri Tulangampiang.Kata Kunci : mind mapping, keaktifan, kompetensi pengetahuan This research aimed to (1) improve students’ activeness through mind mapping-based scientific approach, (2) increase students’ social competence proficiency through the implementation of mind mapping-based scientific approach. This research was a classroom action research done in two cycles. Each cycle consisted of four steps, namely planning, action, observation, and reflection. The subjects in this research were IVC students of SDP Negeri Tulangampiang in which the number of the students were 30 students; 24 females and 6 males. Then, the data were analyzed by using descriptive statistics analysis and quantitative descriptive analysis. The results of this research were (1) the average percentage of students activeness of social studies in cycle I was equal to 73,50% and in cycle II increased to 84,83%, in active criteria. So that from the cycle I to the cycle II increased by 11.33 %. (2) Meanwhile, the research result for the students’ social competency in cycle I was equal to 63,33% or 19 out of 30 students got predicate of ≥ B+ and in the cycle II increased to 83.33 % or 25 out of 30 students got predicate of ≥ B+, resulting from the cycle I to the cycle II increased by 20.00 %. So that, it can be concluded that the implementation of mind mapping-based scientific approach could improve IVc students’ activeness and students’ social competence proficiency at SDP Negeri Tulangampiang.keyword : mind mapping, activeness, competence proficiency.
PENGARUH KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH ( PROBLEM SOLVING ) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS III SEMESTER I SD NEGERI 1 BANYUNING KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Ni Wayan Sriasih; ., Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd.; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hasil belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 1 Banyuning yang mengikuti model pembelajaran keterampilan pemecahan masalah, (2) hasil belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 1 Banyuning yang mengikuti model pembelajaran konvensional, dan (3) perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara siswa yang di belajarkan dengan model keterampilan pemecahan masalah dan siswa yang di belajarkan dengan model konvensional pada siswa kelas III semester I SD Negeri 1 Banyuning tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD Negeri 1 Banyuning tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 2 kelas dan langsung digunakan sebagai sampel. Diperoleh siswa kelas III A sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas III B sebagai kelas kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika, bentuk tes hasil belajar matematika yang digunakan adalah uraian. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Untuk menguji hipotesis digunakan uji-t yang berguna untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model keterampilan pemecahan masalah dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh (thitung = 33,75 > ttabel = 1,684) dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model keterampilan pemecahan masalah yaitu 33,25 dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 22,45. Berdasarkan temuan di atas, disimpulkan bahwa model keterampilan pemecahan masalah berpengaruh terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas III SD N 1 Banyuning.Kata Kunci : Keterampilan pemecahan masalah, hasil belajar This study was aimed to know the differences of 1) result study of matchematics the students of third grade from SD Negeri 1 Banyuning who get problem solving teaching, 2) result study of matchematics the students of third grade from SD Negeri 1 Banyuning who get conventional teaching, and 3) result study of matchematics the students between the students who get problem solving teaching and those who get conventional teaching of third grade in semester 1 SD Negeri 1 Banyuning on school year 2013/2014. This study was quasi – experimental by using post-test only control group design. The population of this study was all of the third grade students of SD Negeri 1 Banyunig on school year 2013/2014 as much as two classes and live to use to sampling. the third A grade students as experimental group and the third B grade students as control group. In this study, the result study of mathematics data were collected by test in the form of analysis. The data were analyzed by using descriptive statistics analysis and inferential statistics. Hypothesis test in testing the differences of result study of the students was by using t-test. The result of this study showed that there were differences of study result of the students between the students who get problem solving teaching and those who get conventional teaching. It was showed by (tcount = 33.75 > ttable = 1.684) and supported by the difference of average score got by the students who get problem solving teaching that is 33.25 and the students who get conventional teaching that is 22.45. Based on the findings above, it could be concluded that problem solving teaching influenced the study result of matchematic of the third grade students in SD Negeri 1 Banyuning.keyword : problem solving teaching, study result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR DI DESA ALASANGKER ., Ni Luh Putu Murtita Santiana; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Desa Alasangker. Rancangan penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimen), dengan desain post test only control group desain. dan sampel diambil dengan teknik random sampling sebanyak 50 orang secara undian. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar matematika. Data yang diperoleh dianalisi dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Perbedaan tersebut dilihat dari skor hasil belajar matematika siswa diperoleh hasil t hitung sebesar 3,88 sedangkan t tabel dengan db = n1 + n2 – 2 = 48 pada taraf signifikan 5% adalah 2,011 Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel (3,88 > 2,011). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci : NHT, hasil belajar This study was aimed at finding out the significant difference in mathematics learning achievement between the fifth grade students who learned through Number Head Together type Cooperative Learning (NHT) and those through conventional learning model at the elementary school in Alasangker village. This study used posttest only control group quasi experiment design with a sample of 50 students selected by lottery. The data about learning achievement were collected by administering a mathematics learning achievement test. The data that had been collected were analyzed with descriptive statistical analysis and the inferential statistics of t-test. The results showed that there was a significant difference in mathematics learning achievement between the group of fifth grade students who learned through picture media-aided Number Head Together type Cooperative Learning (NHT) and that of those who learned through conventional learning model in the elementary school in Alasangker village, Buleleng District, Buleleng Regency. The difference was shown by the scores of the students’ mathematics learning achievement in which it was obtained that tobs. = 3.88 while ttab.with df = n1 + n2 – 2 = 48 at 5% level of significance is 2.011. The result shows that tobs. is greater than ttab. (3.88 > 2.011). The significant difference indicates that NHT type cooperative learning model has a positive effect upon the students’ mathematics learning achievement when compared with conventional learning model. keyword : NHT, learning achievement
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN CONCEPT MAPPING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA SD ., Kadek Bagus Chandra Mas; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran yang menggunakan strategi pembelajaran Concept Mapping berbantuan media gambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran konvensional siswa kelas V SD di Gugus I Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus I Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 3 Busungbiu yang berjumlah 20 orang sebagai kelas Eksperimen dan siswa kelas V SD N 5 Busungbiu yang berjumlah 20 orang sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar adalah tes hasil belajar dengan teknis tes pilihan ganda. Hasil penelitian yang diperoleh adalah nilai rata-rata kelompok eksperimen sebesar 22,425 dan nilai rata-rata kelompok kontrol sebesar 18,70. Hasil pengujian data post-test diperoleh data dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdistribusi normal dan homogen. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji-t. Kriteria pengujian jika thitung > ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima, dengan dk = n1+n2-2 dan α =5%. Hasil uji hipotesis diperoleh thitung sebesar 7,62 dan ttabel sebesar 2,021 maka thitung > ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan strategi pembelajaran Concept Mapping berbantuan media gambar terhadap hasil belajar IPS pada siswa kelas V SD di Gugus I Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Kata kunci: Concept Mapping, media gambar, hasil belajar IPS The aim of this research is to know the difference result of learning IPS between students who follow learning process by using learning strategy Concept Mapping assisted by image as the media and those who follow the conventional learning from the fifth grade students of elementary school in Gugus I of Busungbiu District, Buleleng Regency (2016/2017). This research is kind of quasi-experimental research with non-equivalent control group design. The population that was being used in this research came from the fifth grade students of elementary school in Gugus I of Busungbiu District, Buleleng Regency (2016/2017). The sample that was being taken came from 20 students of fifth grade in SD N 3 Busungbiu as experimental class, and 20 students of fifth grade in SD N 5 Busungbiu as control class. The instrument that was used in gathering the data was the result of learning test with multiple choice technique. The obtained data was 22,425 from the average score of experimental group, and 18,70 from the averange score of control class. The obtained result of post-test data from experimental group, and control group of normal distribution and homogeneous distribution. The data analysis used to test the hypothesis is uji-t. The testing criteria was if thitung > ttable then H0 rejected and H1 accepted, with the dk = n1+n2-2 and α =5%. The hypothesis result was 7,62 of thitung and 2,021 of ttabel that was why H0 rejected and H1 accepted because thitung > ttable. According to that research, it can be concluded that there is a significant effect of Concept Mapping learning strategy assisted by image as the media to the IPS learning result of the fifth grade students of elementary school in Gugus I of Busungbiu District, Buleleng Regency (2016/2017).keyword : Key words : Concept Mapping, image media, IPS learning result
PENGARUH STRATEGI REACT TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD GUGUS XIV KECAMATAN BULELENG Pt. Nanci Riastini, Ni Kd. Heny K., I Wyn. Romi Sudhita,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.722

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang belajar menggunakan strategi REACT dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus XIV Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperiment dan menggunakan desain posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IV di SD Gugus XIV Kecamatan Buleleng yang berjumlah 149 orang. Sampel penelitian yang digunakan, yaitu siswa SD No. 1 Pemaron dan SD No. 3 Tukadmungga sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 67 orang dan siswa SD No. 2 Pemaron dan SD No. 1 Tukadmungga sebagai  kelas kontrol yang berjumlah 60 orang. Sampel penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik simple random sampling, tetapi yang di random adalah kelas. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 11,13 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 1,980. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi REACT dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, strategi REACT berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV di Gugus XIV Kecamatan Buleleng.   Kata kunci: Strategi REACT, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika

Page 32 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue