cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
Identifikasi Kemampuan Guru Kelas IV dalam Menerapkan Pembelajaran Tematik Pada Kurikulum 2013 di SD No. 4 Banyuasri ., Kadek Ashadi Putra; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru kelas IV dalam menerapkan pembelajaran Kurikulum 2013 semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SD No. 4 Banyuasri ditinjau dari penyusunan RPP, pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan penilaian pembelajaran. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru kelas IV SD No. 4 Banyuasri, RPP, dan Lembar penilaian. Objek penelitian adalah kemampuan guru kelas IV SD No. 4 Banyuasri dalam menerapkan pembelajaran Kurikulum 2013 yang meiputi penyusunan RPP, pelaksanaan pembelajaran, dan pelaksanaan penilaian pembelajaran. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh berupa data kualitatif (transkip wawancara dan dokumentasi) serta nilai variabel RPP, pelaksanaan pembelajaran, dan pelaksanaan penilaian pembelajaran dianalisis dengan cara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun oleh guru kelas IV SD No. 4 Banyuasri berkualifikasi sangat baik dengan nilai rata-rata 24 (dari total nilai maksimal 24). Pelaksanaan pembelajaran berkualifikasi baik dengan nilai rata-rata 51 (dari total nilai maksimal 68). Pelaksanaan penilaian pembelajaran berkualifikasi baik dengan nilai rata-rata 11 (dari total nilai maksimal 16). Kata Kunci : kurikulum 2013, pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan penilaian pembelajaran, rencana pelaksanaan pembelajaran. This study was conducted to identify the ability of IV grade teacher of implementation of Curriculum 2013 in SD No. 4 Banyuasri in the academic year of 2013/2014 viewed from lesson planning, learning implementation, and learning assessment implementation. This study included as a qualitative descriptive study. The subjects of this study were thematic teachers at SD No. 4 Banyuasri, lesson planning, and assessment paper. The objects of this study were teacher’s ability of implementation of Curriculum 2013 in SD No. 4 Banyuasri viewed from lesson planning, learning implementation, and learning assessment implementation. The data collecting method of this study were observation, interview, and documentation. The obtained data were in the form of qualitative data (interview transcript and documentation) also of value variables of lesson planning, learning implementation, and learning assessment implementation. The data were analyzed by descriptively. The result of analysis showed that the lesson planning who designing by IV grade Thematic teachers at SD No. 4 Banyuasri was qualified very good with a average value of 24 (of maximal total value 24). Learning implementation was qualified good with a average value of 51 (of maximal total value 68). The learning assessment implementation was qualified good with a average value of 11 (of maximal total value 16). keyword : Curriculum 2013, learning assesment implementation, learning implementation, lesson planning.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SELF REGULATED LEARNING (SRL) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS IV SD DI GUDUS XV KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ., Ni Kadek Adnyani; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Self Regulated Learning dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester genap di Gugus XV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di Gugus VII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 272 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD No. 2 Anturan yang berjumlah 31 orang dan siswa kelas IV SD No. 2 Kalibubuk yang berjumlah 37 orang. Data pemahaman konsep IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional kelas IV di SD Gugus XV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Dari rata-rata ( ) hitung, diketahui kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran dengan model Self Regulated Lerarning (SRL) adalah 35,77 lebih besar dari rata-rata ( ) hitung, kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional adalah 27,68. Hal ini berarti bahwa eksperimen > kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Self Regulated Learning berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas IV semester genap di Gugus XV Kecamatan Buleleng.Kata Kunci : model Self Regulated Learning (SRL), pemahaman konsep IPA This research aimed at finding the difference of science concept understanding between fourth grade of students who followed self regulated learning method adn those who followed the conventional method in even semester in Gugus XV buleleng subdistrict in the academic year of 2014/2015 the tipe of the present research is apparent experiment. The population of this research were all of the fourth grade in gugus XV buleleng subdistrict with total number 272 people in academic year of 2014/2015. The sampels og this research were 31 students fourth grade at SD no. 2 Anturan and 37 students of fourth grade at SD No. 2 Kalibubuk. Data of students science concept understanding was collected by using instrument test inform of essay. The data was analyzed by using statistics descriptive and statistics inferential (t- test). The result showed that there was a difference of science concept understanding which was significant between students who followed self regulated learning method in even semester in gugus XV buleleng subdistrict in the academic year of 2014/2015. According to the result of average accumulation ( ), it was known that expriment group ( ) who followed self regulated learning (SRL) model was 35,77 higher than average accumulation ( ) of control expriment who followed conventional learning model which was 27,68. It means that expriment ( ) > control ( ) si it can be concluded that the implementation of self regulated learning model influences fourth gade students science concept understanding in even semester in gugus XV buleleng subdistrict. keyword : self regulated learning (SRL) models, understanding of science concepts
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBANTUAN CERITA RAKYAT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS IV SD ., Made Ayu Mirantini; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5799

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan berbicara setelah diterapkan pendekatan saintifik pada siswa kelas IV SD N 1 Penyabangan Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Pelaksanaan tindakan tiap siklus adalah tiga kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV di SD Negeri 1 Penyabangan tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 31 orang. Objek penelitian ini adalah keterampilan berbicara. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi. Data dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menujukkan bahwa terjadi peningkatan persentase keterampilan berbicara pada siswa kelas IV di SD Negeri 1 Penyabangan. Pada siklus I, keterampilan berbicara adalah 67,32%. Persentase keterampilan berbicara yang diperoleh di siklus I berada pada kategori kurang. Pada siklus II adalah 83,48%. Persentase keterampilan berbicara yang diperoleh di siklus II berada pada kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekata saintifik berbantuan cerita rakyat dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV tahun pelajaran 2014/2015 di SD Negeri 1 Penyabangan, Kecamatan Gerokgak.Kata Kunci : saintifik, cerita rakyat, keterampilan berbicara The aim of this research is to know the improvisation of speaking skill after being applied by scientific approach to 4th grade students in SD Negeri 1 Penyabangan, Gerokgak district, Buleleng regency in academic year 2014/2015. Kind of this research is classroom action research which was held into two cycles. Each cycle devided into three steps namely; planning, implementation, obsrrvation,evaluation, and reflection. The implemntation of this researh was held in three times. The subject of this research is 4th grade elementary students in Sdn 1 penyabangan in academic year 2014 2015 which is contained of 30 students. The object of this research is speaking skill. The method of data collection in this research was conducted by using onservation method. The data was analyzed by using descriptive analysis statistics. The result of this research showed there was a significant of improvement in precentage of speaking skill in 4grade students in SD N 1 penyabangan. In the first cycle, speaking skill in fist meeting was gathered result of precentage about scored about 83,48%. The precentage of speaking skill in the second cycle was catagoryzed as good catagory. Based on the result of the data collection above, it could be concluded that the integration of scientific approach by using fairytail can improve speaking skill of 4th grade students in SD N 1 penyabangan, gerokgak diatrict in academic year 2014/2015.keyword : scientific, fairytail, speaking skill
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VI SD GUGUS LETDA MADE PUTRA KECAMATAN DENPASAR UTARA TAHUN AJARAN 2014/2015 ., I Wayan Raditya; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Drs. I Made Suara, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa kelas VI SD Gugus Letda Made Putra Tahun Ajaran 2014/2015 yang belajar melalui pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI yang berada di Gugus Letda Made Putra Tahun Ajaran 2014/2015. Tehnik sampel yang digunakan yaitu random sampling. Hasil sampel yang didapat yaitu kelas VI SDN 18 Dangin Puri sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 31 siswa, dan siswa kelas VI SDN 1 Tonja sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 32 siswa. Data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui metode tes dengan instrumen tes objektif pilihan ganda. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t sebesar 2,47. Pada taraf signifikansi 5% (α= 0,05) atau tingkat kepercayaan 95% dengan dk 31 + 32 - 2 = 61 diperoleh ttabel 2,000. Jadi thitung lebih besar dari ttabel yakni 2,47 > 2,000. Karena thitung > ttabel maka H0 ditolak yang berarti ada perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VI SD Gugus Letda Made Putra Tahun Ajaran 2014/2015.Kata Kunci : Pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share, hasil belajar IPA. This study aims to determine significant differences between students' science learning outcomes sixth grade Force Lieutenant Made Putra School Year 2014/2015 are learning through cooperative learning Think Pair Share and students who learn through conventional teaching The population in this study were all sixth grade students who are in Force Lieutenant Made Putra School Year 2014/2015. Sampling technique used is random sampling. Sample results obtained are class VI SDN 18 Dangin Puri as the experimental group, amounting to 31 students, and students of class VI SDN 1 Tonja as a control group numbering 32 students. Student learning outcome data collected through the test method with multiple choice objective test instruments. Data were analyzed by t-test. The results showed that there were significant differences in learning outcomes between students learning science through cooperative learning model Think Pair Share and students who learn through conventional learning. It is shown from the results of the t test of 2.47. At the 5% significance level (α = 0.05) or the 95% confidence level with dk 31 + 32-2 = 61 obtained t-table 2,000. So tcount greater than t-table ie 2.47> 2.000. Because t count> t table then H0 is rejected, which means that there are significant differences in learning outcomes between students learning science through cooperative learning model Think Pair Share and students who learn through conventional learning. Thus it can be concluded that there are significant cooperative learning model Think Pair Share on learning outcomes of sixth grade science students Force Lieutenant Made Putra School Year 2014/2015.keyword : Cooperative learning Think Pair Share , science learning outcomes .
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI BERBANTUAN MEDIA LINGKUNGAN SEKITAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV ., Ni Luh Putu Sri Nariastini; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., I Gede Astawan, S.Pd.,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5806

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran inkuiri berbantuan media lingkungan sekitar dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran ekspositori terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV di Gugus V Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IV di Gugus V Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 9 kelas dengan siswa 202 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas IV SD No. 3 Panji dengan jumlah siswa 28 orang dan kelas IV SD No. 2 Sambangan dengan jumlah siswa 26 orang, yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Instrumen pada penelitian ini yaitu tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran inkuiri berbantuan media lingkungan sekitar dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran ekspositori, dengan nilai thitung sebesar 6,47 dan ttab sebesar 2,021. Artinya, thitung lebih besar dari ttab. Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran inkuiri berbantuan media lingkungan sekitar berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV di Gugus V Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Kata Kunci : strategi pembelajaran inkuiri, hasil belajar IPA This study aimed at investigating the significant difference between the group whichis studied using inquiri learning strategy helped by environtment and the group which is studied using expository learning strategy of sains output in fourth grade students of clustered V Sukasada District, Buleleng Regecy in year 2014/2015. This study was quasi experiment with no equivalent post test only control group design. The population of this study was fourth grade students of clustered V, Sukasada District, Buleleng Regency in year 2014/2015 consist of 9 classes with 202 students. The sample of this study was fourth grade students of SD No 3 Panji consists of 28 students and fourth grade students of SD No 2 Sambangan consists of 26 students, which is chosen by using simple random sampling technique. The instrument of this study was multiple choice tests. The gained data was analyzed in two steps, descriptive statistic analysis and inferential statistic analysis (t-test). The results show that there was a significance different between the group who were studied using inquiry learning strategy helped by environment and group who were studied using expository learning strategy with t result 6,47, t table 2,021. It means t result, more than t table. From this result, it can be said that there was a significant effect of inquiry learning strategy helped by environment media toward Sains output of fourth grade students of clustered V Sukasada District Buleleng Regency I year 2014/2015.keyword : Inquiry learning strategy, science learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SELF REGULATED LEARNING (SRL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS II KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Ni Putu Asih Rosalina; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) deskripsi kemampuan berpikir kritis IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. (2) deskripsi kemampuan berpikir kritis IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SRL. (3) pengaruh model pembelajaran Self Regulated Learning terhadap kemampuan berpikir kritis IPA siswa dengan kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis Penelitian adalah penelitian eksperimen semu, dilaksanakan di SD No. 3 dan 4 Penarukan pada semester genap tahun ajaran 2014/2015. Desain penelitian menggunakan desain post test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Buleleng dengan jumlah 144 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD No. 3 Penarukan yang berjumlah 40 orang dan kelas V SD No. 4 Penarukan yang berjumlah 40 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kemampuan berpikir kritis IPA siswa dengan menggunakan tes essay berjumlah 12 butir soal. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan: (1) Mean (M) atau rata-rata siswa pada kelompok kontrol sebesar 27,75 berada pada kategori sedang. (2) Mean (M) atau rata-rata siswa pada kelompok eksperimen sebesar 35,425 berada pada kategori tinggi. (3) terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajarn SRL pada kemampuan berpikir kritis siswa dengan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajarn konvensional (thitung = 6,039> ttabel = 2,000).Kata Kunci : model pembelajaran SRL, model pembelajaran konvensional, kemampuan berpikir kritis This research aimed to identify (1) the description of students’ critical thinking ability in science who was taught using conventional learning model. (2) the description of students’ critical thinking ability in science who was treated using SRL learning model. (3) the effect of Self Regulated Learning model toward the students’ critical thinking ability in science who were taught using conventional learning model. This research was quasi experiment, which was conducted in SD No. 3 and SD No. 4 Penarukan on the even semester of academic year 2014/2015. The design of this study was post test only control group design. The population of this study was all 144 fifth grade students in Gugus II, Buleleng sub-district. Meanwhile, the sample was 40 fifth grade students in SD No 3. Penarukan and 40 fifth grade students in SD No. 4 Penarukan. The data collected in this current study were the data of the students’ critical thinking ability in science which obtained using essay test consisting of 12 items. The obtained data were analyzed using descriptive and inferential (t-test) statistical analysis. The result of this study can be concluded that (1) students’ mean score (M) in the control group was 27,75 which can be categorized as mediocre. (2) students’ mean score (M) in the experimental group was 35,425 which can be categorized as high. (3) there was a significant effect on the use of SRL learning model toward the students’ critical thinking ability compared to those who were taught using conventional learning model (tobserved = 6,039 > tcritical value = 2,000).keyword : SRL learning model, conventional learning model, critical thinking ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP SIKAP SOSIAL DAN HASIL BELAJAR SISWA ., Gede Elga Pranata; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perbedaan sikap sosial antara kelompok siswa yang dibelajarkan model Group Investigation dan siswa dengan model konvensional; (2) mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Group Investigation dan kelompok siswa dengan model konvensional; dan (3) untuk mengetahui perbedaan sikap sosial dan hasil belajar IPS siswa secara bersama-sama antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Group Investigation dengan kelompok siswa dengan model konvensional. Jenis penelitian adalah eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Gugus IV Kecamatan Klungkung tahun pelajaran 2014/2015. Sampel penelitian digunakan siswa kelas VA dan VB di SDN 1 Semarapura Klod. Data sikap sosial dikumpulkan dengan kuesioner dan data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan dengan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah MANOVA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan sikap sosial antara siswa yang dibelajarkan dengan model Group Investigation dan kelompok siswa model konvensional (P < 0,05); (2) terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Group Investigation dan kelompok siswa dengan model konvensional (P < 0,05); (3) terdapat perbedaan sikap sosial dan hasil belajar IPS siswa secara bersama-sama antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Group Investigation dan kelompok siswa dengan model konvensional (P < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Group Investigation berpengaruh terhadap sikap sosial dan hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus IV Kecamatan Klungkung tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : Model GI, Sikap Sosial, Hasil Belajar This study aims to: (1) know the social attitude difference between groups of students that learned model of Group Investigation and students with conventional models; (2) know the difference between the results of IPS studies between group of students that learned with learning model Group Investigation and groups of students with conventional models; and (3) to know differences in social attitudes and student learning outcomes IPS studies jointly between groups of students that learned with Group Investigation model with a group of students with the conventional model. This type of research is a quasi experimental. This study population are class V SD Cluster IV Klungkung District of the academic year 2014/2015. The research sample used VA and VB grade students at SDN 1 Semarapura Klod. Data were collected by questionnaire social attitudes and social studies student outcome data collected by the test. Data analysis technique used is MANOVA. The results showed that: (1) there are differences in social attitudes among students that learned with Group Investigation model and the conventional model student group (P
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK BERBANTUAN ASESMEN PRODUK TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN KOVARIABEL GAYA BELAJAR ., Gede Surya Artha; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., I Gede Astawan, S.Pd.,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan prestasi belajar IPA siswa setelah dibelajarkan dengan menggunakan pendekatan saintifik berbantuan asesmen produk, (2) perbedaan prestasi belajar IPA siswa setelah dibelajarkan dengan menggunakan pendekatan saintifik berbantuan asesmen produk, setelah variabel gaya belajar diekendalikan, dan (3) kontribusi kovariabel gaya belajar terhadap prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SD Negeri 4 Kampung Baru. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Negeri 4 Kampung Baru tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 45 orang. Sampel penelitian yaitu seluruh siswa kelas V SD Negeri 4 Kampung Baru yang dipilih dengan teknik sensus study. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes prestasi belajar IPA dan tes Gaya Belajar. Data dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil sebagai berikut. (1) terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA siswa setelah dibelajarkan dengan menggunakan pendekatan saintifik berbantuan asesmen produk (Fhitung=856,717 > Ftabel=4,08), (2) terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA siswa setelah dibelajarkan dengan menggunakan pendekatan saintifik berbantuan asesmen produk setelah gaya belajar dikendalikan (Fhitung=909,227 > Ftabel=4,08), dan (3) terdapat kontribusi yang signifikan kovariabel gaya belajar terhadap prestasi belajar IPA siswa (Fhitung=0,623 > Ftabel=0,294).Kata Kunci : Pendekatan saintifik berbantuan asesmen produk, prestasi belajar IPA, gaya belajar This study aims to determine (1) differences in students learning achievement IPA after learned by a scientific approach aided product assessment, (2) differences in students learning achievement IPA after learned by a scientific approach aided product assessment, once the variable controled learning styles, and (3 ) contribution of covariates learning style on learning achievement in science class V students of SD Negeri 4 Kampung Baru. This research is a pre-experimental study. The study population was all students in grade V in SD Negeri 4 Kampung Baru year 2011/2012, amounting to 45 people. This research sample that is the entire fifth grade students of SD Negeri 4 Kampung Baru chosen to study census techniques. The instrument used in this study is science learning achievement test and test Learning Styles. Analysis were using descriptive and inferential statistical analysis. Based on the analysis of data, obtained the following results. (1) there is a significant difference after the students 'learning achievement IPA learned by using a scientific approach assisted assessment of products (F count = 856.717 > Ftabel = 4.08), (2) there is a significant difference in students' learning achievement IPA after learned by using scientific approach aided assessment of the product after learning styles controlled (Fhitung = 909.227> Ftabel = 4.08), (3) there is a significant contribution covariates learning styles on students' learning achievement IPA (Fhitung = 0.623> Ftabel = 0.294).keyword : scientific approach aided product assessment, achievement of learning science, learning styles
ANALISIS MOTIVASI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA PADA TIGA SD DI GUGUS VI KECAMATAN BULELENG ., Made Hendra Arista; ., Dr. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA, mendeskripsikan upaya yang dilakukan sekolah terkait pengelolaan motivasi belajar dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi sekolah terkait pengelolaan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA pada tiga SD di Gugus VI Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitiannya yakni siswa kelas IV pada tiga SD di Gugus VI Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 80 orang, kepala sekolah berjumlah 3 orang, dan guru kelas IV berjumlah 3 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, kuesioner, wawancara, dan studi dokumen. Data motivasi belajar dikumpulkan menggunakan lembar observasi, lembar kuesioner, dan dokumentasi. Sedangkan data mengenai upaya dan kendala yang ditemukan terkait pengelolaan motivasi belajar dikumpulkan menggunakan pedoman wawancara. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian pada tiga SD di Gugus VI Kecamatan Buleleng ini menunjukkan bahwa (1) motivasi belajar dalam pembelajaran IPA di SD No. 4 Kampung Baru berada pada kategori sangat tinggi, SD No. 5 Kampung Baru berada pada kategori tinggi, dan SD No. 7 Kampung Baru berada pada kategori cukup, (2) upaya yang dilakukan terkait pengelolaan motivasi belajar dalam pembelajaran IPA yaitu membentuk kelompok heterogen dan memajang hasil karya siswa serta melaksanakan kegiatan pembinaan mata pelajaran IPA, dan (3) kendala yang dihadapi sekolah terkait pengelolaan motivasi belajar dalam pembelajaran IPA yaitu terdapat siswa yang lekas putus asa karena kurangnya ketersediaan buku IPA dan terdapat pula siswa yang rendah diri karena sering diejek oleh temannya.Kata Kunci : Kata-kata kunci: motivasi belajar, pembelajaran IPA This research has aimed to describe the students motivation in learning sain, describing the efforts made related to the management of school learning motivation and describes the obstacles encountered related to the management of the school students motivation in sain learning at three elementary schools in Cluster VI Buleleng. The research is a qualitative research. Subject research that fourth grade students at three elementary schools in Cluster VI Buleleng sub-district of school year 2014/2015, amounting to 80 people, the headmasters amount to 3 people, and the fourth grade teachers totaling 3 people. Data collection methods used that observation, questionnaires, interviews and document study. Data were collected using a sheet of motivation to learn observation, questionnaire, and documentation. While data on the efforts and problems were found related to the management of learning motivation was collected using interview guideline. Data collected were analyzed using descriptive analysis. The results of research on three elementary schools in Cluster VI Buleleng sub-district shows that (1) the motivation to learn in sain teaching in elementary No. 4 Kampung Baru are at very high category, SD No. 5 Kampung Baru at the high category, and SD No. 7 Kampung Baru at the category enough, (2) the efforts related to the management of learning motivation in sain learning that form a heterogeneous group and display of students work and carry out development activities sain subjects, and (3) the constraints faced by the school related to the management of motivation to learn in sain learning quickly that there are students who are desperate because of the lack of availability of books sain and there are also students who are inferior because often teased by their friends.keyword : Keyword : study motivation, sains learning.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV Semester II SD Gugus VI Kecamatan Kintamani Tahun Pelajaran 2014/2015 ., Ni Nengah Arsini; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Made Sumantri
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester genap di Gugus VI Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di Gugus VI Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 153 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri Awan yang berjumlah 21 orang dan siswa kelas IV SD Negeri serai yang berjumlah 26 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes objektif pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional kelas IV di SD Gugus VI Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2014/2015. Dari rata-rata ( ) hitung, diketahui kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) adalah 17,62 lebih besar dari rata-rata ( ) hitung kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional adalah 8,35. Hal ini berarti bahwa eksperimen > kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV semester genap di SD Gugus VI Kecamatan Kintamani. Kata Kunci : model Numbered Head Together (NHT), hasil belajar IPS This research purpose to know difference of result study IPS between students followed study with cooperative learning model type Number Head Together (NHT) and students followed study with conventional model in fourth class semester genap in Gugus VI Kecamatan Kintamani year of study 2014/2015. Kind of this research is appearance experiment. Population this research is students in the fourth class in Gugus VI Kecamatan Kintamani year of study 2014/2015 amount 153 students. The sample of this research is students in fourth class SD Negeri Awan amount 21 students and students in fourth class SD Negeri serai amount 26 students. Accumulation data in this research used multiple choice test. The data in this research analysis by analysis statistic description and statistic inferensial (uji-t). Result of this research showed that significant difference result study IPS between students followed study with cooperative learning model type Number Head Together (NHT) and students followed study with conventional model in fourth class semester genap in Gugus VI Kecamatan Kintamani year of study 2014/2015. The average ( ), that is ( ) group experiment join study with cooperative learning model type Number Head Together (NHT) is 17,62 more bigger than average ( ) control group join conventional model, that is 8, 35. Thai is meaning experiment > control, with the result that application cooperative learning model type Number Head Together (NHT) is influential with the result study IPS students in fourth class semester genap in SD Gugus VI Kecamatan Kintamani. keyword : Numbered Head Together (NHT) Model, result study IPS

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue