Articles
4,577 Documents
Pengembangan Media Pembelajaran Aplikasi MaCa (Materi Pecahan) Berorientasi Teori Belajar Ausubel Muatan Matematika
Rasvani, Ni Luh Ade;
Wulandari, I Gusti Agung Ayu
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i1.32032
Pemanfaatan teknologi dibidang pendidikan belum sepenuhnya optimal sehingga mempengaruhi proses pelaksanaan pembelajaran yang berdampak pada kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan media pembelajaran aplikasi MaCa (Materi Pecahan) berorientasi Teori Belajar Ausubel muatan matematika. Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah validitas media pembelajaran aplikasi MaCa (Materi Pecahan) berorientasi Teori Belajar Ausubel muatan matematika. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode non tes yang diberikan kepada tiga pakar ahli serta siswa. Instrumen yang digunakan yaitu berupa lembar angket validasi untuk mengetahui kelayakan aplikasi dan angket respon siswa untuk mengetahui kemenarikan aplikasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah menunjukkan persentase hasil dari validitas oleh ahli media 91,66%, ahli desain 93,75%, ahli isi mata pelajaran sebesar 87,5%, dan respon siswa dari hasil uji coba produk perorangan sebesar 98,48% dan uji coba produk kelompok kecil 93,93%. Simpulan penelitian ini adalah media pembelajaran aplikasi MaCa (Materi Pecahan) berorientasi Teori Belajar Ausubel muatan matematika dinyatakan sangat baik dan layak untuk dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Implikasi penelitian ini adalah dapat membuat siswa lebih aktif dan kreatif sehingga dapat memudahkan proses pembelajaran serta mengoptimalkan pencapaian belajar siswa
Kontribusi Gaya Kepemimpinan Situasional Kepala Sekolah dan Resiliensi Diri Guru Terhadap Kinerja Guru
Sentana, I Kadek Jaya;
Wiyasa, I Komang Ngurah
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i1.32082
Kinerja guru yang belum optimal disebabkan oleh gaya kepemimpinan kepala sekolah yang tidak sesuai dengan yang diharapkan dan kurang optimalnya resiliensi diri guru terhadap kinerja guru. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah dan resiliensi diri guru terhadap kinerja guru. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian studi korelasi (expost facto). Populasi dalam penelitian ini berjumlah 35 dan dibatasi untuk guru yang PNS. Sampel ditentukan dengan tehnik sampling total. Pengumpulan data dengan pengisian angket. Uji hipotesis dilakukan dengan teknik analisis regresi linier sederhana dan teknik analisis regresi linier ganda setelah semua uji prasyarat terpenuhi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 11,24%, resiliensi diri guru terhadap kinerja guru sebesar 51,04 %, dan gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah dan resiliensi diri guru terhadap kinerja guru sebesar 62.28%. Simpulan penelitian ini adalah gaya kepemimpinan situasional dan resiliensi diri guru memiliki kontribusi terhadap kinerja guru. Implikasi penelitian ini adalah meningkatkan mutu sekolah, dan dijadikan sebagai pedoman untuk meningkatkan kualitas guru dan seluruh staf sekolah.
Kontribusi Kecerdasan Emosional dan Motivasi Kerja Terhadap Komitmen Kerja Guru
Oktaviani, Ni Made Ita;
Manuaba, Ida Bagus Surya
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i1.32113
Permasalahan dalam penelitian ini adalah banyaknya tuntutan pendidikan terhadap kerja guru yang mempengaruhinya dalam mengelola emosi dan kurangnya motivasi kerja sehingga berdampak pada rendahnya komitmen kerja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis besaran kontribusi kecerdasan emosional dan motivasi kerja terhadap komitmen kerja. Jenis penelitian yang digunakan yaitu ex post facto dengan jumlah populasi 48 guru. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik sampling total. Data penelitian dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner yang selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis data statistik kuantitatif berupa analisis regresi linier sederhana dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa presentase kecerdasan emosional terhadap komitmen kerja 27,3%, motivasi terhadap komitmen kerja 27,5% dan kecerdasan emosional dan motivasi kerja terhadap komitmen kerja 30,6%. Simpulan penelitian ini adalah kecerdasan emosional dan motivasi kerja memiliki kontribusi yang positif terhadap komitmen kerja guru. Implikasi dari pelaksanaan penelitian ini adalah kecerdasan emosional dan motivasi yang tinggi membuat seorang guru memiliki kepribadian yang cerdas, mampu mengatasi permasalahan dan tanggung jawabnya sebagai guru, menjalin hubungan dengan rekan kerja dan mampu mengontrol suasana hati yang gelisah ketika mengajar, serta guru akan lebih antusias dan bersemangat dalam melakukan setiap tugas dan tanggungjawabnya
Pengembangan Media Pembelajaran E-Flashcard Pada Muatan Pelajaran IPA Kelas V
Putri Wangi, I Dewa Ayu Nyoman;
Gede Angung, Anak Agung
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i1.32355
Kurangnya penerapan media pembelajaran menyebabkan tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai, sehingga perlu mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis pengembangan media pembelajaran E-Flashcard pada muatan pelajaran IPA. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan yang menerapkan model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah validitas media pembelajaran E-Flashcard pada muatan pelajaran IPA. Pengumpulan data digunakan metode non tes berupa lembar kuesioner. Analisis data digunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data diperoleh bahwa hasil uji ahli isi mata pelajaran diperoleh skor 100, hasil uji ahli desain pembelajaran diperoleh skor 80,00 dengan kategori baik, hasil uji ahli media pembelajaran diperoleh skor 89,33, hasil uji coba perorangan diperoleh skor 92,72, dan hasil uji coba kelompok kecil diperoleh skor 92,00. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran E-Flashcard dinyatakan sangat layak untuk digunakan didalam pembelajaran IPA. Implikasi penelitian ini adalah meningkatkan motivasi belajar, memudahkan siswa memahami materi di masa pandemi covid-19, dan memudahkan guru menyampaikan materi pelajaran
Pengembangan Media Pembelajaran Daring Komik Virtual dalam Muatan Materi Gagasan Pokok dan Gagasan Pendukung Bahasa Indonesia
Darmayanti, Ni Kadek Dwi;
Surya Abadi, Ida Bagus Gede
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i1.32481
Kurangnya literasi siswa dan terbatasnya media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi alasan utama penelitian ini dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengembangan media pembelajaran daring Komik Virtual dalam muatan materi gagasan pokok dan gagasan pendukung Bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah validitas media pembelajaran daring Komik Virtual dalam muatan materi gagasan pokok dan gagasan pendukung Bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode non-tes dengan penyebaran instrumen kepada para ahli. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner/angket. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran daring komik virtual berdasarkan hasil review ahli isi mata pelajaran memperoleh persentase 90,00%, ahli desain pembelajaran memperoleh persentase 92,00%, ahli media pembelajaran memperoleh pesentase 95,00%, dan hasil uji coba peorangan memperoleh persentase 92,35%. Simpulan penelitian ini adalah media pembelajaran daring Komik Virtual secara keseluruhan termasuk kedalam kategori sangat baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran muatan Bahasa Indonesia materi gagasan pokok dan gagasan pendukung. Implikasi dari pelaksanaan penelitian ini adalah dapat digunakan oleh guru sebagai sumber belajar sehingga dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar.
Meta Analisis Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Motivasi Belajar
Wahyuningtyas, Rizki;
Kristin, Firosalia
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i1.32676
Penelitian ini dilakukan karena banyaknya peserta didik mendapat hasil belajar kurang memuaskan yang diduga karena kurangnya motivasi dalam belajar. Selain itu, Penelitian ini juga memiliki tujuan guna menganalisis kembali penerapan model pembelajaran Problem based learning dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik sekolah dasar. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu metode meta analisis. Penulis mengawali penelitian ini dengan mencari topik yang relevan guna memudahkan penulis dalam mengumpulkan data. Data tersebut diperoleh dengan cara menelusuri jurnal-jurnal online melalui google academia dengan kata kunci Problem based learning, Meningkatkan Motivasi Belajar, Sekolah Dasar. Dari penelusuran yang dilakukan diperoleh 25 artikel tetapi yang relevan untuk digunakam hanya 15 artikel. Data-data yang telah diperoleh diolah kembali menggunakan metode kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis penggunaan model pembelajaran Problem based learning dalam pembelajaran terbukti dapat meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik paling rendah 7,1% dan yang paling tinggi 52,69%. Penggunaan Problem based learning sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar peserta didik. Selain itu peserta didik juga mempunyai pengalaman yang berbeda dalam proses pembelajaran karena dituntut untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Hal ini juga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran dengan mudah selama proses pembelajaran.
Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap Tanggung Jawab Pembelajaran Tematik Terpadu Kelas V SD
Wulandari, Aulia Ika;
Radia, Elvira Hoesein
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i1.32979
Pelaksanaan penilaian ranah sikap belum maksimal karena guru hanya mengamati sikap siswa tanpa mengacu pada instrumen yang baku untuk mengukur sikap sosial siswa khususnya sikap tanggung jawab. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan produk instrumen penilaian sikap tanggung jawab pembelajaran tematik terpadu kelas 5 tema 6. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R&D). Subjek penelitian adalah siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Sampel ditentukan menggunakan teknik random sampling dengan sampel sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah instrumen berupa angket menggunakan skala Likert. Analisis data penelitian bersifat deskriptif kategori. Berdasarkan uji ahli evaluasi sikap diperoleh skor 76% dikategorikan validitas tinggi dan layak diujicobakan. Berdasarkan penilaian ahli bahasa diperoleh skor 80% dikategorikan tingkat validitas tinggi dan layak diujicobakan. Hasil uji coba terbatas menunjukkan bahwa instrumen sikap sosial dari 30 (tiga puluh) item pernyataan diperoleh data; tingkat validitas instrumen menunjukkan rhitung terendah adalah 0.385, memiliki nilai Pearson Correlation XTot ≥ 0,361 sehingga 30 butir pernyataan dikategorikan valid; reliabilitas instrumen penilaian sikap tanggung jawab menunjukkan α = 0.944 dengan kriteria sangat reliabel atau sangat andal. Berdasarkan uji coba terbatas tersebut maka instrumen penilaian sikap sosial tanggung jawab valid dan reliabel sehingga layak untuk digunakan.
Joyful Learning Berbasis Picture Cards Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Pembelajaran IPS di Era New Normal
Arafat, Siti;
Pali, Agustina
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i1.32980
Paradigma pembelajaran yang masih berpusat pada guru berdampak pada rendahnya partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan menerapkan model pembelajaran inovatif yang merangsang minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis signifikasnsi peningkatan minat belajar siswa dalam pembelajaran IPS melalui model Joyful Learning berbasis Picture Cards pada pembelajaran daring. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian sebanyak 21 orang. Data dikumpulkan melalui interview, observasi, tes, dokumentasi, dan angket. Data dianalisis dengan menggunakan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan minat belajar siswa pada siklus I sebesar 52,63% dan pada siklus II sebesar 68, 42%. Perolehan nilai rata-rata peningkatan minat belajar siswa pada siklus I sebesar 84, 21 dan nilai rata-rata peningkatan minat belajar siswa pada siklus II sebesar 91. Signifikansi peningkatan minat belajar siswa dari siklus I ke siklus II adalah 6,79 dan dapat diklasifikasikan dalam kategori sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan Joyful Learning berbasis Picture Cards dapat dijadikan metode alternatif dalam pembelajaran karena dapat meningkatkan minat belajar siswa.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial
Rando, Agnes Remi;
Pali, Agustina
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i2.32983
Proses pembelajaran yang maish banyak focus kepada hasil belajar saja serta siswa masih terlihat kesulitan dalam berperilaku sesuai dengan tuntutan sosial, berinteraksi dan bekerjasama dengan orang lain, menjadi alasan penelitian yang bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran STAD terhadap kemampuan social siswa dilaksakan. Pendekatan penelitianyang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis Mc Taggart. Subjek penelitiannya berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi untuk mengetahui perkembangan keterampilan sosial peserta didik selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) secara efektif dapat mengembangakan keterampilan sosial peserta didik. Peningkatan keterampilan sosial peserta didik terlihat pada perubahan dari siklus I sebesar 20% dan siklus II menjadi 40 %. Dengan tingkat perubahan sebesar 20%, dapat dikatakan bahwa pembelajaran IPS dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif mengembangkan keterampilan sosial peserta didik.
Perbedaan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning Terhadap Peningkatan Kemampuan Berfikir Kritis IPA Siswa SD
Suryaningsih, Anik;
Koeswanti, Henny Dewi
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i1.33196
Penggunaan model pembelajaran yang kurang kreatif didalam proses pembelajaran menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa, sehingga diperlukan model pembelajaran yang kreatif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh antara model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning terhadap peningkatan kemampuan berfikir kritis IPA siswa SD. Penelitian ini merupakan termasuk kedalam jenis penelitian meta analisis. Subjek didalam penelitian ini adalah 20 artikel penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara mencari artikel-artikel yang terdapat pada jurnal online dengan menggunakan Google Cendikia dan Scholar. Instrumen yang digunakan berupa lembaran pemberian kode (coding category). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif. Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu perbandingan model pembelajaran Problem Based Learning mengalami peningkatan rata-rata sebesar 24,48 lebih besar dari model pembelajaran Project Based Learning sebesar 17,31, hasil uji Ancova membuktikan f hitung f tabel yakni 11,620 > 3,55 dan signifikasinya 0,002 < 0,05, dan Uji Effect Size sebesar 0,234 dengan nilai Sig. 0,002. Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif untuk mempengaruhi peningkatan kemampuan berfikir kritis IPA siswa SD dibandingkan dengan model pembelajaran Project Based Learning. Implikasi penelitian ini adalah dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, dan memperoleh konsep yang esensial berdasarkan materi pelajaran IPA.