cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE BERBASIS MASALAH TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA ., I Nyoman Jaya Kumarandana; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi pengetahuan IPA pada siswa kelas IV SD Gugus Untung Surapati Denpasar Timur Tahun Ajaran 2016/2017 yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TTW berbasis masalah dan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi penelitian berjumlah 540 orang. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 6 Sumerta dengan jumlah 39 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IV SDN 9 Sumerta dengan jumlah 37 siswa sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dalam bentuk tes objektif pilihan ganda biasa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 1) nilai thitung = 2,223 > ttabel = 2,000 yang mengindikasikan bahwa ho ditolak dan Ha diterima; 2) nilai rata-rata kompetensi pengetahuan IPA pada kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write berbasis masalah adalah 78,50, sedangkan pada kelompok yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional adalah 74,33. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write berbasis masalah berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa.Kata Kunci : Think Talk Write, masalah, kompetensi pengetahuan IPA This study aimed at determining the difference of Science knowledge competence of grade 4th Untung Surapati Clusters Elementary Students in Denpasar Timur in 2016/2017 academic year between the students who are taught by Problem-based Think-Talk-Write (TTW) Cooperative Learning Model and are taught by Conventional Learning Model. This study used quasi-experimental research with nonequivalent control group design. The population of research was 540 students and research sample was selected by random sampling technique. The samples were 39 students of grade 4th SDN 6 Sumerta as the experimental group and 37 students of grade 4th SDN 9 Sumerta as the control group. The data were collected by the test method specifically the standard multiple-choice objective test. The analysis data was done through t-test. The analysis data showed these following results. 1) The value of tanalysis = 2,223 > ttable = 2,000 which means ho is neglected and ha is accepted. 2) The students who were taught by Conventional Learning Model gain average score of 74,33, while the students who were taught by Problem-based Think-Talk-Write (TTW) Cooperative Learning Model gain average score of 78,50. The results indicate that Problem-based Think-Talk-Write (TTW) Cooperative Learning Model affects Science knowledge competence of students. keyword : Think Talk Write, problem-based, Science knowledge competence
PENGARUH MODEL NHT BERBASIS PENILAIAN KINERJA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN NUMERIK SISWA KELAS IV ., Komang Yuli Setiani; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran NHT berbasis penilaian kinerja (MPNHTPK) dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (MPK), (2) mengetahui terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti MPNHTPK dan siswa yang mengikuti MPK, pada siswa yang memiliki kemampuan numerik tinggi, (3) mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti MPNHTPK dan siswa yang mengikuti model MPK, pada siswa yang memiliki kemampuan numerik rendah, dan (4) mengetahui pengaruh interaksi antara MPNHTPK dan kemampuan numerik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah masing-masing kelas IV di SD Banyuning. Metode yang digunakan berupa tes. Data dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif dan uji ANAVA dua jalur dan jika FAB signifikan maka dilanjutkan dengan uji hipotesis 3 dan 4 dengan uji Tukey. Hasil penelitian : (1) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti MPNHTPK dan siswa yang mengikuti MPK (FA hitung = 5,27 > Ftabel = 1,74), (2) terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti MPNHTPK dan siswa yang mengikuti MPK, pada siswa yang memiliki kemampuan numerik tinggi, (3) terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti MPNHTPK dan siswa yang mengikuti MPK, pada siswa yang memiliki kemampuan numerik rendah (thitung = 3,73 > ttabel = 1,980), dan (4) terdapat pengaruh interaksi antara MPNHTPK dan kemampuan numerik terhadap hasil belajar matematika (F(AB)hitung = 4,10 > F(AB)tabel = 1,74). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan MPNHTPK berpengaruh terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari kemampuan numerik.Kata Kunci : model pembelajaran Numbered Head Together, penilaian kinerja, kemampuan numerik, hasil belajar matematika. This study aims to (1) determine differences in learning outcomes between students who take mathematics learning model-based performance evaluation NHT (MPNHTPK) and students who take conventional learning models (MPK), (2) knowing there are differences in learning outcomes between students who take mathematics MPNHTPK and students who take the MPK, the students who have a high numerical ability, (3) determine differences in learning outcomes between students who take mathematics MPNHTPK and students who follow the model MPK, the students who have low numerical ability, and (4) determine the effect of the interaction between MPNHTPK and numerical ability. This research is a quasi experimental study. The population of this study is each fourth grade in elementary Banyuning. The method used in the form of tests. Data were analyzed using descriptive statistical techniques and ANOVA test and two lines if significant FAB then proceed to test the hypothesis 3 and 4 with the Tukey test. Results of the study: (1) there are significant differences between the mathematics learning outcomes of students who take MPNHTPK and students who take the MPK (FA count = 5.27> Ftable = 1.74), (2) there are differences in learning outcomes between students who take mathematics MPNHTPK and students who take the MPK, the students who have a high numerical ability, (3) there are differences in learning outcomes between students who take mathematics MPNHTPK and students who take MPK, the students who have low numerical ability (tcount = 3.73> ttable = 1.980 ), and (4) there is an interaction effect between MPNHTPK and numerical abilities against the learning outcomes of mathematics (F(AB)count = 4.10> F (AB )table= 1.74). Significant difference indicates that the learning using MPNHTPK influence on mathematics learning outcomes in terms of numerical abilities.keyword : learning model Numbered Head Together , performance assessment, numerical ability , math learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA KELAS V DI GUGUS VIII KECAMATAN BULELENG I G. A. Tri Agustiana, Kd. A. Permana Dewi, Made Sulastri,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.840

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran generatif dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA kelas V tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus VIII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 111 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD No. 1 Paket Agung yang berjumlah 34 orang dan kelas V SD No. 2 Paket Agung yang berjumlah 34 orang. Data hasil kemampuan berpikir kritis dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran generatif dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA kelas V tahun pelajaran 2012/2013. Perbandingan perhitungan rata-rata hasil kemampuan berpikir kritis IPA kelompok eksperimen adalah 36,74 lebih besar dari rata-rata hasil kemampuan berpikir kritis IPA kelompok kontrol adalah 25,53. Adanya perbedaan menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran generatif berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis IPA dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional kelas V SD Gugus VIII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013.   Kata kunci: Generatif, Kemampuan Berpikir Kritis IPA
Penerapan TPS dalam Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Penguasaan Kompetensi Pengetahuan IPS dan Sikap Sosial ., Nyoman Sri Diana Asti; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6994

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS dan sikap sosial siswa melalui penerapan TPS (Think Pair Share) dalam pendekatan saintifik. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB SDN 5 Sanur yang terdiri dari 32 siswa. Sedangkan obyek dalam penelitian ini adalah penguasaan kompetensi pengetahuan IPS dan sikap sosial siswa melalui penerapan TPS (Think Pair Share) dalam pendekatan saintifik. Data penguasaan kompetensi pengetahuan IPS dikumpulkan melalui metode tes, sedangkan data sikap sosial siswa dikumpulkan melalui kuesioner kepada siswa. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif dan analisis deskriptif kuantitatif. Pada pra siklus rata-rata penguasaan kompetensi pengetahuan IPS adalah 2,33 (C). Kemudian pada siklus I terjadi peningkatan rata-rata penguasaan kompetensi pengetahuan IPS yaitu menjadi 3,06 (B). Selanjutnya pada siklus II terjadi peningkatan rata-rata penguasaan kompetensi pengetahuan IPS yaitu menjadi 3,6 (A-). Untuk skor rata-rata sikap sosial siswa pada siklus I adalah 2,85 (B). Kemudian pada siklus II terjadi peningkatan rata-rata sikap sosial siswa menjadi 3,42 (A-). Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan TPS (Think Pair Share) dalam pendekatan saintifik dapat meningkatkan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS dan sikap social pada siswa kelas VB SDN 5 Sanur.Kata Kunci : tps, saintifik, pengetahuan, sikap sosial In this classroom action research has purpose to increase the social knowledge and social behavior competency mastery of the students by application of TPS (Think Pair Share) in scientific approach. This research was consisted of two cycles where consisted of planning, implementation, action, observation and reflection. The subjects of the study were the fifth grade students of SDN 5 Sanur consisted of 32 students. The object of this research was the social knowledge and social behavior competency mastery of the students by the application of TPS (Think Pair Share) in scientific approach. The data of social knowledge mastery was collected by test method while the social behavior of students was collected by administering questionnaires to the students. The collected data was analyzed by descriptive scientific analysis and quantitative descriptive analysis. The result of pre-cycle of social knowledge competency master was 2.33 (C). There was increasing data of social knowledge competency mastery in cycle I which was 3.06 (B). The data in cycle II increased which was 3.6 (A-). The mean score of social behavior of cycle I was 2.85 (B) and increased in cycle II which was 3.42 (A-). It can be conclude that the application of TPS (Think Pair Share) in scientific approach was able to increase the social knowledge and social behavior competency mastery students in the fifth B grade of SDN 5 Sanur. keyword : TPs, scientific, knowledge, social behaviour
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MASTER BERBANTUAN MEDIA CERITA RAKYAT TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA SISWA PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SDN 12 PADANGSAMBIAN ., Ni Made Dwiani Safitri; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh model pembelajaran Master berbantuan media cerita rakyat terhadap keterampilan membaca pada siswa kelas V SDN 12 Padangsambian. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SDN 12 Padangsambian Denpasar. Sampel diambil dengan teknikrandom sampling. Data yang dikumpulkan adalah nilai keterampilan membaca dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang merupakan penggabungan nilai keterampilan membaca dengan nilai kognitif (post test). Data dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan keterampilan membaca antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Master berbantuan media cerita rakyat dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional (thitung = 5,327> ttabel = 2,000) di dapat rata-rata keterampilan membaca dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas V yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Master berbantuan media cerita rakyat lebih tinggi dari siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (80,64>74,46). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Master berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterampilan membaca siswa kelas V SDN 12 Padangsambian, Denpasar . Kata Kunci : Master, Cerita Rakyat, Keterampilan Membaca This study aimed to know the difference effects of Master learning model by assist folklore media toward reading skills at the fifth grade student of SDN 12 Padangsambian.This study is a quasi experimental study ( quasi- experimental ) with the study design which used was Nonequivalent Control Group Design . The population in this study were all the fifth grade students of SDN 12 Padangsambian Denpasar. Samples were taken by a random sampling technique . The data that been collected was scores of reading skills in learning Indonesian language which is incorporation from reading skills scores wih cognitive scores ( post-test). Data were analyzed by the t test . The results showed that there were significantly difference of reading skills among students that learned using the Master learning model by assist folklore media with students who learned by using conventional learning ( t = 5,327 > table = 2,000 ) was gained the average scores of reading skills in learning Indonesia language of the fifth grade which were learned by Master learning model by assist folklore media higher than students who learned with conventional learning ( 80,64 > 74,46 ) . Thus, can be concIuded that the Master learning model gives significant and positive effect for reading skills of the fifth grade students of SDN 12 Padangsambian Denpasar. keyword : Master , Folklore , Reading Skills
MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERBASIS MASALAH SOSIAL BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS MAYOR METRA DENPASAR UTARA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Susi Ernawati; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri berbasis masalah sosial dan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran IPS kelas V SD Gugus Mayor Metra tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasi experimen) dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara yang terdiri dari 15 kelas dengan siswa 642 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas VA di SD Negeri 18 Pemecutan sebagai kelas kontrol berjumlah 38 siswa dan kelas VB di SD Negeri 29 Pemecutan sebagai kelas eksperimen berjumlah 40 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes berupa tes objektif bentuk pilihan ganda biasa. Data dianalisis dengan uji prasyarat yaitu uji normalitas, uji homogenitas varian, dan uji hipotesis menggunakan uji t statistik parametrik. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata hasil belajar IPS kelompok eksperimen yaitu (82,22) lebih besar dari pada kelompok kontrol (65,21). Kriteria pengujian uji hipotesis adalah apabila thitung < ttabel, maka H0 diterima (gagal ditolak) dan Ha ditolak. Sebaliknya apabila thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil uji hipotesis dengan uji t, menunjukkan (thit = 6,32 > ttabel = 2,00) dengan db = 76 ( n1+n2-2 = 40+38–2 = 76) dalam taraf signifikansi 5%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri berbasis masalah sosial berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : model pembelajaran inkuiri, masalah sosial, hasil belajar This research is aimed to know the significant difference of the study result of IPS among students who are are taught to use inquiry learning model with “social problems” with students who are taught to use conventional learning model toward students in grade 5 in SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara period 2013/2014. This study was a quasi-experimental design with nonequivalent control group design. This research population was all students of class V SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara which consists of 15 classes with 642 students. The sample of this research is in the grade 5 SD Negeri 18 Pemecutan as the control class of 38 students and in the grade 5 SD Negeri 29 Pemecutan as an experimental class of 40 students. Data was collected by an objective test techniques such as multiple choice test usual. Data were analyzed with the “t-test”test is normality test, homogeneity of variance , and hypothesis testing using statistical parametric t test. The results showed a mean value of IPS that the experimental group ( 82.22 ) is greater than in the control group ( 65.21 ). Criteria for testing the hypothesis test is when tcount < ttable , then H0 is accepted ( rejected failed ) and Ha is rejected . Conversely, if tcount > ttable , then H0 is rejected and Ha accepted. The results of the t test hypothesis test , showing ( thit = 6.32 > table = 2.00 ) with db = 76 ( n1 + n2 -2 = 40 +38-2 = 76) in the 5 % significance level. It can be concluded that the implementation of inquiry learning model with social problems gives impact toward the IPS studying result of the students in grade 5 in SD Gugus Mayor Metra Denpasar Utara period 2013/2014.keyword : inquiry learning model, social problems, IPS studying result.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKSELERASI (ACCELERATED LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI SD N 8 BANYUNING ., Gst.Pt.Oka Sugiarta; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 3 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i3.8600

Abstract

Di era globalisasi ini sangat diperlukan suatu pembelajaran yang dapat menarik minat siswa untuk belajar. Accelerated Learning merupakan model pembelajaran yang lebih maju dari model yang digunakan saat ini. Maka dari itu diterapkanlah model Akselerasi (Accelerated Learning) tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 8 Banyuning Kecamatan Buleleng sesudah diterapkan model pembelajaran Akselerasi (Accelerated Learning). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Negeri 8 Banyuning Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2015/2016 yang total jumlahnya 27 orang. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan mengunakan metode tes untuk mengetahui hasil belajar. Bentuk tes yang digunakan adalah obyektif sebanyak 20 soal. Data dianalisis untuk menentukan mean dan presentase mean. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas V di SD Negeri 8 Banyuning tahun pelajaran 2015/2016 melalui penerapan model pembelajaran Akselerasi (Accelerated Learning). Setelah perlakuan, persentase rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 72,41% berada pada kategori “Sedang”, kemudian meningkat menjadi 81,48% kategori “Tinggi” pada siklus II. Dengan demikian, persentase hasil belajar siswa dari siklus I hingga siklus II menjunjukkan peningkatan sebesar 9,07%.Kata Kunci : Akselerasi, Hasil belajar. In the era of globalization it is necessary a lesson that can attract students to learn. Accelerated Learning is a learning model that is more advanced than the models used today. Therefore the model Acceleration (Accelerated Learning) is applied. The purpose of this study was to determine learning outcomes fifth grade science students of SD Negeri 8 Banyuning District of Buleleng after learning model applied Acceleration (Accelerated Learning). This research is a classroom action research conducted in two cycles. The subjects were fifth grade students at SD Negeri 8 Banyuning District of Buleleng in the academic year 2015/2016 the total number of 27 people. The data in this study were collected by using the test method to determine learning outcomes. The test form used is an objective of 20 questions. Data were analyzed to determine the mean and the mean percentage. Based on the analysis, it can be concluded that an increase learning outcomes fifth grade science students at SD Negeri 8 Banyuning the academic year 2015/2016 through the implementation of accelerated learning model (Accelerated Learning). After treatment, the average percentage of student learning outcomes in the first cycle that 72.41% is in the category "Medium", and then increased to 81.48% of the category "High" in the second cycle. Thus, the percentage of student learning outcomes from the first cycle to the second cycle resulted in an increase of 9.07%.keyword : Acceleration, learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ARIAS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD NEGERI 3 BANJAR JAWA I Gd. Margunayasa, I. A. Komang Juniartini, Ni Kt. Suarni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.695

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ARIAS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester genap tahun ajaran 2012/2013 di SD Negeri 3 Banjar Jawa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas IV di SD Negeri 3 Banjar Jawa, tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 82 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas IVA yang berjumlah 28 orang dan kelas IVB yang berjumlah 27 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes isian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ARIAS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester genap tahun ajaran 2012/2013 di SD Negeri 3 Banjar Jawa. Perbandingan perhitungan rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran ARIAS adalah 16,55 lebih besar dari rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional adalah 11,82. Adanya perbedaan menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran ARIAS berpengaruh terhadap hasil belajar IPA dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.   Kata-kata kunci: Model Pembelajaran ARIAS, Hasil belajar IPA
PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI LESSON STUDY SISWA KELAS III ., I Putu Dodik Anggariana; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., Prof. Dr. I Ketut Dharsana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 3 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i3.12430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Problem Based Learning melalui Lesson Study dengan siswa yang tidak mengikuti pembelajaran Problem Based Learning melalui Lesson Study pada siswa kelas III SDN Paket Agung. Populasi penelitian adalah kelas III di SDN Paket Agung Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 80 siswa. Sampel penelitian yaitu kelas III SDN 1 Paket Agung yang berjumlah 39 siswa dan kelas III SDN 2 Paket Agung yang berjumlah 41 siswa. Data skor hasil belajar Matematika dikumpulkan dengan instrumen tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil belajar Matematika kelompok eksperimen adalah 15,46 lebih besar dari rata-rata skor hasil belajar Matematika kelompok kontrol adalah sebesar 8,78. Ketiga hipotesis penelitian diuji dengan taraf signifikansi 5%. Setelah dilakukan perlakuan pada kelas eksperimen didapatkan Fhitung dari uji-t yaitu sebesar 14,494. Hal ini membuktikan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Problem Based Learning melalui Lesson Study dengan siswa yang tidak mengikuti pembelajaran Problem Based Learning melalui Lesson Study pada siswa kelas III SDN Paket Agung. Kata Kunci : Based Learning, Lesson Study, uji-t This research aimed to know the differences in the mathematics outcomes between groups of students that learned with Problem Based Learning by Lesson Study model and groups of students that learned without Problem Based Learning by Lesson Study in the third grade students in elementary school cluster eighth district of Buleleng. The research population is a third class in eighth cluster district of Buleleng in the academic year 2016/2017, amounting to 80 students. The research sample is fourth class in elementary school 1 Paket Agung amounting to 39 students and fourth class in elementary school 2 Paket Agung, amounting to 41 students. The mathematics outcomes score data collected by multiple choice-test instrument. Data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). The results showed that average scores of mathematics outcomes the experimental group was 15,46 higher than the average score of mathematics outcomes the control group amounted to 8,78. These three research hypotheses were tested with a significance level of 5%. After gived treatment in experiment class be obtained of Fcount = 14,494.. This proves that, existed differences mathematics outcomes between groups of students that learned with Problem Based Learning by Lesson Study model and groups of students that learned without Problem Based Learning by Lesson Study in the third grade students in elementary school cluster eighth district of Buleleng. keyword : Based Learning, Lesson Study, t-test
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Kemampuan Numerik Siswa Kelas IV SD ., Kasyfia; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd; ., Drs. Made Sumantri
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap hasil belajar Matematika ditinjau dari kemampuan numerik siswa kelas IV SD di desa Tegallinggah. Sebanyak 72 siswa kelas IV SD dipilih sebagai sampel. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan numerik dan tes hasil belajar Matematika. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Varians (ANAVA) Dua Jalur dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar Matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis proyek dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (FAhitung = 54,035 > Ftabel = 3,99), (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan numerik siswa terhadap hasil belajar Matematika (FBhitung = > Ftabel = 3,99), (3) pada siswa yang memiliki kemampuan numerik tinggi, hasil belajar Matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis proyek lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (Qhitung = 20,669 > Qtabel = 4,00), (4) pada siswa yang memiliki kemampuan numerik rendah, hasil belajar Matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis proyek (Qhitung = 5,97 > Qtabel = 4,00). Kata Kunci : model pembelajaran berbasis proyek, hasil belajar Matematika, kemampuan numerik This research did to know the effect of project based learning toward mathematics learning achievement viewed from numeric ability of the fourth grade students of elementary schools in Tegallinggah. 72 fourth grade students in Tegallinggah regency were selected randomly as the sample of this research. The data were gathered using numeric ability test and mathematics learning achievement test. The data were analyzed using two-way analysis of variance, which was followed by Tukey test. The result of the analysis shows that: (1) there is significant difference of mathematics learning achievement between student following project based learning and those following conventional learning (FAhitung = 54,035 > Ftabel = 3,99), (2) there is significant interaction effect between learning model and numeric ability on mathematics learning achievement (FBhitung = > Ftabel = 3,99), (3) for student having high numeric ability, mathematics learning achievement of student following project based learning is higher than those following conventional learning (Qhitung = 20,669 > Qtabel = 4,00), (4) for student having low numeric ability, mathematics learning achievement of student following conventional is higher than those following project based learning learning (Qhitung = 5,97 > Qtabel = 4,00).keyword : project based learning, Mathematics learning achievement, numeric ability

Page 49 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue