cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN TEKNIK PETA KONSEP TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD DI DESA KALIASEM I Dw. Pt. Raka Rasana, L. Pt. Mutiara R. A., I Wyn. Sudiana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.794

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan teknik peta konsep dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan eksperimen one way post-test only. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Desa Kaliasem tahun pelajaran 2012/2013 yang terdiri dari 4 kelas dengan jumlah populasi sebanyak 104 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 siswa. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data pemahaman konsep siswa yang dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep IPA. Tes pemahaman konsep IPA berbentuk esai yang terdiri dari 12 butir tes. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Sebagai tindak lanjut dari statistik inferensial digunakan uji-t untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan teknik peta konsep dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran konvensional (>). Kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan teknik peta konsep menunjukkan pemahaman konsep yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran konvensional.   Kata kunci: inkuiri terbimbing, peta konsep, pemahaman konsep.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPE TAPPS (THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEMESTER 2 DI SD GUGUS VI KECAMATAN TEJAKULA KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ., Wayan Alit Jeliana; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.6238

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAPPS (Thinking Aloud Pair Problem Solving) dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester 2 di SD Gugus VI Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan Non EquivalentPosttest Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas Vdi SD Gugus VI Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan jumlah populasi 208 orang siswa. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Sembiran yang berjumlah 37 orang dan siswa kelas V SD Negeri 4 Sembiran yang berjumlah 31 orang. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA yang dikumpulkan melalui tes objektif pilihan ganda dengan satu jawaban benar. Tes objektif tipe pilihan ganda yang digunakan terdiri dari 30 butir soal. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAPPS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan nilai rerata kelompok eksperimen yang berada pada kategori tinggi dan perolehan nilai rerata kelompok kontrol yang berada pada kategori sedang. Jadi ( X) Ì…eksperimen = 20,86 >X Ì…kontrol = 16, dan hasil uji hipotesis menggunakan uji-t diperoleh thitung lebih besar dari ttabel(thitung = 5,46> ttabel = 1,996). Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe TAPPS berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V di SD Gugus VI Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2014/2015. Kata Kunci : TAPPS, KartuKerja, Hasil Belajar This study aims to determine differences in learning outcomes of science among the students that learned by cooperative learning model Tapps (Thinking Aloud Pair Problem Solving) with students that learned with conventional learning models in class V 2nd semester in elementary Cluster VI District of Tejakula Buleleng school year 2014/2015. This research is a quasi-experimental research design with Non EquivalentPosttest Only Control Group Design. The study population was all students grade elementary VDI Cluster VI District of Tejakula Buleleng academic year 2014/2015 with a total population of 208 students. Samples of this research that fifth grade students of SD Negeri 1 Sembiran numbering 37 people and fifth grade students of SD Negeri 4 Sembiran totaling 31 people. The data analyzed in this study is the result of learning science collected through a multiple choice objective test with one correct answer. Type multiple choice objective test used consisted of 30 items. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics using t-test to test the hypothesis of the study. These results indicate there are significant differences between the groups IPA learning results of students that learned using cooperative learning model Tapps and groups of students that learned by using conventional learning models. It can be seen from the acquisition of the average value of the experimental group who are at a high category and the acquisition of the average value of the control group who were in the moderate category. So (X) experimental = 20.86> X control = 16, and the results of hypothesis testing using t-test obtained t is greater than t table (t = 5.46> t table = 1.996). Thus cooperative learning model Tapps influence on science learning outcomes in elementary school fifth grade students in Cluster VI District of Tejakula Buleleng academic year 2014/2015.keyword : TAPPS, Job Cards, Learning Outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE BERBANTUAN MEDIA LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR PKn KELAS V SDN 4 TONJA DENPASAR ., I Gusti Ayu Eny Indrawati; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1889

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Learning Cycle berbantuan media lingkungan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment (eksperimen semu) dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group. Populasi meliputi seluruh siswa kelas V SDN 4 Tonja tahun ajaran 2013/2014. Populasi penelitian berjumlah 93 siswa dan sampel penelitian yang digunakan adalah 93 orang. Instrument pokok dalam penelitian ini hasil belajar PKn siswa. Data diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistic parametric. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil analisis ditemukan hasil sebagai berikut, rerata post test kelompok eksperimen 80,94 dan kelompok kontrol 69,35. Uji hipotesis dilakukan pada skor post test dengan hasil uji-t yaitu thitung (7,89) > ttabel (2,000). Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Learning Cycle Berbantuan Media Lingkungan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, maka dapat direkomendasikan bahwa model pembelajaran Learning Cycle Berbantuan Media Lingkungan dapat digunakan sebagai alternative model pembelajaran pada mata pelajaran PKn di Sekolah Dasar. Kata Kunci : Kata-kata kunci : Learning Cycle, Media Lingkungan , Hasil Belajar Abstract The purpose of this study was to analyze the aim of the differences in learning outcomes between students who take the Civics Learning Cycle model of media -assisted environment with students who take conventional learning . This study is a quasi experimental study research design Nonequivalent with Control Group . Population includes all students in grade 4 Tonja SDN academic year 2013/2014 . The study population totaled 93 students and and samples used in this study was 93 people . Principal instrument in this study civics student learning outcomes . The data obtained were analyzed using parametric statistical analysis . To test the hypothesis used t-test analysis . Based on the analysis found the following results , the mean post test experimental group and the control group 69.35 80.94 . Hypothesis testing is done on the score posttestt with t-test results are thitung ( 7.89 ) > ttable ( 2,000 ) . Based on the results of hypothesis tests performed means that there are significant differences in learning outcomes between students who take the Civics models Assisted Learning Cycle Environmental Media with students who take conventional learning , it can be recommended that models Assisted Learning Cycle Environmental Media can be used as an alternative model of learning in Civics subjects in elementary school . keyword : Keywords : Learning Cycle, Media Environment, learning outcomes
PENGARUH MODEL BRAIN BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA GRAFIS TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD NEGERI GUGUS LETDA KAJENG ., Ni Kadek Meriani; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model Brain Based Learning berbantuan media grafis dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri Gugus Letda Kajeng Denpasar Utara. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Negeri Gugus Letda Kajeng Denpasar Utara yang terdiri dari 359 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPS yang berupa nilai kognitif. Nilai kognitif yang dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar dalam pilihan ganda biasa. Data dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model Brain Based Learning berbantuan media grafis dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil uji-t didapat thitung = 3,407 dan ttabel pada taraf signifikansi 5% = 2,000. Berdasarkan kriteria pengujian thitung > ttabel (3,407 > 2,000) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Rata-rata hasil belajar IPS siswa kelas V yang dibelajarkan menggunakan model Brain Based Learning berbantuan media grafis lebih dari siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional (75,142 > 65,5). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model Brain Based Learning berbantuan media grafis berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPS Siswa kelas V SD Negeri Gugus Letda Kajeng Denpasar Utara.Kata Kunci : Model Brain Based Learning, hasil belajar IPS, media grafis, pembelajaran konvensional This study purposed to determine the significant differences in social learning outcomes between students taught by using brain based learning model graphic media assisted with students that studied by using conventional learning on fifth grade of elementary students in Gugus Letda Kajeng Denpasar Utara. This study was a quasi experimental with the study design used was Nonequivalent Control Group Design. The population in this study is all of fifth grade of elementary students in Gugus Letda Kajeng Denpasar Utara which consisted of 359 students. Sample was taken by using random sampling technique. The data collected was the result of social learning, which is the cognitive value. Cognitive scores that collected was by using the result of test in regular multiple choice. The data was analyzed by using t-test. The result of study shows that there are significant differences in social learning output between students taught by using brain based learning model graphic media assisted with students taught by using conventional learning. Based on the t-test results obtained tvalue = 3,407, at a significance level of 5% ttable = 2,00 is obtained. Based on the testing criteria tvalue > ttable (3,407 > 2,000) so H0 denied and Ha be accepted. On the average the social learning outcomes of fifth grade students taught by using brain based learning model graphic media assisted is more than students taught by using conventional learning (75,142 > 65,5). It can be concluded that brain based learning model graphic media assisted significantly influences toward social learning outcomes on fifth grade of elementary students in Gugus Letda Kajeng Denpasar Utara.keyword : Brain Based Learning Model, social learning outcomes, graphic media, conventional learning
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Made Wisnu Puthra; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7650

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar IPA setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe word square. (2) mengetahui peningkatan hasil belajar setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe word square. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN 2 Tukadmungga yang berjumlah 16 siswa. Untuk pengumpulan data menggunakan lembaran observasi keaktifan belajar dan soal pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) terjadi peningkatan nilai rata-rata keaktifan belajar IPA siswa dari prasiklus sebesar 60,78 kategori kurang aktif menjadi 68,77 dengan kategori cukup aktif pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 80,24 dengan kategori aktif. (2) terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa dari prasiklus sebesar 54,37 dengan kategori sangat rendah, terjadi peningkatan pada siklus I sebesar 68,43 dengan kategori sedang dan dilanjutkan pada siklus II menjadi 82,5 dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe word square dikatakan berhasil karena penelitian ini sudah mencapai kriteria keberhasilan yang sudah ditentukan sebelumnya yaitu 80 dengan kategori baik. Kata Kunci : Word square, Keaktifan Belajar, Hasil Belajar, IPA The aims of this research (1) to determine the increase in activity of learning science after the implementation of cooperative learning model word square. (2) to increase learning outcomes after the implementation of cooperative learning model word square. This research is a classroom action research was conducted in two cycles consist of planning, action, evaluation and reflection. The subjects were students of class V SDN 2 Tukadmungga totaling 16 students. For data collection using observation sheet activity of learning and multiple choice questions. Data were analyzed using descriptive quantitative techniques. The results showed (1) an increase in the average value of the students' learning activeness IPA prasiklus of 60.78 into 68.77 is less active categories with category quite active in the first cycle and the second cycle increased to 80.24 with the active category. (2) an increase in the average value of student learning science outcomes pracycle at 54.37 with very low category, there was an increase in the first cycle of 68.43 with category and continued in the second cycle becomes 82.5 with the high category. Based on the results of research conducted with the implementation of cooperative learning model word square is successful because this research has reached the success criteria is predetermined that 80 good category. keyword : Word square, activeness Learning, Learning Outcomes, Science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING BERMUATAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV ., Ni Kadek Buri Arfini; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti Model Pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing Bermuatan Gerakan Literasi Sekolah dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan Model Pembelajaran Konvensional pada siswa kelas IV di Gugus V Kecamatan Kubutambahan Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di Gugus V Kecamatan Kubutambahan Tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 100 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri 3 Tamblang yang berjumlah 26 orang dan siswa kelas IV SD Negeri 5 Tamblang yang berjumlah 22 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t).Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 1,44 dan ttab (pada taraf signifikansi 5%) = 1,99. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan Model Pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing Bermuatan Gerakan Literasi Sekolah dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan Model Pembelajaran Konvensional. Dari rata-rata ( ) hitung, diketahui kelompok eksperimen adalah 22,45 dan kelompok kontrol adalah 15,62. Hal ini berarti bah wa eksperimen > kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan Model Pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing Bermuatan Gerakan Literasi Sekolah berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV di Gugus V Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : Snowball Throwing, Gerakan Literasi Sekolah, Hasil Belajar, IPA This study aims to determine the differences between the outcomes of learning Science among students who follow the Cooperative Learning Model of Snowball Throwing which contain of School Literacy Action and students who follow the Conventional Learning Model in fourth grade students in Cluster V Kubutambahan District Academic Year 2016 / 2017. This research is type of quasi experimental research. The population of this study is entire students of class IV in Cluster V Kubutambahan district Academic Year 2016/2017 which the number of the students is 100 students. The sample of this research is the fourth grade students of SD Negeri 3 Tamblang which the number is 26 students and fourth grader of SD Negeri 5 Tamblang which the number is 22 students. The data of students learning outcomes were collected with multiple choice test instruments. The data which collected were analyzed by using descriptive statistical analysis and inferential statistic (t-test). Based on the result of data analysis, obtained thit = 1.44 and ttab (at significance level 5%) = 1.99. It means that thit> ttab, thus it can be interpreted that there is significant differences in the outcomes of learning science between students who follow the lesson with cooperative learning model of Snowball Throwing which contain School Literacy Action and students who follow the Conventional Learning Model. From the average ( ) count, the experimental group is 22.45 and the control group is 15.62. It means that the experiment > control, thus it can be concluded that the implementation of the Cooperative Learning Model Snowball Throwing type which contain School Literacy Action affects the learning outcomes of science class IV in cluster V Kubutambahan District, Beleleng regency.keyword : Snowball Throwing, School Literacy Action, Learning outcomes, Science
Studi Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 Di SD Negeri 1 Baler Bale Agung Kecamatan Negara ., Ni Gusti Ayu Kade Sariastuti; ., Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5648

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Gugus I Nakula, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Studi Evaluasi ini menggunakan evaluasi model CIPP dengan variabel yang diteliti yaitu:context, input, process dan product. Responden dalam penelitian ini sebanyak 35 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mengubah skor masing-masing variabel menjadi T-Skor dan menentukan arah T-Skor. Untuk menentukan efektivitas implementasi Kurikulum 2013 digunakan kuadran Glickman sebagai acuan kategori. Hasil yang diperoreh berdasarkan Kuadran Glickman yakni: (1) Implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Gugus I Nakula, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana ditinjau dari segi context tergolong kategori efektif. (2) Implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Gugus I Nakula, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana ditinjau dari segi input tergolong kurang efektif. (3) Implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Gugus I Nakula, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana ditinjau dari segi process tergolongi efektif. (4) Implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Gugus I Nakula, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana ditinjau dari segi product tergolong efektif. Dengan demikian, formula konteks, masukan, proses, dan produk (CIPP) = (+ - + +). Jadi apabila dimasukkan ke dalam protoype kuadran Grickman efektivitas implementasi Kurikulum 2013 berada dalam kuadran II, yang berarti cukup efektif. Kata Kunci : CIPP, Kurikulum 2013, Studi Evaluasi Abstract This study aimed to determine the effectiveness of the implementation of Curriculum 2013 in SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Cluster I Nakula, Negara District, Jembrana regency. This evaluation studies using CIPP model evaluation, with variables studied were: context, input, process and product. Respondents in this study as many as 35 people. Data were collected through questionnaires, interviews, observation, and documentation. Analysis of the data used is descriptive qualitative change the score of each variable into T-scores and determine the direction of the T-Score. To determine the effectiveness of the implementation of Curriculum 2013 is used as the reference category quadrant Glickman. The results obtained by Quadrant Glickman namely: (1) Implementation of Curriculum 2013 in SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Cluster I Nakula, Negara District, Jembrana regency in terms of the context including effective category. (2) The implementation of Curriculum 2013 in SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Cluster I Nakula, Negara District, Jembrana regency in terms of inputs including category less effective. (3) The implementation of Curriculum 2013 in SD Negeri 1 Baler Bale Agung, Cluster I Nakula, Negara District, Jembrana regency in terms of process including effective category. (4) Implementation of Curriculum 2013 in SD Negeri 1 Baler Bale Agung, in terms of effective product category. Thus, the formula context, input, process, and product (CIPP) = (+ - + +). So when inserted into quadrants protoype Grickman effectiveness of implementation Curriculum 2013 in quadrant II, which means quite effective. keyword : CIPP, Curriculum 2013, Evaluation Study
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIRS SHAREBERBASIS SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD , I Wyn.Rinda Suardika, Ni Wyn. Paris Sutrisni, I Ngh. Suadnyana
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1372

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS Berbasis Sains Teknologi Masyarakat dengan Siswa yang dibelajarkan menggunakan Pembelajaran Konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 22 Dauh Puri.Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Negeri 22 Dauh Puri yang berjumlah 107 siswa. Sampel penelitiannya adalah siswa kelas VA dan VB yang berjumlah 72 siswa. Dalam penelitian ini sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Data mengenai hasil belajar IPA kelas eksperimen dan kontrol dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda biasa. Data yang sudah diperoleh kemudian dianalisis dengan uji prasyarat analisis data meliputi uji normalitas, dan uji homogenitas, selanjutnya uji hipotesis dianalisis dengan teknik statistik uji-t. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji-t dapat diketahui bahwa thitung = 2,58 > ttabel = 2,000. Dilihat dari rata-rata nilai pada kedua kelompok diketahui rata-rata nilai kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kontrol ( = 83,34 >= 73,94). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti  Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS Berbasis Sains Teknologi  Masyarakat dengan siswa yang mengikuti Model Pembelajaran Konvensional pada Siswa Kelas V SD Negeri 22 Dauh Puri.   Kata kunci: TPS, Sains Teknologi Masyarakat, hasil belajar
Pengaruh Model Pembelajaran Explicit Instruction Berbantuan Lingkungan Alam Sekitar Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV Di MIN Air Kuning Tahun Pelajaran 2015/2016 ., Rahmawati Utari; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Explicit Instruction berbantuan lingkungan alam sekitar dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di MIN Air Kuning Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan desain non-equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di MIN Air Kuning Tahun Pelajaran 2015/2016. Penentuan sampel dilakukan dengan cara sampling jenuh dengan teknik undian. Data dikumpulkan dengan instrumen tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasi belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Explicit Instruction berbantuan lingkungan alam sekitar dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 3,712 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) =1,684. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel. Dari rata-rata hitung, diketahui rata-rata kelompok eksperimen = 20,28 dan rata-rata kelompok kontrol = 16. Hal ini berarti penerapan model pembelajaran Explicit Instruction berbantuan lingkungan alam sekitar berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV di MIN Air Kuning tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : Explicit Instruction, Hasil Belajar, dan Lingkungan alam sekitar The aim of this study is to know the different of the students’ science achievement between the students’ group which was taught using explicit instruction model supported by surrounding natural environment and the students’ group which was taught using conventional model toward fourth grade students in MIN Air Kuning academic year 2015/2016. The study was conducted by using non-equivalent post-test only control group of quasi experimental design. The population was overall four grade students of MIN Air Kuning in which the sample was chosen randomly using saturation sampling. Multiple choices test was used as the instrument for collecting the data. The data collected was analyzed using statistic descriptive analysis and inferential statistic (t-test). The result of this study shows that t observed= 3.712 and t table= 1.684. It means that there was significant different between those two students’ groups because t observed > t table (in significant level of 5%). The Mean of experimental group = 20.28 and the Mean of control group = 16 which mean that the explicit instruction model supported by surrounding natural environment influenced positively toward students’ science achievement of fourth grade students in MIN Air Kuning academic year 2015/2016.keyword : Explicit Instruction model, Students’ achievement, Surrounding natural environment
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV DI GUGUS VIII KECAMATAN KUBUTAMBAHAN ., I Ketut Agus Budiastawa Putra; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA pada siswa kelas IV tahun pelajaran 2013/2014 antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Teams Games Tournament dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan desain post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Tahun Pelajaran 2013/2014 di Gugus VIII Kecamatan Kubutambahan, dengan jumlah siswa 105 orang. Sampel penelitian ini, yaitu siswa kelas IV SD Negeri 2 Pakisan yang berjumlah 27 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IV SD Negeri 5 Pakisan yang berjumlah 22 orang sebagai kelompok kontrol yang dipilih dengan tehnik random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode tes. Data tentang hasil belajar IPA siswa.dikumpulkan dengan menggunakan tes isian singkat. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Teams Games Tournament dan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung =53,46 >ttabel= 2,02;α = 0,05). Dari rata-rata hasil belajar IPA diketahui siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Teams Games Tournament lebih baik dari siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional ( mean1= 15,63; mean 2=9,91) Kata Kunci : Teams Games Tournament, hasil belajar IPA. This study aims to determine significant differences in science learning outcomes in grade IV of the school year 2013/2014 among students who studied with Teams Games Tournament models o flearning and students who learn using conventionallearning models. This studyis aquasi-experimental research design using only postest control group design. The study population was all fourth grade students in the academic year 2013/2014 in cluster VIII Kubutambahan Buleleng district, with anumber of 105 people. Sample ofthis study. The fourth grade students of SD Negeri 2 Pakisan the 27 people as the experimental group and the fourth grade students of SD Negeri 5 Pakisan evidence amounting to 22 people as a control group were selected by random sampling technique. Colleting data in this study were calculated using the test. Data on science learning out comes using short answer tests. Data were analyzed using-test statistical analysis. The results showed that there were diferences in learning outcomes between students who take science learning with the Teams Games Tournament model of learning and the learning of students who take using conventional learning model (thitung =53,46 >ttabel= 2,02;α = 0,05). From an average of known science learning outcomes of students who take lessons with a better model of Teams Games Tournament learning (15,63) of the student in learning using conventonal learning (9,91). keyword : Teams Games Tournament learning model, science learning outcomes.

Page 71 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue