cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA PADA SISWA KELAS V SD ., Ni Luh Gede Kartika Kusuma Dewi; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap pemahaman konsep IPA dengan mengontrol minat belajar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah non-equivalent post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri di Gugus XIII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2015/2016. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan uji Anakova 1 jalur 1 kovariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (F = 39,297, dengan Sig. = 0,000 < 0,05); (2) terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional setelah mengontrol minat belajar (F = 34,440, dengan Sig. = 0,000 < 0,05); dan (3) terdapat korelasi yang signifikan antara minat belajar dengan pemahaman Konsep IPA (Sig. = 0,000 < 0,05). Kata Kunci : pembelajaran Inkuiri Terbimbing, pemahaman konsep IPA, minat belajar This study was aimed to know the effect of guided inquiry learning model toward science concept understanding with controlling interest in learning. The research using non-equivalent post-test only control group design. The population of this research was all of the fifth grade student in elementary school belonging to the Group XIII of Buleleng district in academic years 2015/2016. The sample was taken out of two classes using simple random sampling. The collected data were analyzed by one way Ancova with one covariable. The results showed that (1) there are significant differences of science concept understanding between the group of student who studied with guided inquiry learning and the group of student who learned with conventional learning (F = 39,297, with Sig. = 0,000 < 0,05); (2) there are significant differences of science concept understanding between the group of student who studied with guided inquiry learning and the group of student who learned with conventional learning after controlling the interest in learning (F = 34,440, with Sig. = 0,000 < 0,05); and there are significant correlation between interest in learning with science concept understanding (Sig. = 0,000 < 0,05).keyword : guided inquiry learning, science concept understanding, interest in learning
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD di Gugus V Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar ., I Made Edi Andana; ., Drs. Gede Raga, M.Si; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis proyek dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester ganjil di SD Gugus V Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu dengan design non equivalent post test only control group design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 47 orang, yang berasal dari SDN 1 Pupuan Kecamatan Tegallalang sebagai kelompok eksperimen dan SDN 2 Pupuan Kecamatan Tegallalang sebagai kelompok kontrol. Data tentang hasil belajar IPA dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif pilihan ganda, yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, hal ini dilihat dari perbedaan rata-rata skor siswa antara kelompok eksperimen (23,77) dengan kelompok kontrol (21,16). Bedasarkan analisis data thitung > ttabel dengan db 45 dan t.s 5%, ini berarti Ha dalam penelitian ini diterima. Dengan demikian model pembelajaran Berbasis Proyek berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD di Gugus V Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014. Kata Kunci : Pembelajaran Berbasis Proyek, hasil belajar IPA This research aimed to knowing the differences of Natural Science learning result between the students that following learning with project based learning model and the students that following learning with used conventional learning model of fourth grade students in the first semester in Elementary School of five Cluster Tegallalang District, Gianyar Regency. This research include in quasi experimental with design non equivalent post test only control group design. The sample in this research amounted 47 people, that came from Elementary School 1 Pupuan, Tegallalang District as the experimental group and Elementary School 2 Pupuan, Tegallalang District as the control group. The data of Natural Science learning result were collected using a multiple choice objective test, and then analyzed using the t test. The results of research showed there are differences of learning result between the experimental group and control group, it is seen from the average difference students scores between experimental group (23,77) with control group (21,16). Based on data analysis tvalue > ttable with db 45 and t.s. 5%, this means Ha in this research is received. So, the project based learning model have influence to the Natural Science learning result of fourth grade students Elementary School in five Cluster Tegallalang District, Gianyar Regency, in the first semester academic year 2013/2014. keyword : Project Based Learning, science learning result.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN PENILAIAN PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MATEMATIKA TEMA CITA-CITAKU SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 SERANGAN ., Kadek Sulastra; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.4939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa melalui penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek pada siswa kelas IV SD Negeri 3 Serangan dan (2) meningkatkan hasil belajar keterampilan matematika melalui penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek pada siswa kelas IV SD Negeri 3 Serangan. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 3 Serangan tahun pelajaran 2014/2015, sebanyak 41 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) tes dan (2) observasi. Metode tes digunakan untuk memperoleh data kemampuan pemahaman konsep siswa. Tes yang digunakan adalah tes kemampuan pemahaman konsep yang berupa soal uraian. Metode observasi digunakan untuk memperoleh data hasil belajar keterampilan matematika dengan instrumennya yang berupa rubrik observasi hasil belajar keterampilan matematika. Data yang didapatkan dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa setelah penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek. persentase rerata kemampuan pemahaman konsep siswa pada siklus I sebesar 71,95% berada pada kriteria sedang, dan pada siklus II persentase rerata kemampuan pemahaman konsep siswa menjadi 80,36% berada pada kriteria tinggi. Begitu juga dengan hasil belajar keterampilan matematika siswa pada siklus I 76,24% berada pada kriteria sedang dengan ketuntasan klasikal 73,17%, dan pada siklus II persentase rerata hasil belajar keterampilan matematika menjadi 81,35% berada pada kriteria tinggi dengn ketuntasan klasikal 82,92%. Dengan demikian, penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan hasil belajar keterampilan matematika.Kata Kunci : pendekatan saintifik, penilaian proyek, pemahaman konsep, hasil belajar keterampilan matematika. This study aims to (1) improve student understanding of mathematical concepts through the application of scientific approach to the assessment of the project in the fourth grade students of SD Negeri 3 Serangan and (2) improve learning outcomes math skills through the application of scientific approach to the assessment of the project in the fourth grade students of SD Negeri 3 Serangan. This study includes classroom action research conducted in two cycles. The subjects were fourth grade students of SD Negeri 3 Serangan 2014/2015 school year, as many as 41 people. Collecting data in this study carried out by the method (1) test and (2) observation. The test method used to obtain data on the ability of understanding the concept of students. The test used was the test the ability of understanding about the concept in the form of a description. Observational methods used to obtain data on the results of learning math skills with the instrument in the form of observation rubric math skills learning outcomes. Data obtained from tests and observation methods were analyzed by quantitative descriptive analysis method. The results showed an increase in the ability of students' understanding of the concept after the application of a scientific approach to the assessment of the project. percentage of average ability students' understanding of the concept in the first cycle of 71.95% in the medium criteria, and the second cycle the average percentage of students into ability of understanding the concept of 80.36% in the high criteria. So also with the results of student learning math skills in the first cycle of 76.24% in the medium with classical completeness criteria 73.17%, and the second cycle the average percentage of learning outcomes be 81.35% math skills are at high criteria with less classical completeness 82.92%. Thus, the application of scientific approach to the assessment of the project can improve the understanding of concepts and mathematical skills learning outcomes.keyword : scientific approach, assessment of the project, understanding the concept, the result of learning math skills.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SD DI GUGUS III KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Septian Dwi Mahardika; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Dewi Arum Widhiyanti Metra Putri, S.Ps
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran STAD dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional di SD gugus III Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di gugus III Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 101 orang. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 dan 2 Padangbulia yang berjumlah 37 orang dan siswa kelas V SD Negeri 1 dan 2 Silangjana yang berjumlah 31 orang. Tehnik pengumpulan data menggunakan tes essay. Data dinalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar Matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran STAD dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model pebelajaran STAD, dengan perhitungan thitung = 2,55 > ttabel = 2,42 dengan signifikansi < 0,05. Rata-rata skor hasil belajar Matematika kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran STAD adalah 68,54 lebih tinggi dari pada kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional yaitu 31,06. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran STAD berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Matematika kelas V SD di Gugus III Kabupaten BulelengKata Kunci : STAD, Hasil belajar, Matematika This study aims to know the difference of math learning outcomes between groups of students who are taught with STAD model and group of students who are taught by conventional learning model In grade V of elementary school in Gugus III Buleleng Sub District year 2016/2017 lesson. This type of research is a quasi experiment. The population of this research consists of Grade V Elementary School in Gugus III of Buleleng regency, which is 101 students in academic 2016/2017. The sample of this research were tauht in 4 school which is class V SD Negeri 1 Padangbulia and SD N 2 Padangbulia amount to 35 students and class V SD Negeri 1 Silangjana and SD 2 Silangjana amount to 31 students. Data collection techniques use essay tests. Data were analyzed using t-test. The results showed that there were differences of Math learning outcomes between groups of students who were taught by using STAD model and group of students who were not learned by using STAD, with tcount = 2,55 > ttable = 2,42 with significance < 0,05. The average score of math learning outcomes of the group of students who were studied with STAD model was 68.54 higher than the group of students who were not studied with conventional learning model that is 31,06. This proves that the STAD model has significant effect on the learning outcomes of math Class V SD in Buleleng regencykeyword : STAD, Learning, Math
PENGARUH SIKLUS BELAJAR BERBASIS TRI PRAMANA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS V KECAMATAN SAWAN Pt. Nanci Riastini, Agung Adithya, A. A. Gede Agung,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.710

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) deskripsi keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pengajaran langsung, 2) deskripsi keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar berbasis Tri Pramana, 3) perbedaan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar berbasis Tri Pramana dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pengajaran langsung pada siswa kelas V Tahun Pelajaran 2012/2013 di SD gugus V Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD di Gugus V Kecamatan Sawan yang berjumlah 97 siswa. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD Negeri 2 Sangsit sebanyak 26 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas V SD Negeri 5 Sangsit sebanyak 27 siswa sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan dengan metode tes berbentuk pilihan ganda dan uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: 1) skor keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA pada kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pengajaran langsung cenderung rendah, 2) skor keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA pada kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model siklus belajar berbasis Tri Pramana cenderung tinggi, 3) terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar berbasis Tri Pramana dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pengajaran langsung.   Kata kunci: siklus belajar, berpikir kritis  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERBASIS PENILAIAN KINERJA TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS IVGUGUS IX ABIANSEMAL KECAMATAN ABIANSEMAL TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Agustino, I Kadek; Manuaba, I. B. Surya; Sujana, I Wayan
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i3.14427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri berbasis penilaian kinerja dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus IX Abiansemal Kecamatan Abiansemal Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas IV SD Gugus IX Abiansemal Kecamatan Abiansemal yang berjumlah 229 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini siswa kelas IV SD No. 3 Darmasaba berjumlah 41 siswa sebagai kelompok yang dibelajarkan dengan model inkuiri berbasis penilaian kinerja dan siswa kelas IV SD No. 1 Darmasaba berjumlah 33 siswa sebagai kelompok dengan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dengan jenis objektif bentuk pilihan ganda biasa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitung  = 7,381 > ttabel = 2,000 untuk signifikansi 5% dan dk = 72. Berdasarkan kriteria pengujian, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Adapun nilai rata-rata kompetensi pengetahuan IPA pada kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri berbasis penilaian kinerja 83,70, sedangkan pada kelompok yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional  70,93. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri berbasis penilaian kinerja terhadap kompetensi pengetahuan IPA pada siswa kelas IV SD Gugus IX Abiansemal Kecamatan Abiansemal Tahun Pelajaran 2016/2017.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA ., I Made Ariestika; ., Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd; ., Dr. Ketut Pudjawan,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5791

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar Matematika setelah penerapan model kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dengan berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) terstruktur pada siswa kelas V SD Negeri 1 Tajun Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dengan mencermati kegiatan proses pembelajaran, dan menemukan permasalahan yang terdapat. Baik dari perencanaan, proses dan hasil pembelajaran. Dari permasalahan tersebut, kemudian diberikan suatu tindakan sebagai upaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 Tajun, Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada tahun pelajaran 2014/2015. Subjek dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa Kelas V SD Negeri 1 Tajun, Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 27 orang, terdiri dari laki 8 orang dan perempuan 19 orang.Objek dalam penelitian ini adalah lembar Kerja Siswa(LKS) terstruktur, hasil belajar. Dalam penelitian tindakan kelas ini, digunakan model Kurt Lewin (1935), yang terdiri dari empat langkah, yaitu: (1) Perencanaan, (2) Aksi / Tindakan, (3) Observasi, dan (4) Refleksi. Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil-hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) terstruktur dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas V SD Negeri 1 Tajun. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata kelas, daya serap, dan ketuntasan belajar klasikal. Sebelum tindakan, rata-rata ketuntasan hasil belajar belum memenuhi kreteria yang telah ditetapkan. Pada skor awal, rata-rata hasil belajar siswa mencapai 61 pada siklus I mencapai 69 berarti mengalami peningkatan sebesar 8 poin pada siklus I, dan rata-rata hasil belajar siswa mencapai 76 pada siklus II berarti terjadi peningkatan sebesar 7 poin dari siklus I ke siklus II. Ketuntasan belajar siswa terhadap materi pelajaran pada skor awal mencapai 52%, pada siklus I mencapai 85% terjadi peningkatan sebesar 33% pada siklus I, dan ketuntasan belajar siswa terhadap materi pelajaran pada siklus II mencapai 100% sehingga terjadi peningkatan sebesar 15% dari siklus I ke siklus II.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization, lks terstruktur, hasil belajar. The purpose of this study was to determine the learning outcomes Mathematics increase after the implementation of cooperative models of Team Assisted Individualization (TAI) with aided Student Worksheet (LKS) is structured in Class V SD Negeri 1 Tajun Buleleng academic year 2014/2015. This research is a classroom action research (PTK). This research was conducted by examining the activities of learning process, and find that there are problems. Neither of planning, process and learning outcomes. Of these problems, then given an action as an effort to improve and enhance the quality of learning. This study was conducted in SD Negeri 1 Tajun, District Kubutambahan Buleleng. Implementation of the research conducted in the academic year 2014/2015. Subjects in this Class Action Research is a Class V student of SD Negeri 1 Tajun, Academic Year 2014/2015, amounting to 27 people, consisting of 8 men and 19 women in this study were orang.Objek Student Work sheet (LKS) structured, learning outcomes, In this classroom action research, used a model of Kurt Lewin (1935), which consists of four steps: (1) planning, (2) Action / Action, (3) observation, and (4) Reflection. Based on the data analysis and discussion of the results of the research, it can be concluded as follows. The use of cooperative learning methods Team Assisted Individualization (TAI) aided Student Worksheet (LKS) is structured to improve learning outcomes Mathematics fifth grade students of SD Negeri 1 Tajun. It can be seen from the average grade, absorption, and completeness of classical study. Before the action, the average mastery learning outcomes not meet the criteria that have been set. At the initial score, the average student learning outcomes reached 61 in the first cycle reaches 69 had increased by 8 points in the first cycle, and the average student learning outcomes at 76 in the second cycle means an increase of 7 points from the first cycle to cycle II. Mastery learning students to the subject matter at the beginning of the score reached 52%, in the first cycle reaches 85% an increase of 33% in the first cycle, and the students' mastery of subject matter in the second cycle reaches 100%, so an increase of 15% from the first cycle to the second cycle.keyword : cooperative learning model team assisted individualization, lks structured, learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV DI SDN 1 DAN 2 RENDANG I Gd. Meter, Olyn Suyanti D., D.B.Kt. Ngr. Semara P.,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1461

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Rendang di Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2012/2013 terdiri atas 67 orang. Setelah dilakukan uji kesetaraan sampel sebanyak 58 siswa dipilih sebagai sampel. Dengan teknik random sampling diperoleh SD Negeri 1 Rendang sebagai kelas kontrol dan SD Negeri 2 Rendang sebagai kelas eksperimen. Data hasil belajar IPS dikumpulkan melalui tes objektif yang terdiri dari 20 butir soal, dan dianalisis dengan  menggunakan  statistik  deskriptif  dan  statistik  inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan  antara siswa yang mengikuti model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw dengan hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional, dengan thitung sebesar 4,78 sedangkan ttabel sebesar 2,00. Berdasarkan analisis dapat di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw terhadap hasil belajar IPS di SD Negeri 2 Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Kata-kata kunci: model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw, dan hasil belajar IPS  Abstract This study aimed to know the difference of IPS learning result between students following cooperative learning model of jigsaw type and student following conventional model. This study was quasi experiment research by post-test only control group design. The population of this study were all of class IV students of SD Negeri 1 and SD Negeri 2 Rendang at Rendang sub district, Karangasem regency academic year 2012/2013, consisted of 67 person. After being done the sample equivalence test, and then 58 students were selected to be sample. By using sampling random technique, it was found that SD Negeri 1 Rendang as the control class and SD Negeri 2 Rendang as the experimental class. IPS learning result data was obtained by objective test consisted of 20 items, and then was analyzed by using  descriptive and inferential statistic. The result of this study show that there is significance difference of learning result between students following cooperative learning model of jigsaw type and student following conventional model, by tobs = 4,78, while ttab = 2,00. Based on the result of analysis above can be concluded that there is effect learning cooperative model of jigsaw type to the IPS learning result of SD Negeri 2 Rendang at Rendang district, Karangasem regency. Keywords: learning model type jigsaw cooperative learning, and IPS learning result
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TSTS UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT RENDAH IPA KELAS V ., Ni Kadek Wangi; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan kemampuan berpikir tingkat rendah pada pembelajaran IPA siswa kelas V SDN 1 Keliki. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap Siklus terdiri dari rencana tindakan, pelaksanaan tindakan observasi/evaluasi, dan refleksi. Data dianalisis untuk menentukan mean dan persentase mean. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan kemampuan berpikir tingkat rendah dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I pertemuan I, keaktifan siswa sebesar 57,50% dan pada pertemuan II sebesar 68,16% pada katagori sedang. Kemudian pada siklus II pertemuan I, keaktifan siswa sebesar 73,41% dan pertemuan II sebesar 84,83% pada katagori baik. Berikutnya, hasil analisis data kemampuan berpikir tingkat rendah siswa pada siklus I sebesar 66,30% pada katagori sedang dan pada siklus II mencapai 85,00% pada katagori baik. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa keaktifan dan kemampuan berpikir tingkat rendah siswa kelas V SDN 1 Keliki, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2015/2016 meningkat melalui penerapan model pembelajaran two stay two stray.Kata Kunci : Two Stay Two Stray, Keaktifan, Kemampuan Berpikir Tingkat Rendah. The aims of the study were to enhance the liveliness and lower order thinking skills in the learning sciences of students grade V SDN 1 Keliki. This study is classroom action research that implemented in two cycles. Each cycle consist of action plan, implementation of observation/evaluation, and reflection. The data were analyzed to determine the mean and the percentage of mean. The analysis results of the data indicates enhancement of liveliness and lower order thinking skills from the first (I) to second (II) cycles. In the first cycle, the liveliness of the students was 57.50% in the first meeting (I) and 68.16% in the second meeting (II) on medium category. From the second cycle, the liveliness of the students was 73.41% in the first meeting and 84.83% in the second meeting on high category. The analysis results of the lower order thinking skills data of students in the first cycle was 66.30% on medium category and in the second cycle was 85.00% on high category. Based on the study results, it can be concluded that the liveliness and the lower order thinking skills of the students grade V SDN 1 Keliki, Tegallalang District, Gianyar Regency on the lesson year of 2015/2016 were increased through the implementation of two stay two stray learning model.keyword : two stay two stray, liveliness, lower order thinking skill.
PENGARUH PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK BERBANTUAN ORIGAMI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD DI DESA LES KECAMATAN TEJAKULA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Nyoman Tri Anarta Putra; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui deskripsi hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan pendidikan matematika realistik berbantuan origami terhadap siswa kelas V SD di Desa Les. (2) Mengetahui deskripsi hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional terhadap siswa kelas V SD di Desa Les. (3) Mengetahui perbedaan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan pendidikan matematika realistik berbantuan origami dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvesional pada mata pelajaran Matematika kelas V SD di Desa Les. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Desa Les. Dari 5 kelas yang ada diambil 2 kelas secara acak melalui teknik group random sampling dan diperoleh kelas V SD N 1 Les dan kelas V SD N 2 Les. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) Hasil belajar matematika siswa kelas V SD di Desa Les yang dibelajarkan dengan pendekatan pendidikan matematika realistik berbantuan origami berada pada katagori tinggi dengan rata-rata skor 17,24. (2) Hasil belajar matematika siswa kelas V SD di Desa Les yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional berada pada katagori rendah dengan rata-rata skor 14,47. (3) Terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan pendidikan matematika realistik berbantuan origami dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvesional pada mata pelajaran matematika kelas V SD di Desa Les. (thitung>ttabel = 3,049>1,684). Hal ini berarti pendekatan pendidikan matematika realistik berbantuan origami berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V di desa Les.Kata Kunci : pendidikan matematika realistik, origami, hasil belajar This research’s goal of: 1) finding out the result description of the students learning in mathematic through the realistic mathematic education aided origami approach to the 5th grade student in Les village. 2) To find out the result description of students learning in mathematic through the conventional learning to the 5th grade students in Les village. 3) To find out the defference of students result in learning mathematic by using the realistic mathematic education aided origami approuch and conventional learning for the 5th grade student in Les village. This research is a quasi experimental reseach. The population of reseach is all of the 5th grade students of an elementary school in Les village. From the 5 classess, the writer only used 2 classess randomly by using group random sampling and the writer got the 5th grade students of SD N 1 Les and 5th grade student of SD N 2 Les the result of the learning process were collected by using objectif tests. The data gotten from the reseach was analyzed by using static analysis of descriptive technigne and static inferential, t-test. The result of this reseach are: 1) The result 5th grade of students learning in mathematic in Les village who used the ralistic mathematic education aided origami approuch in the high category with the mean score of 17,24. 2) The result of the 5th grade students learning in mathematic who used the conventional learning in the low category with the mean score of 14,47. 3) thre is a difference of the students result in learning mathematic by using the realistic mathematic education aided origami approuch the conventional learning.( tcount > ttable =3,049 >1,689). Based on this approach aided origami realistic mathematics education has a positive effect on learning outcomes of students in grade 5 mathematicskeyword : realistic mathematic education, origami, the result of learning

Page 84 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue