cover
Contact Name
faris
Contact Email
faris@yudharta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
faris@yudharta.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL HERITAGE
ISSN : 20880626     EISSN : 24427365     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Heritage merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan oleh FISIP Universitas Yudharta Pasuruan. Dan terdiri dari kumpulan penelitian-penelitian ilmu-ilmu sosial dalam perspektif ilmu komunikasi. Naskah yang diterima hanya naskah asli dan belum di publikasikan di media cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 266 Documents
PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PADA PERUSAHAAN FOOD & BEVERAGE YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2009-2013 S.Sos.,M.AB, Nuraeni; Rakhmawati,S.Sos., Antin
HERITAGE Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v4i1.808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Karakteristik  Perusahaan yang diproksikan dengan pertumbuhan perusahaan, leverage, profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap Corporate Social Responbility yang diukur dengan item 79 CSR pada Perusahaan Food And Beverage yang listing di BEI periode 2010-2013.Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling dan sampel yang digunakan adalah 9 Perusahaan Food And Beverage yang listing di BEI periode 2009 - 2013 yang sudah dipublikasikan laporan keungannya periode 2009-2013. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik dan regresi linier berganda.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variable Growth dan Size berpengaruh positif signifikan terhadap Corporate Social Responbility Sedangkan variabel profitabilitas dan Leverage berpengaruh negative tidak signifikan terhadap Corporate Social Responbility.
PENERAPAN MODEL TAM TERHADAP PENGGUNAAN APLIKASI SISTEM INFORMASI AKADEMIK (SIAKAD) Fazizah,S.Sos.,M.AB., Amma
HERITAGE Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v4i1.809

Abstract

Perguruan Tinggi sebagai organisasi pendidikan, tentu sudah mengadopsi penggunaan sisteminformasi dalam aktivitasnya, yaitu sistem informasi akademik (siakad). Semua itu tidak terlepas daribentuk peningkatan pelayanan dan kualitas sumber daya manusa di dalamnya. Semakin berkembangperguruan tinggi tersebut maka semakin besar tantangan yang akan dihadapi diantaranyabertambahnya jumlah mahasiswa.Universitas Yudharta telah memiliki sistem informasi akademik (siakad) sejak tahun 2014.Siakad Universitas Yudharta Pasuruan berbasis online telah disosialisasikan lembaga kepadapengguna yaitu mahasiswa, dosen dan pegawai. Diharapkan dengan adanya aplikasi Siakad ini bisamembantu kegiatan civitas akademik (pengguna) bagi Universitas Yudharta Pasuruan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel apa sajakah yang mempengaruhi penerimaanpengguna terhadap penggunaan aplikasi Siakad di lingkungan Universitas Yudharta Pasuruan. Modelyang digunakan adalah Technology Acceptance Model (TAM). Variabel TAM tersebut terdiri dari 4variabel diantaranya (perceived ease of use/persepsi kemudahan), (perceived usefulness/persepsipengguna terhadap manfaat), (attitude toward using/sikap pengguna terhadap penggunaan) dan (actualusage/penggunaan nyata).Alat analisis dalam penelitian ini adalah Structural Equation Model (SEM) yang bertujuan untukmenganalisis hubungan antara variabel dengan menggunakan program AMOS 7.0. Adapun sampelpenelitian sebanyak 115 kuesioner. Hasil penilaian dan pengujian diperoleh kesimpulan bahwa tingkatpenerimaan pengguna aplikasi Siakad disimpulkan setuju/baik.Pada teori sistem keprilakuan Model Tam ini ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkatpersepsi pengguna Siakad (mahasiswa) terhadap PEOU dan PU, adapun ATU tidak berpengaruh padatingkat penerimaan pengguna SIAKAD (mahasiswa). sedangkan untuk variabel AU ada yang tidakberpengaruh pada penerimaan pengguna Siakad (mahasiswa) adalah error. Dikarenakan penggunaSiakad merasa masih kesulitan untuk mencari informasi dalam web tersebut.
PRISMATIC POLICY MENUJU EQUILIBRIUM POLITIK: ANALISIS EKONOMI POLITIK KEBIJAKAN SISTEM PEMILU DI INDONESIA Muzakki, MSi, Dr. Moh.
HERITAGE Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v4i1.810

Abstract

Sejak pemilu pertama pada tahun 1955 sampai pemilu terakhir tahun 2014, Indonesiatelah melakukan 11 kali pemilu dengan dua kali eksperimen politik yang berbeda melaluikebijakan yang bersifat uji coba (Trial and error). Hasilnya tercatat delapan kali pemilu diIndonesia menggunakan sistem proporsional tertutup kemudian mengalami krisis ekonomi danpolitik yang berujung pada reformasi tahun 1998. Disusul kemudian, sejak tahun 2004 sudah tigakali pemilu Indonesia menggunakan sistem proporsional terbuka. Hasilnya belum jugamemuaskan semua pihak karena praktik politik uang (Money Politics) semakin tidak terkendali.Kini menjelang pemilu tahun 2019, muncul wacana dari pemerintah untuk mengkombinasikankedua sistem pemilu tersebut menjadi sistem proporsional campuran dengan menggabungkanpendekatan atas dan bawah (Top down and Bottom up) sekaligus. Dari sisi kebijakan publik,sistem proporsional campuran ini menyerupai model kebijakan inkremental sebagaimanaumumnya berlaku di negara-negara berkembang. Sedangkan dari sisi analisis ekonomi politikkebijakan, pemilu dengan sistem proporsional campuran yang menjadi usulan pemerintah lebihmenyerupai model kebijakan prismatik (Prismatic policy) dimana perilaku politik masyarakatbersifat memusat (Sentralistik) sedangkan perilaku ekonominya menyebar (Desentralistik). Jikakebijakan ini tidak tuntas dalam perumusannya, maka bukan mustahil implementasi dari sistemproporsional campuran ini hanya akan menambah deret ukur ketidakpercayaan masyarakatdalam sejarah pemilu kita. Poin terpenting dari sistem proporsional campuran ini, sebenarnyabukan pada penggabungan teknis dan prosedur dalam sistem pemilu, akan tetapi jauh lebihpenting adalah bagaimana pemerintah dapat menjamin substansi demokrasi yang lebih luber danjurdil melalui kebijakan prismatik untuk mencapai titik keseimbangan (Equilibrium) politik bagisemua kelompok kepentingan (Stakeholders) yang ada.
TEKNIK KEPUTUSAN DALAM PEMILIHAN BAHAN BAKU BENANG DI PT. HP SPINTEX SENGONAGUNG PURWOSARI PASURUAN ASY’ARI, ST., MT, SUBCHAN
HERITAGE Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v4i2.811

Abstract

Manusia adalah makhluk pengambil keputusan yang Hampir dalam setiap aspek kehidupannya, manusia dari waktu ke waktu harus mengambil keputusan tentang bagaimana ia memanfaatkan berbagai sumberdaya yang tersedia di sekelilingnya. PT. HP SPINTEX adalah sebuah perusahaan yang memproduksi Benang Single. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Delphi dengan cara memberi daftar pertanyaan tertutup kepada obyek penelitian (responden) yang selanjutnya responden diminta untuk mengisi daftar pertanyaan tertutup tersebut. Daftar pertanyaan ini disusun berdasarkan acuan indikator–indikator yang telah ditetapkan. Dalam metode ini, panel digunakan dalam pergerakan komunikasi melalui beberapa kuisioner yang tertuang dalam tulisan. Hasil dalam pelaksanaan jajak pendapat Tahap I dalam pemilihan bahan baku polyster di PT. HP SPINTEX  Sengonagung Purwosari Pasuruan adalah Bahan baku polyster yang cocok untuk PT.HP SPINTEX adalah Polyster Tifico. (SD. 1.28 x 44 R) dengan tingkat kelancaran dan tingkat kesalahannya (waste) sangat kecil yakni dibawah 2%.
KEPUASAN KERJA KARYAWAN PASCA MUTASI JABATAN DI KOPERASI BMT-MMU SIDOGIRI PASURUAN KANTOR CABANG PURWOSARI S.Sos.,M.AB., M. Sulhan.
HERITAGE Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v4i2.812

Abstract

Perusahaan akan selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas kerja karyawan. Diantaranya dengan cara memindahkan karyawan dari satu pekerjaan pada pekerjaan lain atau disebut juga mutasi jabatan. Dengan adanya mutasi jabatan diharapkan karyawan semakin produktif dengan pengalaman dan tantangan baru dari pekerjaan mereka.   Untuk itu dalam pelaksanaan program mutasi, selain penyesuaian pekerjaan dengan kemampuan karyawan sesuai dengan hasil analisis jabatan, perusahaan juga harus memperhatikan kepuasan kerja karyawan pasca dimutasi. Tidak menutup kemungkinan karyawan merasa tidak puas dengan pekerjaan barunya pasca dimutasi, karena pekerjaan baru tidak sesuai dengan harapan karyawan misalnya atau karena karyawan sudah merasa nyaman dengan pekerjaan lamanya. Sehingga setelah dimutasi, produktifitas karyawan bukan semakin meningkat dengan pengalaman dan pengetahuan baru sesuai harapan manajemen, tetapi semakin menurunkan semangat kerja dan produktifitas mereka.Kepuasan kerja karyawan berperan penting dalam kemampuan perusahaan untuk menarik dan memelihara karyawan yang berkualitas. Kepuasan juga dapat berfungsi untuk meningkatkan semangat kerja karyawan, menurunkan tingkat absensi, meningkatkan produktifitas, meningkatkan loyalitas karyawan dan mempertahankan karyawan untuk tetap bekerja di perusahaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepuasan kerja karyawan pasca dimutasi jabatan pada Koperasi BMT-MMU Sidogiri Jawa Timur di kantor cabang Purwosari. Unit analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kepuasan fisik dan kepuasan sosial. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah metode perbandingan tetap (Constant Comparative Methode) melalui reduksi data, kategorisasi dan penyusunan hipotesis kerja.  Obyek penelitian dalam penelitian ini adalah karyawan Koperasi BMT-MMU Sidogiri Jawa Timur di kantor cabang Purwosari. Penetapan obyek penelitian menggunakan teknik sampel purposif dan sampel heterogen.Hasil penelitian menyebutkan bahwa karyawan Koperasi BMT-MMU Sidogiri Jawa Timur di kantor cabang Purwosari sebagian besar merasa puas pasca dimutasi jabatan. Kepuasan tersebut timbul karena jenis pekerjaan sesuai dengan kepribadian karyawan. Karyawan yang merasa puas pasca mutasi jabatan adalah karyawan yang karakternya suka akan tantangan. Berikutnya hasil penelitian menyebutkan bahwa juga terdapat karyawan yang merasa tidak puas pasca mutasi jabatan.  Ketidakpuasan itu timbul dari ketidaksesuaian jenis pekerjaan dengan kepribadian karyawan. Karyawan yang tidak puas adalah karyawan yang tidak suka akan tantangan dan tergolong karyawan pasif.  sehingga ketika dimutasi jabatan pelaksanaan pekerjaan baru tidak maksimal karena masih dibutuhkan penyesuaian terhadap pekerjaan.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA KELAS XI JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA DI SMKN 4 DAN SMK AHMAD YANI PROBOLINGGO Rayanto, Yudi Hari
HERITAGE Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v4i2.814

Abstract

Tujuan dari penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan: 1) perbedaan antara siswa yang mendapatkan komputer dan yang tidak terhadap hasil belajar siswa 2) perbedaan antara siswa yang mempunyai motivasi tinggi dan rendah terhadap hasil belajar siswa.3) interaksi antara siswa yang menggunakan komputer dan yang tidak serta motivasi tinggi dan rendah terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain  faktorial 2X2. Faktor pertama adalah siswa yang menggunakan komputer dan yang tidak. Faktor yang kedua adalah siswa yang memiliki motivasi tinggi dan rendah. Populasi dari penelitian ini adalah siswa SMKN 4 dengan jumlah siswa 70 dan SMK Ahmad Yani Probolinggo dengan jumlah siswa 72. Masing-masing populasi tersebut dibagi menjadi 25 sebagai kelompok eksperimen dan 25 sebagai kelompok kontrol. Teknik yang digunakan dalam hal ini adalah teknik random sampling. Data untuk variabel motivasi diambil dari questionarrie dan data untuk variable hasil belajar diperoleh dari test. Berdasarkan hasil dari penelitian dan pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa 1) ada perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa pada siswa yang menggunakan komputer dan yang tidak pada hasil belajar. 2) ada perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa yang mempunyai motivasi tinggi dan rendah. 3) ada interaksi antara siswa yang menggunakan komputer dan yang tidak serta siswa yang mempunyai motivasi tinggi dan rendah pada hasil belajar siswa.
FORMALISME KOMUNIKASI DALAM KEBIJAKAN PEMBANGUNAN Muzakki, MSi, Dr. Moh.
HERITAGE Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v4i2.816

Abstract

Sejak era reformasi Indonesia sebagai salah satu negara berkembang meniru model komunikasi dalam perencanaan pembangunan seperti di negara maju Amerika dan negara-negara di Eropa. Model komunikasi secara terbuka dalam merencanakan sebuah pembangunan itu dikenal bernama Musrenbang sesuai Kepmendagri Nomor: 050-187/Kep/Bangda/2007 dan PP Nomor: 8 tahun 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sudah ada Musrenbang yang bersifat populis dalam merencanakan pembangunan, namun pada kenyataannya pembangunan di Kabupaten Pasuruan masih bersifat elitis karena didominasi oleh elit lokal baik secara ekonomi maupun secara politik. Dengan demikian Musrenbang bersifat formalistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengambil data secara random di lima kecamatan dari 24 kecamatan yang ada. Secara teoritis terdapat dua model komunikasi dalam perencanaan pembangunan yaitu komunikasi model elit dan komunikasi model massa. Pada kenyataannya terdapat inkonsistensi antara perencanaan dengan pelaksanaannya, terbukti tidak semua program usulan dari masyarakat dapat dilaksanakan oleh pemerintah karena terbatasnya anggaran yang dimiliki oleh negara. Meski demikian model komunikasi secara terbuka dalam merencanakan pembangunan melalui Musrenbang masih diperlukan asalkan pemerintah bersikap konsisten untuk melaksanakan program usulan partisipatif dari masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengembangkan jaringan sosial melalui program-program pembangunan. Sebaliknya jika pemerintah tidak konsisten, maka masyarakat akan mengalami disonansi dan akan keluar dari kondisi ketidaknyamanan itu.
Peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sebagai Sumber Informasi Potensi Lokal Dan Kearifan Budaya Kabupaten Pasuruan S.Sos.,M.Med.Kom, Faris; Muyasaroh,S.Sos.,M.I.Kom, Siti
HERITAGE Vol 3 No 1 (2015): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v3i1.817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi Kelompok InformasiMasyarakat (KIM) Kabupaten Pasuruan dalam mengembangkan potensi lokal danbudaya kearifan melalui penguasaan pengetahuan tentang teknologi Informasi danKomunikasi diantara komunitas di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.KIM sebagai agen informasi, berperan aktif mendistribusikan informasi yang perludiketahui oleh masyarakat, sehingga masyarakat dapat melakukan langkah antisipatif yangbermanfataan untuk menopang aktivitas mereka, hal ini sejalan dengan perkembangan jumlahpengguna internet yang terus meningkat seperti yang dirilis oleh Asosiasi Pengelola Jasa InternetIndonesia, bahwa di perkirakan sampai tahun 2015 jumlah pemakai internet di Indonesi sebanyak139 juta pelangganStudi kualitatif ini menggunakan teknik wawancara mendalam dengan pemuka masyarakatsetempat, ketua KIM, termasuk diantaranya beberapa pejabat setempat dan kaum cendekiawanuntuk memperoleh data. Hasil penelitian antara lain menunjukkan bahwa kelompok informasisemacam itu mempunyai potensi yang sangat penting terhadap masyarakat sekitarnya.Masyarakat yang masih rendah pendidikannya biasa memanfaatkan kelompok ini sebagaisumber informasi. Oleh karenanya pemerintah dapat memanfaatkan kelompok ini untuk mengatasimasalah buta teknologi Informasi dan Komunikasi.
Kewenangan Ombusdman RI Dalam Menangani Tindakan Maladministrasi Oleh Penyelenggara Pemerintahan. Huda,SH.,M.Hum, Dr.Khoirul
HERITAGE Vol 3 No 1 (2015): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v3i1.818

Abstract

Keberadaan Ombudsman di berbagai negara modern terutama negara-negara Welfare State (Negara Kesejahteraan) merupakan suatu tonggak yang menjadi tumpuan harapan masyarakat atau warga negara untuk mempertahankan hak-haknya yang dirugikan oleh perbuatan pejabat administrasi karena keputusan yang dikeluarkannya. Ombudsman diperlukan untuk menghadapi penyalahgunaan kewenangan oleh penyelenggara pemerintahan dan sekaligus membantu aparatur negara melaksanakan penyelenggaraan negara secara efisien dan adil. Ombudsman akan mendorong pemegang kekuasaan negara melaksanakan pertanggungjawaban secara baik. Implementasi Undang-Undang tentang Ombudsman Republik Indonesia merupakan salah satu terobosan yang cukup revolusioner dan inovatif dalam sistem hukum di Indonesia. Penyelenggara pemerintah yang melakukan tindakan maladministrasi dan direkomendasikan oleh Ombudsman RI maka wajib melaksanakan rekomendasi tersebut. Ombudsman bukan sekadar lembaga pemberi pengaruh dalam pelayanan publik (Magistrature of influence), akan tetapi juga sebagai lembaga pemberi sanksi (Magistrature of sanction). Sebagaimana dalam konsideran Undang-Undang No 37 tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia yang menyatakan bahwa pelayanan kepada masyarakat dan penegakan hukum yang dilakukan dalam rangka penyelenggaraan negara dan pemerintahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya untuk menciptakan pemerintahan yang baik, bersih, dan efisien guna meningkatkan kesejahteraan serta menciptakan keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh warga negara sebagaimana dimaksud dalam UUD NRI Tahun 1945.
STRATEGI INDONESIA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBAL DIBIDANG EKONOMI Nurhayati,M.Pd, Dr. Dies
HERITAGE Vol 3 No 1 (2015): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v3i1.819

Abstract

Globalisasi dibidang ekonomi telah mendorong munculnya perdagangan bebas lintasnegara Perdagangan bebas adalah suatu situasi di mana arus lalu lintas barang, jasa, danmanusia dari dan ke suatu negara di dunia ini tidak mengalami hambatan yang berarti.Keadaan seperti itu, akan menimbulkan peluang dan ancaman bagi bangsa Indonesia.Peluang itu berupa makin mudahnya barang dan jasa produksi Indonesia untukmemasuki pasaran luar negeri. Hambatan non tarif (kuota, dan sebagainya) bagi produkIndonesia ke negara lain akan semakin hilang atau tidak berarti lagi. Demikian pulahalnya dengan tenaga kerja Indonesia, mereka akan dapat bekerja dengan mudah dinegeri asing tanpa hambatan peraturan imigrasi yang berarti. Namun di sisi lain, keadaanitu juga dapat menimbulkan ancaman bagi Indonesia: barang, jasa, dan tenaga kerja asingboleh masuk ke Indonesia dengan tanpa hambatan yang berarti. Akan terjadi persaingankualitas barang, jasa, dan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri guna merebut pasardalam negeri. Oleh karena itu perlu dilakukan penyusunan strategi guna menghadapitantangan globalisasi. Sehingga Indonesia mampu memperkuat posisinya untukmengambil peluang dalam persaingan ekonomi secara global. Tulisan ini akan menguraibeberapa strategi yang bisa dilakukan Indonesia untuk menghadapi tantangan globaldibidang ekonomi.