cover
Contact Name
attafkir
Contact Email
attafkir@iainlangsa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
zulfahmi.aron@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Langsa
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
At-Tafkir
ISSN : 19799357     EISSN : 26205858     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Journal At-tafkir uses Open Journal Systems 3.1.2.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 338 Documents
ISLAMISASI DI KUPULAUAN MELAYU NUSANTARA Mul ya di
At-Tafkir Vol 12 No 1 (2019): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v12i1.1001

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini menguak tentang pandangan Syed Muhammad Naquib Al-Attas terhadap bagaimana Islamisasi di Kepulauan Melayu Nusantara. Dalam ini Al-Attas melakukan studi kritis terhadap sarjana Barat yang cenderung mempersempit peranan Islam, dan sebaliknya menonjolkan signifikansi Hinduisme dan Buddhisme dalam sejarah dan kebudayaan Islam di Melayu Nusantara. Para sarjana Barat tersebut lebih mengunggulkan Hindu-Buddha sebagai agama yang sangat berpengaruh di dunia Melayu Nusantara dibandingkan pengaruh Islam. Argumentasi para sarjana tersebut terkesan sangat melemahkan peranan Islam sebagai agama terbesar yang dianut oleh masyarakat Nusantara selama berabad-abad. Beberapa sarjana Barat yang akan diklarifikasi pandanganya oleh al-Attas adalah Van Leur, Schrike, Snouck Hurgronje, dan Winstedt. Perlu ditegaskan di sini bahwa Islamisasi merupakan sebuah teori yang digagas oleh al-Attas untuk mempertegas pengaruh Islam di Kepulauan Melayu Nusantara melalui konsep metafisika sufisme. Kata Kunci: Islamisasi, Melayu Nusantara, Hindu, Buddha, Syed Muhammad Naquib Al-Attas. ABSTACT This paper discusses the outlook Syed Muhammad Naquib Al-Attas of the Islamization of the Malay Archipelago. Al-Attas argue that most Western scholars tend to narrow the role of Islam, and instead highlight the significance of Hinduism and Buddhism in the history and culture of the Malays. Western scholars are more favor Hindu-Buddhism as a religion is very influential in the world than the Malay Archipelago Islamic influence. This view was impressed greatly weaken the role of Islam as a religion that is embraced by the community's largest archipelago for centuries. Some Western scholars that the consideration to be clarified by al-Attas was Van Leur, Schrike, Snouck, and Winstedt. It should be emphasized here that Islamization is a theory that was initiated by al-Attas to reinforce the influence of Islam with metafisic of slamic sufism in Malay Archipelago. Kay Word: Islamization, Malay Archipelago, Hinduism, Buddhism, Syed Muhammad Naquib Al-Attas.
EKSISTENSI AMIL ZAKAT DI KECAMATAN MEDAN AMPLAS SUMATERA UTARA Pangeran Harahap
At-Tafkir Vol 12 No 1 (2019): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v12i1.1044

Abstract

Zakat dalam konsep ajaran Islam, selain sebagai suatu kewajiban bagi umat Islam yang kaya, juga merupakan sebagai salah satu bagian dari aturan jaminan sosial dalam Islam. Dalam rangka mewujudkan konsep tersebut, ajaran Islam menetapkan satu perangkat pengelola yang harus bertindak secara profesional yang diberi nama dengan Amil Zakat. Di Mesjid Ikhlashiyah telah terbentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang telah terkategori profesional sebab legalitasnya dari pejabat yang berwenang. Pada saat penelitian ini dilakukan tahun 2016 Jumlah muzakki yang menjadi penyedia modal bagi kegiatan pengentasan kemiskinan dalam istilah penelitian ini adalah berjumlah sebanyak 398 KK dengan jumlah personalnya sebanyak 1.605 orang. Jumlah dana zakat yang terhimpun dalam bentuk beras sebanyak 1.987,20 kg dan dalam bentuk uang sebesar Rp. 37.718.300,-. Jumlah asnaf zakat yang tercatat dalam catatan Amil Zakat sebanyak 159 orang, 133 orang di antaranya mustahik dalam kategori fakir dan miskin. Masing-masing fakir dan miskin memperoleh bagian dalam bentuk uang sebesar Rp. 237.250,- yang digenapkan dari jumlah sebelumnya Rp. 237.222,-. Sedangkan dalam bentuk beras masing-masing memperoleh sebesar 12,50 Kg. Dampak ekonomi dari pengelolaan zakat oleh Amil Zakat Masjid Ikhlashiyah bagi para asnaf zakat yang tergabung di dalam kelompok fakir dan miskin dengan bagian yang diperoleh oleh masing-masing mereka adalah dibagi kepada dua. Pertama, bagi fakir dan miskin yang tidak punya kegiatan dagang melainkan hanya sebagai konsumer saja, dapat membantu untuk keperluan berhari raya keluarganya ditambah dengan penambah bagi persediaan pangan mereka. Kedua, bagi fakir dan miskin yang memiliki usaha dagang kecil-kecilan, bagian zakat mereka itu dapat dipergunakan untuk menambah modal untuk memajukan usahanya dan karenanya meningkat kesejahteraan ekonominya.
MENUNDUKKAN HANTU SCOPUS Miswari Miswari
At-Tafkir Vol 12 No 1 (2019): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v12i1.1049

Abstract

Artikel ini bertujuan mengulas strategi menulis artikel untuk jurnal internasional bereputasi. Dewasa ini, menulis artikel untuk jurnal internasional bereputasi menjadi momok bagi sebagian dosen. Tetapi hal itu merupakan bagian yang dikekankan bagi para dosen sebagai bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi untuk bidang peneitian. Artikel tersebut juga menjadi prasyarat kenaikan pangkat untuk jenjang tertentu, khususnya menjagi Guru Besar (Profesor). Artikel ini ditulis dengan gaya deskriptif berdasarkan pengalaman yang penilis terima dari pelatihan penulisan artikel internasional bereputasi yang diselenggarakan oleh sebuah lembaga penelitian di Jakarta. Adapun temuan kajian ini adalah penekanan pada wawasan literature, akurasi dan keunikan temuan data, penguasaan teori, pemahaman gaya selingkung jurnal, dan beberapa etika penulisan artikel ilmiah untuk jurnal internasional bereputasi (terindeks Scopus).
IMPLEMENTASI MODEL SUPERVISI BERBASIS KEIKHLASAN DALAM PENINGKATAN KINERJA GURU PAI DI SMP NEGERI KABUPATEN NAGAN RAYA Herman Herman; Jamaluddin Idris
At-Tafkir Vol 12 No 2 (2019): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v12i2.1219

Abstract

The sincerity-based supervision model is one of the supervision models in promoting the values of sincerity as the first principle in the workplace, building identity in performing and taking actions, and becoming moral force for PAI supervisors when performing the main tasks and functions. However, the problem that most likely to arise in supervising tasks is the lack of sincerity of PAI supervisor when guiding, developing, and improving the performance of PAI teachers. This study uses a "descriptive" method, by discussing qualitative and inductive thought patterns of events, phenomena or natural phenomena encountered in the field. Data collection instruments were carried out through observation, interviews, and documentation studies. Furthermore, data analysis techniques will be based on the opinion of Miles and Huberman employing data reduction, data presentation, and concluding. Whereas checking the validity of the data is done through source triangulation, method triangulation, and theory triangulation. The results showed that the PAI supervisor had applied the value of sincerity when performing supervisory task for the PAI teacher through a model that was afraid of praise and fame that potentially cause slander, regarding himself as inferior in the eyes of Him, performing acts of charity quietly and model of non-profit-seeking at work, and type of person who respect at others who surpass themselves. While due to the failure to uphold the values of sincerity at work, the sincerity-based supervision model performed by PAI supervisors, in terms of the effectiveness, has not shown optimal results in improving the performance of PAI teachers.
TASAWUF SEBAGAI DIMENSI BATIN AJARAN ISLAM Maisyaroh Maisyaroh
At-Tafkir Vol 12 No 2 (2019): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v12i2.1243

Abstract

Islam merupakan agama yang memiliki dimensi internal yang disebut dengan al-ihsan. Sebagai dimensi internal Islam, para ahli memberikan respons berbeda terhadap ajaran para sufi. Sebagian ahli menerima tasawuf sebagai dimensi batin dari ajaran Islam, dan sebagian ahli mengkritik bahkan menolak ajaran tasawuf tertentu karena mereka menilai bahwa ajaran tasawuf bukan berasal dari Islam. Artikel ini mengkaji tasawuf sebagai dimensi batin ajaran Islam. Studi ini merupakan hasil kajian kepustakaan dimana data diperoleh dari kegiatan studi dokumen. Studi ini mengajukan temuan bahwa tasawuf merupakan dimensi ajaran Islam. Tasawuf merupakan disiplin ilmu yang lahir dari peradaban Islam, dan sumber ajarannya berasal dari Alquran dan hadis. Memang para orientalis cenderung menyebutkan bahwa ajaran Kristen atau agama lain menjadi pendorong kelahiran tasawuf di dunia Islam, tetapi para ahli dari kalangan Islam menolak pendapat mereka.
PERMINTAAN TAMBAHAN TARIF JASA KURIR DALAM BISNIS DELIVERY ORDER DI KOTA LANGSA (TINJAUAN ETIKA EKONOMI ISLAM) Muhammad Firdaus
At-Tafkir Vol 12 No 2 (2019): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v12i2.1337

Abstract

Delivery order is an inter-messaging service, in its mechanism, the customer called the admin delivery to order an item desired and the admin to forward the order via what’s app to the courier. But in practice, the courier sometimes asks for additional fee courier services to consumers for a variety of reasons. The issue in this study, how is the practice additional requests for courier services in order delivery business in Langsa city and how the Islamic economic ethics reviews against additional requests for courier services in delivery order business in Langsa city. This type of research is field research. The results of this research shows, the practice additional fee courier services to consumers is the consumers feel lied. The additional fee practice of courier services is reviewed according to Islamic law is not yet qualified, because in practice the addition of fee made to make consumers or customers are less willing to feel disadvantaged because there is no prior notice (gharar), so the consumer or costomer is forced to pay. In Islam, it has been explained that one of the two people is forced to do the contract, so the contract is not valid.
ARGUMENTASI FILISOFIS AL-KINDI, IBN RUSYD, DAN AL-FARABI TENTANG KEKEKALAN ALAM Mulyadi Mulyadi
At-Tafkir Vol 12 No 2 (2019): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v12i2.1341

Abstract

Artikel ini ingin membahas tentang pedebatan empat filsuf Islam terkemuka mengenai qadimnya alam yang sampai hari ini masih terus menjadi topik yang terus menjadi perbincangan hangat oleh kalangan pengkaji filsafat dan para teolog. Dalam filsafat Islam hal ini tidaklah merupakan hal yang aneh untuk diperbincangkan. Para failasuf seperti al-Kindi, Ibn Rusyd, al-Farabi, dan al-Ghazali memiliki argumentasi tersendiri terhadap permasalahan qadim dan barunya alam. Seperti Ibnu Rusyd misalnya, dengan berbagai argimentasi yang terpengaruh oleh Aristoteles mengakatan bahwa alam ini qadim. Hal ini mendapat sanggahan keras dari al-Gazali yang ia tuangkan dalam bukunya Thahafuz al-Falasifah. Namun seperti yang kita ketahui bahwa al-Ghazali mengungkapkan kerancuan para failasuf ketika ia telah menjadi seorang sufi. Demikian pula dengan al-Kindi dan al-Farabi, mereka tetap bertahan dengan pendapatnya yang begitu kontroversial. Menganai hal qadim dan baharunya alam kita akan sedikit melihat beberapa argumen dari al-Kindi, Ibnu Rusyd, dan al-Farabi.
PENYELENGGARAAN DAYAH DALAM KEBIJAKAN PEMERINTAH DI ACEH TAHUN 1966 – 1998 Basri Basri
At-Tafkir Vol 12 No 2 (2019): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v12i2.1353

Abstract

Artikel ini fokus pada menelaah penyelenggaraan dayah dalam kebijakan pemerintah di Aceh Tahun 1966-1998. Beranjak dari sebuah kondisi politik dan keberpihakan pemerintah terhadap dayah yang terkesan dilematis. Artikel ini tertarik untuk menemukan kebijakan pemerintah terhadap dayah. Oleh karena kajian ini mengangkat data-data masa lalu, maka penelitian ini menggunakan pendekatan historis dengan penggunaan data dokumen dan wawancara pelaku sejarah. Dari kajian yang dilakukan ditemukan bahwa kebijakan pemerintah terhadap penyelenggaraan pendidikan di dayah mencakup pada aspek kurikulum dalam bentuk perubahan dan integrasi kurikulum dan aspek kelembagaan dengan berkembangnya pesantren tradisional dan modern.
Karakteristik Guru dalam Tradisi Pendidikan Nahdlatul Wathan, Lombok Prosmala Hadisaputra; Ahmad bin Yussuf; Tengku Sarina Aini Binti Tengku Kasim
At-Tafkir Vol 13 No 1 (2020): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v13i1.1441

Abstract

This article discusses the characteristics of teacher who teaches Islamic sciences in the perspective of the Nahdlatul Wathan educational tradition, comprehensively. On the other hand, this article is one form of response to the moral degradation of teachers that have recently been rife, especially in Indonesia. This article is the result of qualitative research with a literature approach. Primary data are the books of Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (Sheikh), which include Wasiat Renungan Masa (Book), Batu Ngompal (Book), the struggle song of Nahdlatul Wathan, and the recording of Sheikh's speech during his lifetime. Secondary data consists of scientific journals and relevant research results, as well as Islamic education books, Sufism, tafsīr and hadīth. Data was collected offline and online, then analyzed by using the NVivo 12 Plus software. This study shows that nine characteristics must be possessed by religious teachers who teach in the Nahdlatul Wathan madrasas/pesantrean (Islamic boarding school), namely: murshīd, sincere, obedient, mandate, behave as the teacher's morals, have a clear pedigree (silsilah/sanad), wise and polite in speaking, competent, and straight (istiqamah). This study concludes that the characteristics of the teacher mentioned in the will of the Sheikh are based on the results of contemplation (tafakkur), empirical experience (tajrībah), and extensive knowledge.
Implementation Of Islamic Agropreneur School In Developing Competence Nationalism Insight Hasbi wahidi
At-Tafkir Vol 13 No 1 (2020): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v13i1.1463

Abstract

Islamic boarding schools have the potential to improve people's lives. For that pesantren must have education system innovations based on life skills. This is to improve the quality of its graduates, one of which is through the Islamic Agropreneur School. The purpose of this study is to find out the appropriate educational model for pesantren to produce graduates who are able to compete and apply the concept of Islamic Agropreneur School in pesantren. The approach used in this study is a qualitative approach with an inquiry-naturalistic method. The results showed that the education strategy to improve the quality of HR consists of two models, namely the education strategy that is macro and the education strategy that is micro.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 2 (2025): At-Tafkir Vol 18 No 1 (2025): At-Tafkir Vol 17 No 2 (2024): At-Tafkir Vol 17 No 1 (2024): At-Tafkir Vol 16 No 2 (2023): At-Tafkir Vol 16 No 1 (2023): At-Tafkir Vol 15 No 2 (2022): At-Tafkir: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 15 No 1 (2022): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 14 No 2 (2021): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 14 No 1 (2021): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 13 No 1 (2020): Vol. 13 No. 1 Juni 2020 Vol 13 No 2 (2020): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 13 No 1 (2020): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 12 No 2 (2019): Vol. 12 No 2 Desember 2019 Vol 12 No 1 (2019): Vol. 12 No 1 Juni 2019 Vol 12 No 2 (2019): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 12 No 1 (2019): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 11 No 2 (2018): Vol. 11 No 2 desember 2018 Vol 11 No 2 (2018): Vol. 11 No 2 desember 2018 Vol 11 No 1 (2018): Vol. 11 No 1 Juni 2018 Vol 11 No 1 (2018): Vol. 11 No 1 Juni 2018 Vol 11 No 2 (2018): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 11 No 1 (2018): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 10 No 2 (2017): Vol. 10 No 2 Desember 2017 Vol 10 No 2 (2017): Vol. 10 No 2 Desember 2017 Vol 10 No 1 (2017): Vol. 10 No 1 Juni 2017 Vol 10 No 1 (2017): Vol. 10 No 1 Juni 2017 Vol 10 No 2 (2017): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 10 No 1 (2017): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 9 No 2 (2016): Vol. 9 No 2 Desember 2016 Vol 9 No 2 (2016): Vol. 9 No 2 Desember 2016 Vol 9 No 1 (2016): Vol. 9 No 1 Juni 2016 Vol 9 No 1 (2016): Vol. 9 No 1 Juni 2016 Vol 9 No 2 (2016): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 9 No 1 (2016): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 8 No 1 (2015): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan Vol 7 No 1 (2014): Vol VII No 1 Juni 2014 Vol 1 No 1 (2014): Vol I No 1 Juni 2014 More Issue