cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
zulfadhilalzabir@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agromix@yudharta.ac.id
Editorial Address
Jl. Yudharta No. 7, Sengonagung, Purwosari, Pasuruan, Indonesia
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
AGROMIX
ISSN : 2085241X     EISSN : 25993003     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Journal of Agromix as a scientific study and information on agricultural fields containing scientific writings, a summary of the results of research, service, critical thinking about Agricultural, Fisheries, Agricultural Product Technology, Animal Husbandry, and all fields related to Agriculture.
Arjuna Subject : -
Articles 360 Documents
FORMULASI ROTI TAWAR DENGAN SUBTITUSI TEPUNG UBI JALAR DAN TEPUNG TEMPE KEDELE (KAJIAN TERHADAP KUALITAS KIMIAWI ROTI TAWAR) Idiek Donowarti

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.779 KB) | DOI: 10.35891/agx.v7i2.708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi bahan (tepung terigu, tepung ubi jalar dan tempe terhadap kualitas kimia roti tawar yang dihasilkan, sehingga akan mengurangi ketergantungan terhadap tepung gandum dan mengurangi masalah KKP (kurang kalori protein) Penelitian dilakukan dengan metode Percobaan experimental. Penelitian terdiri dari dua tahap Tahap pertama untuk mendapatkan komposit tepung terigu dan tepung ubi jalar yang paling baik. Tahap kedua ditujukan untuk mendapatkan formulasi tepung terigu, tepung ubi jalar dan, tepung tempe yang paling baik melalui pengamatan parameter kadar air, kadar protein, kadar lemak, kandungan serat kasar dan kadar abu. Hasil penelitian menunjukan bahwa tepung komposit yang terbaik adalah tepung terigu 80%, tepung ubi 20% yang memberikan kadar lemak 1,07%, kadar protein 10,88%, kadar air 10,995%, kandungan serat kasar 0,03% dan kadar abu 0,92%.. Penambahan tepung tempe secara proporsional yang terbaik adalah 5%, yang memberikan volume kadar lemak 5,056%, kadar protein 7,618%, kadar air 30,976%, kandungan serat kasar 1,162% dan kadar abu 2,544%,  
PENGARUH LAMA WAKTU TUNGGU (HOLDING TIME) TERHADAP KADAR VITAMIN C DAN MUTU ORGANOLEPTIK PADA MILKSHAKE ANTI ANEMIA Zanna Kusumawardhani; I Kowang Suwita

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.941 KB) | DOI: 10.35891/agx.v7i2.709

Abstract

Penyebab utama anemia kurang besi adalah karena konsumsi zat besi yang tidak cukup dan absorbsi zat besi yang rendah dari pola makanan yang sebagian besar terdiri dari nasi, dan menu yang kurang beranekaragam. Secara ideal untuk mengatasi masalah anemia kurang besi adalah dengan cara meningkatkan absorbsi zat besi dengan meningkatkan kualitas menu makanan, yaitu dengan memasukan daging ikan, ayam, atau bahan-bahan makanan yang banyak mengandung vitamin C. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lama waktu tunggu (Holding Time) pada formulasi terbaik dari pembuatan Milkshake Anti Anemi untuk remaja putri terhadap kadar Vitamin C, dan mutu organoleptik. Hasil penelitian dari Nova Tantrin, 2015 telah didapatkan taraf perlakuan pembuatan Milkshake Anti Anemi terbaik yaitu pada perlakuan dengan komposisi jagung manis : kecambah kacang hijau : buah jambu biji merah (33% : 16% : 50%). Dari hasil formulasi terbaik tersebut dilanjutkan dengan penelitian untuk mengetahui pengaruh lama waktu tunggu terhadap kadar vitamin C, yaitu dengan lama waktu tunggu : 0 menit, 15 menit, 30 menit, 45 menit, 60 menit, menit dan 90 menit. Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan kadar vitamin C pada waktu tunggu selama 90 menit yaitu sebesar 13%, dan lama waktu tunggu (holding time) berpengaruh terhadap berubahnya aroma dan rasa dari Milkshake Anti Anemi tersebut.  
PENGGUNAAN INPUT DALAM PRODUKSI PADI OLEH RUMAH TANGGA PETANI DI DAERAH AGROEKOSISTEM LAHAN SAWAH DAN KERING Setiani Setiani

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.368 KB) | DOI: 10.35891/agx.v7i2.710

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang mempengaruhi penggunaan input dalam produksi padi oleh rumahtangga petani di daerah dengan agroekosistem yang berbeda. Penelitian dilakukan di desa kepuh kembeng kecamatan peterongan Kabupaten Jombang yang merupakan daerah dengan agroekosistem lahan sawah dan desa Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo yang merupakan daerah dengan agroekosistem lahan kering. Penelitian ini menggunakan sistem persamaan simultan dan dianalisis menggunakan syslin 2SLS dan program SAS/ETS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan input tenaga kerja dalam rumah tangga untuk produksi padi di kedua daerah penelitian sama-sama dipengaruhi secara nyata oleh variabel luas area padi, sedangkan jumlah anggota hanya berpengaruh signifikan di agroekosistem lahan kering. Penggunaan input pupuk urea untuk produksi padi secara signifikan dipengaruhi oleh luas area padi, sedangkan biaya pendidikan rumah tangga petani tidak memiliki pengaruh yang signifikan di kedua daerah penelitian. Rata-rata penggunaan pupuk urea di lahan sawah lebih tinggi (380.59 kg/ha) dibandingkan di lahan kering (364.63 kg/ha). Produksi padi di kedua daerah penelitian sama-sama dipengaruhi secara signifikan oleh tenaga kerja dan penggunaan pupuk urea. Sedangkan jumlah pupuk TSP hanya berpengaruh signifikan di agroekosistem lahan sawah  
ANALISIS INFEKSI Cowpea Mild Mottle Virus (CPMMV) TERHADAP TANAMAN KEDELAI Glycine max DENGAN MENGGUNAKAN UJI ELISA As’ad Syamsul Arifin

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.078 KB) | DOI: 10.35891/agx.v7i2.711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan positif terinfeksi CPMMV atau tidak yang dapat dilakukan dengan tes Uji Elisa yang dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) terletak di desa Tlekung, Junrejo, Batu, Jawa Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk menganalisis dan memberikan informasi tentang tanaman kedelai yang positif terinfeksi CPMMV atau tidak, sampel varietas kedelai dalam penelitian ini meliputi Argopuro, gumitir, Anjasmoro, Mahameru, MLGG 0021 dan MLGG 0268. Hasil analisis dari setiap varietas yaitu Anjasmoro sakit A nilai absorban rata-rata 0.048, Anjasmoro sakit B nilai absorban rata-rata 0.051, Mahameru sakit A nilai absorban rata-rata 0.054, Mahameru sakit B nilai absorban rata-rata 0.054, Gumitir sakit A nilai absorban rata-rata 0.052, Gumitir sakit B nilai absorban rata- rata 0.061, MLGG 0021 sakit A nilai absorban rata-rata 0.016, MLGG 0021 sakit B nilai absorban rata-rata 0.059, Argopuro sakit A nilai absorban rata-rata 0.059, Argopuro sakit B nilai absorban rata-rata 0.055, MLGG 0268 sakit A nilai absorban rata-rata 0.049, dan MLGG 0268 sakit B nilai absorban rata-rata 0.047. Dari variatas yang telah disebutkan serta berdasarkan hasil analisis Uji Elisa menunjukkan semua varietas positif terinfeksi virus CPMMV.  
IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM) PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI JAGUNG MANIS DI DESA KALINILAM KECAMATAN DELTA PAWAN KABUPATEN KETAPANG ENCIK EKO RIFKOWATY

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.413 KB) | DOI: 10.35891/agx.v7i2.712

Abstract

Komoditas jagung manis di daerah ketapang, kalbar selama ini hanya dijual dalam bentuk segar. Padahal Jagung manis dapat dilakukan diversifikasi menjadi tepung, kemudian dapat digunakan untuk membuat aneka produk seperti brownies. Hal ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan saat terjadi lonjakan panen. Selain jagung manis juga dihasilkan limbah tongkol jagung yang hanya dibuang dan di bakar. padahal ini sangat potensial menjadi produk bernilai ekonomis seperti briket arang dan asap cair. Secara umum penerapan Ipteks bagi masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan diversifikasi komoditas jagung manis menjadi tepung dan brownies jagung manis dan pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi produk bernilai ekonomis diantaranya arang, briket, asap cair maupun bioetanol. Secara rinci tujuan Ipteks bagi masyarakat : (1) memperkenalkan teknologi proses pengolahan komoditas jagung manis; (2) memperkenalkan teknologi proses pengolahan limbah jagung; (3) Mengembangkan komoditas jagung manis sebagai komoditas unggulan daerah di Desa Kalinilam Kecamatan Delta Pawan Ketapang, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat (4) Memberikan modal awal kepada perwakilan anggota PKK atau kelompok tani. Program kegiatan Ipteks bagi masyarakat di Desa Kalinilam Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang, telah disusun bedasarkan survei bahwa di lokasi banyak tersedia jagung manis dan limbah jagung yang belum dimanfaatkan. Pelatihan ketrampilan mengolah tepung dan brownies dilakukan selama 3 kali tatap muka berupa penyelenggaraan pelatihan secara singkat, yaitu tahap teori, tahap praktek, tahap motivasi dan evaluasi, serta tahapan bimbingan dan monitoring. Pelatihan ini dikatakan berhasil karena keseluruhan peserta mengikuti pelatihan hingga selesai yang dibuktikan dari presensi kehadiran, dan 80% peserta aktif melakukan sesi tanya jawab, serta terampil sehingga dinyatakan kreatif dan inovatif dalam membuat produk tepung, brownies, briket arang, dan asap cair. Selain itu minat masyarakat yang tinggi untuk mengikuti pelatihan ditunjukkan dengan kehadiran 23 peserta dari yang diundang 15 peserta.  
EFEKTIFITAS MIKROSATELIT INRA - 23 DAN INRA - 32 SEBAGAI PENANDA GENETIK KERBAU (Bubalus bubalis) Roisatul Ainiyah

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.151 KB) | DOI: 10.35891/agx.v7i2.713

Abstract

Penanda molekuler didefinisikan sebagai segmen DNA tertentu yang mewakili perbedaan pada tingkat genom. Mikrosatelit adalah salah satu penanda genetik. Mikrosatelit adalah sekuen DNA yang berulang, dimana satu motif mengandung satu sampai enam pasang basa yang diulang secara tandem dalam sejuml ah waktu. Saat ini banyak sekali penelitian yang dalam prosesnya melibatkan Penanda mikrosatelit. Informasi tentang keefektifan dan keinformatifan suatu mikrosatelit sangat dibutuhkan untuk membantu para peneliti dalam menentukan Penanda yang sesuai dengan kebutuhan penelitian mereka. Oleh karena itu penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas antara mikrosatelit INRA - 23 dengan INRA - 32. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah darah kerbau, terdiri dari 16 sampel dari dua populasi kerbau yang berbeda. Penelitian laboratorium dilakukan dengan pendekatan molekuler analisis DNA, meliputi kegiatan isolasi DNA, elektroforesis agarosa, PCR, dan elektroforesis poliakrilamid menggunakan dua macam primer, yaitu INRA - 23, dan INRA - 32. Data hasil pengamatan berupa pita ( band) DNA dianalisis menggunakan GENEPOP ver3.1d option 3 - 1 dan 3 - 3. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi alel pada lokus INRA - 23 populasi 2 lebih tinggi dibanding populasi 1 , s edangkan frekuensi alel pada lokus INRA - 32 populasi 1 lebih tinggi daripada populasi 2. Rerata nilai heterozigositas populasi 1 yang diharapkan lebih tinggi (60%) dibandingkan dengan nilai heterozigosi tas yang teramati (50%) (tingkat heterozigositas rendah). Sedangkan, rerata nilai heterozigositas populasi 2 yang teramati lebih tinggi (62,5) dari pada nilai heterozigositas yang diharapkan (56%) (tingkat heterozigositas tinggi ). nilai polimorfisme (PIC) pada populasi 1 (0,49%) lebih rendah dari pada populasi 2 (0,51%) . Dari sini dapat dikatakan bahwa lokus INRA - 23 lebih informatif dibanding lokus INRA - 32. Tetapi selisih nilai polimorfisme kedua lokus tersebut tidak terlalu tinggi, sehingga keduanya merup akan lokus yang cukup informatif untuk digunakan.
POTENSI DAN ANALISA KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN MINYAK NILAM SEBAGAI ALTERNATIF PELUANG BERWIRAUSAHA DI KABUPATEN PASURUAN Misbach Munir

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.613 KB) | DOI: 10.35891/agx.v4i2.714

Abstract

Berbicara tentang komoditas ekspor nonmigas, minyak atsiri dari nilam merupakan salah  satu andalan.  Bahkan negeri kita tercatat sebagai pengekspor minyak nilam terbesar di  dunia.  Me ski populer di pasar internasional, anehnya minyak atsiri nilam kurang akrab di  telinga kita. Apalagi masih sedikit yang mengenal sosok tanaman nilam dengan baik.  Padahal ini peluang bisnis di masa depan. Komoditas nilam ( Pogostemon cablin )  merupakan tanam an yang menghasilkan minyak atsiri dengan nilai ekonomi di pasaran luar  negeri sangat baik, mengingat negara penghasil komoditas ini hanya beberapa negara saja  dan salah satunya yang terbesar adalah Indonesia.  Dengan demikian pengembangan  komoditas ini mer upakan langkah strategis dalam menumbuh - kembangkan sektor  agroindustri di Indonesia. Oleh karena itu budidaya tanaman nilam ini perlu diupayakan  dengan dukungan teknologi pengolahan (destilasi) yang lebih efisien dan berkualitas agar  mempunyai daya saing d an lebih efisien serta lebih ekonomis dibandingkan dengan sistem  konvensional yang ada. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang  akan menjadi fokus penelitian ini, antara lain 1)Bagaimana teknik destilasi (penyulingan)  yang dilakukan o leh unit usaha tani nilam di Desa Sekarmojo Kecamatan Purwosari  Kabupaten Pasuruan.2)Apakah usaha pengolahan minyak di Desa Sekarmojo Kecamatan  Purwosari Kabupaten Pasuruan nilam benar - benar merupakan komoditas yang menjanjikan  secara financial. Dari table dan kurva peramalan permintaan produk dan penawaran harga  di atas dapat disimpulkan bahwa selama 5 tahun ke depan dari tahun 2009 sampai tahun  2013 akan terjadi peningkatan permintaan produk dan penawaran harga produk sebesar  13,66% setiap tahunnya. Seda ngkan penawaran harga juga menunjukkan adanya peningkata  rata - rata sebesar 9,63%. Untuk itu peluang usaha pengolahan minyak nilam ini memiliki  peluang yang cukup besar ditinjau dari permintaan pasar.  Berdasarkan evaluasi hasil  perhitungan, dapat di ketahui jangka waktu pengembalian investasi pada usaha pendirian  pngolahan minyak nilam ini adalah selama 1 tahun 5 bulan 18 hari , lebih kecil dari pada  masa pengembalian investasi yang di tetapkan yaitu selama 5 tahun, sehingga di lihat dari  analisa  Payback Peri od (PP) dan Break Event Point (BEP) ini  layak untuk di realisasikan  
DAMPAK PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) TERHADAP PENGELUARAN KONSUMSI RUMAH TANGGA (Studi Kasus Di Desa Pucangsari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan) Teguh Sarwo Aji; Mu’munatus Sholihah

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.606 KB) | DOI: 10.35891/agx.v4i2.715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak program KRPL terhadap pola konsumsi pangan Rumah Tangga. Variable yang dianalisis yaitu jenis pangan dan asal pangan, kemudian dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda. Jumlah responden yang diambil sebanyak 58 Rumah Tangga, jumlah tersebut adalah total dari semua populasi. Dari hasil analisis pengeluaran bahwasannya rumah tangga sebelum menjadi anggota KRPL mempunyai pengeluaran rata-rata sebesar 650.000-700.000 /bulan/RT, sedangkan RT setelah menjadi anggota KRPL mempunyai pengeluaran rata-rata sebesar 550.000 - 600.000 /bulan/RT. Dari hasil analisis regresi diketahui hasil Uji t pada variabel jenis pangan 3.797> ttabel 1,676. Sedangkan hasil uji F 17,411 > dari f table 3,18. Artinya program KRPL berdampak pada pengeluaran konsumsi pangan rumah tangga. 
DAMPAK PROGRAM KRPL (KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI) TERHADAP POLA PANGAN HARAPAN (PPH) Muh. Aniar Hari Swasono; Nur Cholilah

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.06 KB) | DOI: 10.35891/agx.v4i2.716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari program KRPL terhadap gizi masyarakat melalui analisis Pola Pangan Harapan. Gizi yang tercukupi sesuai anjuran tidak hanya dilihat dari aspek kuantitas tetapi juga perlu dianalisis dari aspek kualitas. Kualitas gizi dapa t diketahui dari perhitungan Pola Pangan Harapan (PPH) yang menggunakan skor ideal 100 sesuai anjuran WNPG dan Badan Pangan Nasional. Berdasarkan PPH, variabel yang diteliliti meliputi jenis pangan, partisipasi konsumsi pangan, frekuensi konsumsi, asal pan gan dan AKE. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan dari setiap konsumsi dikonversi dalam Daftar Konsumsi Bahan Makanan (DKBM) nasional. Hasil analisis PPH di KRPL Desa Pucangsari adalah kuran g dari skor ideal, yaitu 70,8% sehingga belum dikatakan ideal. Skor tertinggi dari semua kelompok pangan adalah kelompok sayur dan buah yaitu 109,94 dari skor maksimal 30. Kelompok sayur dan buah mayoritas dari hasil pekarangan secara mandiri. Artinya, pro gram KRPL berdampak dalam penganekaragaman pangan meskipun belum mencapai ideal.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIJAKAN PEMBAGIAN DEVIDEN PADA PERUSAHAAN FOOD AND BAVERAGES YANG LISTING DI BEI Nuraeni Nuraeni

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.615 KB) | DOI: 10.35891/agx.v4i2.717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembagian dividen. Faktor-faktor yang di uji adalah struktur modal dan pertumbuhan perusahaan. Kedua faktor tersebut diukur dengan menggunakan rasio keuangan. Indikator penilaian struktur modal yang digunakan adalah rasio utang-ekuitas (debt to equity ratio) sedangkan indikator penilaian pertumbuhan perusahaan diukur dengan pertumbuhan aktiva. Sampel penelitian terdiri dari 13 dari 19 perusahaan food and beverage. Penentuan sampel tersebut berdasarkan metode purposive sampling. Sedangkan metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian ini adalah regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal dan pertumbuhan perusahaan memiliki daya prediksi untuk keputusan pembagian dividen. Penelitian ini juga memberikan bukti empiris bahwa hanya variabel pertumbuhan perusahaan yang secara statistik memberikan pengaruh yang signifikan untuk memprediksi keputusan pembagian dividen.  

Page 4 of 36 | Total Record : 360