cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
zulfadhilalzabir@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agromix@yudharta.ac.id
Editorial Address
Jl. Yudharta No. 7, Sengonagung, Purwosari, Pasuruan, Indonesia
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
AGROMIX
ISSN : 2085241X     EISSN : 25993003     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Journal of Agromix as a scientific study and information on agricultural fields containing scientific writings, a summary of the results of research, service, critical thinking about Agricultural, Fisheries, Agricultural Product Technology, Animal Husbandry, and all fields related to Agriculture.
Arjuna Subject : -
Articles 360 Documents
OPTIMASI PENGOLAHAN KALDU AYAM DAN BROKOLI DALAM BENTUK INSTAN DAN ANALISA BIAYA PRODUKSI Muh. Aniar Hari Swasono

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.821 KB) | DOI: 10.35891/agx.v2i1.729

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menentukan jenis dan proporsi dan jenis tepung pada pembuatan kaldu ayam dalam bentuk instan dan mengetahui proporsi penambahan brokoli yang optimal pada pembuatan kaldu ayam instan untuk meningkatkan kualitas kaldu.Penelitian melalui dua tahap yaitu tahap I pembuatan kaldu instan dengan variable jenis dan berat tepung, penelitian tahap II pembuatan kaldu instan brokoli dengan variable pemberian brokoli dengan berat yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kombinasi perlakuan dengan tepung terigu dan berat 100 gram merupakan perlakuan terbaik tahap I yang memiliki karakteristik sebagai berikut: kadar air 5,93%; kadar protein 11,22%; kadar lemak 7,24% dan warna kekuningan (b*) 2,31. Pada tahap II, perlakuan penambahan berat brokoli 250 g, merupakan perlakuan terbaik yang memiliki karakteristik sebagai berikut: kadar air 5,93%; kadar antioksidan 42,70%; kadar protein 16,60%, kadar lemak 5,43% dan kadar serat kasar 2,15%. Berdasarkan hasil perhitungan analisa biaya produksi diperoleh Payback Periods yaitu : 2 tahun 4 bulan 16 hari. Hasil perhitungan Payback Periods lebih pendek daripada umur ekonomis proyek (5 tahun), sehingga usulan investasi ini layak untuk dilakukan. Hasil perhitungan Net Present Value (NPV) memberikan nilai sebesar Rp. 260.176.721,56. Nilai ini menunjukkan selisih nilai sekarang dari manfaat dan biaya setiap tahunnya. Nilai NPV yang lebih besar dari nol ini juga memberikan arti bahwa unit pengolahan ini layak untuk direalisasikan. Nilai PI hasil perhitungan adalah sebesar 1,91.
FENOLOGI DAN ANALISA PERTUMBUHAN DUA VARIETAS KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) BERDASAR KONSEP AKUMULASI PANAS Rima Melati

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.082 KB) | DOI: 10.35891/agx.v2i1.730

Abstract

Pemahaman terhadap analisa pertumbuhan tanaman dapat dikaji berdasarkan perbandingan akumulasi panas dan bukan hari tanam. Perbandingan ini dimaksudkan untuk mencari hubungan panas yang diterima oleh tanaman yang terakumulasi dengan analisa percepatan pertumbuhan. Indikator sejumlah panas diperoleh dari suhu harian di beberapa lokasi yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan pertumbuhan dua varietas kacang panjang di ketinggian tempat yang berbeda berdasarkan konsep akumulasi panas. Penelitian ini dilakukan di lapang yang menggunakan metode sampling sensus di tiga lokasi penelitian yaitu di kelurahan Dinoyo dengan ketingggian 450 m dpl, Bumiaji 800 m dpl dan dusun Junggo 1200 m dpl. Data penelitian akumulasi panas dianalisa menggunakan regresi linear yang dilanjutkan dengan uji-tpada tingkat kepercayaan 95%, sedangakan analisa pertumbuhan tanaman menggunakan perhitungan matematik pada pengamatan LajuPertumbuhanRelatif (RGRGDD), lajuasimilasibersih (NARGDD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata laju pertumbuhan relatif (RGRDD) kedua varietas menurun bersamaan dengan peningkatan akumulasi panas yang terkumpul di setiap interval pengamatan. Nilai rata-rata lajuasimilasibersih(NARDD) kedua varietas meningkat bersamaan dengan bertambahnya nilai akumulasi panas.
KELAYAKAN USAHA AGRIBISNIS AYAM RAS PEDAGING DI KABUPATEN LAMONGAN NOVI ITSNA HIDAYATI

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.278 KB) | DOI: 10.35891/agx.v2i1.731

Abstract

Propinsi Jawa Timur merupakan salah satu propinsi yang memiliki jumlah penduduk yang lebih dari 4 juta jiwa, juga merupakan daerah yang cukup potensial sebagai tempat pengembangan ayam ras pedaging dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein hewani serta peningkatan pendapatan masyarakat. Pada tahun 2001, yaitu 4 tahun setelah terjadinya krisis ekonomi dan moneter sampai tahun 2002, masyarakat yang mengelola usaha peternakan rakyat di Jawa Timur masih mendapatkan keuntungan yang cukup baik. Akan tetapi sejak tahun 2005, setelah terjadinya wabah flu burung, usaha peternakan ayam ras pedaging mengalami permasalahan yang mengancam keberlanjutannya. Hal ini disebabkan karena antar produksi ayam ras pedaging dan konsumsi daging ayam ras pedaging yang mengalami penurunan yang sangat tajam. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) mengkaji kelayakan usaha agribisnis ayam ras pedaging pola kemitraan di Kabupaten Lamongan dari aspek financial; 2) menentukan skala usaha yang layak diusahakan Usaha agribisnis ayam ras pedaging pola kemitraan memenuhi kriteria kelayakan. Hal ini dapat dilihat dari Payback Period selam 4 tahun 11 bulan, Break Even Point sebanyak 1.888 ekor atau setara dengan Rp.40..929.250, NPV positif sebesar Rp.59.224.851 dan IRR sebesar 23,58%. Semakin besar skala usaha (volume pemeliharaan) ayam, keuntungan bersih yang diterima peternak semakin besar. Analisis sensitivitas dengan kenaikan biaya produksi 2,5% disertai penurunan pendapatan 2,5% memberikan nilai NPV positif Rp.21.468.025 dengan IRR sebesar 16,79%. Analisis sensivitas skala usaha dengan mempergunakan metode simulasi rumusrumus BEP menunjukkan hal yang paling mungkin dilakukan oleh peternak dalam meningkatkan keuntungan dari kondisi yang sedang terjadi di lapangan adalah dengan meningkatkan volume penjualan, sehingga peternak mendapatkan nilai tambah pendapatan yang optimal.
RISIKO PRODUKSI DAN INEFISIENSI TEKNIS USAHATANI PADI GOGO PADA AGROEKOSISTEM LAHAN KERING Kustiawati Ningsih

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.408 KB) | DOI: 10.35891/agx.v2i1.732

Abstract

Usaha dibidang pertanian berada dalam situasi ketidakpastian, akibatnya tidak pernah memiliki hasil pasti. Sumber ketidakpastian yang penting di sektor pertanian adalah fluktuasi hasil pertanian dan fluktuasi harga. Ketidakpastian prediksi hasil pertanian lebih banyak disebabkan oleh faktor alam. Sebagai contoh faktor alam yang bersifat tidak menentu dan sulit dikontrol petani adalah iklim yang kurang menguntungkan, serangan hama dan penyakit, kekeringan dan banjir. Kesemuanya itu merupakan faktor yang dapat menurunkan produksi, bahkan seringkali petani tidak memperoleh sesuatu apapun dari hasil usahanya. Ketidakpastian tentang prediksi harga disebabkan begitu kompleksnya faktor yang menyebabkan fluktuasi harga. Adanya spekulasi pedagang yang cenderung ingin memperoleh keuntungan besar dan rantai pemasaran yang panjang merupakan faktor berpengaruh terhadap naik turunnya harga yang sering merugikan petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko produksi pada usahatani padi gogo pada agroekosistem lahan kering dan menganalisis efisiensi teknis pada usahatani padi gogo. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive yaitu di Desa Sentol, Kecamatan Pademawu. Pengambilan sampel menggunakan metode yang mengacu pada pendapat Cochran (2005) yaitu proportional sampling. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pada agroekosistem lahan kering, risiko produksi padi gogo yang terjadi cukup tinggi. Kesimpulan ini diputuskan dengan mengacu pada hasil nilai Coefficient Variation (CVx) usahatani padi gogo di lahan kering sebesar 0,48. Hasil analisis efisiensi teknis menyimpulkan bahwa kegiatan usahatani padi gogo di Desa Sentol, Kecamatan Pademawu ternyata petani atau produsen berperilaku tidak efisien secara teknis.  
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR KOPI SEBAGAI KOMODITI UNGGULAN DI JAWA TIMUR Wenny Mamilianti

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.928 KB) | DOI: 10.35891/agx.v2i1.733

Abstract

Peningkatan ekspor khususnya sektor pertanian ketika kurs Dollar terhadap Rupiah meningkat merupakan langkah yang tepat menanggulangi krisis yang dialami Indonesia. Ekspor diharapkan menjadi penopang perekonomian dalam negeri, baik ekspor migas maupun nonmigas. Salah satu komoditas ekspor nonmigas yang menjadi unggulan adalah kopi. Kopi menjadi komoditi penting dan merupakan komoditi paling besar yang diperdagangkan dalam pasar dunia. Pasar ekspor terbesar kopi robusta Jatim adalah Jepang, Italia, Jerman, AS, dan Taiwan, namun ekspor ke Jepang turun dari 32,26 persen menjadi 19,13 persen. Pesaing utama ekspor kopi Indonesia yaitu Vietnam. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data time series, 1990-2005, data berasal dari Badan Pusat Statistik Jawa Timur, Dinas Perkebunan Jawa Timur, serta Dinas Industri dan Perdagangan Jawa Timur, Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Wilayah Jawa Timur, International Coffee Organizatation (ICO), serta Bank Indonesia (BI). Metode Analisa Data yang digunakan adalah: 1) Kuantitatif: yaitu menjelaskan dalam bentuk angka atau numerik; 2) Deskriptif: untuk menjelaskan data kuantitatif. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menyatakan bahwa: harga kopi, volume ekspor kopi, produksi kopi internasional, dan krisis ekonomi berpengaruh secara signifikan.
KAJIAN PEMBERIAN KALSIUM (Ca) UNTUK MEMPERTAHANKAN SIFAT KIMIA BUAH SAWO Yekti Sri Rahayu; Idiek Donowarti

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.79 KB) | DOI: 10.35891/agx.v2i1.736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sumber kalsium terbaik dan konsentrasi kalsium optimal untuk mempertahankan karakteristik kimia buah sawo. Penelitian dilakukan di Laboratorium Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Wisnuwardhana, Malang. Metode Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial, terdiri dari 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama adalah jenis sumber Kalsium: A1 = CaCl2; A2 = Ca(OH)2; yang kedua adalah konsentrasi sumber Kalsium: K1: 0%, K2: 0,2%; K3: 0,4%; K4: 0,6%. Sawo direndam dalam larutan CaCl2 dan Ca(OH)2 dengan konsentrasi sesuai perlakuan, sawo direndam dalam larutan CaCl2 dan Ca(OH)2 dengan konsentrasi sesuai perlakuan, pada tekanan vacum dalam tanki – 60 cm Hg sampai dengan – 70 cm Hg. Masing-masing larutan dipakai untuk merendam selama 10 menit. Data dianalisis dengan uji ANOVA, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman buah sawo dalam larutan Ca(OH)2 0,6 % menyebabkan buah mempunyai nilai total padatan terlarut terendah ( 17,00 0Brix), gula reduksi terendah (22,580 %), kandungan pati tertinggi yaitu 1,70 %, pH terendah (3,05), kadar kalsium tertinggi sebesar 80,02 mg/100gr. Perendaman CaCl2 0,6 % memberikan total padatan terlarut terendah (17,060Brix), kandungan pati tertinggi 1.73%, pH terendah (3,71), kadar tanin terendah yaitu sebesar 0,249 mg/100gr, kadar air tertinggi (81,696%), dan umur simpan tertinggi yaitu rata-rata setara 6 hari. Kata kunci: buah sawo, kalsium, sifat kimiawi
STRATEGI PENDEKATAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA PROSES PRODUKSI DAN SALURAN DISTRIBUSI TERHADAP AGROINDUSTRI MANGGA (Mangifera indica) DI KABUPATEN PROBOLINGGO Deny Utomo

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.974 KB) | DOI: 10.35891/agx.v2i1.737

Abstract

Supply chain management merupakan manajemen rantai pasokan atau manajemen organisasi yang saling berkaitan dan saling berintegrasi satu sama lain baik dengan konsumen maupun pemasok dalam suatu proses untuk menghasilkan nilai produk dan jasa bagi konsumen. Metode penelitian ini menggunakan empat metode, antara lain ; 1) Structural Equation Model (SEM) untuk menguji ketepatan model hipotetik secara empirik yang telah dikembangkan melalui justifikasi teoritis dan hubungan antar variabel yang dibangun dalam model, 2) model kelembagaan Agroindustri mangga Arumanis di Kabupaten Probolinggo dengan metode Interpretative Structural Model (ISM) yang dikembangkan melalui justifikasi teoritis dan keterlibatan beberapa lembaga baik pemerintah maupun swasta, 3) model analisis harga jual optimal mangga Arumanis Grade A, B, C di petani, pemasok dan eksportir dimasing-masing kecamatan (Besuk, Krejengan, Pajarakan) dengan metode Goal Programming (GP), dan 4) model transportasi dengan mencari total biaya minimum transportasi mangga Arumanis Grade A, B, C dimasing-masing kecamatan (Besuk, Krejengan, Pajarakan) dengan Method Vogel’s Approximation (VAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) faktor keberhasilan supply chain management berpengaruh signifikan paling besar terhadap proses produksi dan saluran distribusi mangga Arumanis, 2) proses produksi berpengaruh signifikan terhadap saluran distribusi dan agroindustri mangga Arumanis segar, 3) Saluran distribusi berpengaruh signifikan terhadap agroindustri mangga Arumanis segar, 4) Agroindustri mangga Arumanis segar berpengaruh signifikan terhadap agroindustri mangga Arumanis olahan, 5) Elemen kunci kelembagaan adalah Disperindag, 6) Harga jual maksimal mangga Arumanis Grade A di petani Rp. 15.376,-/kg, pemasok Rp. 28.269,-/kg, dan eksportir Rp. 39.201,-/kg. Sedangkan harga jual maksimal mangga Arumanis Grade B di petani Rp. 5.916,-/kg, pemasok Rp. 11.716,-/kg, dan eksportir Rp. 32.083,-/kg. Harga jual maksimal mangga Arumanis Grade C di petani Rp. 2.386,-/kg dan pemasok Rp..447,-/kg. 7) Total biaya minimum transportasi mangga Arumanis Grade A sebesar Rp. 896.489,-/ton, Grade B sebesar Rp. 710.625,-/ton, dan Grade C sebesar Rp. 509.000,-/ton
KAJIAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA PETANI DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI DESA BICORONG KECAMATAN PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN Kustiawati Ningsih

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.687 KB) | DOI: 10.35891/agx.v2i2.738

Abstract

:Pembangunan pertanian merupakan proses peningkatan produktivitas sistem pertanian yang dilakukan oleh berbagai pihak seperti pemerintah dan pemangku kepentingan dengan cara memanfaatkan beragam sumber daya alam, ilmu pengetahuan dan teknologi, modal, sumber daya manusia dan kelembagaan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat pertanian. Dengan pembangunan pertanian diharapkan mampu mensukseskan Gerakan Go Organik yang telah dicanangkan oleh Pemerintah. Revolusi hijau menimbulkan dampak negatif yang nyata terhadap lingkungan. Hasil analisa tanah yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pamekasan diperoleh bahwa kandungan unsure hara alami di dalam tanah hanya berkisar 1-2%. Jauh dari kebutuhan minimal dimana tanah harus mempunyai kandungan unsur hara minimal 5 %. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, terdapat beberapa permasalahan yang ditemukan di Desa Bicorong Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan adalah faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengembangan SDM petani dalam pembuatan pupuk organik di Desa Bicorong? Serta bagaimana alternatif strategi pengembangan SDM petani dalam pembuatan pupuk organik di Desa Bicorong? Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor intenal yaitu faktor kekuatan mempunyai nilai total sebesar 82,35 % terdiri dari faktor kelompok tani sebesar 95,33 %; tersedianya hewan ternak 83%; irigasi semi teknis 93,33 %; motivasi berkelompok 83,60 %; ketersediaan lahan yang masih luas 80 %; kebijakan pemerintah yang mendukung 76,67 %; tenaga kerja cukup tersedia 64,33 %. Faktor kelemahan mempunyai nilai total sebesar 76,81 % terdiri dari faktor penerapan teknologi yang masih rendah sebesar 93,67 %; modal usaha tani kurang 87,67 %; produksi dan kualitas masih rendah 83,67 %; umur petani relatif tua 75 %; penggunaan dosis pupuk berlebihan 73 %; pendidikan masih rendah 70,33 %; pemberdayaan kelompok tani masih kurang sebesar 50%; lahan usaha tani sempit 53,33 %. Faktor eksternal menunjukkan bahwa faktor peluang mempunyai nilai total sebesar 87,53 % terdiri dari faktor kebijakan pemerintah yang mendukung sebesar 100 %; diversifikasi pangan 93 %; teknologi masih bisa dikembangkan 89,67 %; pemanfaatan lahan kering 91,67 %; pertumbuhan penduduk 70,33 %. Faktor ancaman mempunyai nilai total sebesar 69,8 % terdiri dari faktor biaya produksi semakin meningkat 89,67 %; serangan hama dan penyakit 87,33 %; irigasi belum lancar 81 %; distribusi pupuk kurang lancar 81 %; perubahan cuaca dan bencana alam 73 %. Disimpulkan bahwa strategi pengembangan SDM petani di Desa Bicorong adalah strategi kekuatan – peluang (S–O) yaitu meningkatkan pembinaan petani melalui kelompok tani yang dilakukan secara intensif dan berkesinambungan, optimalisasi lahan pertanian dan sumber air melalui konsep agribisnis dan berkelanjutan serta optimalisasi pemanfaatan kotoran hewan ternak sebagai pupuk organik. 
PERBAIKAN DAYA HASIL DAN KETAHANAN KACANG HIJAU TERHADAP HAMA KUMBANG BUBUK MELALUI PERSILANGAN ANTAR SPESIES Lestari Ujianto; Nur Basuki; Kuswanto Kuswanto; Astanto Kasno

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.288 KB) | DOI: 10.35891/agx.v2i2.739

Abstract

ABSTRAK: Persilangan antar spesies kacang hijau dan kacang uci telah berhasil dilakukan. Kacang uci memiliki keunggulan yaitu tahan terhadap hama kumbang bubuk dan jumlah polongnya banyak. Dengan persilangan antar spesies ini dapat memperbaiki daya hasil dan ketahanan kacang hijau terhadap hama kumbang bubuk. Penelitian ini terdiri atas 4 tahap kegiatan yaitu: 1) persilangan antar spesies kacang hijau dengan kacang uci, 2). evaluasi dan seleksi beberapa populasi keturunan persilangan (F1) berdasarkan daya hasil dan ketahanan terhadap hama kumbang bubuk. Evaluasi dilakukan terhadap komponen hasil dan hasil, dan ketahanan terhadap kumbang bubuk menggunakan metode Chiang dan Talekar. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa : 1). Terjadi perbaikan daya hasil dan ketahanan terhadap hama kumbang bubuk pada populasi hasil persilangan antara kacang hijau dan kacang uci. 2). Tingkat daya silang antara varietas yang satu dengan yang lainnya berbeda. Varietas Manyar dan Sampeong memiliki daya silang terhadap kacang uci dibandingkan dengan varietas Vima dan Merak, 3). Karakteristik populasi keturunan hasil persilangan berada diantara kedua tetuanya.
MODEL DISTRIBUSI GULA KELAPA YANG OPTIMAL Nikmatul Khoiryah; Masyhuri Masyhuri; Amul Jadidah

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.249 KB) | DOI: 10.35891/agx.v2i2.740

Abstract

ABSTRACT: Distribution channel has a great influence in marketing a certain product. It has become a serious problem faced by the entrepreneur of brown sugar in Nglegok district, Blitar. Not a few of them have a financial loss due to the fact that the product is not distributed efficiently. This research is aimed at knowing about the distribution channel of brown sugar optimally that which is suitable to the selling target. In addition, it is also aimed at detecting the network of brown sugar market.This research is a quantitative descriptive research using a transport method which applies both an analysis of NWCR (North West Corner Method), MODI (Modified Distribution Method) and a network analysis. From the analysis of NWCR Initial Solution for the distribution channel it is known that an is optimal distribution channel has the amount of Rp. 6.938.166. The distribution channel, which is appropriate to the selling target is indicated by recommendation of allocation in distributing brown sugar for distributor II as much as 10.500 kg/week to Pare, 13.300 kg/week to Jombang, and 700 kg/week to Tulungagung, to the distributor III as much as 2800 kg/week to Tulungagung and 1200 kg/week to Tuban. The allocation in distributing brown sugar for the distributor IV is as much as 1400 kg/week to Babat, 4600, 70 kg/week to Surabaya, 2300, 30 kg/week to Talun and 2000 kg/week to Batu. Therefore, the optimal solution for the channel distribution by MODI analysis is Rp. 773.314. Absolutely, the amount is by recommendation of allocation in distributing brown sugar to the channel distribution that is proper to the target market as much as 700 kg/week to Pare and 800 kg/week to Jombang for the distributor I, for the distributor II is 1000 kg/week to Wlingi, 500 kg/week to Kesamben, 5800 kg/week to Pare, 3500 kg/week to Tulungagung, 1200 kg/week to Tuban, 1400 kg/week to Babat, 4600,70 kg/week to Surabaya, 2300, 30 kg/week to Talun and 2000 kg/week to Batu, for the distributor III, is 4000 kg/week to Pare, and for the distributor IV is 12500 kg/week to Jombang. The network marketing, which supports the distribution of sugar brown, is indicated by varying route of shortest shipping to the distribution channel aimed. From the analysis, Pare becomes the alternative place for the shipping of brown sugar.

Page 6 of 36 | Total Record : 360