Articles
5,428 Documents
Efektivitas Model Pembelajaran Think Pair Share dan Two Stay Two Stray terhadap Kemampuan Berpikir Kritis IPS Siswa Sekolah Dasar
Ikmal Choirul Huda;
Nyoto Hardjono
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.1673
Model pembelajaran yang setipe sering menimbulkan keraguan bagi guru untuk memastikan model mana yang lebih efektif. Demikian pula dengan model Think Pair Share (TPS) dan Two Stay Two Stray (TSTS). Keduanya sama-sama model pembelajaran aktif (active learning). Kedua model ini dinilai mampu meningkatkan daya kritis peserta didik. Sebagai model yang setipe dengan sintaks yang hampir sama, tentu sulit untuk memastikan mana di antara keduanya yang lebih efektif dalam meningkatkan daya kritis peserta didik. Eksperimen ini bertujuan menjawab persoalan ini. Melalui Counter Balanced design, dilakukan perlakuan pembelajaran khususnya pada mupel IPS siswa SD kelas 5 menggunakan kedua model tersebut yang pada akhir pembelajaran diakhiri dengan postest baik pada kelas 5A maupun 5B masing-masing dua kali. Hasil pengolahan data menunjukkan perolehan rata-rata nilai postes TPS baik pada eksperimen I maupun II lebih tinggi dibanding perolehan nilai rata-rata TSTS, yakni sebesar 87,16 dan 88,80 dibanding 80,36 dan 77,95. Selisih rata-rata nilai pada kedua hasil eksperimen ini membuktikan bahwa hasil postest TPS lebih baik. Ini dapat dimaknai bahwa TPS lebih efektif dibanding TSTS dalam meningkatkan daya kritis IPS.
Efektivitas Penggunaan Media Komik Edukasi Bermuatan Budaya Jawa dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar
Endah Yuliana Lestari;
Dewi Shinta;
Joko Susilo;
Khoirulloh Khoirulloh
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2503
Membaca pemahaman merupakan keterampilan yang sangat diperlukan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, salah satunya pada jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media komik edukasi bermuatan budaya jawa dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa SD Bratan 02 Surakarta. Sementara itu, sampel penelitian adalah siswa kelas IV A yang berjumlah 12 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas IV B yang berjumlah 12 siswa sebagai kelas kontrol. Analisis data dengan teknik statistika deskriptif meliputi uji normalitas, homogenitas, dan uji beda independent test menggunakan software SPSS versi 25 untuk windows 10. Diperoleh hasil pengolahan data menggunakan uji beda independent t-test menunjukkan nilai sig. (2-tailed) adalah 0,008<0,05. Maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga terdapat perbedaan rata-rata signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa media komik efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa sekolah dasar.
Perbedaan Kemampuan Koordinasi Gerak, Umur, Jenis Kelamin dan Lokasi Sekolah Siswa
Yudha Setia Nugraha;
Damrah Damrah;
Syahrial Bakhtiar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2154
Jenis penelitian ini adalah komparasi (perbandingan) dengan sampel sebanyak 172 orang. Data dianalisis menggunakan teknik analisis varian (ANAVA) dua jalur dengan rancangan faktorial 3x2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kemampuan koordinasi gerak antara siswa yang lokasi sekolahnya di kota dan siswa yang lokasi sekolahnya di pinggir kota, didapatkan nilai Sig 0.020 < 0.05. 2) Terdapat perbedaan kemampuan koordinasi gerak antara siswa umur 7-9 tahun di pusat kota dan pinggir kota” didapatkan nilai signifikansi antara siswa usia 7-9 tahun SDN 107 dan SDN 144 dengan nilai Sig 0.009 < 0.05. 3) Terdapat perbedaan kemampuan koordinasi gerak antara siswa umur 10-12 tahun di pusat kota dan pinggir kota” didapatkan nilai signifikansi antara siswa usia 10-12 tahun SDN 107 dan SDN 144 dengan nilai Sig 0.005 < 0.05. 4) Terdapat perbedaan kemampuan gerak antara siswa jenis kelamin laki-laki di pusat kota dan pinggir kota” didapatkan nilai signifikansi antara SDN 144 dan SDN 107 dengan nilai Sig 0.009 < 0.05. 5) Tidak terdapat perbedaan kemampuan gerak antara siswa jenis kelamin perempuan di pusat kota dan pinggir kota” didapatkan nilai signifikansi antara SDN 107 dan SDN 144 dengan nilai Sig 0.998 > 0.05.
Analisis Deskriptif Pelaksanaan Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar
Debora Martaria;
Robiatul Munajah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2582
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran dalam jaringan (daring), kendala dalam pelaksanaan dan mengetahui pencapaian atau hasil belajar dalam melaksanakan pemberajaran daring di masa pandemi covid-19. Penelitian dilaksanakan di SDS Muhammadiyah 06 Tebet yang terhitung dari bulan September hingga bulan Desember. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode kualiatif deskripstif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini siswa kelas IV D. Teknik pengumpulan data yang digunakan yang digunakan dalam penelitian berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah pada masa pandemi sangat berdampak khususnya dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang sebelumnya dilaksanakan secara langsung lalu dialihkan menjadi pembelajaran daring. Peserta didik terkadang merasa bosan dan jenuh pada pelaksanaan pembelajaran berlangsung. Ada beberapa kendala dalam pelaksaan pembelajaran yaitu tidak stabilnya jaringan internet yang membuat pembelajaran terputus dan guru tidak bisa memantau siswa secara langsung sehingga guru tidak tahu apakah siswa sudah memahami materi yang diberikan atau tidak. Lalu hasil belajar dalam pembelajaran daring memperoleh rata-rata 608 dengan rata-rata tertinggi pada mata pelajaran PJOK dengan hasil 88,76 sedangkakn nilai rata-rata terendah terdapat pada mata pelajaran SBDP dengan hasil 84,4.Kata Kunci: pembelajaran daring, kendala pembelajaran, hasil belajar
Analisis Kesulitan Guru Matematika dalam Menerapkan Pembelajaran Daring di Madrasah Ibtidaiyah
Ummi Haniefa Dharmayanti;
Husin Husin
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2599
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh efek yang timbul dari pandemi covid-19 yaitu sistem pembelajaran yang sebelumnya secara tatap muka berubah secara mendadak menjadi pembelajaran secara daring. Hal itu memicu munculnya berbagai macam kesulitan yang dialami oleh tenaga pendidik atau guru dalam melaksanakan proses pembelajaran daring, khususnya para guru matematika. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan guru matematika dalam pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Sumber data pada penelitian ini adalah guru matematika kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kesulitan yang dialami guru matematika dalam melaksanakan pembelajaran daring, antara lain guru kesulitan dalam menyampaikan materi, sarana dan prasarana kurang memadai, dan guru kesulitan pada saat melaksanakan evaluasi pembelajaran. Akan tetapi, dibalik beberapa kesulitan yang dialami oleh guru matematika, guru tetap berusaha untuk meminimalisir kesulitan-kesulitan tersebut dengan memberikan ruang diskusi untuk peserta didiknya agar menemukan solusi bersama. Selain itu terdapat hikmah yang diperoleh, yaitu guru maupun peserta didik dapat menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran secara daring.
Implementasi Permainan Tradisional Gobak Sodor dalam Meningkatkan Kerjasama Anak Usia 10 Tahun
Nia Puspitasari;
Siti Masfuah;
Ika Ari Pratiwi
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2458
Masa perkembangan anak usia 10 tahun membutuhkan sosialisasi dengan teman sekitar, lingkungannya, dan dirinya sendiri. Salah satu bentuk masa perkembangan anak yang sangat penting yaitu kerjasama. Akan tetapi Kerjasama anak usia 10 tahun di Desa Tenggeles masih rendah. Ppenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama anak usia 10 tahun di Desa Tenggeles melalui permainan tradisional gobak sodor. Jenis penelitian ini adalah PAR (Participatory Action Research) dengan metode explanatory sequential. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah kerjasama anak melalui permainan tradisional gobak sodor telah mengalami peningkatan dimulai dari prasiklus sebesar 23% dengan kategori perlu bimbingan, siklus I sebesar 74% dengan kategori perlu bimbingan, dan siklus II sebesar 92% dengan kategori baik. Selain itu melalui uji N-gain juga menunjukkan bahwa siklus I sebesar 34% dengan kategori sedang dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 77% dengan kategori tinggi dan telah mencpai indicator keberhasilan yaitu 75%. Jenis instrument yang digunakan yaitu kuesioner tertutup, wawancara terstruktur, observasi partisipasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji N-gain terkait peningkatan serta kritertia kerjasama anak dan analisis data kualitatif terkait respon awal masyarakat dan penerapan kerjasama anak.
Improving Students’ Reading Skills in Understanding English Texts Using Culture-Based Text Teaching Materials
Yon Adlis;
Robi Soma;
Sufri Sufri
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2695
One of the factors causing the lack of success in reading comprehension in English in high school is the text used in learning that is set in a foreign culture. This study aims to describe the improvement of students' skills in understanding the contents of reading texts by using a model of text-based teaching materials based on local culture. This research uses classroom action research with implementation steps; (1) initial observations to determine research problems and data collection; (2) formulate research action plans, formulate models of teaching materials (3) development of teaching materials; (4) carry out the action; (5) collaborate with English teachers; (6) draw up a teaching plan; (7) reflection and revision of actions; (8) classroom action; (9) improvement of teaching materials. The subjects of this study were two English teachers and 28 high school students in class XI who were studying English with the topic of Reading Comprehension. The results showed an increase in student involvement in discussions, higher student initiative to ask questions, higher student activity in digging information. Learning outcomes indicated by the level of students' ability to answer questions are also getting higher. Learning becomes more effective and efficient in achieving learning objectives.
Aplikasi Quizizz Berpengaruh Atau Tidak untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Siswa
Muhammad Yusuf Salam;
Adam Mudinilllah;
Annisa Agustina
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2467
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh aplikasi quiziz untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Setelah diaplikasikan maka akan terlihat berpengaruh atau tidaknya. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dimana informasi akan diperoleh langsung dari lapangan. Selain itu peneliti harus benar-benar mengetahui situasi dan kondisi lapangan secara mendalam agar informasi dapat digali sedalam mungkin. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswa di Indonesia. Sedangkan objek penelitian adalah motivasi dan hasil belajar siswa setelah melibatkan aplikasi quiziz dalam pembelajaran. hasil penelitian ini menunjukkan hasil belajar dan motivasi siswa setelah penggunaan aplikasi quiziz sebagai alat evaluasi pembelajaran. 100 persen yang menyatakan bahwa quiziz membuat test lebih menarik, 94,4 persen yang menyatakan bahwa aplikasi quiziz dapat meningkatkan keinginan belajar, 83,3 persen yang menyatakan aplikasi quiziz merupakan aplikasi terbaik untuk test, 66,7 persen yang menyatakan bahwa aplikasi quiziz cocok untuk setiap melakukan test, 83,3 persn yang menyatakan bahwa aplikasi quiziz membuat siswa lebih rileks mengerjakan ujian
Strategi Guru dalam Mengatasi Perilaku Bullying Siswa di Sekolah Dasar
Ramadhanti Ramadhanti;
Muhamad Taufik Hidayat
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2892
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan intens nya kasus bullying yang terjadi di Indonesia khusunya di dunia pendidikan. Indonesia menjadi Negara terbanyak ke lima dari 78 negara dalam kasus bullying. Metode yang peneliti gunakan adalah deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik penilaian untuk mengecek keabsahan data adalah triangulasi teknis, triangulasi sumber, dan member check. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1). Bentuk fisik dari perilaku bullying antara lain memegang bahu teman, memukul dan menginjak kaki. Sedangkan bullying verbal adalah dengan cara memanggil dengan nama panggilan atau gelar, meminjam dengan paksa, memanggil nama orang tua (2) Penyebab perilaku bullying adalah terbesar adalah dari faktor keluarga, selain itu penyebab lainnya adalah pengaruh media, berupa tayangan televisi dan handphone yang menayangkan adegan kekerasan yang tidak baik untuk anak (3) strategi guru dalam menghadapi perilaku bullying adalah melakukan intervensi antar siswa yang terlibat kasus bullying, mengambil air wudhu, meminta penjelasan dari kedua belah pihak, meminta pelaku menyadari kesalahannya dan meminta maaf
Pengembangan Aplikasi BEAT (Belajar Asyik Tentang) Pendidikan Agama Islam untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Sekolah Dasar
Putri Laisya Abdurrochim;
Yuniar Khairunnisa;
Mughni Nurani;
Ani Nur Aeni
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2749
Penelitian ini dilaksanakan dengan latar belakang urgensinya media pembelajaran digital pada proses pembelajaran. Dengan penggunaan aplikasi BEAT PAI sebagai upaya untuk memotivasi siswa pada mata pelajaran PAI, sehingga terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi BEAT PAI terhadap hasil belajar PAI kelas 5 SD, serta untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PAI siswa kelas 5 SD sebelum dan setelah penggunaan aplikasi BEAT PAI. Penelitian ini menggunakan metode jenis penelitian Model Design and development (D&D). Penelitian ini memiliki populasi yaitu siswa kelas 5 SD sebanyak 30 orang, SD ini terletak di Kubang Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan dan kepuasan siswa terhadap penggunaan aplikasi BEAT PAI dalam proses pembelajaran adalah sebesar 4.44 dan angket guru menunjukkan kelayakan dalam aspek materi sebesar 4.8 dan aspek media sebesar 4.5. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa penggunaan aplikasi BEAT PAI berbasis android yang telah dikembangkan oleh peneliti layak digunakan untuk proses kegiatan pembelajaran PAI di SD.