Articles
5,428 Documents
MENUMBUH KEMBANGKAN BUDI PEKERTI MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR
Nofri Kianto;
Taufina Taufina;
Darnis Arief
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (387.675 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.273
Artikel ini bertujuan menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. Sasarannya adalah semua warga sekolah. Gerakan Literasi Sekolah lebih dari sekedar membaca dan menulis namun mencakup ketrampilan berfikir sesuai dengan tahapan dan komponen literasi. Sedangkan dalam praktik yang baik perlu menekankan prinsip-prinsip gerakan literasi sekolah. Agar sekolah mampu menjadi garis depan dalam budaya literasi, maka perlu menggunakan beberapa strategi pelaksanaan. Ada beberapa teknis konsep literasi di Sekolah antara lain secara harian, mingguan, bulanan dan persemester. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik agar pengetahuan dapat dikuasai secara baik. Materi baca berisi nilai-nilai budu pekerti, kearifan lokal, nasional dan global,yang disampaikan sesuai perkembangan peserta didik. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan GLS (Gerakan Literasi Sekolah) menggunakan indikator pencapaian setiap tahapan
PENERAPAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR
Anggy Giri Prawiyogi;
Sri Wulan Anggraeni;
Teten Ginanjar Rahayu
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.295
Permasalahan dalam pelajaran matematika siswa kurang tertarik terhadap pelajaran matematika karena matematika dianggap sebagai pelajaran yang paling sulit diantara pelajaran yang lainnya serta lemahnya kemampuan berpikir kreatif siswa dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas IV di SDIT Cendekia Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta. Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitiam Tindakan Kelas desain yang lebih dikenal dengan sistem spiral refleksi diri yang dimulai dari rencana, tindakan, pengamatan refleksi dan perencanaan kembali yang merupakan dasar untuk persiapan pemecah masalah. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas IV D berjumlah 31 siswa. Aktivitas siswa dalam pembelajaran Matematika dan kemampuan Berpikir Kreatif Matematis siswa setelah penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) pada pembelajaran Matematika mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Terlihat dari perolehan nilai rata-rata kelas, nilai ketuntasan belajar siswa secara individu, dan Daya Serap Klasikal kelas mengalami peningkatan yang sangat baik pada setiap siklusnya. Pada siklus pertama, nilai rata-rata siswa hanya 66.93 dengan tingkat Daya Serap Klasikal mencapai 51,61%, kemudian setelah diterapkannya model pembelajaran CPS selama tiga siklus, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 78,23 dengan tingkat Daya Serap klasikal mencapai 87,10%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran CPS telah berhasil meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV SDIT Cendekia
PERANAN MEDA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT DALAM MENINGHKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR
Irsan Irsan
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (227.438 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.268
Pembelajaran ICT adalah pembelajaran yang bearasaskan konsep pembelajaran computer dan multimedia. Pendidikan pembelajaran ICT saat ini sudah berkembang pesat di berbagai daerah. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan media pembelajaran berbasis ICT dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Sekolah Dasar Negeri II Bataraguru. Peneliti mengambil sampel secara acak (random sampling) yakni kelas rendah yang terdiri dari kelas 1, II, dan kelas III serta kelas tinggi yang terdiri dari kelas IV, V, dan kelas VI. Pada penelitian ini menggunakan bebrapa metode anatara lain: 1) Metode Wawancara atau Interview. 2) Metode Observasi. 3) Metode Dokumentasi. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa implementasikan media pembelajaran berbasis ICT dalam setiap proses pembelajaran dilaksanakan dengan baik ditunjang dengan sarana dan prasarana, komitmen kepala sekolah bersama guru serta kualiatas penguasaan guru dalam pengajaran. Media pembelajaran berbasis ICT sangat berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di Sekolah Dasar Negeri II Batatguru, hal ini dikarena guru dalam menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berbasis ICT membuat siswa lebih antusias dan tertarik mengikuti kegiatan belajar, siswa lebih terfokus dan terarah dalam memperhatikan pelajaran yang disampikan oleh guru dan terciptanya suasan belajar yang menyenagkan bagi siswa
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING ( PBL ) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR
Aisyah Nofziarni;
Hadiyanto Hadiyanto;
Yanti Fitria;
Alwen Bentri
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (49.705 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.244
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran belum dimulai dengan memberikan masalah yang autentik, sehingga apabila siswa dihadapi dengan suatu permasalahan siswa kurang mampu menyikapi dan menentukan solusi terhadap pemecahan masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning hasil belajar siswa pada materi mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang di kelas V Sekolah Dasar tahun ajaran 2016/2017. Jenis penelitian adalah eksperimen semu (quasi experimen). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 05 Garegeh Kota Bukittinggi. Teknik pengambilan sampel yaitu Non Probability Sampling dengan jenis Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini yakni siswa kelas VA sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 33 siswa dan siswa kelas VB sebagai kelas kontrol berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, uji hipotesisnya menggunakan rumus t-test yang didahului dengan uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar pada materi mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang di kelas V SD Negeri 04 Garegeh. Hal ini dibuktikan dari hasil t-test dengan taraf signifikan 5% (0,05) diperoleh t hitung (7,36) > t tabel (1,6694). Hasil belajar siswa yang diperoleh kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol, ditunjukkan dari mean kelompok eksperimen 82,18 sedangkan mean kelompok kontrol sebesar 76,62.
LITERACY SKILLS DEVELOPMENT THROUGHT MESSANGERS' STORIES AS THE SPIRITUAL BEHAVIOUR REALISATION IN ELEMENTARY SCHOOL
Mayarnimar Mayarnimar;
Taufina Taufina;
Muhammadi Muhammadi;
Muhammad Ilham Syarif
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.746 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.235
The aim of this study is development literacy with using the story of the prophet to made good spiritual attitude valid for elementary school, practice, and efective. Methods This study use the development of research of Plomp. This study is a research design that combines Plomp models with models Gravemeijer & Cobb, the which consists of 3 phases roomates preliminary studies (Preliminary research / preparing for the experiment), phase of development (Development or prototyping phase / design experiment) and assessment phase ( assessment phase / retrospective analysis), This population is elementary school in Padang. The results Showed that the learning literacy with using the story of the prophet to made good spiritual attitude for elementary student get 95.5% is Valid. literacy with using the story of the prophet to made good spiritual attitude get practice for elementary student questionnaire teacher get 87.5%, 83.3% of the student questionnaire. literacy with using the story of the prophet to made good spiritual attitude for elementary student can get effective Because student chose how to implemented a spiritual good in their attitude after literacy live with the story of prophet.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP PERKALIAN BERBANTUAN KALKULATOR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR
Nurhaswinda Nurhaswinda
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (169.552 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.236
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep perkalian siswa dengan berbantuankalkulator pada mata pelajaran matematika di kelas IV-B Sekolah Dasar Negeri Palimanan Barat, Cirebon.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) dengan menggunakan Model PenelitianTindakan Kemmis McTaggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan setiap siklusnya terdiri dari3 pertemuan. Setiap siklus dilakukan tahap perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian inidilaksanakan pada tahun ajaran 2016/2017. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dilakukandengan cara observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data pemantau tindakan dilakukan setelahdata terkumpul akan melalui pengecekan kelengkapan data, pengumpulan data, dan penganalisaan data teknikdeskriptif dengan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika denganberbantuan kalkulator dapat meningkatkan pemahaman konsep perkalian. Hal tersebut dapat ditunjukkan dariaktivitas yang diamati dan respon positif dari siswa subjek penelitian dan juga siswa secara keseluruhanterhadap pembelajaran matematika dengan berbantuan kalkulator. Serta dengan adanya peningkatan skorpemahaman konsep perkalian pada subjek penelitian di setiap indikator dan nilai tes akhir siklus seluruh siswakelas IV-B. Peningkatan nilai pada siklus I jumlah siswa yang mampu mencapai indikator keberhasilan hanya42.31% siswa, dan meningkat pada siklus II menjadi 88.46% siswa.
PENERAPAN MODEL THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI SEKOLAH DASAR
Mariana Valianty;
Agustina Tyas Asri Hardini
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (298.621 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.261
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan langkah-langkah penerapan model Think Pair Share dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar, mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis dan mengetahui peningkatan hasil belajar. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dua siklus. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Kutowinangun 01 Salatiga dengan subyek penelitian siswa kelas 4 SD Negeri Kutowinangun 01 total subyek 25.Teknik pengumpulan data menggunakan tehnik tes dan tehnik non tes analisi data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan penerapan langkah-langkah model Think Pair Share yaitu dengan berpikir (thinking) masalah yang berikan, siswa diharap berpasangan (pairing) agar mendapatkan kesepakatan jawaban dan yang terakhir yaitu berbagi (sharing) jawaban yang telah disepakati. Hal tersebut dibuktikan dari meningkatnya kemampuan berpikir kritis siswa dari kondisi pra siklus menunjukkan bahwa 20% dengan kategori tinggi menjadi 52% dengan kategori tinggi pada siklus I dan pada siklus II menunjukkan bahwa 84% siswa mencapai kemampuan berpikir kritis pada kategori tinggi. Peningkatan juga terjadi pada hasil belajar matematika siswa kelas 4 SD Negeri Kutowinangun 01 Kecamatan Sidorejo Lor, Salatiga semester 1 tahun ajaran 2019/2020 setelah diberikan tindakan model Think Pair Share. Sebelum tindakan sebanyak 11 siswa (44%) yang tuntas. Setelah diberikan tindakan pada siklus I, terjadi peningkatan jumlah yang tuntas menjadi 17 siswa (68%) pada siklus II terjadi peningkatan jumlah yang tuntas menjadi 20 (80%).
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK DENGAN MODEL NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT)
Lely Afni Ikhwandari;
Nyoto Hardjono;
Gamaliel Septian Airlanda
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.715 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.283
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan otivasi dan hasil belajar matematika peserta didik kelas 4 SD Negeri Gedong 2 Banyu Biru dengan model Numbered Heads Together (NHT) pada semester I, tahun pelajaran 2019/2020. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan evaluasi. Instrumen pengumpulan data dengan lembar observasi, angket, dan tes tertulis berupa pilihan ganda. Teknik analisis data menggunakan deskriptif komparatif yang berupa presentasE ari data yang diperoleh melalui dari angket motivasi dan hasil belajar matematika antara pra siklus dan setelah siklus. Motivasi dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang berarti. Motivasi pada pra siklus yang mencapai kategori tinggi sebesar 22% atau 5 dari 23 peserta dididk. Setelah dilakukan tindakan siklus I untuk meningkatkan motivasi mencapai kategori tinggi sebesar 52% atau 12 peserta dididk dan pada siklus II untuk lebih meningkatkan motivasi mencapai kategori tinggi sebesar 87% atau 20 peserta dididk. Setelah diberikan tindakan pembelajaran menggunakan model Numbered Heads Together (NHT), pada siklus I terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik yang ditunjukkan oleh kenaikan persentase hasil belajar peserta didik. Sebelum tindakan sebanyak 10 peserta didik (43%) yang tuntas dari 23 peserta didik. Setelah diberikan tindakan pada siklus I, terjadi peningkatan jumlah yang tuntas menjadi 15 peserta didik (65%). Pada siklus II terjadi peningkatan jumlah yang tuntas menjadi 20 (87%). Hasil ini menunjukkkan bahwa adanya peningkatan motivasi dan hasil belajar matematika peserta didik pada 4 SD Negeri Gedong 2 Banyu Biru dengan menggunakan model Numbered Heads Together (NHT)
PENGEMBANGAN ETNOSAINS MULTIMEDIA LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOGNITIF SKILL SISWA SEKOLAH DASAR
Egok, Asep Sukenda;
Satria, Tio Gusti
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January In Press
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.278
Pembelajaran sains yang mampu menjembatani perpaduan antara budaya siswa atau pengetahuan asli dengan budaya ilmiah di sekolah atau pengetahuan khas dari suatu komunitas atau etnosains dapat mengefektifkan proses belajar siswa. Siswa belajar secara formal untuk memahami lingkungannya dengan berbagai permasalahan yang ada di sekitarnya. cara mengajar guru yang sering menggunakan metode ceramah, text book centered dan jarang menggunakan media pembelajaran. Sedangkan, siswa membutuhkan penjelasan dari guru dalam bentuk nyata, akan tetapi karena guru tidak menggunakan media pembelajaran yang dapat menarik minat siswa dalam belajar. media pembelajaran mencakup manusia, materi atau kajian yang membangun suatu kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Media pembelajaran diharapkan untuk menyampaikan atau menyalurkan pesan dari suatu sumber secara terencana kepada siswa, sehingga terjadi lingkungan belajar yang kondusif dimana peserta didik dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif. Multimedia Learning diharapkan mampu meningkatkan kognitif skill siswa dan pembelajaran menjadi lebih bermakna
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN CONGKLAK (TRADISIONAL INDONESIA) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN SISWA DI SEKOLAH DASAR
Rudi Ritonga;
Sulistyani Puteri Ramadhani
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (425.604 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.246
Penelitian ini bertujuan pengembangan media permainan congklak serta untuk meningkatkan kemampuan berhitung permulaan siswa kelas I Sekolah Dasar. Metode dari penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian pengembangan merupakan metode untuk menghasilkan produk media dan menyempurnakan produk yang telah ada serta menguji keefektifan produk tersebut. Peneliti melakukan penelitian dan pengembangan Media Permainan Congklak (Tradisional Indonesia) berbasis daur ulang sampah. Tingkat kelayakan media permainan congklak (tradisional Indonesia) ini diketahui melalui validasi oleh ahli materi matematika, validasi oleh ahli media, validasi oleh guru dan uji coba penggunaan oleh siswa.Penilaian diperoleh 90,01% dari subjek ahli materi, ahli media 89, 05%. Hasil dari uji kelayakan media permainan congklak (Tradisional Indonesia) berbasis daur ulang sampah yang menyatakan layak digunakan. Efektivitas yang dilakukan untuk menguji tabel hasil hipotesis adalah rata-rata harga statistik t = 12,231 hingga 41 db dan angka sig. Atau p-value 0,000 ≤ 0,05 atau Ho ditolak. Demikian menyimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan berhitung permulaan siswa yang signifikan antara sebelum dan setelah digunakan pengembangan Media Permainan Congklak (Tradisional Indonesia) berbasis daur ulang sampah.