Articles
5,428 Documents
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Ilmiah Sebagai Salah Satu Keterampilan Abad 21
Hilman Imadul Umam;
Salma Hikmatul Jiddiyyah
Jurnal Basicedu Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.645
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek terhadap keterampilan berpikir kreatif ilmiah siswa SMA dalam materi fluida dinamis. Keterampilan berpikir kreatif ilmiah merupakan salah satu keterampilan abad 21 yang sangat penting dimiliki oleh peserta didik supaya bisa beradaptasi terhadap perubahan. Desain penelitian yang digunakan adalah one-group pretest-posttest design. Setelah dilaksanakan pembelajaran berbasis proyek pada sampel yang diteliti ternyata menunjukan adanya pengaruh terhadap peningkatan keterampilan berpikir kreatif ilmiah berdasarkan perhitungan effect size (d). Pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek secara umum berpengaruh dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif ilmiah berdasarkan nilai effect size (d) sebesar 1,32. Selanjutnya ditinjau berdasarkan aspek-aspek dari keterampilan berpikir kreatif ilmiah secara khusus, bahwa pembelajaran berbasis proyek berpengaruh dalam meningkatkan aspek thinking-fluency-technical product dan thinking-originality-technical product dengan nilai effect size (d) masing-masing sebesar 1,35 dan 1,21, tetapi tidak cukup efektif dalam meningkatkan aspek thinking-flexibility-technical product yang ditunjukan dari nilai effect size (d) yang hanya sebesar 0,14
Pengaruh Strategi POE Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Di Sekolah Dasar
Dwiki Anpariza;
Yanti Fitria
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.965
Tujuan percobaan yakni mengetahui efek strategi POE kepada kemampuan berpikir kreatif pelajar di kelasIV SD di daerah Lima puluh Kota. Bentuk percobaannya yaitu kuantitatif metode Quasy Eksperimen, wujudnya Nonequivalent pretest-posttest grup designcontrol.Teknik sample memakai clusster random sampliing melalui sampel yang terdiri dari dua kelas. Efek penelitian menerangkan bahwa ratarata diperoleh pada kelaseksperimen adalah 76,96,sedangkan kelas control memperoleh ratarata 58,28. Dari penjabaran data hasil > ialah 5,55 > 1,6772. Dilihat dari selisih rata-rata hasil indeks penilaian kemampuan berpikir kreatif dan rata-rata hasil observasi kemampuan berpikir kreatif dua kelas siswa. Hasil observasi rata-rata kelas eksperimen sebesar 37,3% cukup kreatif, dan rata-rata hasil observasi kelas kontrol sebesar 21,33% tergolong tidak kreatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang menggunakan strategi observasi dan interpretasi prediktif (POE) dengan siswa yang menerima pembelajaran biasa
Pengaruh Metode Pembelajaran Struktural Analitik Sitentik terhadap Kemampuan Menulis Permulaan di Sekolah Dasar
Yunita Sari;
Ratri Dyah Luvita;
Andarini Permata Cahyaningtyas;
Vina Iasha;
Bramianto Setiawan
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.515
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran struktural analitik sintetik terhadap kemampuan menulis permulaan siswa kelas 1 SD Negeri Sembungharjo 02. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode Quasi Eksperimen dengan Nonequivalent Control Group Design. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan 2 buah uji hipotesis yakni, uji t berpasangan, dan uji beda rata-rata kemampuan menulis permulaan. Dari analisis data diperoleh bahwa uji hipotesis kemampuan menulis permulaan berupa yang pertama uji t berpasangan pada kelas eksperimen diperoleh thitung -15,45 dan ttabel 2,0518 dengan kriteria thitung ≤ -ttabel maka Ho diterima. Sedangkan untuk kemampuan menulis permulaan di kelas kontrol diperoleh thitung -4,16 dan dan ttabel 2,0518 dengan kriteria thitung ≤ -ttabel maka Ho diterima. Uji t dua pihak berdasarkan perhitungan uji kesamaan dua rata-rata kemampuan menulis permulaan diperoleh thitung 3.065 dan ttabel 2.0211. dengan kriteria pengujian yang berlaku adalah Ho diterima jika -ttabel ≤ thitung ≤ ttabel karena perolehan nilai t hitung 3.065 berada pada area penolakan Ho yaitu -2.0211 ≤ 3.065 ≥ 2.0211 maka Ho ditolak yang dapat disimpulkan ada pengaruh metode struktural analitik sitentik terhadap kemampuan menulis permulaan.
Penggunaan Metode Pembelajaran Guided Discovery untuk Meningkatkan Kemampuan Mengidentifikasi Unsur-Unsur Intrinsik Dongeng di Sekolah Dasar
Riga Zahara Nurani;
Fajar Nugraha;
Hana Sakura Putu Arga
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.761
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan metode pembelajaran guided discovery untuk meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dongeng. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan cara mendeskripsikan hasil temuan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa setiap tahapan kegiatannya. Instrumen yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan tes kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dongeng. Pada penelitian ini, proses pembelajaran dongeng dengan menggunakan metode guided discovery dilakukan dengan cara: (1) guru memberikan pertanyaan seputar unsur intrinsik dongeng; (2) guru membacakan dongeng; (3) siswa membuat rancangan jawaban tentang unsur intrinsik dongeng; (4) guru mengecek rancangan jawaban siswa tentang unsur intrinsik dongeng; (5) siswa menyampaikan rancangan jawaban tentang unsur intrinsik dongeng; (6) guru mengkonfirmasi rancangan jawaban siswa. Kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dongeng mengalami peningkatan rata-rata kelas dari setiap tahapan pertemuan. Pada pertemuan pertama rata-rata kemampuan siswa adalah 74, pada pertemuan kedua rata-rata kemampuan siswa adalah 83, dan pada pertemuan ketiga rata-rata kemampuan siswa adalah 89,5. Dengan demikian, penggunaan mentode pembelajaran guided discovery dalam pembelajaran menyimak dongeng dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam menentukan unsur-unsur intrinsik dongeng
Pengaruh Media Gambar Terhadap Hasil Belajar IPA Pada Siswa Sekolah Dasar
Tarpan Suparman;
Anggy Giri Prawiyogi;
Reni Endah Susanti
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.332
Penelitian ini dilaksanakan di Gugus II Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, dan penelitian di fokuskan pada siswa kelas V Tahun ajaran 2018/2019. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media gambar terhadap hasil belajar IPA. Penelitian ini di latarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa terutama pada pelajaran IPA. Jenis Penelitian ini adalah penelitian semu (quasi eksperimen). Dengan Desain yang digunakan dalam penelitian adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi yang digunakan adalah SDN yang berada di Gugus II Kecamatan Lemahabang, yang terdiri dari 10 SD dan di fokuskan pada kelas V di Gugus II Kecamatan Lemahabang pada tahun 2018/2019, dengan sampel penelitian kelas V SDN Lemahabang III sebagai kelas eksperimen dan kelas V SDN Lemahabang V sebagai kelas kontrol. Intrumen tes yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar IPA adalah dengan menggunakan tes berbentuk pilihan ganda. Hasil analisis data pada pretest kelas eksperimen nilai yang didapat masih rendah nilai yang diperoleh sebesar 24,00, sedangkan pada kelas kontrol adalah 25,83. Setelah dilakukan treatment pembelajaran menggunakan media gambar, hasil analisis pada posttest kelas eksperimen diperoleh bahwa hasil belajar IPA meningkat dengan rata-rata 73,67, sedangkan pada kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata 67,00. Berdasarkan uji t yang dilakukan diperoleh sig (2-tailed) < 0.05 yang artinya terdapat perbedaan terhadap hasil belajar IPA. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh media gambar terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V di Sekolah Dasar pada tahun pelajaran 2018/2019.
Krisis Kemampuan Membaca Lancar Anak Indonesia Masa Pandemi COVID-19
Chandra Chandra;
Rahman Rahman;
Vismaia Sabariah Damaianti;
Ernawulan Syaodih
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.848
Banyak anak Indonesia yang berusia 7-8 tahun mengalami kesulitan yang sangat berarti dalam menangkap makna isi teks cerita yang mereka baca. Terutama pada masa pandemi covid-19. Padahal sebagian dari mereka terlihat tidak bermasalah dengan proses membaca dari kata ke kata berikutnya. Mengungkap kasus dalam permasalahan yang dialami oleh anak usia 7-8 tahun di Indonesia, perlu dilakukan penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded teori. Proses pendekatan grounded teori: data collection, coding, theoretical sampling, dan theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma anak usia 7-8 tahun di Indonesia, mereka merasa sudah lancar membaca apabila sudah tidak terbata-bata membaca kata demi kata. Teori baru yang dihasilkan yaitu anak berpandangan bahwa semakin cepat mereka membaca, maka semakin lancar mereka membaca. Padahal ini merupakan pemahaman yang keliru. Anak usia 7-8 tahun dapat dikatakan lancar membaca apabila dapat membaca dengan memperhatikan penggunaan jeda, intonasi, dan ekspresi dalam membaca. Kecepatan membaca yang dimiliki oleh anak ketika sudah lancar membaca hanya sebagai nuturan efek dari kelancaran membaca.
Multimedia Berbasis Karakter Pada Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Vina Amilia Suganda M;
Sulkipani Sulkipani
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.874
Pengembangan media pembelajaran mengikuti laju teknologi diharapkan tetap memiliki nilai-nilai karakter dalam tujuan penyampaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangakan multimedia berbasis karakter pada pembelajaran di Sekolah Dasar. Kegiatan penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunkan R & D Cycle Borg and Gall, yang terdapat tiga tahapan yang telah dilalui yaitu studi pendahuluan, pengembangan produk dan uji coba produk. Pada tahap pengembangan, prototype multimedia yang telah disusun maka selanjutnya diadakan validasi oleh ahli materi, media dan bahasa yang menghasilkan tingkat validitas 96,3% atau kategori valid. Pada tahap uji coba produk, tahapan yang dilakukan adalah uji coba one to one, small group, dan field evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan tingkat kepraktisan multimedia berbasis karakter sebesar 87.91% dengan kategori sangat baik dan hasil observasi terhadap aktivitas mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa menampilkan aktivitas yang aktif dalam pembelajaran dengan persentase yang diperoleh sebesar 86.64, kemudian berdasarkan perolehan nilai pretest dan posttest tersebut diketahui terdapat peningkatan sebesar 14 dengan N-Gain sebesar 1 yang artinya multimedia berbasis karakter ini memiliki efek potensial dengan kategori tinggi. Multimedia ini dikembangkan dengan harapan dapat dibangun karakter positif melalui pembelajaran matematika di Sekolah Dasar.
Peran Orang Tua dan Keluarga dalam Penanganan Anak dengan Gangguan Komunikasi
Uyu Mu'awwanah;
Asep Supena
Jurnal Basicedu Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.620
Orangtua dan keluarga merupakan faktor penting dalam proses penanganan anak dengan gangguan komunikasi (bicara dan bahasa). Oleh karena itu artikel ini mendeskripsikan terkait peran orangtua dan keluarga dalam penanganan terhadap anak dengan gangguan komunikasi (bicara atau bahasa), tidak hanya secara umum dan khusus tetapi juga secara teoritis dan praktis. Mengkaji peran, orangtua, keluarga dan anak dengan gangguan komunikasi (bicara atau bahasa), pengertian gangguan bicara atau bahasa (speech or language disorder), dampak gangguan bicara dan bahasa pada anak, klasifikasi gangguan komunikasi (bicara atau bahasa), penyebab gangguan atau keterlambatan bicara, deteksi dini keterlambatan bicara dan bahasa pada anak, anak dengan gangguan komunikasi (bicara atau bahasa), peran orangtua dan keluarga terhadap anak dengan gangguan komunikasi (bicara atau bahasa), penanganan speech or language disorder pada anak, dan pendidikan khusus untuk penderita speech or language disorder.
Pengembangan Modul Matematika Berbasis Etnomatematika Pada Materi Bangun Datar di Sekolah Dasar
Dyara Atmy Febriyanti;
Siti Qurratul Ain
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.933
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul matematika berbasis etnomatematika pada materi bangun datar kelas IV SDN. Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan desain model Addie yang dibatasi oleh peneliti hanya sampai 4 tahap saja yaitu(Analyze, Design, Development, Implementation). Instrumen pengumpulan data diperoleh dari angket yang diisi oleh tiga ahliuntuk menguji validitas serta respon guru dan siswa untuk menguji praktikalitas. Data yang diperoleh dari angketdianalisis secara kuantitatif dan diinterpretasikan dengan pedoman kategori penilaian untuk menentukan kualitas produk . Hasil validasi ahli materi diperoleh persentasi sebesar 86,5%, ahli desain 96,6% dan ahli bahasa 91,6%. Sehingga menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan sangat valid. Sedangkan hasil praktikalitas berdasarkan angket respon siswa diperoleh persentasi sebesar 94,1% dan angket respon guru diperoleh persentasi sebesar 97,1%. Hal tersebut menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan sangat praktis digunakan dalan proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penilaian oleh validator, respon siswa dan guru maka modul matematika berbasis etnomatematika pada materi bangun datar memenuhi kriteria valid dan praktis
Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Berbasis Daring terhadap Hasil Belajar dan Keterampilan Berargumen Pada Muatan Pembelajaran IPS di Sekolah dasar
Leni Rahmawati;
Agustina Tyas Asri Hardini
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.496
Metode penelitian yang digunakan adalah metode Pre Experimental Design. Penelitian ini dilakukan pada satu kelompok yaitu kelompok eksperimen yang mendapat pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran Inquiry. Penelitian pada dasarnya adalah usaha pencarian dengan berbasis cara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Pre Experimental Design dengan desain penelotian One Group Pre-test – Post-Test. Desain eksperimen dalam penelitian ini menggunakan One Group Pre-Test yaitu desain yang observasinya di lakukan dua kali yaitu sebelum eksperimen disebut Pre Test, dan observasi sesudah eksperimen disebut Post Test. Teknik Analisis data terdiri dari uji prasyarat dan uji hipotesis. Data yang terkumpul dari hasil tes pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan pengujian perbedaan rata-rata. Hasil penelitian terdapat perbedaan Efektifitas Model Pembelajaran Inquiry Berbasis Daring Terhadap Hasil Belajar dan Keterampilan Berargumen Pada Muatan Pelajaran IPS Kelas V. Simpulan ini didasarkan dari perolehan Rata-rata hasil nilai pemahaman konsep siswa pada pretest sebesar 71.190 dengan Uji T 37.730, skor tertinggi yang di capai siswa adalah 75.13 dan skor terendah adalah 67.25. Sedangkan rata-rata hasil nilai pemahaman konsep siswa pada postest setelah diberi perlakuan sebesar 84.762 dengan Uji T 62.447 skor tertinggi yang di capai siswa adalah 87.59 dan skor terendah adalah 81.93