Articles
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI WAHANA PEMBELAJARAN BELA NEGARA DALAM MENGEMBANGKAN SEMANGAT NASIONALISME MAHASISWA
Sulkipani, Sulkipani
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 22, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jpis.v22i2.2190
Penelitian yang berjudul “Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Sebagai Wahana Pembelajaran Bela Negara dalam Mengembangkan Semangat Nasionalisme Mahasiswa†ini menjelaskan mengenai PKn sebagai program perkuliahan di perguruan tinggi yang dapat menumbuhkembangkan semangat bela negara mahasiswa. Data penelitian ini dihimpun dari data hasil wawancara dan data hasil kajian analisis kritis terhadap berbagai literatur. Wawancara dilakukan terhadap beberapa informan yang memiliki perhatian dan kompetensi yang mumpuni dalam bidang bela negara dalam perspektif PKn di perguruan tinggi. Literatur yang dijadikan referensi diambil dari berbagai literatur (bahan bacaan) baik media cetak maupun media elektronik yang memiliki relevansi dengan upaya bela negara. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, maka dapat dipahami bahwa secara konsepsi dan konstruksi Pkn merupakan wahana yang tepat untuk pembelajaran bela negara dalam mengembangkan semangat nasionalisme mahasiswa. Hal tersebut tidak terlepas dari fokus kajian PKn yang dikembangkan saat ini yang pada hakikatnya menitikberatkan pada pembangunan kesadaran sebagai bangsa dan kecintaan terhadap negara Indonesia (nasionalisme). Kata kunci: bela negara, nasionalisme, pendidikan kewarganegaraan
THE OPPORTUNITIES OF PANCASILA AND CIVIC EDUCATION (PPKN) AS AN INSTRUMENT TO BUILD OF STUDENTS' ENVIRONMENTAL CARING CHARACTER
Faisal, Emil El;
Sulkipani, Sulkipani
Sriwijaya University Learning and Education International Conference Vol 3, No 1 (2018): 3rd-SULE-IC
Publisher : Sriwijaya University Learning and Education International Conference
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This literature study aims to analyze the opportunity of PPKn as an instrument of development of students' caring character. Caring for the environment is a very influential factor in maintaining the balance and environmental sustainability. The implication is that when humans have a strong concern for the environment then people will feel the great benefits in carrying out activities of life. Conversely, when humans have no concern for the environment, natural disasters will occur as a result of environmental imbalances. Thus, building a care-minded environment is a preventive effort so that environmental damage can be anticipated. Among the preventive efforts are through PPKn. PPKn as one of the subjects developed at the level of schooling has great opportunities and responsibilities in building students' caring character. It can be known from the nature of PPKn as character education. The government has set the policy direction of strengthening character education is to develop the character of students, one of which is the character of environmental care.
Efektivitas Penggunaan Buku Ajar Mata Kuliah Hukum Adat Berbasis Kearifan Lokal masyarakat Sumatera Selatan
Sri Artati Waluyati;
Sulkipani Sulkipani;
Dianty Puspa;
Gentasury Melati Putri Leonardi Indriani
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v11i2.12251
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Buku Ajar Hukum Adat Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Sumatera Selatan yang telah dikembangkan sebelumnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang mencoba untuk menguraikan dan mendeskripsikan nilai angka yang didapatkan dalam sebuah deskripsi. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan berupa tes, yang terdiri atas pre dan post test. Tes diberikan untuk mengetahui peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap materi yang diberikan sehingga dapat dilihat tingkat efektivitasnya. Selanjutnya, data akan dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan analisis nilai gain. Setelah dilakukan penelitian dengan mengacu pada perbandingan nilai pre dan posttest maka didapatkan nilai gain sebesar 0,64 dan masuk dalam kategori sedang dan jika di persentasekan sebesar 64% dan masuk dalam kategori cukup efektif. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa penggunaan Buku Ajar Mata Kuliah Hukum Adat Berbasis kearifan Lokal Masyarakat Sumatera Selatan dalam proses pembelajaran cukum efektif.
ANALISIS TINGKAT VALIDITAS BAHAN AJAR BERBASIS LINGKUNGAN PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Sulkipani Sulkipani;
Vina Amilia Suganda;
Edwin Nurdiansyah
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v9i2.7549
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas bahan ajar berbasis lingkungan pada Mata Kuliah Pendidikan Kewargarenagaraan. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (RnD) dengan teknik pengumpulan data angket dan dokumentasi. Angket digunakan untuk menghimpun data dari para validator mengenai aspek materi, media, dan bahasa dalam bahan ajar. Dokumentasi digunakan untuk menghimpun data mengenai materi yang akan dikembangkan. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut: (1) Tingkat validitas aspek materi dinyatakan valid dengan skor 87.5 % (validasi 1) dan 100% (validasi 2), ditemukan bahwa dari segi materi bahan ajar telah disajikan secara sistematis dengan contoh yang kontekstual; (2) Tingkat validitas aspek media dinyatakan cukup valid pada validasi I dengan skor 78.12%, ditemukan masih terdapat penggunaan gambar dan ukuran huruf yang harus disesuaikan, dan pada validasi ke 2 dinyatakan valid dengan skor 93.75%; dan (3) Tingkat validitas aspek bahasa dinyatakan cukup valid pada validasi I, karena terdapat beberapa struktur kalimat dan ejaan yang harus direvisi, dan dinyatakan valid pada alidasi ke 2 dengan skor 90. Dengan demikian, bahan ajar yang telah dikembangkan dinyatakan valid.Kata kunci: Tingkat Validitas, Bahan Ajar, Pendidikan Kewarganegaraan
PENGEMBANGAN BUKU AJAR BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATA KULIAH ILMU PERUNDANG-UNDANGAN
emil el faisal;
alfiandra alfiandra;
sulkipani sulkipani;
Amalia Sri Astuti
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 7, No 1 (2020): Bhineka Tunggal Ika : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36706/jbti.v7i1.11443
Abstract: The purpose of this research is to determine the potential effect of using contextual-based teaching books on the academic level of law. The background of this research is a lack of learning resources that students can contextually understand. This method of research is development study with observation, poll and test data collection techniques. Data analysis used is quantitative descriptive data analysis. The samples in this study were third-semester students who were studying in the academic sciences. Through the validity test on the material and language aspects it is known that the teaching book is developed valid with 97% details on the material aspect and 96.42% in the language aspect. To know the potential effects of teaching books conducted tests that are pretests and posttest. The average value of pretests obtained was 69.5 and posttest amounting to 82 based on the acquisition of Pretests and posttest values, there is an increase of 12.5 with N-Gain of 0.4. So it can be concluded that this teaching book has a potential effect in order to help students to be able to better understand the material learnedKeywords: potential effects, teaching books, statutory sciences Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek potensial penggunaan buku ajar berbasis kontekstual pada Mata Kuliah Ilmu Perundang-Undangan. Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya sumber belajar yang secara kontekstual dapat dipahami oleh mahasiswa. metode penelitian ini adalah penelitan pengembangan dengan teknik pengumpulan data observasi, angket dan tes. analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa semester tiga yang sedang menempuh mata kuliah ilmu perundang-undangan. Melalui uji validitas pada aspek materi dan bahasa diketahui bahwa buku ajar yang dikembangkan valid dengan rincian 97% pada aspek materi dan 96.42% pada aspek bahasa. Untuk mengetahui efek potensial buku ajar dilakukan tes yang berupa pretest dan posttest. Nilai rata-rata pretest diperoleh 69.5 dan posttest sebesar 82 Berdasarkan perolehan nilai pretest dan posttest tersebut diketahui terdapat peningkatan sebesar 12.5 dengan N-Gain sebesar 0.4. Jadi dapat disimpulkan bahwa buku ajar ini memiliki efek potensial dalam rangka membantu mahasiswa untuk dapat lebih memahami materi yang dipelajariKata kunci: Efek Potensial, Buku Ajar, Ilmu Perundang-undangan
HUKUMAN MATI DAN JURISDIKSI INDONESIA DALAM SISTEM HUKUM INTERNASIONAL (Analasis Eksekusi Hukuman Mati Terhadap Terpidana Kasus Narkoba di Indonesia Tahun 2015)
Sulkipani Sulkipani;
Emil El Faisal
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 2, No 1 (2015): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36706/jbti.v2i1.4559
Sejak memproklamirkan diri sebagai bangsa dan negara yang merdeka pada 17 Agustus 1945 silam, Indonesia telah bertransformasi menjadi negara yang berdaulat penuh, baik kedaulatan kedalam pada ranah kehidupan nasional, maupun keluar dalam kaitannya dengan hubungan Internasional. Berbagai upaya pertahanan nasional untuk mewujudkan dan mempertahankan kedaulatan sebagai negara yang merdeka ditempuh Indonesia. Ketegasan berupa sanksi hukuman mati terhadap gembong narkoba adalah salah satunya. Hukum positif Indonesia telah menyuarakan dengan tegas bahwa, kejahatan narkoba adalah kejahatan luar biasa yang akibat buruknya juga bersifat luar biasa. Sehingga, hukuman mati dinilai tepat dan tidak berlebihan bagi para pelakunya. Namun, pada kenyataannya Indonesia dihadapkan pada ujian jurisdiksi yang sejatinya harus ditegakkan terkait pelaksanaan hukuman mati, dan disisi lain terdapat nada sumbang dari negaranegara sahabat yang warganya telah divonis mati oleh pengadilan Indonesiaserta dari Organisasi PBB. Atas dasar Hak Asasi Manusia (HAM), pihak-pihak tersebutberusaha menyuarakan pengkajian ulang, penundaan,hingga pembatalan eksekusi hukuman mati tersebut.
PRINSIP-PRINSIP DAN PRAKTIK PENDIDIKAN UNTUK MEMBANGUN WARGANEGARA YANG DEMOKRATIS
Sulkipani Sulkipani
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 1, No 2 (2014): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36706/jbti.v1i2.4543
Pendidikan sebagai upaya yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk menghasilkan warga negara yang mampu memberikan partisipasi aktif dalam berbagai aspek kehidupan. Partisipasi aktif warga negara merupakan aktualisasi konkret dari sikap demokratis yang menjadi suatu keharusan untuk mencapai kehidupan yang berkeadilan sosial. Warga negara yang demokratis dapat dikatakan sebagai warga negara yang memiliki kecintaan terhadap negara dan mampu menempatkan kepentingan bangsa dan negara pada posisi sentral, karena sikap demokratis akan menunjukkan keterlibatan warga negara dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Warga negara yang demokratis tentunya akan dihasilkan dari sistem pendidikan yang demokratis pula, yang berpegang pada prinsip-prinsip pendidikan, agar aplikasi pendidikan yang dilakukan terarah pada terbentuknya generasi yang humanitas sebagai tujuan akhir pendidikan.
PENGUATAN ORGANISASI RESIMEN MAHASISWA (MENWA) UNTUK MEMBANGUN KESADARAN BELA NEGARA MAHASISWA
Emil El Faisal;
Sulkipani Sulkipani
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 2, No 2 (2015): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36706/jbti.v2i2.4582
Penelitian ini merupakan analsis kritis terhadap literatur (kepustakaan) mengenai kesadaran bela negara warga negara. Bahwa kesadaran bela negara dari segenap warga negara menjadi penentu kuatnya ketahanan nasional suatu negara. Kesadaran ini menjadi motivasi utama yang menggerakkan warga negara untuk mengambil bagian peranan penting dalam mewujudkan ketahanan negara. Berbagai upaya startegis harus terus dilakukan guna membangun kesadaran bela negara warga negara. Salah satu bentuk upaya tersebut adalah dikembangkannya Organisasi Resimen Mahasiswa (Menwa) sebagai organisasi mahasiswa di perguruan tinggi. Serangkaian kegiatan baik yang bersifat latihan ketahanan fisik maupun pembangunan kesadaran sebagai bangsa dan Negara Indonesia dilakukan guna membentuk mahasiswa menjadi warga negara yang tangguh dan memiliki kesadaran tinggi sebagai bagian dari organ penting yang bertanggung jawab dalam mewujudkan ketahanan nasional. Penguatan organisasi menwa ini sangat penting, sehingga para anggota memiliki kesiapan untuk melakukan pembelaan terhadap negara baik secara fisik untuk membantu memperkuat TNI dalam bidang pertahanan dan keamanan, maupun secara nonfisik dalam kaitannya dengan peran mereka di masyarakat.
UTILIZATION OF POWTOON TO IMPROVE STUDENT LEARNING OUTCOMES AT CITIZENSHIP EDUCATION COURSE
Edwin Nurdiansyah;
Emil El Faisal;
Sulkipani Sulkipani
Sriwijaya University Learning and Education International Conference Vol 3, No 1 (2018): 3rd-SULE-IC
Publisher : Sriwijaya University Learning and Education International Conference
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This literature review aims to show the subject of Citizenship Education is one of the compulsory subjects at university level, it shows if Citizenship Education has an important role in the effort to realize the goal of education in Indonesia. But in practice in the field, sometimes this subject is considered boring by the students so that the achievement of existing learning in Citizenship Education is not achieved optimally. What makes this subject boring is the use of lecture methods in lectures, civic education lecturers tend to often use lecture methods without accompanied by the use of other media. To overcome this, in lecturers lectures can use learning media that are able to attract interest and generate motivation from students. PowToon as a multimedia application can be used as a learning media, in addition to very easy to use this application also has a variety of interesting features in it. It is hoped that using PowToon as a learning medium can realize what is expected from civic education learning.
CIVIC EDUCATION AS AN INSTRUMENT OF STRENGTHENING STUDENTS’ ARCHIPELAGO INSIGHT
Sulkipani Sulkipani;
Vina Amilia Suganda M;
Edwin Nurdiansyah
Sriwijaya University Learning and Education International Conference Vol 3, No 1 (2018): 3rd-SULE-IC
Publisher : Sriwijaya University Learning and Education International Conference
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This literature review aims to analyze the nature of civic education as an instrument of strengthening student insight. That the love of citizens of his country will grow when the citizens have strong knowledge or insight about the nation and country. In the context of Indonesia, the Insight to the nation and state is called the insight of the archipelago. The insight of the archipelago is defined as the perspective of the Indonesian nation and state against itself and its environment. The concept of self means the Indonesian nation, and the environment refers to the State of Indonesia in the sense of the territory of the of the Indonesia Republic. The insight of the archipelago becomes the visional foundation of Indonesia to make all citizens must have strong insight into the archipelago. Efforts to strengthen the insight of the archipelago must be continuously done in order to maintain the unity and existence of the Indonesia Republic. Strategic efforts that can be taken include through civic education in college. Civic education in universities specifically examines the nature and implementation of the insight of the archipelago in the life of the nation and state.