Articles
5,428 Documents
Pengembangan Video Pembelajaran dengan Menggunakan Aplikasi Powerdirector 18 di Sekolah Dasar
Aulya Ilsa;
Farida F;
Mardiah Harun
Jurnal Basicedu Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.643
Penelitian ini dilatar belakangi oleh proses pembelajaran yang terbatas dimasa pandemi. Proses pembelajaran disekolah dilaksanakan secara daring dan luring. Hal tersebut membuat peserta didik merasa bosan sehingga motivasi belajar berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan video pembelajaran dengan menggunakan aplikasi PowerDirector 18 pada materi lingkaran matematika kelas VI sekolah dasar yang valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian adalah pengembangan menggunakan model umum desain penelitian Plomp yang terdiri atas 3 tahap yaitu Preliminary research, Prototyping phase, Assesment phase. Data uji validitas diperoleh melalui lembar validasi video pembelajaran, RPP. Video pembelajaran terlebih dahulu di evaluasi oleh peneliti sendiri, lalu dilanjutkan validasi oleh validator untuk mendapatkan masukan sehingga diperoleh kevalidan video pembelajaran untuk semua aspek adalah 90 % masuk kategori sangat valid. Berdasarkan uji coba praktikalitas dapat diketahui bahwa video pembelajaran dapat memberikan kemudahan kepada guru dan peserta didik, menarik minat guru dan peserta didik, serta berguna bagi guru untuk memberikan pembelajaran kepada peserta didik, sehingga diperoleh tingkat praktikalitas video pembelajaran adalah 93% pada kategori sangat praktis. Selanjutnya video pembelajaran memberikan dampak, pengaruh dan hasil yang sangat baik terhadap aktivitas peserta didik yaitu 88,4%, sikap 83%, pengetahuan 84% dan keterampilan 87% sehingga secara keseluruhan efektivitas video pembelajaran dikatakan sangat efektif. Disimpulkan bahwa video pembelajaran materi lingkaran matematika kelas VI SD telah dinyatakan valid, praktis dan efektif.
Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Pada Anak Usia Sekolah Dasar
Riga Zahara Nurani;
Fajar Nugraha;
Hatma Heris Mahendra
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.907
Membaca permulaan merupakan keterampilan membaca yang harus dikuasai oleh siswa Sekolah Dasar kelas rendah, yaitu kelas 1 dan kelas 2. Dalam proses pelaksanaannya, biasanya terdapat beberapa siswa yang memiliki kesulitan dalam membaca permulaan. Kesulitan membaca ini menjadi penghambat pada proses pembelajaran membaca selanjutnya. Penelitian tentang analisis kesulitan membaca permulaan ini dilakukan pada siswa kelas 1 SD di Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu soal tes membaca permulaan, lembar observasi, dan dokumen-dokumen pendukung lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan siswa membaca huruf vokal sebagian besar sudah pada kategori sangat mampu yaitu sebesar 43%. Kemampuan siswa dalam membaca huruf konsonan sebagian besar sudah pada kategori cukup mampu yaitu sebesar 35%. Kemampuan siswa dalam membaca suku kata sebagian besar sudah pada kategori cukup mampu yaitu sebesar 46%. Kemampuan siswa dalam membaca kata sebagian besar pada kategori mampu yaitu sebesar 32%. Kelancaran siswa dalam membaca sebagian besar pada kategori cukup lancar yaitu sebesar 43%. Kesulitan siswa yang paling banyak ditemukan dalam penelitian ini adalah kemampuan dalam membaca suku kata, terutama suku kata yang terdiri dari 3 huruf atau lebih
Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Dengan Metode Mind Mapping Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif
Restu Ahmad Nugraha Septian;
Rien Safrina;
Khaerudin Khaerudin;
Vina Iasha
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.485
Penelitian ini bertujuan untuk memahami metode mind mapping dan perannya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian dilakukan karena siswa kelas IV SDN Cigasong I, tempat peneliti mengajar, mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal yang menuntut berpikir kreatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, dimana peneliti mengumpulkan data dari berbagai sumber bacaan terkait pembelajaran yang menggunakan mind mapping dan kemampuan berpikir kreatif. Penelitian difokuskan pada membuat rancangan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) metode mind mapping, untuk mata pelajaran IPA yang berfokus pada peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa yang mencakup kemampuan menampilkan keaslian (originality), kemampuan menampilkan kelancaran (fluency), dan kemampuan melengkapi penguraian (elaboration). Penelitian ini secara detail menjelaskan tahap pembuatan mind mapping, pembuatan RPP mind mapping, serta menyampaikan tantangan dan solusi yang mungkin dihadapi guru dalam pelaksanaannya. Analisis data adalah deskriptif analisis yang dilakukan dengan membuat catatan kritis, memberi kode kategori, membuat chart, dan memberi stabilo atas bahan-bahan bacaan yang terkait dengan mind mapping dan kemampuan berpikir kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan RPP yang detail dan komprehensif tentang mind mapping, agar dapat membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran yang terkait dengan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah panduan bagi guru yang akan menerapkan metode mind mapping dalam pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPA di SD.
Motif Batik dalam Pendidikan Karakter Pasa Siswa Sekolah Dasar Kabupaten Ngawi
Rizal Yusuf Saputra;
Sandra Bayu Kurniawan;
Peduk Rintayati;
Esthi Mindrati
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.762
Batik merupakan salah satu warisan budaya yang harus selalu dilestarikan oleh bangsa Indonesia. Salah satu motif batik yaitu berasal dari Kabupaten Ngawi. Motif yang ada di dalam batik bukan hanya untuk nilai estetik saja melainkan mempunyai makna sendiri. Setiap motif batik tentunya mempunyai makna tersendiri. Sehingga makna tersebut diduga bisa berkontribusi untuk dunia pendidikan. Pendidikan karakter sangat diperlukan untuk anak sekolah dasar selain dari pengetahuan kognitifnya dan psikomotornya saja. Maka dilakukan penelitian mengenai motif batik dalam pendidikan karakter di sekolah dasar dengan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan hermeneutik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah motif batik Ngawi mempunyai makna yang terkandung nilai karakter untuk pendidikan karakter di Sekolah Dasar. penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan hermaneutik. Hasilnya didapat berdasarkan hasil observasi dan wawancara terdapat motif batik yang mempunyai makna dan nilai karakter yaitu motif batik Wahyu Ngawiyatan, Motif batik Srambang Park dan juga Motif Batik Benteng Pendem.
Pelaksanaan Pembelajaran Anak Tunalaras pada masa Pandemi COVID-19 di Sekolah Dasar
Nur Latifah;
Asep Supena
Jurnal Basicedu Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.556
Tujuan penelitin ini untuk menganalisis sejauh mana pelaksanaan pembelajaran anak tunalaras di Sekolah Dasar Islam Terpadu Citra Az-Zahra. Subjek Penelitian ini berjumlah dua orang yaitu guru kelas dan guru pemdamping. Peneliti dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif bertujuan untuk menceritakan suatu data, peristiwa atau fenomena yang digali melalui wawancara mendalam dengan nara sumber yang memiliki pengetahuan dan pemahaman serta pengalaman mendalam tentang fenomena tersebut. Metode deskriptif adalah metode yang menjelaskan atau mendeskripsikan suatu fakta, data, dan objek penelitian secara sistematis dan sesuai dengan situasi alamiah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data ini mengunakan analisis kualitatif dengan mengunakan teori Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran meliputi penyusunana perangkat pembelajaran di lakukan secara terstruktur dan terencana, Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di buat dua jenis yaitu RPP bias dan Perencanaan Pembelajaran Individu untuk anak tunalaras, Pelaksanaan pembelajaran dengan aspek Pembelajaran di kelas terdaapat jam tambahan untuk anak tunalaras, Aktifitas belajar siswa melibatkan kegiatan mental, visual, motoric dan emosional. dan Evaluasi pembelajaran di buat berdasarkan aspek kognitif efektif dan psikomotor
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Masa Pandemi COVID-19 di Sekolah Dasar
Siti Khomsiyatul Mamluah;
Achmad Maulidi
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.800
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran jarak jauh bagi siswa kelas 1 dan 2 di SDN Bluto 1 Sumenep, Madura. Dengan fokus penelitian pertama, untuk mengetahui apa kebijakan yang dibuat oleh sekolah dalam melaksanakan PJJ, yang kedua untuk mengetahui bagaimana kondisi guru ketika menghadapi PJJ, dan yang ketiga, untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi oleh sekolah ketika PJJ. metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, dengan sumber data yang diperoleh dari kepala sekolah, guru dan orang tua peserta didik. Tekhnik pengumpulan datanya menggunakan observasi non pastisipan, dokumentasi dan wawancara. Analasis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, selanjutnya data-data tersebut dilakukan triangulasi. Temuan dalam penelitian ini adalah sekolah tidak membuat turunan kebijakan berupa aturan tehnis dalam pelaksanaan PJJ, guru belum siap dalam pelaksanaan PJJ akhirnya pembelajaran tidak berjalan dengan optimal, dan banyak sekali kendala yang dihadapi sekolah dan harus dievalusi.
Keterampilan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran IPA Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning Bagi Siswa Sekolah Dasar
Rochmad Ari Setyawan;
Hana Septina Kristanti
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.877
Penelitian dilatar belakangi adanya keterampilan berpikir kritis yang rendah pada pembelajaran pandemic Covid 19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis pada pembelajaran IPA melalui model pembelajaran Discovery Learning pada peserta didik kelas 4 SD Negeri Karangduren 01. Penerapan model pembelajaran ini terdapat 6 langkah pembelajaran yaitu stimulus (stimulation), identifikasi masalah (problem statement), pengumpulan data (data collecting), pengolahan data (data processing), verifikasi (verification), generalisasi (generalization). Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan pada Semester 2 Tahun Ajaran 2020/2021 melewati 2 siklus yang dimulai bulan Februari sampai dengan bulan Maret 2021 dengan subjek penelitian peserta didik kelas 4 SD Negeri Karangduren 01 sebanyak 36 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah non tes berupa observasi dan tes berupa pemberian soal evaluasi dengan teknik analisis data secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan penelitian, didapatkan meningkatnya data rata-rata keterampilan berpikir kritis peserta didik dari kondisi awal (pra siklus) yaitu 50,8 dengan kategori rendah menjadi 58,6 dengan kategori tinggi dan meningkat pada siklus II menjadi 84,2 dengan kategori sangat tinggi. Dengan demikian, ditarik simpulan melalui model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada pembelajaran IPA melalui pada peserta didik kelas 4 SD Negeri Karangduren 01 Semester 2 Tahun Ajaran 2020/2021.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan Multi Representasi terhadap Keterampilan Proses Sains dan Penguasaan Konsep IPA
Kevin William Andri Siahaan;
Sudirman T. P Lumbangaol;
Juliaster Marbun;
Ara Doni Nainggolan;
Jatodung Muslim Ritonga;
David Patria Barus
Jurnal Basicedu Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.614
Tujuan dari penelitian ini mengetahui model pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing dengan multi representations terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep IPA siswa SMP Swasta Surya Pematangsiantar. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan post-test only control group design dengan melibatkan siswa kelas IX yang dipilih secara simple random sampling. Kelas eksperimen menggunakan pembelajaran inkuri terbimbing dengan multi representasi dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan proses sains siswa kelas eksperimen tidak berbeda dengan siswa kelas kontrol, sementara penguasaan konsep IPA siswa kelas eksperimen berbeda dari siswa kelas kontrol, dan keterampilan proses sains siswa berkorelasi positif dengan penguasaan konsep IPA
Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Matematika Materi Geometri dengan Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Di MIN Kota Jambi
Sopiah Sopiah
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.929
Guru masih menekankan metode ceramah dan latihan siap dalam penyampaian materi. Para siswa cenderung pasif karena mendengarkan penjelasan guru, mengerjakan soal dan mengikuti pembahasan soal sehingga pembelajaran Matematika praktis masih berpusat pada guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Mendeskripsikan peningkatkan keterampilan guru dalam pembelajaran matematika materi geometri dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD. 2) Mendeskripsikan peningkatkan minat siswa dalam pembelajaran matematika materi geometri dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD. 3) meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika materi geometri dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Metode penelitian tindakan kelas merupakan suatu rangkaian pelaksanaan empat tahapan penting yang harus berulang pada tiap siklus. tahapan penting dalam penelitian tindakan kelas: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan dan (4) refleksi. Rata-rata hasil belajar siswa dalam pembelajaran geometri melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD, mengalami peningkatan. Rata-rata nilai siswa meningkat dari siklus I sebesar 61,56 menjadi 69,22 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar individual siswa juga mengalami peningkatan dari 64% atau 20 dari 32 siswa pada siklus I menjadi 77% atau 25 dari 32 siswa pada siklus II. Berdasarkan data tersebut, pencapaian hasil belajar siswa pada siklus kedua sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu 75% siswa mengalami ketuntasan belajar individual ≥ 60.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis E-Bookstory untuk Meningkatkan Literasi Membaca Siswa Sekolah Dasar
Desy Getri Sari Gogahu;
Tego Prasetyo
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.493
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produk yang dikembangkan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran literasi membaca. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan (R&D), dengan prosedur pengembangan oleh Sukamadinata yang dikonversi dan dimodifikasi dengan model pengembangan 4D atau Four D Models (Define, Design, Development, dan Dissminate). Pada penelitian ini peneliti hanya sampai pada prosedur pengembangan dan tidak melakukan uji coba secara langsung (Dissminate) dikarenakan kondisi darurat kesahatan akibat dampak dari covid-19. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu melalui uji pakar. Uji pakar yang digunakan adalah uji pakar materi dan uji pakar media. Data hasil validasi produk oleh pakar materi dan pakar media, akan dianalisis menggunakan teknik deskriptif presentase dan kategori untuk menunjukkan keefektivan/kelayakan media. Hasil pengembangan produk yang dilakukan peneliti melalui validasi ahli materi memperoleh skor 49 dengan presentase 81% sehingga dikategorikan sangat tinggi dan layak digunakan. Hasil validasi ahli media 1 memperoleh skor 47 dengan presentase 67%, dan hasil validasi media 2 memperoleh skor 43 dengan presentase 61% sehingga dikategorikan tinggi dan layak untuk digunakan.