cover
Contact Name
Fadhilaturrahmi
Contact Email
arkhan88fadhila@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
arkhan88fadhila@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Basicedu
ISSN : 25803735     EISSN : 25801147     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Basicedu merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendididkan dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masayarakat (LPPM) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Jurnal Basicedu sudah memiliki p-ISSN 2580-3735 dan versi online e-ISSN 2580-1147.
Arjuna Subject : -
Articles 5,428 Documents
Penerapan Group Investigation dalam Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Pencemaran Lingkungan Rohmah, Asna Aisiyah Lailatul; Erman, Erman; Ilhami, Fasih Bintang
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8468

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari tuntutan individu pada abad ke-21 yang mengharuskan pelajar untuk menguasai kemampuan pemecahan masalah. Namun, realitanya kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada negara Indonesia masihlah bisa disebut rendah dengan cerminan dari skor tes PISA yang dilaksanakan OECD pada tahun 2022. Hal tersebut disebebkan karna kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan masihlah memusatkan di pihak guru. Oleh karena itu, penelitian ini punya tujuan guna mengetahui meningkatnya kemampuan pemecahan masalah peserta didik SMP lewat diterapkannya group investigation dalam problem based learning. Pembelajaran group investigation dalam problem based learning ialah satu diantara model pembelajaran dengan berpusat pada peserta didik. Rancangan penelitian yang dilibatkan ialah one grup pretest posstest design. Subjek pada penelitian yakni peserta didik kelas VII-A SMP Negeri 17 Surabaya yang banyaknya ada 29 peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan memecahkan masalah peserta didik sesuai diterapkannya group investigation dalam problem based learning meningkat. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil N-gain yang ada di angka 0,5 yang berkategori sedang. Sesuai pada temuan itu, bisa diambil kesimpulan bahwasannya kemampuan pemecahan masalah peserta didik bisa dinaikkan lewat diterapkannya group investigation dalam problem based learning terutama pada materi pencemaran lingkungan.
Penerapan Model PBL untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah pada Materi Pencemaran Lingkungan Karnel, Elvira Salsabila; Purnomo, Aris Rudi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8469

Abstract

Pembelajaran abad-21 menuntut siswa untuk menguasai berbagai keterampilan, contohnya keterampilan memecahanan masalah guna menghadapi masalah, mencari solusi dan mempertimbangkan sudut pandang yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan pemecahan masalah siswa terhadap penerapan Problem Based Learning dalam materi pencemaran lingkungan. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan rancangan one group pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan pada salah satu SMP di Surabaya dengan melibatkan siswa kelas VII-E sebanyak 33 siswa sebagai subjek. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes tulis dengan intrumen lembar tes tulis berindikator keterampilan pemecahan masalah, selanjutnya hasil peningkatan akan diukur melalui skor N-Gain.. Hasil keterampilan pemecahan masalah siswa pada saat pretest memperoleh rata-rata sebesar 51,52 dan terdapat peningkatan pada saat siswa mengerjakan lembar posttest rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 86,32. Selain itu, dapat diperoleh hasil N-gain sebesar 0,74 dengan kategori tinggi. Tiap indikator keterampilan pemecahan masalah mendapat skor peningkatan pada kategori tinggi yakni mengerti permasalahan memperoleh hasil N-gain sebesar 0,72, membuat rencana pemecahan masalah memperoleh hasil N-gain sebesar 0,77, menjalankan rencana memperoleh hasil N-gain sebesar 0,83 dan periksa kembali memperoleh hasil N-gain sebesar 0,80. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem based learning dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa khususnya pada pembelajaran IPA.
Instrumen Asesmen Kreativitas IPA pada Kurikulum Merdeka Bab Wujud Zat dan Perubahannya Kelas IV Sekolah Dasar Setiani, Rahyu; Syafi'ah, Rohmatus; Afifah, Dian Septi Nur; Sari, Eka Yuliana; Dwikoranto, Dwikoranto
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8473

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir keratif, dan ketidaktersediaan instrumen asesmen untuk mengukur kreativitas IPA kelas IV SD melatarbelakangi penelitian ini. Tujuannya adalah menghsilkan instrumen kreativitas yang valid dan dapat digunakan dalam pembalajaran. Instrumen disusun melalui tahapan pendefinisian, desain, dan pengembangan, dengan menggunakan lembar kuesioner validasi untuk pengumpulan data. Data dari hasil validasi kemudian dianalisis secara kuantitatif deskriptif dengan membandingkan dengan tabel kriteria kevalidan yang telah ditetapkan. Hasilnya, instrumen asesmen kreativitas telah dirancang sebagai tes kemampuan berpikir kreatif dengan soal uraian. Penilaian terhadap aspek materi, konstruksi, dan Bahasa menunjukkan rerata skor masing-masing 4,53; 4,61; dan 4,66, kategori yang menunjukkan kevalidan yang sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen dapat digunakan dalam konteks pembelajaran untuk mengukur kreativitas siswa secara efektif. Peningkatan pengembangan instrumen penilaian kreativitas untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif pada mata pelajaran IPA kelas IV SD yang sebelumnya masih kurang merupakan dampak dari penelitian ini. Disarankan untuk pengembangan selanjutnya instrument asesmen kreativitas bukan hanya berupa soal tes tetapi juga dilengkapi dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang bukan hanya dapat mengukur kemampuan berpikir kreatif, namun juga dapat mengukur proses dan produk kreatifnya.
Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMP pada Materi Peluang Andini, Prila; Siregar, Rahmat Swandi; Saragih, Sri Rahmah Dewi; Harahap, Sri Sumarni
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8478

Abstract

Pendidikan di Indonesia memiliki proses pembelajaran yang sebagian besar masih berorientasi pada guru. Kemampuan siswa di Indonesia berdasarkan survei PISA 2012 termasuk berada di peringkat yang memprihatinkan, bahwa Indonesia menduduki peringkat 64 dari 65 negara dunia dengan rata-rata 375, sedangkan skor rata-rata internasional 500. Koneksi matematis penting untuk membantu siswa memahami dan menghubungkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari serta bidang ilmu lainnya. Oleh karena itu, penulis tertarik menganalisis kemampuan koneksi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan koneksi matematis siswa kelas VIII-2 UPTD SMP Negeri 2 Pulo Bandring pada materi peluang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, pendekatan deskriptif dengan subjek 30 siswa. Dari hasil analisis data, terpilih 2 siswa dengan skor tinggi dan rendah untuk melihat ketercapaian indikator koneksi matematis. Data dikumpulkan melalui tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa bervariasi. Siswa dengan skor tinggi mampu menghubungkan konsep dengan baik, sementara siswa dengan skor rendah menunjukkan kesulitan dalam mengaitkan konsep matematika dengan kehidupan nyata dan bidang studi lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan koneksi matematis perlu dikembangkan lebih lanjut dalam proses pembelajaran matematika agar siswa dapat memahami dan menerapkan konsep-konsep matematika secara lebih efektif dalam kehidupan sehari-hari.
Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dengan Pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam Menanamkan Literasi Pancasila Siswa Wijayanti, Anggun Rizqi; Wakhyudin, Husni; Ariyoso, Ariyoso; Nugroho, Aryo Andri
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8483

Abstract

Upaya menanamkan pemahaman makna dan nilai-nilai Pancasila pada pelajar dapat dilakukan melalui kegiatan literasi Pancasila. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan literasi Pancasila siswa menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dengan pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), khususnya pada materi "Kerja Sama Pemerintah dan Masyarakat di Lingkup Wilayah Kabupaten/Kota" dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pre-eksperimen dengan populasi siswa kelas 5 SDN Sarirejo Semarang, dan sampel 26 siswa dari kelas 5C yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran NHT dengan pendekatan TPACK efektif dalam meningkatkan literasi Pancasila siswa, yang dibuktikan dengan peningkatan nilai pretest yang signifikan terhadap nilai posttest. Hasil analisis data melalui SPPS diperoleh dari uji normalitas posttest  dan one sample t-test menunjukkan hasil yang signifikan yaitu thitung = 6,764 dan ttabel = (; df) = (0,025;25) = 2,060, sehingga thitung > ttabel dan nilai sig. < 0,05. Berdasarkan perhitungan tersebut, rata-rata kemampuan literasi Pancasila siswa dengan model NHT pendekatan TPACK mencapai nilai 70. Dengan demikian, penerapan model NHT dengan pendekatan TPACK dapat menanamkan literasi Pancasila pada siswa dan membantu mereka mencapai KKM dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila
Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Model Problem Based Learning di Sekolah Dasar Nurhidayah, Apriliani; Suyoto, Suyoto; Suwarni, Suwarni; Nugroho, Aryo Andri
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8484

Abstract

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa seperti Guru yang tidak memahami materi yang diajarkan, kurangnya ketelitian siswa dalam menyelesaikan soal, kemalasan beberapa siswa, dan kurangnya minat siswa terhadap pelajaran matematika adalah beberapa faktor yang memengaruhi hasil belajar siswa dalam matematika. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam dua siklus dan bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa SDN Sarirejo kelas IV, yang terdiri dari 28 siswa. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa, dan variabel bebas adalah penerapan model PBL. Data dikumpulkan melalui metode tes. Hasil matematika sebelum dan setelah siklus dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan matematika, terutama dalam materi operasi hitung pecahan, dapat ditingkatkan dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah. Sebelum tindakan, hanya 8 siswa (atau 29 persen dari total siswa) mencapai ketuntasan. Siswa yang tuntas meningkat menjadi 25 (89%) pada siklus I dan 16 (57%). Lebih dari 80% siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKTP) sebesar 70; ini menunjukkan bahwa penelitian ini dianggap berhasil
Culturally Responsive Teaching dalam Model Pembelajaran Problem Based Learning Mata Pelajaran PPKn Lailiyah, Masfufatul; Wakhyudin, Husni; Huda, Choirul; Sutarman, Sutarman
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8485

Abstract

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan mata pelajaran yang berperan membentuk karakter dan kesadaran kewarganegraan peserta didik. Suatu pendekatan yang perlu dikembangkan guru agar mampu menyajikan pembelajaran bermakna adalah pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Pendekatan CRT yaitu pendekatan yang menghubungkan materi pembelajaran dengan memperhatikan latar belakang peserta didik. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran PPKn dengan pengimplementasian pendekatan Culturally Responsive Teaching dalam model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di kelas IIIA SDN Siwalan Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan melauli observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Penelitian dilaksanakan di kelas IIIA SDN Siwalan dengan jumlah 27 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan pendekatan CRT terintegrasi dengan baik mulai dari kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.  Pendekatan CRT dalam model pembelajaran PBL ini membantu peserta didik untuk berfikir kritis, memecahkan masalah dengan beragam alternatif solusi melalui proses menggali informasi ragam budaya yang ada di Indonesia. Pendekatan CRT dengan model pembelajaran PBL mampu memberikan pengalaman belajar yang mendalam serta menyiapkan peserta didik yang memiliki sikap toleransi dan mengakui keberagaman budaya dari berbagai etnis yang berbeda
The Effectiveness of Matific Interactive Game Media to Improve Mathematics Learning Outcomes of Grade VII Students on the Matter of Integers Romita, Rahtu Dila; Prastika, Rahayu; Putri, Rosa Riswana; Hafizhah, Ummul; Tasman, Fridgo
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8486

Abstract

Math learning is often considered difficult by students, this requires the creativity of math teachers to innovate, one of which is by using interactive learning media such as Matific. The purpose of this study was to determine whether or not the use of Matific interactive game media was effective in improving the learning outcomes of seventh grade mathematics students at SMP Negeri 7 Padang on integer material. This study uses a qualitative method by giving a questionnaire. The results of the research on the use of interactive game media Matific has been running effectively in learning mathematics, especially integers and is able to improve student learning outcomes. This is evidenced by the percentage of student questionnaire assessment results of 88.45% which means that Matific games are very effective as interactive learning media. This research contributes to the field of education in developing mathematics skills, increasing student engagement, and reducing student anxiety through educational games that utilize technology in the teaching and learning process. Student involvement in the mathematics learning process is related to increased student learning outcomes. For this reason, it is hoped that mathematics will no longer be considered a difficult lesson by students
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa pada Materi Bangun Ruang di Kelas VII SMP Sagala, Pinta Romaito Br; Sitanggang, Sari; Maharani, Shyndi; Saragih, Sri Rahmah Dewi; Manalu, Ida Rosianna Imelda
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8492

Abstract

Dalam proses pembelajaran, sebagian besar siswa di kelas VII SMP Negeri 2 Pulo Bandring belum memahami langkah-langkah penyelesaian masalah matematika khususnya pada bangun ruang. Olehnya itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam menyelesaikan soal bangun ruang yang merujuk pada indikatornya. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematika bangun ruang. Adapun indikator kemampuan pemecahan masalah matematika dalam penelitian ini yaitu: 1) mengidentifikasi masalah, 2) merencanakan penyelesaian masalah, 3) melaksanakan rencana penyelesaian, dan 4) memeriksa kembali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika dalam kategori “baik”. Namun, ada satu indikator yang tidak dipenuhi yaitu memeriksa kembali. Hal tersebut disebabkan oleh faktor kebiasaan siswa dalam menjawab dengan tidak mengevaluasi masalah terlebih dahulu. Sedangkan siswa berkemampuan rendah memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika dalam kategori “kurang”. Faktor penyebabnya adalah, kurangnya kemampuan dasar matematika, kurang aktif dalam proses pembelajaran, kurang memperhatikan guru ketika menjelaskan, dan pengaruh pergaulan siswa di sekolah
Analisis Gaya Belajar Siswa Sekolah Dasar Kelas 3 untuk Pembelajaran Berdiferensiasi Utami, Vica Amifa; Rasiman, Rasiman; Lita, Agnes; Pramasdyahsari, Agnita Siska
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8493

Abstract

Penelitian ini ditujukan sebagai media evaluasi gaya pembelajaran siswa kelas 3B di SD Bukit Aksara sebagai langkah mendukung implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Dilangsungkannya penelitian ini untuk melakukan penganalisian gaya belajar siswa untuk diferensiasi pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3B di SD Bukit Aksara. Hasil analisis menunjukkan bahwa didapati 9 siswa dengan gaya belajar secara visual, 8 siswa secara auditori, dan 5 siswa secara kinestetik. Kepemilikan gaya pembelajaran secara visual pada siswa diberikan LKPD yang menggambarkan denah, bisa membuka maps menggunakan ponsel, dan memiliki karakteristik rapi, gemar membaca, serta kesulitan memahami perintah langsung. Pada siswa dengan gaya belajar auditori mengerjakan LKPD melalui pemindaian barcode berisi audio tentang denah yang disediakan guru, untuk kemudian menuliskan informasi dari audio yang didengar. Gaya belajar auditori juga memiliki karakteristik mendengarkan audio sebagai cara utama belajar, hanya butuh mendengar untuk memahami materi, dan tidak ceroboh dalam pemahaman informasi. Melalui proses pemahaman karakteristik gaya pembelajaran pada siswa, guru mampu mengajar dengan cara kian efektif dan meningkatkan kualitas hasil belajar para siswa. Pembelajaran berdiferensiasi juga memungkinkan guru untuk lebih efektif dalam menyampaikan materi pelajaran dan meningkatkan keterlibatan serta motivasi belajar siswa.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress Vol. 9 No. 4 (2025): August Vol. 9 No. 3 (2025): Juni Vol. 9 No. 2 (2025): April Vol. 9 No. 1 (2025): February Vol. 8 No. 6 (2024) Vol. 8 No. 5 (2024) Vol. 8 No. 4 (2024) Vol. 8 No. 3 (2024) Vol. 8 No. 2 (2024) Vol. 8 No. 1 (2024) Vol. 7 No. 6 (2023) Vol. 7 No. 5 (2023) Vol. 7 No. 4 (2023) Vol. 7 No. 3 (2023) Vol 7, No 3 (2023): June Vol 7, No 2 (2023): April Vol. 7 No. 2 (2023) Vol 7, No 1 (2023): February Vol. 7 No. 1 (2023) Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236 Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663 Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500 Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199 Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500 Vol 6, No 6 (2022): December 2022 Vol. 6 No. 6 (2022) Vol. 6 No. 5 (2022) Vol. 6 No. 4 (2022) Vol. 6 No. 3 (2022) Vol. 6 No. 2 (2022) Vol. 6 No. 1 (2022) Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500 Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000 Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000 Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682 Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445 Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111 Vol. 5 No. 6 (2021) Vol. 5 No. 5 (2021) Vol. 5 No. 4 (2021) Vol. 5 No. 3 (2021) Vol. 5 No. 2 (2021) Vol. 5 No. 1 (2021) Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467 Vol 4, No 3 (2020): July, Pages 523-774 Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521 Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227 Vol. 4 No. 4 (2020) Vol. 4 No. 3 (2020) Vol. 4 No. 2 (2020) Vol. 4 No. 1 (2020) Vol 4, No 1 (2020): January In Press Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165 Vol 3, No 3 (2019): July Pages 850 - 993 Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849 Vol 3, No 2 (2019): Pages 263- 837 Vol 3, No 1 (2019): Pages 1-263 Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262 Vol. 3 No. 4 (2019) Vol. 3 No. 3 (2019) Vol 3, No 2 (2019): In Press Vol. 3 No. 2 (2019) Vol. 3 No. 1 (2019) Vol 2, No 1 (2018): April Pages 1-165 Vol 2, No 2 (2018): October Pages 1-74 Vol. 2 No. 2 (2018) Vol. 2 No. 1 (2018) Vol 1, No 2 (2017): October Pages 1-84 Vol 1, No 1 (2017): April Pages 1-95 Vol. 1 No. 2 (2017) Vol. 1 No. 1 (2017) More Issue