Articles
5,428 Documents
Pembelajaran Matematika Realistik dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Operasi Bilangan Pecahan
Hilaria Melania Mbagho;
Stefanus Notan Tupen
Jurnal Basicedu Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.632
Penelitian ini dilaksanakan di SMP PGRI 3 Paga dengan alasan rendahnya hasil belajar dalam proses pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika bersifat transmitif artinya pengajaran menerapkan konsep-konsep secara langsung kepada siswa dan metode pembelajaran kurang bervariatif yaitu masih menggunakan pembelajaran konvensional yang menyebabkan siswa cepat bosan dengan pembelajaran matematika. Hal ini dapat menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Agar pembelajaran matematika menjadi pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan, maka dapat dilakukan melalui cara penerapan model pembelajaran matematika realistik yang lebih menekankan pada adanya aktivitas siswa dan interaksi antar siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII A SMP PGRI 3 Paga. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, angket, pemberian tes hasil belajar, dan diskusi dengan guru mata pelajaran, dengan menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) penerapan pembelajaran matematika realistik siklus I meningkat menjadi 65,55% (kategori cukup) (2) pada siklus II meningkat menjadi 75,28% (kategori baik). Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran matematika realistik dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP PGRI 3 Paga pada materi operasi bilangan pecahan.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Sekolah Dasar
M. Rio Harits Ikhsandi;
Zaka Hadikusuma Ramadan
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.901
Kepemimpinan kepala sekolah merupakan kemampuan untuk menggerakan sumber yang ada pada suatu sekolah yang akan digunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam penelitian ini, tujuan utama yaitu untuk mendeskripsikan bagaimana seorang kepala sekolah meningkatkan kinerja guru dalam kepemimpinannya. Teknik untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk mengelola data menggunakan analisis interaktif model dari Miles dan Huberman yaitu mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini menghasilkan suatu gaya kepeminpinan yang dilakukan kepala sekolah seperti menggunakan gaya kepemimpinan demokratis yang terlihat pada proses yang dijalani kepala sekolah dalam kegiatan rapat, mengambil keputusan, serta bertindak dalam mementukan suatu solusi ataupun masalah yang muncul. Dalam kepemimpinan kepala sekolah, kepala sekolah merupakan cerminan, motivator, dan pengarah bagi guru, siswa, serta orang yang terlibat dalam lingkungan sekolah.
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Model Problem Based Learning (PBL) Bagi Siswa Sekolah Dasar
Rahmadani Rahmadani;
Taufina Taufina
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.465
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan menghasilkan CD Multimedia Interaktif berbasis model PBL yang dapat digunakan siswa kelas V SD Islam YAAK Ampang Kuranji, Kabupaten Dharmasraya sebagai media pembelajaran. Mengetahui kualitas dari CD multimedia interaktif berbasis model PBL tersebut dilakukan uji validitas, pratikalitas, dan efektifitas. Berdasarkan uji validitas penilaian yangdilakukan oleh ahli media, ahli materi dan pembelajaran, Model pengembangan yang digunakan adalah 4D terdiri atas 4 tahap utama yaitu, Define (pembatas), Design (perancangan), Develop (pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Pengembangan CD Multimedia ini dimulai dengan cara analisis kebutuhan siswa, analisis standar Isi dilanjutkan dengan pengumpulan referensi media kemudian penyusunan rancangan media, dan membuat CD multimedia interaktif. Multimedia interaktif yang telah dibuat dikonsultasikan dan dinilaikan kepada para pakar yaitu ahli materi pembelajaran, ahli media, ahli bahasa, dan siswa kelas besar
Pengembangan Buku Ajar Berbasis Problem Based Learning di Sekolah Dasar
Fitria Devirita;
Neviyarni Neviyarni;
Daharnis Daharnis
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.680
The research objective was to develop thematic teaching materials based on Problem Based Learning in the two sub-theme of the diversity of living things in grade IV elementary schools. The development of teaching materials is motivated by the need for learning that can improve students' ability in problem solving, the ability to think critically, and foster curiosity. This type of research is development research (research and development). The development model used is the 4-D model which consists of the stages of defining, designing, developing and disseminating. The define stage will carry out an analysis of the curriculum, student analysis and needs analysis. The design stage is carried out by designing the lesson plans and teaching materials. The development stage is carried out by testing the validity, practicality and effectiveness test. The disseminate stage cannot be carried out because of the covid pandemic 19. The results of the research at the design stage obtained RPP and teaching materials designed by following PBL steps. The development stage based on the validity test of teaching materials is categorized as valid. At the effectiveness stage, the results showed that the teaching materials were effective so that they were easy to use by fourth grade students of SDN 03 Muaro. Based on these results, it can be concluded that the thematic learning tools based on Problem Based Learning on the sub-theme of the Diversity of Living Things for grade IV SD that have been produced can be declared valid, practical and effective.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Kompetensi 4K Anies Baswedan dan Multiple Intelligences
Afib Rulyansah;
Ludfi Arya Wardana
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.539
Keterampilan-keterampilan yang harus dimiliki oleh peserta didik juga memerlukan kecerdasan yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, terutama pada pembelajaran matematika sering kali tidak disukai siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran perlu dilakukan agar dapat menghasilkan perangkat pembelajaran matematika yang valid, praktis, menarik dan efektif. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian dan pengembangan atau yang sering disebut Research and Development (R&D). Model pengembangan pada penelitian ini diadaptasi dari ADDIE yang berbasis pada Multiple Intelligences dan Kompetensi 4K Anies Baswedan. Berdasarkan hasil penilaian validasi dari ahli desain pembelajaran menunjukkan rata-rata 4,8 dengan presentase 96%. Ahli materi dan LKS menunjukkan rata-rata 5 dengan presentase 100%. Hasil ahli perangkat pembelajaran matematika kelas V yang didapat menunjukkan nilai rata-rata 4,7 dengan persentase 95%. Respon siswa terhadap learning media matematika berbasis kompetensi 4K Anies Baswedan dan Multiple Intelligence yang dikembangkan menunjukkan hasil persentase rata-rata diatas 85% yang berarti sebagian besar siswa memberikan respon positif atau sangat kuat. Berdasarkan temuan hasil penelitian dapat dikatakan bahwa perangkat pembelajaran matematika berbasis kompetensi 4K Anies Baswedan dan Multiple Intelligence sangat praktis, efektif dan menarik dalam proses belajar dikelas dengan persentase 98%
Analisis Kebijakan dan Kepemimpinan Guru Dalam Menghadapi Kurikulum 2013 Era Globalisasi
Andriana Sofiarini;
Elya Rosalina
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.668
Basically, the change of the curriculum is to adapt to the progress of the times. Changes from the previous curriculum to the 2013 curriculum caused many groups, especially teachers to be less prepared to accept these changes. A challenge for teachers to be able to adapt to the times that are adapted to the 2013 curriculum.The research objective is to analyze the role of teachers in the 2013 curriculum in the globalization era. The research method used in this research is descriptive qualitative method. The source of research data used is the result of direct observation by researchers as observers of the world of education at the school level. In addition to sources of observation, researchers use reference sources in the form of scientific journals and books that are relevant to the research being studied. The results of the study were: 1) The role of teacher leadership, namely a teacher in the world of education, how to be a good leader and responsible for the progress of students in school. Teacher leadership as a facilitator must be implemented to students in accordance with the needs of students in learning, 2) Analysis of the Role of Teachers on the 2013 Curriculum in the Globalization Era, namely teachers in this era of globalization must be able to bring themselves so as not to lag behind the times. The 2013 curriculum that has been implemented in schools must be used by teachers to improve themselves with various activities that support student education in schools. As a facilitator, the teacher must be able to set a good example for students. In addition, teachers must be able to use the technology used in education.
Persepsi Mahasiswa Reguler dan Disabilitas terhadap Layanan Aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas
Suci Indriani;
Marlina Marlina
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.581
Penelitian ini dilakukan berdasarkan permasalahan yang ditemukan di jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB). Terhadap layanan aksesibilitas baik fisik maupun non-fisik yang ada di jurusan yang masih kurang sesuai dengan hambatan yang dialami oleh mahasiswa disabilitas yang ada di jurusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa yang ada di jurusan terhadap layanan aksesibilitas baik fisik maupun non-fisik.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dengan mahasiswa angkatan 2017 dan 2018 sebagai sampelnya. Penelitian ini dilakukan di jurusan Pendidikan Luar Biasa dengan mahasiswa angkatan 2017 sebanayak 145 orang dan mahasiswa angkatan 2018 sebanyak 138. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara penyebaran angket secara online yang ditujukan kepada mahasiswa yang angkatan 2017 dan 2018, yang mana angket tersebut dibagikan melalui sosial media grup masing-masing angkatan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, sebagian besar mahasiswa setuju dengan adanya pengembangan materi untuk mahasiswa disabilitas, proses belajar mengajar seperti layanan pembelajaran serta media dan sumber belajar yang sesuai untuk hambatan mahasiswa disabilitas yang ada pada jurusan PLB, penilaian pembelajaran sesuai untuk hambatan mahasiswa, pemahaman dan kesadaran dosen dan tenaga kependidikan terhadap mahasiswa disabilitas dan sarana dan prasana yang memadai bagi mahasiswa disabilitas yang ada di jurusan PLB.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Dan Discovery Learning Terhadap Kecakapan Berfikir Kritis Siswa Sekolah Dasar
Tri Septiyowati;
Tego Prasetyo
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.893
Model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran tematik masih menjadi hambatan bagi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran tematik ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kecakapan berfikir kritis yang diupayakan melalui model pembelajaran Problem Based Learning dan model pembelajaran Discovery Learning dari berbagai penelitian eksperimen yang sudah dipublikasikan. Penelitian ini termasuk penelitian meta-analisis. Populasi dalam penelitian adalah jurnal pendidikan yang telah dipublikasikan secara nasional, dan tugas akhir mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar UKSW, sementara sampelnya adalah 20 jurnal pendidikan yang telah dipublikasikan secara nasional, dan 1 (satu) tugas akhir mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar UKSW yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder, teknik pengambilan data menggunakan teknik dokumentasi, dan alat analisis yang digunakan adalah independent sampel t-test, dimana hipotesis diterima jika diperoleh nilai p-value ≤ nilai alpha (0,05). Uji prasyarat menunjukkan kedua kelas homogen dan berdistribusi normal. Uji T menggunakan uji T Independent Sample Test menunjukkan bahwa besarnya nilai p-value adalah 0,747 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan. Selanjutnya dilakukan uji normalitas yang menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran yaitu model problem based learning dan discovery learning dinilai sama-sama memiliki efektifitas yang baik dalam meningkatkan kecakapan berfikir kritis siswa SD
Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Berbasis Model Learning Cycle 5E di Sekolah Dasar
Ali Imran;
Risda Amini;
Yanti Fitria
Jurnal Basicedu Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.691
Bahan ajar yang digunakan belum menuntun siswa untuk mengembangkan konsep yang telah dipelajari untuk menemukan pengetahuan baru itu sendiri. Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan solusi untuk mengembangkan modul pembelajaran IPA dengan menggunakan pembelajaran siklus tipe 5E. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan modul pembelajaran IPA dengan menggunakan pembelajaran siklus tipe 5E. Model pengembangan menggunakan model 4D yang terdiri dari define, design, develop, dan disseminate. Instrumen penelitian berupa lembar validasi, angket, tes hasil belajar, sehingga modul pembelajaran IPA termasuk dalam kategori valid. Modul pembelajaran IPA termasuk kategori praktik. Penggunaan modul pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa. Artinya, modul pembelajaran IPA efektif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di Sekolah Dasar.
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Pencapaian Hasil Belajar IPA Siswa Sekolah Dasar
Riska Putri Taupik;
Yanti Fitria
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.958
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran Project Based Learning terhadap pencapaian hasil belajar IPA siswa Sekolah Dasar. Penelitian kauntitatif adalah jenis penelitian yang digunakan dengan bentuk quasy eksperiment design. Desain riset yang digunakan adalah The Non equivalent Control Group Design. Populasi riset ini adalah 5 SD dalam Gugus II Koto Salak yang kemudian diambil sampel dengan teknik cluster random sampling. Penelitian dilakukan di SDN 02 Koto Salak kelas VA sebagai kelas eksperimen dan VB sebagai kelas control yang masing-masing terdiri atas 19 orang. Teknik analisis data dalam riset ini menggunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas selanjutnya uji-t untuk pengujian hipotesis. Rata-rata pre-test untuk kelompok eksperimen adalah 49,842 dan setelah diberikan perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning diperoleh post-test 82,631. Sedangkan untuk kelas kontrol diperoleh rata-rata pretest 53,21 dan post-test setelah dibelajarkan menggunakan pendekatankonvensional 71,105. Setelah dilakukan uji- t diperoleh thitung = 3,8421 dan ttabel = 2,028 dengan taraf nyata 0,05. Dengan demikian thitung = 3,8421 > ttabel = 2,028 maka disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan model Project Based Learning terhadap pencapaian hasil belajar IPA siswa Sekolah Dasar dalam model pembelajaran tema Lingkungan Sehat.