cover
Contact Name
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil)
Contact Email
jproteksi@upr.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jproteksi@upr.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil)
ISSN : 24604305     EISSN : 24604410     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil), ISSN 2460-4305 (online), ISSN 2460-4410 (print), yang diterbitkan dua kali dalam satu Tahun (Bulan Januari dan Bulan Juli).
Arjuna Subject : -
Articles 92 Documents
PERENCANAAN TEKNIS SALURAN DRAINASE TERTUTUP DI SISI KIRI-KANAN JALAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN (STUDI KASUS JALAN TAURUS KAWASAN PERMUKIMAN AMACO KOTA PALANGKA RAYA) Noperdie, Dede; Kamiana, I Made; Ariati, Ariati
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 4, No 1: Edisi Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Pembangunan saluran drainase terbuka pada ruas jalan dengan lebar yang terbatas tentu akan mempersempit lebar ruas jalan yang bersangkutan. Dalam kondisi yang demikian, pembangunan saluran drainase tertutup menjadi pilihan alternatif. Perencanaan teknis ini secara umum bertujuan  mengetahui dan menganalisis desain maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB) saluran drainase tertutup di Jalan Taurus Permukiman Amaco Kota Palangka Raya.Perencanaan teknis dilakukan melalui beberapa tahap: (1) Pengumpulan data hujan, dan data saluran drainase eksisting; (2) Perhitungan beban drainase; (3) Perhitungan kapasitas saluran drainase eksisting; (4) Evaluasi kapasitas saluran drainase eksisting; (5) Perhitungan dimensi hidraulis dan dimensi struktur saluran drainase maupun bangunan pelengkap. Struktur saluran drainase menggunakan beton bertulang; dan (6) Perhitungan RAB.Hasil analisis menunjukkan bahwa apabila terjadi intensitas hujan rencana dengan periode ulang dua tahun maka kapasitas saluran drainase eksisting tidak mampu mengalirkan beban drainase. Oleh karena itu, dimensi hidraulis saluran drainase eksisting perlu dikaji dalam suatu perencanaan teknis. Hasil perencanaan teknis sebagai berikut: (1) Layout rencana saluran drainase tertutup direncanakan berada sejajar di sisi kiri-kanan ruas jalan; (2) Arah aliran air direncanakan mulai dari jalan Taurus VIII ke jalan Aries (STA 0+331-STA 0+000); (3) Dimensi hidraulis saluran drainase: lebar 0,5 m; kedalaman 0,65 m; (4) Dimensi saluran inlet sebesar 0,25 m x 0,25 m dengan jarak antar inlet sepanjang 10 m; (5) Dimensi manhole yaitu 1,0 m x 0,9 m; (6) Dimensi pipa untuk saluran air limbah domestik yaitu 3”. (7) Mutu beton yang dipergunakan untuk saluran drainase dan bangunan pelengkap adalah K-175; (8) Penulangan saluran drainase tertutup: tulangan pokok ø 10-100 mm dan tulangan bagi ø 8 mm; (9) Penulangan manhole: tulangan pokok ø 10 dan tulangan bagi dengan ø 8; (10) Inlet berbentuk empat persegi dengan dimensi 0,25 m x 0,25 m. Konstruksi inlet berupa grill atau rakitan besi siku; (11) RAB yang diperlukan sebesar Rp3.014.354.451,-.Kata Kunci: Perencanaan Teknis, Saluran Drainase Tertutup di Tepi Jalan, Palangka Raya
PEMANFAATAN METODE SIG DALAM PENENTUAN KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN (Studi Kasus Kecamatan Bukit Batu dan Kecamatan Pahandut di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah) Susi, Theresia
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 4, No 2: Edisi Juli 2012
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang cukup pesat akan berdampak pada peningkatan kebutuhan permukiman sebagai tempat tinggal maupun lahan usaha lainnya. Bertambahnya kebutuhan permukiman ini menuntut perluasan daerah untuk dijadikan permukiman baru sebagai akibat dari pemekaran dearah perkotaan ke daerah sekitarnya yang kemudian akan merambat ke daerah sekitar daerah pinggiran tersebut. Dalam penentuan suatu kawasan permukiman perlu didukung oleh kesesuaian lahan berdasarkan aspek fisik dasarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah SIG dengan tiga kelas kesesuaian yaitu sangat sesuai, sesuai, dan tidak sesuai.  Kata Kunci :  Metode SIG, Kesesuaian Lahan Permukiman.
STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ARUS SUNGAI DENGAN MEMANFAATKAN ARUS SUNGAI BARITO DI KABUPATEN BARITO UTARA (STUDI KASUS DI TIGA ALTERNATIF LOKASI PADA DESA SIKAN KECAMATAN MONTALAT) Rakhmadi, Akhmad Rizky; Ariati, Ariati; Jaya, Allan Restu
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Sungai Barito merupakan salah satu sungai yang berada di Kalimantan Tengah yang memiliki potensi sangat besar sebagai sumber pembangkit tenaga listrik, hal ini sesuai dengan keadaan iklim, topografi dan hidrologinya yang merupakan merupakan wilayah dataran tinggi, dengan selalu tersedianya aliran air karena curah hujan pertahunnya relatif tinggi, oleh sebab itu maka perlu dilakukan sebuah analisis dan perencanaan pembangkit listrik yang memanfaatkan aliran sungai barito mengingat masih banyaknya pemukiman di tepian Sungai Barito yang belum dilengkapi oleh jaringan listrik milik pemerintah. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap: (1) mengetahui gambaran umum lokasi penelitian seperti lokasi, pemukiman, aksebilitas, tata guna lahan, dan fasilitas kelistrikan. (2) mengambil data kecepatan aliran dengan alat current meter di tiga lokasi berbeda di desa sikan. (3) menganalisis data current meter untuk menetukan lokasi yang paling tepat untuk penempatan PLTAS. (4) pembuatan model generator dan turbin PLTAS. (5) percobaan perangkat PLTAS untuk mengetahui daya yang dihasilkan (6) perencanaan ponton PLTAS sederhana. Dari hasil analisis data alat current meter 2-37415 yang telah dikalibrasi oleh Dinas PU Provinsi Kalimantan Tengah dengan rumus  untuk n> 0,25 didapat bahwa bagian hilir Desa Sikan memiliki kecepatan aliran rata-rata terbesar yaitu 3,58 m/dt, maka dengan demikian lokasi tersebut dipilih sebagai tempat penempatan perangkat PLTAS. Perangkat PLTAS terdiri dari generator yang dibuat dari modifikasi dinamo starter kendaraan roda empat yang dibuat seefektif mungkin untuk aliran tepian sungai, turbin direncanakan terdiri dari beberapa bagian seperti rangka besi dan kincir yang berfungsi mengalirkan energi kinetik ke generator, dan bagian terakhir perangkat PLTAS adalah ponton yang digunakan untuk meletakan generator dan kincir. Dari hasil uji di lapangan perangkat PLTAS dapat menghasilkan daya sebesar 4,93 V (DC) untuk kecepatan aliran sebesar 0,403 m/dt, maka dengan ekstrapolasi data didapat besarnya daya yang dihasilkan aliran air di hilir Desa Sikan dengan kecepatan 3,58 m/dt sebesar 43.807 V (DC). Kata Kunci: Perangkat PLTAS, Penentuan Lokasi PLTAS, Daya Listrik PLTAS
EVALUASI KINERJA SIMPANG DI KAWASAN JALAN SETH ADJI-DAMANG BATU-NYAI UNDANG KOTA PALANGKA RAYA Suryandi, Muhammad; Laufried, Laufried; Silitonga, Sutan Parasian
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 2: Edisi Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Tundaan dan kemacetan adalah salah satu permasalahan transportasi yang sering terjadi saat ini di kota besar hingga ke kota kecil. Salah satu contoh seperti yang terjadi pada persimpangan Jalan Seth Adji–Jalan Damang Batu dan persimpangan Jalan Seth. Adji–Jalan Nyai Undang. Geometrik persimpangan yang berdekatan tersebut berpotensi menimbulkan tundaan, karena kawasan tersebut merupakan jalur utama akses dari perumahan ke tempat kerja atau sarana pendidikan. Oleh karena itu pada persimpangan Jalan Seth Adji–Jalan Damang Batu dan persimpangan Jalan Seth Adji–Jalan Nyai Undang perlu dilakukan analisis kapasitas dan tingkat kinerja jalan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi penanganan simpang saat ini serta memberikan rekomendasi untuk penanganan simpang 5 tahun mendatang. Metode penelitian ini adalah survai lapangan untuk mengetahui volume arus lalu lintas yang melewati persimpangan tersebut selama seminggu untuk periode pagi, siang dan sore. Data yang diperlukan dalam menganalisis yaitu data primer adalah hasil survai lapangan, geometrik jalan, dan data sekunder adalah jumlah penduduk dan peta lokasi penelitian. Hasil survai lapangan kemudian dianalisis dengan menggunakan MKJI tahun 1997. Perhitungan analisis persimpangan tidak bersinyal yang dihitung berupa tingkat kinerja persimpangan yang didasarkan pada kapasitas (C), derajat kejenuhan (DS), tundaan (D) dan peluang antrian (QP) dengan memakai formulir USIG-I dan formulir USIG-II.Kinerja simpang untuk saat ini pada Simpang Seth Adji-Damang Batu dan Seth Adji-Nyai Undang dalam keadaan baik. Nilai derajat kejenuhan (DS) masing-masing adalah 0,589 dan 0,693 (DS<0,75). Sedangkan Indeks Tingkat Pelayanan (ITP) simpang pada nilai A untuk kedua simpang. Kinerja simpang untuk 5 (lima) tahun kedepan pada Simpang Seth Adji-Nyai Undang dan Seth Adji-Damang Batu mengalami kondisi yang buruk dengan nilai DS masing-masing adalah 0,981 dan 0,833 (DS>0,75). Tundaan simpang masing-masing sebesar 18,189 det/smp dan 13,673 det/smp. Rekomendasi penanganan simpang untuk 5 tahun mendatang adalah pemasangan rambu, pelebaran jalan dan pemasangan APILL dengan pengaturan waktu secara terkoordinasi.Kata Kunci: Kinerja, Simpang Tidak Bersinyal, Indeks Tingkat Pelayanan
SUKU BUNGA DI INDONESIA (INTEREST RATES OF INDONESIA) Simamora, Yenywaty
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 4, No 1: Edisi Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Sejarah suku bunga di Indonesia tidak lepas dari dunia perbankan. Uang yang disimpan di bank, akan digunakan sebagai modal usaha bagi perbankan kepada unit lainnya untuk mendapatkan keuntungan. Sebagai gantinya, penabung yang menyimpankan uangnya di bank mendapatkan jasa/keuntungan atas uang yang disimpankan di bank. Itulah yang dinamakan suku bunga atau dikenal dengan nama bunga uang. Salah satu faktor penentu besarnya suku bunga bank di Indonesia tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang berlaku saat itu, dalam hal ini yaitu Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral (BI Rate). Suku bunga ini digunakan untuk bunga simpanan dan juga bunga pinjaman (kredit). Sebagai tolak ukur di sini, digunakan suku bunga pinjaman, yaitu suku bunga minimal yang harus kembali ke bank sebagai ganti biaya operasional bank dan dasar minimal pemberian suku bunga kredit. Tiap bank menentukan suku bunganya masing-masing berdasarkan BI Rate.Besarnya BI Rate yang berfluktuasi, yaitu besarnya suku bunga yang tidak sama tiap tahunnya membuat kita kesulitan di dalam menghitung besarnya Annual Value. Dengan demikian perhitungan bunga selalu dilakukan berdasarkan Future Value. Berikut dalam penulisan ini dibahas mengenai besarnya suku bunga di Indonesia berdasarkan BI Rate dan data Badan Pusat Statistik (BPS) selama kurun waktu 26 tahun terakhir. Adapun prediksi untuk 30 tahun mendatang berdasarkan data BI Rate yang diregresi dan diformulasikan ke dalam suatu persamaan didapatkan kurang begitu memuaskan, karena angka korelasinya lebih kecil dari 0,6.  Korelasi ini terjadi antara tahun dan suku bunga. Berikut juga dibahas mengenai cara-cara perhitungan yang dilakukan untuk mengetahui selisih dalam bentuk persentase besarnya perhitungan bunga jika dirata-ratakan lebih dahulu atau perhitungan dengan menggunakan besarnya suku bunga yang berbeda setiap tahunnya.Setelah dilakukan perhitungan, suku bunga yang digunakan adalah perhitungan dengan menggunakan metode besaran suku bunga yang berbeda setiap tahunnya. Karena selisih perbedaan angka yang digunakan sangat jauh berbeda besarnya.
EVALUASI HAMBATAN SAMPING YANG MEMPENGARUHI KELANCARAN LALU LINTAS DI KAWASAN PASAR BESAR KOTA PALANGKA RAYA (STUDI KASUS RUAS JALAN A. YANI PADA SEGMEN HOTEL LAMPANG–SEGMEN JL. DARMOSUGONDO) Saragi, Robson; Amin, Muhamad; Elvina, Ina
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Hambatan samping seringkali ditemui dibeberapa sisi ruas jalan terutama pada sisi ruas jalan antara lain aktivitas kendaraan masuk dan keluar segmen jalan, penyeberang jalan, parkir dan kendaraan berhenti, serta kendaraan tidak bermotor yang melintasi segmen jalan tersebut. Hambatan samping inilah yang seringkali menimbulkan kemacetan di ruas jalan. Oleh karena itu pada ruas jalan Ahmad Yani (Simpang Jl. Seram–Simpang Jl. Darmosugondo)  perlu dilakukan tinjauan analisis pengaruh hambatan samping terhadap arus lalu lintas. Tujuan penelitian kali ini adalah untuk mendapatkan pengaruh hambatan samping yang terjadi terhadap kapasitas jalan yang ada, serta untuk mengetahui bobot tingkat pelayanan jalan pada lokasi penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menghitung volume lalu lintas dan juga frekuensi hambatan samping yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis maka didapat Arus lalu lintas terpadat berada pada hari jumat 06 Februari 2015,   pukul 12.00–13.00 WIB dengan jumlah arus lalu lintas 4007,4 smp/jam dan jumlah hambatan samping sebesar 817,6. Dengan kapasitas jalan A.Yani sebesar 5417,28 smp/jam maka terjadi penurunan kapasitas terhadap kondisi normal sebesar 5,941% pada waktu tersebut yang dipengaruhi karena waktu siang hari merupakan puncak kepadatan jalan tersebut yang dikarenakan pada waktu tersebut adalah waktu pulang anak sekolah serta jam istirahat karyawan perkantoran mengakibatkan hambatan samping serta volume yang tinggi mengakibatkan nilai derajat kejenuhan (DS) mencapai 0,717 yang termasuk dalam tingkat pelayanan jalan C dengan arus lalu lintas yang terkadang tidak stabil. Kata Kunci: Hambatan samping, Volume, Derajat kejenuhan, Tingkat Pelayanan
PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA PEKERJAAN STRUKTUR PELAT LANTAI (STUDI KASUS GEDUNG ARSIP DINAS PEKERJAAN UMUM PROVINSI KALIMANTAN TENGAH KM. 3,5 PALANGKA RAYA Albert, Albert; Waluyo, Rudi; Gawei, Apria Brita Pandohop
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Value Engineering adalah suatu cara pendekatan yang kreatif dan terencana dengan tujuan untuk mengoptimalkan dan mengefisienkan biaya-biaya yang tidak perlu. Value Engineering digunakan untuk mencari suatu alternatif-alternatif atau ide-ide yang bertujuan untuk menghasilkan biaya yang optimal atau lebih efisien dari harga yang telah direncanakan sebelumnya dengan batasan fungsional dan mutu pekerjaan. Penerapan Value engineering dilakukan pada pekerjaan struktur Pelat Lantai yaitu pada Bangunan Gedung Arsip Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah KM. 3,5 Palangka Raya. Permasalahan yang ditinjau adalah bagaimana penerapan dan pengaruh Value Engineering terhadap biaya Bangunan Gedung Bertingkat. Penelitian dimulai dengan melakukan survai mengumpulkan data untuk kemudian dianalisis menggunakan Value Engineering. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari gambar bangunan gedung, RAB Perencanaan Bangunan Gedung Tahap I, dokumen kontrak, brosur material, buku-buku literatur, dan referensi yang berkaitan dengan Value Engineering. Dalam melakukan proses Analisis Value Engineering terdiri dari 5 tahapan, yaitu tahap Informasi, Kreatif, Analisis, Pengembangan dan Presentasi.Hasil menunjukan bahwa Biaya pekerjaan Struktur Pelat lantai Exsisting adalah sebesar Rp985.627.991,13 dan setelah di lakukan Velue Engineering biaya pekerjaan Struktur Pelat Lantai menjadi sebesar Rp643.722.052 yaitu pada Alternatif 6 (Pelat Lantai komposit Floor Deck tipe W dengan penambahan Balok dan Tulangan Wiremash) dan memberikan efisiensi biaya Pekerjaan Struktur Pelat Lantai sebesar Rp 321.241.763 atau 32,59% dan 9,00%  terhadap biaya keseluruhan Bangunan Gedung Bertingkat.Kata kunci: Analisis Fungsi, Value Engineering , Penghematan biaya, efisiensi biaya
ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TINGKAT PELAYANAN ANGKUTAN UMUM KOTA PALANGKA RAYA (STUDI KASUS ANGKOT PADA JALAN G OBOS DAN JALAN RAJAWALI) Stepanus, Stepanus; Salonten, Salonten; Supiyan, Supiyan
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Angkutan umum adalah sarana transportasi yang penting dalam mendukung aktivitas dan mobilitas penduduk sehari-hari disuatu perkotaan. Baik buruknya angkutan umum dan transportasi secara umum di suatu kota merupakan cerminan baik buruknya sistem kota tersebut. Pelaku perjalanan dalam memilih moda yang akan digunakan, akan melihat daya tarik yang ditawarkan dari moda tersebut sehingga pelaku perjalanan tersebut akan merasa mendapatkan keuntungan dari penggunaan moda angkutan yang dipilihnya. Tentunya pelaku perjalan tersebut secara sadar maupun tidak sadar akan melihat secara keseluruhan keuntungan tersebut dan tidak lupa akan membandingkannya dengan kerugian yang akan diterima ketika menggunakan moda angkutan tersebut. Skripsi ini membahas tentang persepsi masyarakat terhadap tingkat pelayanan angkutan umum di Kota Palangka Raya. Objek penelitian ditetapkan adalah masyarakat yang mengunakan angkutan umum. Angkutan umum dengan klasifikasi mobil penumpang umum (mikrolet). Pelayanan angkutan umum ditinjau dari aspek keandalan, kenyamanan, keamanan, cepat dan ongkos murah. Data diperoleh melalui survei lapangan dengan pedoman kuesioner selanjutnya dianalisis dengan analisis deskriptif dari grafik frekuensi dan dianalisis chi kuadrat. Rata-rata persentase jawaban terhadap semua variabel yang termasuk kategori sangat baik 10,00%, baik 33,04%, netral 13,92%, kurang baik 38,44% dan tidak baik 4,60%. Untuk menarik kesimpulan atas semua variabel yang diuji, maka diambil rata-rata terbesar dalam tingkat pelayanan. Dari lima kategori tingkat pelayanan di atas, ternyata kategori tidak baik lebih tinggi dari kategori yang lain yaitu 38,44%. Maka didapat dari penelitian bahwa persepsi masyarakat di Kota Palangka Raya merasa tidak baik terhadap tingkat pelayanan angkutan umum. Kata Kunci: Persepsi, Pelayanan, Angkutan Umum
ANALISIS PARAMETER DAYA DUKUNG TANAH BERDASARKAN KORELASI NILAI STANDARD PENETRATION TEST (SPT) DAN CONE PENETRATION TEST (CPT) Bernanton, Bernanton; Yani, Muhammad Ikhwan; Gandi, Suradji
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Tanah mempunyai karakteristik dan bentuk yang berbeda-beda, dari yang mempunyai daya dukung rendah sampai yang mempunyai daya dukung tinggi. Untuk mengetahui sifat dan karakter tanah dapat dilakukan secara langsung dengan pengujian SPT dan CPT di lapangan serta pengujian tanah di laboratorium.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui klasifikasi tanah dan korelasi antara pengujian CPT atau sondir dengan SPT serta mendapatkan nilai daya dukung tanah berdasarkan Teori Meyerhof, Terzaghi dan Peck.Pemeriksaan sifat fisik tanah dari dua lokasi yang berbeda berdasarkan AASHTO menunjukkan, di Kota Ketapang termasuk kelompok A-7-5 yaitu jenis tanah lempung dan Desa Tewang Menyangen termasuk kelompok A-4 yaitu dengan jenis tanah lanau. Sedangkan berdasarkan sistem klasifikasi Unified keduanya tergolong dalam kelompok OH dan OL yaitu tanah lempung dan lanau. Untuk nilai daya dukung, Ketapang Kalimantan Barat pada kedalaman 20 meter berdasarkan besar qc-CPT= 60 kg/cm2 diperoleh nilai daya dukung sebesar 54,976 ton dan berdasarkan nilai N-SPT= 12 Pukulan diperoleh nilai daya dukung sebesar 52,8 ton. Sedangkan Desa Tewang Menyangen pada kedalaman 16 meter berdasarkan besar qc-CPT= 200 kg/cm2 diperoleh nilai daya dukung sebesar 126,698 ton dan berdasarkan nilai N-SPT= 43 Pukulan diperoleh nilai daya dukung sebesar 236,8 ton. Dan hasil penelitian di Kota Ketapang pada kedalaman 20 meter S1-BH1 diperoleh nilai perlawanan konus (qc) sebesar 60 kg/cm2 dan N-SPT sebanyak 12 pukulan didapat angka korelasi qc= 4,7996 N +5,983, S2-BH2 diperoleh nilai perlawanan konus (qc) sebesar 55 kg/cm2 dan N-SPT sebanyak 12 pukulan didapat angka korelasi qc= 4,6221 N+1,2841, Desa Tewang Menyangen pada kedalaman 16 meter S1-BH1 diperoleh nilai perlawanan konus (qc) sebesar 200 kg/cm2 dan N-SPT sebanyak 43 pukulan didapat angka korelasi qc= 4,0148 N-21,094, S2-BH2 diperoleh nilai perlawanan konus (qc) sebesar 130 kg/cm2 dan N-SPT sebanyak 31 pukulan didapat angka korelasi qc= 3,3587 N+9,9383. Dan berdasarkan hasil penelitian apabila dibandingkan dengan hasil penelitian oleh Terzaghi dan Peck diperoleh perbedaan angka korelasi, di mana penelitian oleh Terzaghi dan Peck dengan angka korelasi yang diperoleh hanya qc= 4 N.Kata Kunci: Klasifikasi tanah, daya dukung tanah, korelasi
PERENCANAAN TEKNIS TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH DI KOTA KASONGAN KABUPATEN KATINGAN DENGAN METODE SANITARY LANDFILL Aditama, Raymond Gustian; Nindito, Dwi Anung; Suyanto, Hendro
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 4, No 1: Edisi Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Salah satu ciri yang menandakan perkembangan di suatu daerah adalah dengan adanya peningkatan jumlah penduduk pada daerah tersebut. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk maka berpeluang timbulnya permasalahan lingkungan khususnya dampak pembuangan sampah di perkotaan. Dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi disertai kemajuan tingkat perekonomian, maka akan sangat mempengaruhi peningkatan terhadap jumlah sampah. Sehingga apabila tidak dikelola dengan baik akan mempengaruhi tingkat kebersihan dan mencemari lingkungan yang pada akhirnya akan menurunkan tingkat kesehatan  masyarakat.  Oleh karena itu, untuk mengurangi pencemaran maka perlu adanya tempat pembuangan akhir yang mampu menampung dan mengolah sampah agar lebih aman dari berbagai gangguan.Secara umum Perencanaan Teknis Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Kota Kasongan Kabupaten Katingan dengan Metode Sanitary Landfill bertujuan untuk yang tepat dan sesuai dengan tata cara perencanaan sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang. Acuan yang digunakan adalah syarat SNI No. 03-3241-1994 tentang Tata Cara Pemilihan Lokasi TPA. Perencanaan teknis tempat pembuangan akhir sampah dilakukan dengan metode pengumpulan data yang meliputi data primer yaitu observasi lapangan, lokasi lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan, kondisi lingkungan di sekitar lokasi, dan sarana jalan lingkungan dan jalan menuju lokasi TPA. Data sekunder meliputi data jumlah penduduk Kota Kasongan Kabupaten Katingan, data volume sampah, dan data curah hujan.Pada perencanaan TPA Sampah di Kota Kasongan Kabupaten Katingan dengan Metode Sanitary Landfill diperoleh hasil  jumlah penduduk untuk 15 tahun mendatang yaitu 36.989 orang, volume timbulan sampah 226,545 m3/hari dalam 15 tahun mendatang, curah hujan rancangan yang direncanakan untuk periode ulang 15 tahun adalah 183,813 mm/hari, luas TPA 1 blok landfill yang direncanakan adalah 64,3 m x 53,8 m= 3459 m2, luas lapisan blok landfill berupa lapisan tanah dasar dan lapisan sampah, dan instalasi pengolahan lindi.Kata Kunci: TPA, Sanitary Landfill, Sampah

Page 4 of 10 | Total Record : 92