cover
Contact Name
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil)
Contact Email
jproteksi@upr.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jproteksi@upr.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil)
ISSN : 24604305     EISSN : 24604410     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil), ISSN 2460-4305 (online), ISSN 2460-4410 (print), yang diterbitkan dua kali dalam satu Tahun (Bulan Januari dan Bulan Juli).
Arjuna Subject : -
Articles 92 Documents
PERBANDINGAN PENGGUNAAN MICROSOFT PROJECT DAN ORACLE PRIMAVERA TERHADAP MANAJEMEN PROYEK PADA PENJADWALAN WAKTU PROYEK Anwar, Nurul; Nuswantoro, Waluyo; Dewantoro, Dewantoro
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Proses perencanaan dan pelaksanaan, pengelolaan sumber daya, maupun biaya dalam manajemen proyek konstruksi terdapat beberapa permasalahan. Permasalahan tersebut memerlukan perencanaan dan pemantauan secara cermat agar pelaksanaan proyek di lapangan dapat terlaksana sesuai rencana. Dalam proses pembuatan penjadwalan proyek ada berbagai kendala karena diakibatkan berbedanya tingkat kerumitan tiap proyek. Oleh karena itu, diperlukan software yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dalam membantu mengelola sebuah proyek konstruksi. Diantara berbagai software yang ada saat ini Microsoft Project dan Oracle Primavera adalah software professional yang terus berkembang dan paling sering digunakan hingga mendorong peneliti untuk melakukan penelitian terhadap kedua software ini. Tujuan penelitian ini dapat mengetahui cara penggunaan, hasil perbandingan software Microsoft Project 2013 dan Oracle Primavera P6 R8.4 dalam mengolah data penjadwalan waktu. Selanjutnya melakukan perbandingan kedua software berdasarkan 5 dari 12 kategori menurut J. D. Witt dalam hal penjadwalan waktu proyek. Data yang diperoleh berupa data perencanaan atau pemantauan proyek seperti RAB, kurva-s, gambar struktural dan arsitektur, dan laporan mingguan. Kemudian dilakukan analisis data berdasarkan input dari masing-masing software, lalu membuat tabel hasil perbandingan. Namun keduanya mempunyai kemampuan relatif sama dalam hal cara penggunaannya, tetapi Primavera menggunakan pengkodean dalam membuat aktivitas. Di satu pihak, Microsoft Project memiliki keunggulan seperti pengaturan print preview, proses save, cell shading, tampilan report, undo dan WBS. Sedangkan, Primavera baik dalam menampilkan pesan bug dan built-in database disarankan untuk pengguna professional. Jika dilihat pada data proyek, Kedua software sama hasilnya dalam menampilkan network diagram dan Finish date. Microsoft Project sangat rapi dalam penyusunan aktivitas. Kedua software berbeda hasil output pada critical task, Primavera lebih baik dalam mengatur critical task. Kata kunci: penjadwalan proyek, software, Microsoft Project, Primavera
KAJIAN TEKNIS PERKERASAN LANDAS PACU (STUDI KASUS BANDAR UDARA TJILIK RIWUT PALANGKA RAYA) Oktosuyono, Oktosuyono; Robby, Robby; Amin, Muhamad
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya mengalami pertumbuhan penumpang yang cukup pesat, hal tersebut membuat aktivitas lalu lintas di Bandar Udara Tjilik Riwut meningkat. Secara integrasi perkembangan tersebut menuntut akan adanya perbaikan serta peningkatan fasilitas penting. Landas pacu (runway) merupakan fasitas utama dan penting untuk bandar udara, sebab runway adalah jalur perkerasan yang dipergunakan oleh pesawat terbang untuk mendarat (landing) atau lepas landas (take off), yang harus memiliki kemampuan dari segi kekuatan untuk menahan beban lalu lintas pesawat di atasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran jelas tentang perkembangan pesawat, penumpang dan barang untuk proyeksi Tahun 2013 sampai dengan Tahun 2022. Merencanakan perkerasan landas pacu yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan lalu lintas udara untuk proyeksi Tahun 2022. Mengevaluasi perkerasan landas pacu kondisi sekarang terhadap kebutuhan perkerasan di Tahun 2022. Serta memberikan solusi perencanaan perkerasan landas pacu terhadap kondisi sekarang, untuk mengimbangi kebutuhan perkerasan di Tahun 2022 Teknik ramalan (forecasting) perkembangan aktivitas penumpang Tahun 2022 menggunakan Metode Regresi. Sehingga diperoleh pergerakan penumpang di Bandar Udara Tjilik Riwut rute Palangka Raya-Jakarta pada Tahun 2022 dengan jumlah 264.852 penumpang atau meningkat 70,05% dari Tahun 2013 dengan jumlah penumpang berangkat 155.319. Hasil perencanaan perkerasan landas pacu menggunakan Metode Federal Adviation Administration (FAA) didapat kebutuhan perkerasan landas pacu untuk pesawat rencana eksisting B767-900ER membutuhkan tebal total perkerasan 40 inch, dengan lapisan subbase 24 inch, base 12 inch, dan surface 4 inch. dan kebutuhan untuk pesawat rencana pilihan B767-300 membutuhkan tebal total perkerasan 46 inch, dengan lapisan subbase 28,50 inch, base 13,50 inch, surface 4 inch. Hasil perencanaan perkerasan landas pacu menggunakan metode Load Clasification Number (LCN) didapat. Kebutuhan perkerasan landas pacu untuk pesawat rencana eksisting B767-900ER membutuhkan tebal total perkerasan 36 inch, dengan lapisan subbase 19 inch, base 13 inch, dan surface 4 inch. dan kebutuhan untuk pesawat rencana pilihan B767-300 membutuhkan tebal total perkerasan 34 inch, dengan lapisan 18,50 inch, base 11,50 inch, surface 4 inch. Kata kunci: Bandar Udara, Forecasting, Perencanaan Landas Pacu, FAA, LCN
PEMANFAATAN FLY ASH (LIMBAH BATU BARA) SEBAGAI TAMBAHAN FILLER PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE-BINDER COURSE (AC-BC) Purnomo, Dwi; Supiyan, Supiyan; Desriantomy, Desriantomy
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 2: Edisi Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Filler merupakan salah satu bahan penyusun yang halusmyang ada dalam campuran aspal panas. Biasanya dalam agregat kasar dan agregat halus sudah terdapat kandungan filler, namun kadarnya tidak dapat memenuhi kebutuhan yang ada, sehingga perlu penambahan filler untuk mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah limbah batu bara dari Barito Utara (Muara Teweh), dapat memenuhi syarat sebagai tambahan filler apabila digunakan pada campuran pembentuk Laston Lapis Pengikat (AC-BC) dan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Limbah Batu Bara apabila dalam campuran divariasikan. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa berdasarkan sifat-sifat limbah batu bara dari Barito Utara (Muara Teweh) dapat digunakan sebagai tambahan filler pada campuran Laston Lapis Pengikat. Untuk mengetahui pengaruh Limbah Batu Bara Barito Utara (Muara Teweh) tersebut, dibuat 4 (empat) komposisi campuran dengan masing masing 5 (lima) variasi kadar aspal. Komposisi A (Agregat kasar 56%, Abu Batu 29%, dan Pasir 15% dengan tambahan filler 0%). Komposisi B (Agregat kasar 56%, Abu Batu 29%, dan Pasir 15% dengan tambahan filler 1,5%). Komposisi C (Agregat kasar 56%, Abu Batu 29%, dan Pasir 15% dengan tambahan filler 3%). Komposisi D (Agregat kasar 56%, Abu Batu 29%, dan Pasir 15% dengan tambahan filler 4,5%), Berdasarkan hasil test Marshall untuk Komposisi A diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 6,4%, Komposisi B diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum sebesar 5,95%, Komposisi C diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum sebesar 6,25%, dan Komposisi D diperoleh nilai Aspal Optimum sebesar 6,3%. Kata Kunci: Laston Lapis Pengikat, Test Marshall, Kadar Aspal Optimum, Kadar Filler Optimum
ANALISIS BIAYA OPERASIONAL DAN INCOME ANGKUTAN KOTA PALANGKA RAYA DENGAN METODE PACIFIC CONSULTAN INTERNATIONAL (PCI METHOD) Riani, Desi; Saputra, Raden Haryo
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 4, No 2: Edisi Juli 2012
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.17 KB)

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan perkembangan Kota Palangka Raya sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah dan pusat pemerintahan  pada saat ini cukup pesat, sehingga menghasilkan suatu pola tata ruang tertentu dan kebergantungan bagian pinggiran yang berkembang terhadap pusat kota dan pusat bisnis yang kemudian menghasilkan pertambahan perjalanan penduduk kota, sehingga membutuhkan jasa transportasi untuk melayaninya. Jasa transportasi yang melayani selama ini adalah angkutan kota jenis mikrolet. Melalui kajian Metode Pacific Consultan International (PCI Method) dapat dianalisis biaya operasional yang akan menjadi dasar dalam mengkaji tarif penumpang angkutan kota pada masa sekarang apakah masih relevan/sesuai. Biaya operasional yang harus keluarkan oleh pengusaha angkutan kota setiap harinya terdiri atas biaya tetap dan biaya tidak tetap.BOK dan pendapatan per hari berdasarkan rata-rata operasi dan jumlah penumpang untuk masing-masing jalur A: BOK = Rp.56.472, income = Rp.60.000; jalur B: BOK = Rp.48.329,  income = Rp.48.000; jalur C: BOK = Rp.50.683, income = Rp.90.000; jalur D: BOK= Rp.40.170, income = Rp.72.000; jalur E: BOK = Rp.53.421, income = Rp.72.000; jalur F: BOK= Rp.59.812, income = Rp.90.000.  Jika dilihat dari perbandingan antara BOK dan income, maka dapat dikatakan bahwa tarif yang berlaku saat ini masih sesuai dengan kebutuhan karena sudah memenuhi standar dengan income > 10% BOK.   Kata Kunci  :  Angkutan Kota, Biaya Operasional dan Tarif.
APLIKASI MODEL SEBAGAI ALAT UJI KEPADATAN RINGAN UNTUK TANAH DI LABORATORIUM Muda, Anwar
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul ―Aplikasi Model Sebagai Alat Uji Kepadatan Ringan Untuk Tanah di Laboratorium‖. Penelitian dilatarbelakangi dari penelitian awal yang berjudul ―Model Pendekatan Alat Uji Kepadatan Ringan Untuk Tanah di Laboratorium‖, di mana dalam penelitian awal dilatarbelakangi, bahwa selama ini pengujian pemadatan ringan untuk tanah di laboratorium dengan peralatan standar SNI 1742:2008. Namun peralatan ini belum pernah dilakukan sebagai pembanding atau model pendekatan yang memiliki standar yang sama dengan SNI 1742:2008 dengan margin error ≤ 5%.   Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kepadatan maksimum tanah lempung berdasarkan SNI 1742:2008 didapatkan berat isi kering maksimum (γdmaks) 1.51 gr/cm3 dan kadar air optimum (w22.78%. Tanah ini termasuk jenis lanau-lempung dengan perkiraan kinerja timbunan buruk sampai bagus atau lempung dengan perkiraan kinerja timbunan buruk sampai sedang.  Kemudian, kepadatan maksimum tanah lempung berdasarkan Model saat 33 tumbukan per lapis sebanyak 2 lapis didapatkan berat isi kering maksimum (γdoptimum (woptmaks) 1,51 gr/cm) 23,61%. Tanah ini termasuk jenis lanau-lempung dengan perkiraan kinerja timbunan buruk sampai bagus atau lempung dengan perkiraan kinerja timbunan buruk sampai sedang. Dari analisis ini didapatkan, bahwa kepadatan maksimum tanah lempung berdasarkan Model terdapat tingkat keyakinan 100,00% ≥ 95% dan margin error 0,00% ≤ 5% terhadap berat isi kering maksimum (γd(woptmaks3) dan 96,48% ≥ 95% dan margin error 3,52% ≤ 5% terhadap kadar air optimum ). Pemadatan berdasarkan Model saat 33 tumbukan per lapis sebanyak 2 lapis memiliki tingkat keyakinan ≥ 95% dan memiliki penilaian yang sama dengan SNI 1742:2008 terhadap kinerja timbunan, sehingga aplikasi Model memenuhi syarat sebagai alat uji kepadatan ringan untuk tanah di laboratorium yang memiliki standar yang sama dengan SNI 1742:2008. Model ini perlu disosialisasikan atau seminar-seminar-seminar di kalangan dosen, mahasiswa, instansi pemerintah, instansi swasta dan kalangan profesi sebagai bahan masukan dan koreksi terhadap alat ini. Model ini belum dapat dijadikan sebagai alat uji kepadatan ringan untuk tanah di laboratorium jika belum mendapatkan rekomendasi para ahli atau pakar terhadap alat ini. Kata kunci: aplikasi, model, kepadatan ringan, tanah
FAKTOR-FAKTOR LAPANGAN YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA KONSTRUKSI DI KOTA PALANGKA RAYA Indrawan, Ferry; Waluyo, Rudi; Kristiana, Wita
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 2: Edisi Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Di Indonesia proyek konstruksi terus berkembang dan maju. Peningkatan dalam bidang konstruksi ini membawa dampak yang baik untuk perekonomian di Indonesia. Setiap proyek konstruksi adalah unik, selalu berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Tetapi, sesuai dengan prinsip ekonomi, setiap proyek konstruksi juga mempunyai tujuan yang sama yaitu bagaimana untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal. Proyek konstruksi selalu terikat dengan tenaga kerja, setiap tenaga kerja dituntut untuk memiliki produktivitas kerja yang tinggi, sehingga dapat tetap bersaing dibidangnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor lapangan yang paling berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja pada proyek konstruksi di Kota Palangka Raya. Metode penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada tukang dan pekerja, selanjutnya dianalisis secara statistik menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui faktor-faktor lapangan yang paling berpengaruh, frekuensi faktor-faktor tersebut, mengetahui apakah terdapat perbedaan pandangan antara tukang dan pekerja, serta mengetahui dampak dari faktor-faktor lapangan yang mempengaruhi produktivitas tersebut.Hasil analisis data dari 74 responden menunjukkan bahwa faktor-faktor lapangan yang paling berpengaruh dan cukup sering terjadi adalah rendahnya motivasi pekerja, rendahnya kemampuan pekerja, dan keletihan. Hasil analisis juga menunjukan tidak ada perbedaan pendapat yang signifikan antara tukang dan pekerja. Dan dampak yang dihasilkan dari pengaruh faktor-faktor lapangan tersebut adalah kerja yang lambat, kerja yang tidak efektif, dan tetap bekerja seperti biasa.Kata Kunci: Proyek Konstruksi, Produktivitas, Faktor Lapangan, Palangka Raya
PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG KULIT TELUR AYAM RAS UNTUK MEREDUKSI PEMAKAIAN SEMEN PADA CAMPURAN BETON Jecky, Tara; Meilawaty, Okta; Frieda, Frieda
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 4, No 1: Edisi Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Beton merupakan salah satu komponen struktur bangunan yang sering digunakan dalam proyek bidang teknik sipil. Beton merupakan pencampuran dari bahan-bahan seperti agregat kasar atau kerikil, agregat halus atau pasir, dengan menambahkan bahan perekat semen dan air sebagai bahan selama proses perawatan dan pengerasan beton berlangsung. Salah satu alternatif produksi hasil kegiatan konstruksi (beton) yang efisien dan inovatif dalam mengatasi keterbatasan material bahan tambang penyusun semen adalah pemanfaatan limbah-limbah rumah tangga. Beberapa limbah organik rumah tangga yang  sering dibuang adalah kulit telur ayam ras. Fungsi semen yang merupakan bahan susun beton yang paling mahal portland cement adalah kalsium karbonat harus mengandung sebesar 60%-65%. Penelitian ini dilakukan dengan membuat sampel benda uji berbentuk kubus dengan dimensi 15x15 x15 cm. Penelitian berdasarkan perbandingan sampel beton normal dengan beton hasil campuran bubuk hasil olahan cangkang kulit telur ayam ras. Campuran hasil pengolahan limbah cangkang kulit telur ayam ras dengan campuran beton ini menggunakan nilai reduksi sebesar 0%; 2,5%; 5%; 7,5%; dan 10% terhadap nilai berat semen dalam satuan yang sama. Hasil reduksi ini diharapkan dapat mengurangi pemakaian semen dan memberi pengaruh peningkatan terhadap kekuatan beton.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa reduksi pemakaian semen dengan hasil olahan limbah cangkang kulit telur ayam ras dalam campuran beton mengalami kenaikan kekuatan pada angka reduksi ± 2,5%, selebihnya mengalami penurunan drastis. Kuat tekan beton normal (reduksi semen 0%) pada umur 28 hari adalah 194,941 kg/cm2, dengan variasi reduksi semen menggunakan hasil olahan limbah cangkang kulit telur ayam ras mengalami perubahan berturut-turut yaitu; 2,5% = 208,873 kg/cm2; 5% = 203,587 kg/cm2; 7,5% = 192,370 kg/cm2; 10% = 135,792 kg/cm2. Kata Kunci: Reduksi, Limbah Cangkangan Kulit Telur Ayam Ras, Kuat Tekan
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN PERSIMPANGAN TIDAK BERSINYAL (STUDI KASUS PEREMPATAN JALAN YOS SUDARSO, JALAN YOS SUDARSO III DAN JALAN BUKIT KEMINTING, PALANGKA RAYA) Pasaribu, Eriko; Murniati, Murniati; Laufried, Laufried
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Persimpangan Jalan Yos Sudarso, Jalan Yos Sudarso III dan Jalan Bukit Keminting merupakan salah satu persimpangan yang berada di dalam Kota Palangka Raya. Disekitar persimpangan merupakan kawasan Permukiman, kawasan Pendidikan dan kawasan Komersial yang menimbulkan tarikan dan bangkitan perjalanan. Pada saat tertentu, persimpangan ini cukup padat karena banyaknya pergerakan kendaraan yang berasal dari wilayah sekitar persimpangan maupun dari luar wilayah tersebut karena adanya berbagai fasilitas umum. Dengan kondisi persimpangan tersebut sekarang perlu analisis yang matang sehingga konflik yang terjadi pada persimpangan tersebut dapat diminimalisir.Metode penelitian ini adalah Survai lapangan untuk mengetahui arus lalu lintas  yang melewati persimpangan tersebut selama 1 minggu (Tanggal 2 Juli–8 Juli 2015) untuk periode pagi (Pukul 06.00-08.00 WIB), siang (Pukul 12.00-14.00 WIB) dan sore (Pukul 16.00-18.00 WIB) dan diambil jam puncak untuk tiap lengan simpang. Data yang diperlukan dalam menganalisis yaitu data primer adalah hasil Survai lapangan, geometrik jalan, dan data sekunder adalah jumlah penduduk dan peta lokasi penelitian. Hasil Survai lapangan kemudian dianalisis dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Raya Indonesia (MKJI) tahun 1997. Perhitungan analisis persimpangan tidak bersinyal yang dihitung berupa tingkat kinerja persimpangan yang didasarkan pada kapasitas (C), derajat kejenuhan (DS), tundaan (D) dan peluang antrian (QP) dengan memakai formulir USIG-I dan formulir USIG-II. Dari hasil perhitungan MKJI 1997 didapat volume arus lalu lintas total (QTot) jalan utama dan minor adalah 1957 smp/jam, nilai kapasitas (C) diperoleh  sebesar 3569 smp/jam, nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,548 < 0,75, peluang antrian sebesar 13%-28% dan tundaan simpang 10,03 det/smp. Dari hasil analisis Tingkat pelayanan simpang jalan Yos Sudarso, jalan Yos Sudarso III dan jalan Bukit Keminting, termasuk dalam tingkat pelayanan baik (B) di mana arus stabil dengan kecepatan sedikit terbatas oleh volume arus lalu lintas.  Kata kunci: Analisis, Kinerja, Tidak Bersinyal, MKJI 1997
ANALISIS PEMILIHAN MODA PERJALANAN ANTARA KENDARAAN PRIBADI DAN ANGKUTAN UMUM (STUDI KASUS: RUTE PERJALANAN PALANGKA RAYA–BANJARMASIN) Satu, Fontry Vonda P; Silitonga, Sutan Parasian; Aqli, Zainal
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Dengan semakin banyaknya alternatif yang ditawarkan oleh masing-masing moda transportasi untuk melakukan pergerakan antar kota, khususnya untuk pergerakan dari Palangka Raya menuju Banjarmasin moda yang yang dipergunakan yaitu kendaraan pribadi (mobil) dan angkutan umum (travel). Dengan adanya alternatif moda yang digunakan tersebut penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mungkin nantinya mempengaruhi pelaku perjalanan dalam menentukan jenis moda dan mengetahui peluang pilihan moda antara kendaraan pribadi (mobil) dan angkutan umum (travel).Metode penelitan dimulai dari tahap kajian literatur, variabel yang dipilih, pengumpulan data, identifikasi variabel, analisis data dengan Software SPSS menggunakan Model Logit Biner. Model Logit Biner merupakan model pilihan, pilihan yang dihadapi oleh konsumen dalam model ini yaitu hanya 2 pilihan moda kendaraan. Survai yang dilakukan menggunakan cara survai setengah acak (purposive sampling) yaitu tempat survai dikondisikan mencakup tempat perhentian, terminal travel, dan perumahan.Berdasarkan hasil penelitian dari 270 responden, didapatkan bahwa 185 responden cenderung lebih berminat memilih kendaraan pribadi dan 85 responden memilih angkutan umum (travel) untuk melakukan perjalanan dari Palangka Raya–Banjarmasin. Variabel yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih moda transportasi antara kendaraan pribadi (mobil) dan angkutan umum (travel) yaitu umur, jenis pekerjaan, karakteristik perjalanan, jenis perjalanan, waktu dan biaya.Kata Kunci: Pilihan Moda, Mobil, Travel
EVALUASI TARIF DAN MUTU PELAYANAN ANGKUTAN KOTA ANTAR PROVINSI BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) (STUDI KASUS TRAVEL DAN BIS RUTE PALANGKA RAYA–BANJARMASIN) Andri, Andri; Laufried, Laufried; Silitonga, Sutan Parasian
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Biaya Operasional Kendaraan (BOK) adalah biaya yang secara ekonomis terjadi dengan dioperasikannya suatu kendaraan pada kondisi normal tertentu. Bagi perusahaan jasa angkutan, biaya merupakan suatu yang harus dikeluarkan untuk memproduksi jasa pelayanan, untuk itu perlu diperhitungkan pembebanan biaya secara objektif dan cermat agar dapat dipergunakan sebagai dasar acuan biaya yang harus dikeluarkan. Penelitian ini membahas tarif dan mutu pelayanan angkutan kota antar Provinsi berdasakan biaya operasional kendaraan (BOK) yang melayani rute Palangka Raya–Banjarmasin yang   merupakan studi kasus dengan menggunakan metode survai dan wawancara kepada supir dan penumpang, pengambilan sampel dilakukan berdasarkan asumsi peneliti dan data yang digunakan adalah data primer (langsung dari lapangan) dan data sekunder (langsung dari perusahaan travel dan bis). Dari hasil pengolahan data penelitian, besarnya tarif dari Travel dan Bis berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) rute Palangka Raya- Banjarmasin adalah rata-rata sebesar Rp. 78.218,16,- untuk Travel dan rata-rata sebesar Rp. 49.126,46,- untuk Bis. Kata Kunci:Tarif dan mutu pelayanan, Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Travel dan Bis

Page 5 of 10 | Total Record : 92