cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
Seni Kerajinan Tempurung Kelapa Di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar ., Putu Eka Juniarta; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Drs.Mursal
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.346 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2136

Abstract

Tempurung kelapa merupakan kulit buah kelapa yang mempunyai tekstur keras, berwarna coklat apabila buahnya sudah tua, dan berwarna putih ketika masih muda. Pada umumnya tempurung kelapa pada kehidupan sehari-hari digunakan sebagai bahan bakar atau arang. Namun di desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, tempurung kelapa justru dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat suatu kerajinan yang memiliki nilai estetis. Artikel ini mengulas tentang, keberadaan, alat, bahan, proses pembuatan, dan motif hias yang terdapat pada seni kerajinan tempurung kelapa di Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Tujuannya adalah memberikan informasi tentang keberadaan seni kerajinan tempurung kelapa sampai dengan pengolahannya menjadi benda seni. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, pendokumentasian dan kepustakaan. Hasil temuan peneliti yaitu keberadaan seni kerajinan tempurung kelapa dari tahun 1950 dan mulai berkembang pada tahun 1997 sampai sekarang. Alat utama pembuatan meliputi mesin foredom, kapak, golok, pisau, dan amplas. Bahan utama yaitu tempurung kelapa. Proses pembuatan dimulai dari mengupas kulit buah kelapa hingga finising. Motif hias yang diterapkan pada seni kerajinan tempurung kelapa ini berupa motif hias geometris dan motif hias non geometris. Kata Kunci : Alat, Bahan, Tempurung kelapa Coconut shell was the skin of coconut fruit which had a hard texture, dark brown when the fruit’s old, and white when it’s younger. Coconut shell generally in the life were used as fuel or charcoal. But in the Tampaksiring Village, Gianyar Regency, precisely coconut shell used as raw materials to make a craft that has aesthetic value. This article reviewed about the existence, tools, materials, manufacturing process, and decorative motifs found in coconut shell craft Tampaksiring Village, Gianyar Regency. The purpose was to provide information about the presence of coconut shell craft to become art processing. The method was a descriptive study with qualitative and the data collection techniques used observation, interviews, documentation and literature. The result of the research was that the presence of coconut shell craft from 1950 and began to flourish in 1997 to present. The main tool manufacture were Foredom machines, axes, machetes, knives, and sandpaper. The main ingredient was coconut shell. The process began from manufacture of skin coconuts peeling until finishing. Decorative motifs that applied to the coconut shell craft arts such as decorative motifs inlaid geometric and non- geometric motifs.keyword : Equipment, Materials, Coconut shell
FOTOGRAFI SMARTPHONE KOMUNITAS INSTAGRAM @GADGETGRAPHER ., Pande Putu Darmayana; ., Drs. Hardiman, M.Si.; ., I Nyoman Rediasa, S.Sn, M,.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.103 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i2.12219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) alat-alat dan aplikasi dalam fotografi smartphone komunitas instagram @gadgetgrapher, (2) proses pembuatan fotografi di komunitas instagram @gadgetgrapher, dan (3) jenis-jenis fotografi di komunitas instagram @gadgetgrapher. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) kepustakaan, Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan cara (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Alat dan aplikasi dalam pembuatan Fotografi Smartphone Komunitas Instagram @gadgergrapher : smartphone dan tripod. Smartphone terdiri dari tiga jenis yaitu low-end, mid-end dan high-end. Smartphone yang masuk ke dalam kategori low-end yaitu Samsung Galaxy Ace 3, Samsung Grand Prime, Xiaomi Redmi 2, Sony Experia C3, Lenovo A7000, Smartphone yang masuk ke dalam kategori mid-end yaitu Xiaomi Redmi 3S, Lenovo K4 Vibe, Meizu M2 Note, oppo A57, dan Smartphone yang masuk ke dalam kategori high-end yaitu Xiaomi Mi4i, Sony Experia Z1, iPhone 5, iPhone 5S, Nokia N8, Oppo find 7, iPhone 6, Samsung Galaxy S5, Samsung Galaxy S7, Samsung Galaxy S6 dan Xiaomi Mi3. Sedangkan aplikasi yang digunakan meliputi : snapseed, VSCO, Camera Fv-5, Tadaa SLR, Motion Camera. (2) Proses pembuatan Fotografi smartphone komunitas instagram @gadgergrapher, dimulai dari proses pemotretan yaitu dari menentukan ide/konsep kemudian menentukan tempat/objek yang akan dituju.. kemudian dilanjutkan dengan mengolah foto atau editing. Proses pembuatan fotografi dibedakan menjadi dua yaitu Memotret dengan menggunakan camera bawaan smartphone, kemudian dilanjutkan dengan mengedit foto hasil jepretannya di aplikasi photo editor, dan Memotret dengan menggunakan camera dari aplikasi pihak ketiga, kemudian dilanjutkan dengan mengedit foto hasil jepretannya di aplikasi photo editor. (3) Jenis-jenis Fotografi Smartphone Komunitas Instagram @gadgergrapher yang dapat dikategorikan yaitu fotografi potret, fotografi human interest, fotografi stage, fotografi landscape, fotografi seascape, fotografi skyscape, fotografi cityscape, fotografi abstrak, fotografi still life, fotografi jurnalistik, fotografi makro, fotografi fashion, fotografi makanan, fotografi jalanan (street), fotografi arsitektur, dan fotografi malam (night). Kata Kunci : Fotografi, smartphone, @gadgetgrapher This study aims to describe (1) tools and applications in smartphone photography community in instagram @gadgetgrapher, (2) photography creation process in instagram @gadgetgrapher community, and (3) types of photography in instagram @gadgetgrapher community. This research is qualitative descriptive research. Collecting data in this study was done by using (1) observation, (2) interview, (3) the literature, the collected data is then analyzed by means of (1) data reduction, (2) the presentation of the data, and (3) conclusion. The results showed that (1) Tools and applications in making Smartphone Photography Instagram Community @gadgergrapher: smartphones and tripods. Smartphones consist of three types: low-end, mid-end and high-end. Smartphone that comes into the category of low-end, namely the Samsung Galaxy Ace 3 Samsung Grand Prime, Xiaomi redmi 2, Sony Experia C3, Lenovo A7000 Smartphone that comes into the category of mid-end that Xiaomi redmi 3S, Lenovo K4 Vibe, Meizu M2 Note, oppo A57, and Smartphone that comes into the category of high-end, namely Xiaomi Mi4i, Sony Experia Z1, iPhone 5, iPhone 5S, Nokia N8, Oppo find 7, iPhone 6, Samsung Galaxy S5, Samsung Galaxy S7, the Samsung Galaxy S6 And Xiaomi Mi3. While the applications used include: snapseed, VSCO, Camera Fv-5, Tadaa SLR, Motion Camera. (2) The process of making Instagram community smartphone smartphone @gadgergrapher, starting from the shooting process that is from determining the idea / concept then determining the place / object to be addressed then proceed with photo processing or editing. The process of making photographic divided into two, Photographed by using the default camera smartphone, followed by editing the results in photo editor, and Photographed by using the camera of a third-party application, followed by editing editing the results in photo editor. (3) The types of Smartphone Photography @gadgergrapher Instagram community that can be categorized, namely photographic portraits, human interest photography, stage photography, landscape photography, seascape photography, photography skyscape, cityscape photography, abstract photography, still life photography, journalistic photography, macro photography , Fashion photography, food photography, street photography, architectural photography, and night photography. keyword : Photography, smartphone, @gadgetgrapher
KERAJINAN AKAR KAYU DI BINTANG TEAK ROOT FURNITURE DESA BATUAN SUKAWATI, GIANYAR ., Ni Luh Ekmi Jayanti; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.28 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.6434

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembuatan kerajinan akar kayu, (2) ragam bentuk kerajinan akar kayu di Bintang taeak Root Furniture Desa Batuan Sukawati, Gianyar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pembuat kerajinan akar kayu yang ada di Desa Batuan Sukawati, Gianyar. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses pembuatan kerajinan akar kayu dikerjakan melalui dua tahap; Tahap pertama persiapan bahan utama akar kayu jati, bahan pendukung seperti soda api, H2O, lem kayu, sending seler, melamik glos, tiner dan hardener. Persiapan alat seperti pisau cekrek, pahat, palu, mesin serut kayu, gergaji mesin, amplas, gerinda, waterpass, kuas, sikat kawat, kompresor, steam listrik (mesin tembak angin), kompor perak dan slop tangan slop. Pada tahap kedua yaitu proses pembuatan dimulai dari; pemilihan bahan akar kayu, proses pemotongan secara global, mencekrek untuk membentuk body, penyetelan mengukur kedataran, pengamplasan, pembersihan menggunakan air, dan yang terakhir finishing menggunakan du teknik yaitu finishing melamik glos dan finishing pembakaran. (2) Ragam bentuk kerajinan akar kayu berupa benda fungsional dan benda hias diantaranya; Tempat lilin, sofa, kursi Bar, meja bonsai, meja jamur, meja cofe, meja cofe belah, satu set kursi dan meja makan, satu set kursi dan meja cofe kotak, Lemari rak terbuka, kursi dan meja bola, meja tamu, meja bintang, guci, Fas bunga, tempat buah, dekor tembok, dan stand dekorasi Kata Kunci : Kata-kata kunci : Kerajinan, Kayu, Desain Abstract The objectives of this study are to know: (1) the process of making a wood root , (2) the various forms of wood root craft in the Bintang Teak Root Furniture, Batuan Village Sukawati, Gianyar. The approach of this study is descriptive qualitative. The subjects of this study are the makers of wood root craft in the Batuan Village Sukawati, Gianyar. This research use observation, interview, documentation and literature as the technique of collecting data. The result of this study shows that: (1) the process of making a wood root is done through into two steps; the first step is preparation of teak root as the main material, the supporting materials such as soda ash, H2O, wood glue, sending seler, melamik glossed, tinner, and hardener. The preparation of tools are knives, cekrek knive, chisel, hammer, planer saws machine, grinding, sandpaper, brush, wire brush, steam electric compressor, silver stones and hand slop. The second is manufacture process, start from the selection of wood root, cutting process in generally to get form the wood root’s body, tuning the measure, sanding, cleaning use water and the finishing use two techniques. The finishing of the techniques are melamik glossed’s finishing and burn’s finishing. (2) The various forms of wood root craft are the functional objects and ornamental objects include; candlleiers, sofa, bar stool, bonsai table, mushroom table, coffee table, coffee table sides, a set of chair and boxes of coffee table, shelves cabinets, ball chair and table, star table, jar, place fruit, vase, wall and stand decorations In the process of making a wood root crafts in the Bintang Teak Root Furniture, Batuan Village Sukawati, Gianyar is done through into step by step and the produce of various form wood root have a function each others. keyword : Key terms: wood root craft, Bintang Teak Root Furniture
KERAJINAN MOSAIK DI DESA KENDERAN TEGALLALANG GIANYAR ., I Kadek Agus Edi Yudana; ., Dr. I Ketut Sudita, M.Si; ., Dra. Luh Suartini, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.813 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i2.15174

Abstract

Judul penelitian ini adalah ”Kerajinan mosaik di desa Kenderan Tegalalang Gianyar”. Masalah yang dibahas pada penelitian sebagai berikut : (1) Bagaimana keberadaan kerajinan mosaik di desa Kenderan (2) Bahan dan alat apa saja yang dimanfaatkan untuk membuat kerajinan mosaik (3) Bagaimana proses pembuatan kerajinan mosaik kaca (4) Apa saja jenis-jenis kerajin mosaik yang terdapat di desa Kenderan Tegalalang Gianyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah artshop-arshop mosaik di desa Kenderan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil-hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: (1) keberadaan kerajinan mosaik mulai berkembang tahun 2007 di desa Kenderan hingga saat ini dikarenakan sebelum tahun 2007 kerajinan kayu menurun sehingga masyarakat di desa Kenderan beralih ke kerajinan mosaik kaca. (2) bahan dan alat yang digunakan untuk membuat kerajinan mosaik kaca sebagai berikut. Bahan yang digunakan seperti : kaca, kayu, MDF, gerabah, lem fox, nat MU, cat impra, dan thinner. Adapun alat yang digunakan seperti : alat pemotong kaca, penggaris kayu, geregaji besi, kuas, spray gun, kompresor, amplas dan spon busa. (3) proses dilakukan dalam pembuatan kerajinan mosaik kaca adalah sebagai berikut : a.pemilihan bahan kaca, b.pemilihan alas atau landasan, c.Pemotongan kaca, d.pembuatan pola landasan, e.pemasangan kaca ke landasan, f. pemasangan nat dan g. finishing. (4) Jenis-jenis produk seni kerajinan mosaik di desa Kenderan adalah sebagai berikut : a.mosaik cermin lingkaran, b.mosaik cermin persegi, c.mosaik cermin fauna, d.mosaik tempat buah, e.mosaik tempat dupa, f.mosaik asbak, g.mosaik hiasan dinding berbentuk fauna, h.mosaik hiasan dinding berbentuk gitar, i.mosaik tulisan, dan j. mosaik pas bunga atau guci. Dapat disimpulkan bahwa Kerajinan mosaik berkembang tahun 2007 di desa Kenderan, dalam proses pembuatan menggunakan beberapa bahan dan alat, adapun beberapa proses yang dilakukan dalam pembuatannya. Produk yang sudah dibuat seperti mosaik cermin berbentuk geometris dan fauna, tempat buah dan dupa, hiasan dinding berupa fauna dan gitar, mosaik berbentuk tulisan dan mosaik berbentuk guci dan pas bunga. Saran Untuk menumbuh kembangkan produk kerajinan mosaik di desa Kenderan. Disarankan agar pemerintah lebih memperhatikan terkait dengan memberikan pembinaan kepada para pengerajin dalam bidang pemasaran dan pengembangan bentuk desain. Kepada para pengerajin agar terus berkarya dan mengembangkan karyanya hingga menembus pasar internasional. Untuk Peneliti selanjutnya yang akan meneliti karya kerajinan mosaik kaca di desa Kenderan diharapkan untuk menambahkan aspek sejarah dari artshop-artshop yang ada di desa KenderanWayan, serta memasukan aspek pemasaran dan manajemen dalam pembuatan produknya. Kata Kunci : Kerajinan, Mosaik kaca The title of this research is "The mosaic craft at Kenderan Tegalalang village, Gianyar ". The problems discussed in this study were as follows : (1) The existence of mosaic craft at Kenderan Tegalalang village, (2) What materials and tools were used to make the mosaic craft (3) The process of making the glass mosaic craft (4) What kinds of mosaic crafts were found at KenderanTegalalang village.The method used in this research was descriptive with qualitative approach. The subject of this research was the mosaic art shops at Kenderan village. The process of collecting data in this research was conducted through observation, interview, documentation, and bibliography. The results that found in this research were: (1) the existence of mosaic craft firstly developed at Kenderan village in the year of 2007 till today because before the year of 2007 the wood craft decreased and the people at Kenderan village switch their interest to glass mosaic craft. (2) The materials and tools were used to make the glass mosaic craft as follows: a glass, a wood, a MDF, a pottery, glue, a fox, a nat MU, an impra paint, and a thinner. The tools used such as: a glass cutting tool, a wood ruler, a railing iron, a brush, spray gun, a compressor, a sand paper and a sponge foam. (3) The process in making mosaic glass craft were as follows: a. selecting the glass materials, b. selecting the base or foundation, c. cutting the glass, d. making the grounding pattern, e. installing the glass to the base, f. installing the nat and g. finishing. (4) The types of mosaic craft art products at Kenderanvillage were as follows: the circular mosaic mirror , the square mosaic mirror, the fauna mosaic mirror, mosaic of the fruit place, mosaic incense, f. mosaic ashtray, g) mosaic ornament of fauna-shaped wall, mosaic of wall hangings of guitar shaped, written mosaic , and j. flower-fitting mosaic or jar. It can be concluded that Mosaic handicraft developed in the year of 2007 at Kenderan village. Actually, the process of making the object used some materials and tools. There were several processes in creating the mosaic crafts. Products that had been made such as geometric mirror mosaic and fauna, fruit and incense place, wall decoration of fauna and guitar, written mosaic shaped and mosaic shaped urn and flower fit. There were also the suggestions to grow the mosaic craft product atKenderan village. It was necessary for the government to give more attention related to providing the construction to the craftsmen in the field of marketing and the development of the design form. All of the craftsmen need to continue to work and develop the creation in order to penetrate the international market. For further researchers who will investigate the handicraft of mosaic glass at Kenderan village were expected to add the historical aspects of each art shops atKenderanvillage, Gianyar. They also were expected to enter the aspects of marketing and managing the manufacture of its products. keyword : Handicraft, Glass Mosaic
KERAJINAN PERAK DI DESA BAKUNG, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG ., I Kadek Pawistana; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd; ., Drs.Jajang S,M.Sn
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.254 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) keberadaan kerajinan perak milik Nyoman Widi Kara di Desa Bakung, (2) alat dan bahan untuk membuat kerajinan perak, (3) proses pembuatan kerajinan perak, dan (4) jesis produk serta motif hias yang diterapkan pada kerajinan perak. Penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini dimaksudkan untuk menjelaskan fenomena/karakteristik individual, situasi, atau kelompok tertentu secara akurat. Data diperoleh menggunakan teknik observasi, wawancara, dan pendokumentasian dengan pemberian instrumen. Penyajian data dilakukan dengan memaparkan keberadaan, alat dan bahan, proses pembuatan, serta produk dan motif kerajinan perak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keberadaan kerajinan perak di Buleleng, khususnya di desa Bakung milik Nyoman Widi Kara sudah ada sejak tahun 2000. (2) Alat yang digunakan dalam proses pembuatan kerajinan perak ini, yaitu: kompor pompa, batu bata, kowi, palu, pahat, tang, pinset, pulpen dan pengortenan, kikir, paron, mesin poles, dan sikat kawat. Sedangkan bahan yang diperlukan adalah perak murni/Sterling Silver, batu permata, tinta penghitam, buak klerak, batu ijo/langsol dan getah damar/gala,. (3) Proses pembuatan kerajinan perak dimulai dengan tahap penimbangan bijih perak, peleburan, penempaan, pembentukan sesuai dengan produk yang dibuat, pematrian, pengikiran, pembuatan sket, pembentukan ornamen, pemasangan batu permata, pembersihan, pewarnaan, dan pengilapan. (4) Jenis produk dan motif hias yang diterapkan pada kerajinan perak ini berupa cincin motif Patra Cina, cincin motif kepala Ganesha, cincin motif Ongkara, liontin keroncongan bayi motif Ongkara, liontin bentuk taring motif Patra Cina, dan gelang akar bahar/Uli bentuk naga. Nyoman Widi Kara masih menggunakan cara tradisional dalam pembuatan kerajinan perak, namun beliau mampu menghasilkan karya-karya yang kreatif dan inovatif. Kata Kunci : kerajinan, perak, desa bakung, motif hias This study aimed to determine (1) the presence of silver owned by Nyoman Widi Kara in Bakung village, (2) the tools and materials to make silver, (3) the process of making silver, and (4) Jesis products and also decorative motifs applied on silver. Descriptive study with a qualitative approach is meant to explain the phenomenon / individual characteristics, situation, or particular groups accurately. Data was obtained by using observation technique, interviews, and documentation of the administration of the instrument. Presentation of data is done by describing the presence, tools and materials, the manufacturing process, as well as products and silver motifs. The results showed that (1) the presence of silver in Buleleng, especialy in Bakung Village which have by Nyoman Widi Kara has been around since 2000. (2) The tools used in the manufacturing process of silver, namely; pump stoves, brick, kowi, hammer, chisel, pliers, tweezers, pen and pengortenan, miserly, anvil, polishing machine, and wire brushes. While the needed ingredients are pure silver / Sterling Silver, gemstones, ink blacker, Remove klerak, green stone /langsol and gum rosin / gala. (3) The process begins with the manufacture of silver weighing stage of silver ore, smelting, forging, forming according to the product made, soldering, honing, of making sketches, forming ornaments, gem stone installation, cleaning, staining, and sublimating. (4) The types of products and decorative motifs applied to this form of silver rings Chinese Patra motifs, Ganesha's head motif, ring Ongkara motif, rumbling baby pendant Ongkara motif, Patra pendant canine motif form China, and bahar bracelets root / Uli dragon form. Nyoman Widi Kara still uses the traditional way in the manufacture of silver, but he can to produce many works creatively and innovatively. keyword : handicrafts, silver,bakung village, ornamental motifs
Proses Kreatif Pematung Jero Mangku Jinggo ., I Nyoman Sudiarka; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.426 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.4716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: riwayat berkesenian Jero Mangku Jinggo; (2) sumber inspirasi Jero Mangku Jinggo; (3) perwujudan karya Jero Mangku Jinggo. Subjek dalam penelitian ini adalah pematung Jero Mangku Jinggo. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, purposive sampling, wawancara, cross check, dokumentasi dan kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) riwayat berkesenian Jero Mangku Jinggo dimulai dari pekerjaannya sebagai penjual barang antik. Dari sana dia mendapat tawaran dari temannya untuk membuat belong yang diukir, kemudian membuat patung dari batu cadas hitam. Sehingga Mangku Jinggo semakin asik berkarya menghasilkan banyak patung dengan berbagai figur yang begitu polos, unik, dan mencirikan sebagai seniman alam (autodidak) yang dikenal banyak pecinta seni. (2) sumber inspirasi Jero Mangku Jinggo dalam berkarya berasal dari faktor alam, sosial-budaya yang telah terekan dalam memori pikirannya, dan muncul ketika melihat batu yang memiliki figur mirip seperti yang terbayang dalam pikirannya. Dia tidak membuat patung dengan corak yang diterapkan para pematung pada umumnya, namun tetap konsisten pada corak yang telah dikembangkan, yaitu corak patung yang kecenderungannya meminjam visual patung primitif dan naif. (3) perwujudan karya Jero Mangku Jinggo banyak mengambil objek dari isi alam, yaitu manusia, hewan, tumbuhan, dan tokoh lain seperti Detya, Kala, Celuluk, dan sebagainya. Objek-objek itu diwujudkan pada batu cadas hitam dengan piranti tradisional yang begitu sederhana.Kata Kunci : proses kreatif, pematung, Jero Mangku Jinggo This study attempts to know: (1) the acts of art Jero Mangku Jinggo; (2) a source of inspiration Jero Mangku Jinggo; (3) embodiment of the work of Jero Mangku Jingo. The subject in this research was sculptor Jero Mangku Jinggo. Data collection method used in this research is a method of observation, purposive sampling, interview, cross check, documentation and literature. Data analyzed by using a technique descriptive with a qualitative approach. The results showed that: (1 of the acts of art Jero Mangku Jinggo started from his job as antique dealers, there he got an offer to make dimples carved from his friend, then make a statue of stone andesite. So that Jero Mangku Jinggo increasingly enjoy work produces a lot of the statue with various figure who so innocent, unique and characterizing as artists nature (autodidak). (2) a source of inspiration for Jero Mangku Jinggo in the work derived from natural factors, sociocultural terekan has been in the memory of his mind, and inspired by a visual form material. He was not to imitate pattern applied sculptor in general, but remain consistent with her style, namely pattern that tends to imitate visual a statue of a primitive and naïve. (3) embodiment of the work of Jero Mangku Jinggo many take the object of in the, and there is a tendency thought background different to achieve the objects in the andesit stones with traditional the manually. There is a tendency thought background of the aspects which refers to the efforts the fulfillment of functional, containing highly personal narrative of the imagination, to display and realistic references the forms, references the visual elements of public sculpture to prevail, the tendency of responding to an early form of material.keyword : the creative process, a sculptor, Jero Mangku Jinggo
Kerajinan Hiasan Berbahan Logam” Star Desain” di Banjar Bukit, Kecamatan Tampaksiring ., I Wayan Arinata; ., Drs. I Ketut Supir, M.Hum; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.218 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.6297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang (1) keberadaan kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring. (2) Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Dsain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring (3) Proses pembuatan kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring. (4) Jenis bentuk kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring.Penelitian ini adalah penelitian Deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik kepustakaan. Adapun subjek penelitian ini adalah kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring. Hasil temuan penelitian ini adalah (1) Keberadaan kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring, dimulai sejak tahun 2000 yang didirikan oleh I Made Sukayasa seorang pengerajin yang kreatif. (2) Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain”di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring meliputi alat antara lain:palu, tang,gunting pelat,obeng,gunting kertas,nampan,pacal,meja las,las esetelin,ragum/glem,gunting tuas,rol,timba besi,baktimba plastik besar,mal,mesin gerinda,bor tangan,bor bangku,mesin kompresor,mesin las listrik,kawat bwg,pelatbesi,kuningan,cat suzuka,cat polibest,cat impra,tiner,azid posporazid,lem. (3) Proses pembuatan kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu,penciptaan ide, pemilihan bahan,pengolahan bahan,pembentukan,pembuatan dtail komponen,perakitan,perendaman,pengeringan,proses finising(4)bentuk yang di hasilkan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring antara lain:dua dimensi burung dan ikan. tiga dimensi:binatang berkaki dua,berkaki empat dan tumbuhan. Kata Kunci : Kerajinan, logam, alat dan bahan, proses, bentuk produk This research has a purpose to got the illustration about (1). There is a handyeraft of ‘metal handycraf” Star Desain” at bukit village Tampaksiring subdistrict.(2) instrument and materials to maka the handycraft,(3) the process making it (4) kind and shape of the metal handycraft ‘’ Star Desain ‘’ in bukit village Tampaksiring subdistrict. This research is a description research, wits collecting data technique using observation, interview and book references, the subject of this research is the handy craft of metal handycraft “ Star desain, at Bukit Village in Tampaksiring subdistrict. The result of this risearh are (1) this handycraf built by I Made Sukayasa. Since years 2000, at Bukit Village in Tampaksiring subdistrict.(2)n the instrument and materials for using it are hammer, pliers, metal scissors, screwdriver, paper scissors, tray , slave, weld table, estelin weld, vise, lever scissors rol, metal pail, big basket plastic pail multiplication, grindstone mechine hand dril, table drill, compressor mecine, electric weld macine, wira bwg, metal sheet, brass, suzuka paint, polibest pain, impra pain, tiner, azid pos porazid, glie, (3) the idea creasion,the process of making it there are some step like chosing a material, prepara tion of material, shaping, making detail of component, assembling submerged, drying, an finishing process. (4) the result from metal handycraf “ star desain at bukit village in Tampak Siring there are : two-dimensional birds and fish. Three-dimensional: a two-legged animal, quadruped and plants. keyword : Handycraft, Metal, Intrument/ tool, Material, Process, Shape of Product
KERAJINAN HIASAN MURDHA DI DESA MANUABA, KECAMATAN TEGALALANG, KABUPATEN TINGKAT II GIANYAR ., Gede Koi Sanda; ., Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si; ., I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.535 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8026

Abstract

Penelitian ini berjtujuan untuk mendeskripsikan: (1) Keberadaan kerajinan murdha di Desa Manuaba, Tegalalang, Gianyar, (2) Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan murdha di Desa Manuaba, Kecamatan Tegalalang, Kabuapten Gianyar (3) Proses pembuatan dan motif kerajinan murda di Desa Manuaba,Tegalalang, Gianyar ? (4) Pewarisan kerajinan murdha di Desa Manuaba, Tegalalang, Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Subjek penelitian ini adalah kerajinan murdha oleh Made Adinarsa.Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah (1) Kerajinan seni murdha di Desa Manuaba digunakan sebagai hiasan pada atap sanggah, tetapi ada juga yang dipakai pada atap rumah dan pagar rumah. Bentuk murdha yang dibuat oleh masyarakat di Desa Manuaba sudah mengalami perkembangan bentuk yang dulunya biasanya jarang menggunakan motif kekarangan, namun sekarang pengerajin murdha Desa Manuaba cendrung menggunakan motif kekarangan dan bun-bunan. (2) Alat dan bahan yang dipakai dalam pembuatan kerajinan murdha di Desa Manuaba meliputi pisau, tang, gergaji besi, ember, kuas, saringan tepung, semen, mill, kawat ikat, kawat jarring, cat dan air. (3) Proses pembuatan kerajinan murdha, di Desa Manuaba diawali dengan proses pembuatan rangka, pencampuran bahan baku, pembuatan motif, amplas, finishing. (4) Sistem pewarisan kerajinan murdha di Desa Manuaba menggunakan sistem pewaris turun-temurun, dari orang tua ke anak. Kata Kunci : Kata Kunci: Seni hiasan murdha. ABSTRACT This study intended to describe: (1) The existence of murdha handicraft in Manuaba vilage, Tegalalang, Gianyar, (2) the tool and the materials be used the manufacture murdha in ManuabaVillage, TegalalangDistrict, Gianyar regency (3) In the process of produktion and motivehandicraft of murda in Manuaba Village, Tegalalang, Gianyar? (4) Inheritance of Manuaba handicraftin murdha Village, Tegalalang, Gianyar regency. This research is a descriptive with qualitative approach. The subjects in this research ismurdha handicraft by Made Adinarsa. The collecting of the data in this study using by technic of observation, interviews, documentation, and literature. The result of findings in this study is (1) the art of murdha handicraft in manuaba village is used to be ornament in tample but there are used for the roof in hause and also for fence inhause. The design of murdha made by of community in manuaba village alredy have development design at once rarely using kekarangan design, but now the maker of murdha in manuaba village there is used kekarangan desidn and bun-bunan. (2) The tool and the materials in frocess of murdha handicraft is cemen, knife, pliers, hacksaw, bucket,brushes, sieve of the flour, mill, wire belt, wirenets, paint and water. (3) The process production of murdha, in Manuaba village is begins with process making frame, the mixing of raw materials, manufactury of motive sanding, and then. (4) The system of in heritance murdha handicraft in manuaba village using system from generation to generation, from parents to child keyword : The garnish art of murdha
Analisis Gambar Ekspresi Bebas Taman Kanak-Kanak Di Kecamatan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur ., Destiara Aulia Citra; ., Dra. Luh Suartini; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.156 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tema gambar ekspresi bebas Taman Kanak Kanak Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, (2) elemen gambar ekspresi bebas Taman Kanak Kanak Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, (3) analisis gambar ekspresi bebas Taman Kanak Kanak Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Subyek penelitian adalah Sekolah Taman Kanak-kanak di Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur; beberapa ahli dan akademisi seni. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, diskusi (fgd), dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menujukkan (1) mendeskripsikan tema gambar ekspresi bebas Taman Kanak Kanak Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yaitu: pemandangan gunung dan laut, lingkungan sekitar, benda-benda sekitar, (2) mendeskripsikan elemen gambar ekspresi bebas Taman Kanak Kanak Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, meliputi elemen-elemennya; garis, bidang, warna, (3) mendeskripsikan analisis gambar ekspresi bebas Taman Kanak Kanak Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang terdiri dari hasil positif dan negative, hasil positif terdiri dari anak: anak kreatif atau merdeka, anak cerdas atau pintar, dan anak pengaruh lingkungan mainan sedangkan hasil negatif terdiri dari anak: anak tidak percaya diri, anak berpola, anak tipe haptik, visual dan campuran dan anak hafalan.Kata Kunci : Analisis, Gambar Ekspresi Bebas This research aims to describe (1) a theme image expression free Kindergarten Kindergarten Subdistrict Asembagus, Situbondo, East Java, (2) the elements of the image expression free Kindergarten Kindergarten Subdistrict Asembagus, Situbondo, East Java, (3) analysis of image expression free Kindergarten Kindergarten Subdistrict Asembagus, Situbondo, East Java. The subject of research is the kindergarten School in the Asembagus, Situbondo, East Java; Some experts and academics.Data collection techniques used in this research is the observation, interview, discussion (fgd), documentation, and libraries. The results of this stud shows (1) describe the theme of the image expression free Kindergarten Kindergarten Subdistrict Asembagus, Situbondo, East Java, namely: mountain views and the sea, the surrounding environment, the objects around, (2) describe the elements of the image expression free Kindergarten Kindergarten Subdistrict Asembagus, Situbondo, East Java, including the elements; line, line, color, (3) describe the image analysis of the expression of free Kindergartens Kindergarten Subdistrict Asembagus, Situbondo, East Java, consisting of positive results andnegative, positive results are composed of children: creative or independent child, the child is smart or clever, and environmental influences children's toy whereas negative results consist of the child: the child is not the child's confidence, patterned, older type haptik, mixed and children's visual and oral.keyword : Image analysis, Free Expression
PEMBELAJARAN SENI BUDAYA BERBASIS VIDEO TUTORIAL; STUDI KASUS DALAM MATERI AJAR GAMBAR ILUSTRASI ., Made Karisma Dwi Yasa; ., Drs.Jajang S,M.Sn; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.558 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i1.9713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan media video tutorial. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif-kuantitatif dengan pendekatan studi kasus Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X IBB SMA LAB UNDIKSHA Singaraja tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 27 siswa. Data dianalisis menggunakan Analisis Deskriptif Kualitatif dan Analisis Deskriptif Kuantitatif. Penerapan metode pembelajaran dengan menggunakan video tutorial pada siswa kelas X IBB SMA LAB Undiksha Singaraja dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dari 25 siswa yang mengikuti pembelajaran 80% atau 20 siswa mengalami kenaikan, sementara yang tetap berjumlah 2 orang atau 8% persen dari keseluruhan, dan yang mengalami penurunan berjumlah 3 orang atau 12 Pada Karya siswa yang pertama 7 siswa mendapatkan nilai diatas KKM seni budaya. Dan pada karya siswa yang kedua jumlah siswa yang mendapat nilai diatas KKM mengalami kenaikan yaitu berjumlah 20 siswa.. Secara keseluruhan dari segi nilai Karya siswa X IBB mengalami cukup peningkatan, akan tetapi kecenderungan untuk mencontoh masih terlihat, tidak ada kreatifitas dalam berkarya. Kata Kunci : video tutorial, peningkatan, ekspresif This research aimed to know there is getting improvement of learning outcomer before and after uring video tutorial. This research war derigned as deskriptif-kualitatif-kuantitatif research which approch by case study to conduct thir research, twenty seven students of tenth grade IBB SMA LAB UNDIKSHA Singaraja in the academic year 2014/2015 as the sample. The data were analized using deskriptif kualitatif analisis and deskriptif kuantitatif analisis. The learning method by using video tutorial is increase student outcomer of tenth grade IBB SMA Lab UNDIKSHA Singaraja. Therefore from twenty five students who have followed the learning prosess, 80% or 20 students have incroased their score mean while 2 person or 8% over all didn't change their score and 3 students or 12% have dropped their score. During the first student's project, 7 children got the score above the standart of art and culture. And During the second student's project, 20 student scored above the KKM. Over all, from the score point of view, student of "X IBB" is increasing but still there is a behavior of plagiarism to duplicate the answer. They don't have the creativity to make the product yet. keyword : video tutorials, enhancement, expressive