cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
HIASAN PADA PERANGKAT SAPI GERUMBUNGAN DI KABUPATEN BULELENG ., Putu Warta Riadi; ., Drs. I Ketut Supir, M.Hum; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.856 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2123

Abstract

Atraksi sapi gerumbungan merupakan atraksi kesenian yang berasal dari Buleleng dengan menekankan aspek keindahan. Pada perangkat sapi gerumbungan diterapkan motif-motif ragam hias. Artikel ini mengulas tentang, motif, estetika dan makna hiasan pada perangkat sapi gerumbungan di kabupaten Buleleng. Tujuannya adalah memberikan informasi tentang motif hias yang digunakan pada perangkat sapi gerumbungan, estetika sampai pada makna hiasan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, pendokumentasian dan kepustakaan. Hasil temuan peneliti yaitu motif hias yang diterapkan adalah motif pepatran, kekarangan, manusia dan alam. Estetika yang terkandung meliputi adanya keseimbangan komposisi hiasan, kesatuan dan adanya irama bentuk pada hiasan perangkat. Hiasan sapi gerumbungan mengandung makna pada penanggu yang menggunakan motif singa ambara raja sebagai maskot kota singaraja dan penyelah menggunakan motif garuda pancasila yang memiliki makna nasionalis.Kata Kunci : Kata kunci : sapi gerumbungan, motif hias, perangkat. Sapi gerumbungan is derived from art attraction that emphasizes the beauty of Buleleng. In the sapi gerumbungan applied decorative motives. This article describes the motives, aesthetics and meaning of the ornament on sapi gerumbungan in buleleng. Its purpose is to provide information about the decorative motives used on sapi gerumbungan, aesthetics and meaning of ornament. The method used was qualitative and data collection techniques using observation, interviews, documentation and literature. The findings of researchers applied decorative motives are pepatran, kekarangan, humans and nature. Contained aesthetic composition ornament includes a balance, unity and existence of rhythm form the decoration on the tool. Penanggu implies that using the singa ambara raja motive as a mascot singaraja and penyelah use garuda pancasila that has a nationalist meaning.keyword : Keywords: sapi gerumbungan, decorative motives, tools
PROFIL PELUKIS NUSA PENIDA ., I Komang Wikrama; ., Drs. I Ketut Supir, M.Hum; ., Drs. I Nyoman Sila,M.Hum
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.581 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i2.11454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan biografi pelukis Nusa Penida, (2) mendeskripsikan konsep berkarya pelukis Nusa Penida, (3) mendeskripsikan tema dan gaya karya pelukis Nusa Penida. Sumber data berasal dari hasil observasi, wawancara langsung kepada pelukis Nusa Penida dan praktisi seni, dokumentasi, buku, katalog pameran dan koran. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah: 1) biografi pelukis Nusa Penida meliputi, I Made Sumerta, pelukis yang menetap di Nusa Penida, lahir di Nusa Penida, 28 September 1974, I Putu Sudiana, pelukis yang menetap di luar Nusa Penida, lahir di Nusa Penida, 30 Desember 1972, Michael John Apleton, pelukis yang menetap di Nusa Penida, lahir di Inggris, 19 Mei 1951. 2) konsep berkarya I Made Sumerta mengusung konsep Tri Hita Karana dan gerak tubuh manusia, I Putu Sudiana mengusung konsep spiritual alam Nusa Penida dan kehidupan sosial, Michael John Appleton mengusung konsep lingkungan alam. 3) tema dan gaya yang diusung oleh I Made Sumerta yaitu tema keagamaan dan tema lingkungan alam, dengan gaya ekspresif, surealis dan gabungan antara ekspresif dan abstraksi, I Putu Sudiana mengusung tema spiritual dan sosial budaya dengan gaya abstrak dan abstraksi, Michael John Appleton mengusung tema lingkungan alam dan potret, dengan gaya realis dan naturalis.Kata Kunci : Pelukis Nusa Penida, Biografi, Tema dan Gaya The purpose of this study is to (1) describe the biography of Nusa Penida artist, (2) describe the concept creations of Nusa Penida artist, (3) describe the theme and style the creations of Nusa Penida artists. The resources of data is taken from the result of observation, direct interview with the Nusa Penida’s artists and art practitioners, documentation, books, exhibitions catalog, and magazine. The finding results of this study is: 1) biography of Nusa Penida artist include, I Made Sumerta, painters in Nusa Penida, was born in Nusa Penida, on 28 September 1974, I Putu Sudiana, painter in beyond of Nusa Penida, was born in Nusa Penida on 30 December 1972, Michael John Appleton, painter in Nusa Penida which born in English 19 May 1951. 2) concept creations of I Made Sumerta carries concept of Tri Hita Karana and movement body of human, I Putu Sudiana carries concept of spiritual nature of Nusa Penida and social lifes, Michael John Appleton carries concept of nature environment. 3) theme and style the creations of I Made Sumerta carries theme of religious and theme of nature environment, with style expressive, surrealist and combination between expressive and abstract, I Putu Sudiana carry theme spiritual and social culture with style abstract and abstraction, Michael John Appleton carry theme nature environment and portrait with style realist and naturalist.keyword : Nusa Penida artist, biography, theme and style
Saddula "Petulangan unik Di Banjar Paketan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng" ., Putu Tegeh Kertiyasa; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Keunikan Petulangan Saddula yang dipakai oleh dadia tertentu di Banjar Paketan. (2) Makna yang terkandung pada Petulangan Saddula yang biasanya dipakai oleh dadia tertentu di Banjar Paketan. Sasaran penelitian ini adalah keunikan Petulangan dan makna yang terkandung pada Petulangan yang terdapat di Banjar Paketan Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskritif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) teknik observasi (2) teknik wawancara (3) teknik telaah dokumen. Instrumen yang digunakan adalah (1) instrument observasi (2) instrumen wawancara (3) instrumen dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) analisis domain yang bertujuan untuk memperoleh gambaran atau pengertian umum, relatif dan menyeluruh, dan (2) analisis taksonomi untuk mengolah data lebih rinci dan mendalam. Hasil penelitian ini menunjukan bentuk Petulangan Saddula di Banjar Paketan, Keunikan Petulangan Saddula Yang di Pakai oleh dadia tertentu, Makna Petulangan Saddula. Makna dari Bentuk Petulangan ini adalah Sarana untuk membakar mayat. Secara sepiritual merupakan suatu sarana untuk menghantarkan roh seseorang yang sudah meninggal ke alam sunya ( neraka atau sorga ) sesuai dengan hasil perbuatannya di dunia.Kata Kunci : Banjar Paketan, dadia, Petulangan, seni rupa The research aimed at (1) The uniqueness of Petulangan Saddula which is used by the certain dadia (family temple) at Banjar Paketan. (2) The meaning of Petulangan Saddula which usually used by the certain dadia (family temple) at Banjar paketan. The purposed of this research is the uniqueness of Petulangan and the meaning of Petulangan at Banjar Paketan, Buleleng sub-district, Buleleng regency. The approach used is descriptive qualitative. The data was collected by using three techniques, namely: observation, interview, and research document. The instruments use observation instrument, interview instrument, and documentation instrument. The data analysis used (1) Domain analysis which is purposed to get the illustration or the general meaning, relative and entirely, and (2) Taxonomy analysis to make the process of this research more detail and deepen. The result of this research is to show the shape of Petulangan Saddula at Banjar Paketan, the uniqueness of Petulangan Saddula which is used by the certain dadia, and the meaning of Petulangan Saddula. The meaning of the shape of Petulangan is as a medium of human corpse combustion. In spiritually as a medium to bring the soul or spirit to the heaven or hell based on the action of the human at the time when they are alive.keyword : Banjar Paketan, dadia (Family temple), Petulangan, seni rupa (Visual Art).
ANALISIS GAMBAR EKSPRESI BEBAS SISWA SMALB B NEGERI SINGARAJA ., Abdullah; ., Dr. Drs. I Nyoman Sila, M.Hum.; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.225 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i3.14979

Abstract

Permasalahan yang terjadi di SMALB B Negeri Singaraja adalah dalam proses pembelajaran, guru sangat jarang memberikan kebebasan siswa untuk menggambar, kebanyakan guru menentukan tema dalam proses pembelajaran menggambar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tema gambar ekspresi bebas siswa SMALB B Negeri Singaraja (2) makna gambar ekspresi bebas siswa SMALB B Negeri Singaraja. Subjek penelitaian adalah siswa kelas X-XII SMALB B Negeri Singaraja. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) tema gambar ekspresi bebas siswa SMALB B Negeri Singaraja, pemandangan gunung dan laut, lingkungan sekitar, alamku, gambar bentuk/alam benda, flora dan faun; (2) makna gambar siswa SMALB B Negeri Singaraja, diperoleh dari gambar karya siswa SMALB B Negeri Singaraja siswa cenderung hanya menyampaikan hal-hal atau sesuatu di sekitar mereka yang sering dilihat maupun dijumpai. Selain itu, beberapa gambar siswa yang mencoba memberikan makna pada gambarnya seperti rasa suka atau ketertarikan terhadap sesuatu, ajakan untuk menjaga lingkungan dan mengenalkan jati diri mereka kepada masyarakat. Kata Kunci : Analisis, Gambar ekspresi bebas Problems that occurred in SMALB B Negeri Singaraja is in the process of learning teachers very rarely give students the freedom to draw, most teachers determine the theme in the process of learning to draw. This study aims to describe (1) the free expression image theme made by student in SMALB B Negeri Singaraja, (2) the free expression image meaning made by student in SMALB B Negeri Singaraja. The subject of this study is students in grade X-XII of SMALB B Negeri Singaraja. Several methods, observation, interview, documentation, and literature documents were used in gaining the data. The result of the study shows that (1) The free expression image theme made by student in SMALB B Negeri Singaraja are: mountain and sea views, surrounding environment, nature, image of natural or object forms, flora and fauna; (2) It is found that the free expression image meaning made by student in SMALB B Negeri Singaraja are to express things that can be seen or met surround them. Besides, some of the images try to convince a sense of love or interest in something, invitation to protect the environment and introduce their identity to the community.keyword : Analysis, Image of free expression
KERAJINAN GERABAH DESA PENUJAK KECAMATAN PRAYA BARAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT ., Mahendra; ., Dra. Luh Suartini; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.82 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) Sejarah Keberadaan kerajinan gerabah. (2) Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan kerajinan gerabah. (3) Proses pembuatan kerajinan gerabah. (4) Bentuk kerajinan gerabah di desa Penujak. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif, Sasaran informan ditempat penelitian adalah pengrajin gerabah sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sejarah keberadaan kerajinan gerabah di desa Penujak. (2) Alat dan Bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan gerabah meliputi alat utama dan alat penunjang antara lain: Cangkul, Aluw, Batu kokoh, Kain lap, potongan sandel, Ladiq, Tunggku pembakaran tradisional, sendok, Tutup pasta gigi, bekas Sisir bekas yang dimodifikasi. Sedangkan bahan meliputi bahan utama, bahan penunjang pembakaran, bahan penunjang pewarnaan yaitu; Tanah liat, Jami(Jerami), Lukeng kedeli, kajuq(kayu bakar), Tangkel, serbuk gergaji, Sari biji asam, Arang, Minyak asli. (3) Proses pembuatan kerajinan gerabah melalui beberapa tahapan diantanya: Proses pencarian Tanah liat, Proses pengeringan Tanah liat, Proses peluturan yaitu proses peleburan tanah liat yang masih mentah, Proses pembentukan gerabah, Proses pemberian gambar, Proses pembakaran, proses pewarnaan. (4) Bentuk yang dihasilkan dari gerabah antara lain Benda fungsional meliputi: Sogon, Jangkih, Bike, Kocor tanaq, Sador, Dulang, Sendor, Bong, Semen tanaq, mangkok, Hiasan air mancur, Hiasan Lampu. Benda non fungsional meliputi; Kendi tabung, Gucci, Bike modern. Patung Manuk, Patung Lepang, Patung penyu, Patung empak, Patung tekek dan Patung Sepatu. Kata Kunci : Kerajinan, gerabah, proses, bentuk. This study aimed to determine (1) the existence of pottery history. (2) The materials and tools used in the manufacture of pottery. (3) The process of making pottery. (4) The form of pottery in the Penujak village. This research is descriptive qualitative research, the target informant research place is potters as the research subject. The techniques used in collecting the data were observation, interview, and documentation. The results showed that (1) The history of pottery in the Penujak village. (2) The tools and materials used in the manufacture of pottery covering the main tool and the supporting tools, among others: Hoes, Aluw, solid stone, Duster, Sandel cuts, Ladiq, traditional combustion furnace, ladle, Close toothpaste, the modified of comb secondhand. While the material covering the main material, combustion supporting material, staining supporting material; Clay, Jami (Straw) , Lukeng Kedeli, kajuq (firewood), Tangkel, sawdust, Sari tamarind seeds, charcoal, original oil. (3) The process of making pottery through several stages as follows: the process of searching clay, the process of drying the clay, the process of peluturan is the process of melting the raw clay, the process of forming the pottery, the process of visualizing, the process of burning, the process coloring. (4) The form which is produced by pottery such as functional objects include: Sogon, Jangkih, Bike, Kocor tanaq, Sador, Dulang, Sendor, Bong, Semen tanaq, bowls, Fountain decoration, Lights decoration. Non- functional objects include; Kendi tube, Gucci, Modern Bike. Manuk Sculpture, Lepang Sculpture, Turtle Sculpture, Empak Sculpture, Tekek Sculpture and Shoes Sculpture. keyword : Crafts, pottery, processes, forms.
KERAJINAN AKAR KELAPA KARYA MADE SUKADANA DI PENUKTUKAN, TEJAKULA, BULELENG, BALI ., Kadek Edy Satriawan; ., Dr. I Ketut Sudita, M.Si; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.491 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i2.21616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Munculnya ide pembuatan kerajinan; (2) Bahan dan alat yang digunakan membuat kerajinan; (3) Proses pembuatan kerajinan akar kelapa karya Made Sukadana di Penuktukan, Tejakula, Buleleng, Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Made Sukadana dan objek penelitian ini adalah kerajinan akar kelapa karya Made Sukadana. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi, wawancara, dan kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah analisi domain dan analisi taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ide awal pembuatan kerajinan muncul karena melihat peluang dari banyaknya populasi pohon kelapa dan kurangnya pemanfaatan akar kelapa yang hanya menjadi limbah setelah pohon kelapa ditebang. (2) Bahan dan alat untuk membuat kerajinan: akar kelapa, lem cyanoacrylate etil, politur, obat anti serangga dan oli bekas. Sedangkan alat yang digunaka antara lain: kapak kayu, pahat ukir, spidol, gergaji listrik, linggis, sikat dan kuas. (3) Proses pembuatan kerajinan akar kelapa karya Made Sukadana terdiri dari tiga proses inti yaitu ; Proses awal, proses pengerjaan, dan proses finishing. Tiap proses inti tersebut terdiri dari beberapa bagian proses, seperti Proses awal terdiri dari ; Mencari bahan, menyiapkan tempat, membersihkan bahan kerajinan, membuat sketsa desain untuk kerajinan akar kelapa, dan terakhir menyiapkan alat dan bahan. Proses pengerjaan juga terdiri dari beberapa proses seperti; Mengupas kulit akar kelapa, membuat sketsa pada bahan kerajinan, dan memahat atau mengukir bahan kerajinan. Terakhir proses finishing terdiri dari dua bagian proses yaitu; Proses penghalusan dan proses pewarnaan serta pengobatan. Kata Kunci : Kerajinan, akar kelapa, Penuktukan, Made Sukadana. This study aims to find out: (1) the emergence of crafting ideas; (2) Materials and tools used to make crafts; (3) The process of making coconut root crafts by Made Sukadana in Penuktukan, Tejakula, Buleleng, Bali. This research is a descriptive study with a qualitative approach. The subject of this research is Made Sukadana and the object of this research is coconut root craft by Made Sukadana. The method that the researcher used for data collection in this study were observation, documentation, interviews, and literature. The Analysis of the data that the researcher used were domain analysis and taxonomic analysis. The results of the study show that: (1) The initial idea of making crafts emerged because it saw that the opportunities for the large population of coconut trees and the lack of utilization of coconut roots which only became waste after the coconut trees were cut down. (2) Materials and tools for making crafts: coconut roots, ethyl cyanoacrylate glue, politur, insect repellent and used oil. While the tools used include: wood axes, carving chisels, markers, electric saws, crowbars, brushes and brushes. (3) The process of making coconut root crafts by Made Sukadana consists of three core processes, namely; Initial process, work process, and finishing process. Each core process consists of several parts of the process, such as the initial process consists of; Search for materials, prepare places, clean craft materials, made a design sketches for crafting coconut roots, and finally prepare tools and materials. The process of make it also consists of several processes such as; Peel coconut root skin, sketch on craft materials, and sculpt or carve craft materials. Finally, the finishing process consists of two parts, namely; Smoothing process and coloring process and treatment. keyword : Crafts, coconut roots, Penuktukan, Made Sukadana.
ANALISIS FOTO PROFIL JEJARING SOSIAL FACEBOOK ., Ida Bagus Pradnyana Putra; ., Drs.Jajang S,M.Sn; ., Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1115.094 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi hasil: Analisis foto dalam profil Sosial Media Facebook. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik snowball, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini membahas mengenai foto yang di dalam profil facebook. Hasil penelitian ini adalah foto pribadi atau FOSE individu itu bentuk ekspresi dan gaya yang memiliki makna sendiri dan foto profil berikutnya atau kelompok lebih dari satu orang, misalnya: keluarga, pasangan, teman, komunitas, dan institusi, maka foto di bentuk figuratif dan non-figuratif. Dapat disimpulkan adanya situs dunia maya melalui internet, yaitu dapat bertemu dengan teman, rekan, sahabat lama di jejaring sosial facebook. Terdapat hasil komposisi, warna, cahaya, garis, bidang teknis yang baik menghasilkan estetis dan estetika. Facebook banyak diminati oleh kalangan masyarakat karena facebook bisa menjadi media sosial dan sebagai bahan komunikasi atau informasi penyampaian terpenting bagi setiap orang yang memeiliki akun facebook. Foto yang digunakan foto orang lain maupun foto yang merupakan foto selebrtis, tokoh pahlawan, tokoh kartun, pemandangan dan lambang. Sehingga facebook bisa sebagai sarana komunikasi atau penyampaian informasi penting bagi siapa saja yang memiliki akun facebookKata Kunci : Analisis, Sosial Media, Facebook This study aimed to obtain information on the results : Analysis of the images in Social Media Facebook profile . This study used a qualitative descriptive method snowball technique , observation , and interviews . The results of this study to discuss the photos in facebook profile . The results of this study are personal photos or FOSE individual's form of expression and style that has its own significance and profile photo next or groups of more than one person , such as : families , couples , friends , communities , and institutions , the picture in the form of figurative and non- figurative . Can be inferred the existence of the virtual world through the internet site , which can meet with friends , colleagues , old friends in the social network facebook . There are the results of composition , color , light , line , field produces aesthetically good technical and aesthetic . Facebook much in demand by the public for facebook can be a social media and as a communication or delivery of important information for everyone who have a facebook account . Photos used another person's photos and images that are celebrity photos , heroes , cartoon characters , scenery and symbols . So facebook can be a means of communication or delivery of important information for anyone who has a facebook accountkeyword : Analysis , Social Media , Facebook
BATIK SASAMBO DI DESA REMBITAN, PUJUT, LOMBOK TENGAH ., Amalia Ika Safitri; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.163 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i1.11399

Abstract

Batik Sasambo adalah batik khas provinsi NTB. Nama Sasambo diambil dari tiga etnis yang mendiami provinsi NTB yaitu Sasak di Lombok, Samawa di Sumbawa, dan Mbojo di Bima. Motif batik Sasambo berkaitan dengan budaya lokal khas NTB. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) sejarah keberadaan batik Sasambo di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah, (2) motif batik sasambo di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah, (3) makna yang terdapat dalam batik sasambo di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan samplenya adalah pengrajin batik Sasambo di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah dengan teknik (1) observasi untuk mengamati langsung keberadaan dan motif batik Sasambo, (2) wawancara untuk menggali informasi mengenai sejarah keberadaan, motif batik dan makna motif batik Sasambo, (3) dokumentasi untuk pengambilan gambar macam motif batik Sasambo dan juga hal-hal yang dianggap penting. Hasil penelitian ini adalah (1) Sejarah batik Sasambo berakar dari batik Jawa yang sudah berkembang sebelumnya di Lombok. (2) motif batik Sasambo terdiri dari motif pokok, motif pelengkap, motif isen-isen dan motif pinggiran. (3) makna yang terdapat dalam batik Sasambo sebagian besar ditunjukkan atau digambarkan nilai-nilai dan harapan-harapan masyarakat NTB terkait dengan kehidupan diantaranya berisi nilai-nilai persatuan, kerukunan, kemakmuran, keamanan dari bencana, sumber rejeki, perdamaian dan perlindungan. Saran untuk penelitian ini diharapkan meneliti batik Sasambo di Desa lain dari segi alat dan bahan serta proses pembuatan batik Sasambo, karena masih banyak hal yang belum bisa dikaji pada penelitian ini, dan perlu diadakan penelitian lebih lanjut. Kata Kunci : Lombok, batik, motif hias Sasambo batik is batik design provincial West Nusa Tenggara. Sasambo name is taken from the three ethnic inhabiting provincial West Nusa Tenggara namely Sasak in Lombok , Samawa in Sumbawa , and Mbojo in Bima. A batik sasambo pertaining to local culture typical West Nusa Tenggara. This research aimed to describe (1) the history about the existence of Sasambo batik at Rembitan village, Pujut, Central Lombok, (2) the motif of Sasambo batik at Rembitan village, Pujut, Central Lombok, and (3) the meaning conveyed in Sasambo batik at Rembitan village, Pujut, Central Lombok. Draft this research using qualitative sample descriptive with whom are craftsman batik Sasambo in the Rembitan village, Pujut , Central Lombok to technique ( 1 ) observation to observe live presence and a batik sasambo, ( 2 ) interview to obtain information on the history of existence , a batik and meaning a batik sasambo, ( 3 ) documentation for simulcast kinds of a batik sasambo and also things that are considered important. The result of the research showed that (1) the history of Sasambo batik sourced from Javanese batik improved earlier in lombok, (2) The motifs of Sasambo batik consisted of some main motifs, complementary motifs, isen-isen motifs, and marginal motifs, (3) the meaning conveyed in Sasambo batiks at Rembitan village, Pujut, Central Lombok mostly showed and described the values and wishes of the citizens in West Nusa Tenggara relating to life, such as the value of unity, harmony, prosperity, safety from disaster, fortune resource, peace, and security. This was in accordance with the characteristics of agrarian and coastal community who were communal to live their cultural life. keyword : Lombok, batik, decorative Motifs
Proses Pembelajaran Seni Rupa Melalui Metode Bercerita Di kelas V MIT Mardlatillah ., Salma Putri Nur r; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Dra. Luh Suartini, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.759 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i1.13631

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskritif kualitatif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran seni rupa melalui metode bercerita di kelas V MIT Mardlatillah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui proses pembelajaran seni rupa melalui metode bercerita di kelas V MIT Mardlatillah, (2) mengetahui hasil gambar ilustrasi dalam pembelajaran seni rupa di kelas V MIT Mardlatillah. Data diperoleh dengan teknik obeservasi sebagai bahan penelitian, teknik wawancara untuk mendapatkan data tentang pendapat guru terkait dengan proses pembelajaran seni rupa melalui metode bercerita di kelas V Mit Mardlatillah Singaraja, teknik dokumentasi untuk memperoleh hasil yang dideskriptifkan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran seni rupa melalui metode bercerita di kelas V MIT Mardlatillah, sebagai berikut: 1). Proses pembelajaran seni rupa melalui metode bercerita dilakukan dalam satu model pembelajaran tematik, yang berkaitan dengan pembelajaran lainnya. Guru menggunakan media pembelajaran untuk memudahkan siswa dalam pemahaman materi ajar. 2) menganalisis hasil gambar ilustrasi secara deskriptif. Kata Kunci : pembelajaran, seni rupa, metode bercerita This research is a qualitative descriptive research, for describe the fine art learning process through telling stories method in class V MIT Mardlatillah. This research for (1) know the fine art learning process through telling stories method in class V MIT Mardlatillah, (2) To know the illustration drawing result in the fine art learning process through telling stories method in class V MIT Mardlatillah. The data were obtained by obeservation technique as research material, interview technique get to data about teacher's opinion to the fine art learning process through telling stories method in class V MIT Mardlatillah, documentation technique to obtain descriptive result. The results of research show that the fine art learning process through telling stories method in class V MIT Mardlatillah, as follows: 1). the fine art learning process through telling stories method is done in a thematic learning model, the relating other to learning. The teachers using learning media to facilitate students in the teaching materials understanding. 2) analyzing the illustration drawings result in descriptive. keyword : the learning, fine arts, telling stories method
METODE PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER BATIK DI SMA NEGERI 1 ASEMBAGUS ., Indah Dwi Martasari; ., Drs. Hardiman, M.Si.; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.277 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i1.18949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) proses pembelajaran ekstrakurikuler batik di SMA Negeri 1 Asembagus; (2) metode pembelajaran ekstrakurikuler batik di SMA Negeri 1 Asembagus. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Data dianalisis berdasar model Miles dan Huberman: (1) reduksi data, (2) penyajian data (display), dan (3) kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian ini adalah (1) proses pembelajaran yang berlangsung pada ekstrakurikuler batik di SMA Negeri 1 Asembagus bersifat fleksibel dengan peran guru hanya sebagai fasilitator yang mengarahkan dan mengontrol jalannya proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang berlangsug pada ekstrakurikuler batik di SMA Negeri 1 Asembagus terdiri dari empat komponen utama yang saling berkaitan, yaitu: masukan mentah (raw input), masukan sarana (instrumental input), masukan lingkungan (enviromental input), keluaran yang diharapkan (expected output); (2) Ekstrakurikuler batik di SMA Negeri 1 Asembagus menggunakan metode pembelajaran yang beragam, yaitu: metode ceramah, metode tugas dan resitasi, metode diskusi, metode ekspresi bebas, metode demonstrasi eksperimen, dan metode kerja kelompok. Dimana dalam praktik pengggunaanya, metode-metode tersebut dapat saling dikombinasikan. Metode pembelajaran yang paling nampak sering dikombinasikan dengan metode lainnya adalah metode ceramah.Kata Kunci : proses pembelajaran, ekstrakurikuler, batik This study aims to describe (1) the process of learning extracurricular batik at Asembagus 1 Public High School; (2) batik extracurricular learning methods at Asembagus 1 Public High School. This research is a qualitative descriptive study. Data collection in this study was carried out by techniques (1) observation, (2) interviews, and (3) documentation. Data were analyzed based on the Miles and Huberman models: (1) data reduction, (2) data presentation (display), and (3) conclusions (verification). The results of this study are (1) the learning process that takes place on extracurricular batik in Asembagus 1 Public High School is flexible with the teacher's role only as a facilitator who directs and controls the course of the learning process. The learning process that runs on batik extracurricular in Asembagus 1 Public High School consists of four main components which are interrelated, namely: raw input, input means (instrumental input), environmental input (environmental input), expected output (expected output ); (2) Batik extracurricular in Asembagus 1 Public High School uses diverse learning methods, namely: lecture method, assignment and recitation method, discussion method, free expression method, experimental demonstration method, and group work method. Where in the practice of using it, these methods can be combined with each other. The learning method that most often appears combined with other methods is the lecture method.keyword : learning process, extracurricular, batik