cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
PEMBUATAN PATUNG PADAS PUTIH DI BANJAR LIMO DESA KUTAMPI KALER, NUSA PENIDA. I Dewa Gede Aristawan Gotama .; Drs.I Ketut Sudita, M.Si .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.6306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses penggalian dan pengolahan padas putih, (2) alat dan bahan apa saja yang digunakan dalam pembuatan patung padas putih, (3) proses pembuatan patung padas putih, dan (4) jenis-jenis patung padas putih di Banjar Limo, Desa Kutampi Kaler Nusa Penida. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Cara pencarian data dalam penelitian ini dengan melakukan wawancara dengan subjek penelitian yang diteliti. Subjek penelitian ini adalah Pande I Made Ananta Wikrama selaku pematung batu padas putih dan Made Bakte, selaku pencari batu padas putih, di Banjar Limo, Desa Kutampi Kaler, Nusa Penida. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis domain dan taksonomi. Penelitian ini ditunjang oleh kajian pustaka pengertian seni, seni patung, unsur visual, unsur ekstetik, pengertian ornamen dan ragam hias, padas, banjar Limo, desa Kutampi Kaler, Nusa Penida Hasil temuan penelitian ini adalah (1) proses pengolahan padas putih untuk pembuatan patung yaitu penggalian, pembelahan, pembuatan pola, pemotongan batu padas, dan pengangkutan, (2)alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan patung padas putih yaitu seperti pada umumnya, (3)proses pembuatan patung padas putih yaitu pemilihan bahan baku, penumpukan dan pengeleman, proses pembentukan global, proses penghalusan, dan proses finishing. (4) hasil karya patung batu padas yaitu patung hewan, patung raksasa dan kala, patung Dewa-Dewi, patung pewayangan, dan patung manusia. Dapat disarankan kepada para pematung diharapkan agar secara rutin mengembangkan ide-ide kreatifnya dalam segi bentuk patung.Kata Kunci : Kata Kunci: patung, batu padas putih, alat & bahan, proses, jenis, This research is aimed to describe (1) the process of mining and processing white padas rock, (2) the tools that is required in the process of making white padas rock statue, (3) the process of making white padas statue, and (4) kinds of white padas statue in Banjar Limo, Kutampi Kaler Village of Nusa Penida. This research is a descriptive qualitative research which discuss about the process of making statue. All data is acquired through observation, interview, and documentation. How to search data in this research by conducting interviews with the study subjects studied. The subject of this Pande I Made Ananta Wikrama as a white padas carver and Made Bakte as white pada miner in Banjar Limo, Kutampi Kaler Vilage, Nusa Penida. Data analysis techniques used in this research is the domain and taxonomic analysis. This research is supported by Kajian Pustaka Pengertian Seni, Seni Patung, Unsur Visual, Unsur Estetik, Pengertian Ornamen dan Ragam Hias, Padas, Banjar Limo, Desa Kutampi Kaler, Nusa Penida. The finding of this research are (1) the processes in making statue using white padas are mining, cutting, pattern making, and transporting; (2) tools that are required in white padas carving a in general, (3) the process in making white padas statue are selecting the material, stacking and glueing, global sketching, refining, and finishing, (4) the final product of white padas statue is in the form of animals, giants and demons, gods and demigods, characters of folktale, and humans.Can be suggested to the sculptor expected to routinely develop creative ideas in terms of the form of sculpture. keyword : Keywords:statue, white padas rock, materials & tools, process, kinds
PROSES PEMBUATAN CUTTING STIKER PADA BODY MOBIL DI PERUSAHAAN BALISTIKER DENPASAR I Made Arya Suwiatmika .; Drs. I Gusti Nyoman Widnyana .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.6307

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan cara pembuatan cutting stiker pada body luar mobil di Perusahaan Balistiker, Denpasar, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Proses perancangan (2) Bahan dan alat (3) Jenis desain dan (4) Sistem pewarisan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses perancangan cutting sticker pada body luar mobil ada beberapa tahap antara lain tahap awal desain menggunakan software coreldraw. Dilanjutkan dengan tahap cetak cutting sticker menggunakan mesin dan tahap tempel cutting sticker secara manual. (2) Bahan meliputi oracal. Sedangkan alat meliputi mesin cetak cutting sticker, cutter, gunting, penggaris, rakel, spryer, hair dryer. (3) Jenis desain meliputi anime, racing, elegant dan desain branding dengan teknik digital printing. (4) Sistem pewarisan ketrampilan perusahaan, pemilik mewariskan ilmunya kepada tenaga kerja secara langsung. Kemudian akan dipelajari serta diterapkan langsung secara mandiri atau otodidak. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil penelitian berupa: proses perancangan, bahan dan alat, jenis desain cutting sticker serta sistem pewarisan ketrampilan pembuatan cutting sticker.Kata Kunci : desain, cutting sticker The background of this study was to know the process and the way of making cutting sticker on the exterior of car’s body in Balistiker company at Denpasar. This research aimed at knowing 1) the design process, 2) the tools and equipments, 3) kinds of design, and 4) the inheritance process. This study used descriptive qualitative design. The result of this study showed that 1) the design process of cutting sticker on the exterior of car’s body was done using software coreldraw, and continued by printing the cutting sticker and using manual system in affixed the cutting sticker. 2) the equipments was oracal, and the tools were cutting sticker printing machine, cutter, scissors, rulers, rakel, spryer, and dryer. 3) kinds of design were anime, racing, elegant, and branding design using digital printing technique. 4) the inheritance process was, the owner inherit the skill to the employees directly. Then, it would be learned and practiced by them independently. The conclusion of this research was the result of this study were about the design process, the equipments and tools, kinds of cutting sticker design and the inheritance process of making cutting sticker. keyword : design, cutting sticker
PROSES PEMBUATAN CUTTING STIKER PADA BODY MOBIL DI PERUSAHAAN BALISTIKER DENPASAR I Made Arya Suwiatmika .; Drs. I Gusti Nyoman Widnyana .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.6308

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan cara pembuatan cutting stiker pada body luar mobil di Perusahaan Balistiker, Denpasar, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Proses perancangan (2) Bahan dan alat (3) Jenis desain dan (4) Sistem pewarisan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses perancangan cutting sticker pada body luar mobil ada beberapa tahap antara lain tahap awal desain menggunakan software coreldraw. Dilanjutkan dengan tahap cetak cutting sticker menggunakan mesin dan tahap tempel cutting sticker secara manual. (2) Bahan meliputi oracal. Sedangkan alat meliputi mesin cetak cutting sticker, cutter, gunting, penggaris, rakel, spryer, hair dryer. (3) Jenis desain meliputi anime, racing, elegant dan desain branding dengan teknik digital printing. (4) Sistem pewarisan ketrampilan perusahaan, pemilik mewariskan ilmunya kepada tenaga kerja secara langsung. Kemudian akan dipelajari serta diterapkan langsung secara mandiri atau otodidak. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil penelitian berupa: proses perancangan, bahan dan alat, jenis desain cutting sticker serta sistem pewarisan ketrampilan pembuatan cutting sticker.Kata Kunci : desain, cutting sticker The background of this study was to know the process and the way of making cutting sticker on the exterior of car’s body in Balistiker company at Denpasar. This research aimed at knowing 1) the design process, 2) the tools and equipments, 3) kinds of design, and 4) the inheritance process. This study used descriptive qualitative design. The result of this study showed that 1) the design process of cutting sticker on the exterior of car’s body was done using software coreldraw, and continued by printing the cutting sticker and using manual system in affixed the cutting sticker. 2) the equipments was oracal, and the tools were cutting sticker printing machine, cutter, scissors, rulers, rakel, spryer, and dryer. 3) kinds of design were anime, racing, elegant, and branding design using digital printing technique. 4) the inheritance process was, the owner inherit the skill to the employees directly. Then, it would be learned and practiced by them independently. The conclusion of this research was the result of this study were about the design process, the equipments and tools, kinds of cutting sticker design and the inheritance process of making cutting sticker. keyword : design, cutting sticker
KERAJINAN GERABAH TINGGANG DI DESA BANYUMULEK, KECAMATAN KEDIRI, LOMBOK BARAT Nila Kusuma Dewi .; Dra. Luh Suartini .; I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.6371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sejarah keberadaan gerabah Tinggang di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, (2) mendeskripsikan alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan gerabah Tinggang di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, (3) mendeskripsikan proses pembuatan gerabah Tinggang di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, (4) mendeskripsikan bentuk dan dekorasi yang digunakan pada gerabah Tinggang di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kualitatif. Objek penelitian ini adalah Kerajinan Gerabah Tinggang di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatan gerabah Tinggang yaitu: Ayakan (Penyaring), Alat Pemutar, Alas Gerabah, Pisau Seng, Bambu, Pengkerean, Peterengan, Memeret (Kain Lap), Batu Rabak (Batu Kasar), Batu Pangan (Batu Halus), (2) Bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan gerabah tinggang yaitu: Tanaq Beak (Tanah liat), Pasir, Air, Serabut Kelapa, Kayu, Jami (Jerami), Karet Ban Dalam, (3) Proses yang dilakukan dalam pembuatan gerabah tinggang yaitu: Ngelamur (Pengolahan Tanah Liat), Ngenyun (Pembuatan Gerabah), Ngebelong (Pembuatan Leher Gerabah), Ngalusang (Menghaluskan Gerabah),dan Nenunuq (Pembakaran).Kata Kunci : Pembuatan, Gerabah Tinggang, Desa Banyumulek This research aims to (1) describing the history of existence of Tinggang pottery at Banyumulek Village, Kediri District, West Lombok, (2) describing the tools and materials used in the manufacture of Tinggang pottery at Banyumulek Village, Kediri District, West Lombok, (3) describe the manufacturing process of Tinggang pottery at Banyumulek Village, Kediri District, West Lombok, (4) describe the form and decoration are used of Tinggang pottery at Banyumulek Village, Kediri District, West Lombok. This type of research is qualitative descriptive study. The object of this study is Tinggang pottery craft at Banyumulek Village, Kediri District, West Lombok. Data collection method is to use the method of observation, interview, documentation. The results of research showed that (1) the tools used in the manufacturing process of Tinggang pottery is : filter (ayakan), basic pottery, knife, bamboo, pengkerean, peterengan, memeret (cleaner fabric), rude stone (rabak stone), smooth stone (pangan stone), (2) the materials used in the manufacturing process of gerabah Tinggang is : clay (tanak beak), sand, coconut fiber, wood, straw (jami), inner tube rubber, (3) Process conducted in manufacturing of Tinggang pottery is : thouged of the clay (ngelamur), manufacture of pottery (ngenyun), Neck manufacture of pottery (ngebelong), smoothes Pottery, and burning (nenunuq).keyword : Tinggang Pottery, Art Crafts, Banyumulek Village
TRANSFORMASI LUKISAN VONI WIJAYANTI PADA BATIK SITUBONDO Voni Wijayanti .; Drs.Hardiman, M.Si. .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.6373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses transformasi lukisan Voni Wijayanti pada Batik Situbondo, (2) proses transformasi lukisan Voni Wijayanti pada Batik Situbondo, (3) nilai estetis pada batik Situbondo hasil transformasi lukisan Voni Wijayanti. Penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research). Subyek penelitian adalah perajin “Saung Batik Puspa Bahari” di Desa Asembagus, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo; beberapa ahli dan akademisi seni. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, diskusi (fgd), dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menujukkan (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses transformasi lukisan Voni WIjayanti pada Batik Situbondo yaitu: gunting, pensil, penghapus, spidol, kain/taplak, canting, wajan, kompor, ijuk, kuas, bambu, tong, ember, bak air, kain mori primisima, malam (lilin), zat warna remasol, waterglass, dan air; (2) proses transformasi lukisan Voni Wijayanti pada batik Situbondo meliputi proses memecah lukisan berdasarkan elemen-elemennya; membuat desain berdasarkan elemen lukisan; dan proses pembuatan batik meliputi beberapa tahapan nyanteng yaitu memberi perintang warna dengan menggunakan cairan lilin (malam), nyolet yaitu memberi warna motif pada kain, dan ngelorot yaitu pelepasan lilin (malam) pada kain; (3) nilai estetis pada batik Situbondo hasil transformasi dari lukisan Voni Wijayanti yang terdiri dari unsur-unsur desain, prinsip desain, dan asas desain.Kata Kunci : transformasi, lukisan Voni Wijayanti, batik Situbondo, nilai estetis This study aimed to describe (1) the tools and materials used to transformation Voni Wijayanti painting into Batik Situbondo, (2) the process transformation Voni Wijayanti painting into Batik Situbondo, (3) the aesthetic value of Batik Situbondo that transformed from Voni Wijayanti painting. This research is action research. Subjects were craftsmen "Saung Batik Puspa Bahari" in the village of Asembagus, Kec. Asembagus, Situbondo; some of them are professional and academician of art. Data collection techniques used in this research are observation, interviews, discussions (FGD), documentation, and literature. The results of this research showed (1) the tools and materials used in the transformation process of Voni Wijayanti painting into Batik Situbondo are: scissor, pencil, eraser, marker, fabric/cloth, canting, pans, stove, fiber, brushes, bamboo, barrel, buckets, tubs, primisima fabric, wax, substance remasol, waterglass, and water; (2) the process transformation Voni Wijayanti painting into Batik Situbondo include splitting process based elements; create a design based on elements of the painting; and batik making process includes several stages nyanteng which gives the color barrier by using a liquid wax, nyolet which gives color motifs, and ngelorot namely the release of wax on the fabric; (3) the aesthetic value in Batik Situbondo painting transformed from Voni Wijayanti consisting of design elements, design principles, and the principles of design.keyword : transformation, Voni Wijayanti painting, batik Situbondo, aesthetic value
KERAJINAN AKAR KAYU DI BINTANG TEAK ROOT FURNITURE DESA BATUAN SUKAWATI, GIANYAR Ni Luh Ekmi Jayanti .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.6434

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembuatan kerajinan akar kayu, (2) ragam bentuk kerajinan akar kayu di Bintang taeak Root Furniture Desa Batuan Sukawati, Gianyar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pembuat kerajinan akar kayu yang ada di Desa Batuan Sukawati, Gianyar. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses pembuatan kerajinan akar kayu dikerjakan melalui dua tahap; Tahap pertama persiapan bahan utama akar kayu jati, bahan pendukung seperti soda api, H2O, lem kayu, sending seler, melamik glos, tiner dan hardener. Persiapan alat seperti pisau cekrek, pahat, palu, mesin serut kayu, gergaji mesin, amplas, gerinda, waterpass, kuas, sikat kawat, kompresor, steam listrik (mesin tembak angin), kompor perak dan slop tangan slop. Pada tahap kedua yaitu proses pembuatan dimulai dari; pemilihan bahan akar kayu, proses pemotongan secara global, mencekrek untuk membentuk body, penyetelan mengukur kedataran, pengamplasan, pembersihan menggunakan air, dan yang terakhir finishing menggunakan du teknik yaitu finishing melamik glos dan finishing pembakaran. (2) Ragam bentuk kerajinan akar kayu berupa benda fungsional dan benda hias diantaranya; Tempat lilin, sofa, kursi Bar, meja bonsai, meja jamur, meja cofe, meja cofe belah, satu set kursi dan meja makan, satu set kursi dan meja cofe kotak, Lemari rak terbuka, kursi dan meja bola, meja tamu, meja bintang, guci, Fas bunga, tempat buah, dekor tembok, dan stand dekorasi Kata Kunci : Kata-kata kunci : Kerajinan, Kayu, Desain Abstract The objectives of this study are to know: (1) the process of making a wood root , (2) the various forms of wood root craft in the Bintang Teak Root Furniture, Batuan Village Sukawati, Gianyar. The approach of this study is descriptive qualitative. The subjects of this study are the makers of wood root craft in the Batuan Village Sukawati, Gianyar. This research use observation, interview, documentation and literature as the technique of collecting data. The result of this study shows that: (1) the process of making a wood root is done through into two steps; the first step is preparation of teak root as the main material, the supporting materials such as soda ash, H2O, wood glue, sending seler, melamik glossed, tinner, and hardener. The preparation of tools are knives, cekrek knive, chisel, hammer, planer saws machine, grinding, sandpaper, brush, wire brush, steam electric compressor, silver stones and hand slop. The second is manufacture process, start from the selection of wood root, cutting process in generally to get form the wood root’s body, tuning the measure, sanding, cleaning use water and the finishing use two techniques. The finishing of the techniques are melamik glossed’s finishing and burn’s finishing. (2) The various forms of wood root craft are the functional objects and ornamental objects include; candlleiers, sofa, bar stool, bonsai table, mushroom table, coffee table, coffee table sides, a set of chair and boxes of coffee table, shelves cabinets, ball chair and table, star table, jar, place fruit, vase, wall and stand decorations In the process of making a wood root crafts in the Bintang Teak Root Furniture, Batuan Village Sukawati, Gianyar is done through into step by step and the produce of various form wood root have a function each others. keyword : Key terms: wood root craft, Bintang Teak Root Furniture
PEMETAAN KEGIATAN SENI RUPA BERDASARKAN LAPORAN HASIL SKRIPSI MAHASISWA PENDIDIKAN SENI RUPA FBS UNDIKSHA Mohammad Choirul Anam .; Drs.Jajang S,M.Sn .; Langen Bronto Sutrisno, S.Sn., M.A .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.6435

Abstract

Abstrak Penelitian deskriptif ini bertujuan (1) mendeskripsikan bidang kesenirupaan yang telah diteliti oleh mahasiswa Jurursan Pendidikan Seni Rupa (JPSR), FBS, UNDIKSHA dalam karya skripsinya.(2) mendeskripsikan hasil pemetaan materi penelitian kesenirupaan berdasarkan laporan skripsi mahasiswa JPSR, FBS, UNDIKSHA. Sumber data berasal dari Jurusan Pendidikan Seni Rupa dan perpustakaan UNDIKSHA. Penulis mencoba untuk menyusun database berupa data tertulis (teks) dan digital (citra), kemudian memetakan ulang dengan memanfaatkan software Microsoft Excel 2007 sebagai alat pendataan untuk mempermudah pekerjaan dan menata sesuai dengan tempat dan kategori yang berlandaskan pada judul penelitian. Database ke -1 Bahan database adalah hasil penelitian lulusan JPSR sejak tahun 1993-2014 terdiri atas 266 mahasiswa yang melakukan penelitian sebagai bahan laporan skripsi dengan tema penelitian : Seni Lukis , Seni Patung, Seni Keramik, Seni Ukir, Seni Tekstil, Ragam Hias, Seni Prasi, Seni Kriya Logam, Desain, Wayang, Seni Anyaman, Kerajinan, Kajian Seni, Proses Kreatif, Pendidikan Seni. Dari tahun 1993-2014 ternyata mahasiswa JPSR, banyak melakukan penelitian yang berkategori tentang Kerajinan sebanyak 71 peneliti, Kajian Seni sebanyak 52 peneliti dan Pendidikan Seni sebanyak 48 peneliti. Tempat yang paling banyak diteliti oleh mahasiswa JPSR di Bali. Database ke-2 hasil pemetaan database ke-1 berdasarkan tempat dan jenis atau kategori penelitian kemudian memilah berdasarkan kelompok yang sama jenis penelitanya dan tempat penelitiannya. Kemudian di petakan berdasarkan tempat penelitian agar mudah melihat asal tempat penelitian berada. Kata Kunci : Pemetaan, Skripsi, Kategori Abstract This descriptive researching aims (1) to describe the field arts which has been researched by the art department students (ADS), FBS, UNDIKSHA in the work of the thesis art. (2) describe the mapping of research material art reported by student thesis art, FBS, Undiksha. The source of data derived from the Department of Education Arts and Undiksha library. The author tries to compile a database in the form of written data (text) and digital (image), then remap by using the software Microsoft Excel 2007 as a data collection tool to easily working and organize the place and the categories are based on the title of the thesis art students researching. Database first Material database is the result of graduate research JPSR since 1993-2014 consisted of 266 students who conduct research as a thesis report by research themes: Painting, Sculpture, Ceramic Art, Carving, Textile Art, Decorations, Prasi Arts, Art Craft Metal, Design, Puppet, Woven Arts, Crafts, Art Studies, Creative Process, Art Education. From the year 1993-2014 ADS student turns, a lot of researcher that are categorized 71 researchers Craft, Art Studies 52 researchers and as many as 48 investigators Arts Education. The most widely studied and researched by students Art are in Bali. Database (2) mapped by site and type or category of the study and then sort based group of the same kind and research. Then mapped based on a study in order to easily see the origin place of where the research was. keyword : Mapping, Thesis, Category
KERAJINAN BELERANG DI KAWAH IJEN Alimudin .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; Langen Bronto Sutrisno, S.Sn., M.A .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.6436

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk, (1) Mengetahui sejarah keberadaan kerajinan yang berbahan belerang di kawah ijen. (2) Mengetahui proses pembuatan kerajinan belerang oleh para penambang belerang di kawah Ijen. (3) Mengetahui hasil kerajinan yang dibuat oleh para penambang yang membuat kerajinan belerang di kawah Ijen. Penelitian ini merupakan Penelelitian yang menggunakan pendekatan deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Adapun subjek yang diteliti adalah kerajinan pengrajin belerang dalam memanfaatkan belerang sebagi prodak seni yang dapat dijual. Sedangkan obyek yang akan diteliti oleh peneliti, yaitu kerajinan belerang. Adapun tehnik pengumpulan data yang digunakan peneliti, yaitu (1) tehnik observasi, (2) Tehnik wawancara, (3) tehnik dokumentasi, (4) tehnik kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Sejarah keberadaan kerajinan yang berbahan belerang di kawah Ijen.Penambanganbelerangdiperkirakandimulaisejaktahun1964-1966.KerajinanbelerangadasemenjakkawahIjenramai di kunjungiwisatawan. (2) Proses pembuatan kerajinan belerang oleh para penambang belerang di kawah Ijen merupakan teknik yang biasanya digunkan untuk membuat logam, yaitu teknik cor. (3) Hasil kerajinan yang dibuat oleh para penambang yang membuat kerajinan belerang di kawah Ijen berupa kerajinan dalam bentuk patung dan kriya. Kata Kunci : Belerang, kerajinan, patung, dan kriya This study was conducted to, (1) To Know the history of the existence of handicrafts made of sulfur in Ijen crater. (2) To know the process of making crafts sulfur miners sulfur in Ijen crater. (3) Knowing the crafts made by the miners who make crafts sulfur in Ijen crater. This study is Penelelitian which uses descriptive approach with a qualitative approach. The subjects studied were craft artisans in the use of sulfur as a sulfur prodak art that canfor sale. While the object to be investigated by researchers, namely craft sulfur. The data collection techniques used by researchers, namely (1) observation technique, (2) interview techniques, (3) technical documentation, (4) technical literature. The results showed (1) History of the existence of handicrafts made of sulfur in Ijen crater. Sulfur mining started in from 1964 to 1966 is estimated. Craft sulfur existed since the Ijen crater crowded by tourist visitor. (2) The process of making crafts sulfur by the sulfur miners in the crater of Ijen is a technique that normally use to make the metal, which is a technique cast. (3) The handicrafts made by the miners who made crafts sulfur in Ijen crater become of craft in the form of sculpture and crafts. keyword : Sulfur, craft, sculpture.
TINJAUAN VISUAL KARAKTER TOPENG BONDRES PADA KELOMPOK BONDRES RARE KUAL, BULELENG I Kadek Bayu s .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Langen Bronto Sutrisno, S.Sn., M.A .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.6451

Abstract

abtrak Penelitian ini bertujuan nuntuk meninjau karakter topeng yang terkandung pada masing-masing topeng bondres pada kelompok Bondres Rare Kual Buleleng. Bondres Rare Kual Buleleng tepatnya berasal dari Desa Sangsit, Banjar Beji no.70 Buleleng. Kelompok Bondres RareKual berdirisekitartahun 2005. Data analisis Penelitian ini menggunakan tehnik deskritif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa topeng 1)Ngurah Joni Gitorolis topengnya memiliki gigi tonjos kedepan, terdapat tai lalat yang besar di pipi sebelah kiri dan kumis. Warna topeng coklat kemerahan menunjukan kesan pemarah, cekatan, cepat, spontan,dan berani, 2)Topeng Bojes Rosa memiliki kerutan di dahi, susunan gigi yang tidak beraturan, memiliki warna coklat muda dapat juga di artikan sebagai warna tanah menujukan keluguan, bodoh dan mudah diperdaya. 3)Ayu Cintia Bela dikenal dengan sosok perempuan yang centil, manja dengan pakaian yang seksi seperti cinderela dengan dahi yang menonjol kedepan seperti ikan lohan, memiliki warna coklat muda menunjukan kepolosan, lugu,centil, nakal, genit, bodoh, 4)Topeng Slolly memiliki kumis di bagian pinggir saja seperti kumis lele, serta alis tipis yang melengkung di apit guratan wajah terasuk topeng penasar. Sloly memiliki warna coklat muda menunjukan pribadi yang lesu, letih, malas dan gagap.Jenis pakaian yang dimiliki bondres Rare Kual saat ini ada empat, diantaranya adalah pakaian bondres lengkap, pakaian adat Madya, pakaian gaul, dan pakaian sesuai karakter. Setiap kustum di racang sendiri oleh anggota bondres Rare Kual sendiri. Kata Kunci : Kata kunci: topeng, karakter,busana. Abstract The objectives of this study is to review the contain of characters Bondres’s mask on Bondres Rare Kual group in Buleleng. The Rare Bondres Kual Buleleng come from Sangsit Village, Banjar Beji number 70, Buleleng. The Bondres Rare Kual group established since 2005. The analyzes of data use descriptive technique with the qualitative approach. The result of this study shows that: (1) the mask of Ngurah Joni Gitorolis has crook teeth and a moles in his left cheek and mustache. The reddish brown indicate a impression of grumpy, quickly, spontaneous, sufficiency, and daring. (2) the mask of Bojes Rosa has wrinkles on his forehead, the irregular teeth, and has a light brown. It indicates of innocence, ignorant, and easly tricked. (3) Ayu Cintia Bela as known as a female figures has coquettish, spoiled and sexy outfit like a cinderella with proutroding forehead looks like lohan fish. The mask of Bojes Rosa also has a light brown that indicate innocence, unadorned, sassy, naughty, flirty and silly. (4) The mask of Slolly has a mustache at the edge like catfish whiskers, thin eyebrows, and flanked wrinkles face include penasar mask. The mask of Slolly has a light brown that indicate sluggish, lazy, and stutter. There are four costumes which have Bondres Rare Kual group, include the complete of Bondres clothes, the Madya costume clothes, the hanging clothes, and the appropriate character clothes. The all of costumes designed by members of Bondres Rare Kual. keyword : Key terms: mask, character, costume
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN LUKIS JARI/FINGER PAINTING KELOMPOK B DI TK NEGERI PEMBINA SINGARAJA Galih Efendi .; Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.6579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Mengetahui alat dan bahan yang dipergunakan dalam pembelajaran lukis jari/finger painting di TK Negeri Pembina Singaraja (2) Mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran lukis jari/finger painting di TK Negeri Pembina Singaraja, dan (3) Mengetahui hasil karya lukis jari/finger painting anak–anak di TK Negeri Pembina Singaraja. Penelitian ini merupakan penelelitian survei dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian dilakukan melalui wawancara dan penyebaran angket, dilanjutkan dengan observasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian yang diperoleh, (1) Alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran lukis jari/finger painting di TK Negeri Pembina Singaraja antara lain (ember, panci, kompor, sendok, gelas, kain lap, kain celemek, taplak meja plastik), bahan (tepung maizena/tepung kanji, pewarna makanan, sabun cair, minyak goreng, air, tepung beras, dan kertas gambar A4). (2) Proses pembelajaran lukis jari/finger painting dilakukan dengan sistem area, berdampingan dengan pembelajaran lainya, guru menyiapkan media dan perlengkapan pembelajaran, kemudian mendemonstrasikan cara penggunaan media, serta membimbing siswa dalam pembelajaran lukis jari/finger painting, selesai pembelajaran, guru melakukan evaluasi terhadap karya anak-anak dengan portofolio melihat proses dan hasil kerja siswa. (3) Hasil karya lukis jari/finger painting anak-anak kelompok B TK Negeri Pembina Singaraja beraneka ragam, namun dikelompokan pada kedekatan perkembangan anak menurut teori perkembangan kesenirupaan anak Victor Lowenfield, dan diperoleh hasil sebagian besar karya anak cenderung mengacu pada tingkat perkembangan masa coreng-moreng, dan masa pra-bagan, tema karya yang terlihat cenderung mengacu pada bentuk taman bunga, pemandangan, hewan, sampai manusia. Kata Kunci : Pembelajaran, lukis jari/finger painting, alat dan bahan, hasil karya. This study aims to (1) To know the tools and materials that used to learning finger painting in kindergarten Negeri Pembina Singaraja (2) To know the proces of learning finger painting in kindergarten Negeri Pembina Singaraja, and (3) to know the result of finger painting children in kindergarten Negeri Pembina Singaraja. This study to survey examination with qualitative descriptive approach, the research conducted through interviews and questionnaire, continued with observation and documentation. Results obtained, (1) Tools and materials that used in learning finger painting in kindergarten Negeri Pembina Singaraja, among others (buckets, pans, stove, spoon, glass, cloth, fabric aprons, plastic tablecloths), materials (cornstarch/flour, food coloring, liquid soap, cooking oil, water, rice flour, and drawing paper A4). (2) The learning process of finger painting done with the system area, accompany to the orther learning, teachers prepare media and equipment for learning, then demonstrate how to use the media, as well as guiding students in the learning finger painting, after finished learning, teacher evaluation the work of children to see the portfolio process and the work of students. (3) The work of finger painting children in group B kindergarten Negeri Pembina Singaraja are variation and different, but grouped in similary to a child's development according to the theory of development child’art Victor Lowenfield, and the results largely the work of children tended to refer to the level of future development streaks - mottle, and pre-charts, the theme of works that looks likely refers to the shape of the flower garden, landscape, animals, to humans.keyword : Learning, finger painting, tools and materials, masterpiece.