cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
KERAJINAN MINIATUR BARONG KET(KEKET) DI BANJAR PUAYA, DESA BATUAN, KECAMATAN SUKAWATI, KABUPATEN GIANYAR Made Sudiksa .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; Drs.Mursal .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.6580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alat dan bahan, proses pembuatan,bentuk dan hiasan/ornamen kerajinan miniatur barong ket dan sistem pewarisan Usaha I Wayan Pica di Banjar Puaya, Desa Batuan Sukawati, Gianyar. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah I Wayan Pica, Objek penelitian adalah kerajinan miniatur barong ket. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan, kemudian di analisis menggunakan analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan alat dan bahan yang digunakan sangat beragam dan menjadi salah satu pendukung terciptanya produk kerajinan miniatur barong ket. Proses pembuatan kerajinan miniatur barong ket melalui tahapan pembuatan tapel, pembuatan hiasan/ornamen, pembuatan pemampang, pembuatan kerangka ikut/ekor dan perakitan. Bentuk miniatur barong ket merupakan salinan model yang lebih kecil dari ukuran barong ket sebenarnya. Ornamen/hiasan yang terdapat berupa: badong, sekar taji, kampid dara, kuer, dore, tatak guak, angkeb jit, angkeb kapit dara, gelat, udeng, guak ikut, karang guak, kekendoan, karang gajah, ikut/ekor, bunga dan pajeng. Sistem pewarisan usaha kerajinan I Wayan Pica merupakan usaha turun-temurun dari orang tuanya. Dalam proses pembelajaran, keterampilan mengukir didapatkan dari ayahnya, dalam mengembangkan usahanya ia belajar dari orang-orang dilingkunganya. Kata Kunci : Kerajinan, Miniatur, Barong Ket The aim of this research is to identifity tools and material, the prosesses to make it, and also it’s ornament of barong ket miniature, and interesting system of I Wayan Pica in Banjar Puaya, Batuan Sukawati village, Gianyar of enterpreneur, the kind of research is qualitative descriptive research. The object of this research is I Wayan Pica, meanwhile. The object of this research is barong ket miniature. Data were collected by observation, interview, documentation, literature, adn followed by domain and taxonomy analysis. The results of this research were stewed all sort of the tools and materials that med and it become one support of barong ket miniature as a handicraft. The process of making barong ket miniature, through several prosesses, there were making tapel, making ornament, making pemampang, making frame, and assembling. The form of barong ket miniature was the copy of real barong ket in the small size. The ornament used were badong, sekar taji, kapid dara, kuer, dore, tatak guak, angkeb jit, angkeb kapit dara, gelat, udeng, guak ikut, karang guak, kekendoan, karang gajah, ikut, sekar and pajeng. Interity system of I Wayan Pica handicraft was from a long time ago as inhantance from his parents. In the learning process the measuring skill, was came up from his father while developing the industry, he also learned from the others. keyword : handicraft, miniature, barong ket
SENI PATUNG BATU ANDESIT KARYA I WAYAN KAMAR DI DESA KUWUM, KECAMATAN MARGA, KABUPATEN TABANAN I Made Santika Putra .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .; Langen Bronto Sutrisno, S.Sn., M.A .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.7180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan patung batu andesit karya I Wayan Kamar; (2) proses pembuatan patung batu andesit karya I Wayan Kamar; (3) tema patung batu andesit karya I Wayan Kamar. Subjek dalam penelitian ini adalah pematung batu andesit, I Wayan Kamar. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bahan yang digunakan dalam seni patung batu andesit karya I Wayan Kamar di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan adalah batu andesit, semen, semen hitam, super black stone coat, dan air. Adapun alat yang digunakan dalam pembuatan seni patung batu andesit karya I Wayan Kamar di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan adalah betel (belah), pahat penguku, p ahat pengrancap, kapak, meteran, penggaris siku, gerinda, ember, cetok, dan kuas (2) Proses pembuatan seni patung batu andesit karya I Wayan Kamar di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan yaitu mulai dari pemilihan bahan batu andesit, pemotongan batu andesit, membuat adonan perekat, penumpukan dan pengeleman batu andesit, proses pembentukan global (nyalonan), proses penghalusan bentuk global, dan finishing yaitu pelapisan penghitam batu alam. (3) Karya seni patung batu andesit yang dihasilkan oleh I Wayan Kamar sangat erat kaitannya dengan tema renungan, sehingga hadir karya patung batu andesit yang sangat variatif. Patung ini dibuat sesuai dengan pakem-pakem atau aturan tertentu yang digali dari nilai-nilai religius. Berikut ini adalah uraian patung batu andesit yang dihasilkan oleh I Wayan Kamar (a) Tema patung Dewa : patung Dewa Siwa, patung Dewa Brahma, patung Dewa Wisnu, dan patung Dewa Ganesha. (b) Tema patung tokoh pewayangan: patung Hanoman dan patung Anggada (Ngada), patung Nandiswara dan patung Maha Kala. (c) Tema patung hewan mitologis Hindu: patung singa.Kata Kunci : Patung Batu Andesit I Wayan Kamar The Aims of this study are to determine: (1) The tools and materials used in making andesite stone sculpture of I Wayan Kamar; (2) The process of making andesite stone sculpture of I Wayan Kamar; (3) The theme of andesite stone sculpture of I Wayan Kamar. The subject in this study is andesite stone carver, I Wayan Kamar. Data collection methods used in this research was the method of observation, interview, documentation and library method. The data was analyzed by using descriptive qualitative approach. The result showed that: (1) tools used in the manufacture of andesite stone sculpture by I Wayan Kamar from the village Kuwum, Marga District, Tabanan are betel, penguku chisel, pengrancap chisel, axes, gauge, ruler elbow, grindstone, bucket, trowel and brush. The materials used in andesite stone sculpture by I Wayan Kamar from the village Kuwum, Marga District, Tabanan are andesite, cement, black cement, super black stone coat, and water. (2) The process of making andesite stone sculpture by I Wayan Kamar from the village Kuwum, Marga District, Tabanan are starting from material selection, cutting andesite, making the dough adhesive, stacking and gluing andesite, the process of establishing a global form, coating and finishing the natural stone. (3) andesite stone sculpture by I Wayan Kamar has a close relation to the theme of reflections, so there are many varieties of andesite stone sculpture. This statue was made according to standard grip of certain rules from religious values. Here are the andesite stone sculptures produced by I Wayan Kamar (a) The theme of God statue: lord Shiva statue, the statue of lord Brahma, lord Vishnu statue, and the statue of lord Ganesha. (b) The theme of puppet character statue: Hanuman statues and sculpture Anggada (Ngada), statues and sculpture of Nandiswara and Maha Kala. (c) Hindus mithological animal statue: Singa statue.keyword : Andesite stone sculpture of I Wayan Kamar
PROSES PEMBUATAN TENUN FLORES HOME INDUSTRI IBU YUSTINA NONA DI DESA TANJUNG BENOA I Komang Trisnayana .; Dra. Luh Suartini .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.7181

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Tenun Flores, (2) Proses pembuatan Tenun Flores, (3) Transformasi bentuk dan fungsi kain Tenun Flores. Penelitian ini dilakukan di Home Industry Ibu Yustina Nona di Desa Tanjung Benoa. Subjek penelitian ini adalah Ibu Yustina Nona, yang merupakan pengrajin tenun Flores. Objek dalam penelitian ini adalah tenun Flores yang meliputi alat dan bahan, proses pembuatan, serta transformasi bentuk dan fungsi kain tenun Flores. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi, (1) teknik observasi, (2) teknik wawancara, (3) teknik kepustakaan, dan (4) teknik dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian ini, yaitu (1) Alat yang dipergunakan dalam proses pembuatan tenun Flores di Home Industri Ibu Yustina antara lain: lele, raa, paa pakpanggoro, todowai, tada, luja, ati, hallo, kajuana, pine, kakba pak ku aka, pheko, kugu, nubo, norutama, kaju, panci, pisau, gunting, duri landak; (2) Tahapan proses pembuatan tenun Flores Home Industry Ibu Yustina Nona antara lain: persiapan, pengelosan, pembentangan benang, proses menjadikan tali daun gebang untuk mengikat motif tenunan, membuat motif, mencelup benang, pengeringan benang, melepas ikatan motif, memberi kanji pada benang, menyiapkan benang pakan, dan proses menenun; dan (3) Transformasi yang terjadi antara kerajinan Tenun Flores pada masyarakat Flores dan kerajinan Tenun Flores pada Home Industri Ibu Yustina Nona, yaitu perubahan bentuk dan fungsi. Oleh karena itu, pengerajin di Home Industri Ibu Yustina Nona harus meningkatkan kualitas dan kuantitas kerajinan Tenun Flores yang dihasilkan.Kata Kunci : Tenun Flores, Home Industry Ibu Yustina Nona This study aims to describe (1) the tools and materials used in the manufacturing process of Flores’ woven, (2) the process of making Flores’s woven, (3) transformation of form and function of Flores’s woven fabric. This research was conducted at Mrs. Yustina Nona “Home Industry” in Tanjung Benoa village. The subject was Mrs. Yustina Nona, which is a Flores weaver. The objects of this research were Flores woven includes tools and materials, the manufacturing process, as well as the transformation of the form and function of Flores’s woven fabrics. Methods of data collection in this study include: (1) observation, (2) interview, (3) technical literature, and (4) technical documentation. Data analysis methods used were domain analysis and taxonomic analysis. The results of this study, namely (1) the tools used in the process of making Flores’s woven in Mrs. Yustina “Home Industry” include: lele, raa, paa, pakpanggoro, todowai, tada, luja, ati, hallo, kajuana, pine, kakba pakku aka, pheko, kugu, nubo, norutama, kaju, pan, knife, scissors, spikes; (2) the stages of the process of making Flores’s woven Mrs. Yustina Nona “Home Industry” are: preparation, pengelosan, expansions thread, the process of turning gebang’s leaves into the rope for binding motif woven, making motive, yarn dyeing, drying yarn, untied the motif, giving starch on yarn, preparing the weft and weave process; and (3) the transformation that occurs between Flores’s woven crafts at Flores community and Flores’s woven crafts at Mrs. Yustina Nona “Home Industry”, that are the change of form and function. Therefore, craftsmen at Mrs. Yustina Nona “Home Industry” must improve the quality and quantity of Flores’s woven crafts that they are produced.keyword : Flores’s woven, Mrs. Yustina Nona Home Industry
PROSES PEMBUATAN KERAJINAN CUKLI DI LINGKUNGAN LENDANG RE KELURAHAN SAYANG-SAYANG KECAMATAN CAKRA NEGARA LOMBOK BARAT Apriliya Saputra .; Drs. I Gusti Nyoman Widnyana .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.7183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Alat dan bahan pembuatan kerajinan cukli, (2) Proses pembuatan kerajinan cukli (3) Bentuk kerajinan yang dibuat pada kerajinan cukli di Lingkungan Lendang Re, Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakra Negara, Lombok Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah proses pembuatan kerajinan cukli di Lingkungan Lendang Re, Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakra Negara, Lombok Barat. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan kerajinan cukli terdiri dari dua yaitu (a) alat dan bahan pokok seperti pahat, geregaji besi, jangka (jangke), penggaris, gunting besi dan palu, sedangkan untuk bahan pokok untuk membuat kerajinan cukli adalah kerang cukli iyu sendiri dan barang kerajinan dari kayu atau barang-barang fornitur rumah tanggga dari kayu. Sedangkan (b) alat dan bahan pendukung seperti mesin gerinda, penyangga kayu, amplas, kuas dan mesin kompresor sedangkan bahan pendukung yang digunakan dalam membuat kerajinan cukli terdiri dari lem kayu, lem G, wood filler, wood satain, sending saler, tinner dan hardener. (2) Proses pembuatan kerajinan cukli terdiri dari beberapa proses yakni proses pembuatan pola/desain, proses pemahatan, proses pemotongan kerang utuh, proses pemberian lem, pemotongan kerang yang akan di tempel, proses penempelan kerang, proses perataan, proses pengamplasan dan proses finising. (3) bentuk kerajinan cukli yang dibuat di Lingkungan Lendang Re, Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakra Negara, Lombok Barat antara lain lemari piramid (segitiga), peti kotak, bingkai foto, tempat tisue, tempat buah, tempat pulpen, tempat permen, topeng, hiasan dinding berbentuk binatang cecak dan hiasan dinding. Kata Kunci : Kerajinan cukli, Lendang Re, Lombok Barat This study aims to determine (1) tools and materials to make cukli crafts, (2) The process of making cukli crafts (3) craft forms were made in cukli crafts in Lendang Re, Sayang-sayang vilagge, Cakra Negara district, west Lombok. This type of research used descriptive qualitative research. This research subject is the process of making cukli crafts in Lendang Re, Sayang-Sayang Village, Cakra Negara District, West Lombok. Methods of data collection is done using the method of observation, interviews, documentation, and literature. The results showed that (1) the tools and materials used in process of making cukli handicrafts consists of two: (a) the tools and staples as chisels, hacksaw, term (jangke), rulers, iron scissors and hammer, while for staples to make cukli crafts is cukli shells and handicrafts of wood or household fornitur of woode. While (b) tools and support materials such as grinding machines, wooden stands, sandpaper, brushes and engine compressor while the support material used of making cukli handicrafts consists of wood glue, glue G, wood filler, wood satain, sending saler, thinner and a hardener , (2) The process of making crafts cukli consists of several processes that the process of making a pattern / design, process fretwork, cutting process intact shells, the process of providing the glue, cutting the hells will be paste, the process of attachment shells, the process of flattening, the sanding process and the process of finishing. (3) forms of cukli craft made in the Lendang Re, Sayang-Sayan Village, Cakra Negara District, West Lombok include a closet pyramid (triangle), coffin boxes, photo frames, tissue box, a fruit, a pen, a candy, masks, wall hangings shaped lizard and wall decorations.keyword : Cukli crafts, Lendang Re, West Lombok
KERAJINAN SENI UKIR KAYU DESA LABUAPI, KECAMATAN LABUAPI KABUPATEN LOMBOK BARAT NUSA TENGGARA BARAT Yayon Praditia Agatha .; Dra. Luh Suartini .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.7184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) keberadaan kerajinan seni ukir kayu, (2) Alat dan bahan pembuatan kerajinan seni ukir kayu, (3) Proses pebuatan kerajinan seni ukir kayu, (4) Hasil dan bentuk kerajinan seni ukir kayu Desa Labu api, kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kerajinan seni ukir kayu Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sejarah keberadaan kerajinan seni ukir kayu desa Labuapi diwariskan secara turun-temurun dari generasi kegenerasi berikutnya. (2) Alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatan kerajinan seni ukir kayu yaitu (a) alat dan bahan seperti pahat, geregaji kayu, pengikis (pengkerot), pisau (ladik), parang (batek), amplas, palu (pengetok), kuas, kompresor dan spet suntikan. Sedangkan (b) bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan seni ukir kayu terdiri kayu mahoni, cat impra, cat kayu (cat aga) dan thinner. (3) Proses pembuatan kerajinan seni ukir kayu terdiri dari beberapa proses yakni proses penjemuran kayu, proses pembentukan global, proses pembuatan pola, proses pemahatan pola, proses pengamplasan, proses pewarnaan, proses membatik (pengukiran) dan proses pengkilapan (finising). (4) Bentuk kerajinan seni ukir kayu yang dibuat di Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat di bagi dua yakni fungsional dan non funsional. (a) bentuk fungsional terdiri dari asbak, mangkok, tempat perhiasan, kotak tisu, wadah permainan (bangkak), lemari, meja belajar, sendok besar (penyedok), wadah gelas (sapah), rak al-qur’an (rehan) dan oval. Sedangkan (b) bentuk yang non fungsional yaitu patung tokek, topeng, patung orang duduk, patung orang berkelahi, patung nine (patung perempuan), dan patung mame (patungLaki-laki).Kata Kunci : Kerajinan, seni ukir kayu, Labuapi. This study aims to determine (1) The existence of woodcarving craft, (2) The equipments and materials for woodcarving craft, (3) The making process of woodcarving craft, (4) The results and forms of woodcarving craft in Labuapi village , Labuapi sub-district, West Lombok regency, of Nusa Tenggara Barat. The type of study it used is a descriptive qualitative study. The subjects were woodcarving craft in Labuapi Village, Labuapi sub-district of West Lombok regency. The methods of data collection is done by using the method of observation, interviews, documentation, and literature. The results showed that (1) Historical existence of woodcarving craft in Labuapi village was inherited hereditary to the next generation. (2) The tools used in the process of making the woodcarving craft, namely (a) the equipment and materials such as chisels, saw, wood scraper, knives, cleaver, sandpaper, hammer, paintbrushes, compressors and spit injections. While (b) the materials used in the manufacture of woodcarving craft consists of mahogany, Impra paint, wood paint, and thinner. (3) The process of making woodcarving craft consists of several processes such the wood drying process, the process of global establishing, pattern-making process, the process of carving patterns, the process of sanding, staining process, the process of carving and glazing process (finishing). (4) The form of woodcarving craft which made in the village of Labuapi, Labuapi sub-district, West Lombok regency of West Nusa Tenggara is divide into two forms namely functional and non functional form. (A) The functional form consists of ashtrays, bowls, jewelry, tissue boxes, place for congklak games, cupboard, desks, a large spoon, a place for glassess, rack for qur’an and oval. While (b) non-functional form that gecko sculptures, masks, statues of sitting people, statues of fighting people, statues of nine (sculptures of female), and the statue of mame (sculpture of male).keyword : Crafts, wood carving, Labuapi
JARAN KAMPUT (SEBUAH KAJIAN SEJARAH SENI RUPA) Dadung Novela Sandi .; Drs.Hardiman, M.Si. .; I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.7187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah kelahiran Jaran Kamput, (2) Eksistensi Jaran Kamput. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sejarah Lahirnya Jaran Kamput ditinjau dari kerupaan terdiri dari sepuluh pokok : (a) Jaran Kamput Ditinjau dari Sudut Pandang Seni Rupa, (b) Jenis Jaran Kamput, (c) Bagian-bagian Jaran Kamput, (d) Konstruksi Jaran Kamput, (e) Bagian-bagian Konstruksi Jaran Kamput, (f) Ukuran Jaran Kampu (g) Fariasi Bentuk-bentuk Jaran Kamput, (h) Motif Jaran Kamput, (i) Fungsi Jaran Kamput, (j) Makna Simbolis Kesenian Jaran Kamput. (2) Eksistensi Jaran Kamput dalam dalam keberadaanya hingga saat ini meliputi : (a) Faktor yang mempengaruhi perubahan dalam eksistensi Jaran Kamput, (b). Perubahan yang terjadi pada Jaran Kamput. Kata Kunci : sejarah, eksistensi, Jaran Kamput This research aims to find out (1) History of Jaran Kamput, (2) The Existence of Jaran Kamput. The tyepe of reserc is used quantitative descriptive study. Method of data collection is done using the method of observation, interview, documentation and literatur. The results showed that the (1) History of Jaran Kamput in terms of sape of ten stapel : (a) Jaran Kamput is seen from the point of view of art, (b) Kind of Jaran Kamput, (c) Part ofJaran Kamput, (d) Construction of Jaran Kamput, (e) Part construction of Jaran Kamput, (f) size of Jaran Kampu (g) Variations in shape of Jaran Kamput, (h) Motif of Jaran Kamput, (i) Fuction of Jaran Kamput, (j) The symbolic meaning of Jaran Kamput. (2) The Existence of Jaran Kamput in Existence until today: (a) Factors effecting thr change in Existence of Jaran Kamput, (b). The changes in Jaran Kamput. keyword : history, existence, Jaran Kamput
METODE PEMBELAJARAN SENI DI SANGGAR BALI TRIMANIK KREATIF DENPASAR Ni Luh Gede Dewi Suputri .; Drs.Hardiman, M.Si. .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.7275

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) proses pembelajaran pada sanggar Bali Trimanik Kreatif Denpasar (2) media pembelajaran yang digunakan pada sanggar Bali Trimanik Kreatif Denpasar (3) metode pembelajaran yang digunakan serta (4) keunggulan dan kelemahan dari metode yang digunakan pada sanggar Bali Trimanik Kreatif Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode (1) observasi (2) wawancara (3) dokumentasi (4) fokus Grup Diskusi (FGD) dan (5) kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) sanggar memiliki 4 kategori, yaitu kategori yang disetarakan dengan pendidikan PAUD, TK, SD dan SMP. Bimbingan yang diberikan berdasarkan kategori-kategori tersebut. Kategori PAUD, bimbingan berupa pengenalan warna, pengenalan garis dan penerapan warna. Bimbingan pada kategori TK berupa penerapan warna dengan teknik gradasi dan graffito. Pada kategori SD bimbingan berupa cara membuat bentuk atau objek dengan penerapan warna teknik campuran. Sedangkan pada kategori SMP, anak dibebaskan dalam menggambar atau melukis; (2) sanggar menggunakan dua jenis media, yaitu media cetak dan media elektronik. Pada media cetak dalam satu paket terdapat tiga lembar media, yaitu: media berupa bentuk berpola atau langkah-langkah dalam menggambar satu objek, hasil objek jadi dan hasil objek yang telah diwarnai; (3) metode pembelajaran yang digunakan pada sanggar adalah metode mencontoh dan latihan atau drill. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan individu, walau yang diajarkan pada setiap anak sama; dan (4) keunggulan dari metode mencontoh dan latihan atau drill yang digunakan pada sanggar adalah unggul dalam produkifitas dan kebutuhan jangka pendek terpenuhi. Sementara itu kelemahan yang dimiliki, yaitu: tidak adanya kreatifitas, psikologis anak tertekan, pembelajaran menganut paham “guruisme”, guru jauh lebih sibuk, dan kebutuhan jangka panjang tidak terpenuhi. Kata Kunci : metode pembelajaran seni, perkembangan seni rupa anak. Abstract This research aims to describe about (1) the learning process in Bali Trimanik Kreatif Studio Denpasar, (2) the learning media which is used in Bali Trimanik Kreatif Studio Denpasar, (3) the learning method used, and (4) the strength and weaknesses of the method used in Bali Trimanik Kreatif Studio Denpasar. In this research, the researcher uses some methods such as (1) observation, (2) interview, (3) documentation, (4) Focus Group Discussion (FGD), and (5) literature review. The data will be analyzed by qualitative descriptive method. The result of this research are (1) the studio has 4 categorize, that is equivalent with the level of education like PAUD, TK (play group), SD (elementary school level), and SMP (junior high school level). The technique in teaching and learning process is given based on those categorizes. In PAUD categorize, the guidance in learning art covers introducing colors, introducing line and colors application. The guidance in learning art for TK (play group) categorize are colors application with gradation technique and graffito. For SD (elementary school level) categorize, the guidance are forming or object making using colors mixing application. Whereas in SMP (junior high school) categorize, the students are freely in drawing and painting; (2) The studio use two kinds of learning media, such as printing media and electronic media. In printing media, there are three kinds of media sheet in one package like media that has pattern or steps in drawing an object, completing object result and object result that already coloring; (3) The learning method that is used in studio is exampling method and training or drilling. The approach used is individual approach even though the subject material that has been learning by the students is same: and (4) the strength of exampling method and training or drilling which is used by the studio is excellent productivity and the short term of needed is fulfilled. However the weaknesses of this method are there is no creativity at all, child psychological are suppressed, teacher-centered learning process, teachers have more work to do, and the long term of needed is not fulfilled. keyword : learning method of art, the development of child art.
KERAJINAN ANYAMAN BERBAHAN RUMPUT VETIVER DI DUSUN CEGI DESA BAN KECAMATAN KUBU KABUPATEN KARANGASEM I Wayan Lias .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg .; Drs.Mursal .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.7790

Abstract

ABSTRAK Pengolahan rumput vetiver menjadi berbagai jenis kerajinan anyaman merupakan fokus pembahasan penelitian ini. Tujuan yang ingin dicapai adalah (1) Untuk mendeskripsikan pengolahan rumput vetiver menjadi anyaman, (2) Untuk mengetahui bentuk anyaman rumput vetiver, (3) Untuk mengetahui motif anyaman yang dapat dibentuk menggunakan rumput vetiver, Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Beberapa teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi, dan teknik tinjauan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses pengolahan rumput vetiver menjadi anyaman dilakukan dengan berbagai tahapan yaitu (a) panen rumput, (b) membersihkan rumput dari gulma, (c) mengklasifikasikan rumput berdasarkan ukurannya, (d) merebus rumput dengan air yang telah dicampur dengan pewarna, dan (e) pengeringan rumput yang telah direbus, (2) Bentuk anyaman yang dapat dibuat dengan menggunakan rumput vetiver adalah anyaman berbentuk dua dimensi dan anyaman tiga dimensi, (3) Motif anyaman yang digunakan adalah motif kombinasi dasar, motif gerigi, motif variasi miring, motif sekruf, dan motif gergaji. Kata Kunci : Kerajinan Anyaman dan Rumput Vetiver ABSTRACT Manufacturing vetiver grass to becomes many kinds of weaving product is the main focused in this research. The aims are; (1) to describe manufacturing of vetiver grass to becomes a product, (2) to know the shape of vertiver grass weaving, (3) to know the design of a woven product by using vetiver grass. This research is a descrivtive research by using qualitative approach. There are some techniques used in collecting the data, they are; observation technique, interview, documentation, and a book view technique. The result of this research showed that; (1) the process of manufacturing vetiver grass becomes a woven have been done through many steps; (a) harvesting the grass, (b) cleaning the grass from the weeds, (c) classified the grass based on its shapes, (d) boiled the grass in a water mixed by colour pigments, and (e) dried the boiling grass, (2) the shape of a woven which made from vetiver grass is a woven with two dimensions and a woven with three dimentions, (3) the design used is a basic design, toothed edge design, variated angle design, a screw design, and a saw design. keyword : woven handicrafts and vetiver grass
KERAJINAN ANYAMAN HIASAN LAMPU BERBAHAN ROTAN DI TRANSIT BALI ART SHOP SUKAWATI, GIANYAR I Gede Made Feri Wijaya .; Drs. I Gusti Nyoman Widnyana .; Drs.Mursal .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8001

Abstract

KERAJINAN ANYAMAN HIASAN LAMPU BERBAHAN ROTAN DI TRANSIT BALI ART SHOP SUKAWATI, GIANYAR I Gede Made Feri Wijaya, I Gst. Nyoman Widnyana, Mursal Jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia e-mail : feriwijaya40@yahoo.com Gungman_art@yahoo.com Buyungmursal@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai kerajinan anyaman hiasan lampu berbahan rotan di “Transit Bali Art Shop”. Alasan dari penelitian ini adalah melihat benda seni kerajinan ini memiliki keunikan dalam penggunaan bahan, bentuk, dan modifikasi yang dilakukan. Berkaitan dengan hal tersebut muncul pemikiran untuk mengetahui lebih dalam mengenai alat dan bahan, proses serta jenis-jenis kerajian yang dihasilkan di “Transit Bali Art Shop”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Alat dan bahan pembuatan kerajinan anyaman, (2) Proses pembuatan anyaman rotan untuk hiasan lampu (3) Mendeskripsikan jenis-jenis hiasan lampu berbahan rotan di “Transit Bali Art Shop”. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Proses Pembuatan Kerajinan Anyaman Hiasan Lampu Berbahan Rotan di “Transit Bali Art Shop” Sukawati, Gianyar. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan hiasan lampu berbahan rotan di “Transit Bali Art Shop” Sukawati, Gianyar antara lain: gunting rotan, gunting besi, pengelasan, kompor perak (semprot), kuas dan mesin kompresor. Sedangkan bahan yang digunakan antara lain: rotan jadi (sudah diproses), kulit rotan (foc), kawat besi, cat polibest, cat luxor, melamin, tinner, kain rayon, lem fox, hardener dan bahan tambahan seperti lidi kelapa, manggar. (2) Proses pembuatan anyaman rotan untuk hiasan lampu yaitu: pembuatan desain, proses kerangka, pengecatan kerangka, proses lilitan dengan kulit rotan pada kerangka, proses kerangka anyaman (peniangan), proses penganyaman, proses pengomporan, proses finishing yang dilakukan dengan dua teknik yaitu dengan teknik finishing melamin gloss dan teknik finishing pewarnaan luxor dan penambahan bahan tambahan seperti kain rayon, lidi, dan manggar. (3) Jenis-jenis hasil kerajinan hiasan lampu berbahan rotan adalah: silinder ruet, siluet ruet, boks ruet, apolo ruet, silang ruet, opal ruet, basabasi ruet, kerucut ruet, silinder tumpuk ruet, bola ruet, bola ruet tanpa rangka, botol ruet, daun ruet, ufo ruet, keong ruet, tulip thailand ruet, bawang lidi ruet, silinder variasi ruet.Kata Kunci : Kerajinan, Ayaman rotan, Jenis hiasan lampu WICKER CRAFT FOR LIGHTS DECORATION WHICH IS MADE UP USING RATTAN AT TRANSIT BALI ART SHOP SUKAWATI, GIANYAR I Gede Made Feri Wijaya, I Gst. Nyoman Widnyana, Mursal Departmen of Seni Rupa Ganesha Education University Singaraja Singaraja, Indonesia e-mail : feriwijaya40@yahoo.com Gungman_art@yahoo.com Buyungmursal@gmail.com Art Education Department This research discuss about wicker craft for lights decoration which is made up using rattan in “Transit Bali Art Shop”. The purpose of this research is to examine the craft thing that has unique characteristics in the use of material, form, and modification that being done. Based on that fact, the researcher wants to know deeper about the tools and materials, the process, and also kinds of craft that is produce in “Transit Bali Art Shop”. This research aims to know (1) The tools and materials in making the wicker craft, (2) The process in making rattan wicker for lights decoration, (3) To describe the kinds of lights decoration which is made up using rattan in “Transit Bali Art Shop”. This research is a descriptive qualitative research. The subject of this research is The Process of Making Wicker Craft for Lights Decoration which is made up Using Rattan in “Transit Bali Art Shop” Sukawati, Gianyar. The method of collecting data in this research is using observation method, interview, documentation, and literature review. The result of the study shows that (1) The tools and materials that is used in making wicker craft for lights decoration from rattan in “Transit Bali Art Shop” Sukawati, Gianyar such as, rattan scissors, iron scissors, welding, silver stove (spray), brush, and compressor engines. While the materials used include: rattan (processed), leather rattan (foc), iron wire, polibest paint, luxor paint, melamine, thinner, rayon fabric, glue fox, hardener, and some additional materials like coconut sticks, manggar. (2) The process of making rattan wicker craft for lights decoration are making the design, the process of making frame, painting the frame, the process of twisting the rattan in the frame, the process of making the wicker (peniangan), the wicker process, the heating process, the finishing process which is done by two technique such as finishing technique using gloss melamine and finishing technique using luxor paint and adding some materials like rayon fabric, sticks, and manggar. (3) The kinds of wicker craft product for lights decoration which is made up using rattan is complex cylinder, complex silhouette, complex box, complex apolo, complex cross, complex oval, complex basabasi, complex cone, complex piles cylinder, complex ball, complex ball without frame, complex bottle, complex leaves, complex UFO, complex snail, complex Thailand tulip, complex sticks of onion, and complex variation of cylinder.keyword : Keywords: craft, rattan wicker, kinds of lights decoration.
KERAJINAN HIASAN MURDHA DI DESA MANUABA, KECAMATAN TEGALALANG, KABUPATEN TINGKAT II GIANYAR Gede Koi Sanda .; Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si .; I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8026

Abstract

Penelitian ini berjtujuan untuk mendeskripsikan: (1) Keberadaan kerajinan murdha di Desa Manuaba, Tegalalang, Gianyar, (2) Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan murdha di Desa Manuaba, Kecamatan Tegalalang, Kabuapten Gianyar (3) Proses pembuatan dan motif kerajinan murda di Desa Manuaba,Tegalalang, Gianyar ? (4) Pewarisan kerajinan murdha di Desa Manuaba, Tegalalang, Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Subjek penelitian ini adalah kerajinan murdha oleh Made Adinarsa.Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah (1) Kerajinan seni murdha di Desa Manuaba digunakan sebagai hiasan pada atap sanggah, tetapi ada juga yang dipakai pada atap rumah dan pagar rumah. Bentuk murdha yang dibuat oleh masyarakat di Desa Manuaba sudah mengalami perkembangan bentuk yang dulunya biasanya jarang menggunakan motif kekarangan, namun sekarang pengerajin murdha Desa Manuaba cendrung menggunakan motif kekarangan dan bun-bunan. (2) Alat dan bahan yang dipakai dalam pembuatan kerajinan murdha di Desa Manuaba meliputi pisau, tang, gergaji besi, ember, kuas, saringan tepung, semen, mill, kawat ikat, kawat jarring, cat dan air. (3) Proses pembuatan kerajinan murdha, di Desa Manuaba diawali dengan proses pembuatan rangka, pencampuran bahan baku, pembuatan motif, amplas, finishing. (4) Sistem pewarisan kerajinan murdha di Desa Manuaba menggunakan sistem pewaris turun-temurun, dari orang tua ke anak. Kata Kunci : Kata Kunci: Seni hiasan murdha. ABSTRACT This study intended to describe: (1) The existence of murdha handicraft in Manuaba vilage, Tegalalang, Gianyar, (2) the tool and the materials be used the manufacture murdha in ManuabaVillage, TegalalangDistrict, Gianyar regency (3) In the process of produktion and motivehandicraft of murda in Manuaba Village, Tegalalang, Gianyar? (4) Inheritance of Manuaba handicraftin murdha Village, Tegalalang, Gianyar regency. This research is a descriptive with qualitative approach. The subjects in this research ismurdha handicraft by Made Adinarsa. The collecting of the data in this study using by technic of observation, interviews, documentation, and literature. The result of findings in this study is (1) the art of murdha handicraft in manuaba village is used to be ornament in tample but there are used for the roof in hause and also for fence inhause. The design of murdha made by of community in manuaba village alredy have development design at once rarely using kekarangan design, but now the maker of murdha in manuaba village there is used kekarangan desidn and bun-bunan. (2) The tool and the materials in frocess of murdha handicraft is cemen, knife, pliers, hacksaw, bucket,brushes, sieve of the flour, mill, wire belt, wirenets, paint and water. (3) The process production of murdha, in Manuaba village is begins with process making frame, the mixing of raw materials, manufactury of motive sanding, and then. (4) The system of in heritance murdha handicraft in manuaba village using system from generation to generation, from parents to child keyword : The garnish art of murdha