cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
PROSES KREATIF MOHAMMAD UBAITUL QOMAR, SENIMAN KALIGRAFI TABANAN Nurur Rahman .; Drs.Jajang S,M.Sn .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) biografi Mohammad Ubaitul Qomar, seniman kaligrafi Tabanan; (2) dari mana datangnya sumber gagasan dan konsep seni kaligrafi Mohammad Ubaitul Qomar; dan (3) bagaimana perwujudan konsep dan perwujudan gagasan kaligrafi Muhammad Ubaitul Qamar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, pendokumentasian, dan life history. Sasaran dalam penelitian ini adalah Mohammad Ubaitul Qomar. Data dianalisis menggunakan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil temuan dari penelitian ini yaitu (1) Mohammad Ubaitul Qomar terlahir 21 tahun silam, tepatnya pada tanggal 14 Juni 1994 di Desa Pupuan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. Sejak di bangku sekolah dasar Ubai sudah mengenal kaligrafi kemudian mendalami kaligrafi di Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya di LEMKA (Lembaga Kaligrafi Alquran). Beberapa kali ikut MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) dan memperoleh beberapa penghargaan dalam bidang kaligrafi Arab; (2) konsep dalam penggubahan kaligrafinya banyak datang dari lingkungan sekitar baik itu dari sumber daya manusia maupun dari sumber daya alam. Ide juga berasal dari pemesan yang mengajukan gagasannya kepada Ubai untuk direalisasikan atau negosiasi dan kesepakatan diantara kedua belah pihak. Konsep yang digunakan yaitu bentuk-bentuk geometris, alam, arsitektur (bentuk bangunan), abstraksi, luar angkasa, dan mushaf Alquran; (3) Alat dan bahan yang digunakan adalah pensil, penghapus, spidol, penggaris, gunting, cutter, jangka, pena, kuas, ember, alas, kertas, triplek dinding, kanvas, tinta, cat, dan pigmen. Tahapan dalam proses penggubahan kaligrafinya yaitu proses sketsa, pembuatan mal, pengaplikasian mal, pewarnaan pola dasar, pemberian motif hias, penulisan ayat, dan finishing. Jenis khat yang digunakan adalah khat naskhi, tsulutsi, farisi, diwani, diwani jali, riq’ih, dan kufi. Jenis iluminasi yang digunakan adalah motif arabes, motif bunga dan ranting, motif tali dan rantai, serta motif geometris. Jenis kaligrafi yang digubah adalah kaligrafi naskah, hiasan mushaf, dekorasi, dan kontemporer.Kata Kunci : proses kreatif, seniman, kaligrafi arab This study aimed to describe (1) the biography of Mohammad Ubaitul Qomar, Tabanan calligraphy artists; (2) where the ideas and the art concept of calligraphy of Mohamad Ubatul Qomar come from, and (3) how the embodiment of the concept and idea calligraphy of Muhammad Qamar Ubaitul are. This research is a qualitative descriptive study. The data were obtained by doing observation, interview, documentation, and life history. The target of this research is Mohammad Ubaitul Qomar. The data were analyzed by using open coding, axial coding, and selective coding. The findings of this study are (1) Mohammad Ubaitul Qomar who was born 21 years ago, precisely on June 14, 1994 in Pupuan village, the district of Pupuan, Tabanan. Ubai has been familiar with calligraphy since studied in elementary school, then he studied calligraphy in Sukabumi, West Java, precisely in LEMKA (Qur'an Calligraphy Institute). He had participated in MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) for several time and earned several awards in the field of Arabic calligraphy; (2) the concepts in the composition of calligraphic come a lot from the surrounding environment both from human resources and natural resources. The idea also comes from subscribers who proposed the idea to Ubai to be realized or negotiated and also the agreement between the two parties. The concept used are the geometric forms, nature, architecture (houses), abstraction, aerospace, and Qur'an Manuscripts; (3) Tools and materials used are pencils, erasers, markers, rulers, scissors, cutter, compass, pens, brushes, buckets, mats, paper, plywood walls, canvas, ink, paint and pigment. The stages in the process of composing calligraphic are the processes of sketching, mal manufacturing, mal application, archetype staining, giving decorative motif, writing verse, and finishing. The types khat used are khat naskhi, tsulutsi, farisi, diwani, diwani jali, riq'ih, and kufi. Meanwhile, the types of illumination used are arabes motifs, florals and twigs, rope and chain motifs and geometric motifs. Thus, Types of calligraphy composed are calligraphy script, ornate Manuscripts, décor, and contemporary.keyword : creative process, the artist, arabic alligraphy
KARYA SENI DARI BAHAN LOGAM BEKAS DI ALAN AND DINAH ART SERIRIT, SINGARAJA I Gede Yogi Saputra .; I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i1.9623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan karya seni dari bahan logam bekas di Alan and Dinah Art Seririt, Singaraja; (2) proses pembuatan karya seni dari bahan logam bekas di Alan and Dinah Art Seririt, Singaraja; (3) jenis-jenis produk yang dihasilkan dari karya seni dari bahan logam bekas di Alan and Dinah Art Seririt, Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Alan and Dinah Art sedangkan objek penelitian ini adalah karya seni yang dihasilkan dari logam bekas. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara dengan menggunakan analisis domain, taksonomi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) alat yang digunakan meliputi tang, palu, mesin gerinda, besi tabung, meja las, pacal, gunting tuas, nampan kayu, las listrik, mal, obeng,dan kuas. Adapun bahan yang digunakan adalah logam bekas berupa drum, tabung Freon, rantai motor, laher, bulatan besi, gir, besi beton, kaleng bekas dan besi hollow. (2) proses pembuatan karya seni dari bahan logam bekas adalah pembuatan desain, pemilihan bahan, proses pembuatan sket atau mal, proses pemotongan bahan, proses pembentukan bahan, proses perakitan bahan, dan proses finishing. (3) jenis-jenis produk yang dihasilkan meliputi karya seni yang berbentuk kucing, anjing, ayam, kuda, keledai, burung, babi, kelinci, tikus, ikan, kerbau, kambing, orang-orangan sawah, cermin, jam, tempat surat, papan nama, robot anjing, huruf dan angka, kursi, robot, meja, lampu hias, tikus meneropong, tikus memancing, dan kelinci sedang bermain golf. Kata Kunci : Karya Seni Berbahan Logam Bekas The aims of this study is to know: (1) the tools and materials that is used to made the artwork made from secondhand of metal at Alan and Dinah Art Seririt, Singaraja; (2) the process of making the artwork made by secondhand of metal at Alan and Dinah Art Seririt, Singaraja; (3) the kinds of product that are produced at Alan and Dinah Art Seririt, Singaraja. This study was descriptive study with qualitative approach. The subject of this study was Alan and Dinah Art Seririt, Singaraja and the object was the artwork produced. The data of the study were collected through observation, interview, domain analysis, taxonomy analysis, and documents analysis. The result of the study showed that (1) the tools that is used namely plier, hammer, grinding machine, iron tubes, welding table, pacal, scissors lever, wooden tray, welding electric, mal, screwdriver, and brush. As for the material that is used is a metal in the form of drums, Freon tube, motorcycle chain, bearing, metal sphere, gear, concrete metal, tin and hollow metal. (2) the process of making the artwork made from secondhand of metal namely making the design, choosing the materials, making a sketch or mal, cutting the materials which has been sketched, forming the materials, assembling the materials, and last finishing. (3) the kinds of products that is produce namely the artwork in the form of cat, dog, hen, horse, donkey, bird, pig, rabbit, rat, fish, buffalo, scarecrow, mirror, clock, pigeonhole, nameplate/signboard, robot of dog, font and number, chair, robot, table, decorated lamp, telescoped mouse, fishing rat, and golfed rabbit. keyword : Art Works Which is Made Of Scrap Metal
GENDANG BELEQ DI DESA BELANTING KECAMATAN SAMBELIA KABUPATEN LOMBOK TIMUR (KAJIAN SENIRUPA) S. Gan. Tatang Sukandar .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i1.9624

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Belanting Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat.Tujuan Pelaksanaan penelitian ini, adalah untuk mengetahui : (1)BagaimanaSejarahGendang Beleqdi Desa Belanting, (2) untuk mengetahui Bentuk Gendang Beleq di Desa Belanting. Untuk menjawab permasalahan ini penulis menggunakanmetode pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara terbuka serta ditunjang dengan studi kepustakaan dan pencatatan dokumen. Data yang diperoleh dianalisis seobjektif mungkin dengan menggunakan deskriptif kualitatif, diikuti dengan argumentasi yang masuk akal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sejarahlahirnya Gendang Beleqdiperkirakan masuk pada zaman kolonialisme.namun belum ada data yang pasti kapan dan tahun berapamunculnya. Sejarah lahirnyaGendang Beleqditinjau dari kerupaan terdiri dari beberapa pokok seperti : (a)BentukGendang Beleq, (b)Jenis Gendang Beleq, (c)Alat Pemukul Gendang, (d)Ukuran Gendang Beleq, (e) Bagian-bagian pada Gendang Beleq, (f) Hiasan Pada Gendang Beleq. (2) Bentuk Gendang Beleq merupakan bentuk dari Bedugyang memiliki ukuran besar dan panjang 130cm. Kata Kunci : Sejarah, Bentuk,Gendang Beleq This research was conducted in the Belantingvillage Sambelia East Lombok District of West Nusa Tenggara. The Objectives Implementation of this study is to determine: (1) How History of Gendang Beleq in the Belantingvillage, (2) to determine the Form of Gendang Beleq in the Belantingvillage. To solve this problem the author uses the data collection method, done by using the observation method and open interviews with supported by literature study and documents recording. Data were analyzed as objectively as possible by using qualitative descriptive technique, followed by plausible arguments. Results of this study show that (1) Gendang Beleq appears around the Colonial Era, but there is no concrete data shows when and what year its appears. The history of Gendang Beleq from its fine art can be seen from some points : (a) The Shape of Gendang Beleq, (b) Types of Gendang Beleq, (c) The stick of Gendang, (d) Size of Gendang Beleq, (e) Parts of Gendang Beleq, (f) The Ornament of Gendang Beleq. (2) The shape of Gendang Beleq was form of Bedug which has huge size and 130cm long. keyword : History, Shape,Gendang Beleq
PROSES PEMBELAJARAN KERAJINAN KAYU DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB BONDOWOSO JAWA TIMUR Febri Indra Laksmana .; Dra. Luh Suartini .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i1.9646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tujuan pembelajaran keterampilan kerajinan kayu pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso Jawa Timur. (2) Untuk mengetahui proses pembelajaran keterampilan kerajinan kayu di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso Jawa Timur. (3) Untuk mengetahui jenis dan fungsi kerajinan kayu buatan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data sebagai berikut : (1) tehnik observasi, (2) tehnik wawancara, (3) tehnik dokumentasi, (4) tehnik kepustakaan. Hasil penelitian yang diperoleh : (1) Mengacu pada Sistem Pamasyarakatan dimana narapidana dipandang bukan sebagai Objek tetapi Subjek permbinaan, pembelajaran kerajinan kayu juga bertujuan untuk memberi nilai kecakapan hidup kepada narapidana agar nanti saat setelah usai masa pidananya narapidana diharapkan tidak lagi melakukan kembali kejahatan yang pernah mereka lakukan sebelumnya. (2) Proses pembelajaran kerajinan kayu di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso Jawa Timur terdiri dari beberapa tahap yakni : a) Proses pemilihan bahan baku kayu, b) Proses pengenalan bahan baku kayu, c). Proses pengenalan alat, d). Proses pengolahan kayu, e) Proses cara membuat rancangan/ desain kerajinan kayu, f). Proses pembuatan bentuk berdasarkan rancangan/ desain, g). Proses cara finishing. (3). Jenis dan Fungsi kerajinan kayu yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso yakni terdiri dari: a). Kap Lampu sebagai tempat lampu penerang ruangan dan juga untuk menambah nilai estetis sebuah ruangan b) Sangkar burung fungsinya untuk tempat memelihara burung kicau sejenis lovebird, pleci dan lain-lain. c). Kaligrafi fungsinya sebagai sarana pembinaan rohani narapidana. Dan juga sebagai sarana hiasan dinding dengan ayat-ayat suci Al-Quran.Kata Kunci : Proses pembelajaran, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso, Kerajinan kayu This research aims to (1) discover the objective of wood craftsmanship training for the inmates in Bondowoso Class II B Correctional Facility in East Java, (2) learn about the learing process of wood craftsmanship in Bondowoso Class II B Correctional Facility in East Java, and (3) identify the types and functions of wooden crafts produced by the inmates in Bondowoso Class II B Correctional Facility in East Java. Descriptive qualitative method through the following data collection techniques : (1) observation, (2) interview, (3) documentation, (4) desktop research. Results of the research are : (1) Referring to to the correctional system where inmates are viewed not as Objects, but rather as Subjects to nurture, the wood craftsmanship training also aims to equip them with life skills that will eventually prevent them from going back to doing unlawful activities to provide for themselves. (2) The wood craftsmanship training program in Bondowoso Class II B Correctional Facility in East Java consists of several stages, which are : a) Raw material selection process, b) Raw material identification process, c) Tools knowledge, d) Wood processing, e) Wooden crafts design process, f) Process of crafting based on the design, g) Finishing Process. (3) The types and functions of wooden crafts produced in the Bondowoso Class II B Correctional Facility in East Java are : a) Lamp shades to house the lamps used in illuminating the room and also to add aesthetic values to the room, b) Birdcages to keep songbirds such as lovebirds, pleci, etc. c) Wooden calligraphy as a tool for the inmates’ religious development and also to decorate the walls with verses from the Al-Quran. keyword : learning process, Bondowoso Class II B Correctional Facility, wood craftsmanship
PEMBELAJARAN SENI BUDAYA BERBASIS VIDEO TUTORIAL; STUDI KASUS DALAM MATERI AJAR GAMBAR ILUSTRASI Made Karisma Dwi Yasa .; Drs.Jajang S,M.Sn .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i1.9713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan media video tutorial. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif-kuantitatif dengan pendekatan studi kasus Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X IBB SMA LAB UNDIKSHA Singaraja tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 27 siswa. Data dianalisis menggunakan Analisis Deskriptif Kualitatif dan Analisis Deskriptif Kuantitatif. Penerapan metode pembelajaran dengan menggunakan video tutorial pada siswa kelas X IBB SMA LAB Undiksha Singaraja dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dari 25 siswa yang mengikuti pembelajaran 80% atau 20 siswa mengalami kenaikan, sementara yang tetap berjumlah 2 orang atau 8% persen dari keseluruhan, dan yang mengalami penurunan berjumlah 3 orang atau 12 Pada Karya siswa yang pertama 7 siswa mendapatkan nilai diatas KKM seni budaya. Dan pada karya siswa yang kedua jumlah siswa yang mendapat nilai diatas KKM mengalami kenaikan yaitu berjumlah 20 siswa.. Secara keseluruhan dari segi nilai Karya siswa X IBB mengalami cukup peningkatan, akan tetapi kecenderungan untuk mencontoh masih terlihat, tidak ada kreatifitas dalam berkarya. Kata Kunci : video tutorial, peningkatan, ekspresif This research aimed to know there is getting improvement of learning outcomer before and after uring video tutorial. This research war derigned as deskriptif-kualitatif-kuantitatif research which approch by case study to conduct thir research, twenty seven students of tenth grade IBB SMA LAB UNDIKSHA Singaraja in the academic year 2014/2015 as the sample. The data were analized using deskriptif kualitatif analisis and deskriptif kuantitatif analisis. The learning method by using video tutorial is increase student outcomer of tenth grade IBB SMA Lab UNDIKSHA Singaraja. Therefore from twenty five students who have followed the learning prosess, 80% or 20 students have incroased their score mean while 2 person or 8% over all didn't change their score and 3 students or 12% have dropped their score. During the first student's project, 7 children got the score above the standart of art and culture. And During the second student's project, 20 student scored above the KKM. Over all, from the score point of view, student of "X IBB" is increasing but still there is a behavior of plagiarism to duplicate the answer. They don't have the creativity to make the product yet. keyword : video tutorials, enhancement, expressive
PERBANDINGAN VISUAL FIGUR WAYANG KULIT TUALEN GAYA BALI SELATAN DENGAN FIGUR TUALEN BALI UTARA Putu Rendhi Kusuma Artha .; Ni Nyoman Sri Witari, S.Sn. .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i3.11341

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) Struktur rupa figur Tualen pada Wayang Kulit Bali Selatan dan Struktur rupa figur Tualen Bali Utara, (2) Penyebab perbedaan bentuk Tualen Bali Utara dengan bentuk Tualen Bali Selatan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriftif kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian dideskripsikan dalam bentuk kata-kata dan gambar. Subjek penelitian ini adalah dalang wayang kulit Jro Dalang Gede Sudarma dari Desa Bungkulan dan Jro Dalang Nyoman Warisa dari Desa Tamblang sementara objek penelitian adalah figur wayang Tualen.Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan metode dokumentasi kepustakaan. metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis domain dan taksonomi Hasil Penelitian menunjukan (1) Struktur rupa figur Tualen Bali Selatan dan figur Tualen bali Utara dari kepala, badan, kaki memang memiliki beberapa perbedaan pada bentuk dan ornamen (hiasan) yang digunakan, (2) Perbedaan Tualen Bali Utara dengan Tualen Bali Selatan terjadi karena adanya (a) pengaruh Ki Barak terhadap perkembangan kebudayaan di kerajaan Panji, Buleleng; (b) secara mitologi perbedaan visual Tualen Bali Selatan dan Utara mengacu pada asal usul tokoh Tualen yang mengalami hukuman terbakar api oleh Dewa Siwa karena mengganggu semedinya, sehinggaTualen Bali Utara digambarkantanpa jambot atau tak berambut. Kata Kunci : perbandingan visual, figur wayang kulit bali, tualen This study aims to describe (1) Tualen figure structure in Wayang Kulit Bali Selatan and Tualen Balinese Figure Structure of North Bali, (2) Cause difference of Tualen North Bali shape with Tualen form South Bali. This research uses qualitative descriptive design. The data obtained in the study are described in terms of words and images. The subject of this research is puppeteer Jro Dalang Gede Sudarma puppeteer from Bungkulan Village and Jro Dalang Nyoman Warisa from Tamblang Village while research object is Tualen puppet figure. Data collection is done by observation method, interview, and library documentation method. The method of analysis used in this study is the method of domain analysis and taxonomy The research shows (1) The structure of the figure of Tualen Bali Selatan and the northern Balinese Tualen figure from the head, body, legs do have some differences on the shape and ornaments used (2) The difference between Tualen Bali Utara and Tualen Bali Selatan is due to the fact that the structure of the Tualen figure in South Bali and the northern Balinese Tualen figure from head, body, legs have some differences in the shape and ornament, The existence of (a) the influence of Ki Barak on the development of culture in the kingdom of Panji, Buleleng; (b) mythologically, the visual difference between Tualen Bali Selatan and Utara refers to the origin of the Tualen figure who suffered a fire burning by Lord Shiva for interrupting his semed, so that Bali's North Bali is depicted without jambot or hairlessness. keyword : visual comparison, Balinese wayang kulit figure, Tualen
ARSITEKTUR LUMBUNG PADI DESA SINABUN Dewa Putu Bude Yase .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg .; Dra. Luh Suartini .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i2.11353

Abstract

Arsitektur lumbung padi Desa Sinabun dibuat sesuai dengan fungsi awal sebagai tempat menyimpan panen padi. Arsitektur lumbung padi di Desa Sinabun dibuat menggunakan ukuran-ukuran tradisional Bali. Tetapi sejak bulan Juni tahun 2016, lumbung padi di Desa Sinabun sudah tidak difungsikan sebagai tempat menyimpan hasil panen, tetapi sudah beralih fungsi menjadi tempat hunian. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk. (1) mengetahui kapan lumbung padi di Desa Sinabun berubah fungsinya dan (2) mengetahui bagian–bagian yang diubah pada arsitektur lumbung padi tradisional di Desa Sinabun. Ditinjau dari tujuan, penelitian ini menggunakan Metode deskriptif kualitatif serta unsur instrumen yang diguanakan berupa alat yaitu kamera hp, ceck list, tape recorder dan buku. Dari hasil penelitian langsung di lapangan ada tiga bagian lumbung padi yang mengalami perubahan, yaitu (1) Bagian kepala rangka atap (super struktur). (2) Bagian badan (upper struktur). (3) Bagian kaki (sub struktur). Kata Kunci : Arsitektur, Lumbung Padi, Desa Sinabun The architecture of the village granary of Sinabun was made in accordance with the initial function as a place to store the rice harvest. The architecture of the rice barn in the village of Sinabun was made by using traditional Balinese sizes. But since June 2016, the rice barn in the village of Sinabun had not been used as a place to store crops, but it was already switched function to a shelter. So, this study was aimed at (1) knowing when the rice barn in Sinabun Village changed its function and (2) knowing the revised parts of the traditional rice barn architecture in Sinabun Village. The method used in this research was descriptive qualitative method and instruments used in the form of the tool were camera, Checklist and tape recorder. Based on the results of direct research, there were three parts of the rice barn that experienced a change, those were (1) The head of the roof frame (super structure), (2) Body parts (upper structure), and (3) Legs (sub-structures). keyword : Architecture, granary Rice, Sinabun Village
KAJIAN ESTETIKA FOTOGRAFI DJAJA TJANDRA KIRANA Zahrawani .; Drs.Hardiman, M.Si. .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i1.11355

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan jenis-jenis fotografi Djaja Tjandra Kirana. (2) untuk mendeskripsikan nilai estetika dalam karya fotografi Djaja Tjandra Kirana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, kepustakaan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Jenis-jenis fotografi Djaja Tjandra Kirana yang terdapat dalam buku “Jiwa Cahaya” adalah: fotografi kehidupan manusia (human interest), fotografi jurnalistik (photojournalism), fotografi pemandangan (landscape photography), fotografi model (photography modelling), fotografi jalanan (street photography), dan fotografi potret (portrait photography) dan (2) Nilai estetika fotografi Djaja Tjandra Kirana yang terdapat dalam buku “Jiwa Cahaya” adalah: unsur-unsur rupa (unsur desain) dibagi menjadi enam unsur yaitu, garis, shape (bangun), tekstur, warna, intensity/chroma, ruang dan waktu. Dasar-dasar penyusunan (prinsip desain) dibagi menjadi empat unsur yaitu, paduan harmoni, paduan kontras, paduan irama, dan paduan gradasi dan hukum penyusunan (azas desain) dibagi menjadi empat unsur yaitu, asas kesatuan, keseimbangan, simplicity (kesederhanaan), emphasis (aksentuasi), dan proporsi. Kata Kunci : Estetika, Fotografi, Djaja Tjandra Kirana. This study aimed (1) to describe the types of Djaja Tjandra Kirana’s photography and (2) to describe the aesthetic values conveyed in Djaja Tjandra Kirana’s photographical work. This was a descriptive qualitative study. The data were collected with documentation, library research, and triangulation techniques. The result showed that (1) the types of Djaja Tjandra Kirana’s photography found in the book “Jiwa Cahaya” were: the photography of human interest, photojournalism, landscape photography, photography modelling, street photography, and portrait photography. The result also showed that (2) the aesthetical values conveyed in Djaja Tjandra Kirana’s photography found in the book “Jiwa Cahaya” were: the design element, which was divided into six elements, namely line, shape, texture, color, intensity/chroma, space and time, and also the design principle, which was divided into four composite elements, namely the composite of harmony, contrast, rhythm, and gradation. Another value found was also the design basis, which was divided into four principles, namely the principle of unity, balance, simplicity, emphasis, and proportion.keyword : Aesthetic, Photography, Djaja Tjandra Kirana
Komunikasi Visual Gambar Anak-anak Periode Pra-bagan di Sekolah Laboratorium Undiksha Nuril Firdausia .; Drs.Hardiman, M.Si. .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i1.11363

Abstract

KOMUNIKASI VISUAL GAMBAR ANAK-ANAK PERIODE PRA-BAGAN DI SEKOLAH LABORATORIUM UNDIKSHA Oleh Nuril Firdausia, NIM 1312031021 Jurusan Pendidikan Seni Rupa ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mendeskripsikan elemen visual yang memperlihatkan karakteristik gambar anak-anak periode pra-bagan karya siswa Sekolah Laboratorium Undiksha, (2) Untuk mendeskripsikan tema gambar anak-anak periode pra-bagan karya siswa Sekolah Laboratorium Undiksha., dan (3) Untuk mendeskripsikan makna komunikasi visual yang terdapat pada gambar anak-anak periode pra-bagan karya siswa Sekolah Laboratorium Undiksha. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data sebagai berikut: (1) Observasi Partisipatif, (2) Wawancara, (3) Kepustakaan, (4) Dokumentasi, (5) Life History, dan (6) Trangulasi. Hasil penelitian yang diperoleh: (1) Elemen visual pada Sekoah LaboratoriumUndiksha terdiri dari, (a) Pada elemen garis Terdapat garis vertikal, garis horizontal, dan garis melingkar, (b) Elemen warna pada periode pra-bagan ini anak mewarnai menurut apa yang dia suka atau secara acak, dan (c) Pada elemen ruang ada beberapa macam cara anak menggambar ruang yaitu: anak menggambar berdasarkan x-ray, gambar penting, jauh di atas, dan dekat di bawah. (2) Tema dan sub tema gambar anak-anak dapat dikelompokkan menurut kurikulum tahun 2016-2017 yaitu (a) tema diriku dan sub tema identitasku dan kesukaanku, (b) tema keluargaku dan sub tema anggota keluargaku, (c) tema lingkunganku dan sub tema rumahku, (d)tema binatang dan sub tema binatang air dan binatang bersayap, (e) tema tanaman dan sub tema tanaman buah dan tanaman hias, (f) tema kendaraan dan sub tema kendaraan di air, kendaraan di darat, dan kendaraan di udara, dan (g) tema alam semesta dan sub tema benda-benda langit dan benda-benda alam dan benda-benda langit. (3) Hasil mendeskripsikan makna komunikasi visual pada karya anak-anak Sekolah Laboratorium yaitu: (a) Pengalamanku, (b) Khayalanku, dan (c) Alamku. Kata Kunci : Kata kunci: komunikasi visual, Gambar Anak-anak, Periode Pra-bagan. VISUAL COMMUNICATION PAINTING OF PRE-CHART CHILDREN IN UNDIKSHA LABORATORY SCHOOL By Nuril Firdausia, Student Number 1312031021 Fine Arts Education Department ABSTRACT This research for: (1) To describe visual elements which show the characteristic of Pre chart children painting in Undiksha Laboratory, (2) To describe the theme of children painting in Undiksha Laboratory, and (3) To describe the meaning of Visual comunication from children in Undiksha Lboratory. The method i used is qualitative of descriptive with collecting some data such as: (1) Observation of Participation, (2) interview, (3)Literature, (4) Documentation, (5) Life History, and (6) Triangulation. The result are: (1) The visual elements in Undiksha Laboratory those are, (a) there a vertical lines, horizontal lines, and Circular lines, (b) the colour of elemen in this research, the children painting a subject with clour what their like or randomly, and (c) in elemen of space there's some way few children do painting: They paint using X-ray, the most important paint, far in above and near in below. (2) The theme and the sub theme from children painting can be grouped according 2016-2017 curriculum those are: (a) theme my self and the sub theme my identity and my favorite, (b) theme my family and the sub theme my family member, (c) theme my neighborhood and the sub theme my house, (d) theme animals and the sub theme water animals and winged animals, (e) theme plant and the sub theme fruit plants and decorative plants, (f) theme vehicle and the sub theme water vehicle, ground vehicle, and air vehicle, and (g) theme universe and the sub theme things in sky and things in nature. (3) The result from describing the meaning of visual comunication from the children in labortaory are, (a) my experience, (b) my imagination, and (c) my nature. keyword : Keyword : Visual comunication, Children painting, Pre chart period.
Bermain Menggunakan Media Clay Tepung Di Paud Pradnya Werdhi Jembrana Cadex Agus Arya Gunawan .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i1.11376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan proses pembelajaran melalui kegiatan bermain menggunakan media clay tepung di Paud Pradnya Wherdhi Jembrana dan (2) Mendeskripsikan hasil karya anak-anak dalam kegiatan bermain menggunakan media clay tepung di Paud Pradnya Wherdhi Jembrana. Penelitian ini menggunakan metode: (1) observasi (2) wawancara dan (3) dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. kegiatan pembelajaran dilakukan dengan cara mengajak anak untuk bermain membentuk bebas secara individu sesuai kelasnya masing-masing. Sementara itu hasil karya siswa akan dipilih dan dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pada penelitian ini proses pembelajaran dilakukan menggunakan media yang mudah untuk dibuat dengan mempertimbangakan keamanan dan keevektifan pengunanan media tersebut, melalui kegiatan bermain sehingga meningkatkan motivasi anak dalam mengikuti proses pembelajaran serta merangsang daya cipta anak; (2) teknik yang digunakan pada hasil karya anak yaitu, teknik pilin, pijit dan pencampuran warna. Diaman teknik ini sebelumnya diajarkan oleh guru untuk mempermudah anak dalam proses membentuk; (3) objek yang paling banyak dibuat adalah objek yang terdapat disekitar lingkungan tempat tinggal mereka, sehingga mempermudah anak untuk mewujudkan bentuk yang ingin dibuat; (4) pada analisis karya, penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan kreativitas dan merangsang syaraf serta motorik anak, dimana melalui kegiatan bermain anak mampu mengembangakan kemampuannya berdasarkan imajinasi dalam mengekspresikan diri. Melalui karya yang dibuat dapat dilihat bahwa anak sudah mampu mebuat bentuk mewakili bentuk yang terdapat di alam, walaupun warna yang di gunakan tidak sepenuhnya persis pada objek aslinya, dikarenakan anak masih berfokus pada bentuk yang ingin di buat. Kata Kunci : clay tepung, media pembelajaran, metode pembelajaran. Thi study aims to (1) describe the process of learning through playing activities by using clay flour media at Ecd Pradnya Wherdhi Jembrana and (2) describe the work of children in playing activity by using the clay flour media in Ecd Pradnya Wherdhi Jembrana. This study uses methods : (1) observation (2) interview and (3) documentation. The data has been analyzed by using qualitative descriptive method. The learning activity has been done by encouraging children to play free form individually according to each class. Meanwhile the student's work will be selected and analyzed for more information. The result of the study shows that (1) in this research the learning process is done by using a media which is easy to be made by considering the security and efectiveness of the use of the media, through playing activity that increases children's motivation to participate in the learning process and stimulates children's creation; (2) the techniques used on the work of children namely, helical, massage technique and mixing color. This technique previously has been taught by the teacher to make it easier for children in the process of forming; (3) the object made is mostly object which is located around the environment where they live,in order to make it easier for the children to realize the form that they want to make; (4) In the analysis of the work, the use of appropriate learning media can enhance the creativity and stimulate the child's nerves and motor, which through children's play activities able to develop their ability based on the imagination in expressing themselves. Through the work made can be seen that the child is able to create a form that representing the form contained in nature, although the color in use is not entirely exactly with the original object, because the child is still focused on the shape that want to be made. keyword : clay flour, learning media, learning methods.