cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
FOTOGRAFI SMARTPHONE KOMUNITAS INSTAGRAM @GADGETGRAPHER Pande Putu Darmayana .; Drs. Hardiman, M.Si. .; I Nyoman Rediasa, S.Sn, M,.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i2.12219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) alat-alat dan aplikasi dalam fotografi smartphone komunitas instagram @gadgetgrapher, (2) proses pembuatan fotografi di komunitas instagram @gadgetgrapher, dan (3) jenis-jenis fotografi di komunitas instagram @gadgetgrapher. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) kepustakaan, Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan cara (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Alat dan aplikasi dalam pembuatan Fotografi Smartphone Komunitas Instagram @gadgergrapher : smartphone dan tripod. Smartphone terdiri dari tiga jenis yaitu low-end, mid-end dan high-end. Smartphone yang masuk ke dalam kategori low-end yaitu Samsung Galaxy Ace 3, Samsung Grand Prime, Xiaomi Redmi 2, Sony Experia C3, Lenovo A7000, Smartphone yang masuk ke dalam kategori mid-end yaitu Xiaomi Redmi 3S, Lenovo K4 Vibe, Meizu M2 Note, oppo A57, dan Smartphone yang masuk ke dalam kategori high-end yaitu Xiaomi Mi4i, Sony Experia Z1, iPhone 5, iPhone 5S, Nokia N8, Oppo find 7, iPhone 6, Samsung Galaxy S5, Samsung Galaxy S7, Samsung Galaxy S6 dan Xiaomi Mi3. Sedangkan aplikasi yang digunakan meliputi : snapseed, VSCO, Camera Fv-5, Tadaa SLR, Motion Camera. (2) Proses pembuatan Fotografi smartphone komunitas instagram @gadgergrapher, dimulai dari proses pemotretan yaitu dari menentukan ide/konsep kemudian menentukan tempat/objek yang akan dituju.. kemudian dilanjutkan dengan mengolah foto atau editing. Proses pembuatan fotografi dibedakan menjadi dua yaitu Memotret dengan menggunakan camera bawaan smartphone, kemudian dilanjutkan dengan mengedit foto hasil jepretannya di aplikasi photo editor, dan Memotret dengan menggunakan camera dari aplikasi pihak ketiga, kemudian dilanjutkan dengan mengedit foto hasil jepretannya di aplikasi photo editor. (3) Jenis-jenis Fotografi Smartphone Komunitas Instagram @gadgergrapher yang dapat dikategorikan yaitu fotografi potret, fotografi human interest, fotografi stage, fotografi landscape, fotografi seascape, fotografi skyscape, fotografi cityscape, fotografi abstrak, fotografi still life, fotografi jurnalistik, fotografi makro, fotografi fashion, fotografi makanan, fotografi jalanan (street), fotografi arsitektur, dan fotografi malam (night). Kata Kunci : Fotografi, smartphone, @gadgetgrapher This study aims to describe (1) tools and applications in smartphone photography community in instagram @gadgetgrapher, (2) photography creation process in instagram @gadgetgrapher community, and (3) types of photography in instagram @gadgetgrapher community. This research is qualitative descriptive research. Collecting data in this study was done by using (1) observation, (2) interview, (3) the literature, the collected data is then analyzed by means of (1) data reduction, (2) the presentation of the data, and (3) conclusion. The results showed that (1) Tools and applications in making Smartphone Photography Instagram Community @gadgergrapher: smartphones and tripods. Smartphones consist of three types: low-end, mid-end and high-end. Smartphone that comes into the category of low-end, namely the Samsung Galaxy Ace 3 Samsung Grand Prime, Xiaomi redmi 2, Sony Experia C3, Lenovo A7000 Smartphone that comes into the category of mid-end that Xiaomi redmi 3S, Lenovo K4 Vibe, Meizu M2 Note, oppo A57, and Smartphone that comes into the category of high-end, namely Xiaomi Mi4i, Sony Experia Z1, iPhone 5, iPhone 5S, Nokia N8, Oppo find 7, iPhone 6, Samsung Galaxy S5, Samsung Galaxy S7, the Samsung Galaxy S6 And Xiaomi Mi3. While the applications used include: snapseed, VSCO, Camera Fv-5, Tadaa SLR, Motion Camera. (2) The process of making Instagram community smartphone smartphone @gadgergrapher, starting from the shooting process that is from determining the idea / concept then determining the place / object to be addressed then proceed with photo processing or editing. The process of making photographic divided into two, Photographed by using the default camera smartphone, followed by editing the results in photo editor, and Photographed by using the camera of a third-party application, followed by editing editing the results in photo editor. (3) The types of Smartphone Photography @gadgergrapher Instagram community that can be categorized, namely photographic portraits, human interest photography, stage photography, landscape photography, seascape photography, photography skyscape, cityscape photography, abstract photography, still life photography, journalistic photography, macro photography , Fashion photography, food photography, street photography, architectural photography, and night photography. keyword : Photography, smartphone, @gadgetgrapher
KISAH KESENIMANAN RAKA SUWASTA DI DALAM PENJARA Dewa Made Johana .; I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si. .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i2.13358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) riwayat/perjalan berkesenian Raka Suwasta. (2) proses berkesenian Raka Suwasta dalam penjara (3) kisah yang tersimpan di balik karya-karya yang dihasilkan Raka Suwasta di dalam penjara. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara,(3) dokumentasi, (4) life history, dan (5) kepustakaan. Instrumen yang digunakan adalah (1) instrumen observasi, instrumen wawancara, instrumen dokumentasi, instrumen life history dan instrumen kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah analisa interaktif. Hasil penelitian ini adalah: (1) riwayat kesenimanan Raka Suwasta yaitu Raka suwasta lahir di Denpasar tahun 1940, Raka Suwasta belajar melukis secara ototidak (2) Proses Berkesenian Raka Suwasta dalam penjara berawal dari tekanan batin yang beliau rasakan ketika menjalani masa tahanan pada tahun 1965, yang kemudian melahirkan ide berupa karya-karya yang bertemakan suasana di lingkungan penjara, karya-karya tesebut berupa sketsa yang menggunakan media pensil dan tinta di atas kertas (3) Kisah yang tersimpan di balik karya-karya yang dihasilkan Raka Suwasta di dalam penjara. (1) Potret sipir, (2) Impian Raka Suwasta (3) Kampung di luar lapas (4) Kehancuran (5) Potret Sudiana (6) Suasana di luar lapas, (7) Kak Lingkuh. Kata Kunci : kisah kesenimanan, penjara, raka suwasta This study aims to describe: (1) History / journey of art Raka Suwasta. (2) The Raka Suwasta Arts Process In Prison (3) The story kept behind the works produced by Raka Suwasta In Prison. Data collection in this research was done by technique (1) observation, (2) interview, (3) documentation, (4) life history, and (5) bibliography. The instruments used are (1) observation instruments, interview instruments, documentation instruments and literature instruments. Analysis of the data used is interactive analysis. The results of this research are: (1) History of Raka Suwasta Kesenimanan namely Raka suwasta born in Denpasar 1940, Raka Suwasta learned to paint muscularly (2) Raka Suwasta Arts Process In Prison originated from the inner pressure he felt when serving in prison in 1965 , which then gave birth to the idea of ​​works with the theme of atmosphere in the prison environment, the works tesebut in the form of sketches that use pencil and ink media on paper (3) The story is stored behind the works produced by Raka Suwasta In Prison. (1) Portrait of warden, (2) Raka Suwasta dream (3) Village outside prison (4) Destruction (5) Sudiana Portrait (6) Atmosphere outside prison, (7) Kak Lingkuh.keyword : stories of art, prisons, raka suwasta
EKSISTENSI KOMUNITAS STREET ART DJAMUR DENPASAR I Nym Putra Purbawa .; Dr. I Ketut Sudita, M.Si .; I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i1.13360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang: (1) Awal terbentuk komunitas Street Art Djamur Denpasar. (2) Jenis karya dan Tema karya komunitas Street Art Djamur Denpasar. (3) Pola komunikasi seniman dalam bekerja karya kolektif komunitas Street Art Djamur Denpasar. (4) Respon masyarakat terhadap karya Komunitas Street Art Djamur Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah komunitas Street Art Djamur. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara,(3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan. Instrumen yang digunakan adalah (1) instrumen observasi, instrumen wawancara, instrumen dokumentasi dan instrumen kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah analisa interaktif. Hasil penelitian ini adalah: (1) terbentuknya komunitas Street art Djamur Denpasar berawal dari kegelisahan dan kejenuhan sejumlah seniman muda pada medan sosial seni rupa yang saat itu terpusat pada galeri. (2) jenis karya yang dibuat meliputi mural, grafiti, stensil, wheate paste, dan instalasi. Kebanyakan yang dibuat karya mural. Tema yang diangkat biasanya yang sedang menjadi perbincangan di masysarakat. (3) pola kerjasama dimulai dari merundingkan tema, proses pembuatan desain, desain yang sudah jadi disaat di lapangan ada saja penambahan dari anggota. 4) respon masyarakat terhadap karya komunitas Street Art Djamur Denpasar dilihat dari kondisi mural yang sudah pudar tentu masyarakat tidak menyukai. Namun karya mural yang masih bagus masyarakat masih bisa menikmatinya.Kata Kunci : eksistensi, komunitas, street art This study aimed to gain information about: (1) history of Djamur street art community Denpasar, (2) types and themes of work produced by the community, (3) communication pattern of artists in working collectively, (4) response from society towards existence of the community. This is a kind descriptive qualitative research. The subject of the study is Djamur street art community Denpasar. The data were obtained through techniques namely, (1) observation, (2) interview, (3) documentation, and (4) library reseach. The instruments are observation sheet, interview guideline, documentation instrument, and library instrument. The data were analyzed using interactive analysis. The result of the study shows that, (1) the community is formed based on anxiety and boredom of youth artist towards gallery based fine, (2) types of the work are mural, grafiti, stencil, wheate paste, and installation. However mostly is mural. Themes of work are taken from society, (3) communication pattern is started by discussing the theme, designing, and improving work by other member, (4) society respects the well-designed mural but mostly dislike the mural which color is dull. keyword : existence, community , street art.
SISTEM PENURUNAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PRASI I GUSTI BAGUS SUDIASTA DARI DESA BUNGKULAN BULELENG Dewa Agung Mandala Utama .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; Dr. Drs. I Ketut Supir, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i3.13381

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) proses penurunan pengetahuan prasi I Gusti Bagus Sudiasta dan (2) proses penurunan keterampilan prasi I Gusti Bagus Sudiasta. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu I Gusti Bagus Sudiasta dari Desa Bungkulan Buleleng. Objek penelitian ini yaitu penurunan pengetahuan dan keterampilan prasi yang diturunkan kepada Nengah Sukadana, Ketut Suastawa dan Ayu Puspa Dewi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses penurunan pengetahuan dan keterampilan oleh I Gusti Bagus Sudiasta menerapkan pendidikan non formal dengan cara pendekatan individual menggunakan sistem aprentisip/cantrik dan pewarisan. Sistem aprentisip/cantrik dilaksanakan di Gedong Kirtya dan sistem pewarisan terlaksana di rumah I Gusti Bagus Sudiasta kepada anaknya, yaitu I Gusti Bagus Kusuma Mahendra dan Gusti Ayu Sri Wedayani. Proses penurunan pengetahuan prasi dimulai dari proses pemahaman bentuk atribut sesuai karakteristik dari masing-masing tokoh wayang dan pengetahuan tentang tema, ide/gagasan yang digunakan sebagai panduan membuat narasi pewayangan. Proses penurunan keterampilan prasi diawali dari (1) proses pembuatan media toreh dengan daun rontal, (2) proses pengolahan buah kemiri sebagai bahan pewarna, dan (3) proses membuat prasi.Kata Kunci : keterampilan prasi, pengetahuan prasi, proses ABSTRACT This study aimed at describing (1) the process of prasi knowledge decrease, I Gusti Bagus Sudiasta and (2) the process of prasi skill decrease, I Gusti Bagus Sudiasta. The design of this study was descriptive qualitative. The subject of this study was I Gusti Bagus Sudiasta who is from Bungkulan Village, Buleleng. The objects of this study were prasi knowledge and skill decrease which have been generated to Nengah Sukadana, Ketut Suastawa, and Ayu Puspa Dewi. The methods of data collection were observation, interview, and documentation. The result of this study represents the process of knowledge and skill decrease by I Gusti Bagus Sudiasta implements non formal education with individual approach using aprentisip/cantrik system and inheritance conducted in I Gusti Bagus Sudiasta’s house to his children, I Gusti Bagus Kusuma Mahendra and Gusti Ayu Sri Wedayani. The process of prasi knowledge decrease is started from the process of comprehending the attribute form based on characteristic of each character in puppet and comprehension about theme and idea used as the guidance in order to make puppet narration. The process of prasi skill decrease is started from (1) the process of creating media, toreh, with rontal leaves, (2) the process of processing candlenut as dye substance, and (3) the process of creating prasi.keyword : prasi skill, prasi knowledge, process
PROSES PENGAJARAN GLASS CARVING DI SMK N 1 SUKASADA Made Wijana .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 8 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i3.13388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana perencanaan pengajaran Glass Carving di SMK Negeri 1 Sukasada (2) mengetahui bagaimana proses pengajaran Glass Carving di SMK Negeri 1 Sukasada, (3) Apa saja jenis dan motif Galss Carving karya siswa SMK Negeri 1 Sukasada. Dalam penelitian ini, dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode penelitian jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan tahap- tahap; (1) Rancangan penelitian,(2) jenis penelitian,(3) lokasi penelitian,(4) Subjek Penelitian, (5) Instrumen Penelitian meliputi observasi, wawancara, dokumnetasi dan kepustakaan, (6) Pengumpulan Data yaitu: teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi dan teknik kepustakaan,(7) Metode Analisis Data meliputi analisis domain, analisis taksonomi, (8) Menyusun Hasil Penelitian. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni : (1) mengetahui perencanaan pengajaran Glass Carving di SMK Negeri 1 Sukasada, yaitu administrasi mengajar yang paling utama yaitu silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), absensi siswa, media pembelajaran, sumber belajar baik berupa buku yang terkait dengan materi ajar Glass Carving, internet, dan jurnal, serta format penilaian siswa dalam menilai hasil kerja siswa dalam proses pembelajaran. (2) mengetahui proses pengajaran Glass Carving di SMK Negeri 1 Sukasada, yaitu Dalam proses pengajaran Glass Carving di SMK Negeri 1 Sukasada dapat dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap kegiatan awal dalam pembelajaran yang kegiatannya meliputi : meliputi pelaksanaan apersepsi, motivasi, penyampaian tujuan pembelajaran. Kegiatan inti pembelajaran terdiri atas Proses Pembuatan Glass Carving dan Sand Blasting meliputi : Pengenalan Alat dan Bahan serta fungsinya; proses pembuatan Glass Carving dan Sand Blasting; tahap pinising/pewarnaan. Kegiatan terakhir dalam proses pengajaran ialah tahap penutupan pembelajaran .(3) mengetahui apa saja jenis dan motif Galss Carving karya siswa SMK Negeri 1 Sukasada adalah motif yang dipilih ialah motif flora yang kebanyakan merupakan bunga-bunga seperti bunga angrek, mawar, kamboja, dan bunga-bunga lain yang dianggap memiliki nilai keindahan. Kata Kunci : Pengajaran, Glass Carving, Sand Blasting. This study aims to (1) know how the planning of Glass Carving teaching at SMK Negeri 1 Sukasada (2) know how the teaching process of Glass Carving in SMK Negeri 1 Sukasada, (3) What are the types and motives of Galss Carving by students of SMK Negeri 1 Sukasada. In this study, it can be collected using descriptive research method with qualitative approach with stages; (1) Research design, (2) research type, (3) research location, (4) Research subject, (5) Research Instrument include observation, interview, documentation and bibliography, (6) Data collection that is: observation technique, , documentation techniques and literature techniques, (7) Data Analysis Methods include domain analysis, taxonomic analysis, (8) Prepare Research Results. This research resulted the findings: (1) knowing Glass Carving teaching planning at SMK Negeri 1 Sukasada, that is the most important teaching administration syllabus, learning implementation plan (RPP), student attendance, learning media, learning resource either in the form of related book with Glass Carving teaching materials, the internet, and journals, as well as student assessment formats in assessing student work in the learning process. (2) to know the teaching process of Glass Carving at SMK Negeri 1 Sukasada, that is In the process of teaching Glass Carving at SMK Negeri 1 Sukasada can be divided into three stages: the first activity phase in learning activities covering the implementation of apperception, motivation, delivery of learning objectives. The core learning activities consist of the Glass Carving and Sand Blasting Processes include: Introduction to Tools and Materials and their functions; the process of making Glass Carving and Sand Blasting; stage pinising / staining. The last activity in the teaching process is the closing stages of learning (3) knowing what kind of Galss Carving motifs and works by students of SMK Negeri 1 Sukasada is the motive chosen is the floral motif mostly of flowers like angrek, rose, frangipani and flower - other flowers that are considered to have a beauty value.keyword : Teaching, Glass Carving, Sand Blasting.
KERAJINAN TENUN ENDEK LUKIS DI DESA SULANG, KECAMATAN DAWAN, KABUPATEN KLUNGKUNG A.A. Gede Nangga Bayu Suwita .; Dr. Drs. I Nyoman Sila, M.Hum. .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i1.13601

Abstract

Tenun endek lukis merupakan jenis kain yang terdapat di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Dalam proses pembuatanya, kain tenun endek lukis menggunakan alat tradisional dinamakan alat tenun ATBM ( Alat Tenun Bukan Mesin ). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan tenun endek lukis di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, (2) Proses pembuatan kerajinan tenun endek lukis di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, (3) Motif hias yang dihasilkan pada kerajinan tenun endek lukis di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan sampelnya adalah perajin tenun endek lukis di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data obsservasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian bahan dan alat adalah : bahan (a) benang metris katun, kain endek, dan cat deco tekxtil. Alat (b) tenun ATBM, undar, jandra, palet, teropong/sekoci, boom, kayu silang, karap, seleran pipa, sisir, injak-injak, benang lungsi, mal kertas, pensil, kapur, kuas lukis, dan penempelan mal kertas. Proses pembuatan endek lukis adalah : membuat mal kertas, menempelkan mal pada kain endek, melukis pada kain endek dan tahap akhir (menyetrika). Motif hias tumbuhan bunga kembang sepatu, bunga tapak dara, bunga mawar, bunga kamboja, bunga anggrek, dan bunga matahari. Motif binatang merak, kupu-kupu, capung, dan burung madu. Motif manusia wayang (legong).Kata Kunci : Perajin, tenun endek lukis, motif hias WeavingEndek Painting is a type of fabric contained in the village Propose, Dawan, Klungkung Regency. In the process of making, woven fabric endekpainting I don't use traditional tool called ATBM looms (Looms not machines). The purposes of this study are to describe (1) tools and materials used in the manufacture of woven crafts weaving endek painting propose painters at sulang village, Dawan district, Klungkung Regency, (2) the process of making the craft of weavingEndek Painting Propose painters at Sulang village, Dawan district, Klungkung Regency, (3) the resulting ornamental Motives on the craft of weavingEndek Painting Propose painters at sulangvillage, Dawan district, Klungkung Regency. The design of this research uses qualitative descriptive with the sample is a craftsman of weavingEndek painting propose painters at sulang village, Dawan district, Klungkung Regency. Sampling techniques are purposive sampling. Observations the data are gathering techniques, interviews and documentation. Data analysis isqualitative. Results of research materials and tools are: (a) yarn of cotton fabric I don't, metris, and paint deco tekxtil. tool (b) weaving ATBM, undar, jandra, palette, binoculars/lifeboat, boom, wooden cross, karap, seleran pipe, comb, treading, thread lungsi, mal paper, pencils, chalk, brush, and snapping the Mall paper. Process of making a painting is: endek painting make the Mall of paper, pinned the Mall on fabric painting on fabric, paintingin endek painting and the final stage (ironing). The ornamental motifs of plants, Hibiscus flowers, flower Vince, roses, flower of Cambodia, orchids, and sunflowers. Animal motifs arePeacock, butterflies, dragonflies, birds and honey. The motif of the human is puppet (legong).keyword : Craftsman, weaving, painting decorative motives weaving endek painting
Omprok Gandrung Banyuwangi Mirza Prastyo .; Dr. Drs. I Ketut Supir, M.Hum. .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i1.13630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Alat dan bahan dalam pembuatan Omprok Gandrung Banyuwangi (2) Proses pembuatan Omprok Gandrung Banyuwangi (3) Ornamen Omprok Gandrung Banyuwangi (4) Makna Ornamen Omprok Gandrung Banyuwangi. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sasaran adalah Omprok (Mahkota) Penari Gandrung dengan memilih Sutrisno, Suwari, Eko Susanto dan Sayun Sisiyanto sebagai narasumbernya. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) Observasi, (2) wawancara, (3) Dokumentasi, dan (4)Triangulasi, serta menggunakan Analisis Taksonomi Domain. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah: (1) alat dalam pembuatan Omprok Gandrung Banyuwangi dibagi menjadi dua kelompok, yaitu alat pokok berupa pahat, kuas, jarum, pisau, tindhih dan alat bantu pensil, batu asahan, penggaris. Bahan utama yang digunakan kulit sapi, spon matras. (2) Tahapan proses pembuatan Omprok Gandrung Banyuwangi, yaitu proses pemahatan, proses pewarnaan, proses pembuatan Kuluk, dan proses pembuatan hiasan yang terdiri dari Kembang Goyang, hiasan Gombyok, hiasan Pilis Stenlis, dan hiasan kaca. (3) Ornamen yang ada pada Omprok Gandrung Banyuwangi, yaitu Ornamen pilisan yang terdiri dari bidang pola pilis depan, pilis tengah dan pilis atas, Ornamen wayang Gatutkaca, Ornamen Gajah Uling, Ornamen Tebokan yang terdiri dari pola gunungan dan sabuk gombyok. (4) Makna dari Hiasan dan Ornamen Omprok Gandrung Banyuwangi yaitu bahwa pemimpin dan masyarakat yang mempunyai norma-norma sosial untuk bekerjasama mengatur wilayah Banyuwangi sebagai bentuk puji syukur kepada mahabesar akan anugrah yang diberikan.Kata Kunci : Kata kunci: Omprok, Gandrung, Banyuwangi. The research aimed to describe about, (1) the tools and materials in making Omprok Gandrung Banyuwangi, (2) the process of making Omprok Gandrung Banyuwangi, (3) ornament of Omprok Gandrung Banyuwangi, and (4) the meaning of Omprok Ornament Gandrung Banyuwangi. This study used a qualitative descriptive research. The subject of this study was Suwari, Eko Susanto, and Sayun Sisiyanto as the resource person to know making Omprok (crown) of Gandrung dancer. The collection of data in this study was performed with the techniques of: (1) observation, (2) interview, (3) documentation of (4) triangulation, and use the analysis domain taxonomi. The results of this study were (1) the tool of making Omprok Gandrung Banyuwangi divided into two groups a staple tool in the from of the chisel, brushes, needles, knives, tindhih and pencil tools, grindtones, stones, of a ruler. the main ingredient use cow leather, sponge mattresses. (2) The stages of making Omprok Gandrung Banyuwangi process which were the process of carving, coloring process, Kuluk making process, and decoration process consisting of Kembang Goyang, Gombyok ornament, Pilis Stenlis ornament, and glass decoration. (3) Ornaments in exist of Omprok Gandrung Banyuwangi were the pilisan ornament that was consisting of the pattern of front pilis, middle pilis and upper pilis, Gatut kaca ornaments, Ornament Gajah Uling, Ornament Tebokan consisting of gunungan and belt gombyok. (4) The meaning of embellishment and Omprok Gandrung Banyuwangi ornaments, namely the leaders and communities who had social norms to cooperate regulating the Banyuwangi region as a form of praise to the enormous as the grace given to us.keyword : Omprok, Gandrung, Banyuwangi.
Proses Pembelajaran Seni Rupa Melalui Metode Bercerita Di kelas V MIT Mardlatillah Salma Putri Nur r .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; Dra. Luh Suartini, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i1.13631

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskritif kualitatif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran seni rupa melalui metode bercerita di kelas V MIT Mardlatillah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui proses pembelajaran seni rupa melalui metode bercerita di kelas V MIT Mardlatillah, (2) mengetahui hasil gambar ilustrasi dalam pembelajaran seni rupa di kelas V MIT Mardlatillah. Data diperoleh dengan teknik obeservasi sebagai bahan penelitian, teknik wawancara untuk mendapatkan data tentang pendapat guru terkait dengan proses pembelajaran seni rupa melalui metode bercerita di kelas V Mit Mardlatillah Singaraja, teknik dokumentasi untuk memperoleh hasil yang dideskriptifkan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran seni rupa melalui metode bercerita di kelas V MIT Mardlatillah, sebagai berikut: 1). Proses pembelajaran seni rupa melalui metode bercerita dilakukan dalam satu model pembelajaran tematik, yang berkaitan dengan pembelajaran lainnya. Guru menggunakan media pembelajaran untuk memudahkan siswa dalam pemahaman materi ajar. 2) menganalisis hasil gambar ilustrasi secara deskriptif. Kata Kunci : pembelajaran, seni rupa, metode bercerita This research is a qualitative descriptive research, for describe the fine art learning process through telling stories method in class V MIT Mardlatillah. This research for (1) know the fine art learning process through telling stories method in class V MIT Mardlatillah, (2) To know the illustration drawing result in the fine art learning process through telling stories method in class V MIT Mardlatillah. The data were obtained by obeservation technique as research material, interview technique get to data about teacher's opinion to the fine art learning process through telling stories method in class V MIT Mardlatillah, documentation technique to obtain descriptive result. The results of research show that the fine art learning process through telling stories method in class V MIT Mardlatillah, as follows: 1). the fine art learning process through telling stories method is done in a thematic learning model, the relating other to learning. The teachers using learning media to facilitate students in the teaching materials understanding. 2) analyzing the illustration drawings result in descriptive. keyword : the learning, fine arts, telling stories method
MENGGAMBAR EKSPRESI BEBAS LUKIS KACA NAGASEPAHA PADA EKSTRAKURIKULER DI SMP N 3 SUKASADA Ketut Widiastra .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 8 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i3.13635

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan pendekatan deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penerapan metode ekspresi bebas lukis kaca Nagasepaha pada ekstrakurikuler di SMP N 3 Sukasada, (2) hasil belajar metode ekspresi bebas lukis kaca Nagasepaha pada ekstrakurikuler di SMP N 3 Sukasada. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini sebagai berikut: (1) penerapan metode ekspresi bebas lukis kaca Nagasepaha pada ekstrakurikuler di SMP N 3 Sukasada terdiri dari beberapa tahap pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk memantapkan siswa-siswi ke tujuan yang diharapkan dari kegiatan tersebut. Tahap pertama dalam pembelajaran diawali dengan pemberian gambaran umum oleh guru ke pada siswa-siswi mengenai metode ekspresi bebas seni lukis kaca Nagasepaha dan perlengkapan yang diperlukan dalam berkarya seni lukis kaca. Tahap selanjutnya diteruskan dengan pembelajaran praktek yang terdiri dari, pembuatan sketsa awal, pemindahan objek sketsa ke permukaan kaca, tahap pewarnaan, dan Finishing (sentuhan akhir pada karya). (2) Hasil belajar metode ekspresi bebas lukis kaca Nagasepaha pada ekstrakurikuler di SMP N 3 Sukasada ditunjukkan dari berbagai tema yang ditampilkan karya siswa-siswi. Meskipun guru telah memberikan kebebasan dalam menentukan tema, masih ada beberapa karya siswa-siswi yang menunjukkan objek pewayangan sekaligus menjadi ciri khas lukis kaca Nagasepaha. Tema dari karya lukis kaca siswa-siswi dikelompokan menjadi beberapa jenis yaitu, tema pewayangan dan tokoh mitologi, tema tokoh kartun (imajinatif), tema bunga, dan tema alam benda. Kata Kunci : lukis kaca, ekstrakurikuler This research was conducted based on qualitative descriptive approach, which aims to describe (1) the application of Nagasepaha glass- free expression method on extracurricular in SMP N 3 Sukasada, (2) the result of the study of Nagasepaha glass-free expression method on extracurricular in SMP N 3 Sukasada. The results obtained from this research are as follows: (1) the application of Nagasepaha glass-free expression method on extracurricular in SMP N 3 Sukasada consists of several learning stages. It aims to stabilize the students to the expected goals of the activity. The first stage of the lesson begins with giving the teacher an overview to the students about Nagasepaha's glass-free artistic expression method and the tools needed for painting glass. The next stage is continued with practical learning which consists of, initial sketching, sketch object transfer to the glass surface, staining stage, and Finishing (final touches to the work). (2) The result of Nagasepaha glass-free expression method study in extracurricular in SMP N 3 Sukasada is shown from various themes displayed by the students. Although the teacher has given freedom in determining the theme, there are still some works of students who show the puppet show as well as the hallmark of glass painting Nagasepaha. The themes of glass painting students are grouped into several types namely, puppet themes and mythological figures, themes, themes of cartoon characters (imaginative), themes of interest, and the theme of nature.keyword : glass painting, extracurricular
ANALISIS ESTETIK WPAP GRUP BELAJAR WPAP YUK I Putu Nana Partha Wijaya .; Drs. Hardiman, M.Si. .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i1.14838

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian bentuk deskriptif yang bersifat kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tujuan penelitian pertama dan kedua, yaitu mendeskripsikan unsur visual karya WPAP pada grup social media facebook “Belajar WPAP Yuk” serta mendeskripsikan unsur estetik pada karya WPAP grup social media facebook “Belajar WPAP Yuk”. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi biasa. Penentuan sampel data menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling yang dibatasi sesuai dengan pakem karya WPAP seperti tidak adanya garis curva dan bidang curva pada karya tersebut serta warna yang jauh dari kesan skintone. Sehingga dari proses penentuan sampel karya tersebut, penulis mendapatkan data karya WPAP pada grup “Belajar WPAP Yuk” sebanyak 205 karya WPAP. 205 karya WPAP tersebut di upload dari tanggal 26 maret- 26 april 2018. Data yang telah diperoleh dengan metode observasi biasa, disusun berdasarkan urutan masalah, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Haberman. Hasil Penelitian berupa (1) Unsur- unsur visual yang terdapat pada karya WPAP grup “Belajar WPAP Yuk” pada socialmedia facebook adalah sebagai berikut: unsur garis, unsur shape (bangun), unsur texture (rasa permukaan bahan), unsur warna, intensity/ chroma serta unsur ruang dan waktu (2) Unsur estetik pada karya- karya WPAP grup “BelajarWPAP Yuk” meliputi: dasar- dasar penyusunan (prinsip desain) dan hukum penyusunan (azas desain). Dasar- dasar penyusunan pada karya- karya WPAP grup “BelajarWPAP Yuk” adalah sebagai berikut: paduan harmoni (selaras), paduan kontras, paduan irama (repetisi), paduan gradasi (harmonis menuju kontras). Hukum penyusunan (asas desain) pada grup “BelajarWPAP Yuk” adalah sebagai berikut: asas kesatuan (unity), keseimbangan (balance), formal balance (keseimbangan formal), informal balance (keseimbangan informal), simplicity (kesederhanaan), emphasis (aksentuasi) serta proporsi. Kata Kunci : Kata kunci: analisis, estetik, visual, WPAP. This research is a qualitative descriptive. This study aims to described the visual elements of WPAP artwork on social media group facebook "Learn WPAP Yuk" and describe WPAP artwork from aesthetic elements in social media group WPAP facebook "Learning WPAP Yuk". This research used the usual observation data collection techniques. Determination of sample data using purposive sampling and snowball sampling techniques is limited in accordance with the characteristics of WPAP artwork such as not curve and color away from the impression of skintone. From the process of determining the sample of the WPAP artwork, the authors get data WPAP artwork on the group "Learning WPAP Yuk" as much as 205 artworks WPAP. 205 WPAP artworks are uploaded from 26 March - 26 April 2018. The data have been obtained by the usual observation method, arranged in order of problems, then analyzed with Miles and Haberman model. The results of the research are (1) The visual elements contained in WPAP's "Learning WPAP Yuk" on social media facebook is line elements, shape elements, elements of texture, color elements, chroma/ intensity, space and time elements. (2) The aesthetic elements of the WPAP's "BelajarWPAP Yuk" artworks include: basics of preparation (design principles) and constitution laws (design principles). The basics of the preparation of WPAP's "BelajarWPAP Yuk" artworks is harmony alloys, contrasting alloys, rhythmic alloys (repetitions), gradation alloys (harmonious to contrast). The law of composition (principle of design) in the "BelajarWPAP Yuk" group is as follows: unity, balance, formal balance, informal balance, simplicity, emphasis (accentuation) and proportion.keyword : analysis, aesthetic, visual, WPAP.