cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
BATIK SASAMBO DI DESA REMBITAN, PUJUT, LOMBOK TENGAH Amalia Ika Safitri .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i1.11399

Abstract

Batik Sasambo adalah batik khas provinsi NTB. Nama Sasambo diambil dari tiga etnis yang mendiami provinsi NTB yaitu Sasak di Lombok, Samawa di Sumbawa, dan Mbojo di Bima. Motif batik Sasambo berkaitan dengan budaya lokal khas NTB. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) sejarah keberadaan batik Sasambo di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah, (2) motif batik sasambo di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah, (3) makna yang terdapat dalam batik sasambo di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan samplenya adalah pengrajin batik Sasambo di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah dengan teknik (1) observasi untuk mengamati langsung keberadaan dan motif batik Sasambo, (2) wawancara untuk menggali informasi mengenai sejarah keberadaan, motif batik dan makna motif batik Sasambo, (3) dokumentasi untuk pengambilan gambar macam motif batik Sasambo dan juga hal-hal yang dianggap penting. Hasil penelitian ini adalah (1) Sejarah batik Sasambo berakar dari batik Jawa yang sudah berkembang sebelumnya di Lombok. (2) motif batik Sasambo terdiri dari motif pokok, motif pelengkap, motif isen-isen dan motif pinggiran. (3) makna yang terdapat dalam batik Sasambo sebagian besar ditunjukkan atau digambarkan nilai-nilai dan harapan-harapan masyarakat NTB terkait dengan kehidupan diantaranya berisi nilai-nilai persatuan, kerukunan, kemakmuran, keamanan dari bencana, sumber rejeki, perdamaian dan perlindungan. Saran untuk penelitian ini diharapkan meneliti batik Sasambo di Desa lain dari segi alat dan bahan serta proses pembuatan batik Sasambo, karena masih banyak hal yang belum bisa dikaji pada penelitian ini, dan perlu diadakan penelitian lebih lanjut. Kata Kunci : Lombok, batik, motif hias Sasambo batik is batik design provincial West Nusa Tenggara. Sasambo name is taken from the three ethnic inhabiting provincial West Nusa Tenggara namely Sasak in Lombok , Samawa in Sumbawa , and Mbojo in Bima. A batik sasambo pertaining to local culture typical West Nusa Tenggara. This research aimed to describe (1) the history about the existence of Sasambo batik at Rembitan village, Pujut, Central Lombok, (2) the motif of Sasambo batik at Rembitan village, Pujut, Central Lombok, and (3) the meaning conveyed in Sasambo batik at Rembitan village, Pujut, Central Lombok. Draft this research using qualitative sample descriptive with whom are craftsman batik Sasambo in the Rembitan village, Pujut , Central Lombok to technique ( 1 ) observation to observe live presence and a batik sasambo, ( 2 ) interview to obtain information on the history of existence , a batik and meaning a batik sasambo, ( 3 ) documentation for simulcast kinds of a batik sasambo and also things that are considered important. The result of the research showed that (1) the history of Sasambo batik sourced from Javanese batik improved earlier in lombok, (2) The motifs of Sasambo batik consisted of some main motifs, complementary motifs, isen-isen motifs, and marginal motifs, (3) the meaning conveyed in Sasambo batiks at Rembitan village, Pujut, Central Lombok mostly showed and described the values and wishes of the citizens in West Nusa Tenggara relating to life, such as the value of unity, harmony, prosperity, safety from disaster, fortune resource, peace, and security. This was in accordance with the characteristics of agrarian and coastal community who were communal to live their cultural life. keyword : Lombok, batik, decorative Motifs
KERAJINAN COR KUNINGAN DI DESA CINDOGO, KABUPATEN BONDOWOSO Alfan Hisbullah .; Drs. I Nyoman Sila,M.Hum .; I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i2.11409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) keberadaan kerajinan cor kuningan di Desa Cindogo, Kabupaten Bondowoso, (2) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan cor kuningan di Desa Cindogo, Kabupaten Bondowoso, (3 proses pembuatan kerajinan cor kuningan di Desa Cindogo, Kabupaten Bondowoso. (4) Jenis kerajinan yang dihasilkan dari kerajinan cor kuningan di Desa Cindogo, Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menujukkan (1) Keberadaan kerajinan cor kuningan yang merupakan kerajinan turun – temurun. Awal pembuatan kerajinan masih sangat sederhana dan pengerjaanya menggunakan alat tradisional. Pada tahun 1990 hingga sekarang perajin kuningan di Desa Cindogo Bondowoso mengalami kemajuan, alat yang digunakan sudah mengalami perubahan (modern), barang-barang yang dihasilkan semakin bervariasi.(2) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan cor kuningan antara lain: cetakan, penjepit, pengasah, saringan, tungku api, palu, gerinda, kowi, blower, kikir, pahat kuningan, spidol, mesin las listrik, mesin poles, mesin bor tangan, kompresor, kuas lukis, blender, tang, gunting kuningan, ampelas, lem kuning, batu hijau, gelput dan bahan yang digunakan adalah logam kuningan, malan, tanah liat, pasir halus, cat minyak, arang halus, serbuk brown, thinner, dan clear. (3) proses pembuatan kerajinan kuningan meliputi pembentukan cetakan, pelapisan, pemopokan, penjemuran, pembakaran dan peleburan, pengecoran, perbaikan, pengikiran, pembuatan motif (sketsa), mengukir, pemolesan, pewarnaan, dan finisihing. (4) jenis kerajinan kuningan yang dihasilkan antara lain: (fungsional) cetakan kue, nampan, kinangan (tempat menyirih), pot bunga, lampu tidur. (non fungsional), miniature kereta kencana, guci jumbo, vas india, garuda pancasila, hiasan dinding kepala kuda, patung ayam jago, patung angsa, patung harimau, patung bebek, patung burung merak dan patung rusa. Kata Kunci : Kerajinan cor kuningan, jenis produk, fungsi. This study aims to describe (1) the presence of brass casting in Cindogo Village, Bondowoso Regency, (2) tools and materials used in the manufacture of brass casting in Cindogo Village, Bondowoso Regency, (3 processes of brass casting in Cindogo Village, Regency of Bondowoso (4) The type of craft produced from the brass casting in Cindogo Village, Bondowoso Regency This research is descriptive qualitative research The data collection technique used is observation, interview, documentation and bibliography. The results of this study indicate (1) The existence of brass casting craft which is a handicraft hereditary. Early crafting is still very simple and the pengerjaanya using traditional tools. In 1990 until now the brass craftsmen in Cindogo Bondowoso Village progressed, the tools used have undergone a change (modern), the goods produced more varied, (2) tools and materials used in the manufacture of brass casting crafts, among others: mold, Clamps, sharpener, strainer, fireplace, hammer, grinder, kowi, blower, miser, brass chisel, marker, electric welding machine, polishing machine, hand drill machine, compressor, paintbrush, blender, pliers, brass scissors, Yellow, green stone, gelput and materials used are brass metal, malan, clay, fine sand, oil paint, fine charcoal, brown powder, thinner, and clear. (3) the process of making brass handicrafts including mold formation, coating, pitting, drying, burning and smelting, casting, repairing, thinking, making motifs (sketches), carving, polishing, coloring, and finisihing. (4) types of brass handicrafts produced, among others: (functional) cookie cake, tray, kinangan (place menyirih), flower pots, sleeping lights. (Non functional), miniature carriage, jumbo jar, vase india, garuda pancasila, horse head wall decoration, statue of rooster, goose statue, tiger statue, duck statue, peacock sculpture and deer statue. keyword : Brass casting, product type, function.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEKNIK LEMMILL PADA EKSTRAKURIKULER KALIGRAFI DI MIN SINGARAJA Babat Nufus T s .; Drs.Jajang S,M.Sn .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i3.11449

Abstract

Penelitian ini penelitian deskritif kualitatif, bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran ekstrakurikuler kaligrafi di MIN Singaraja. Data dikumpulkan menggunakan teknik pendokumentasian untuk memperoleh hasil yang akan di deskripsikan, teknik wawancara untuk mendapatkan data tentang pendapat guru terkait dengan proses pembelajaran Teknik Lemmill pada ekstrakurikuler kaligrafi di MIN Singaraja. Hasil penelitian tentang pelaksaanaan ekstrakurikuler kaligrafi di MIN Singaraja disusun dalam pola kegiatan sebagai berikut: 1). (a) peneliti menyiapkan alat dan bahan yang akan diberikan kepada guru pembina, sebagai bahan tugas pembelajaran teknik lemmill (b) guru menyiapkan kelas (c) mencatat atau mengisi daftar hadir anak-anak yang mengikuti pembelajaran kaligrafi teknik lemmill sekaligus pemberian media berupa tripleks dan contoh kaligrafi, (d) guru menjelaskan langkah-langkah pembuatan dan pengenalan contoh kaligrafi yang menggunakan teknik lemmill, (f) pembelajaran pemembuatan sket kaligrafi, (g) membuat adonan, menyiapkan bahan pewarna, dan menyiapkan adonan jadi kedalam plastik piping bag atas bimbingan dan pengawasan guru pembiming (h) membuat kaligrafi teknik lemmill, (i) pembersihan alat-alat, (j) efaluasi yang dilakukan oleh guru. Melalui proses tersebut akan tercipta sebuah pembelajaran skill dan inovasi kepada anak-anak. 2). Dari data hasil wawancara dengan pengajar didapatkan pernyataan bahwa pembelajaran ekstrakurikuler kaligrafi berbasis teknik lemmill ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kedepannya dan diharapkan siswa akan lebih berkreatifitas lebih lagi dan bagi guru pembina sebagai bahan acuan serta sebagai alternative dalam melakukan proses belajar mengajar khususnya seni kaligrafi, dan mendapatkan inovasi baru dalam berkarya, selain itu pada proses pembelajaran anak-anak yang mengikuti pembelajran teknik lemmill ini sangat berantusias dalam mengikuti pembelajaran dikarenakan dalam pelaksanaanya lebih kepada bermain sambil belajar. Kata Kunci : pelaksanaan pembelajaran, kaligrafi teknik lemmill This research is descriptive qualitative research, aimed to describe the implementation of extracurricular learning of calligraphy in MIN Singaraja. Data collected using documentation techniques to obtain the results to be described, interview techniques to obtain data about teacher opinions related to the process of learning Lemmill Technique on extracurricular calligraphy in MIN Singaraja. Results of research on the implementation of extracurricular calligraphy in MIN Singaraja are arranged in the following activity patterns: 1). (A) the researcher prepares the tools and materials that will be given to the teacher of the builder, as the material for the teaching of lemmill technique (b) the teacher prepares the class (c) records or fills the attendance list of children who follow the calligraphy learning of lemmill technique as well as the giving of plywood and (D) the teacher explains the steps of making and introducing examples of calligraphy using lemmill techniques, (f) learning of calligraphy sketches, (g) making dough, preparing dyes, and preparing the dough into plastic piping bag for guidance and Tutor teacher supervision (h) make calligraphy lemmill techniques, (i) cleaning tools, (j) the teacher's evaluations. Through the process will create a learning skill and innovation to children. 2). From the data of interviews with teachers, it was found that the extracurricular apocalypse learning based on lemmill technique is very beneficial for the future children and it is expected that the students will be more creative and more for the guidance teacher as reference material and as an alternative in doing the teaching learning process especially the art of calligraphy, And get a new innovation in the work, in addition to the learning process of children who follow learning lemmill technique is very enthusiastic in following the learning because in the implementation more to play while learning. keyword : learning implementation, calligraphy of lemmill technique
PATUNG BERBAHAN DASAR SERBUK GERGAJI KARYA SISWA SMAN 1 ASEMBAGUS, KABUPATEN SITUBONDO Yogi Pramana .; Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si .; I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i2.11450

Abstract

PATUNG BERBAHAN DASAR SERBUK GERGAJI KARYA SISWA SMAN 1 ASEMBAGUS, KABUPATEN SITUBONDO oleh Yogi Pramana, NIM 1312031004 Jurusan Pendidikan Seni Rupa ABSTRAK Penelitian ini berjudul patung berbahan dasar serbuk gergaji karya siswa SMAN 1 Asembagus, Kabupaten Situbondo, bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bahan dan alat yang digunakan dalam proses pembuatan patung berbahan dasar serbuk gergaji karya siswa SMAN 1 Asembagus, Kabupaten Situbondo, (2) proses pembuatan patung berbahan dasar serbuk gergaji karya siswa SMAN 1 Asembagus, Kabupaten Situbondo, (3) kendala yang dihadapi dalam proses pembuatan patung berbahan dasar serbuk gergaji karya siswa SMAN 1 Asembagus, Kabupaten Situbondo, (4) jenis patung apa saja yang dihasilkan oleh siswa SMAN 1 Asembagus, Kabupaten Situbondo. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis domain dan taksonomi. Hasil penelitian ini menujukkan (1) bahan dan alat yang digunakan dalam proses pembuatan patung berbahan dasar serbuk gergaji karya siswa SMAN 1 Asembagus, Kabupaten Situbondo, yaitu serbuk gergaji, air, lem kayu, kawat, kertas semen dan cat poster, Cutter, mangkok, ampelas, kuas tang, (2) proses pembuatan patung berbahan dasar serbuk gergaji karya siswa SMAN 1 Asembagus, Kabupaten Situbondo mengalami beberapa tahapan dimulai dari pemilahan serbuk gergaji, penyaringan serbuk gergaji, pembuatan kerangka, pembuatan adonan, penempelan adonan, penjemuran pertama, pembentukan patung, penjemuran kedua dan finishing, (3) kendala yang dihadapi dalam proses pembuatan patung berbahan dasar serbuk gergaji karya siswa SMAN 1 Asembagus, Kabupaten Situbondo yaitu dari segi cuaca, jam pelajaran yang terlalu singkat dan serbuk gergaji yang kasar.(4) jenis patung apa saja yang dihasilkan oleh siswa SMAN 1 Asembagus, Kabupaten Situbondo terdiri dari dua jenis yaitu patung berjenis Zounde Bosse yang merupakan bentuk patung yang berdiri sendiri dan terlepas dari sisi kanan dan kirinya. Jenis patung yang kedua berupa relief, yaitu bentuk patung yang menempel pada permukaan dinding. Relief tersebut tergolong pada relief berjenis Bas-relief , yaitu jenis relief dengan ukiran yang sedikit menonjol dari dasar permukaan dinding. Kata Kunci : Kata kunci: patung, serbuk gergaji, THE STATUE MADE OF SAWDURT BY STUDENTS OF SMAN 1 ASEMBAGUS, SITUBONDO REGENCY by Yogi Pramana, NIM 1312031004 Fine Art Education Departement ABSTRACT The title of the research is the statue made of sawdart by student of SMAN 1 Asembagus, Situbondo Regency, the aims to ( 1 ) describe about the materials and tools to use in process to make the statue made of sawdurt by students of SMAN 1 Asembagus, Situbondo Regency, ( 2 ) the process to make the statue made of sawdurt by students of SMAN 1 Asembagus, Situbondo Regency, ( 3 ) the obstacles encountered in the process to make the statue made of sawdurt by students of SMAN 1 Asembagus, Situbondo Regency, ( 4 ) what kind of statue is produced by students of SMAN 1 Asembagus, Situbondo Regency. This research is qualitative descriptive research. The tecniques of data collection used in the research are observation, interview, documentation, and literature. The techniques of data analysis in this research is domain analysis and taxonomy. The results of the research show ( 1 ) the materials and tools use in the process of make the statue made of sawdurt by students of SMAN 1 Asembagus, Situbondo Regency are sawdurt, water, wood glue, wire, cemen paper, poster paint, cutter, bowl, sandpaper, brush and pilers, ( 2 ) process to make the statue made of sawdurt by students of SMAN 1 Asembagus, Situbondo Regency experience several stage starting from the selection of sawdurt, the filtering of sawdurt, creation of the frameworn, making dough, pasting of dough, the first drying, the establishment of statue, the second drying and finishing, ( 3 ) the obstacles encountered in the process to make the statue made of sawdurt by students of SMAN 1 Asembagus are terms of weather, time of the lerson is too short, and sawdurt is rough, ( 4 ) what kind of statue is produced by students of SMAN 1 Asembagus, Situbondo Regency it consists of two types, suchas Zounde Bosse statue which is a form the right and left. The second type of statue in the form of relief, the shape of the statue attached to the surface of the wall. Relief is pertained to the relief typeBas-Relief such as. Type of relief with a slightly rotruding engraving from the base of the wall surface. keyword : The keywords : statue, sawdurt
Pembelajaran Relief Plastisin Kelompok B di TK Negeri Pembina Singaraja Dedy Nur Saputra .; Dra. Luh Suartini .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i2.11453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Mengetahui alat dan bahan yang dipergunakan dalam pembelajaran relief plastisin di TK Negeri Pembina Singaraja (2) Mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran relief plastisin di TK Negeri Pembina Singaraja, dan (3) Mengetahui hasil karya pembelajaran relief plastisin anak–anak di TK Negeri Pembina Singaraja. Penelitian ini merupakan penelelitian survei dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian dilakukan melalui wawancara dan penyebaran angket, dilanjutkan dengan observasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian yang diperoleh, (1) Alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran relief plastisin di TK Negeri Pembina Singaraja antara lain alat (gergaji, kater, ember, penggaris, pensil), bahan (plastisin, triplek). (2) Proses pembelajaran relief plastisin dilakukan dengan metode demonstrasi. Guru menyiapkan media dan perlengkapan pembelajaran, kemudian mendemonstrasikan cara penggunaan media, serta membimbing siswa dalam pembelajaran relief plastisin, selesai pembelajaran, guru melakukan evaluasi terhadap karya anak-anak. (3) Hasil karya relief plastisin anak-anak kelompok B4 TK Negeri Pembina Singaraja beranekaragam. Sesuai dengan kurikulum di sekolah (rumah, pemandangan alam laut, kebudayaan, tumbuhan, hewan) kemudian dianalisis menurut teori perkembangan kesenirupaan anak Victor Lowenfield dan diperoleh hasil sebagian besar karya anak-anak TK Negeri Pembina Singaraja sudah sangat baik dengan penguasaan garis, warna, ruang/bidang serta tema yang diajarkan di sekolah. Kata Kunci : Pembelajaran, relief, plastisin. This study aimed to investigate certain objectives of study, namely: (1) to know tools and materials used in the learning of plasticine relief at TK Negeri Pembina Singaraja; (2) to know a process of implementation of learning plasticine relief at TK Negeri Pembina Singaraja; (3) to know students’ results of performances in learning plasticine relief at TK Negeri Pembina Singaraja. This study used a survey research using a qualitative research approach to conduct the study. In addition, this study was executed by applying interviews, questionnaires, observations, and documentations. The study shows certain results of investigation, namely: (1) in learning plasticine relief, saw, knife, bucket, ruler, and pencil belonged to tools of learning; whilst, plasticine and plywood belonged to materials of learning. (2) Process of learning plasticine relief was conducted in demonstration method. In relation to this point, a teacher prepared learning media and others learning equipment; demonstrated ways of using leaning media; and, guided students in learning plasticine relief. At the end of the class, the teacher conducted an evaluation toward students’ results of performances. (3) Results of students’ performances were diverse related to certain themes used, such as: houses, ocean sceneries, cultures, trees, and animals. Furthermore, results of students’ performances were analyzed based on theory of development of childhood art stated by Victor Lowenfield. Moreover, results of data analysis shows that most results of students’ performances are very good in related to certain applications of elements, like lines, colors, spaces/fields, and themes. keyword : learning, relief, plasticine
PROFIL PELUKIS NUSA PENIDA I Komang Wikrama .; Drs. I Ketut Supir, M.Hum .; Drs. I Nyoman Sila,M.Hum .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i2.11454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan biografi pelukis Nusa Penida, (2) mendeskripsikan konsep berkarya pelukis Nusa Penida, (3) mendeskripsikan tema dan gaya karya pelukis Nusa Penida. Sumber data berasal dari hasil observasi, wawancara langsung kepada pelukis Nusa Penida dan praktisi seni, dokumentasi, buku, katalog pameran dan koran. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah: 1) biografi pelukis Nusa Penida meliputi, I Made Sumerta, pelukis yang menetap di Nusa Penida, lahir di Nusa Penida, 28 September 1974, I Putu Sudiana, pelukis yang menetap di luar Nusa Penida, lahir di Nusa Penida, 30 Desember 1972, Michael John Apleton, pelukis yang menetap di Nusa Penida, lahir di Inggris, 19 Mei 1951. 2) konsep berkarya I Made Sumerta mengusung konsep Tri Hita Karana dan gerak tubuh manusia, I Putu Sudiana mengusung konsep spiritual alam Nusa Penida dan kehidupan sosial, Michael John Appleton mengusung konsep lingkungan alam. 3) tema dan gaya yang diusung oleh I Made Sumerta yaitu tema keagamaan dan tema lingkungan alam, dengan gaya ekspresif, surealis dan gabungan antara ekspresif dan abstraksi, I Putu Sudiana mengusung tema spiritual dan sosial budaya dengan gaya abstrak dan abstraksi, Michael John Appleton mengusung tema lingkungan alam dan potret, dengan gaya realis dan naturalis.Kata Kunci : Pelukis Nusa Penida, Biografi, Tema dan Gaya The purpose of this study is to (1) describe the biography of Nusa Penida artist, (2) describe the concept creations of Nusa Penida artist, (3) describe the theme and style the creations of Nusa Penida artists. The resources of data is taken from the result of observation, direct interview with the Nusa Penida’s artists and art practitioners, documentation, books, exhibitions catalog, and magazine. The finding results of this study is: 1) biography of Nusa Penida artist include, I Made Sumerta, painters in Nusa Penida, was born in Nusa Penida, on 28 September 1974, I Putu Sudiana, painter in beyond of Nusa Penida, was born in Nusa Penida on 30 December 1972, Michael John Appleton, painter in Nusa Penida which born in English 19 May 1951. 2) concept creations of I Made Sumerta carries concept of Tri Hita Karana and movement body of human, I Putu Sudiana carries concept of spiritual nature of Nusa Penida and social lifes, Michael John Appleton carries concept of nature environment. 3) theme and style the creations of I Made Sumerta carries theme of religious and theme of nature environment, with style expressive, surrealist and combination between expressive and abstract, I Putu Sudiana carry theme spiritual and social culture with style abstract and abstraction, Michael John Appleton carry theme nature environment and portrait with style realist and naturalist.keyword : Nusa Penida artist, biography, theme and style
PEMBUATAN PEWARNA ALAMI UNTUK ALTERNATIF PEWARNA BERBASIS AIR I Ketut Dedi Susiawan .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i3.11483

Abstract

Pembuatan pewarna alami untuk alternatif pewarna berbasis air merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui (1) bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami untuk alternatif pewarna berbasis air (2) alat yang digunakan dalam pembuatan pewarna alami untuk alternatif pewarna berbasis air (3) proses pembuatan pewarna alami untuk alternatif pewarna berbasis air (4) warna yang dihasilkan dari pewarna alami untuk altenatif pewarna berbasis air pada media kertas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, pembuatan pewarna alami, dan uji pewarna alami pada media kertas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bahan alami yang digunakan adalah warna merah dari kembang kertas, warna biru dari bunga telang, warna kuning dari kunyit, warna hijau dari daun suji dan daun katuk, warna cokelat dari buah tinta dan biji kluwak, warna hitam dari arang (2) alat dan bahan yang digunakan adalah cobek dan ulekan, mangkok, saringan, pisau (3) proses pembuatan pewarna alami dengan proses ekstraksi melalui dua tahap yaitu penghalusan bahan dan penyaringan (4) hasil pewarna alami yang diterapkan pada media kertas yaitu bunga kertas menghasilkan warna merah muda, bunga telang menghasilkan warna biru muda, kunyit menghasilkan warna kuning oranye sampai kuning kecokelatan, daun suji menghasikan warna hijau muda, daun katuk menghasilkan warna hijau cerah sampai hijau tua, biji kluwak menghasilkan warna coklat tua, buah tinta menghasilkan warna cokelat tua, arang menghasilkan warna hitam pekat. Kata Kunci : pewarna alami, alternatif pewarna berbasis air The made of natural dyes for alternative dyes on water-based was a research experiment, which aimed at knowing (1) material of nature that could be used as a natural dye to alternative of a water-based, (2) the tool used in the manufacture of natural dyes for alternative of a water-based, (3) the process of making natural dyes for alternative of a water-based, and (4) the color produced from natural dyes for alternatives of a water-based on the media. The research was a descriptive qualitative research. The accumulations data were done by using observation, the creation of a natural dye, and a natural dye on the media. This research result indicated that (1) natural materials used were the red colors of the development of the paper, the blue color of Telang, the yellow color of turmeric, green color from the leaves of Suji. and leaf of Katuk, the brown color of the ink and seeds of Kluwak, black from charcoal, (2) the tools and materials used were mortar and see "ulekan", bowl, sieve, (3) the process of making natural dyes with extraction process through two stages, namely, refining materials and the screening and (4) the results of a natural dye were applied to the media of Bougenvilleproduced the color of pink, Telang produced a navy blue, turmeric produced orange yellow to amber, Suji leaf produced color of green, leaf of Katuk produced green light to dark green vegetables, seeds of Kluwak produced a dark brown color, fruit of ink produced the color of dark brown, charcoal produced the color black.keyword : natural dyes, alternative color.
Karya Seni Kayu di Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng Komang Marta Wira Miharja .; Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i2.11507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang: (1) Bahan dan alat yang digunakan dalam membuat karya seni kayu di Desa Busungbiu Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. (2)Proses pengolahan akar kayu di Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu,Kabupaten Buleleng (3)Bentuk karya seni akar kayu di Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pemilik dan pengrajin kayu di Desa Busungbiu , Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik, observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah (1) analisis domain dan (2) analisis taksonomi. Hasil penelitian ini adalah: (1) Bahan yang di gunakan dalam Pembuatan Karya Seni Kayu yaitu bahan baku akar kayu : akar kayu jati, akar kayu intaran, akar kayu mangga, akar kayu jabon. Bahan penunjang: Kapur. Alat yang digunakan dalam pembuatan karya seni akar kayu, antara lain : Gergaji mesin, mesin gerinda, cekrek (mata gerinda berupa pahat), mata gerinda amplas. (2) Proses pembuatan Karya Seni Kayu diawali dengan proses menentukan bahan, proses pembuatan sketsa, proses pembentukan global, proses pembentukan dan mencoak. (3) Bentuk karya seni :bentuk kontemporer mengikuti bentuk akar kayu yang di gunakan dalam bentuk abstrak yang menyerupai angka 69, bentuk hati, bentuk tribal, bentuk termbu karang, bentuk daun, bentuk angka 88. Kata Kunci : Kata kunci: karya seni , akar kayu, seni rupa This research aims to obtain information about: (1) the ingredients and the tools used to create the works of art the wood in the village of Busungbiu Busungbiu, Buleleng Regency. (2)processing the root of the wood in the village of Busungbiu, Busungbiu,Buleleng Regency (3)form of the works of art the root of the wood in the village of Busungbiu, Busungbiu, Buleleng Regency. This research is a descriptive research with qualitative approach. The subject of this research is the owner and craftsmen art wood in the village of Busungbiu , Busungbiu, Buleleng Regency. Data Collection in this research done with the technique, observation, interview, documentation, and literature. The instrument used is (1) the instrument of observation, interview instrument, instruments documentation and bibliographical instruments. Analysis of the data used is (1) domain analysis and (2) taxonomy analysis. The results of this research are: (1) the material in use in the making of the Art Works wood namely raw wood root : root teak wood intaran, roots, root wood, mango wood jabon roots. Support materials: chalk. The tools used in the making of the art works root wood, among others : Saws, machine grinding machine, cekrek (eyes grinding in the form of sculpture), the eyes of the grinding abrasives, . (2) the process of making the Art Works wood begins with the process of determining the ingredients, making process of etching, the process of the formation of a global process of formation and mencoak. (3) the form of the art works wood, contemporary form follow the root form of wood in use in the form of abstract that resembles the number 69, the form of the heart, the form of tribal, form termbu coral reefs, leaf structure, Numbers 88. keyword : Key Words: art work , the root wood, art
Dawang-Dawang Di Buleleng Harta Diwanda Kadek .; Dr. Drs. I Nyoman Sila, M.Hum. .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i3.12174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk dawang-dawang di Buleleng, (2) fungsi dawang-dawang di Buleleng, (3) makna dawang-dawang di Buleleng. Sasaran penelitian ini adalah dawang-dawang yang ada di daerah Buleleng. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukaan dengan teknik (1) observasi,untuk mendapatkan data mengenai bentuk, fungsi,dan makna dawang-dawang (2) wawancara,untuk menggali lebih dalam informasi tentang bentuk, fungsi dan makna dawang-dawang (3) dokumentasi,untuk mendapatkan foto dawang-dawang yang ada di Buleleng (4) dan kepustakaan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan cara (1) analisis domain,untuk mendapatkan gambaran umum mengenai bentuk dawang-dawang (2) dan analisis taksonomi, untuk mengurai lebih rinci mengenai bentuk dawang-dawang. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Bentuk dawang-dawang mengambil wujud dari manusia yang berpasangan yaitu laki-laki dan perempuan, yang dibuat dari bahan bambu dengan cara dianyam dan dibungkus dengan kertas dan kain. Pada bagian kepala diberi topeng sesuai dengan karakter wajah laki-laki dan perempuan. (2) Fungsi dawang-dawang pada upacara ngaben utama di Buleleng ada tiga, yaitu fungsi religius, fungsi sosial, dan fungsi estetika. Dimana fungsi religius dawang-dawang sebagai pelengkap sarana upacara ngaben dan juga sebagai penuntun jalan roh/atma menuju surga. Sebagai fungsi estetik dawang-dawang adalah sebagai media hiburan, dimana dawang-dawang memiliki unsur keindahan didalam segi seni yang dipertontonkan dalam upacara ngaben di Buleleng, fungsi sosial dari dawang-dawang yaitu sebagai media bersedekah bagi pihak penyelenggara upacara ngaben. (3) Makna dawang-dawang adalah sebagai simbol Rwa Binedha yaitu dua hal berbeda yang selalu berdampingan di dunia ini, serta makna Purusa dan Pradana yaitu simbol laki-laki dan perempuan. Kata Kunci : Dawang-dawang, bentuk, fungsi, makna This research aimed to describe (1) Dawang-dawang form of Buleleng, (2) The function of Dawang-dawang in Buleleng, (3) the meaning of Dawang-dawang in Buleleng. The research was Dawang-dawang in Buleleng. This research was qualitative description. The collecting data of this research was implemented by the technique (1) The observation was to obtain data of the form, the function, and the meaning of Dawang-dawang. (2) The interviewing was to explore more information about the form. (3) The documentation was to take a dawang-dawang’s photo of Buleleng (4) The reference/ the bibliographer. The collecting data was analyzed such as : (1) The domain analysis was to obtain general describing of the Dawang-dawang’s form (2) The Taksonomy analysis was to explain more details of The Dawang-dawang ‘s form. The result of research showed that (1) The form of Dawang-dawang took of the human’s being partner’s form with the boy and the girl were made from the bamboo’s plaiting and wrapped by paper and cloth. The part of head was the mask form . according to the character of boy’s face and the girl’s face. (2) the function of Dawang-dawang for the main of cremation ceremony of Buleleng such as ; the religious, social, and aesthetics’s function. Which the function of Dawang-Dawang’s religious as the material’s completing of the cremation ceremony. And also to guide the soul of the human’s being to the heaven. As the function of Dawang-dawang’s aesthetic was as entertainment’s media , which The dawang-dawang had the beauty of art that showed of the cremation ceremony in Buleleng regency, the social’s function of Dawang-dawang as media’s charity for the committee’s cremation ceremony. (3) the meaning of Dawang-dawang was as Rwa Binedha’s symbol ( two character of the different human’s being that always related in the world, and the meaning of Purusa and Pradana such as Boy and Girl’s symbol. keyword : Dawang-dawang , Form, Function, Meaning
TENUN ENDEK MASTULI DI DESA KALIANGET, KECAMATAN SERIRIT, KABUPATEN BULELENG Gede Wijana .; Dr. Drs. I Nyoman Sila, M.Hum. .; Dra. Luh Suartini, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i2.12214

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, bertujuan untuk mendeskripsikan (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan kain tenun endek mastuli di desa Kalianget, kecamatan Seririt, kabupaten Buleleng, (2) cara pembuatan kain tenun endek mastuli di desa Kalianget, kecamatan Seririt, kabupaten Buleleng, (3) jenis-jenis motif yang terdapat pada kain tenun endek mastuli di desa Kalianget, kecamatan Seririt, kabupaten Buleleng. Hasil penelitian menunjukkan (1) alat yang digunakan dalam proses pembuatan kain tenun endek mastuli di desa Kalinget adalah ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), pengeliingan (undar dan pengeretekan), palet, pencatrian, penamplikan, gegirik, pemapalan, pengeboman, penyucukan, meteran, dan gunting. Sedangkan bahan yang digunakan adalah benang mastuli (sutera), pewarna sintetis basa (basis dye), dan asam cuka (acitec acid). (2) proses pembuatan kain tenun endek mastuli di desa Kalianget terdiri dari, pewarnaan benang lungsin, ngebom, nyucuk, ngeliing benang pakan, mebed, pewarnaan benang pakan, nyatri, mapal, ngeliing pakan siap tenun, dan menenun. (3) jenis-jenis motif hias yang terdapat pada kain tenun endek mastuli di desa Kalianget adalah keplok/ceplok, keplok/ceplok kurung, dobol, dobol endek, pelangi, penyu, cegcegan, pot sungenge, dan pinggiran. Kata Kunci : tenun endek, mastuli, motif hias. This research is descriptive qualitative research. The purpose of this study is to describe (1) the tools and materials used in the process of making endek mastuli weave in Kalianget village, Seririt sub-district, Buleleng regency, (2) the way of making woven endek mastuli in Kalianget village, Buleleng regency, (3) the types of motifs that are found in the woven fabric of endek mastuli in Kalianget village, Seririt sub-district, Buleleng regency. The results of this study showed that (1) the tools used in the process of making woven fabric endek mastuli in Kalianget village are ATBM (traditional tool for weave), pengeliingan (undar and pengeretekan), palet, pencatrian, penamplikan, gegirik, pemapalan, pengeboman, penyucukan, gauge and cutter. While the materials used are yarn mastuli (silk), synthetic dyes base (basis dye), and acetic acid. (2) the process of making woven fabrics endek mastuli in Kalianget village consists of dyeing of warp yarn, ngebom, nyucuk, ngeliing yarn, roll up (mebed), coloring yarn feed, nyatri, mapal, ngeliing weft ready feed, and weave. (3) the types of decorative motifs that are found in the woven fabric of endek mastuli in Kalianget village are keplok/ceplok, keplok/ceplok kurung, dobol, dobol endek, pelangi, penyu, cegcegan, pot sungenge, and pinggiran. keyword : weaving endek, mastuli, decorative motif.