cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
OKOKAN (SEBUAH TINJAUAN SENI RUPA) Ni Putu Wikantariasih .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg. .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i1.14976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) unsur-unsur visual Okokan di Banjar Dinas Dukuh Belong, Desa Baturiti, Kerambitan, Tabanan (2) dan unsur-unsur estetik Okokan yang terdapat di Banjar Dinas Dukuh Belong, Desa Baturiti, Kerambitan, Tabanan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah pengrajin Okokan dan pengurus kesenian Okokan Banjar Dinas Dukuh Belong, Desa Baturiti, Kerambitan, Tabanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik (1) observasi, (2)wawancara, (3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan cara (1) reduksi data, (2) display atau penyajian data, (3) dan menarik kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Unsur-unsur visual Okokan di Banjar Dinas Dukuh Belong, Desa Baturiti, Kerambitan,Tabanan dapat dilihat melalui perbedaan bahan, warna, bentuk dan hiasan atau motif Okokan. Perbedaan Okokan yang diperagakan untuk upacara keagamaan yang terletak pada bahan, warna, bentuk Okokan bagian atas yaitu bagian Kuping yang tidak metias dengan motif karang boma. Sedangkan Okokan yang digunakan hanya sebagai hiburan atau hiasan di bagian atasnya yaitu pada bagian kuping yang metias dan menggunakan berbagai variasi bentuk di bagian atas (kuping) Okokan serta menggunakan variasi warna dengan motif pewayangan, karang boma, barong, celuluk dan lain sebagainya sesuai dengan pesanan pelanggan. (2) Unsur utama dalam pembuatan Okokan yang diperagakan untuk upacara keagamaan terletak pada unsur suara atau bunyi dari Okokan tersebut. Motif atau hiasan Okokan yang diperagakan untuk upacara keagamaan tidak mengutamakan nilai estetik, namun mengutamakan makna dari motif yang digunakan sehingga Okokan tersebut terlihat seperti hidup (Metaksu) dan disakralkan. Sedangkan Okokan yang diperagakan sebagai hiburan atau hiasan rumah tidak mengutamakan suara atau bunyi dari Okokan tersebut. Namun mengutamakan unsur estetik dari Okokan ini, yaitu dari segi pemilihan warna, bentuk Okokan yang simetris dan motif Okokan mengikuti bentuk Okokan tersebut. Simetris mengisyaratkan bahwa belahan kiri dan kanan dari setiap objek seni dibuat harus sama. Sama dalam hal ukuran, arah yang mengikuti prinsip pencerminan (reflektif) dan sama dalam hal bentuk.Kata Kunci : Okokan, Tinjauan, Visual, dan Estetik This study aims to find out (1) visual elements of Okokan in Banjar Dinas Dukuh Belong, Desa Baturiti, Kerambitan, Tabanan (2) and aesthetic Okokan elements in Banjar Dinas Dukuh Belong, Desa baturiti, Kerambitan, Tabanan. The approach used is qualitative descriptive approach. The target of this research is artisans Okokan and art administrators Okokan Banjar Dinas Dukuh Belong, Desa baturiti, Kerambitan, Tabanan. This research is a qualitative descriptive study. Data collection in this research using technique (1) observation, (2) interview, (3) documentation, and (4) bibliography. The data collected is then analyzed by (1) data reduction, (2) display or presentation of data, (3) and drawing conclusions or verifying data. The results showed that (1) visual elements of Okokan in Banjar Dinas Dukuh Belong, Desa baturiti, Kerambitan, Tabanan can be seen through material, color, shape and decoration or Okokan motif. Differences Okokan that is exhibited for religious ceremony that lies in the material, color, shape Okokan the upper part of the Ear that is not a metias with karang boma motif. While Okokan is used only as an entertainment or decoration on the top is on the ears of the metias and using a variety of forms on the top (ear) Okokan and use color variations with pewayangan motifs, karang boma, barong, celuluk and so forth according to the order customer. (2) The main ingredient in the making of Okokan which is exhibited for religious ceremonies lies in the sound element or sound of the Okokan. Okokan motifs or decorations that are exhibited for religious ceremonies do not give priority to aesthetic values, but prioritize the meaning of the motives used so that the Okokan looks like life (Metaksu) and is sacred. While Okokan is exhibited as entertainment or home decoration does not give priority to the sound or sound of the Okokan. But prioritize the aesthetic element of this Okokan, namely in terms of color selection, form Okokan symmetrical and Okokan motifs follow the form Okokan it. Symmetrical hints that the left and right hemispheres of each art object are created must be the same. Same in size, the direction that follows the principle of reflection and the same in terms of form.keyword : Okokan, Review, Visual, and aesthetic
METODE PEMBELAJARAN DEKORASI KERAMIK TEKNIK MARBLE DI SMK NEGERI 1 SUKASADA Gde Deny Gita Pramana .; Dra. Luh Suartini, M.Pd. .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i2.14977

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi metode pembelajaran guru DPK Keramik menempatkan peranan guru lebih dominan dibandingkan siswa. Dekorasi keramik yang dibuat, mengolah keramik sebagai fungsi pakai. Bentuk penelitian adalah deskriptif yang bersifat kualitatif. Bertujuan untuk mendeskripsikan tujuan penelitian pertama sampai dengan ketiga, yaitu (1) menerapkan metode pembelajaran dekorasi keramik teknik marble di SMK Negeri 1 Sukasada, (2) mendeskripsikan keunggulan dan kelemahan metode pembelajaran dekorasi keramik teknik marble di SMK Negeri 1 Sukasada, (3) mendeskripsikan hasil penerapan dekorasi keramik teknik marble di SMK Negeri 1 Sukasada. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan objek penelitian adalah guru dan siswa di jurusan DPK Keramik kelas XI. Hasil penelitian ini adalah (1) data berupa dokumentasi dan deskripsi proses guru dalam menerapkan metode pembelajaran dekorasi keramik teknik marble, yaitu dengan metode yang berpusat pada guru (ceramah dan demonstrasi) yang selanjutnya metode yang dipusatkan kepada siswa (eksperimen, mengajar sesama teman, metode drill dan elaborasi). (2) dari proses guru menerapkan metode maka didapat keunggulan dan kelemahan metode pembelajaran dekorasi keramik teknik marble, metode dengan keunggulan paling banyak adalah eksperimen yaitu 8 keunggulan dan metode dengan kelemahan terbanyak adalah metode ceramah dengan 6 kelemahan. (3) hasil penerapan metode pembelajaran dekorasi keramik teknik marble berupa benda keramik yang sudah diberikan dekorasi marble, karya siswa dengan metode drill dan eksperimen yang diberikan guru, sudah menunjukkan keberhasilan penerapan dekorasi teknik marble. Kata Kunci : Kata- kata kunci: metode pembelajaran, dekorasi keramik, teknik marble This research is based on learning method of teacher of DPK Ceramic put role of teacher more dominant than student. Ceramic decorations are made, ceramic processing as a function of wear. The form of research is descriptive that is qualitative. Aiming to describe the purpose of the first study to the third, namely (1) applying the marble ceramic decoration learning method in SMK Negeri 1 Sukasada, (2) describing the advantages and disadvantages of marble ceramic decoration learning method at SMK Negeri 1 Sukasada, (3 ) describes the result of application of ceramic decoration of marble technique at SMK Negeri 1 Sukasada. This study uses observation data collection techniques, interviews, and documentation with the object of research are teachers and students in the department of Class XI Ceramics. The results of this research are (1) data in the form of documentation and description of teacher process in applying marble ceramic decoration teaching method, that is with teacher-centered method (lecture and demonstration), then the method which is centered to the students (experiment, drill and elaboration). (2) from the process of applying the method teacher then obtained the advantages and disadvantages of marble ceramic decoration learning method, the method with the most advantage is the experiment that is 8 advantages and the method with the most weakness is the lecture method with 6 weaknesses. (3) result of application of marble decoration technique method of marble ceramic that have been given marble decoration, student work with drill method and experiment given by teacher, has shown success of marble technique application implementation. keyword : Keywords: learning method, ceramic decoration, marble technique
ANALISIS GAMBAR EKSPRESI BEBAS SISWA SMALB B NEGERI SINGARAJA Abdullah .; Dr. Drs. I Nyoman Sila, M.Hum. .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 8 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i3.14979

Abstract

Permasalahan yang terjadi di SMALB B Negeri Singaraja adalah dalam proses pembelajaran, guru sangat jarang memberikan kebebasan siswa untuk menggambar, kebanyakan guru menentukan tema dalam proses pembelajaran menggambar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tema gambar ekspresi bebas siswa SMALB B Negeri Singaraja (2) makna gambar ekspresi bebas siswa SMALB B Negeri Singaraja. Subjek penelitaian adalah siswa kelas X-XII SMALB B Negeri Singaraja. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) tema gambar ekspresi bebas siswa SMALB B Negeri Singaraja, pemandangan gunung dan laut, lingkungan sekitar, alamku, gambar bentuk/alam benda, flora dan faun; (2) makna gambar siswa SMALB B Negeri Singaraja, diperoleh dari gambar karya siswa SMALB B Negeri Singaraja siswa cenderung hanya menyampaikan hal-hal atau sesuatu di sekitar mereka yang sering dilihat maupun dijumpai. Selain itu, beberapa gambar siswa yang mencoba memberikan makna pada gambarnya seperti rasa suka atau ketertarikan terhadap sesuatu, ajakan untuk menjaga lingkungan dan mengenalkan jati diri mereka kepada masyarakat. Kata Kunci : Analisis, Gambar ekspresi bebas Problems that occurred in SMALB B Negeri Singaraja is in the process of learning teachers very rarely give students the freedom to draw, most teachers determine the theme in the process of learning to draw. This study aims to describe (1) the free expression image theme made by student in SMALB B Negeri Singaraja, (2) the free expression image meaning made by student in SMALB B Negeri Singaraja. The subject of this study is students in grade X-XII of SMALB B Negeri Singaraja. Several methods, observation, interview, documentation, and literature documents were used in gaining the data. The result of the study shows that (1) The free expression image theme made by student in SMALB B Negeri Singaraja are: mountain and sea views, surrounding environment, nature, image of natural or object forms, flora and fauna; (2) It is found that the free expression image meaning made by student in SMALB B Negeri Singaraja are to express things that can be seen or met surround them. Besides, some of the images try to convince a sense of love or interest in something, invitation to protect the environment and introduce their identity to the community.keyword : Analysis, Image of free expression
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBENTUK GAMBAR BINATANG REALIS DAN GAMBAR BINATANG KARTUN TERHADAP KEGIATAN MENGGAMBAR ANAK - ANAK DI TK PRA WIDYA DHARMA KEMBANGSARI KINTAMANI I Kadek Budiana .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 8 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i3.15147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses penggunaan media pembelajaran contoh gambar binatang realis dan gambar binatang kartun di TK Pra Widia Dharma, (2) mendeskripsikan hasil belajar dengan metode mencontoh gambar binatang realis dan gambar binatang kartun. Penilitan ini adalah penelitian deskriptif dengan model pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Langkah – langkah penelitian dilakukan dengan (1) merencanakan model pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berupa gambar contoh binatang realis dan gambar kartun, (2) membuat media pembelajaran berupa gambar binatang kartun dan realis. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif Hasil penelitan ini adalah (1) gambar contoh yang diberikan banyak yang di kembangkan oleh anak – anak (2) pengembangan gambar contoh paling banyak yang dilakukan anak adalah menambahkan gambar benda atau kegiatan keseharian mereka atau pengalaman yang menurut mereka berkesan seperti gambar ogoh – ogoh karena pada saat penelitian masih suasana hari raya nyepi. Kata Kunci : Kata kunci: media pembelajaran, gambar binatang realis, gambar binatang kartun. . This study aims to (1) describe the process of using learning media of examples of realist animal images and cartoon animal images in Pra-Widya Dharma kindergarten, (2) to describe learning outcomes with the method of modeling realist animal pictures and cartoon animal images. Research is a descriptive research with a qualitative approach model. Data collection in this research is done by technique (1) observation, (2) interview, and (3) photo documentation. The research step is done by (1) planning the learning model by using the instructional media in the form of picture of realist animal sample and cartoon image, (2) making learning media in the form of cartoon animal image and realist, data analysis using qualitative descriptive analysis The results of this research are (1) sample images given by many children developed (2) the development of the most images of the children's example is to add pictures of objects or their daily activities or experiences that they think are like ogoh ogoh research is still the atmosphere of nyepi feast. keyword : Keywords: learning media, realist animal pictures, cartoon animal pictures
BINGKAI KACAMATA KAYU DARI PAPAN SKATEBOARD BEKAS OLEH KETUT NGURAH ERI SUANDA DI SINGARAJA Ketut Hersa Swadharma Putro Giri .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg. .; I Nyoman Rediasa, S.Sn, M,.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 8 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i3.15152

Abstract

Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya pengrajin yang mencoba untuk memanfaatkan kembali (reuse) limbah papan skateboard menjadi produk kerajinan, salah satunya menjadi kacamata. Pemanfaatan papan skateboard bekas memiliki kelebihan karena mengolah kembali barang bekas yang tidak dapat digunakan lagi menjadi barang bernilai seni dan mahal. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Analisis terfokus pada rumusan masalah yaitu meliputi alat-alat yang digunakan dalam pembuatan kacamata berbahan dasar skateboard bekas serta model yang dibuat dari segi ukuran dan bentuk. Kesimpulannya sebagai berikut: alat-alat yang digunakan dalam pembuatan kacamata dari bahan skateboard bekas antara lain: scroll saw (alat utama dalam pembuatan kacamata yang digunakan untuk memotong papan skateboard, terdiri dari Scrool saw blade halus yang berfungsi dalam membuat lekukan-lekukan berliku yang kecil serta scroll saw blade kasar yang digunakan untuk mempercepat proses pemotongan), mini grinder pen (alat untuk menghaluskan papan yang sudah dipotong menggunakan scroll saw.), gerinda duduk (jenis lain dari mesin gerinda yang memiliki dua mata gerinda, prinsip kerjanya adalah mata gerinda berputar dan bersentuhan dengan papan skateboard sehingga menghasilkan bentuk dan ketebalan yang diinginkan pada kacamata), jangka sorong (alat pengukur diameter yang ketelitiannya dapat mencapai seperseratus milimeter), tang jepit bengkok (jenis tang yang memiliki ujung yang kecil dan melengkung yang berfungsi dalam pemasangan engsel kacamata), obeng (alat yang digunakan untuk mengencangkan atau mengendurkan baut pada engsel kacamata), gunting (untuk memotong pola kacamata yang telah dicetak pada kertas HVS) dan bor (alat yang digunakan untuk membuat lubang, alur, peluasan, dan penghalusan secara presisi dan akurat). Hasil kerajinan kacamata berbahan skateboard bekas yang telah dihasilkan oleh Ketut Ngurah Eri Suanda memiliki keragaman model, ukuran dan bentuk sesuai selera pembeli yaitu bentuk bingkai bulat dan segiempat.Kata Kunci : kacamata, skateboard The background of this research is the existence of the craftsman who try to reuse the waste skateboard into handicraft product that is sunglass. The utilization of the waste skateboard has advantage because the waste goods can be processed into something artistic and expensive. This research is descriptive research with qualitative approach. The analysis is focused on the statement of the problem that is (1) what tools used in the process of making sunglass from waste skateboard and (2) the style of the sunglass based on the size and the shape. The conclusion is: the tools that is used in the process of making sunglass are (1) scroll saw which is the main tool in the process of cutting the skateboard, consists of soft scroll saw blade that is used to make small curvatures and hard scroll saw blade that is used to speed up the cutting process, (2) mini grinder pen which is the tool to smooth the board that has been cut using the scroll saw, (3) bench grinder which is the other kind of grinder that has two wheel, the working principle is the grinding wheel rotates and in contact with the skateboard so it can produce the desired shape and thickness on the glass frame. (4) Calipers is the diameter gauges whose accuracy can reach one hundredth of a millimeter (5) bent tweezers is the type of pliers that have small and curved tips that work in the mounting of glasses hinges, (6) screwdrivers that is tools used to tighten or loosen the bolts on the glasses hinges, (7) scissors is to cut the pattern of glasses that have been printed on HVS paper, and (8) drill that is tools used to make holes, grooves and precision smoothing. The results of handicraft sunglass which is made from waste skateboard that has been produced by Ketut Ngurah Eri Suanda has special models, sizes and shapes according to the buyer's taste such as round frame and rectangular shape.keyword : eyeglasses, skateboard
TAS GEGANDEK DESA LOYOK KECAMATAN SIKUR LOMBOK TIMUR Muhammad Erwin .; Dr. I Ketut Sudita, M.Si .; Dr. Drs. I Nyoman Sila, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i2.15170

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; (1) Bahan dan alat dalam memproduksi tas gegandek di Desa Loyok kecamatan Sikur Lombok Tmur, (2) Proses pembuatan tas gegandek di desa Loyok Kecamatan Sikur Lombok Timur, (3)Motif hias yang diterapkan pada kerajinan tas gegandek di desa Loyok kecamatan Sikur Lombok Timur. Subjek penelitian adalah perajin tasgegandek di desa Loyok kecamatan Sikur Lombok Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan teknik observasi, wawancara, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Bahan yang digunakan, (a)Bambu Tali,(b) Cat, (c) Tali rotan dan nilon, (2) Alat yang digunakan (a) Gergaji, (b) Bateq/golok, (c)Maje, (d) Pengkeres,(e)Meteran, (f) kuas cat (3) Proses pembuatan tas gegandek (a) Proses pemilihan bambu, (b) Proses pengolahan bambu, (c) Proses pengirisan, (d) Proses pengecatan,(e) Proses menganyam (f) Proses pembuatan anakan tas, (g) Proses pembuatan tali, (4) Motif hias yang sering diterapkan (a) Motif hias bunga pihuntuan, (b) Motif hias pihuntuan tertutup, (c) Motif hias mata walik, (d) Motif hias kepang pihuntuan, (e) Motif hias bunga gambir, dan (f) Motif hias hiumpik. Kata Kunci : Kerajinan, Tas gegandek, Motif hias ABSTRACT This research aimed to describe (1) the materials and tools in producing gegandek bag at Loyok Village, Sikur, East Lombok, (2) the process of making gegandek bag at Loyok Village, Sikur, East Lombok, (3) the decorative motifs applied to gegandek bag crafts at Loyok Village, Sikur, East Lombok. The object of this research was the gegandek bag craft located at Loyok Village, Sikur, East Lombok. This was a descriptive-qualitative research. The data of this research were collected through observation, interview, and documentation techniques. The result of the research showed that (1) the materials used in producing gegandek bag were (a) bamboo string, (b) paint, (c) rattan string and nyilon, (2) the tools used in producing gegandek bag were, (a) saw, (b) machete, (c) maje, (d) pengkeres, (e) gauge, (f) paint brush. (3) the process of making gegandek bag were, (a) selection of bamboo, (b) bamboo processing, (c) slicing process, (d) painting process, (e) plaiting process, (f) the process of making bag till, (g) the process of making string. (4) the decorative motifs applied to gegandek bag crafts were (a) bunga pihuntuan motif, (b) pihuntuan tertutup motif, (c) mata walik motif, (d) kepang pihuntuan motif, (e) bunga gambar motif, dan (f) hiumpik motif. keyword : Craft, Gegandek Bag, Decorative Motifs
KERAJINAN MOSAIK DI DESA KENDERAN TEGALLALANG GIANYAR I Kadek Agus Edi Yudana .; Dr. I Ketut Sudita, M.Si .; Dra. Luh Suartini, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i2.15174

Abstract

Judul penelitian ini adalah ”Kerajinan mosaik di desa Kenderan Tegalalang Gianyar”. Masalah yang dibahas pada penelitian sebagai berikut : (1) Bagaimana keberadaan kerajinan mosaik di desa Kenderan (2) Bahan dan alat apa saja yang dimanfaatkan untuk membuat kerajinan mosaik (3) Bagaimana proses pembuatan kerajinan mosaik kaca (4) Apa saja jenis-jenis kerajin mosaik yang terdapat di desa Kenderan Tegalalang Gianyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah artshop-arshop mosaik di desa Kenderan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil-hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: (1) keberadaan kerajinan mosaik mulai berkembang tahun 2007 di desa Kenderan hingga saat ini dikarenakan sebelum tahun 2007 kerajinan kayu menurun sehingga masyarakat di desa Kenderan beralih ke kerajinan mosaik kaca. (2) bahan dan alat yang digunakan untuk membuat kerajinan mosaik kaca sebagai berikut. Bahan yang digunakan seperti : kaca, kayu, MDF, gerabah, lem fox, nat MU, cat impra, dan thinner. Adapun alat yang digunakan seperti : alat pemotong kaca, penggaris kayu, geregaji besi, kuas, spray gun, kompresor, amplas dan spon busa. (3) proses dilakukan dalam pembuatan kerajinan mosaik kaca adalah sebagai berikut : a.pemilihan bahan kaca, b.pemilihan alas atau landasan, c.Pemotongan kaca, d.pembuatan pola landasan, e.pemasangan kaca ke landasan, f. pemasangan nat dan g. finishing. (4) Jenis-jenis produk seni kerajinan mosaik di desa Kenderan adalah sebagai berikut : a.mosaik cermin lingkaran, b.mosaik cermin persegi, c.mosaik cermin fauna, d.mosaik tempat buah, e.mosaik tempat dupa, f.mosaik asbak, g.mosaik hiasan dinding berbentuk fauna, h.mosaik hiasan dinding berbentuk gitar, i.mosaik tulisan, dan j. mosaik pas bunga atau guci. Dapat disimpulkan bahwa Kerajinan mosaik berkembang tahun 2007 di desa Kenderan, dalam proses pembuatan menggunakan beberapa bahan dan alat, adapun beberapa proses yang dilakukan dalam pembuatannya. Produk yang sudah dibuat seperti mosaik cermin berbentuk geometris dan fauna, tempat buah dan dupa, hiasan dinding berupa fauna dan gitar, mosaik berbentuk tulisan dan mosaik berbentuk guci dan pas bunga. Saran Untuk menumbuh kembangkan produk kerajinan mosaik di desa Kenderan. Disarankan agar pemerintah lebih memperhatikan terkait dengan memberikan pembinaan kepada para pengerajin dalam bidang pemasaran dan pengembangan bentuk desain. Kepada para pengerajin agar terus berkarya dan mengembangkan karyanya hingga menembus pasar internasional. Untuk Peneliti selanjutnya yang akan meneliti karya kerajinan mosaik kaca di desa Kenderan diharapkan untuk menambahkan aspek sejarah dari artshop-artshop yang ada di desa KenderanWayan, serta memasukan aspek pemasaran dan manajemen dalam pembuatan produknya. Kata Kunci : Kerajinan, Mosaik kaca The title of this research is "The mosaic craft at Kenderan Tegalalang village, Gianyar ". The problems discussed in this study were as follows : (1) The existence of mosaic craft at Kenderan Tegalalang village, (2) What materials and tools were used to make the mosaic craft (3) The process of making the glass mosaic craft (4) What kinds of mosaic crafts were found at KenderanTegalalang village.The method used in this research was descriptive with qualitative approach. The subject of this research was the mosaic art shops at Kenderan village. The process of collecting data in this research was conducted through observation, interview, documentation, and bibliography. The results that found in this research were: (1) the existence of mosaic craft firstly developed at Kenderan village in the year of 2007 till today because before the year of 2007 the wood craft decreased and the people at Kenderan village switch their interest to glass mosaic craft. (2) The materials and tools were used to make the glass mosaic craft as follows: a glass, a wood, a MDF, a pottery, glue, a fox, a nat MU, an impra paint, and a thinner. The tools used such as: a glass cutting tool, a wood ruler, a railing iron, a brush, spray gun, a compressor, a sand paper and a sponge foam. (3) The process in making mosaic glass craft were as follows: a. selecting the glass materials, b. selecting the base or foundation, c. cutting the glass, d. making the grounding pattern, e. installing the glass to the base, f. installing the nat and g. finishing. (4) The types of mosaic craft art products at Kenderanvillage were as follows: the circular mosaic mirror , the square mosaic mirror, the fauna mosaic mirror, mosaic of the fruit place, mosaic incense, f. mosaic ashtray, g) mosaic ornament of fauna-shaped wall, mosaic of wall hangings of guitar shaped, written mosaic , and j. flower-fitting mosaic or jar. It can be concluded that Mosaic handicraft developed in the year of 2007 at Kenderan village. Actually, the process of making the object used some materials and tools. There were several processes in creating the mosaic crafts. Products that had been made such as geometric mirror mosaic and fauna, fruit and incense place, wall decoration of fauna and guitar, written mosaic shaped and mosaic shaped urn and flower fit. There were also the suggestions to grow the mosaic craft product atKenderan village. It was necessary for the government to give more attention related to providing the construction to the craftsmen in the field of marketing and the development of the design form. All of the craftsmen need to continue to work and develop the creation in order to penetrate the international market. For further researchers who will investigate the handicraft of mosaic glass at Kenderan village were expected to add the historical aspects of each art shops atKenderanvillage, Gianyar. They also were expected to enter the aspects of marketing and managing the manufacture of its products. keyword : Handicraft, Glass Mosaic
KERAJINAN TUTUP BOTOL DI DESA GENTONG, TEGALLALANG, GIANYAR I Kadek Joni Dwi Pranata .; Dr. Drs. I Nyoman Sila, M.Hum. .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i2.15253

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) alat dan bahan yang digunakan pada kerajinan tutup botol di Desa Gentong, Tegallalang, Gianyar (2) proses pembuatan kerajinan tutup botol di Desa Gentong, Tegallalang, Gianyar (3) jenis-jenis produk kerajinan tutup botol di Desa Gentong, Tegallalang Gianyar. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan tutup botol. (a) alat: palu, mesin paku tembak, gergaji circular, sikat, kuas, dan meja pemipih. (b) bahan: tutup botol, lem, pernis (mowilex clear) dan, kayu/papan mdf (2) proses pembuatan: pemipihan tutup botol, memberikan lem kayu pada tutup botol yang sudah dipipihkan menempel tutup botol pada objek, membersihkan tutup botol yang sudah ditempel pada objek, dan terakhir pinising. (3) produk-produk yang dihasilkan, bentuk rumah-rumahan, bentuk nampan, bentuk cermin, bentuk gitar, bentuk kura-kura, bentuk ikan hiu, dan bentuk hurup. Kata Kunci : tutup botol, kerajinan . ABSTRACT This research aims to describe: (1) tools and materials used in bottle cap at Gentong Village, Tegallalang, Gianyar (2) bottle making process in Gentong Village, Tegallalang, Gianyar (3) in Gentong Village, Tegallalang Gianyar. Data collection in this research is done by technique (1) observation, (2) interview, (3) documentation. Data analysis used is qualitative descriptive analysis. The results of this study are: (1) tools and materials used in the manufacture of bottle caps. (a) tools: hammer, nail machine, circular saw, brush, brush, and flattening table. (b) material: bottle cap, glue, lacquer (mowilex clear) and wooden / mdf board (2) making process: bottle cap insertion, giving wood glue to flattened bottle caps sticking bottle caps on objects, already pasted on the object, and last pinising. (3) products produced, house form, tray shape, mirror shape, guitar form, turtle shape, shark shape, and letters shape. keyword : bottle cap, handicraft
SISTEM PENURUNAN KETERAMPILAN SENI LUKIS WAYANG KAMASAN OLEH I NYOMAN MANDRA I B SHINDU PRASETYA .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i1.17013

Abstract

SISTEM PENURUNAN KETERAMPILAN SENI LUKIS WAYANG KAMASAN OLEH I NYOMAN MANDRA Oleh Ida Bagus Shindu Prasetya, NIM 1412031025 Jurusan Pendidikan Seni Rupa ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) latar belakang murid I Nyoman Mandra dalam menimba keterampilan melukis wayang Kamasan, (2) tahapan-tahapan yang dikerjakan I Nyoman Mandra di dalam mengajarkan melukis wayang Kamasan pada muridnya, dan (3) hasil karya lukis para murid I Nyoman Mandra dalam pembelajaran melukis wayang Kamasan. Subjek dan objek penelitian ini adalah karya lukis I Nyoman Mandra sebagai referensi belajar murid-muridnya serta proses penurunan keterampilan seni lukis wayang Kamasan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Hal yang melatarbelakangi murid-murid Nyoman Mandra untuk belajar melukis di Sanggarnya bukan hanya karena faktor ekonomi dan sekedar hobi, namun juga karena kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya yang sudah turun temurun. (2) Penurunan keterampilan melukis di sanggar Nyoman Mandra diawali dengan pemahaman tema untuk mengenal karakter dalam cerita pewayangan, dilanjutkan dengan pemahaman bentuk karakter wayang, seperti mata, hidung, mulut, kumis, wajah, hiasan gelung, telinga, sikap tangan, kaki, hiasan gelang tangan dan kaki, hiasan dada dan wastera sampai dengan hiasan-hiasan di luar tokoh wayang seperti hiasan bingkai, hiasan dalam ruang, hiasan batu-batuan dan hiasan pepohonan. Setelah itu diberikan pemahaman penempatan warna. (3) Hasil dari lukisan wayang Kamasan yang dibuat murid-murid dari sistem Aprentisip dan sistem Pewarisan memiliki tingkat kemiripan yang berbeda dengan hasil lukisan Nyoman Mandra, dimana hasil lukisan Wayang Kamasan dari anak-anak Nyoman Mandra lebih mendekati karya Nyoman Mandra sendiri dibandingkan dengan murid pada zaman dulu dan atau sekarang yang melalui sistem Aprentisip. Walaupun hasilnya berbeda, kedua sistem ini sama-sama memberi manfaat bagi para pebelajar antara lain mengembangkan sensitifitas, melatih kreativitas, membina sikap kecermatan, ketekunan, kerapian dan kerja sama. Selain itu, memupuk apresiasi terhadap hasil kerja keterampilan, memupuk bakat dan minat dalam keterampilan melukis Wayang Kamasan.Kata Kunci : wayang, kamasan THE INHERITANCE SYSTEM OF PAINTING SKILL OF KAMASAN PUPPET BY I NYOMAN MANDRA By Ida Bagus Shindu Prasetya, NIM 1412031025 Art Education Department ABSTRACT The objectives of this study were describing about (1) background of I Nyoman Mandra’s students in drawing on painting skill of Kamasan puppet, (2) the steps which were done by I Nyoman Mandra in teaching about painting Kamasan puppet to his students, and (3) the painting results by I Nyoman Mandra’s students in learning about painting Kamasan puppet. The subject and object of this study was the painting result by I Nyoman Mandra as a reference for his children to learn and the process of lowering painting skill of Kamasan puppet. This study was descriptive qualitative research. The methods of data collection in this study were used (1) observation, (2) interview, (3) documentation, and (4) literature. The result of this study showed that (1) it was the background for Mr. Mandra’s students to learn painting in his studio, not only because of economy factors and hobbies, but also the awareness of the importance of cultural preservation that has been declining for generations. (2) The lowering of painting skill in the Mr. Mandra’s studio was started with the understanding of themes to know the puppet’s characters, continued with the understanding of the shapes of the characters, such as eyes, nose, mouth, mustache, face, head ornament, ears, arms, legs, hands and legs ornaments, chest ornaments and another ornaments outside of the characters such as frame, decoration in room, rocks decoration, and trees decoration. Next was given the understanding of color placement. (3) The painting results from Kamasan puppet which were made by the students from Aprentisip system and inheritance system had similar level which was different with Mr. Mandra’s painting result where the painting of Kamasan puppet from his children were more closer to Mr. Mandra’s than Mr. Mandra’s students through Aprentisip system. Although the results were different, both systems gave benefits for learners such as developing sensitivity, training creativity, developing intelligence, perseverance, tolerance, and cooperation. On the other hand, it was fostering the appreciation of result of work skills and fostering talent and interest in painting Kamasan puppet.keyword : Puppet, Kamasan
KARAKTERISTIK KARYA FINGER PAINTING ANAK-ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL SINGARAJA Muhammad Rafiki .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd. .; Dra. Luh Suartini, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i1.18775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan finger painting di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja, (2) proses kegiatan finger painting di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja, (3) subject matter hasil gambar anak yang dihasilkan dalam kegiatan finger painting di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja. Sasaran penelitian ini adalah anak-anak kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja yang terdiri atas 5 kelas kelompok B. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) teknik kuesioner/angket, (4) dan kepustakaan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan cara (1) analisis domain, (2) analisis taksonomi, (3) dan analisis tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan finger painting ini adalah panci, gelas, sendok, centong, kompor gas, mangkok besar, mangkok kecil, cat/media warna finger painting, kertas gambar, tepung kanji, tepung terigu, pewarna makanan, air dan minyak goreng. 2) proses kegiatan finger painting di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja dimulai dari mempersiapkan media dan perlengkapan pembelajaran, mengenalkan media dan mendemostrasikannya, mengarahkan dan membimbing, setelah selesai kegiatan anak bercerita dan guru mengapresiasi serta mengevaluasi hasil kerja anak-anak, akhir kegiatan guru melakukan penilaian dengan menggunakan portofolio. 3) Hasil karya finger painting kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja memiliki subject matter dan visual yang beraneka ragam, penelitian ini dikelompokkan berdasarkan pada karakteristik karya yang dihasilkan oleh anak-anak, dan diperoleh hasil sebagian besar karya anak cenderung mengacu pada tipe haptic dan tipe naturalistik, serta bentuk visual yang sering muncul yaitu bentuk rumah, bunga dan orang.Kata Kunci : finger painting, karakteristik, subject matter This study aims to describe (1) tools and materials used in finger painting activities at TK Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja, (2) the process of finger painting activities at TK Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja, (3) subject matter of children's drawings produced in activities finger painting at TK Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja. The target of this study was children of group B TK Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja which consisted of 5 classes in group B. This study was a qualitative descriptive study. Data collection in this study was carried out by techniques (1) observation, (2) interviews, (3) questionnaire / questionnaire techniques, (4) and literature. The collected data is then analyzed by (1) domain analysis, (2) taxonomic analysis, (3) and theme analysis. The results showed that (1) the tools and materials used in finger painting activities were pans, cups, spoons, centongs, gas stoves, large bowls, small bowls, paints / color media finger painting, drawing paper, starch, flour food coloring, water and cooking oil. 2) the process of finger painting activities in TK Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja starts from preparing the media and learning equipment, introducing the media and demonstrating it, directing and guiding, after the completion of the activities the children talk and the teacher appreciates and evaluates the work of the children, the end of the teacher's assessment by using a portfolio. 3) The results of group B's finger painting work TK Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja have a variety of subject matter and visual, this research is grouped based on the characteristics of the work produced by children, and the results of most children's work tend to refer to haptic and type types naturalistic, and visual forms that often appear, namely the shape of the house, flowers and people.keyword : finger painting, characteristics, subject matter